Anda di halaman 1dari 3

1.

Jelaskan perbedaan penggunaan tanda pisah dan tanda hubung sertakan


contoh penggunakan kedua tanda tersebut pada sebuah kalimat.

Jawaban:

Tanda hubung (hypen) digunakan untuk menyambung atau merangkai sembilan


hal berikut ini:

1. Suku-suku kata yang terpenggal oleh pergantian baris.


2. Unsur-unsur kata ulang, misalnya kupu-kupu dan sayur-mayur.
3. Huruf kata yang dieja satu-satu, misalnya p-a-n-i-t-i-a.
4. Bagian-bagian tanggal, misalnya 7-5-2010.
5. Bentuk terikat se- dengan kata yang dimulai dengan huruf kapital, misalnya
se-Indonesia.
6. Awalan ke- atau akhiran -an dengan angka, misalnya hadiah ke-2 dan tahun
50-an.
7. Singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata, misalnya mem-PHK-
kan dan hari-H.
8. Unsur bahasa Indonesia dengan bahasa asing, misalnya men-download.
9. Bagian-bagian kata atau ungkapan yang perlu diperjelas hubungannya,
misalnya be-revolusi (agar tak rancu dengan ber-evolusi).

Tanda pisah (dash) digunakan untuk:

1. Memberi pembatasan bagi kata atau kalimat tambahan yang bersifat


menerangkan, dan
2. Memberi makna “sampai ke” atau “sampai dengan” di antara dua bilangan,
tanggal, atau tempat.

Contoh penggunaan tanda pisah adalah sebagai berikut.

[1] Kemerdekaan bangsa itu—saya yakin akan tercapai—diperjuangkan oleh


bangsa itu sendiri.

[2] Rangkaian temuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan
atom—telah mengubah persepsi kita tentang alam semesta.

[3] 1910–1945

[4] tanggal 5–10 April 1970

[5] Jakarta–Bandung
Seperti telah disebutkan di awal, simbol yang digunakan untuk tanda hubung dan
tanda pisah berbeda meskipun sepintas tampak sama. Tanda hubung
menggunakan simbol (-) yang dapat dihasilkan dengan papan ketik (keyboard)
komputer. Tanda pisah bersimbol (–) en dash atau (—) em dash yang tidak ada
tombolnya pada papan ketik. Dua tanda hubung yang dirangkai tanpa spasi (--)
dapat digunakan sebagai lambang tanda pisah. Beberapa aplikasi pengolah kata
juga menyediakan fitur insert symbol ‘sisipkan simbol’ atau autocorrect ‘koreksi
otomatis’ yang dapat dimanfaatkan untuk membuat tanda pisah. Penting untuk
diingat bahwa tidak ada spasi sebelum ataupun sesudah tanda hubung atau
tanda pisah.

Pedoman EYD tidak mengatur dengan spesifik jenis tanda pisah mana yang
harus dipakai: en dash (–) atau em dash (—). Saya lebih suka menggunakan en
dash karena tidak terlalu panjang, meskipun kadang suka membedakan juga
penggunaannya: en dash untuk memberi makna “sampai dengan/ke” (di antara
bilangan, tanggal, atau tempat) sedangkan em dash untuk memisahkan
keterangan. Yang penting, terlihat ada perbedaan antara tanda hubung dan
tanda pisah.

2. Perhatikan kalimat-kalimat berikut!

a. Wati suka membeli bika Ambon

b. Kita harus selalu menghormati Ibu dan Bapak Dosen 

c. Saya telah membaca novel Tenggelamnya Kapal van Der wijck karya HAMKA 

d. Ibu Nana dari mana? “kata Wati”

e. Pada tahun 2005, undang-undang Guru dan Dosen sudah diresmikan. 

f. Saksi bisu pertemuan kita adalah sungai Bengawan Solo. 

Jawaban:

a. Wati suka membeli bika Ambon.
Seharusnya “Wati suka membeli bika ambon”. Karena kata “Ambon” yang
dimaksud adalah nama makanan bukan nama kota jadi tidak berhak
menggunakan huruf Kapital.

b. Kita harus selalu menghormati Ibu dan Bapak Dosen


 Seharusnya "Kita harus selalu menghormati bapak dan ibu dosen" kata
"Bapak dan Ibu Dosen" seharusnya menggunakan huruf kecil diawal kata
karena berada ditengah kalimat.
c. Saya telah membaca novel Tenggelamnya Kapal van
Der wijck karya HAMKA 
Seharusnya "Saya telah membaca novel Tenggelamnya Kapal van der
Wijck karya Hamka"
• kata "Der" harus diawali dengan huruf kecil karena huruf kapital tidak
dipakai sebagai huruf pertama pada kata "der" (dalam nama Belanda).
• Pada kata "wijck" seharusnya diawali dengan menggunakan huruf besar
menjadi "Wijck".
• pada kata "HAMKA" seharusnya diawali dengan huruf besar dan tidak
menggunakan huruf kapital secara keseluruhan menjadi "Hamka".
Jadi yang benar adalah Saya telah membaca novel Tenggelamnya Kapal
van der Wijck Karya Hamka.

d. Ibu Nana dari mana? “kata Wati”


Pada kalimat Ibu Nana dari mana? "kata Wati" seharusnya menjadi "Ibu
Nana dari mana?" kata Wati. Karena tanda petik harus digunakan sebagai
penanda ucapan.

e. Pada tahun 2005, undang-undang Guru dan Dosen sudah diresmikan


Seharusnya menjadi Pada tahun 2005, Undang-Undang Guru dan Dosen
sudah diresmikan. Karena pada penulisan "undang-undang" kedua huruf
"u" seharusnya diawali dengan huruf kapital secara berulang.

f. Saksi bisu pertemuan kita adalah sungai Bengawan Solo.
Seharusnya penulisan “Saksi bisu pertemuan kita adalah Sungai
Bengawan Solo “ harus sungai diawali dengan huruf kapital karena
merupakan bagian dari geografi.

Anda mungkin juga menyukai