Anda di halaman 1dari 2

1.

Anggota :
2. Mochammad Fahrudin (1711B0048)
3. Ni’matur Rohmah (1711B0052)
4. Petrus Kondo (1711B0059)
5. Putri Nurvita Dewi (1711B0060)
6. Yuyun Murpina (1711B0075)
7. Illiyin Syahrun F.N (1711B0077)
8. Yoda Maria Lopo (1711B0072)
9. Norcy Hayati (1811B0059)
10. Feni Helfida Tobe (1811B0095)
11. George Imanuel Bolu (1811B0098)
12. Madinnatul Munawwarah (1911P5017)
13.
14. Bencana alam adalah suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi
populasi manusia. Peristiwa alam dapat berupa banjir, letusan gunung berapi, gempa
bumi, tsunami, tanah longsor, badai salju, kekeringan, hujan es, gelombang
panas, hurikan, badai tropis, taifun, tornado, kebakaran liar dan wabah penyakit. Beberapa
bencana alam terjadi tidak secara alami. Contohnya adalah kelaparan, yaitu kekurangan
bahan pangan dalam jumlah besar yang disebabkan oleh kombinasi faktor manusia dan
alam
15. Jenis bencana ada 3 yaitu bencana alam , bencana nonalam dan bencana sosial
16. Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa
yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus,
banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.

Bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa
nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah
penyakit.

Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa
yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok atau
antarkomunitas masyarakat, dan terror
17. Salah satu dampak bencana terhadap menurunnya kualitas hidup penduduk dapat dilihat
dari berbagai permasalahan kesehatan masyarakat yang terjadi. Bencana yang diikuti
dengan pengungsian berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang sebenarnya diawali
oleh masalah bidang/sektor lain. Bencana gempa bumi, banjir, longsor dan letusan gunung
berapi, dalam jangka pendek dapat berdampak pada korban meninggal, korban cedera
berat yang memerlukan perawatan intensif, peningkatan risiko penyakit menular, kerusakan
fasilitas kesehatan dan sistem penyediaan air (Pan American Health Organization, 2006).
Timbulnya masalah kesehatan antara lain berawal dari kurangnya air bersih yang berakibat
pada buruknya kebersihan diri, buruknya sanitasi lingkungan yang merupakan awal dari
perkembangbiakan beberapa jenis penyakit menular.
18. Pengertian manajemen bencana menurut University of Wisconsin adalah
serangkaian kegiatan yang didesain untuk mengendalikan situasi bencana dan
darurat untuk mempersiapkan kerangka untuk membantu orang yang renta
bencana untuk menghindari atau mengatasi dampak bencana tersebut.
Tujuan Melakukan pencegahan dan membatasi jumlah korban manusia dan juga kerusakan
harta benda dan lingkungan hidup
Mengatasi kesengsaraan dan kesulitan dalam kehidupan dan penghidupan korban
Mengembalikan korban bencana dari daerah penampungan atau pengungsian ke daerah
asal jika memungkinkan atau merelokasi ke daerah baru yang layak huni dan aman
Mengembalikan fungsi fasilitas umum utama, seperti komunikasi/transporasi, air minum,
listrik, telepon, dan juga mengembalikan kehidupan ekonomi dan sosial daerah yang
terkena bencana.
Mengurangi kerusakan dan kerugian yang lebih lanjut
19. Penyelenggaraan penanggulangan bencana terdiri atas 3 (tiga) tahap
meliputi:
Pra bencana yang mencakup kegiatan pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan,
serta peringatan dini;

 Pencegahan (prevension); upaya untuk menghilangkan atau mengurangi kemungkinan


timbulnya suatu ancaman. Misalnya : pembuatan bendungan untuk menghindari terjadinya
banjir, biopori, penanaman tanaman keras di lereng bukit untuk menghindari banjir dsb.
Namun perlu disadari bahwa pencegahan tidak bisa 100% efektif terhadap sebagian besar
bencana.
 Mitigasi (mitigation); yaitu upaya yang dilakukan untuk mengurangi dampak buruk dari
suatu ancaman. Misalnya : penataan kembali lahan desa agar terjadinya banjir tidak
menimbulkan kerugian besar.
 Kesiap-siagaan (preparedness); yaitu persiapan rencana untuk bertindak ketika
terjadi(atau kemungkinan akan terjadi) bencana. Perencanaan terdiri dari perkiraan terhadap
kebutuhan-kebutuhan dalam keadaan darurat danidentifikasi atas sumber daya yang ada
untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Perencanaan ini dapat mengurangi dampak buruk dari
suatu ancaman.
 Tanggap Darurat (Emergency Response), saat terjadi bencana yang mencakup kegiatan
tanggap darurat untuk meringankan penderitaan sementara, seperti kegiatan search and
rescue (SAR), bantuan darurat dan pengungsian;
 Pasca bencana yang mencakup kegiatan pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.
 Pemulihan (recovery);adalah suatu proses yang dilalui agar kebutuhan pokok terpenuhi.
Proses recovery terdiri dari:
 Rehabilitasi : perbaikan yang dibutuhkan secara langsung yang sifatnya sementara atau
berjangka pendek.
 Rekonstruksi : perbaikan yang sifatnya permanen

20.