Anda di halaman 1dari 20

ILMU KONTRASEPSI DASAR

3 Kondisi dimana secara teoretis


 Keefektifan kontrasepsi disajikan dalam risiko efeksamping melebihi
bentuk tingkat kegagalan yang merupakan manfaat penggunaan kontrasepsi.
kegagalan per 100 wanita pertahun (one Keputusan untuk penggunaan
women year), satu wanita pertahun kontrasepsi pada kondisi ini
mencakup 13 siklus. membutuhkan saran dari spesialis
sebab penggunaan kontrasepsi tidak
 Terdapat beberapa masalah kesehatan direkomendasikan kecuali tidak
berkaitan dengan peningkatan risiko efek tersedianya metode lain yang dapat
samping penggunaan kontrasepsi. Oleh menjadi alat kontrasepsi
karena itu, WHO mengeluarkan WHO 4 Kondisi dimana akan terdapat risiko
Medical Eligibility Criteria (WHOMEC) membahayakan jika menggunakan
untuk menentukan kelayakan penggunaan kontrasepsi
kontrasepsi oleh wanita dengan beberapa
kondisi kesehatan.

 Inggris mengadaptasi WHOMEC dan 1. 1 Pemilihan Metode Kontrasepsi


mengeluarkan kriteria medis kelayakan
untuk penggunaan kontrasepsi yang disebut
United Kingdom Medical Eligibility Secara garis besar, jenis kontrasepsi dapat
Criteria (UKMEC). Kriteria ini berkaitan dibagi menjadi:
dengan keamanan dari pengguna
 Metode Amenorea Laktasi (MAL)
kontrasepsi.
 Metode Keluarga Berencana Alamiah
(KBA)
 Senggama Terputus
Tabel 1. Kriteria kelayakan penggunaan kontrasepsi
berdasarkan UKMC  Metode Barier
 Kontrasepsi Kombinasi (Hormon Estrogen
UKMC Penjelasan dan Progesteron)
1 Kondisi dimana tidak terdapatnya  Kontrasepsi Progestin
halangan untuk menggunakan  Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
kontrasepsi
 Kontrasepsi Mantap.
2 Kondisi dimana manfaat
penggunaan kontrasepsi secara
Tabel di bawah ini dapat dipakai sebagai
umum lebih besar dibandingkan
panduan pemilihan metode kontrasepsi (tabel
dengan risiko efek samping yang
2)
mungkin terjadi

1
Ilmu Dasar Obstetri dan Ginekologi

Tabel 2. Panduan urutan prioritas metode kontrasepsi dibagi berdasarkan kebutuhan klien

Urutan Fase menunda Fase menjarangkan Fase tidak


prioritas kehamilan kehamilan hamil lagi
(anak 2) (anak 3)
1 Pil AKDR Steril
2 AKDR Suntikan AKDR
3 Kondom Minipil Implan
4 Implan Pil Suntikan
5 Suntikan Implan Kondom
6 Kondom Pil

Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh calon suhu terjadi saat fase ovulasi. Setelah itu
akseptor kontrasepsi adalah: suhu tubuh akan perlahan turun ke nilai
normal. kenaikan suhu ini akan bertahan
 HPHT, dan jika terlambat haid maka harus
dipastikan tidak ada kehamilan hingga muncul fase menstruasi.
 Kenyamanan dan kepatuhan  Metode suhu memerlukan pengukuran yang
 Kontraindikasi kontrasepsi teliti selama 6 hari sejak masa menstruasi
 Informasi mengenai keunggulan dan berakhir. Jika pada tiga kali pengukuran
kekurangan masing-masing kontrasepsi suhu tubuh didapatkan suhu paling tinggi
diantara enam kali pengukuran maka itulah
1. 2 Metode Kontrasepsi Alami pertanda berakhirnya masa subur.
 Abstinensia dilakukan mulai dari hari
menstruasi pertama hingga hari ketiga
Prinsip metode kontrasepsi alami : dimana suhu tubuh paling tinggi. Contoh:
 Hanya ada beberapa hari setelah mentruasi pada siklus 28 hari abstinensia dilakukan
sekitar 18 hari.
dimana konsepsi dapat terjadi (masa subur).
 Beberapa kondisi seperti konsumsi obat,
 Setelah ovulasi, ovum masih dapat hidup infeksi dan penyakit lainnya dapat
dalam saluran reproduksi hingga maksimal mempengaruhi suhu tubuh.
24 jam dalam saluran reproduksi.  Tingkat kegagalan yang dilaporkan adalah
 Masa hidup sperma lebih lama yaitu 3
2 per 100 perempuan per tahun.
hingga 7 hari dalam saluran reproduksi.
 Efektifitas dari metode ini rendah dan tidak
1.2.2 Metode lendir serviks / metode
melindungi dari infeksi menular seksual.
ovulasi billing
Jenis jenis dari Metode Keluarga
 Selama fase folikuler, konsistensi lendir
Berencana Alamiah (KBA) adalah:
serviks seperti putih telur, jernih, licin dan

1.2.1 Metode Suhu Basal dan elastis (fenomena spinnbarkeit).


 Abstinensia dilakukan mulai munculnya
 Menjelang ovulasi, akan terjadi
fenomena spinnbarkeit hingga 3 hari
peningkatan kadar progesteron yang setelah lendir tersebut hilang.
mengakibatkan naiknya suhu basal tubuh
sebesar 0.3-0.4C, dan puncak kenaikan

Buku Ajar Obstetri dan Ginekologi 2


Ilmu Dasar Obstetri dan Ginekologi

 Semen, rangsang seksual, spermisida,  Fisiologi dari kontrasepsi MAL: distimulasi


lubrikan, perdarahan dan infeksi vagina oleh proses menyusui. Saat menyusui,
dapat menjadi bias penilaian lendir serviks. tubuh mengirim pesan ke hipotalamus dan
 Tingkat kegagalan metode ini: 22 per 100 kelenjar pituitari anterior di otak. Proses
menyusui ini mengubah kadar hormon FSH
perempuan per tahun.
dan LH yang dapat mencegah terjadinya
ovulasi. Tinggimya kadar hormon tersebut
1.2.3 Metode palpasi serviks
dapat dipertahankan jika bayi menyusui
 Palpasi serviks harian bertujuan untuk secara teratur, dengan tidak lebih dari 4-6
jam diantara 2 waktu menyusui.
mendeteksi adanya perubahan terhadap
 Faktor yang dapat mengurangi kualitas dan
ukuran dan posisi os eksternal terhadap
kuantitas menyusui, berkurangnya produksi
introitus.
air susu dan kembalinya ovulasi, yaitu :
 Serviks akan terangkat selama fase  penggunaan botol susu (pacifiers)
folikuler.
 pengenalan makanan ataupun cairan lain
 Pada saat ovulasi serviks mencapai  pemanjangan interval menyusui
ketinggian maksimum dari introitus dan  stress
menjadi sangat lunak sementara os eksterna  penyakit ibu maupun bayi.
seukuran ujung jari. Setelah ovulasi lewat
serviks pun kembali rendah, ostium tertutup
dan mengeras.
Instruksi kepada klien :
 Indikator minor untuk ovulasi  Seberapa sering harus menyusui
 Nyeri saat ovulasi
 Bayi disusui secara on demand
 Keluarnya darah
(menurut kebutuhan bayi). Biarkan
 Gejala gejala payudara
bayi menyelesaikan menghisap dari
satu payudara sebelum memberikan
1.2.4 Metode Amenore Laktasi (MAL) payudara lain agar bayi mendapat
cukup banyak susu akhir (hind milk)
 MAL adalah kontrasepsi yang  Biarkan bayi menghisap hingga ia
mengandalkan pemberian Air Susu Ibu sendiri melepas hisapannya
(ASI) secara eksklusif.  Susui bayi pada malam hari karena
menyusui di waktu malam membantu
 MAL dapat dipakai sebagai kontrasepsi mempertahankan kecukupan
bila: kebutuhan ASI.
 ibu menyusui secara penuh (lebih  Bayi harus terus disusukan walaupun
efektif bila pemberian ≥ 8x sehari) ibu sedang sakit.
 ASI dapan disimpan dalam lemari
 Belum haid
pendingin.
 Usia bayi kurang dari 6 bulan.  Makanan padat selain makanan
tambahan ASI diberikan setelah bayi
 Metode kontrasepsi ini efektif sampai berusia 6 bulan.
6 bulan dan untuk bulan selanjutnya  Apabila ibu mengganti ASI dengan
harus dilanjutkan dengan pemakaian makanan lain bayi akan menghisap
metode kontrasepsi lainnya. kurang sering dan akibatnya menyusui

Buku Ajar Obstetri dan Ginekologi 3


Ilmu Dasar Obstetri dan Ginekologi

tidak lagi efektif sebagai metode  Empat tanda bayi melekat dengan baik:
kontrasepsi.  Dagu bayi menempel pada payudara
 Haid merupakan pertanda kembalinya ibu.
kesuburan bagi ibu menyusui oleh  Mulut bayi terbuka lebar.
karena itu metode KB lainnya harus  Bibir bawah membuka lebar.
mulai digunakan.
 Areola bagian atas tampak lebih
banyak/ lebar (areola juga masuk ke
 Posisi bayi yang benar saat menyusui:
mulut bayi tidak hanya puting susu)
 Kepala dan tubuh bayi dalam satu
garis lurus.
 Badan bayi menghadap ke dada ibu.  Tanda bayi menghisap dengan efektif :
 Badan bayi melekat ke ibu.  Menghisap sedara mendalam dan
 Seluruh badan bayi tersangga dengan teratur.
baik tidak hanya leher dan bahu saja.  Kadang diselingi istirahat

Bagan 1. Alur pertanyaan penggunakan kontrasepsi MAL

Apakah ibu sudah haid


lagi?

Apakah ibu sudah


memberi
makanan/minuman
tambahan atau jangka Kemungkinan hamil
waktu lama tidak pada ibu
menyusui? meningkat.Untuk
menghindari
kehamilan, anjurkan
ibu untuk memakai KB
tambahan dan
Hanya ada teruskan memberi ASI
kemungkinan hamil 1- demi kesehatan
2% pada saat ini bayinya.

Apakah bayinya sudah


berumur lebih dari
enam bulan?

1. 3 Metode Barrier  Bagi yang alergi terhadap lateks dapat


menggunakan kondom poliuretan.
1.3.1 Kondom Pria
 Tingkat kegagalan kondom berkisar antara
 Mayoritas kondom pria terbuat dari karet 3 hingga 23 per 100 perempuan per tahun.
lateks.

Buku Ajar Obstetri dan Ginekologi 4


Ilmu Dasar Obstetri dan Ginekologi

 Tingkat kegagalan adalah 5-21 per 100


perempuan per tahun.

Gambar 1. kondom pria

Gambar 4. kondom wanita

Gambar 2. Cara pemasangan kondom yang


benar.sisakan sedikit ruangan di ujung agar
ejakulat tidak tumpah ke vagina

Gambar 5. cara memegang kondom wanita

Gambar 3. Buang kondom ke tempat sampah


setelah dipakai. Jangan menggunakan
kondom yang pernah dipakai

Gambar 6. Cara memasukkan kondom wanita


1.3.2 Kondom wanita
 Berukuran panjang 15cm dengan diameter
7.5cm, dan berbahan poliuretan. 1.3.3 Spons Vagina
 Spons vagina terbuat dari bahan poliuretan
 Kondom ini tidak melemah jika terkena dan dilengkapi dengan spermisida.
lubrikan.

Buku Ajar Obstetri dan Ginekologi 5


Ilmu Dasar Obstetri dan Ginekologi

 Spons vagina dimasukkan ke vagina untuk  Diafragma terletak melintasi serviks dari
menutupi serviks. forniks posterior hingga dibelakan simfisis
pubis.
 Spons vagina berfungsi menjadi penyerap
semen dan pembawa spermisida.

Jenis jenis diafragma :


 Flat spring (flat metal band)
 Coil spring (coiled wire)
 Arching spring (kombinasi metal
spring)

Cara kerja :
Gambar 7. contoh spons vagina Diafragma menahan agar sperma tidak
mencapai saluran reproduksi bagian
atas (uterus dan tuba falopii).

Diafragma juga berfungsi sebagai


spermisida.

Manfaat :
 Salah satu perlindungan terhadap
infeksi menular seksual.
 Dapat dipergunakan saat haid karena
akan menampung darah haid.
Gambar 8. lokasi pemasangan spons vagina  Keterbatasan:
 Efektifitas sedang (bila digunakan
dengan spermisida angka kegagalan 6-
18 kehamilan per 100 perempuan per
1.3.4 Diafragma tahun pertama).
 Diafragma adalah kap berbentuk bulat  Keberhasilan sebagai kontrasepsi
cembung, terbuat dari lateks (karet) yang bergantung pada kepatuhan mengikuti
diinsersikan ke dalam vagina sebelum cara penggunaan.
berhubungan seksual dan menutup serviks.  Dibutuhkan motivasi kuat agar
dipergunakan setiap berhubungan.
 Diafragma terbuat dari karet lateks tipis  Pemeriksaan pelvik oleh petugas
atau berbahan silikon, dengan lapisan luar kesehatan diperlukan untuk
yang diperkuat oleh lempengan datar yang memastikan ketepatan pemasangan.
fleksibel atau lingkaran logam.  Setelah enam jam berhubungan
seksual alat ini harus masih berada di
 Diafragma dengan lempengan datar posisinya.
biasanya digunakan pada normal vagina,
sedangkan diafragma dengan lingkaran Cara Penggunaan :
logam digunakan pada vagina yang tebal  Gunakan diafragma setiap kali
dan longgar. melakukan hubungan seksual
 Diafragma mempunyai diameter eksternal  Kosongkan kandung kemih dan cuci
antara 55-95mm. tangan

Buku Ajar Obstetri dan Ginekologi 6


Ilmu Dasar Obstetri dan Ginekologi

 Pastikan diafragma tidak berlubang


dengan cara mengisi diafragma
dengan air atau melihat menembus
cahaya.
 Oleskan sedikit spermisida krim atau
jelly pada kap diafragma (untuk
memudahkan pemasangan) remas
bersamaan dengan pinggirannya.
 Posisi saat pemasangan diagragma :
 Satu kaki diangkat ke atas kursi
atau dudukan toilet
 Sambil berbaring Gambar 9. Diafragma
 Sambil jongkok
 Lebarkan kedua bibir vagina
 Masukkan diafragma ke dalam vagina
jauh ke belakang, dorong bagian
depan penggiran ke atas di balik
tulang pubis.
 Masukkan jari ke dalam vagina
smapai menyentuh serviks, sarungkan
karetnya dan pastikan serviks telah
terlindungi
 Diafragma dipasang ke vagina sampai
6 jam sebelum hubungan seksual. Jika
hubungan seksual berlangsung diatas 6 Gambar 10. Cara Pemasangan Diafragma
jam setelah pemasangan, tambahkan
spermisida ke dalam vagina.
 Diafragma berada di dalam vagina
paling tidak enam jam setelah 1.3.5 Spermisida
terlaksananya hubungan seksual.
 Spermisida merupakan bahan kimia
Jangan meninggalkan diafragma
(oksinol 9) yang dapat membunuh sperma
dalam vagina lebih dari 24 jam
melalui perbedaan gradien osmotik pada
sebelum diangkat.
sperma.
 Mengangkat dan mencabut diafragma
dengan menggunakan jari telunjuk dan  Spermisida dapat menyebabkan iritasi
tengah . vagina dan mempermudah risiko penularan
 Cuci tangan dengan sabun dan air, penyakit menular seksual.
keringkan sebelum disimpan kembali
ke tempatnya.

Gambar 11. cara penggunaan spermisida

Buku Ajar Obstetri dan Ginekologi 7


Ilmu Dasar Obstetri dan Ginekologi

Cara kerja : 1. 4 Koitus Interuptus


 Spermisida menyebabkan sel membran
sperma terpecah  Koitus interuptus adalah melepas penis dari
vagina sebelum ejakulasi terjadi, oleh
 Memperlambat pergerakan sperma
karena itu dibutuhkan kemauan dan
 Menurunkan kemampuan pembuahan sel kesadaran dari pasangan pria.
telur
 Tingkat kegagalan 10 per 100 perempuan
per tahun.
Pilihan :
 Busa (aerosol) efektif segera setelah insersi.
 Busa spermisida dianjurkan hanya sebagai 1. 5 Kontrasepsi Hormonal
metoda kontrasepsi.
 Tablet vagina, supositoria dan film 1.5.1 Kontrasepsi hormonal kombinasi
penggunaannya disarankan menunggu 10-
15 menit sesudah dimasukkan sebelum  Terdiri atas: pil, “koyo” transdermal dan
hubungan seksual. cincin vagina.
 Jenis spermisida jeli hanya digunakan
Cara kerja :
bersama dengan diafragma.
 Semua kontrasepsi kombinasi hormonal
Keterbatasan : menghambat ovulasi.
 Efektifitass 3-21 kehamilan per 100 women  Lendir serviks dan vagina menjadi kental
year. sehingga menghambat transport sperma.
 Efektifvitas sebagai kontrasepsi bergantung
pada kepatuhan mengikuti cara  Endometrium menjadi atropik dan tidak
penggunaan. responsif terhadap implantasi.
 Ketergantungan pengguna dari motivasi
berkelanjutan dengan memakai setiap Manfaat nonkontraseptif :
melakukan hubungan seksual.  Mengurangi nyeri menstruasi dan
 Pengguna harus menunggu selama 10-15 keluarnya darah
menit setelah aplikasi sebelum melakukan  Menurunkan insidensi kista ovarium, tumor
hubungan seksual. jinak ovarium, lesi jinak payudara, nyeri
 Efektivitas aplikasi hanya 1-2 jam. panggul kronik dan jerawat.
 Menurunkan risiko kanker ovarium dan
Cara penggunaan : endometrium yang akan berlanjut bahkan
 Cuci tangan dengan sabun dan air setelah 15 tahun penghentian kontrasepsi.
bersihsebelum mengisi aplikator (busa atau  Efek protektif terhadap Artritis reumatoid,
krim) dan insersi spermisida. penyakit tiroid dan ulkus doudenum.
 Jarak tunggu sesudah memasukkan tablet
vagina atau supositoria adalah 10-15 menit. Efek samping mayor :
 Tidak ada jarak tunggu setelah  Tromboemboli vena (TEV)
memasukkan busa.  Risiko meningkat pada tahun pertama
 Spermisida ditempatkan jauh ke dalam penggunaan.
vagina agar serviks dapat terlindungi  Jika seorang wanita bukanlah seorang
dengan baik. pengguna kontrasepsi hormonal
kombinasi maka risiko TEV-nya
adalah 5 per 100.000 perempuan per
tahun.

Buku Ajar Obstetri dan Ginekologi 8


Ilmu Dasar Obstetri dan Ginekologi

 Pada pengguna pil progesteron


generasi II (Levonorgestrel), risiko  Stroke
meningkat menjadi 15 per 100.000  Risiko stroke iskemik meningkat pada
perempuan per tahun. pengguna kontrasepsi hormonal
 Pengguna pil progsteron generasi ke kombinasi dengan Relative Risk 2.7.
III (desogestrel dan gestoden) maka  Faktor risiko lebih meningkat pada
risiko meningkat menjadi 25 per pasien pengguna kontrasepsi hormonal
100.000. dengan hipertensi dan perokok.
 Infark miokardial
 Hasil meta analisis dari 23 studi, risiko  Migraine
relatif terjadinya infark miokardial  Keganasan
dari pengguna kontrasepsi hormonal  Karsinoma mammae
kombinasi dibandingkan yang tidak  karsinoma serviks
pernah menggunakan kontrasepsi  kanker hati
hormonal kombinasi adalah 2.5 kali,
dan risiko tersebut bertambah dengan
merokok dan hipertensi.

Tabel 3. Kondisi Kesehatan yang termasuk UKMEC tingkat kelayakan 4

Kondisi yang termasuk kategori 4 UKMEC pada penggunaan pil kombinasi


Menyusui kurang dari 6 minggu
Merokok : usia lebih dari 35 tahun dan merokok lebih dari 15 batang per hari
Penyakit kardiovaskular : risiko multiple untuk penyakit kardiovaskular
VTE : penggunaan antikoagulan
Operasi besar dengan riwayat tirah baring lama
Mutasi trombogenik
Penyakit jantung iskemik baru
Stroke
Penyakit katup jantung yang diperberat dengan hipertensi pulmonal, fibrilasi atrial, riwayat
endokarditis sub akut.
Migrain dengan atau tanpa aura
Penyakit payudara
Diabetes dengan nefropati, retinopati, neuropati, atau penyakit vaskular lainnya.
Hepatitis viral akut atau sedang aktiv
Sirosis dekompensata
Tumor hati : jinak, adenoma hepatoselular atau hepatoma
Sistemik lupus eritematosus

1.5.2 Koyo transdermal


 Mengandung 20 mikrogram etinil estradiol
dan 150 mikrogram norelgestromin
dilepaskan tiap 24 jam.

 Efektifitas kontrasepsi menurun pada


wanita dengan berat badan lebih dari
100kg.
Gambar 12. lokasi pemasangan koyo transdermal
Buku Ajar Obstetri dan Ginekologi 9
Ilmu Dasar Obstetri dan Ginekologi

1.5.3 Cincin vagina  Beberapa contoh pil kombinasi yang


 Cincin vagina atau nuva ring terbuat dari beredar di pasaran adalah microgynon,
plastik dan etilen vinil asetat yang dapat yasmin, yaz, diane 35.
melepaskan 120 mikirogram etonogestrel
dan 15 mikrogram etinil estradiol per
Jenis jenis Pil Kombinasi :
harinya.
 Monofasik
 Ukuran ketebalan 4mm. Nuva ring Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet
dimasukkan dalam vagina tiap 3 minggu, mengandung hormon aktif
diikuti dengan interval satu minggu. esterogen/progestin (E/P) dalam dosis
yang sama disertai tujuh tablet tanpa
 Kekurangan: dapat menimbulkan vaginitis,
hormon aktif.
leukorea, sensasi benda asing, dan angka
 Bifasik
ekspulsi yang tinggi.
Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet
mengandung hormon aktif
esterogen/progestin (E/P) dengan dua
dosis berbeda disertai tujuh tablet tanpa
hormon aktif.

 Trifasik
Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet
mengandung hormon aktif
esterogen/progestin (E/P) dengan tiga
dosis berbeda disertai tujuh tablet tanpa
hormon aktif.
Gambar 13. cara pengaplikasian cincin
vagina  Efektivitas tinggi mencapai 1 kehamilan
per 1000 perempuan dalam tahun pertama
1.5.4 Pil Kombinasi penggunaan.
 Pil Contoh pil kombinasi
kombinasi adalah
Yasmin
Microgynon
Yaz
Diane 35
Qlaira

kontrasepsi yang terdiri dari estrogen


sintetik (etinil estradiol) dan progestin Tabel 4. Tabel merk Kombinasi
sintetik.
 Cara kerja pil kombinasi:
 Menekan ovulasi
 Mencegah implantasi
 Mengentalkan lendir serviks
 mengganggu pergerakan tuba.

Buku Ajar Obstetri dan Ginekologi 10


Ilmu Dasar Obstetri dan Ginekologi

Contoh contoh pil kombinasi yang beredar di  Qlaira terdiri atas 26 pil hormonal dan
pasaran : 2 tablet plasebo.
 Yasmin :  Dengan berkurangnya plasebo berarti
 30 mikrogram etinil estradiol dan 3mg berkurang pula “masa bebas pil
drosperidone. hormonal”. Hal ini terbukti dapat
 Drosperidon bertindak sebagai menurunkan efek samping seperti
progesteron alamiah dan menunjukkan perubahan kondisi emosi, nyeri pelvik,
efek antiandrogenik dan mengurangi perdarahan saat
antimineralokortikoid. Pil ini juga menstruasi.
menghambat reseptor androgen dan
mencegah produksi sebum. Oleh Ada beberapa hal yang khusus ditekankan
karena itu pil ini bermanfaat bagi kulit pada konseling kontrasepsi pil kombinasi,
dan mengurangi efek premenstrual. yaitu :
 Tanyakan masalah-masalah kesehatan
 Mycrogynon yang berhubungan dengan penggunaan pil
antara lain:
 Mengandung Ethinylestradiol 30
micrograms, levonorgestrel 150  Masalah medis yang membuat klien
micrograms. tidak boleh menggunakan pil
kombinasi:
 Mycrogynon merupakan kontrasepsi
- Hamil atau curiga hamil
oral kombinasi, yang mengandung
- Perdarahan dari vagina yang belum
hormone sintetik yang dikeluarkan
jelas penyebabnya
pada siklus menstruasi wanita normal,
- Menyusui
yaitu estrogen dan progesterone.
- Sedang memakai rifampisin untuk
 Kontrasepsi oral ini mencegah
tuberkulosis atau obat-obatan untuk
pematangan dan pengeluaran sel telur
epilepsi (fenitoin dan barbiturat)
dari ovarium.
- Perokok (usia > 35 tahun)
- Hepatitis
 Diane 35
- Kanker payudara atau kecurigaan
 Mengandung Cyproteron Acetat atau
kanker payudara
Ethinilestradiol.
- Riwayat penyakit jantung, stroke,
 Cyproterone yang terkandung dalam atau tekanan darah sistolik > 160
DIANE-35 menghambat peningkatan atau diastolik >90 mmHg
androgen yang dihasilkan oleh system - Riwayat gangguan faktor
wanita. pembekuan darah atau kencing
 Dapat juga digunakan untuk mengobati manis > 20 tahun
penyakit yang disebabkan oleh - Migrain dan gejala neurologik fokal
peningkatan produksi androgen atau (epilepsi/riwayat epilepsi)
peningkatan sensitivitas terhadap  Berikan penjelasan yang penting
hormone tersebut. tentang kontrasepsi pil kombinasi pada
 DIANE-35 ini juga dapat mengurangi klien antara lain:
produksi kelenjar sebum, sehingga  Sangat efektif bila diminum secara
dapat mencegah timbulnya jerawat. tepat
 Cara minum pil
 Qlaira  Keuntungan: efektivitas tinggi,
 Qlaira mengandung oestradiol valerate penggunaan mudah, penghentian
dan dienogest. mudah

Buku Ajar Obstetri dan Ginekologi 11


Ilmu Dasar Obstetri dan Ginekologi

 Efek samping: mual, payudara - Lupa 2 pil atau lebih, sebaiknya


tegang, perdarahan bercak, pusing, minum 2 pil setiap hari hingga
peningkatan berat badan (jelaskan terkejar sesuai jadwal yang
mual dan perdarahan bercak seharusnya; gunakan kondom atau
terutama hanya dalam 3 bulan tidak berhubungan seksual sampai
pertama) menghabiskan paket pil tersebut
 Tanda/gejala yang mengharuskan
klien datang ke klinik: nyeri perut 1.3.6 Pil Progestin
yang berat, nyeri dada hebat, batuk  cara kerja pil progestin sebagai kontrasepsi
disertai sesak napas, sakit kepala adalah dengan mengentalkan lendir serviks
yang berat, gangguan penglihatan, dan mencegah implantasi pada
nyeri kaki yang berat, dan tidak endometrium
terjadi perdarahan setelah selesai
minum 1 paket pil  Efektivitas : Tingkat kegagalan berkisar
 Tegaskan bahwa klien dapat antara 0.3-0.8 per 100 perempuan per tahun
menghentikan pemakaian pil setiap dan lebih rendah pada wanita usia diatas 40
saat bila tidak membutuhkan tahun.
kontrasepsi
 Berikan instruksi pada klien perihal:  Tidak ditemukan korelasi antara efektifitas
 Bagaimana menggunakan kontrasepsi dan berat badan oleh karena itu
pil kombinasi: direkomendasikan dosis harian 1 pil per
- Minum 1 pil setiap hari hari.
- Minum pil pada jam yang sama
 Efek samping :
setiap hari
- Mulai pil pertama pada hari ke 1-5  amenorea
siklus haid (sangat dianjurkan  perdarahan ireguler
penggunaannya pada hari pertama  perubahan mood
haid)
 Pil progestin aman digunakan pada
- Habiskan 1 paket, mulai hari
penderita penyakit kerdiovaskular, migrain,
berikutnya dengan paket baru dan
stroke, tromboemboli.
jangan istirahat di antara paket
 Bila lupa minum pil: Kriteria 4 menurut UKMEC pada penggunaan
- Lupa minum 1 pil, segera minum pil Progestin :
pil setelah ingat (boleh minum 2 pil
pada hari yang sama)
 Kanker Payudara.

Buku Ajar Obstetri dan Ginekologi 12


Ilmu Dasar Obstetri dan Ginekologi

Tabel 5. Kriteria 3 UKMEC pada pengguna pil progestin .

Kriteria 3 menurut UKMEC pada pengguna pil progestin :


 Riwayat baru Penyakit jantung iskemik dan stroke

 Perdarahan vagina tanpa sebab yang jelas

 Riwayat kanker payudara dan tidak terbukti menderita dalam lima


tahun terakhir.

 Sirosis berat dekompensasi

1. 6  Tumor Hati : Adenoma hepatoselular dan hepatoma


 Dap
 Sistemik Lupus Eritematosus dengan status Antiphospolipid Antibody
at
positif atau negatif.

Kontrasepsi Darurat digunakan lebih dari sekali dalam satu


siklus.
 Kontrasepsi darurat adalah kontrasepsi
yang dapat mencegah kehamilan bila  Wanita dengan penggunaan obat yang
digunakan segera setelah berhubungan dapat menginduksi pelepasan enzim liver
seksual. disarankan menggunakan dosis dobel.

 Metode ini sering juga disebut “morning


after pill” atau “morning after treatment” 1.6.2 Alat Kontrasepsi Dalam Rahim
atau “kontrasepsi sekunder”.  AKDR dapat menjadi suatu kontrasepsi
emergensi jika dimasukkan dalam jangka 5
 Kontrasepsi darurat tidak boleh dipakai
hari setelah hubungan seksual dilakukan.
sebagai metode KB secara rutin atau terus
AKDR akan langsung efektif segera setelah
menerus.
dipasang.
1.6.1 Metode hormonal
 AKDR dengan tembaga pada kedua
lengannya memiliki tingkat kegagalan
 Levonorgestrel / levonelle 1500 kurang dari 1 persen

 Cara kerja :  Pilihan untuk kontrasepsi darurat utama,


terutama bagi yang seterusnya akan
Pil progesteron mengubah lendir serviks
menggunakan kontrasepsi.
sehingga mencegah transport sperma yang
pada akhirnya akan mencegah ovulasi dan
implantasi.

 Levonorgestrel diberikan sebagai dosis


tunggal segera setelah hubungan seksual
dilakukan, jika memungkinkan dibawah 72
jam.

 Hal hal yang harus diperhatikan :  Sebelum dimasukkan AKDR, wanita


dengan risiko tinggi IMS (usia<25th,
riwayat berganti pasangan dan meiliki

Buku Ajar Obstetri dan Ginekologi 13


Ilmu Dasar Obstetri dan Ginekologi

lebih dari satu pasangan pada satu tahun  Jika fasilitas kesehatan ini tidak tersedia
terakhir) harus dirujuk untuk maka disarankan untuk menggunakan
menjalankan penapisan Chlamidia antibiotik profilaksis (minimal antbiotik
trachomatis (minimal). untuk Chlamidia).

Tabel 6. Jenis Kontrasepsi Darurat

Cara Merek Dagang Dosis Waktu Pemberian

I Mekanik Copper T Satu kali Dalam waktu 5 hari


AKDR-Cu MultiloadNova T pemasangan pascasanggama

II Medik

Pil Kombinasi dosis Microgynon 50 2 x 2 tablet Dalam waktu 3 hari


tinggi Ovral pascasanggama, dosis
Neogynon kedua 12 jam
Nordiol kemudian
Eugynon

Dosis rendah Microgynon 30 2 x 4 tablet Dalam waktu 3 hari


Mikrodiol pascasanggama, dosis
Nordette kedua 12 jam
kemudian

Progestin Postinor-2 2 x 1 tablet Dalam waktu 3 hari


pascasanggama, dosis
kedua 12 jam
kemudian

Estrogen Lynoral 2.5 mg/dosis Dalam waktu 3 hari


Premarin 10 mg/dosis pascasanggama, 2x1
Progynova 10mg/dosis dosis selama 5 hari

Mifepristone RU-486 1 x 600mg Dalam waktu 3 hari


pascasanggama

Danazol Danocrine 2 x 4 tablet Dalam waktu 3 hari


Azol pascasanggama, dosis
kedua 12 jam
kemudian

1. 7 Kontrasepsi Jangka Panjang  Baku emas dari alat kontrasepsi dalam


rahim adalah AKDR T-Shaped dengan
1.7.1 Alat Kontrasepsi dalam Rahim tembaga melilit pada lengannya dan
mengandung sedikitnya 380 mm2.
(AKDR)

Buku Ajar Obstetri dan Ginekologi 14


Ilmu Dasar Obstetri dan Ginekologi

 AKDR ini dapat bertahan selama lima  Dapat dipasang segera setelah
hingga sepuluh tahun. melahirkan atau sesudah abortus
(apabila tidak terjadi infeksi).
 AKDR yang dimasukkan pada wanita usia  Dapat digunakan hingga menopause
diatas 40 tahun dapat dipertahankan hingga (satu tahun atau lebih setelah haid
satu tahun pasca menopause atau dua tahun terakhir).
jika usia pemasangan dibawah 50 tahun  Membantu mencegah kehamilan
atau hingga kontrasepsi tidak lagi ektopik.
diperlukan.

 Jenis jenis AKDR :  Kerugian :


 AKDR CuT-380A. Berbentuk kecil  Efek samping ; perubahan siklus haid
dengan kerangka dari plastik yang dalam tiga bulan pertama pemasangan,
fleksibel, berbentuk huruf T diselubungi haid menjadi lebih lama dan banyak,
oleh kawat halus yang terbuat dari perdarahan antar menstruasi, nyeri haid.
tembaga (Cu).
 Komplikasi lain: sakit dan kejang
 NOVA T (Schering). Efektivitas : selama tiga hingga lima hari paska
Angka kegagalan AKDR kurang dari 2 pemasangan, perdarahan berat pada saat
persen jika menggunakan TCu380A dan haid hingga menyebabkan anemia,
TCu380S dan kurang dari 1 persen jika perforasi dinding uterus jika
menggunakan LNG-IUS pemasangan salah.
 Tidak mencegah IMS termasuk HIV.
 Cara kerja :  Jika dipakaikan pada penderita dengan
IMS dapat menyebabkan penyakit
 AKDR bekerja melalui menghambat radang panggul dan menyebabkan
fertilisasi oleh toksisitas langsung. kemandulan.
 Diperlukan pemeriksaan pelvik sebelum
 Reaksi inflamasi dalam endometrium
pemasangan.
mengakibatkan edek anti implantasi.
 AKDR tidak dapat dilepas sendiri oleh
 Tembaga bersifat toksik terhadap ovum klien.
dan sperma.  AKDR dapat keluar dari uterus tanpa
diketahui.
 Keuntungan :
 Pemasangan dan pencabutan :
 Efektivitas tinggi, 0,6-0,8 kehamilan per
100 perempuan per 1 tahun pertama  Anamnesis menyeluruh harus dilakukan
pemakaian. untuk mengesklusi adanya infeksi
 Langsung efektiv segera setelah menular seksual.
pemasangan.
 Penapisan terhadap penyakit seperti
 Jangka panjang, hingga 10 tahun pada
Chlamydia trachomatis diperlukan.
CuT-380A.
 Tidak mempengaruhi hubungan seksual.  Untuk wanita dengan risiko tinggi IMS
 Tidak menimbulkan efek samping dan pemeriksaan penunjang tidak
hormonal. tersedia maka pemberian antibiotik
 Tidak mempengaruhi kualitas dan profilaksis dibutuhkan.
volume ASI.

Buku Ajar Obstetri dan Ginekologi 15


Ilmu Dasar Obstetri dan Ginekologi

 Tidak diperlukan kontrasepsi tambahan


saat awal pemasangan AKDR namun
pada saat pelepasan AKDR sebaiknya
diperlukan alat kontrasepsi tambahan
mengingat sperma dapat hidup hingga
enam hari di dalam saluran reproduksi.

 Kondisi yang tidak diperkenankan


menggunakan AKDR :

 Sedang hamil (diketahui hamil atau


kemungkinan hamil)
 Perdarahan vagina yang belum
diketahui penyebabnya. Gambar 14. skema pelaksaan tubektomi

 Penderita infeksi alat genital (veginitis


atau servisitis). Mekanisme kerja :
Dengan mengoklusi tuba falopii ( mengikat
 Dalam tiga bulan terakhir sedang
dan memotong atau memasang cincin)
mengalami penyakit radang panggul
sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan
atau abortus septik.
ovum.
 Kelainan bawaan uterus atau tumor
jinak rahim.
Keuntungan :
 Penyakit trofoblas ganas.
 Efektifitas (0.2-4 per 100 perempuan
 Penderita TB pelvik.
selama tahun pertama penggunaan).
 Kanker alat genital.
 Permanen.
 Tidak mempengaruhi proses
 Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm menyusui.
 Tidak bergantung pada faktor
senggama.
 Baik bagi klien apabila kehamilan
1.7.2 Teknik Sterilisasi
akan menjadi risiko kesehatan serius.
 Pembedahan sederhana, dapat
 Tubektomi :
dilakukan dengan anestesi lokal.
Tubektomi adalah prosedur bedah sukarela  Tidak ada efek samping jangka
untuk menghentikan fertilitas (kesuburan) panjang.
seorang perempuan secara permanen.  Tidak ada perubahan dalam fungsi
seksual.

Keterbatasan :
 Metode ini permanen oleh sebab itu
dikhawatirkan ada penyesalan di
kemudian hari oleh klien.
 Rasa sakit dan tidak nyaman dalam
jangka waktu pendek setelah tindakan.
 Tidak melindungi dari IMS termasuk
HIV dan AIDS.

Buku Ajar Obstetri dan Ginekologi 16


Ilmu Dasar Obstetri dan Ginekologi

dengan jalan melakukan oklusi vasa deferensia


sehingga alur transportasi sperma terhambat
Kriteria klien yang dapat menjalani tubektomi: dan proses fertilisasi tidak terjadi.
 Usia diatas 26 tahun.
 Paritas lebih dari dua. Kondisi yang memerlukan perhatian khusus
 Yakin telah memiliki jumlah keluarga pada tindakan vasektomi:
seusai kehendaknya. - Infeksi kulit pada area operasi
 Paska persalinan - Infeksi sistemik yangs sangat
 Paska keguguran menganggu kesehatan pasien
- Hidrokel atau varikokel besar
 Paham dan sukarela atas prosedur ini.
- Hernia inguinalis
- Filariasis atau elefantiasis
Keadaan yang memerlukan kehati hatian : - Undesensus testis
 Masalah medis yang signifikan seperti - Masa intraskrotalis
gangguan jantung, gangguan - Anemia berat, gangguan pembekuan
pembekuan darah, penyakit radang darah atau sedang menggunakan
panggul, diabetes mellitus, obesitas. antikoagulansia.
 Anak tunggal atau belum memliki
anak sama sekali.
Konseling, informasi dan persetujuan tindakan
 Vasektomi medis :
 Klien harus diberitahu bahwa prosedur
Vasektomi adalah prosedur klinik untuk vasektomi tidak menganggu hormon pria
menghentikan kapasitas reproduksi pria

Buku Ajar Obstetri dan Ginekologi 17


 atau menyebabkan perubahan kemampuan  Komplikasi dapat terjadi saat prosedur
atau kepuasan seksual. berlangsung atau beberapa saat setelah
tindakan.
 Setelah prosedur vasektomi gunakan salah
satu kontrasepsi terpilih hingga spermatozoa  Komplikasi selama prosedur: reaksi
yang tersisa dalam vesikula seminalis telah anafilaksis yang disebabkan oleh penggunaan
dikeluarkan seluruhnya. lidokain atau manipulasi berlebihan terhadap
anyaman pembuluh darah di sekitar vasa
 Secara empirik, hasil analisis sperma deferensia.
menunjukkan hasil negatif setelah 15-20 kali
ejakulasi.  Komplikasi pasca tindakan: hematoma
skrotalis, infeksi atau abses pada testis, atrofi
Penilaian klinik : testis, epididimitis kongestif, atau peradangan
 Riwayat sosiomedik yang perlu kronik granuloma di tempat insisi.
diketahui dari seorang akseptor
vasektomi adalah :  Penyulit jangka panjang yang dapat
 Riwayat operasi atau trauma pada regio menganggu upaya pemulihan fungsi
skrotalis atau inguinalis. reproduksi adalah terjadinya antibodi sperma.
 Riwayat disfungsi seksual termasuk
impotensi
1. 8 Konseling Umum
 kondisi lokal area skrotalis (ketebalan
kulit, parut atau infeksi)
Teknik Gather dapat dijadikan panduan dalam
Komplikasi : proses dan langkah-langkah konseling bagi
petugas klinik KB.
Tabel 7. Langkah-langkahteknik GATHER

Langkah Kegiatan
G – Greet Beri salam kepada klien, tersenyum, perkenalkan diri Anda dan
(Salam) pergunakan komunikasi verbal dan non-verbal sebagai awal
interaksi 2 arah
A – Ask Bertanya pada klien tentang identitas dan keinginannya pada
(Tanya) kunjungan ini. Berbagai pertanyaan yang diajukan, hendaknya
memperhatikan kesopanan, kehangatan, kesetaraan kedudukan
dan harga diri klien
A – Assess Dalam berkomunikasi, nilai kebutuhan, pilihan metode
(Nilai) kontrasepsi yang diinginkan dan pengetahuan klien tentang
status kesehatan dirinya, jenis/cara kerja alat kontrasepsi
T – Tell Beri informasi yang obyektif dan lengkap tentang berbagai
(Beritahukan) metode kontrasepsi, cara kerja, efek samping, dan komplikasi
yang terjadi serta adanya upaya-upaya untuk menghilangkan
atau mengurangi berbagai efek yang merugikan tersebut
(termasuk sistem rujukan)
H – Help Bantu klien untuk memilih metode kontrasepsi yang paling
(Bantu) aman dan sesuai bagi dirinya. Jangan memaksakan agar
keputusan tersebut terjadi pada kunjungan pertama. Beri
kesempatan pada klien untuk mempertimbangkan pilihannya.
Apabila ingin mendapat penjelasan lanjutan, anjurkan klien
untuk berkonsultasi kembali atau dirujuk pada konselor atau
tenaga medik yang lebih ahli.
Hal tersebut di atas sangat penting karena klien mempunyai
hak sebagai berikut:
 Bebas untuk menggunakan atau tidak menggunakan alat
kontrasepsi
 Kebebasan untuk memilih metode kontrasepsi yang ia
inginkan
 Dilayani secara pribadi dan terjamin kerahasiaannya
 Menolak pemeriksaan yang dianggap tidak diperlukan
E – Explain Jelaskan kembali secara lengkap dan obyektif tentang metode
(Jelaskan) kontrasepsi yang telah dipilih oleh klien. Jelaskan pula waktu,
tempat, tenaga, dan prosedur pemasangan/penggunaan alat
kontrasepsi tersebut. Pengamatan lanjutan setelah pemasangan,
upaya untuk mengenali efek samping/komplikasi, klinik
keluarga berencana (KB)/tempat pelayanan untuk kunjungan
ulang bila diperlukan, waktu penggantian/pencabutan alat
kontrasepsi
R – Refer  Rujuk ke konselor yang lebih ahli apabila di klinik KB ini
(Rujuk) klien belum mendapat informasi yang cukup memuaskan
 Rujuk ke tenaga medik yang ahli apabila klien menginginkan
penjelasan aspek medik yang lebih rinci
 Rujuk ke fasilitas pelayanan kontrasepsi/kesehatan yang
lebih lengkap apabila klinik KB setempat tidak mampu
mengatasi efek samping/komplikasi atau memenuhi
keinginan pasien
R – Return Pelayanan lanjutan setelah klien dikirim kembali oleh fasilitas
visit rujukan atau pelayanan lanjutan setelah pemasangan
(Kunjungan (kunjungan ulang pasca pemasangan)
ulang)

DAFTAR PUSTAKA 2. Buku Pelayanan Praktis Pelayanan


1. Jaffer, K. Contraception, sterilization, and Kontrasepsi. Edisi 2. Yayasan Bina Pustaka
termination of pregnancy. Reproductive Sarwono Prawirohardjo: Jakarta: 2006.
Medicine. Chapter 50.