Anda di halaman 1dari 12

LEMBAR PENGAMATAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Nama : Faradillah Komalasari Praktikum : Ekologi Umum


NPM : 21901061040

NO BAGIAN PENJELASAN
1 Judul Topik 6 : Analisis Komunitas Tumbuhan
2 Tujuan a. Menganalisis vegetasi herba atau rumput-rumputan secara kuantitatif,
dimulai dengan menetukan ukuran dan jumlah minimum petak contoh.
b. Mempelajari analisis vegetasi secara kualitatif untuk melihat sosiabilitas,
vitalitas, periodisitas serta stratifikasi spesies yang ditemukan.
c. Mengamati komposisi di dua komunitas tumbuhan dengan analisis vegetasi.

3 Tinjauan Vegetasi : merupakan suatu sistem yang terdiri dari sekelompok besar tumbuhan
Pustaka yang tumbuh dan menghuni suatu wilayah. Vegetasi juga didefinisikan
sebagai keseluruhan tumbuhan dari suatu area berfungsi sebagai area
penutup lahan, yang terdiri dari beberapa jenis seperti herbal, perdu, yang
hidup bersama-sama pada suatu tempat dan saling berinteraksi antara satu
dengan yang lain (Sri Wulan, 2018).

Analisia vegetasi: suatu cara mempelajari susunan atau komposisi vegetasi dari
masyarakat tumbuh-tumbuhan (Sri Wulan, 2018).
Dalam analisis data vegetasi yang diperoleh adalah data kualitatif dan data
kuantitatif. Data kuantitatif merupakan data frekuensi, jumlah
temuan/kehadiran, ukuran, berat kering/berat basah suatu jenis, basal area
atau penutupan tajuk (coverage) diperoleh dari hasil pengamatan dan
perhitungan di lapangan dengan luas daerah pengamatan tertentu.
Sedangkan data kualitatif cenderung diperoleh dari hasil pengamatan pada
kawasan yang lebih luas (Oktaviyanti, 2017).

Komunitas : ialah kumpulan dari berbagai populasi hidup pada suatu waktu dan
daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain
(Aliansyah et al, 2017).

Frekuensi : merupakan suatu nilai yang menunjukkan penyebaran suatu jenis


vegetasi dalam sejumlah plot yang diteliti. Frekuensi relatif (FR) adalah
persentase perbandingan antara frekuensi suatu jenis vegetasi dengan
frekuensi seluruh jenis vegetasi dalam area (Mariana et al. 2016).

Kerapatan : jumlah individu per unit luas atau volume. Kerapatan Relatif (KR)
adalah perbandingan kerapatan suatu jenis vegetasi dengan kerapatan
seluruh jenis vegetasi dalam suatu area (Mariana et al, 2016).

NO BAGIAN PENJELASAN
Kerimbunan dan luas basal (dominansi) : merupakan nilai yang menunjukkan
penguasaan suatu jenis tanah jenis lain dalam suatu komunitas rumah
makin besar nilai dominasi suatu jenis makin besar pengaruh penguasaan
jenis tersebut terhadap jenis lain (Mariana el al, 2016).

Indeks Nilai Penting (INP): merupakan penjumlahan nilai kerapatan relatif dan
frekuensi relatif suatu jenis. Nilai penting yang di dapat menunjukkan
kepentingan ekologi suatu jenis tumbuhan dan memperlihatkan perannya
dalam suatu komunitas sehingga diketahui berpengaruh atau tidaknya
tumbuhan tersebut (Mariana el al, 2016).
4 Metode dan Analisis Komunitas
Cara Kerja
1. Ditentukan dua lokasi komunitas tumbuhan yang secara fisignomi berbeda
2. Ditentukan ukuran dan jumlah minimum petak yang dibutuhkan
3. Dilakukan analisis vegetasi secara kuantitatif! Sebagai simulasi pada tiap-tiap
lokasi, dilakukan analisis dengan dua petak contoh, dihitung frekuensi,
kerapatan, dan ditentukan INP-nya untuk tiap-tiap spesies
4. Dibandingkan komposisi kedua komunitas dengan menghitung koefisien
kesamaan berdasarkan nilai INP.

a.Frekuensi
Cara kerja: Frekuensi relatif dihitung berdasarkan perbandingan antara frekuensi
suatu spesies dengan frekuensi seluruh spesies dikalikan 100%.

b. Kerapatan
Cara kerja : Kerapatan diukur dengan menghitung jumlah individu setiap spesies
tumbuhan pada luas tertentu di suatu vegetasi. Kerapatan relatif dihitung dengan membagi
kerapatan suatu spesies dengan jumlah kerapatan seluruh spesies dikalikan 100%.

c. Kerimbunan dan Luas Basal (dominansi)


Cara kerja: Kerimbunan menggambarkan luas penutupan suatu area oleh
tajuk/kanopi tumbuhan, sedangkan luas basal dapat ditentukan dari luas batang setinggi
dada (150 cm). Baik kerimbunan maupun luas basal pada akhirnya menggambarkan
dominasi suatu spesies tumbuhan di tempat tersebut. Pada komunitas lumut atau
rerumputan kadang sulit sekali menentukan kerimbunanya, sehingga ditentukan dengan
skor (Metode Blaun-Blanquet).

d. Indeks Nilai Penting


Cara kerja: Indeks nilai penting (INP) dihitung berdasarkan penjumlahan FR
(frekuensi relatif), KR (kerapatan relatif) dan DR (dominansi relatif). Karena itu INP
menggambarkan besarnya pengaruh yang diberikan suatu spesies tumbuhan terhadap
komunitasnya. Bentuk komunitas akan ditentukan oleh karakter spesies yang
mendominasinya (memiliki INP tertinggi).

NO BAGIAN PENJELASAN
Ukuran petak contoh
Ukuran petak contoh dapat bervariasi tergantung homogenitas vegetasi yang ada.
1m

5m

10 m

15 m

20 m
HASIL DAN PEMBAHASAN
1) Analisis Komunitas Tumbuhan

Lokasi Alami
taksa titik 1 titik 2 titik 3

jumlah coverage jumlah coverage jumlah coverage


no
1 Rumput teki 27 0,44 39 0,64 35 0,42

2 Pegagan 9 0,15 4 0,07 5 0,059

3 Veronica beccabunga 8 0,13 9 0,15 0 0,00

4 Jelantir 5 0,08 3 0,05 5 0,06

5 Sesawi india 0 0,00 0 0,00 8 0,09

6 Alternathera sessilis 0 0,00 0 0,00 6 0,07

JUMLAH 49 55 59

K D F KR DR FR INP H

101 1,49 1 61,96 62,26 23,08 147,30 0,30

18 0,27 1 11,04 11,32 23,08 45,44 0,24

17 0,28 0,67 10,43 11,58 15,38 37,39 0,24

13 0,19 1 7,98 7,92 23,08 38,97 0,20

8 0,09 0,33 4,91 3,95 7,69 16,56 0,15

6 0,07 0,33 3,68 2,97 7,69 14,34 0,12

163 2,40 4,33 100 100 100 300 1,25

Lokasi Buatan

taksa titik 1 titik 2 titik 3

Jumlah coverage jumlah coverage jumlah coverage


no
1 Rumput Gajah Mini 21 0,70 12 0,13 25 0,45

2 Pegagan 9 0,30 69 0,77 14 0,25

JUMLAH 30 81 39
K D F KR DR FR INP H

58 1,28 1 38,67 49,31 50 137,98 0,37

92 1,32 1 61,33 50,69 50 162,02 0,30

150 2,60 2 100 100 100 300 0,67

• Indeks Nilai Penting (INP)


lokasi lokasi
alami buatan
no taksa
INP INP

1 Rumput teki 147,30 0,00

2 Rumput gajah mini 0,00 137,98

3 Pegagan 45,44 162,02

4 Veronica beccabunga 37,39 0,00

5 Jelantir 38,97 0,00

6 Sesawi india 16,56 0,00

7 Alternathera sessilis 14,34 0,00

JUMLAH 300 300

•Indeks Diversita

Lokasi Indeks Diversitas

L1 1,25

L2 0,67
• Bagan Indeks Diversitas

Indeks Diversitas
1.40
1.20
1.00
0.80
0.60
0.40
0.20
0.00
L1 L2

Indeks Diversitas

Dokumentasi
Kondisi alami

Kondisi Buatan

Pembahasan
:

AnalisisKomunitas Tumbuhan

Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi


hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang
saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain
. Komunitas tumbuhanadalah seluruh populasi
tumbuhan yang hidup bersama pada
tu sua
daerah. Populasi tumbuhan
secara
ini genetik terdiri dari individu
-
• Titik

• Titik 2 • Titik 3

• Titik 1 • Titik 2 • Titik 3 individu spesies tumbuhan dan


secara ekologi mereka adalah anggota dari ekosistem. Ekosistem tumbuhan terdiri dari kumpulan spesies
tumbuhan yang bersama-sama membentuk suatu masyarakat tumbuhan yang disebut komunitas
(Aliansyah el al. 2017).

Pada praktikum ini dilakukan pengamatan terhadap suatu komunitas tumbuhan untuk mengamati
komposisi di dunia komunitas tumbuhan dengan analisis vegetasi.

Analisis vegetasi adalah cara mempelajari susunan atau komposisi jenis dan bentuk struktur vegetasi
atau masyarakat tumbuh-tumbuhan. Kegiatan analisis vegetasi erat kaitannya dengan sampling, artinya
cukup menempatkan beberapa petak contoh untuk mewakili habitat tersebut. Dalam sampling ini ada tiga
hal yang perlu diperhatikan yaitu jumlah petak contoh, cara peletakan petak contoh dan teknik analisa
vegetasi yang digunakan (Rizki Farhan el al, 2019).

Penelitian ini merupakan penentuan survei dengan metode kuadran atau penentuan plot
menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian dilakukan pada dua lokasi yang berbeda yaitu
pada kondisi alami dan kondisi buatan, dengan jumlah 6 plot berukuran 50 × 50 cm dengan jarak yang
berbeda setiap plotnya. Selanjutnya data spesies yang telah didapatkan dianalisis untuk mendapatkan nilai
kerapatan, kerapatan relatif, frekuensi, frekuensi relatif, dominasi, indeks nilai penting, dan indeks
keragaman dari tiaptiap jenis vegetasi.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh data pada kondisi alami ditemukan 6 spesies
pada 3 titik yang berbeda. Pada titik pertama ditemukan 4 spesies dengan jumlah 49 individu, jenis spesies
yang mendominasi adalah rumput teki (Cyperus rotundus.), Pegagan (Centella asiatica.), dan Veronica
beccabunga. Sedangkan untuk spesies yang sedikit ditemukan adalah Jelantir (Conyza sumatrensis.).

Pada titik kedua ditemukan 4 spesies yang sama dengan jumlah 55 individu, dimana jenis spesies
yang masih mendominasi adalah rumput teki (Cyperus rotundus.) dan Veronica beccabunga, sedangkan
spesies dengan jumlah sedikit adalah pegagan (Centella asiatica.) dan jelantir (Conyza Sumatrenis.).

Pada titik ketiga ditemukan 5 spesies, yaitu 3 spesies yang sama dan 2 spesies baru dengan jumlah
59 individu. Jenis spesies yang paling dominan adalah Rumput teki (Cyperus rotundus.), Sesawi india,
Alternathera sessilis, sedangkan spesies yang sedikit adalah pegagan (Centella asiatica.) dan jelantir
(Conyza sumatrenis.).

Untuk kondisi buatan ditemukan 2 spesies dengan jumlah yang berbeda pada masing-masing lokasi/
titik. Pada titik pertama ditemukan spesies rumput gajah mini (Axonopus compressus.) dan pegagan
(Centella asiatica.) dengan jumlah 30 individu, dan spesies yang paling dominan adalah rumput gajah mini.

Pada titik kedua ditemukan total 81 individu, dengan spesies yang paling mendominasi adalah
pegegan. Dan pada titik ketiga ditemukan total 39 individu, dengan spesies yang paling dominan adalah
rumput gajah mini.
Berdasarkan grafik INP (indeks nilai penting), Vegetasi rumput pada kondisi alami yang paling dominan
adalah rumput teki (Cyoerus rotundus.) dengan INP 147,30 dan spesies yang paling rendah adalah
alternathera sessilis dengan nilai INP 14,34. Sedangkan pada kondisi buatan vegetasi rumput yang paling
dominan adalah spesies pegagan (Centella asiatica.) dengan nilai INP 162,02 dan disusul oleh spesies
rumput gajah mini (Axonopus compressus.) dengan nilai INP 137,98.

Indeks Diveraitas (nilai keanekaragaman) vegetasi rumput pada lokasi 1 (kondisi alami) sebesar 1,25
dan lokasi 2 (kondisi buatan) sebesar 0,67. Dengan nilai diversitas tertinggi berada pada lokasi 1 (kondisi
alami). Dalam kriteria indeks Diversitas (indeks keanekaragaman jenis) nilai ini masuk dalam kategori sedang.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil dari praktikum yang telah dilakukan, kesimoulan yang dapat diambil yaitu Nilai INP
(indeks nilai penting), Vegetasi rumput pada kondisi alami yang paling dominan adalah rumput teki
(Cyoerus rotundus.) dengan INP 147,30 dan spesies yang paling rendah adalah alternathera sessilis dengan
nilai INP 14,34. Sedangkan pada kondisi buatan vegetasi rumput yang paling dominan adalah spesies
pegagan (Centella asiatica.) dengan nilai INP 162,02 dan disusul oleh spesies rumput gajah mini (Axonopus
compressus.) dengan nilai INP 137,98. Indeks Diveraitas (nilai keanekaragaman) vegetasi rumput pada
lokasi 1 (kondisi alami) sebesar 1,25 dan lokasi 2 (kondisi buatan) sebesar 0,67. Dengan nilai diversitas
tertinggi berada pada lokasi 1 (kondisi alami). Dalam kriteria indeks Diversitas (indeks keanekaragaman
jenis) nilai ini masuk dalam kategori sedang.

DAFTAR PUSTAKA
1. Aliansyah, I, et al. 2017. Komunitas Tumbuhan. Samarinda: Universitas Mulawarman.
2. Farhan, M. R, et al. 2019. Analisis Vegetasi di Resort Pattunuang Karaenta Taman Nasional
Bantimurung Bulusaraung. Makassar: Jurusan Biologi FMIPA UNM Parangtambung.
3. Mariana el al. 2016. Analisis komposisi dan struktur vegetasi untuk menentukan indeks
keanekaragaman di kawasan hutan Pekanbaru. Bio-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi 3 (2), Oktober 2016.
4. Oktavianty, E. 2017. Ekologi Tumbuhan. Academi.edu.
5. Wulan, Sri. P. 2018. Analisis vegetasi herba di kawasan manifestasi geothermal desa Weh Porak
Kabupaten Bener Meriah Sebagai Penunjang Praktikum Ekologi Tumbuhan (Skripsi). Banda Aceh: UIN
ArRaniry Darussalam.