Anda di halaman 1dari 39

Nilai

Tanggal Revisi

Tanggal Terima

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

BANDUL REVERSIBEL

Disusun Oleh:
Nama Praktikan : Yohanes Juan Bagus Simorangkir
NIM : 3331200042
Jurusan : Teknik Mesin
Grup : E2
Rekan : 1. Alwan Habibie
2. Raihan Rabby
3. Dimas Satrio
Tgl. Percobaan : 17 oktober 2020
Asisten : Muhammad Gofar
LABORATORIUM FISIKA TERAPAN FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
CILEGON – BANTEN
2020

Jl. Jenderal Sudirman Km. 03 Cilegon 42435 Telp. (0254) 385502, 376712
Fax. (0254) 395540 Website: http://fisdas.untirta.ac.id Email:
lab.fisikaterapan@untirta.ac.id
ABSTRAK

Bandul reversibel adalah bandul yang memiliki sepasang titik tumpu


dengan jarak tetap atau ukuran terhingga dan bandul reversibel terkonsentrasi
pada satu titik tunggal atau titik tumpu. Gerak harmonis sederhana adalah gerak
dimana sebuah objek beregetar atau berosilasi secara bolak-balik pada lintasan
yang sama, setiap osilasi memakan waktu yang sama, gerakan tersebut bersifat
periodik. Gerak harmoni sederhanapun dibagi menjadi dua yaitu gerak linier dan
anguler. Bandul pun ada dua macam diantaranya bandul matematis yang memakai
tali dan bandul fisis yang menggunakan benda tegar. Percobaan ini bertujuan
untuk memahami konsep bandul reversibel dan praktikan dapat menentukan
percepatan gravitasi bumi. Dalam kehidupan sehari-hari pengaplikasian dari
percobaan bandul reversibel adalah ayunan pada taman kanak-kanak, jam dinding
mekanik maupun elektrik, dan pengujian percepatan gravitasi bumi (menghitung
nilainya) yang dilakukan secara sederhana. Hal pertama yang dilakukan pada
percobaan ini adalah menyiapkan alat-alat dan mengatur jarak antar beban dan
mata pisau. Jarak mata pisau pertama dengan mata pisau kedua sebesar 50 cm.
Kemudian, jarak beban A dengan mata pisau pertama sebesar 11 cm dan jarak
antara mata pisau pertama dengan beban B sebesar 5 cm. Lakukan langkah yang
sama sampai beban B berjarak 45 cm dari mata pisau pertama. Setelah itu, taruh
beban A diatas bantalan bandul kemudian simpangkan sejauh 3 cm dan lepaskan
sehingga bandul berosilasi. Hitung waktu yang dibutuhkan oleh bandul untuk
berosilasi 10 kali. Lalu putar bandul dan gunakan mata pisau kedua sebagai
tumpuan dan ikuti cara yang sama dengan percobaan menggunakan beban A
sebagai tumpuan. Ulangi percobaan untuk beban B digeser sejauh 5 cm dari posisi
awal hingga 45 cm dari mata pisau pertama. Hasil praktikum yang didapatkan
adalah nilai percepatan gravitasi bumi sebesar 10,21 dan 10,06. Nili tersebut
didapat dengan menggunakan periode bandul dari percobaan yang dilakukan.

Kata Kunci : Bandul, reversibe, osilasi, gerak harmoni, percepatan gravitasi bumi
ii
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL...............................................................................................i
ABSTRAK..............................................................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................iii
DAFTAR TABEL.................................................................................................iv
DAFTAR GAMBAR..............................................................................................v
DAFTAR LAMPIRAN.........................................................................................vi
BAB I PENDAHULUAN (TNR 12, Spasi 1,5)
1.1 Latar Belakang ...............................................................................1
1.2 Tujuan Percobaan...........................................................................1
1.3 Batasan Masalah ............................................................................1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Bandul Reversibel ..................................................2
2.2 Gerak Harmonik Sederhana...........................................................4
2.3 Gravitasi……………………………………………………6
BAB III METODE PERCOBAAN
3.1 Diagram Alir Percobaan ................................................................9
3.2 Prosedur Percobaan......................................................................10
3.3 Alat yang Digunakan ...................................................................10
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Percobaan ...........................................................................12
4.2 Pembahasan..................................................................................12
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan ..................................................................................16
5.2 Saran ............................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
LAMPIRAN A. PERHITUNGAN........................................................................18
LAMPIRAN B. JAWABAN PERTANYAAN DANTUGAS KHUSUS.............21
LAMPIRAN C. GAMBAR ALAT YANG DIGUNAKAN...............................26
LAMPIRAN D. BLANKO PERCOBAAN...........................................................29

iii
DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

Tabel 4.1 Data Hasil Percobaan……………..……………………………….3


Tabel A Data Hasil Pengamatan Percobaan A……………………………...30
Tabel B Data Hasil Pengamatan Percobaan B………………………………
30

iv
DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

Gambar 2.1 Bandul Reversibel................................................................................2


Gambar 2.2 Gaya-gaya pada Bandul Fisis...............................................................3
Gambar 2.3 Gerak Harmonis Sederhana pada Bandul..................................................4
Gambar 2.4 Gravitasi dua benda .............................................................................6
Gambar 2.5 Neraca Puntir Vavendish………………………………………7
Gambar 2.6 Neraca Puntir versi Modern……………………………………7
Gambar 3.1 Diagram Alir Percobaan……………………………………….9
Gambar C.1 Bandul Reversibel……………………………………………27
Gambar C.2 Beban A……………………………………………………...27
Gambar C.3 Mata Pisau Satu dan Beban B………………………………..27
Gambar C.4 Mata Pisau Dua………………………………………………27
Gambar C.5 Penggaris……………………………………………………..27
Gambar C.6 Kunci L………………………………………………………27
Gambar C.7 Time Counter………………………………………………...27
Gambar C.8 Gerbang Cahaya……………………………………………...27
Gambar C.9 Statif………………………………………………………….28
Gambar C.10 Bantalan Bandul…………………………………………….28

v
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman
Lampiran A. Perhitungan………………………………………………….18
Lampiran B. Jawaban Pertanyaan dan Tugas Khusus……………………..21
B.1 Jawaban Pertanyaan…………………………………….22
B.2 Tugas Khusus…………………………………………...24
Lampiran C. Gambar Alat yang Digunakan……………………………….26
Lampiran D. Blanko Percobaan……………………………………………
29

vi
1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Percobaan ini dilakukan karena mahasiswa perlu melihat secara penerapan
ilmu fisika yang diajarkan di kelas, sehingga praktikan dapat lebih memahami
kosep dari percobaan kali ini yaitu, bandul reversibel dan mengidentifikasi faktor-
faktor yang mempengaruhi percobaan kali ini. Percobaan ini dilakukan agar
praktikan dapat memahami konsep bandul reversibel dan praktikan dapat
menentukan percepatan gravitasi bumi. Pengaplikasian dari percobaan bandul
reversibel antaralain: ayunan di taman kanak-kanak, penentuan gravitasi bumi
secara sederahana dan juga dapat lebih memahami gerak harmonik yang
diterapkan pada bidang industri.
1.2 Tujuan Percobaan
Tujuan dilakukannya percobaan ini adalah praktikan dapat memahami kosep
bandul reversibel dan praktikan dapat menentukan nilai percepatan gravitasi bumi.
1.3 Batasan Masalah
Variabel bebas pada percobaan ini diantaranya, jarak beban B dari mata
pisau pertama dan jarak beban B dari mata pisau kedua. Sedangkan variabel
terikatnya adalah waktu yang dibutuhkan untuk 10 kali osilasi yang
mempengaruhi nilai periode dan nilai percepatan gravitasi bumi.
2

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Bandul Reversibel


Bandul reversibel atau fisis merupakan bentuk ideal dari sebuah bandul
dalam gerak harmonik sederhana. Reversibel secara artian adalah “ dapat berbalik
“. Pada bandul sederhana, massanya hanya berada pada perangkat beban, sehingga
terkonsentrasi hanya pada satu titik. Pada bandul reversibel, benda yang berosilasi
adalah sebuah batang pejal. Sehingga kata reversibel itulah yang mengartikan
bandul tersebut dapat digunakan kedua sisinya, baik sisi atas atau sisi bawah[1].
Bandul reversibel adalah bandul fisis yang mempunyai sepasang titik
tumpu dengan jarak tetap satu terhadap lainnya. Jarak tersebut memiliki ukuran
terhingga dan bandul reversibel terkonsentrasi pada satu titik tunggal atau titik
tumpu[2].

Gambar 2.1 Bandul Reversibel [3]

Bandul dilengkapi dua buah pemberat, pemberat pertama berfungsi


sebagai pemberat pada posisi tetap dan pemberat lainnya dapat digeser sepanjang
batang bandul. Pada praktikum posisi pemberat tidak tetap digeser-geser untuk
mendapatkan periode osilasi yang sama atau hampir sama pada kedua titik tumpu.
Pengukuran waktu dapa menggunakan stopwatch atau bila ingin
keakuratan lebih baik dapat mengunakan gerbang cahaya dan time counter.
Bandul sendiri ada dua jenis yaitu bandul fisis dan bandul matematis. Bandul fisis
adalah bandul yang menggunakan benda tegar sedangkan bandul matematis
adalah bandul yang memakai tali untuk berosilasi.
3

Sebuah benda tegar yang digantung dari suatu titik yang bukan merupakan pusat
massanya akan berosilasi ketika disimpangkan dari posisi kesetimbangannya.
Sistem ini disebut bandul fisis. Bila ditinjau sebuah bangun datar yang digantung
pada sebuah titik berjarak D dari pusat massanya dan disimpangkan dari
kesetimbangan sebesar sudut Φ seperti ditunjukan pada gambar dibawah ini :

Gambar 2.2 Gaya-gaya pada bandul fisis

Torsi terhadap titik gantung bernilai MgD sin Φ dan cenderung mengurangi Φ.
Percepatan sudut α dihubungkan dengan torsi oleh :
d2Φ
τ =Iα=I ………………………………….2.1
d t2
Dengan I momen inersia di setiap titik gantung. Dengan mensubtitusikan -MgD
sin Φ untuk torsi total, diperoleh :
d2 Φ
−MgD sin Φ=¿ I …………………………………2.2
dt2
atau
−d 2 Φ MgD
= sinΦ……………………………2.3
d t2 I
Untuk bandul sederhana, I =M L2 dan D = L, sehingga persamaan 2.3 sama
seperti :
d 2 Φ −g 2
2
= Φ=−ω Φ……………………2.4
dt L
Gerak mendekati gerak harmonik sederhana bila simpangan sudutnya kecil
sehingga berlaku aproksimasi sin Φ ≈ Φ. Dalam kasus ini diperoleh
4

−d 2 Φ MgD 2
2
= Φ=−ω Φ…………………..2.5
dt I
dengan ω 2=MgD/l . [4] Periodenya adalah
2π I l
T=
ω
=2 π
√ MgD √
=2 π
g
………………………..2.6

2.2 Gerak Harmonik Sederhana


Gerak harmonik sederhana adalah gerak dimana sebuah objek bergetar
atau berosilasi secara bolak-balik pada lintasan yang sama, setiap osilasi memakan
waktu yang sama, gerakan tersebut bersifat periodik. Gerakan ini akan memiliki
titik kesetimbangan, dimana posisi benda berosilasi tidak mengarahkan gaya [5].
Getaran merupakan gerak bolak-balik suatu partikel secara periode melalui
suatu titik kesetimbangan. Getaran dapat bersifat harmonis sederhana dan
kompleks. Gerak harmonis sederhana suatu getaran dimana resultan gaya yang
bekerja pada titik sembarang selalu mengarah ke titik  kesetimbangan dan besar
resultan gaya sebanding dengan jarak titik sembarang ke titik keseimbangan
tersebut. Beberapa contoh gerak harmonis sederhana adalah gerak harmonik  pada
bandul [6].

Gambar 2.3 Gerak harmonis sederhana pada bandul [7]

Menurut Oliver (1997), gerak harmonis sederhana dapat dibedakam


menjadi dua, yaitu:
5

1.    Gerak harmonis sederhana linear, misalnya penghisap dalam silinder


gas, gerak osilasi air raksa, gerak  osilasi airdalam pipa U, gerak horizontal
pegas, gerak vertikal pegas.
2.    Gerak harmonis sederhana angular, misalnya gerak pada bandul fisis,
dan ayunan torsi.
Ketika beban digantung pada ayunan dan tidak diberikan pada gaya, maka
benda akan diam pada titik kesetimbangan, jika beban ditarik ke titik A dan
dilepaskan, maka beban akan bergerak ke titik B dan ke titik C. Lalu kembali lagi
ke titik A. Getaran beban akan terjadi berulang-ulang secara periodik, dengan kata
lain beban pada ayunan diatas melakukan gerak harmonik sederhana [8].
Benda yang bergerak harmonik sederhana pada ayunan sederhana
memiliki periode tertentu. Periode ayunan (T) adalah waktu yang diperlukan
benda untuk melakukan suatu getaran. Benda dikatakan melakukan suatu getaran
atau satu getaran jika benda bergrak dari titik dimana benda tersebut mulai
bergerak dan kembali lagi  ke titik tersebut. Frekuensi adalah banyaknya getaran
yang dilakukan benda selama satu detik, yang dimaksud dengan getaran disini
adalah getaran lengkap. Benda yang bergerak harmonis juga memiliki amplitudo
A, simpangan Y dan energi mekanik [9].
1.    Amplitudo
Amplitudo adalah pengukuran skalar yang non-negatif dari besar osilasi
suatu gelombang. Amplitudo juga dapat didefinisikan sebagai jarak atau
simpangan terjauh dari titik kesetimbangan dalam suatu gelombang. Simpangan
adalah jarak antara kedudukan benda yang bergetar pada suatu saat sampai
kembali pada kedudukan seimbangnya. Energi mekanik adalah jumlah dari energi
kinetik dan energi potensial. Didalam setiap getaran energi potensial  dan energi
kinetik besarnya selalu berubah-ubah tetapi memiliki jumlah yang tetap.
2.    Periode
Bandul adalah benda yang terikat pada sebuah tali dan dapat berayun
secara beban dan periodik yang menjadi dasar kerja dari sebuah jam dinding yang
mempunyai ayunan. Dalam bidang fisika, prinsip ini pertama kali ditemukan pada
tahun 1602 oleh Gallileo Galilie.
6

3.    Frekuensi
Frekuensi adalah banyaknya getaran yang dilakukan oleh benda selama
satu sekon, yang dimaksud disini adalah getaran lengkap. Satuan frekuensi adalah
Hertz.
2.3 Gravitasi
Gaya gravitasi adalah gaya tarik menarik antar dua benda yang memiliki
massa. Gravitasi matahari menyebabkan benda-benda disekitar matahari beredar
mengelilinginya. Begitu juga dengan gravitasi bumi yang menarik benda
disekitarnya baik itu didalam atau diluar angkasa (bulan, meteor, satelit dan
sebagainya) asalkan benda tersebut memiliki massa.
Hukum gravitasi universal menyatakan bahwa setiap massa benda menarik
massa benda lainnya dengan gaya yang menghubungkan kedua benda. Besar gaya
ini yaitu berbanding lurus dengan perkalian kedua massa dan berbanding terbalik
dengan kuadrat jarak antara kedua massa benda tersebut.
Jika dua buah benda bermassa m1 dan m2 dipisahkan oleh jarak R,
maka besar gaya gravitasi antara suatu benda adalah :

m 1 m2
F=G ..................................................2.13
R2

Keterangan :
F = gaya Tarik gravitasi (N)
G = konstanta gravitasi umum (6,673 x 10-11 Nm2/kg2)
m1, m2 = masa masa masing – masing benda (kg)
7

Gambar 2.4 gravitasi 2 benda

Pada gambar diatas, F1 merupakan gaya gravitasi yang dikerjakan


m1 pada m2 sedangkan F2 merupakan gaya yang dikerjakan m2 pada m1.
F1 bekerja pada m2 menuju m1, begitu juga sebaliknya F2 bekerja pada
m1 dan menarik m1 menuju m2. F1 dan F2 mempunyai besar yang sama
dengan arah yang saling berlawanan sehingga disebut dengan
pasangan aksi reaksi. Pada gambar juga terdapat unsur r, dimana r
merupakan jarak antara pusat m1 dan pusat m2.
Pada gambar sudah terdeskripsikan bagaimana hubungan antara
gaya, massa dan jarak. Namun, ada yang kurang bila dilihat
berdasarkan rumusnya yaitu nilai konstanta gravitasi umum. Nilai
konstanta gravitasi umum (G) ditentukan dari hasil percobaan yang
dilakukan oleh Henry Cavendish pada tahun 1798 dengan
menggunakan peralatan neraca Cavendish.

Gambar 2.5 neraca puntir cavendish

Gambar 2.6 neraca puntir versi modern


Seperti yang terlihat pada Gambar 2.6 diatas neraca Cavendish
memiliki dua buah bola kecil yang bermassa masing-masing m 1 yang
diletakkan di ujung batang kecil yang digantungkan dengan seutas tali.
8

Selain bola kecil ada dua buah bola besar dengan massa m2.  Pada bagian
atas serat penggantung diletakkan sebuah cermin kecil untuk
memantulkan berkas cahaya yang akan diamati puntiran seratnya.
Dengan keberadaan gaya gravitasi antara kedua bola maka serat akan
terpuntir. Puntiran ini menggeser berkas cahaya pada skala pengukur.
Setelah gaya antara dua massa dan  massa masing-masing bola terukur,
maka akan didapatkan konstanta gravitasi  umum seperti yang ditemukan
Cavendish yaitu sebesar 6,673 x 10–11 Nm2/kg2.
9

BAB III
METODE PERCOBAAN

3.1 Diagram Alir Percobaan Bandul Reversibel


Prosedur percobaan bandul fisis adalah sebagai berikut dapat dilihat pada
Gambar 3.1

Gambar 3.1 Diagram Alir Percobaan


10

Mulai
3.2 Prosedur Percobaan
Mempersiapkan alat dan bahan
Prosedur percobaan bandul fisis adalah sebagai berikut :

1.Membuat
Dipastikan
jarakjarak antara
antara matamata
pisaupisau pertama dengan mata pisau kedua
berjarak 50 cm. Catatlah sebagai l.
 Mengatur jarak
2. Dipastikan beban
beban dengan
A sehingga berjarak 11 cm dari mata pisau pertama!
mata pisau
Catat sebagai yo.
3. Diatur beban
Mesimpangkan B sehingga
bandul berjarak 5 cm dari mata pisau pertama.
dan melepaskan
Catatlah sebagai
Menghitung y. dengan
periodenya
mengukur osilasinya
4. Disimpangkan bandul sejauh kira-kira 3 cm kemudian lepaskan sehingga
Data
bandul berosilasi. Ukurlah waktu untuk 10 osilasi dengan
Pengamatan
Literatursebagai tA1.
menggunakan time counter. Catatlah
 Pembahasan
5. Dibalikkan bandul sehingga mata pisau kedua berada di atas bantalan
pisau. Kesimpulan
6. Disimpangkan bandul sejauh kira-kira 3 cm kemudian lepaskan sehingga
Selesai
bandul berosilasi. Ukurlah waktu untuk 10 osilasi dengan
menggunakan jam henti. Catatlah sebagai tB1. Hitunglah periodenya,
TB1.
7. Dibalikkan kembali bandul pada posisi semula.
8. Digeser beban B sehingga jaraknya menjadi 10 cm. Catatlah sebagai y2.
Lakukan langkah 4 s/d 7.
9. Dilakukan langkah 4 s/d 7 untuk jarak beban B selanjutnya dengan jarak
y3, y4, dan seterusnya hingga pada jarak 45 cm, dengan pergeseran
beban 5 cm.

3.3 Alat Alat yang Digunakan


Alat – alat yang digunakan dalam percobaan bandul reversibel adalah
sebagai berikut:
1. Bandul Reversibel 1 set
2. Gerbang cahaya 1 buah
11

3. Pencacah pewaktu (timer counter AT 01) 1 buah


4. Dasar statif 1 buah
5. Batang statif 500 mm 1 buah
6. Boss-head 1 set
7. Penggaris 50 cm
12

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Percobaan


Setelah kami melakukan praktikum Bandul Reversibel diperoleh hasil
sebagaimana pada tabel 4.1.

Tabel 4.1 Data Hasil percobaan


persen
No. T (s) g literatur (m/s2) g percobaan (m/s2)
kesalahan (%)
1. 1.41 9,91 1.12
9.8
1.63
2 1.43 9,64

4.2 Pembahasan
Bandul adalah benda yang terikat pada sebuah tali dan dapat berayun
secara bebas dan periode yang menjadi dasar kerja dari sebuah jam dinding kuno
yang mempunyai ayunan. Gerak bandul merupakan gerak harmonik sederhana
yang terdiri dari tali dengan panjang L dan beban bermassa m. Gaya yang bekerja
pada beban adalah beratnya (mg) dan tegangangan T pada tali. Gerak harmonik
sederhana adalah gerak periodik dengan lintasan yang ditempuh selalu sama
(tetap).
Sementara Bandul reversibel adalah bandul fisis yang mempunyai
sepasang titik tumpu dengan jarak tetap satu terhadap lainnya. Jarak tersebut
memiliki ukuran terhingga dan bandul reversibel terkonsentrasi pada satu titik
tunggal atau titik tumpu.
Hal pertama yang dilakukan pada percobaan ini adalah menyiapkan alat-
alat dan mengatur jarak antar beban dan mata pisau. Jarak mata pisau pertama
dengan mata pisau kedua sebesar 50 cm. Kemudian, jarak beban A dengan mata
pisau pertama sebesar 11 cm dan jarak antara mata pisau pertama dengan beban B
13

sebesar 5 cm. Lakukan langkah yang sama sampai beban B berjarak 45 cm dari
mata pisau pertama.

Setelah itu, taruh beban A diatas bantalan bandul kemudian simpangkan


sejauh 3 cm dan lepaskan sehingga bandul berosilasi. Hitung waktu yang
dibutuhkan oleh bandul untuk berosilasi 10 kali. Lalu putar bandul dan gunakan
mata pisau kedua sebagai tumpuan dan ikuti cara yang sama dengan percobaan
menggunakan beban A sebagai tumpuan. Ulangi percobaan untuk beban B digeser
sejauh 5 cm dari posisi awal hingga 45 cm dari mata pisau pertama.

Bandul reversibel berfungsi sebagai batang yang berosilasi dan tempat


ditaruhnya beban serta mata pisau. Setelah itu beban A berfungsi sebagai ”beban
tetap” yang tidak digeser letaknya. Kemudian, beban B berfungsi sebagai beban
yang digeser-geser untuk mendapatkan periode osilasi yang sama atau hampir
sama pada kedua titik tumpu.

Mata pisau kedua berfungsi sebagai titik tumpu saat percobaan kedua,
sedangkan mata pisau pertama berfungsi sebagai titik tumpu pada percobaan
pertama. Mistar memiliki fungsi sebagai alat ukur untuk mengukur jarak beban
dengan mata pisau serta mengukur simpangan. Terakhir kunci L berfungsi
mengencang baut pada statif atau bandul.

Grafik Periode Ta dan Tb terhadap y


1.55

1.5

1.45

1.4

1.35

1.3

1.25

1.2
5 10 15 20 25 30 35 40 45

Ta Tb
14

Grafik diatas merupakan grafik periode Ta dan Tb terhadap y, dimana y


adalah jarak beban B dari mata pisau pertama. Nilai periode didapatkan dari
waktu osilasi yang dilakukan dari kedua percobaan. Dapat dilihat dari grafik,
percobaan A periodenya terus menurun dari jarak beban B terhadap mata pisau
pertama 5 cm hingga berjarak 25 cm.

Kemudian periodenya naik kembali setelah beban B ditambah jaraknya.


Hal tersebut dapat terjadi karena waktu osilasi dari jarak 5 cm sampai 25 cm terus
menurun dan waktu kembali meningkat setelah melewati jarak 25 cm.

Sedangkan pada percobaan B, saat beban B berjarak 5 cm dari mata pisau


pertama sampai berjarak 25 cm, periodenya naik turun tetapi setelah melewati
jarak 25cm periodenya terus meningkat.

Hal ini juga dipengaruhi waktu yang diperlukan bandul untuk berosilasi
sebanyak 10 kali. Dapat dilihat juga ada dua titik potong antara grafik Ta dengan
Tb, ini juga pengaruh jarak antara beban B dengan mata pisau pertama dan kedua.

Setelah dilakukan perhitungan didapat nilai g percobaan berturut-turut


adalah 10,21 m/ s2dan 10,06 m/ s2 hasil tersebut sudah hampir sama dengan
percepatan gravitasi secara teori yaitu sebesar 9,8 m/ s2. Meskipun begitu masih
terdapat kesalahan pada percobaan ini atau persen eror berturut-turut sebesar
4,18% dan 2,65% .
Dalam praktikum kali ini terdapat perbedaan antara percepatan gravitasi
yang praktikan cari dengan percepatan gravitasi secara teoritis. Hal ini bisa terjadi
mungkin karena beberapa faktor yang menyebabkan data percobaan yang didapat
tidak sempurna atau sesuai. Beberapa faktor kesalahan antaralain, pertama, bisa
saja pengukuran simpangan atau pengukuran jarak antara bandul dengan gerbang
cahaya mungkin saja tidak presisi dari beberapa pengukuran.
Kedua mungkin saja saat bandul berosilasi ada gesekan antara bandul
dengan gerbang cahaya membuat osilasi bandul tidak sempurna. Tetapi
15

pengukuran waktu yang dilakukan bandul untuk berosilasi sudah akurat karena
menggunakan time counter bukan stopwatch.
Dengan kita menemukan nilai percepatan gravitasi bumi kita dapat
mengunakannya dala perhitungan fisika sehingga mempermudah kita dalam
menyelesaikan permasalahan fisika disekitar kita. salah satu contoh penerapannya
adalah dalam bidang ilmu fisika bumi, percepatan gravitasi digunakan untuk
memperkirakan kandungan tanah yang berada dibawah titik pengukuran.
16

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum dan mengolah data kami menarik
kesimpulan bahwa :
1. Praktikan lebih memahami kosep bandul reversibel melalui
percobaan yang dilakukan.
2. Praktikan dapat menentukan percepatan gravitasi bumi
melalui percobaan yaitu sebesar 10,21 dan 10,06 dan
mengidentifikasi faktor kesalahan yang ada.
5.2 Saran
Setelah melakukan praktikum dan menarik kesimpulan kami memberi saran
bahwa :

1. Mohon dukungannya untuk praktikum berikutnya.

2. Format laporan dipersingkat.

3. Praktikan lebih teliti dalam pengambilan data.

4. Praktikan berpakaian rapih dan sopan saat melakukan tes lisan.


17

DAFTAR PUSTAKA

[1] Sutarno. Fisika untuk Universitas. Yogayakarta: Graha Ilmu. 2013.


[2] Young, Hugh D., Roger A. Freedman. Fisika Universitas Edisi kesepuluh
Jilid 2. Jakarta: Erlangga. 2004.
[3] https://docplayer.info/56477901-Sistem-percobaan-fisika-dasar.html [ 23
oktober 2020 ]
[4] Tripler, Paul A. Fisika untuk Sains dan Teknik. Jakarta: Erlangga. 1998.
[5] Young, Hugh D., Roger A. Freedman. Fisika Universitas Edisi kesepuluh
Jilid 2. Solo: Erlanga. 1999.
[6] https://renidesriyanti.blogspot.com/2017/02/laporan-praktkum-fisika-
dasar-i-bandul.html?view=flipcard [ 23 oktober 2020 ]
[7] https://seputarilmu.com/2020/02/macam-macam-getaran.html [ 23 oktober
2020 ]
[8] Giancolli, Douglas C. Fisika Edisi kelima Jilid 1. Jakarta: Erlangga. 2001.
[9] Halliday, David. Fisika Edisi ketiga Jilid 1. Jakarta: Erlangga. 1987.
[10] Soedojo, Peter. Azas-Azas Ilmu Fisika. Yogyakarta: UGM Press.
1986.
LAMPIRAN A
PERHITUNGAN
19

Lampiran A. perhitungan
1. PERCOBAAN 1
JARAK BEBAN B DARI MATA WAKTU UNTUK 10
PERIODE
PISAU PERTAMA OSILASI
(TA) detik
cm (tA) detik
y1 5 14,95
y2 10 14,44
y3 15 14,08
y4 20 13,86
y5 25 13,11
y6 30 13,87
y7 35 14,05
y8 40 14,19
y9 45 14,53

t
Untuk menghitung periode TA kita menggunakan rumus T A=
n
1495
1. T = =1,495s
10
14,44
2. T= =1,444 s
10
14,08
3. T= =1,408s
10
13,86
4. T= =1,386s
10
13,11
5. T= =1,311s
10
13,87
6. T= =1,387s
10
14,05
7. T= =1,405s
10
14,19
8. T= =1,419s
10
14,53
9. T= =1,453s
10

2. PERCOBAAN 2
JARAK BEBAN B DARI MATA WAKTU UNTUK 10
PERIODE
PISAU KEDUA OSILASI
(TB) detik
cm (tB) detik
y1 45 14,02
y2 40 14,08
y3 35 13,97
20

y4 30 13,89
y5 25 13,92
y6 20 13,94
y7 15 14,05
y8 10 14,13
y9 5 14,26

t
Untuk menghitung periode TB kita menggunakan rumus T B=
n
14,02
1. T = =1,402 s
10
14,08
2. T= =1,408s
10
13,97
3. T= =1,397s
10
13,89
4. T= =1,389s
10
13,92
5. T= =1,392 s
10
13,94
6. T= =1,394 s
10
14,05
7. T= =1,405s
10
14,13
8. T= =1,413s
10
14,26
9. T= =1,426s
10
4 π2 l
Untuk menghitung gravitasi percobaan kita menggunakan rumus gpercobaan =
T2
menggunakan titik potong TA dan TB yaitu 1.39 dan 1.4
4 . 3.14 2 . 0,5
1. g = = 10,21 m/s2
1,392
4 . 3.14 2 . 0,5
2. g = = 10,06 m/s2
1,42
untuk menghitung persen kesalahan %error kita menggunakan rumus:
gliteratur −g percobaan
%error= | gliteratur| ×100 %

g = 9,806 m/s2

 %error(1)= |9,806−10,21
9,806 |×100 %= 4,18 %
21

 %error(2)= |9,806−10,06
9,806 |× 100 %= 2,65%
LAMPIRAN B
JAWABAN PERTANYAAN DAN TUGAS KHUSUS
23

LAMPIRAN B. JAWABAN PERTANYAAN DAN TUGAS KHUSUS


B.1 Jawaban Pertanyaan
1. Cara apa saja yang dapat dilakukan untuk memperoleh harga percepatan
gravitasi bumi selain menggunakan bandul reversibel?
Jawab:
Salah satu caranya dengan menggunakan metode Sederhana Aplikasi Tracker
Pada Gerak Parabola. Dalam penelitian ini digunakan aplikasi Tracker untuk
menganalisis pergerakan parabola suatu objek. Penelitian dilakukan dengan cara
merekam gerak objek yang dilontarkan menggunakan pegas dengan pemberian
kecepatan awal yang berbeda pada sudut elevasi 45°, video rekaman dianalisis
menggunakan aplikasi Tracker untuk menentukan nilai percepatan gravitasi Bumi.
2. Sebuah bandul matematis terdiri dari tali yang mempunyai panjang 30 cm
dan pada ujung bawah tali digantungi beban bermassa 500 gram. Jika
percepatan gravitasi 9.8 m/s2 maka berapakah periode dan frekuensi
ayunan bandul sederhana?
Jawab:
l = 30cm = 0.3 m
m= 500gr = 0.5 kg
g = 9.8 m/s2
f = ?0,9 T=?

1 g
f=
2π √ l
1 9.8
f=
2(3,14) 0.3 √
1
f= ×5,715
6,28
f =0,91 hz

l
T =2 π
√ g
24

0,3
T =2(3,14)
√ 9,8
T =6,28 ×0,174
T =1,09 s

3. Diketahui jari-jari bumi 3,7 kali jari-jari bulan, massa bumi 81,3 kali massa
bulan dan percepatan gravitasi bumi sebesar 9,8 m/s2. Jika berat seseorang
dibumi adalah 500 N. Hitunglah percepatan gravitasi bulan dan berat orang
tersebut saat di bulan!
Jawab:
Rbumi = 3,7Rbulan Mbumi = 81,3Mbulan
Wbumi = 600 N Wbulan = ?

2
w bumi mbumi R bulan
= ( )
wbulan mbulan R bumi
2
500 81,3 1
wbulan
=
1 3,7 ( )
500
=5,938
wbulan
500
w bulan=
5,938
w bulan=84,2 N

Gmbumi
gbumi Rbumi2
=
g bulan Gmbulan
R bulan2
81,3
9,8 3,7 2
=
g bulan 1
12
81,3
g bulan=
9,8× 3,72
25

g bulan=0,6 m/s 2

4. Diketahui ada 2 planet dengan massa yang berbeda yaitu 4020 kg dan 1020
kg. Kedua planet ini memiliki jarak 105 km. besar gaya gravitasi antara dua
planet?
Jawab:
m1= 4020kg m2=1020kg
r = 105 km = 1,05 × 105m
G = 6,67 . 10-11 Nm2 / kg2
Gm 1 m2
F=
r2

6,67 .10−11 . 4020 .1020


F= ¿¿

F=2,48 ×10−14 N
B.2 Tugas Khusus
1. Sebut dan jelaskan aplikasi bandul reversibel di bidang industri!
Jawab :
Seperti yang saya telah cari di internet tidak ada mesin yang
menggunakan prinsip bandul dalam industri karena kecepatan proses
mesin menjadi sangat lambat. Yang ada adalah bandul dalam arti
penyimpan momen enersia dalam bentuk roda gila/ fly whell.
Gerak bandul umumnya diaplikasikan pada jam dinding mekanik/ elektrik.

2. Jelaskan hukum gravitasi newton dan jelaskan dari rumus!


26

Jawab :
Hukum gravitasi universal Newton menyatakan bahwa benda di alam semesta
saling tarik menarik dengan gaya yang berbanding lurus dengan hasil
dari massa dan berbanding terbalik dengan kuadrat dari jarak antara mereka.
Berdasarkan hukum gravitasi newton kita bisa memahami bahwa setiap benda di
semesta saling tarik menarik tegantung dari besar massa benda tersebut. Apabila
semakin besar massa bendany maka gaya tariknya akan semakin besar juga.
Contohnya seperti manusia dengan bumi karena massa bumi jauh lebih besar dari
massa manusia maka bumi menarik manusia ke pusat massanya.
Rumus yang didapatkan adalah :
m 1 m2
F=G
R2
Dimana F adalah gaya gravitasi dan G adalah tetapan gravitasi. Bisa dilihat pula
dari rumus bahwa F sebanding dengan massa dan berbanding terbalik dengan
kuadrat jarak. Artinya semakin jauh jarak kedua benda maka semakin kecil gaya
tariknya dan apabila semakin besar massa kedua benda maka gaya tariknya
semakin besar juga.
LAMPIRAN C
GAMBAR ALAT DAN BAHAN
28

Gambar C.1 Bandul Reversibel Gambar C.2 Beban A

Gambar C.3 Mata Pisau 1 dan Beban B Gambar C.4 Mata Pisau 2

Gambar C.5 penggaris Gambar C.6 Kunci L

Gambar C.7 Timer Counter Gambar C.8 Gerbang Cahaya


29

Gambar C.9 Statif Gambar C.10 Bantalan


Bandul
LAMPIRAN D
BLANKO PERCOBAAN
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

LABORATORIUM FISIKA TERAPAN 31

Jalan Jenderal Sudirman Km. 3 Cilegon 42435 Telp. (0254) 395502


Website: http://fisdas.ft-untirta.ac.id Email: lab.fisikaterapan@untirta.ac.id

BLANGKO PERCOBAAN
BANDUL REVERSIBEL

DATA PRAKTIKAN
NAMA Yohanes Juan Bagus Simorangkir
NIM / GRUP 3331200042 / E2
JURUSAN Teknik Mesin
REKAN Alwan Habibie, Dimas Satrio, dan Raihan Rabby
TGL. 17 oktober 2020
PERCOBAAN

A. PERCOBAAN 1
JARAK BEBAN B DARI WAKTU UNTUK 10
PERIODE
MATA PISAU PERTAMA OSILASI
(TA) detik
cm (tA) detik
y1 5 14,95 1,495
y2 10 14,44 1,444
y3 15 14,08 1,408
y4 20 13,86 1,386
y5 25 13,11 1,311
y6 30 13,87 1,387
y7 35 14,05 1,405
y8 40 14,19 1,419
y9 45 14,53 1,453

B. PERCOBAAN 2
JARAK BEBAN B DARI WAKTU UNTUK 10
PERIODE
MATA PISAU KEDUA OSILASI
(TB) detik
cm (tB) detik
y1 45 14,02 1,402
y2 40 14,08 1,408
y3 35 13,97 1,397
y4 30 13,89 1,389
y5 25 13,92 1,392
y6 20 13,94 1,394
y7 15 14,05 1,405
y8 10 14,13 1,413
y9 5 14,26 1,426
32
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

LABORATORIUM FISIKA TERAPAN


33
Jalan Jenderal Sudirman Km. 3 Cilegon 42435 Telp. (0254) 395502
Website: http://fisdas.ft-untirta.ac.id Email: lab.fisikaterapan@untirta.ac.id

g percobaan persen
No. T (s) g literatur (m/s2)
(m/s2) kesalahan (%)
1. 1,39 10,21 4,18%
9.8
2,65%
2. 1,4 10,06

Grafik Periode Ta dan Tb terhadap y


1.55

1.5

1.45

1.4

1.35

1.3

1.25

1.2
5 10 15 20 25 30 35 40 45

Ta Tb

Grafik Periode TA dan TB terhadap y

Suhu ruang awal = 22 ℃


Suhu ruang akhir = 22 ℃
Sikap barometer awal = 755 mmHg
Sikap barometer akhir = 755 mmHg

Anda mungkin juga menyukai