Anda di halaman 1dari 6

Nama : Agusmartogi Banjar Nahor

Nim : 190301182
Kelas : Ilmu Tanah
JUDUL : PEMULIHAN KEPADATAN TANAH SETELAH PEMANENAN PADA
HUTAN ALAM PRODUKSI
Penulis : Agus Setiawan, Juang R. Matangan , Endang Suhendang dan Teddy Rusolono
Tahun : 2012
Latar Belakang :
Dampak pemanenan kayu terhadap tanah akan mengakibatkan penurunan kesuburan
tanah yang disebabkan oleh pemadatan tanah akibat penggunaan alat-alat berat dan
keterbukaan permukaan tanah yang disebabkan oleh keterbukaan areal akibat penebangan,
pembuatan jalan sarad, tempat pengumpulan kayu, jalan angkutan dan penyaradan. Slash
(daun, ranting dan cabang dari kegiatan pemotongan batang) dapat secara efektif mengurangi
kerusakan tanah hutan, seperti pemadatan tanah di tempat pemanenan. Penggunaan slash
untuk menutupi permukaan tanah dapat mengurangi tingkat pemadatan tanah hingga 50% .
Kondisi kepadatan tanah dan pemulihan sifat fisik tanah akan berbeda-beda
tergantung tingkat kepadatan tanah, kedalaman lapisan kepadatan tanah, jenis tanah, vegetasi
dan iklim . Hasil penelitian lainnya menunjukkan bahwa pemulihan kepadatan tanah pada
jalan sarad cabang dan jalan sarad utama akan dicapai selama 14 tahun dan 55 tahun di hutan
alam di hutan Universitas Tokyo di Hokkaido (Matangaran et al., 2006b). Hasil penelitian
(Rab, 2004) di Victorian Central Highlands, Australia menunjukkan bahwa tanah pada hutan
ini sangat lambat untuk memulihkan dari kepadatan tanah dan kerusakan subsoil.
Secara umum porositas tanah cenderung meningkat sejalan dengan bertambahnya
umur setelah pemanenan pada variasi kedalaman yang berbeda, baik pada tempat
pengumpulan kayu, jalan sarad primer maupun jalan sarad sekunder. Pada umur 26 tahun
kondisi porositas tanah mendekati porositas pada hutan primer, kecuali pada kedalaman 30
cm porositasnya lebih besar dari hutan primer.

Hasil dan Pembahasan


Pada tempat pengumpulan kayu, nilai kerapatan massa tanah pada jalan sarad primer
secara rataan menunjukkan kecenderungan untuk menurun seiring dengan bertambahnya
umur setelah pemanenan. Nilai kerapatan massa tanah pada jalan sarad primer umur 4, 8 dan
26 tahun setelah pemanenan ini mempunyai nilai yang lebih besar jika dibandingkan dengan
kondisi hutan primer. Kecenderungan penurunan nilai kerapatan massa tanah dengan
bertambahnya umur setelah pemanenan juga terjadi pada jalan sarad sekunder. Nilai
kerapatan massa tanah pada jalan sarad sekunder umur 4, 8 dan 26 tahun setelah pemanenan
ini mempunyai nilai yang lebih besar jika dibandingkan dengan kondisi hutan primer.
Pada umur setelah pemanenan hutan primer. Hal ini menunjukkan bahwa pada
kedalaman 10 cm, di TP masih ada pengaruh mekanis dari kegiatan pemanenan terhadap
kerapatan massa tanah. Pada kedalaman 30 cm, kerapatan massa tanah juga semakin
menurun deng bertambahnya umur setelah pemanenan,namum pada umur 26 tahun setelah
pemanenan kerapatan massa tanah hutan primer. Hal ini menunjukkan bahwa p terhadap
tanah, maka pengaruh mekanis kegiatan pemanenan akan semakin kecil. Mengacu pada
Hovland kepadatan tanah kedalaman 10 cm dan 2 cm termasuk dalam kelas normal.
Pemadatan tanah adalah meningkatnya kerapatan tanah sebagai akibat dari beban
atau n atau dengan kata lain pemadatan tanah adalah tingkah laku dinamis pori dikeluarkan
dengan salah satu cara mekanis 99-109 anding site) skidding trail) skidding trail) berdasarkan
variasi umur setelah pemanenan dan on variations of ex-logging age an 10 cm, semakin
bertambah umur setelah maka nilai kerapatan massa tanah akan menurun, ini terjadi baik
pada T pemanenan 26 tahun nilai kerapatan massa dibandingkan pada hutan primer. Hal yang
sama juga terjadi pada dimana semakin bertambah umur setelah kerapatan massa tanah akan
menurun, baik pada Tpn, JSP maupun JSS. Pada umur setelah 26 tahun nilai kerapatan massa
tanah masih lebih besa hutan primer. Tahanan penetrasi tanah pada tempat pengumpulan
kayu menunjukkan bahwa semakin bertambahnya umur setelah pemanenan, maka tahanan
penetrasi tanah akan semakin menurun. Jika dibandingkan, tahanan penetrasi tanah pada
hutan bekas tebangan lebih besar dari kondisi hutan primer, pada umur 26 tahun setelah
pemanenan cenderung mendekati kondisi hutan primer dan relatif lebih tinggi nilainya.

Kesimpulan
Kepadatan tanah (soil compaction) merupakan proses pergerakan partikel-partikel
tanah yang secara mekanis bergerak ke posisi keadaan yang lebih rapat satu sama lain.
Pemadatan tanah merupakan fungsi dari jenis tanah,kadar air dan jenis lalu lintas yang ada
di permukaan tanah.

Proses pemulihan kepadatan tanah memiliki cara dan jangka waktu yang berbeda
beda tergantung perlakuan yang terjadi terhadap tanah tersebut.

KAPASITAS MAKSIMUM KEPADATAN TANAH PADA BERBAGAI


DISTRIBUSI UKURAN PARTIKEL DAN KADAR BAHAN ORGANIK TANAH
DALAM KONDISI KERING UDARA DAN KAPASITAS LAPANG
Penulis : Siti Putri Cinta Ayu
Pemadatan tanah dapat berdampak buruk dan baik bagi kegiatan manusia tergantung
pada tujuan penggunaan lahannya. Umumnya pemadatan tanah bermanfaat dalam kegiatan
bidang civil engineering (bangunan, jalan raya, irigasi, dan lain-lain). Manfaat pemadatan
tanah dalam bidang civil engineering yaitu memperbaiki kekuatan geser tanah, mengurangi
kompresibilitas (penurunan oleh beban), mengurangi permeabilitas, dan mengurangi sifat
mengembang menyusut tanah. Pemadatan tanah di bidang pertanian juga diperlukan yaitu
untuk memperkokoh tubuh tanaman dan pengaplikasian alat-alat mesin pertanian, namun
pemadatan tanah juga dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhambat.

Seperti kita ketahui bahwa tanah terdiri dari bahan mineral dan bahan organik.
Mineral tanah menurut ukuran partikel dikelompokkan menjadi pasir, debu, dan liat.
Komposisi distribusi partikel tanah mempengaruhi sifat fisik tanah. Tanah dengan komposisi
distribusi partikel yang berbeda memiliki tingkat kepadatan dan sifat fisik tanah yang berbeda
juga. Bahan organik tanah berperan memperbaiki sifat tanah. Pemberian bahan organik ke
dalam tanah diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik tanah, salah satunya kepadatan tanah.
Akibat peranan tekstur dan bahan organik tanah terhadap kepadatan dan sifat tanah maka
komposisi tekstur dan bahan organik tanah perlu diketahui kaitannya terhadap kepadatan dan
sifat ciri tanah, oleh karena itu dalam penelitian ini dikaji untuk memperoleh informasi
tersebut.

Pada kadar air yang rendah, sebagian besar tanah kaku dan sukar untuk dipadatkan.
Penambahan kadar air pada tanah menjadikan tanah lebih mudah dipadatkan, sehingga
dihasilkan bobot isi lebih tinggi, namun apabila kadar air tanah terlalu tinggi, bobot isi tanah
menjadi berkurang sejalan dengan bertambahnya kadar air, dimana air mengisi ruang pori,
sehingga volume tanah bertambah.tingkat kepadatan tanah berpengaruh nyata menurunkan
pertumbuhan tinggi tanaman, nisbah pucuk akar, diameter batang, pertumbuhan berat kering
total, dan kedalaman penetrasi akar pada tanaman Acacia mangium dan Parasianthes
falcataria. Dari hasil penelitian diketahui bahwa respons pertumbuhan tanaman yang paling
peka terhadap tingkat kepadatan tanah adalah kedalaman penetrasi akar, sedangkan respons
pertumbuhan tanaman yang kurang peka terhadap tingkat kepadatan tanah adalah diameter
batang tanaman.

KEPADATAN TANAH AKIBAT PENYARADAN OLEH FORWARDER DAN


PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI : STUDI KASUS DI
HPHTI PT. MUSI HUTAN PERSADA SUMATERA SELATAN

Penulis : Edi Wilson

Porositas (porosity) didefinisikan sebagai perbandingan antara volume atau isi dari
butir tanah dengan volume dari tanah seluruhnya. Porositas tanah dipengaruhi oleh
kandungan bahan organik (porositas tanah tinggi bila kandungan bahan organik tinggi),
struktur tanah dan tekstur tanah. Tanah-tanah yang memiliki struktur remah (granuler)
mempunyai porositas yang lebih tinggi daripada tanah-tanah yang memiliki struktur pejal
(massive).Kerapatan kering (dry density) merupakan keadaan khusus dari kerapatan
menyeluruh (bulk density) suatu tanah, dengan menganggap air dihilangkan seluruhnya dari
tanah tersebut. Nilai kerapatan kering dihitung dari nilai kerapatan menyeluruh dan nilai
kadar air. Tingkat kepadatan tanah umumnya diukur dari nilai kerapatan kering). Tingkat
pemadatan tanah diukur dari nilai kerapatan kering tanah yang dipadatkan. Nilai kerapatan

kering dari suatu tanah akan naik bila kandungan air dalam tanah tersebut meningkat.

Kepadatan tanah (soil compaction) merupakan proses pergerakan partikel-partikel


tanah yang secara mekanis bergerak ke posisi keadaan yang lebih rapat satu sama lain.
Pemadatan tanah merupakan fungsi dari jenis tanah,kadar air dan jenis lalu lintas yang ada
di permukaan tanah. Pada tiap lintasan traktor cenderung terjadi pemadatan tanah pada bekas
lintasan ban dan akan semakin menjadi padat pada lintasan berikutnya. Pukulan air hujan dan
injakan kaki hewan pada tanah merupakan gaya yang dapat memadatkan tanah.

Pergerakan traktor melewati permukaan tanah akan menghasilkan tekanan ban atau
roda traktor yang cenderung memadatkan lapisan atas tanah (topsoil). Tingkat kepadatan
tanah yang disebabkan oleh traktor tergantung pada rit yang dilewati traktor, berat traktor,
tipe ban atau roda, tekanan ban terhadap tanah, kandungan air tanah, dan kecepatan traktor
Efek utama yang dihasilkan oleh tekanan ban traktor terhadap tanah adalah penurunan
dayaaliran air tanah (hydraulic conductivity), peningkatan kepadatan tanah (bulk density)
dan penurunan porositas tanah.

KESIMPULAN

Kepadatan tanah (soil compaction) merupakan proses pergerakan partikel-partikel


tanah yang secara mekanis bergerak ke posisi keadaan yang lebih rapat satu sama lain.
Pemadatan tanah merupakan fungsi dari jenis tanah,kadar air dan jenis lalu lintas yang ada
di permukaan tanah.
Kepadatan tanah dipengaruhi beberapa faktor yaitu kandungan dalam tanah itu
sendiri ,komoditas tanaman yang ditanam,kadar air tanah dan juuga pergerakan alat alat
pertanian seperti traktor serta lainnya.

Proses pemulihan kepadatan tanah memiliki cara dan jangka waktu yang berbeda
beda tergantung perlakuan yang terjadi terhadap tanah tersebut.