Anda di halaman 1dari 92

PENDALAMAN MATERI

TEORI DAN MEKANISME REAKSI ORGANIK:


REAKSI SENYAWA KARBON
Oleh:
Lela Lailatul Khumaisah

Cyberspace, 14 Juli 2021


KIMIA ORGANIK:
GUGUS FUNGSI
PENDAHULUAN
Gugus Fungsi:
Kedudukan kereaktifan kimia dalam suatu molekul.

Ciri:
- Ikatan rangkap
- Atom elektronegatif
(heteroatom)
GUGUS FUNGSI PADA SENYAWA ORGANIK

• Gugus fungsi adalah atom atau sekelompok atom yang


memiliki sifat kimia dan fisika yang khas. Ini adalah bagian atau
sisi yang reaktif dari molekul.
• Sebagian besar senyawa organik memiliki ikatan C-C dan C-H.
Namun, banyak molekul organik memiliki bagian struktural lain:
▪ Heteroatom—atom selain karbon atau hidrogen.
▪ Ikatan  —ikatan yang paling umum terjadi pada ikatan
rangkap C—C dan C—O.
Bagian struktural ini membedakan satu molekul organik dari
yang lain. Bagian ini akan menentukan geometri molekul,
sifat fisik, dan reaktivitas yang disebut gugus fungsi.

4
GUGUS FUNGSI PADA SENYAWA ORGANIK
• Heteroatom dan ikatan  memberikan reaktivitas pada molekul
organik tertentu.
Heteroatom memiliki pasangan elektron bebas (PEB) yang
mempunyai kemampuan menarik elektron dari sekitarnya
sehingga dapat menyebabkan atom karbon kekurangan elektron.
Ikatan  akan mudah putus dalam reaksi kimia. Adanya ikatan  ini
akan membuat molekul menjadi basa dan bersifat nukleofil.

Perlu dipahami bahwa ikatan C-C dan C-H juga penting. Mereka
membentuk tulang punggung karbon atau kerangka tempat gugus
5 fungsi melekat.
GUGUS FUNGSI PADA SENYAWA ORGANIK
• Etana: Molekul ini hanya memiliki ikatan C-C dan C-H, sehingga tidak
memiliki gugus fungsi. Etana tidak memiliki ikatan polar, tidak memiliki
PEB, dan tidak memiliki ikatan , sehingga tidak memiliki sisi reaktif.
Akibatnya, etana dan molekul seperti itu sangat tidak reaktif.
• Etanol: Molekul ini memiliki gugus -OH yang melekat pada tulang
punggungnya. Gugus fungsi ini disebut gugus hidroksi. Etanol
memiliki PEB dari atom O dan ikatan polar yang membuatnya reaktif
dengan berbagai reagen atau pereaksi. Gugus hidroksi membuat sifat
etanol sangat berbeda dengan sifat etana.

6
PUSAT REAKTIVITAS DARI GUGUS FUNGSI
GUGUS FUNGSI PADA SENYAWA ORGANIK
Pengaruh Gugus Fungsional pada Reaktivitas

Perlu diketahui bahwa:


❑ Gugus fungsi membuat sisi reaktif dalam molekul.
❑ Bagian atau sisi yang kaya elektron akan bereaksi dengan
sisi yang miskin elektron.

Semua gugus fungsi mengandung heteroatom, ikatan atau


keduanya, dan bagian ini membuat sisi kekurangan
elektron (elektrofilik) dan sisi atau bagian lain yang kaya
elektron (nukleofilik) dalam sebuah molekul. Molekul
bereaksi di sisi ini.

8
GUGUS FUNGSI PADA SENYAWA ORGANIK

9
GUGUS FUNGSI PADA SENYAWA ORGANIK
➢ Karbon yang kekurangan elektron bereaksi dengan
nukleofil, dilambangkan sebagai :Nu¯.
➢ Karbon kaya elektron bereaksi dengan elektrofil,
dilambangkan sebagai E+.
Misalnya: alkena mengandung ikatan rangkap (ada ikatan
) yang kaya elektron, sehingga mereka dapat bereaksi
dengan elektrofil E+.

10
GUGUS FUNGSI PADA SENYAWA ORGANIK

Di sisi lain, alkil halida memiliki atom karbon elektrofilik karena


ada halida yang memiliki kelektronegatifan besar, sehingga
mereka bereaksi dengan nukleofil yang kaya elektron.

11
KATEGORI REAKSI BERDASARKAN GUGUS FUNGSI
MEMAHAMI REAKSI ORGANIK
Menulis Persamaan untuk Reaksi Organik
• Persamaan untuk reaksi organik biasanya digambarkan
dengan reagen (pereaksi) di sebelah kiri panah reaksi (→)
dan produk atau hasil reaksi di sebelah kanan.
• Reagen merupakan zat kimia yang bereaksi dengan
senyawa organik, dapat ditempatkan di sebelah kiri panah
atau di panah itu sendiri.
• Pelarut dan suhu sering dihilangkan tetapi kadang-kadang
juga ditempatkan di atas atau di bawah panah.
• Simbol “h” and “” ditempatkan di atas atau di bawah
panah untuk reaksi yang membutuhkan cahaya dan
panas berturut-turut.
MEMAHAMI REAKSI ORGANIK
Menulis Persamaan untuk Reaksi Organik

Berbagai Cara Penulisan Reaksi Organik:

Di sini, semua dibutuhkan bersama.


MEMAHAMI REAKSI ORGANIK
Menulis Persamaan untuk Reaksi Organik
➢ Ketika dua reaksi berurutan dilakukan tanpa menggambar
senyawa antara, langkah-langkahnya diberi nomor di atas
atau di bawah panah reaksi. Konvensi ini menandakan bahwa
langkah pertama terjadi sebelum langkah kedua, dan reagen
ditambahkan secara berurutan. Menghilangkan angka berarti
mereka ada bersamaan.
MEMAHAMI REAKSI ORGANIK
Pembuatan Ikatan dan Pemutusan Ikatan adalah
Inti dari Reaksi Kimia:
• Mekanisme reaksi adalah deskripsi rinci tentang bagaimana ikatan
diputus dan dibentuk sebagai bahan awal diubah menjadi produk.
• Reaksi dapat terjadi baik dalam satu langkah atau serangkaian
langkah.
MEMAHAMI REAKSI ORGANIK
Pemutusan Ikatan: Homolitik dan Heterolitik
➢ Terlepas dari berapa banyak langkah yang ada dalam
reaksi, hanya ada dua cara untuk memutuskan
(memotong) ikatan, yaitu elektron dalam ikatan dapat
dibagi secara merata (homolitik) atau tidak sama antara
dua atom yang berikatan (heterolitik).
Pemutusan Ikatan Homolitik:
MEMAHAMI REAKSI ORGANIK
Pemutusan Ikatan Heterolitik:

❑ Pemutusan homolisis dan heterolisis membutuhkan energi.


❑ Homolisis menghasilkan zat antara reaktif yang tidak
bermuatan dengan elektron yang tidak berpasangan (radikal).
❑ Heterolisis menghasilkan zat antara yang bermuatan.
MEMAHAMI REAKSI ORGANIK
Pembuatan dan Pemutusan Ikatan

❑ Untuk mengilustrasikan pergerakan satu elektron, gunakan


panah melengkung berkepala setengah, kadang-kadang
disebut kail.
❑ Panah melengkung berkepala penuh menunjukkan
pergerakan pasangan elektron.
MEMAHAMI REAKSI ORGANIK
Pemutusan Ikatan Homolitik:
❑ Pemutusan homolitik menghasilkan dua spesies bermuatan
dengan elektron tidak berpasangan.
❑ Zat antara reaktif dengan satu elektron tidak berpasangan
disebut radikal.
❑ Radikal sangat tidak stabil karena mengandung atom yang tidak
memiliki oktet elektron.

Pemutusan Ikatan Heterolitik:


❑ Pemutusan heterolitik menghasilkan karbokation atau karbanion.
❑ Baik karbokation maupun karbanion adalah zat antara yang tidak
stabil.
❑ Karbokation mengandung karbon yang dikelilingi oleh hanya
enam elektron sehingga bermuatan positif, dan karbanion
memiliki muatan negatif pada karbon, yang bukan atom yang
sangat elektronegatif.
MEMAHAMI REAKSI ORGANIK
Radikal, Karbokation, dan Karbanion
Tiga zat antara reaktif yang dihasilkan
dari homolisis dan heterolisis ikatan C – Z.
MEMAHAMI REAKSI ORGANIK
Radikal, Karbokation, dan Karbanion
• Radikal dan karbokation adalah elektrofil karena mengandung
atom karbon yang kekurangan elektron (karbon sp2).
• Karbanion adalah nukleofil karena mengandung atom karbon
dengan pasangan elektron bebas; PEB (karbon sp3).
MEMAHAMI REAKSI ORGANIK
Pembuatan Ikatan:
• Pembentukan ikatan terjadi dalam dua cara yang berbeda.
• Dua radikal masing-masing dapat menyumbangkan satu elektron
untuk membentuk ikatan dua elektron.
• Atau, dua ion dengan muatan yang tidak sama dapat bergabung,
dengan ion bermuatan negatif menyumbangkan kedua elektron
untuk membentuk ikatan dua elektron yang dihasilkan.
• Pembentukan ikatan selalu melepaskan energi.
MEMAHAMI REAKSI ORGANIK
Penggunaan Panah:
➢ Sejumlah jenis panah digunakan dalam menggambarkan
reaksi organik.
General Structure that will Display Resonance of Charges and
Lone Pairs of Electrons for Reaction Mechanism

R1 R3

R2 R4

R1 R3

R2 R4
REAKSI POLAR SENYAWA ORGANIK

H3C O CH3
Et Et

O
O + Cl- + H+

H O
Cl

Etanol sebagai Nu-

Et H Et
:H + H2
O O-

Etanol sebagai E+
REAKSI ASAM BASA ORGANIK
KATEGORI REAKSI BERDASARKAN GUGUS FUNGSI
JENIS REAKSI ORGANIK
Reaksi Substitusi:

• Substitusi adalah reaksi di mana atom atau sekelompok


atom digantikan oleh atom atau kelompok atom lain.
• Contoh di bawah, Y menggantikan Z pada atom karbon.
• Jenisnya ada 2 (dua), yaitu substitusi nukleofilik (SN) dan
elektrofilik (SE) berdasarkan sifat reagen yang bereaksinya.
JENIS REAKSI ORGANIK
Reaksi Substitusi:
• Reaksi substitusi melibatkan pemutusan satu ikatan  dan
membentuk ikatan lain pada atom karbon yang sama.
• Dalam serangan nukleofilik, kelompok yang berangkat
perlu memiliki stabilitas untuk dirinya sendiri (basa lemah).
JENIS REAKSI ORGANIK
Reaksi Substitusi:
Reaksi substitusi terjadi ketika atom atau gugus dari
reagen yang ditambahkan menggantikan satu atom atau
gugus yang terikat pada karbon dalam reagen organik.

Atom C di mana substitusi mungkin jenuh atau tidak


jenuh, dan X dan Y bisa banyak atom yang berbeda.
JENIS REAKSI ORGANIK
Reaksi Substitusi:
Bahan penyedap utama dalam minyak pisang terbentuk
melalui reaksi substitusi:

Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display.
REAKSI SUBSTITUSI NUKLEOFILIK
REAKSI SUBSTITUSI NUKLEOFILIK

O O
O
+ Nu LG + LG
LG Nu
Nu
O
LG = Cl , OCCH3 , OCH3 , NH2
best worst
KARAKTERISTIK REAKSI SN
 Dalam reaksi umum, gugus pergi sebagai anion
untuk menggambarkan poin penting: semakin lemah
basa, semakin baik gugus pergi (leaving group).

O
- - - -
R2 N RO RCO X
Increasin g leaving ability
Increasin g b asicity
KARAKTERISTIK REAKSI SN
 Ion halida adalah basa terlemah dan gugus pergi
terbaik; halida asam adalah yang paling reaktif
terhadap substitusi asil nukleofilik.
 Ion amida adalah basa terkuat dan gugus pergi yang
paling miskin; amida adalah yang paling tidak reaktif
terhadap substitusi asil nukleofilik.
JENIS REAKSI ORGANIK
Reaksi Eliminasi:
❑ Eliminasi adalah reaksi di mana unsur-unsur bahan awal
"hilang" dan ikatan terbentuk. Reaksi eliminasi terjadi ketika
reaktan jenuh menjadi produk tak jenuh.
❑ Air (H2O) seringkali merupakan komponen yang dihilangkan
atau gugus yang terdiri dari H dan atom halogen.
JENIS REAKSI ORGANIK
Reaksi Eliminasi:
• Dalam reaksi eliminasi, dua kelompok X dan Y dikeluarkan dari
bahan awal.
• Dua ikatan terputus, dan ikatan terbentuk di antara atom-atom
yang berdekatan.
• Contoh reaksi eliminasi yang paling umum terjadi ketika X = H dan
Y adalah heteroatom yang lebih elektronegatif daripada karbon.
JENIS REAKSI ORGANIK
Reaksi Eliminasi:
Kekuatan pendorong untuk reaksi eliminasi adalah
pembentukan molekul kecil yang stabil seperti HCl (g)
atau H2O (l).

Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display.
JENIS REAKSI ORGANIK
Reaksi Adisi:
❑ Adisi adalah reaksi di mana unsur-unsur ditambahkan ke
bahan awal (kebalikan dari reaksi eliminasi).
JENIS REAKSI ORGANIK
Reaksi Adisi:

➢ Dalam reaksi adisi, gugus baru X dan Y ditambahkan ke


bahan awal. Ikatan terputus dan dua ikatan terbentuk.
JENIS REAKSI ORGANIK
Reaksi Adisi:

Reaksi adisi terjadi ketika reaktan tak jenuh menjadi


produk jenuh:

Ikatan C=C, CΞC, dan C=O biasanya mengalami reaksi adisi.


Yang mana ikatan π akan putus, meninggalkan ikatan σ utuh.
Copyright © The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display.

Reaktan (Pemutusan Ikatan) Produk (Pembentukan Ikatan)


1 C=C = 614 kJ 1 C–C = -347 kJ
4 C–H = 1652 kJ 5 C–H = -2065 kJ
1 H–Cl = 427 kJ 1 C–Cl = -339 kJ
Total = 2693 kJ Total = -2751 kJ

H°rxn = SH°bonds broken + SH°bonds formed = 2693 kJ + (-2751 kJ) = -58 kJ


A color test for C=C bonds

Br2 (in pipet) reacts with a compound This compound has no C=C
that has a C=C bond, and the orange- bond, so the Br2 does not react.
brown color of Br2 disappears.
JENIS REAKSI ORGANIK
Reaksi Adisi dan Eliminasi:
➢ Reaksi adisi dan eliminasi adalah reaksi yang saling
berkebalikan. Ikatan terbentuk pada reaksi eliminasi,
sedangkan ikatan terputus pada reaksi adisi.
JENIS REAKSI ORGANIK
Reaksi Adisi dan Eliminasi:
Nu
-E
C C: + Nu: + E
E

Nu
-E
+ Nu: + E

Nu E

-E
+ Nu: + E
REAKSI PEMBAKARAN (OKSIDASI ALKANA)

UNTUK SEMUA SENYAWA HIDROKARBON


REAKSI ADISI PADA ALKENA
REAKSI ADISI PADA ALKENA
Y

C C + X Y C C

Adisi Hidrogen → Hidrogenasi


H
H H H
H
H X C C
C C
H
H H H
X

H
X

H
H H X
H

H
REAKSI ADISI PADA ALKENA
Adisi Air
H
H H H+ catalyst H
O H
C C H H C C
H
H H H
OH

H
OH

H+ catalyst H
O
H H H
H

H
MEKANISME REAKSI ADISI ALKENA

:X-
X
step 1 step 2
C C C C C C
+
E E
+
E

intermediates are
Intermediate formed during a
reaction but are
not products
PROFIL ENERGI PADA REAKSI ADISI ALKENA
Two Step Reaction
intermediate
TS1
E
N TS2
E
R -
G X
Y
C C
+ E
step 1 step 2
C C H X
product C C
+
E E
KOMPLEKS TERAKTIVASI REAKSI ADISI ALKENA

Correspond to transition states for each step


-
X X
C C C C C C
+
E E
+ intermediate
E
X -
+ C C
C C
+ E
+E
ACTIVATED show bonds in the process of breaking or forming
COMPLEXES (bonds are half formed or half broken)
KESTABILAN KARBOKATION
HYPERCONJUGATION

H
.. Elektron yang berdekatan
+ R dengan ikatan C-H membantu
C C menstabilkan muatan positif
dari karbokation dengan
H R kedekatan (tumpang tindih).

H
R
R
C
R
C R
+ R R CH

R CH R
+
R R

R CH2
CH2
+

Most R + > + > Least


+
stable tertiary secondary primary stable
KESTABILAN INTERMEDIET RADIKAL KARBON
Radikal kekurangan elektron seperti halnya karbokation
dan memiliki orde stabilitas yang sama.

R R
lowest R C R < R C H < R CH 2 < CH 3 highest
energy energy

tertiary secondary primary methyl

and they are stabilized by resonance and/or hyperconjugation.


() ( )
()
() CH2 () CH2 etc.

() ()
ADISI HIDROGEN HALIDA: ATURAN MARKOVNIKOV’S
CH3
Br
C H major
H3C C product
CH3 H
H-Br
H
C
H3C CH2
CH3
H minor
C product
H
H3C C
H
Br

Dalam adisi ionik asam pada ikatan rangkap karbon-


karbon alkena, hidrogen dari asam menempel pada atom
karbon yang telah menampung lebih banyak hidrogen.
➢ "Mereka yang punya, mendapat!“
➢ "Semakin kaya semakin kaya!"
(V. W. Markovnikov -- 1838 - 1904)
ADISI HIDROGEN HALIDA: ATURAN MARKOVNIKOV’S

Aturan Markovnikov:
Adisi asam terhadap alkena yang tidak simetri, atom H
akan terikat pada atom C yang telah
mengikat atom H lebih banyak.
ADISI HIDROGEN HALIDA: ATURAN MARKOVNIKOV’S

conc.
Markovnikov
HBr
Addition
CH2 CH3
Br
conc.
HBr
CH2 CH2Br
Oxygen H

Anti-Markovnikov
Addition
ADISI HIDROGEN HALIDA: ATURAN MARKOVNIKOV’S

Ketika menambahkan HX ke ikatan rangkap,


hidrogen dari HX pergi ke karbon
yang sudah memiliki hidrogen paling banyak

CH2 CH3
Cl
+ HCl

..... sebaliknya, anion X menambah paling banyak


karbon yang sangat tersubstitusi (karbon dengan
sebagian besar gugus alkil yang terikat).
REAKSI REGIOSELEKTIVITAS

CH3 CH3 CH3


HCl
CH3 C CH2 CH3 C CH3 + CH3 CH CH2
Cl Cl
major minor
Salah satu produk yang mungkin terbentuk
dalam jumlah yang lebih besar dari yang lain.

REGIOSPECIFIC
Only one of the possible products is formed (100%).
MEKANISME MARKOVNIKOV

+ slow
1) R CH CH2 + H R CH-CH2 H
+
Electrophile
Secondary C+

_ fast
2) R CH-CH2 H + Br R CH CH2 H
+ Br
Nucleophile

Major product
MEKANISME MARKOVNIKOV

CH CH2+
+ slow
1) R CH CH2 + H R

H
Primary carbocation

+ _ fast
2) R CH CH + Br R CH CH2 Br
2

H H

Minor!
COMPETING PATHWAYS

rate-determining step

slower higher energy


intermediate

faster lower energy


intermediate
1o

2o

rate-determininng
(slow) step
ADISI MARKOVNIKOV PADA ALKENA
CH3 CH3 CH3
C CH2 + H X CH3 C CH2 H + CH3 C CH2 X
CH3 X H

major product minor product


X = Cl, Br, I

CH3 CH3 H
+ slow
1) C CH2 + H CH CH2
+
CH3 CH3
Electrophile

CH3 fast CH3


H _ H
2) + X
C CH2 C CH2
+ CH3
CH3
Nucleophile X
REAKSI PADA ALKENA
REAKSI PADA ALKOHOL
Alkohol mengalami reaksi eliminasi dan substitusi

dehidrasi (eliminasi)

oksidasi
(eliminasi)
REAKSI PADA ALKOHOL
Oksidasi Alkohol Primer menjadi Aldehid:
RCH2OH RCHO
Alkohol primer dapat dioksidasi menjadi aldehida dan
asam karboksilat:

• Oksidasi aldehida menjadi asam karboksilat dalam larutan berair


lebih mudah daripada oksidasi alkohol primer menjadi aldehida.
• Oleh karena itu, sulit untuk menghentikan oksidasi alkohol primer
pada tahap aldehida kecuali reagen khusus digunakan.
Reagen yang sangat baik digunakan untuk mengubah alkohol primer menjadi
aldehida adalah pyridinium chlorochromate (PCC), senyawa yang terbentuk
ketika CrO3 dilarutkan dalam asam klorida dan ditambahkan piridin.
REAKSI PADA ALKOHOL
Oksidasi Alkohol Primer menjadi Asam Karboksilat:
RCH2OH RCO2H

Alkohol primer dapat dioksidasi menjadi asam karboksilat oleh


kalium permanganat (KMnO4) atau asam kromat (H2CrO4).
REAKSI PADA ALKOHOL
Oksidasi Alkohol Sekunder menjadi Keton:

Alkohol sekunder dapat dioksidasi menjadi keton oleh kalium


permanganat (KMnO4) atau asam kromat (H2CrO4).
PERBEDAAN AKOHOL DAN ETER
OKSIDASI ALDEHIDA DAN KETON
ada hidrogen tidak ada
O O O hidrogen
[O]
C C C tidak reaktif kecuali
R H R OH R R' pada kondisi sangat
Aldehida Keton kuat

Pereaksi:
• HNO3 panas
• KMnO4
• Pereaksi Jones (CrO3 dalam H2SO4/H2O) → paling umum
• Pereaksi Tollens (Ag2O dalam NH4OH/H2O) → analisis kualitatif
OKSIDASI ALDEHIDA
• Oksidasi berlangsung melalui intermediat 1,1-diol.
O H2O OH CrO3 O
C C
R H R OH H3O+ R OH
H
aldehida hidrat as. karboksilat

OKSIDASI KETON
• Keton inert terhadap oksidator pada umumnya.
• Keton bereaksi lambat dengan KMnO4 dalam suasana basa
panas → terjadi pemutusan ikatan.
O 1. KMnO4, H2O,
NaOH COOH

2. H3O+ COOH

Sikloheksanon Asam heksanadioat (79%)


REAKSI ADISI NUKLEOFILIK PADA
ALDEHIDA DAN KETON
 Merupakan reaksi yang terpenting untuk
aldehida dan keton.
NUKLEOFIL
HO (ion hidroksida)

H (ion hidrida)
Nukleofil bermuatan negatif R3C (karbanion)
Nu
RO (ion alkoksida)

N C (ion sianida)

HOH (air)

Nukleofil netral ROH (alkohol)


Nu H H3N (amonia)

RNH2 (amina)
ADISI NUKLEOFILIK ALDEHIDA DAN KETON

(1) Intermediat tetrahedral diprotonasi oleh air atau


asam menghasilkan alkohol
O O OH
Nu HA
R R' R Nu R Nu
R' R'

(2) Atom oksigen karbonil dikeluarkan sebagai HO- atau


H2O menghasilkan ikatan rangkap karbon-nukleofil

O O Nu
NuH2
+ H2O
R R' R NuH2 R R'
R'
KEREAKTIFAN RELATIF: ALDEHIDA > KETON

(1) Alasan sterik: perbedaan halangan ruang


Nu
Nu

(2) Alasan elektronik: perbedaan kestabilan muatan


positif parsial
−
O − O
+ +
R H R R'
PERBEDAAN ALDEHIDA DAN KETON
ADISI NUKLEOFOLIK H2O: HIDRASI
O OH
H2O
R OH
R R' R'
suatu geminal diol

O OH
H2O
H3C CH3 H3C OH
H3C
Aseton (99,9%) Aseton hidrat (0,1%)

O OH
H2O
H OH
H H H
Formaldehida (0,1%) Formaldehida hidrat (99,9%)
MEKANISME HIDRASI
(1) Katalis basa

O O H OH OH
OH
OH
OH OH

(2) Katalis asam

O OH OH OH
H OH2
H2O H2O
H H3O+
O OH
H
ADISI NUKLEOFOLIK HCN: SIANOHIDRIN

O OH
HCN
R R' R CN
R'
suatu sianohidrin

• Dengan HCN murni reaksi sangat lambat


• Dengan penambahan sedikit basa atau ion sianida reaksi cepat

O O HO
CN CN
C N HCN
H H H C N

Benzaldehida Mandelonitril (88%)


(suatu sianohidrin)
ADISI NUKLEOFILIK HIDRIDA: REDUKSI

 Pereaksi pereduksi (misalnya LiAlH4 atau NaBH4)


berfungsi sebagai ekivalen ion hidrida (H-).

O " H"
O H3O+ OH
H2O
R R' (dari NaBH4) R H R
R' R' H

Karbonil Intermediat Alkohol


tetrahedral
REAKSI ESTERIFIKASI
O O
+
H , kalor
RCOH + R'OH RCOR' + H2O

O O
+
H , kalor
CO H + HO CO + H2 O

O disini berasal dari asam karboksilatnya


atau dari alkoholnya?

O +
O
H , kalor 18
18
COH + CH3 OH C OCH3 + H2 O

Jadi, ikatan yang terputus adalah ikatan C-O dari asam karboksilat,
bukan ikatan O-H dari asam atau ikatan C-O dari alkohol, maka atom O
tersebut berasal dari alkohol bukan dari asam karboksilat.
REAKSI ESTERIFIKASI
Asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester
melalui reaksi kondensasi yang dikenal sebagai esterifikasi.

Esterifikasi dengan katalis asam disebut esterifikasi Fischer.


MEKANISME REAKSI ESTERIFIKASI
most basic
oxygen
H O
O
C
C + OCH3
OH + CH OH H (cat.)
3 + HOH

H
H
O OH intermolecular OH
proton H
C C C
OH transfer O
OH
OCH3 OCH3
H
H2O
OH or CH3OH
C
OH
OCH3
H
REAKSI HIDROLISIS ESTER
Reaksi ini merupakan kebalikan dari esterifikasi.
REAKSI SAPONIFIKASI (PENYABUNAN)
Hidrolisis ester dapat dilakukan dengan menggunakan
asam atau basa berair. Ketika basa digunakan proses ini
disebut saponifikasi.
REAKSI SAPONIFIKASI (PENYABUNAN)
Reaksi saponifikasi ini adalah proses yang digunakan untuk
membuat sabun dari lipid.
KEREAKTIFAN SENYAWA KARBONIL
Aldehid/keton akan lebih menyukai reaksi AdN
dibandingkan dengan SN

Nu
R R R

O C Nu C H O C + H

H O Nu
Nu
R R R

O C Nu C R' O C + R'

R' O Nu

Strong bases,
unstable
KEREAKTIFAN SENYAWA KARBONIL

Asam karboksilat dan turunannya (ester) akan


lebih menyukai reaksi SN dibandingkan dengan AdN

Nu
R R R

O C Nu C L O C + L

L O Nu

Weak base,
stable
ADISI NUKLEOFILIK DALAM MAKHLUK HIDUP

❑ Bacillus subtilis: Sintesis Alanina


O NH NH2
enzim
CH3CCOOH + NH3 CH3CCOOH CH3CHCOOH
pereduksi
Asam piruvat suatu imina Alanina

❑ Pertahanan diri Apheloria corrugata (Kelabang)


NC OH O

Enzim
H H + HCN

Mandelonitril RACUN