Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUHAN

A. Latar belakang
Menurut WHO sehat adalah keadaan keseimbangan yang sempurna baik fisik,
mental dan social, tidak hanya bebas dari penyakit dan kelemahan.Menurut UU
Kesehatan RI no. 23 tahun 1992, sehat adalah keadaan sejahtera tubuh, jiwa, social yang
memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara social dan ekonomis.Sakit
adalah ketidak seimbangan fungsi normal tubuh manusia, termasuk sejumlah system
biologis dan kondisi penyesuaian. Kesehatan jiwa adalah satu kondisi sehat emosional
psikologis, dan social yang terlihat dari hubungan interpersonal yang memuaskan,
perilaku dan koping yang efektif, konsep diri yang positif, dan kestabilan emosionl
(Videbeck, 2008)Gangguan jiwa didefenisikan sebagai suatu sindrom atau perilaku yang
penting secara klinis yang terjadi pada seseorang dan dikaitakan dengan adanya distress
(misalnya gejala nyeri) atau disabilitas (kerusakan pada satu atau lebih area fungsi yang
penting) (Videbeck, 2008)
Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri
yang berkepanjangan akibat evaluasi yang negatif terhadap diri sendiri atau kemampuan
diri. Adanya perasaan hilang percaya diri, merasa gagal karena tidak mampu mencapai
keinginan sesuai ideal diri (Keliat, 1998).
Kesehatan jiwa masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang signifikan
di dunia, termasuk di Indonesia. Menurut data WHO (2016), terdapat sekitar 35 juta
orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta terkena skizofrenia, serta
47,5 juta terkena dimensia. Di Indonesia, dengan berbagai faktor biologis, psikologis dan
sosial dengan keanekaragaman penduduk; maka jumlah kasus gangguan jiwa terus
bertambah yang berdampak pada penambahan beban negara dan penurunan produktivitas
manusia untuk jangka panjang. 
Data Riskesdas 2013 memunjukkan prevalensi ganggunan mental emosional yang
ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan untuk usia 15 tahun ke atas
mencapai sekitar 14 juta orang atau 6% dari jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan

1
prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia mencapai sekitar 400.000 orang atau
sebanyak 1,7 per 1.000 penduduk.
Harga diri seseorang sangat dipengaruhi oleh individu itu sendiri, lingkungan
keluarga, lingkungan masyarakat dan beberapa pengalaman individu. Seseorang yang
memiliki koping yang baik, maka ia akan mampu mempertahankan atau meningkatkan
harga dirinya.
B. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari Harga Diri Rendah
2. Untuk mengetahui etiologi dari Harga Diri Rendah
3. Untuk mengetahui proses terjadinya Harga Diri Rendah
4. Untuk mengetahui komplikasi Harga Diri Rendah
5. Untuk mengetahui Manifestasi Klinik Harga Diri Rendah
6. Untuk mengetahui Penatalaksanaan Harga Diri Rendah

2
BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Pengertian harga diri rendah


Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri
yang berkepanjangan akibat evaluasi yang negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan
diri. Adanya perasaan hilang percaya diri , merasa gagal karena karena tidak mampu
mencapai keinginansesuai ideal diri (keliat. 2001).
Menurut Schult & videbeck (1998) gangguan harga diri rendah adalah penilaian
negatif seseorang terhadap diri dan kemampuan, yang diekspresikan secara langsung
maupun tidak langsung.
Harga diri adalah penilaian individu tentang nilai personal yang diperoleh dengan
menganalisis seberapa sesuai perilaku dirinya dengan ideal diri. (Gail. W. Stuart, 2007)
Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti, dan rendah diri
yang berkepanjangan akibat evaluasi negative terhadap diri sendiri dan kemampuan diri.
(TIM MPKP RSMM & FIK UI, 2009: )  
Harga diri rendah merupakan perasaan negatif terhadap diri sendiri termasuk
kehilangan rasa percaya diri, tidak berharga, tidak berguna, tidak berdaya, pesimis, tidak
ada harapan dan putus asa ( Depkes RI, 2000 )

B. Etiologi harga diri rendah


Penyebab terjadi harga diri rendah adalah :
a) Pada masa kecil sering disalahkan, jarang diberi pujian atas keberhasilannya.
b) Saat individu mencapai masa remaja keberadaannya kurang dihargai, tidak
diberi kesempatan dan tidak diterima.
c) Menjelang dewasa awal sering gagal disekolah, pekerjaan, atau pergaulan
d) Harga diri rendah muncul saat lingkungan cenderung mengucilkan dan
menuntut lebih dari kemampuannya. (Yosep, 2009)

3
C. Proses terjadinya harga diri rendah
Menurut Stuart (2007: hal.186) Konsep diri tidak terbentuk waktu lahir, tetapi di
pelajari sebagai hasil pengalaman unik seseorang dalam dirinya sendiri, dengan orang
terdekat dan dengan realitas dunia, dengan 5 komponen konsep diri yaitu citra tubuh,
ideal diri, harga diri, performa peran dan identitas pribadi. Individu dengan kepribadian
yang sehat akan mengalami hal - hal seperti citra tubuh yang positif, ideal diri yang
realistis, konsep diri yang positif, harga diri yang tinggi, performa peran yang
memuaskan, rasa identitas yang jelas.
Awalnya individu berada pada suatu situasi yang penuh stressor ( krisis ),
individu berusaha menyelesaikan krisis tetapi tidak tuntas sehingga timbul pikiran bahwa
dirinya tidak mampu atau merasa gagal menjalankan fungsi dan peran, seperti trauma
yang tiba tiba misalnya harus operasi, kecelakaan, dicerai suami, putus sekolah, putus
hubungan kerja. Penilaian individu terhadap diri sendiri karena kegagalan menjalankan
fungsi peran adalah kondisi harga diri rendah situasional. Jika lingkungan tidak
memberikan dukungan positif atau justru menyalahkan individu dan terjadi secara terus
menerus akan mengakibatkan individu mengalami harga diri rendah kronis.
Harga diri rendah kronis juga dipengaruhi beberapa factor seperti factor biologis,
psikologis, social dan cultural. Factor biologis biasanya karena ada kondisi sakit fisik
yang dapat mempengaruhi kerja hormon secara umum yang dapat pula berdampak pada
keseimbangan neurotransmitter di otak, contah kadar serotonin yang menurun dapat
mengakibatkan klien mengalami depresi dan pada pasien depresi kecenderungan harga
diri rendah kronis semakin besar karena klien dipengaruhi oleh pikiran-pikiran negatif
dan tidak berdaya.
Faktor psikologis berhubungan dengan pola asuh dan kemampuan individu
menjalankan peran dan fungsi meliputi penolakan orang tua, harapan orang tua yang
tidak, orang tua tidak percaya pada anak, tekanan teman sebaya, peran yang tidak sesuai
dengan jenis kelamin dan peran dalam pekerjaan. Faktor sosial yaitu status ekonomi
seperti kemiskinan, tinggal di daerah kumuh. Faktor kultural seperti tuntutan peran
kebudayaan.seperti wanita sudah harus menikah jika umur mencapai dua puluhan

4
D. Komplikasi
Apabila masalah harga diri rendah tidak ditangani segera , klien akan selalu tidak
percaya dan dan selalu mempunyai pikiran negatif baik pada diri sendiri mauoun pada
orang lain akibatnya klien akan cenderung menyendiri dan mengisolasi diri dari
lingkungan , aktifitas yang menurun dan sebagainya . Jika isolasi social sudah
mendominasi kehidupan klien , maka aktivitas klien hanya duduk sendiri , melamun
sehingga jika dibiarkan dalam kurun waktu yang Panjang maka isolasi social dapat
berlanjut menjadi Gangguan Sensorik Persepsi ( Halusinasi )

E. Manifestasi klinis
Perilaku yang berhubungan dengan gangguan harga diri rendah didapatkan dari
data subjektif dan objektif yaitu :
1) Mengkritik diri sendiri ataupun orang lain.
2) Merasa diri tidak mampu dan tidak layak.
3) Merasa bersalah.
4) Mudah marah dan tersinggung
5) Perasaan negatif terhadap dirinya sendiri.
6) Ketegangan peran.
7) Pandangan hidup psimis.
8) Keluhan fisik.
9) Pandangan hidup bertentangan.
10) Penolakan terhadap kemampuan pribadi dekstrutif terhadap diri sendiri.
11) Menarik diri secara sosial dan menarik diri secara realistis.
(Suliswati, 2005)

F. Penatalaksanaan harga diri rendah


1. Penatalaksanaan Keperawatan
Keliat ( 1999 ) menguraikan empat cara untuk meningkatkan harga diri yaitu :
 Memberi kesempatan untuk berhasil

5
 Menanamkan gagaasan
 Mendorong aspirasi
 Membantu membentuk koping
2. Penatalaksanaan Medis
 Chlorpromazine  ( CPZ )     : 3 x100 mg
Indikasi
Untuk sindrom psikosis yaitu berdaya berat dalam kemampuan
menilai realitas, kesadaran diri terganggu, daya nilai norma sosial
dan tilik diri terganggu, berdaya berat dalam fungsi-fungsi mental :
waham, halusinasi, gangguan perasaan dan perilaku yang aneh atau
tidak terkendali, berdaya berat dalam fungsi kehidupan sehari-hari,
tidak mampu bekerja, hubungan sosial dam melakukan kegiatan
rutin.
Cara kerja
Memblokade dopamine pada reseptor pasca sinap di otak khususnya
sistem ekstra piramidal. 
Kontra indikasi
Penyakit hati, penyakit darah, epilepsi, kelainan jantung, febris,
ketergantungan obat, penyakit SSP, gangguan kesadaran yang
disebabkan CNS Depresi
Efek samping
 Sedasi
 Gangguan otonomik (hypotensi, antikolinergik /
parasimpatik, mulut kering, kesulitan dalam miksi dan
defekasi, hidung tersumbat, mata kabur, tekanan intra okuler
meninggi, gangguan irama jantung).
   Gangguan ekstra piramidal ( distonia akut, akatshia, sindrom
parkinsontremor, bradikinesia rigiditas ).
 Gangguan endokrin ( amenorhoe, ginekomasti ).
 Metabolik ( Jaundice )

6
 Hematologik, agranulosis, biasanya untuk pemakaian jangka
Panjang
 Halloperidol ( HP ) : 3 x 5 mg
Indikasi
Penatalasanaan psikosis kronik dan akut, gejala demensia pada
lansia, pengendalian hiperaktivitas dan masalah perilaku berat pada
anak-anak.
Cara kerja
Halloperidol merupakan derifat butirofenon yang bekerja sebagai
antipsikosis kuat dan efektif untuk fase mania, penyebab maniak
depresif, skizofrenia dan sindrom paranoid. Di samping itu
halloperidol juga mempunyai daya anti emetik yaitu dengan
menghambat sistem dopamine dan hipotalamus. Pada pemberian oral
halloperidol diserap kurang lebih 60–70%, kadar puncak dalam
plasma dicapai dalam waktu 2-6 jam dan menetap 2-4 jam.
Halloperidol ditimbun dalam hati dan ekskresi berlangsung lambat,
sebagian besar diekskresikan bersama urine dan sebagian kecil
melalui empedu.  
Kontra indikasi
Parkinsonisme, depresi endogen tanpa agitasi, penderita yang
hipersensitif terhadap halloperidol, dan keadaan koma.
Efek samping
Pemberian dosis tinggi terutama pada usia muda dapat terjadi reaksi
ekstapiramidal seperti hipertonia otot atau gemetar. Kadang-kadang
terjadi gangguan percernaan dan perubahan hematologik ringan,
akatsia, dystosia, takikardi, hipertensi, EKG berubah, hipotensi
ortostatik, gangguan fungsi hati, reaksi alergi, pusing, mengantuk,
depresi, oedem, retensio urine, hiperpireksia, gangguan akomodasi.

 Trihexypenidil ( THP ) : 3 x 2 mg
Indikasi

7
Semua bentuk parkinson (terapi penunjang), gejala ekstra piramidal
berkaitan dengan obat-obatan antipsikotik.
Cara kerja
Kerja obat-obat ini ditujukan untuk pemulihan keseimbangan kedua
neurotransmiter mayor secara alamiah yang terdapat di susunan saraf
pusat asetilkolin dan dopamin, ketidakseimbangan defisiensi
dopamin dan kelebihan asetilkolamin dalam korpus striatum.
Reseptor asetilkolin disekat pada sinaps untuk mengurangi efek
kolinergik berlebih.
Kontra indikasi
Hipersensitivitas terhadap obat ini atau antikolonergik lain,
glaukoma, ulkus peptik stenosis, hipertrofi prostat atau obstruksi
leher kandung kemih, anak di bawah 3 tahun, kolitis ulseratif.
Efek samping
Pada susunan saraf pusat seperti mengantuk, pusing, penglihatan
kabur, disorientasi, konfusi, hilang memori, kegugupan, delirium,
kelemahan, amnesia, sakit kepala. Pada kardiovaskuler seperti
hipotensi ortostatik, hipertensi, takikardi, palpitasi. Pada kulit seperti
ruam kulit, urtikaria, dermatitis lain. Pada gastrointestinal seperti
mulut kering, mual, muntah, distres epigastrik, konstipasi, dilatasi
kolon, ileus paralitik, parotitis supuratif. Pada perkemihan seperti
retensi urine, hestitansi urine, disuria, kesulitan mencapai atau
mempertahankan ereksi. Pada psikologis seperti depresi, delusu,
halusinasi, dan paranoid.

8
BAB III

NARASI KASUS DAN ASKEP

KASUS

Tn.H usia 26 tahun pada tanggal 24 juni 2019 datang ke RSJ diantar oleh keluarganya karena
selama 3 bulan ini suka menyendiri setelah kecelakaan lalu lintas dan kakinya diamputasi karena
kondisi luka pada kakinya cukup parah. Setelah ssperawat melakukan pengkajian. Di dapatkan
klien merasa tidak berguna karena tidak dapat bekerja, klien merasa hanya sebagai beban
keluarga saja. Klien merasa gagal menjalankan peran sebagai kepala keluarga karena tidak bisa
bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Klien merasa malu dengan keadaannya
sekarang sehingga klien tidak mau menunjukkan kaki kirinya yang di amputasi . Klien merasa
sedih karena kehilangan kaki kirinya. Klien telihat sering menunduk dan menyendiri.

FORMULIR PENGKAJIAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

RUANGAN RAWAT ___Mawar____ _____________ TANGGAL DIRAWAT _24 Juni


2019___________

I. IDENTITAS KLIEN
Inisial : __Tn. H_______________ (L/P) Tanggal Pengkajian : __________________
Umur : _26 Tahun_____________ RM No. :
_________________
Informan : Ny Y _____________

II. ALASAN MASUK


3 bulan lalu klien suka menyendiri karena malu keadaan fisik nya setelah dilakukan amputansi setelah
kecelakaan

III. FAKTOR PREDISPOSISI


1. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu ? Ya Tidak

2. Pengobatan sebelumnya. Berhasil kurang berhasil tidak berhasil

3. Pelaku/Usia Korban/Usia Saksi/Usia

Aniaya fisik

Aniaya seksual

9
Penolakan

Kekerasan dalam keluarga

Tindakan kriminal

Jelaskan No. 1, 2, 3 :
_____________________________________________________________________
Masalah Keperawatan : ____________________________________________________

4. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa Ya Tidak

Hubungan keluarga Gejala Riwayat pengobatan/perawaran

_______________________ _____________________ ___________________

_______________________ _____________________ ___________________

Masalah Keperawatan : _________________________________________________________

10
5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan

___________________________________________________________________________________

___________________________________________________________________________________

Masalah Keperawatan ________________________________________________________________

IV. FISIK
1. Tanda vital : TD : 120 /80_____ N : 85x/menit______S : _37oC________ P : 20x/menit_______
2. Ukur : TB : __________ BB : ________

3. Keluhan fisik : Ya Tidak

Jelaskan : ______________________________________________________________
Masalah keperawatan : ______________________________________________________________

V. PSIKOSOSIAL

1. Genogram

Jelaskan : _______________________________________________________________
Masalah Keperawatan : _______________________________________________________________

2. Konsep diri
a Gambaran diri : _Klien mengatakan bagian tubuh yang paling disukai adalah kaki karena tanpa kaki tidak bisa
berjalan
b. Identitas : Klien bekerja sebagai sopir
c. Peran : _Klien didalam keluarga sebagai sopir
d. Ideal diri : Klien berharap dapat tetap menjalankan peran sebagai kepala keluarga
e. Harga diri : Klien merasa malu dengan kondisinya sekarang , klien merasa sedih hanya menjadi beban
keluarga karena tidak bisa bekerja
Masalah Keperawatan : _Harga diri rendah kronis b/d gangguan fungsi peran

3. Hubungan Sosial
a. Orang yang berarti : _Anak dan istri______________________________________________________________
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok / masyarakat : _______________________________________
__________________________________________________________________________________
c. Hambatan dalam berbuhungan dengan orang Lain : Klien merasa malu dengan keadaannya sekarang , klien lebih suka
menyendiri
Masalah keperawatan: Isolasi sosial b/d perubahan penampilan fisik

4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan : _________________________________________________________________
__________________________________________________________________________________
__________________________________________________________________________________
b. Kegiatan ibadah : Klien melaksanaan ibadah secara individu
Masalah Keperawatan__________________________________________________________________________

11
VI. STATUS MENTAL

1. Penampilan

Tidak rapi Penggunaan pakaian Cara berpakaian tidak seperti


tidak sesuai biasanya
Jelaskan : ______________________________________________________________________
Masalah Keperawatan :________________________________________________________________________

2. Pembicaraan

Cepat Keras Gagap Inkoheren

Apatis Lambat Membisu Tidak mampu memulai


pembicaraan
lelaskan : Pembicaraan lambat karena klien belum bisa menerima keadaan nya sekarang ____________
Masalah Keperawan : _____________________________________________________________

3. Aktivitas Motorik:

Lesu Tegang Gelisah Agitasi

Tik Grimasen Tremor Kompulsif

Jelaskan : Karena klien tidak mempunyai semangat________________


Masalah Keperawatan : _______________________________________________

4. Alam perasaaan

Sedih Ketakutan Putus asa Khawatir Gembira berlebihan

Jelaskan : Klien merasa sedih karena harus harus kehilangan kaki kirinya
Masalah Keperawatan : _______________________________________________

5. Afek

Datar Tumpul Labil Tidak sesuai

Jelaskan : Klien tidak akan berbicara jika tidak diajak bicara


Masalah Keperawatan : _______________________________________________

6. lnteraksi selama wawancara

bermusuhan Tidak kooperatif Mudah tersinggung

Kontak mata (-) Defensif Curiga

Jelaskan : Tidak ada kontak mata dari klien


Masalah Keperawatan : ______________________________________________________________

7. Persepsi

Pendengaran Penglihatan Perabaan

Pengecapan Penghidu

Jelaskan : __________________________________________________________________________
Masalah Keperawatan : ______________________________________________________________

12
8. Proses Pikir

sirkumtansial tangensial kehilangan asosiasi

flight of idea blocking pengulangan pembicaraan/persevarasi

Jelaskan : __________________________________________________________________________
Masalah Keperawatan : ______________________________________________________________

9. Isi Pikir

Obsesi Fobia Hipokondria

depersonalisasi ide yang terkait pikiran magis

Waham

Agama Somatik Kebesaran Curiga

nihilistic sisip pikir Siar pikir Kontrol pikir

Jelaskan : __________________________________________________________________________
Masalah Keperawatan : ______________________________________________________________

10. Tingkat kesadaran

bingung sedasi stupor

Disorientasi

waktu tempat orang

Jelaskan : __________________________________________________________________________
Masalah Keperawatan : ______________________________________________________________

11. Memori

Gangguan daya ingat jangka panjang gangguan daya ingat jangka pendek

gangguan daya ingat saat ini konfabulasi

Jelaskan : __________________________________________________________________________
Masalah Keperawatan : ______________________________________________________________

12. Tingkat konsentrasi dan berhitung

mudah beralih tidak mampu konsentrasi Tidak mampu berhitung sederhana

Jelaskan : __________________________________________________________________________
Masalah Keperawatan : ______________________________________________________________

13. Kemampuan penilaian

Gangguan ringan gangguan bermakna

Jelaskan : __________________________________________________________________________
Masalah Keperawatan : ______________________________________________________________

13
14. Daya tilik diri

mengingkari penyakit yang diderita menyalahkan hal-hal diluar dirinya

Jelaskan : Klien tidak menerima keadaanya sekarang dengan kaki kiri yang sudah diamputansi karena kecelakaan
Masalah Keperawatan : ______________________________________________________________

VII. Kebutuhan Persiapan Pulang

1. Makan

Bantuan minimal Bantuan total

2. BAB/BAK

Bantuan minimal Bantual total

Jelaskan : __________________________________________________________________________
Masalah Keperawatan : ______________________________________________________________
3. Mandi

Bantuan minimal Bantuan total

4. Berpakaian/berhias

Bantuan minimal Bantual total

5. Istirahat dan tidur

Tidur siang lama : 2 jam………….s/d………3 jam……………

Tidur malam lama : ……4 jam……………s/d………6 jam …………………

Kegiatan sebelum / sesudah tidur

6. Penggunaan obat

Bantuan minimal Bantual total

7. Pemeliharaan Kesehatan

Perawatan lanjutan Ya tidak

Perawatan pendukung Ya tidak

8. Kegiatan di dalam rumah

Mempersiapkan makanan Ya tidak

Menjaga kerapihan rumah Ya tidak

Mencuci pakaian Ya tidak

Pengaturan keuangan Ya tidak

14
9. Kegiatan di luar rumah

Belanja Ya tidak

Transportasi Ya tidak

Lain-lain Ya tidak

Jelaskan : __________________________________________________________________________
Masalah Keperawatan : ______________________________________________________________

VIII. Mekanisme Koping

Adaptif Maladaptif

Bicara dengan orang lain Minum alkohol

Mampu menyelesaikan masalah reaksi lambat/berlebih

Teknik relaksasi bekerja berlebihan

Aktivitas konstruktif menghindar

Olahraga mencederai diri

Lainnya _______________ lainnya : __________________

Masalah Keperawatan : Isolali sosial b/d perubahan penampilan fisik

IX. Masalah Psikososial dan Lingkungan:

Masalah dengan dukungan kelompok, spesifik ________________________________________


______________________________________________________________________________
Masalah berhubungan dengan lingkungan, spesifik _____________________________________
______________________________________________________________________________

Masalah dengan pendidikan, spesifik ________________________________________________


______________________________________________________________________________

Masalah dengan pekerjaan, spesifik Klien tidak bisa bekerja lagi sebagai sopir karena kaki kirinya sudah diamputansi

Masalah dengan perumahan, spesifik ________________________________________________


______________________________________________________________________________

Masalah ekonomi, spesifik Klien merasa gagal menjadi kepala keluarga karena tidak bisa mencukupi kebutuhan
keluarga

Masalah dengan pelayanan kesehatan, spesifik ________________________________________


______________________________________________________________________________

Masalah lainnya, spesifik __________________________________________________________


______________________________________________________________________________

Masalah Keperawatan : _________________________________________________________________


_____________________________________________________________________________________

15
X. Pengetahuan Kurang Tentang:

Penyakit jiwa system pendukung

Faktor presipitasi penyakit fisik

Koping obat-obatan

Lainnya : ______________________________________________________________________

Masalah Keperawatan : ________________________________________________________________

Analisa Data

XI. Aspek Medik

Diagnosa Medik : _____________________________________________________________________


_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
Terapi Medik : _____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

Perawat,

(………………….)

16
ANALISA DATA

NO DATA DIAGNOSA KEPERAWATAN


.
1 Ds : - Klien merasa tidak berguna dan hanya Harga diri rendah kronis b.d gangguan
sebagai beban keluarganya karena tidak fungsi peran
bekerja
- Merasa gagal menjadi kepala keluarga
karena tidak bisa memenuhui
kebutuhan rumah tangga
Do : - Klien terlihat sering menunduk dan
menyendiri

2. Ds : - Klien merasa malu dengan keadaannya Gangguan citra tubuh b/d perubahan
sekarang karena kaki kirinya diamputasi fungsi tubuh
sehingga tidak bisa bekerja

Do : - Klien tidak mau menunjukan kaki kiri


yang diamputasi

3. Ds : - Klien merasa sedih karena kehilangan Isolasi sosial b/d perubahan


kaki kirinya penampilan fisik
- Klien merasa malu dengan keadaan
nya sekarang

Do : - Klien terlihat sering menunduk dan


menyendiri

17
POHON MASALAH

Isolasi sosial

Gangguan konsep diri
Harga diri rendah kronis

Gangguan citra tubuh ←←Koping individu tidak efektif

Respon pasca trauma

18
DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN

1. Harga diri rendah kronis b/d gangguan peran sosial

2. Gangguan citra tubuh b/d perubahan fungsi tubuh

3. Isolasi sosial b/d perubahan penampilan fisik

PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Gangguan citra tubuh b/d perubahan fungsi tubuh

2. Harga diri rendah kronis b/d gangguan peran sosial

3. Isolasi sosial b/d perubahan penampilan fisik

Kediri, …………………………

Perawat yang mengkaji

19
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

Nama : Ruang : RM No.:

No Rencana Tindakan keperawatan


Tujuan dan Kriteria Evaluasi Tindakan Keperawatan
.

Dx
1. Setelah dilakukan asuhan keperawatan Mandiri :
maka klien akan menunjukan status - Identifikasi citra tubuh pasien: dulu
dengan KE : dan saat ini, perasaan dan harapan
- Koping individu baik citra tubuhnya saat ini
- Emosional terkontrol - Identifikasi aspek positif dirinya
- Dukungan dari keluarga (potensi bagian tubuh lainnya)
meningkat - Ajarkan pasien cara meningkatkan
- Merasa lebih tenang dan tidak citra tubuh
malu dengan keadaan nya - Masukkan dalam jadual untuk
sekarang kegiatan harian.

Kolaborasi:
- Diskusikan masalah yang dihadapi
oleh keluarga
- Jelaskan terjadinya proses gangguan
citra tubuh
- Jelaskan cara mengatasi pasien dengan
gangguan citra tubuh
- Anjurkan membantu pasien sesuai
jadual dan cara memberikan pujian.

2. Setelah dilakukan asuhan keperawatan Mandiri :


maka klien akan menunjukan status - Identifikasi kemampuan melakukan
dengan KE : kegiatan dan aspek positif pasien (buat
- Koping individu baik daftar kegiatan)
- Emosional terkontrol - Bantu pasien menilai kegiatan yang
- Dapat menjalani peran kembali dapat dilakukan saat ini (pilih dari
- Dapat mengambil keputusaan daftar kegiatan) : buat daftar kegiatan
dengan baik yang dapat dilakukan saat ini
- Bantu pasien memilih salah satu
kegiatan yang dapat dilakukan saat ini
untuk dilatih
- Latih kegiatan yang dipilih (alat dan
cara melakukannya)

20
- Masukkan pada jadual kegiatan untuk
latihan dua kali per hari
Kolaborasi :
- Diskusikan masalah yang dirasakan
dalam merawat klien.
- Jelaskan pengertian, tanda dan gejala,
dan proses terjadinya harga diri
rendah (gunakan booklet).
- Jelaskan cara merawat harga diri
rendah terutama memberikan pujian
semua hal yang positif pada pasien.
- Latih keluarga memberi tanggung
jawab kegiatan yang dipilih pasien:
bimbing dan beri pujian.
- Anjurkan membantu pasien sesuai
jadual dan cara memberikan pujian.

3. Setelah dilakukan asuhan keperawatan


maka klien akan menunjukan status Mandiri :
dengan KE : - Identifikasi penyebab isolasi sosial,
- Lingkungan memberikan espon siapa yang serumah, siapa yang dekat,
positif yang tidak dekat, dan apa sebabnya.
- Adanya keterlibatan keluarga - Keuntungan punya teman dan
dalam memberikan dukungan bercakap-cakap.
- Adanya peningkatan dukungan - Kerugian tidak punya teman dan tidak
dari keluarga bercakap-cakap.
- Latih cara bercakap-cakap dengan
anggota keluarga dalam 1 kegiatan
harian.
- Masukkan dalam jadwal untuk
kegiatan harian.

Kolaborasi :
- Diskusikan masalah yang dirasakan
dalam merawat pasien.
- Jelaskan pengertian, tanda dan gejala,
dan proses terjadinya isolasi sosial
(gunakan booklet).
- Jelaskan cara merawat isolasi sosial.
- Latih cara merawat: bercakap-cakap
saat melakukan kegiatan harian.

21
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
SP 1
HARGA DIRI RENDAH

Definisi Perasaan negatif terhadap diri sendiri, hilangnya percaya diri dan harga
diri, merasa gagal mencapai keinginan (Keliat, 1998).
Tujuan (1) Klien kelihatan sering menyendiri
(2) Klien mengatakan malu dan tak berguna
(3) Klien sering mengatakan dirinya tidak mampu melakukan
sesuatu,

Indikasi Klien dengan HDR


Prosedur
Orientasi :

Perawat 1 : Selamat pagi, bagaimana keadaan Tn.H hari ini ?


Tn.H : Baik
Perawat 2 : Tn.H terlihat segar. Perkenalkan nama saya Hario
mahasiswa STIKES , saya suka dipanggil Rio"
Tn.H : Iya mas rio
Perawat 1 : Bagaimana, kalau kita bercakap-cakap tentang kemampuan
dan kegiatan yang pernah Tn. H lakukan? Setelah itu kita akan nilai
kegiatan mana yang masih dapat Tn. H dilakukan. Setelah kita nilai, kita
akan pilih satu kegiatan untuk kita latih"
Tn.H : Iya mas

Kerja :

Perawat 1 : Apa kegiatan rumah tangga yang biasa Tn. H lakukan?


Tn.H : Menyapu , mencuci piring
Perawat 1 : Bagaimana dengan merapihkan kamar?
Tn.H : Iya saya bisa
Perawat 1 : Wah, bagus sekali ada 3 kemampuan dan kegiatan yang
Tn. H miliki".
Perawat 1 : Sekarang, coba Tn. H pilih satu kegiatan yang masih bisa
dikerjakan di rumah sakit ini."
Tn. H : Ya , saya bisa nomer 1 
Perawat 1 : O yang nomor satu, merapihkan tempat tidur? Kalau begitu,

22
bagaimana kalau sekarang kita latihan merapihkan tempat tidur Tn. H.
Tn.H : Iya
Perawat 1 : Mari kita lihat tempat tidur Tn. H . Coba lihat, sudah
rapihkah tempat tidurnya?
Tn.H : Belum
Perawat 1 : Nah kalau kita mau merapihkan tempat tidur, mari kita
pindahkan dulu bantal dan selimutnya. Bagus ! Sekarang kita angkat
spreinya, dan kasurnya kita balik." 
Tn.H : Iya
Perawat 1 : sudah bisa merapihkan tempat tidur dengan baik sekali.
Terminasi :
Perawat 1 : Bagaimana perasaan Tn. H setelah kita bercakap-cakap dan
latihan merapihkan tempat tidur ?
Tn.H : Lebih baik
Perawat 1 : Tn. H ternyata banyak memiliki kemampuan yang dapat
dilakukan di rumah sakit ini. Salah satunya, merapihkan tempat tidur,
Tn.H : Baik
Perawat 1 : Besok pagi kita latihan lagi kemampuan yang kedua.
Tn.H : Baik

Sikap - Perawat berempati terhadap pasien


- Perawat senantiasa memotivasi klien untuk melakukan tindakan
dengan menggunakan komunikasi terapeutik dan merencanakan
kegiatan untuk klien
Petugas yang Perawat
Melaksanakan
Hal-hal yang perlu 1) Jangan memaksa pasien untuk melakukan kegiatan apabila klien
diperhatikan belum bersedia
2) Berikan motivasi secara terus menerus agar pasien dapat merasakan
perhatian dan kepedulian perawat
3) Libatkan keluarga dalam pemberian asuhan keperawatan bagi pasien.

23
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan
Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri
yang berkepanjangan akibat evaluasi yang negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan
diri. Adanya perasaan hilang percaya diri , merasa gagal karena karena tidak mampu
mencapai keinginansesuai ideal diri.
Konsep diri tidak terbentuk waktu lahir, tetapi di pelajari sebagai hasil
pengalaman unik seseorang dalam dirinya sendiri, dengan orang terdekat dan dengan
realitas dunia, dengan 5 komponen konsep diri yaitu citra tubuh, ideal diri, harga diri,
performa peran dan identitas pribadi. Individu dengan kepribadian yang sehat akan
mengalami hal - hal seperti citra tubuh yang positif, ideal diri yang realistis, konsep diri
yang positif, harga diri yang tinggi, performa peran yang memuaskan, rasa identitas yang
jelas.

B. Saran
Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan dapat bersifat membangun bagi
pembaca pada umumnya. Dan penulis juga menyadari makalah ini jauh dari sempurna,
oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat dibutuhkan untuk
menyempurnakan makalah ini.

24
DAFTAR PUSTAKA

Videbeck, Sheila L,. (2008). Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC.

Keliat, B. A., 1998, Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta : EGC.

Stuart, Gail W.2007. Buku Saku Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: EGC.

Yosep, I, 2009, Keperawatan Jiwa, Edisi Revisi, Bandung : Revika Aditama

Stuart, G. W. 2007. Buku Saku Keperawatan Jiwa . Edisi 5. Jakarta. EGC

Suliswati. 2005. Konsep Dasar Keperawatan Jiwa. Jakarta : EGC

25