Anda di halaman 1dari 24

DAFTAR ISI

INDEK

HALAMAN

Tata Tertib Rapat Anggota Tahunan ……………………………………………………………. Sususnan Acara…………………………………………………………………………………… Pengantar………………………………………………………………………………………… LAPORAN PERTANGUNG JAWABAN PENGURUS Pendahuluan………………………………………………………………………………………. 1

Maksud dan Tujuan………………………………………………………………………………… Ruang Lingkup………………………………………………………………………………………. KELOMPOK ADMINISTRASI Kepengurusan……………………………………………………………………………………… 3

3

Pengawas…………………………………………………………………………………………… 4 KEORGANISASIAN

Pembinaan…………………………………………………………………………………………. 5 Pengadaan Barang………………………………………………………………………………… Layanan Unit Simpan Pinjam (USP)………………………………………………………………… 5

Layanan Mengkoordinir Sewaan Anggota………………………………………………………. Terobosan-Terobosan……………………………………………………………………………… 6

Kerjasama Usaha…………………………………………………………………………………. Dana Sosial………………………………………………………………………………………… BIDANG USAHA Unit Pertokoan…………………………………………………………………………………… Unit Simpan Pinjam (USP)………………………………………………………………………

7

7

Unit SEWA…………………………………………………………………………………………. Unit-Unit Dalam Perencanaan dan Penjajakan…………………………………………………. KEUANGAN Administrasi Keuangan…………………………………………………………………………… Permodalan…………………………………………………………………………………………. 9

8

8

8

6

6

6

5

Keanggotaan………………………………………………………………………………………

2

2

v

i-iii

iv

Neraca Gabungan…………………………………………………………………………………

10

Laba / Rugi Unit Niaga…………………………………………………………………………….

11

Laba / Rugi Unit Sewa dan Penjelasan……………………………………………………………

12

Mengukur Kemampuan Usaha……………………………………………………………………

13

Hasil Perhitungan Uang Kass Gabungan Akhir…………………………………………………

14

Realisasi Sirkulasi Uang SEWA…………………………………………………………………….

15

Recapitulasi Uang Pokok Anggota……………………………………………………………….

16

Recapitulasi Sirkulasi Uang Wajib……………………………………………………………….

17

Sirkulasi Simpanan Sukarela……………………………………………………………………

18

Realisasi Ovname Barang Dagang……………………………………………………………….

19

Recapitulasi Pembelanjaan ke Toko SIEM……………………………………………………

20

Grafik Pendapatan Unit Niaga……………………………………………………………………….

21

Recapitulasi Pembelanjaan per anggota bulanan……………………………………………….

22

Penerimaan SHU per anggota…………………………………………………………………….

23

Daftar Barang Inventaris……………………………………………………………………………

24

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi……………………………………………………………….

26

Kesimpulan…………………………………………………………………………………………. 26

27

Penutup……………………………………………………………………………………………

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA

Pendahuluan…………………………………………………………………………………………. 28

Bidang Usaha Managemen dan Administrasi……………………………………………………

…………………………………………………………………………….

28

Sumber Dana ………

29

Unit Usaha…………………………………………………………………………………………

30

Sosial………………………………………………………………………………………………. 30

Anggaran Pendapatan dan Belanja……………………………………………………………

30

RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA Unit Niaga………………………………………………………………………………………….

31

Unit Simpan Pinjam (USP)………………………………………………………………………

32

Unit Sewa………………………………………………………………………………………….

32

Lain-Lain…………………………………………………………………………………………… 33

Penutup……………………………………………………………………………………………. 33 LAPORAN PERTANGUNG JAWABAN PENGAWAS

Pendahuluan………………………………………………………………………………………. 34

Umum………………………………………………………………………………………………

34

Penilaian Dari Segi Managemen………………………………………………………………

34

Saran - Pesar - Kritik - Bagi Pengurus dan Anggota………………………………………….

35

Laporan Hasil Pemeriksaan Administrasi Keuangan………………………………………….

35

Ucapan Terima Kasih……………………………………………………………………………

37

Propil Pengurus……………………………………………………………………………………

38

TATA TERTIB RAPAT ANGGOTA TAHUNAN (RAT) KOPERASI WAPESKA STASIUN BESAR BANDUNG TAHUN BUKU 2007

BAB. I

NAMA WAKTU DAN TEMPAT PENYELENGGARAAN

Pasal 1

Rapat ini bernama Rapat Anggota Tahunan ( RAT ) Koperasi WAPESKA Stasiun Kereta Api Besar Bandung Tahun Buku 2007, dilaksanakan di Kantor Koperasi WAPESKA JL. Stasiun Selatan (Peron I Dalam-Barat) Stasiun Kereta Api Besar Bandung pada:-----------------------------------------------------------

Hari

: SABTU

-----------------------------------------------------------

Tanggal

: 14 JUNI 2008 -----------------------------------------------------

Waktu

: 14.00 WIB

sampai dengan 17.30 WIB -----------------

BAB. II

D

A

S

A

R

Pasal 2

1. Undang-Undang nomor 25 tahun 1992, tentang pokok perkoperasian.----------

2. Angaran Dasar (AD) Koperasi WAPESKA Stasiun Kereta Api Besar Bandung BAB VI pasal 7.---------------------------------------------------------------------

3. Angaran Rumah Tangga (ART) BAB XV Pasal 33.------------------------------------

BAB. III

MAKSUD DAN TUJUAN

Pasal 3

dan

Pengawas kepada para anggota tentang hasil pelaksanaan kerja selama

Tahun Buku yang telah berjalan-------------------------------------------------------------

2. RAT bertujuan menyampaikan Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RK/RAPB) Koperasi WAPESKA Tahun Buku 2008 sebagai pedoman pelaksanaan yang akan datang, dan dilaksanakan sepenuhnya oleh Pengurus selaku pemegang Mandat dari Rapat Anggota.---------------------------------------------------------------------------

1. RAT

bermaksud

penyampaian

Pertanggung

Jawaban

Pengurus

BAB.

IV

HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA RAPAT

Pasal 4

1. Peserta Rapat diwajibkan hadir limabelas menit sebelum rapat dimulai.--------

2. Sebelum Rapat di mulai, para peserta rapat diwajibkan mengisi dan

Menandatangani buku daftar hadir yang telah di sediakan.------------------------

3. Pada saat rapat berlangsung , seluruh peserta rapat tidak

diperkenankan meninggalkan ruanggan rapat sebelum rapat selesai.-------

4. Dalam

menggunakan hak

bicara

anggota

harus

obyektif

tegas

lugas dan jelas,

serta

apabila

mengunakan tek agar menyerahkan tek

tersebut ke pimpinan rapat setelah dibacakan.------------------------------------------

5. Setiap peserta rapat

diwajibkan

mentaati

tata

tertib rapat

serta

mengindahkan Kebijaksanan pimpinan rapat.---------------------------------------

6. Apabila dalam pengambilan keputusan terjadi poting tertutup maupun terbuka, maka setiap peserta rapat yang berhak mengemukakan suara ( anggota) hanya memiliki satu hak suara.-------------------------------------

BAB. V PIMPINAN RAPAT

Pasal 5

1. Rapat dipimpin oleh Ketua Pengurus atau pengurus yang diberi kuasa oleh Ketua Pengurus Koperasi WAPESKA Stasiun Kereta Api Besar Bandung.----

Pasal 6

1. Pimpinan Rapat berwenang mengatur dan mengarahkan agar rapat

berjalan lancar tertib, aman dan terkendali, sesuai dengan peraturan tata

tertib rapat.----------------------------------------------------------------------------------------

2. Pimpinan rapat berhak memperinggatkan pembicaraan yang di

anggap Menyimpang dari pokok permasalahan,---------------------------------------

3. Pimpinan rapat berwenang memerintahkan peserta rapat untuk

meninggalkan tempat rapat apabila peserta rapat yang bersangkutan tidak

mentaati tata tertib aturan rapat dan etika sopan santun.----------------------------

BAB. VI SAH DAN TIDAKNYA RAPAT

Pasal 7

1. Rapat anggota di anggap sah apabila dihadiri oleh ½ plus satu jumlah anggota keseluruhan.--------------------------------------------------------------------------

2. Apabila kurang dari ketentuan yang dimaksud dalam ayat 1, rapat dapat dipundurkan waktunya paling lambat tujuh hari dari pelaksanaan rapat

pertama.-------------------------------------------------------------------------------------------

1.

Pasal 8 Keputusan Rapat Anggota dianggap sah

musawarah untuk mupakat dan disetujui oleh ½ plus satu dari jumlah

peserta rapat yang hadir.----------------------------------------------------------------------

di dasarkan atas

apabila

2. Apabila tidak dicapai kesepakatan secara mupakat, maka pimpinan rapat

dapat mengusahakan melalui voting tertutup dengan ketentuan ½ plus satu

dari jumlah peserta yang hadir menyetujui.-----------------------------------------------

3. Apabila terjadi imbang antara yang menyetujui dan tidak menyetujui sama-

sama banyak (50%-50%), maka pimpinan rapat berwenang mengambil

keputusan rapat setelah meminta pertimbangan pengurus lain dan

pengawas.-----------------------------------------------------------------------------------------

BAB VII P E N U T U P

Pasal 9

1. Hal – hal lain yang belum diatur dalam tata tertib rapat ini akan ditentukan

kemudian oleh pimpinan rapat atas dasar persetujuan peserta rapat.------------

2. Peraturan tata tertib rapat ini disetujui dan disahkan oleh Rapat Anggota Tahunan (RAT).----------------------------------------------------------------------------------

-------------------- oo O oo -------------------

SUSUNAN ACARA RAPAT ANGGOTA TAHUNAN (RAT)

KOP. WAPESKA TAHUN BUKU 2007

I.

Rapat Anggota Tahunan ( RAT ) Koperasi Warga Pedagang Stasiun Kereta Api (KOP.WAPESKA) Tahun Buku 2007 dilaksanakan pada :

Hari

: SABTU

Tanggal

: 14 JUNI 2008

Waktu

: 14.00 WIB S/D SELESAI

Tempat

: Kantor Koperasi WAPESKA Ruang Staff Lt.II Jl. Stasiun Selatan (Peron I Dalam-Barat) Stasiun KA Besar Bandung

II.

A c a r a (Dilaksanakan untuk umum)

1. Pembukaan.

2. Pembacaan Ayat Suci Al-Quraan

3. Laporan Ketua Panitia Penyelenggara RAT Koperasi WAPESKA Tahun Buku 2007.

4. Sambutan Ketua Koperasi WAPESKA Stasiun Besar Bandung

5. Sambutan Bapak KSB Stasiun KA Besar Bandung.

6. Sambutan Bapak Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian, Perdagangan Kota Bandung.

7. Sambutan Bapak Ketua DEKOPIN Kota Bandung.

8. Sambutan Kepala Sub Seksi Keamanan dan Ketertiban (KASUBSI KAMTIB) Stasiun KA Besar Bandung.

9. Penyerahan / Pemberian Hadiah dan Penghargaan kepada anggota Koperasi WAPESKA yang berprestasi.

III.

Ramah Tamah / Snack / Istirahat

IV.

Acara Pokok (Dilaksanakan khusus internal Koperasi WAPESKA)

1. Laporan Umum Pertanggung Jawaban Pengurus oleh ketua Koperasi WAPESKA .

2. Laporan Pertanggung Jawaban Keuangan Koperasi WAPESKA Tahun Buku 2007 oleh bendahara Koperasi WAPESKA .

3. Laporan Hasil Pemeriksaan Pengawas, oleh ketua Pengawas.

4. Pemaparan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi (RAPBK) Untuk Tahun Buku 2008 oleh Bendahara Koperasi WAPESKA

5. Tanya Jawab

6. Pengesahan keputusan-keputusan hasil rapat

7. penandatanganan berita acara rapat

8. Do’a

9. Tutup

PENGANTAR

Assalam mu’allaikum WR. WB

Puji Syukur kita panjatkan ke Khazorrot Allah SWT, berkat rachmat dan karuniaNya serta atas partisipasi semua pihak dalam mendukung operasional koperasi WAPESKA, Alhamzdulilah laporan Pertanggung jawaban Pengurus dan Pengawas selama Tahun 2007 dapat kami sajikan dan disusun dalam bentuk buku, sesuai dengan kemampuan yang kami miliki.

Laporan Pertanggung jawaban ini kami sampaikan pada Anggota Koperasi WAPESKA agar dapat dengan mudah dipelajari, dikaji dan dimengerti, selanjutnya dapat dibahas bersama-sama, dalam kesempatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2007.

Kami menyadari bahwa dalam penyajiannya tidak akan terlepas dari kesalahan dan kekeliruan, atas segala kekurangan dan kekeliruan dalam penyajian laporan ini, kami mohon maaf yang sebesar (bahwasanya kesempurnaan itu hanyalah milik Allah SWT).

Atas tersajinya laporan ini dan pelaksanaan operasional sehari-hari tentunya terselengggara atas bantuan, partisipasi dan arahan semua pihak yang turut mendukung keberadaan Koperasi WAPESKA. Oleh sebab itu kami pada kesempatan ini mengucapkan terima kasih yang tak terhingga dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada:

1. Bapak KADAOP/KASIOP PT. KAI Daop 2 Bandung beserta staff dan karyawan.

2. Bapak Kepala Stasiun Kereta Api Besar Bandung sebagai pelindung dan pembina, beserta jajarannya.

3. Bapak Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian, Perdagangan Kota Bandung Beserta Jajaranya.

4. Bapak Ketua DEKOPIN Kota Bandung, Beserta Jajarannya.

5. Seluruh Jajaran Pemerintahan Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir - Kota Bandung .

6. Seluruh Relasi dari perusahaan distribusi dan Donatur yang turut bekerjasama mendukung kelancaran pergerakan unit usaha Koperasi WAPESKA.

7. Anggota dan Keluarga, beserta seluruh keluarga besar Koperasi WAPESKA dan masyarakat umum.

8. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.

Akhir kata kami berharap ditahun-tahun yang akan datang Koperasi WAPESKA lebih maju baik pelayanan terhadap anggota maupun masyarakat, juga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas usaha yang dikelola, sehingga pada akhirnya berjalan sesuai harapan dan cita-cita bersama menuju arah sejahtera.

Wassalam mu’allaikum WR. WB

Bandung, Januari 2008

Pengurus Koperasi WAPESKA Stasiun KA Besar Bandung

LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN DALAM PELAKSANAAN KERJA PENGURUS KOPERASI WAPESKA STASIUN KA BESAR BANDUNG TAHUN BUKU 2007

I.

UMUM:

PENDAHULUAN

Koperasi Warga Pedagang Stasiun Kereta Api (Koperasi WAPESKA) Stasiun KA Besar Bandung adalah badan usaha milik anggota, yang dalam kegiatannya diusahakan dari, oleh dan untuk anggota, dengan tugas pokok membantu meningkatkan kegiatan usaha, agar tercapai kesejahteraan anggota beserta keluarga.

Untuk dapat melaksanakan tugas pokok tersebut, Koperasi WAPESKA dikelola oleh pengurus. Tugas pengurus selain mengelola kegiatan usaha, juga sebagai pembina dan pelindung kegiatan usaha anggota, baik bidang usaha, bidang pengembangan mental dan pendidikan anggota, kedisiplinan, tata tertib, maupun etika melakukan kegiatan usaha.

Penataan kelembagaan dan usaha, adalah yang saat ini sebagai fokus kerja pengurus, disamping kemudian pengembangan pendidikan pengurus, pengawas, karyawan dan anggota, untuk dapat dibentuk menjadi sumber daya manusia (SDM), yang cerdas, berpengetahuan luas, dan handal serta siap menerima tantangan dalam kancah ekonomi global.

Pola pelaksanaan dan pengembangan usaha dalam operasional sehari-hari, tentunya mengarah kepada badan usaha koperasi sebagai ekonomi masyarakat yang propesional, sehat, kuat, jujur, bertangung jawab dan terbuka sebagai pencerminan Undang-Undang No. 25 Tahun 1992.

Personil Pengurus yang melaksanakan pengelolaan kegiatan usaha terdiri dari:

a. Seorang ketua sebagai unsur pimpinan.

b. Seorang Sekretaris sebagai koordinator pelaksana operasional umum

c. Seorang bendahara sebagai pengelola keuangan

d. Dua orang karyawan sebagai pelaksana tugas harian

e. Dua orang pengawas sebagai pungsi kontrol dalam pelaksanaan

operasional kerja pengurus. Dari personil yang ada saat ini, terus berupaya secara propesional sesuai peranan masing-masing dalam mengembangkan usaha koperasi untuk dapat mencapai target kerja dan pedoman pelaksanaannya mengacu kepada aturan dalam Undang-undang No. 25 tahun 1992, Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART) dan aturan khusus lainnya yang telah disepakati dan menjadi komitemen bersama.

Tugas kesehari-harian pengurus selain kegiatan usaha, managemen dan keadministrasian, juga menata dan memelihara kerukunan kehidupan anggota pedagang, pendidikan dan sosialisasi program keorganisasian, memelihara buku-buku, dokumentasi, kearsipan, surat-surat, serta hal-hal yang dianggap perlu dan penting sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan organisasi.

Pelaksanaan tugas pengurus dengan pola-pola diatas saat ini membuahkan hasil, dimana secara umum memperlihatkan tingkat pergerakan kearah kemajuan, baik segi usaha, kedisiplinan dan kesadaran anggota dalam mematuhi hak dan kewajibannya masing-masing sebagai anggota koperasi. Akan tetapi ini merupakan sinyalemen awal mengarah ke perkembangan dan bukan titik akhir tujuan. Untuk mengupayakan agar badan usaha ini benar-benar sesuai dengan tujuan, harapan dan cita-cita, seluruh elemen anggota, pengurus, dan pengawas harus berupaya dan berusaha lebih keras lagi, bahu-membahu, dalam partisipasi mendukung jalannya operasional.

Sebagai pertanggung jawaban pengurus dalam mengelola kegiatan usaha, pengurus menyampaikan hasil-hasil kegiatannya terhadap anggota dan pihak- pihak terkait lainnya dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT). Rapat Anggota Tahunan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan setiap berakhir tahun buku yang telah berjalan. Dalam Rapat Anggota Tahunan tahun buku 2007 ini, pengurus Koperasi WAPESKA menyampaikan berbagai hal yang terjadi dan kebijakan-kebijakan yang ditempuh selama tahun buku 2007.

II. MAKSUD DAN TUJUAN

Pertanggung jawaban pengurus Koperasi WAPESKA dalam melaksanakan tugasnya selama tahun buku 2007, disampaikan secara tertulis dengan tujuan agar dapat diketahui oleh seluruh anggota mengenai perkembangan usaha Koperasi WAPESKA, serta kebijakan-kebijakan yang telah ditempuh dan dilaksanakan untuk dijadikan sebagai bahan pengembangan usaha dan analisa untuk menempuh perencanaan pada tahun-tahun berikutnya.

III. RUANG LINGKUP:

Dalam penyajian laporan Rapat Anggota Tahunan tahun buku 2007 ini meliputi:

a. Pendahuluan

b. Kelompok Administrasi

c. Bidang Teknik perkoperasian

d. Bidang Usaha

e. Perbendaharaan

f. Faktor-faktor yang mempengaruhi

g. Kesimpulan

h. Lain-lain

i. Penutup

j. Lampiran-lampiran

KELOMPOK ADMINISTRASI

I.

KEPENGURUSAN

Dalam tahun buku 2007, struktur organisasi kepengurusan Koperasi WAPESKA Stasiun KA Besar Bandung, terjadi perubahan total, yang mana perubahan tersebut berdasarkan pergantian kepengurusan rutin tiap periode 3 tahun sekali. Dalam tahun buku 2007 tersebut, masa kepengurusan lama digantikan oleh pengurus baru dan pengesahannya berdasarkan rapat anggota tertanggal 09 Juli 2007, dituangkan dalam berita acara rapat, menetapkan dan mengangkat pengurus periode tahun 2007 s/d tahun 2010 , dengan susunan sebagai berikut :

PENGURUS PERIODE 2007 S/D 2010

1. K e t u a

: R. SUHARTO

2. Sekretaris

: J A E L A N I

3. Bendahara

: WAWAN PUDIAWAN

STRUKTUR ORGANISASI KOPERASI WAPESKA STASIUN KA BESAR BANDUNG PERIODE TAHUN 2007 - 2010

RAPAT ANGGOTA

KA BESAR BANDUNG PERIODE TAHUN 2007 - 2010 RAPAT ANGGOTA KSB STASIUN BESAR BANDUNG PEMBINA /
KSB STASIUN BESAR BANDUNG PEMBINA / PELINDUNG
KSB STASIUN BESAR BANDUNG PEMBINA / PELINDUNG
KSB STASIUN BESAR BANDUNG PEMBINA / PELINDUNG
KSB STASIUN BESAR BANDUNG PEMBINA / PELINDUNG
KSB STASIUN BESAR BANDUNG PEMBINA / PELINDUNG
KSB STASIUN BESAR BANDUNG PEMBINA / PELINDUNG
KSB STASIUN BESAR BANDUNG PEMBINA / PELINDUNG

KSB STASIUN BESAR BANDUNG

KSB STASIUN BESAR BANDUNG PEMBINA / PELINDUNG
KSB STASIUN BESAR BANDUNG PEMBINA / PELINDUNG

PEMBINA / PELINDUNG

KSB STASIUN BESAR BANDUNG PEMBINA / PELINDUNG
KSB STASIUN BESAR BANDUNG PEMBINA / PELINDUNG
KSB STASIUN BESAR BANDUNG PEMBINA / PELINDUNG
KSB STASIUN BESAR BANDUNG PEMBINA / PELINDUNG
KSB STASIUN BESAR BANDUNG PEMBINA / PELINDUNG
KSB STASIUN BESAR BANDUNG PEMBINA / PELINDUNG
KSB STASIUN BESAR BANDUNG PEMBINA / PELINDUNG
ANGGOTA KSB STASIUN BESAR BANDUNG PEMBINA / PELINDUNG PENGURUS PENGAWAS KETUA R. SUHARTO KETUA IDIN
ANGGOTA KSB STASIUN BESAR BANDUNG PEMBINA / PELINDUNG PENGURUS PENGAWAS KETUA R. SUHARTO KETUA IDIN

PENGURUS

PENGAWAS

KETUA R. SUHARTO
KETUA R. SUHARTO
KETUA R. SUHARTO
KETUA R. SUHARTO
KETUA R. SUHARTO
KETUA R. SUHARTO
KETUA R. SUHARTO
KETUA R. SUHARTO
KETUA R. SUHARTO
KETUA R. SUHARTO

KETUA

KETUA R. SUHARTO

R. SUHARTO

KETUA R. SUHARTO
KETUA R. SUHARTO
KETUA R. SUHARTO
KETUA R. SUHARTO
KETUA R. SUHARTO

KETUA

IDIN SUDIRA. R

PENGAWAS KETUA R. SUHARTO KETUA IDIN SUDIRA. R SEKRETARIS J A E L A N I
PENGAWAS KETUA R. SUHARTO KETUA IDIN SUDIRA. R SEKRETARIS J A E L A N I
PENGAWAS KETUA R. SUHARTO KETUA IDIN SUDIRA. R SEKRETARIS J A E L A N I
SEKRETARIS J A E L A N I
SEKRETARIS J A E L A N I

SEKRETARIS

SEKRETARIS J A E L A N I
SEKRETARIS J A E L A N I
SEKRETARIS J A E L A N I
SEKRETARIS J A E L A N I
SEKRETARIS J A E L A N I
SEKRETARIS J A E L A N I
SEKRETARIS J A E L A N I
SEKRETARIS J A E L A N I
SEKRETARIS J A E L A N I

J A E L A N I

SEKRETARIS J A E L A N I
SEKRETARIS J A E L A N I
SEKRETARIS J A E L A N I
SEKRETARIS J A E L A N I BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN ANGGOTA IDING SUDIANA
SEKRETARIS J A E L A N I BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN ANGGOTA IDING SUDIANA
SEKRETARIS J A E L A N I BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN ANGGOTA IDING SUDIANA
BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN
BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN
BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN
BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN
BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN
BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN
BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN
BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN
BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN
BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN

BENDAHARA

BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN

WAWAN PUDIAWAN

BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN
BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN
BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN
SEKRETARIS J A E L A N I BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN ANGGOTA IDING SUDIANA
SEKRETARIS J A E L A N I BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN ANGGOTA IDING SUDIANA
SEKRETARIS J A E L A N I BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN ANGGOTA IDING SUDIANA
SEKRETARIS J A E L A N I BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN ANGGOTA IDING SUDIANA
ANGGOTA IDING SUDIANA
ANGGOTA IDING SUDIANA

ANGGOTA

ANGGOTA IDING SUDIANA

IDING SUDIANA

ANGGOTA IDING SUDIANA
ANGGOTA IDING SUDIANA
ANGGOTA IDING SUDIANA
ANGGOTA IDING SUDIANA
ANGGOTA IDING SUDIANA
ANGGOTA IDING SUDIANA
ANGGOTA IDING SUDIANA
ANGGOTA IDING SUDIANA
ANGGOTA IDING SUDIANA
ANGGOTA IDING SUDIANA
ANGGOTA IDING SUDIANA
SEKRETARIS J A E L A N I BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN ANGGOTA IDING SUDIANA
SEKRETARIS J A E L A N I BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN ANGGOTA IDING SUDIANA
IDIN SUDIRA. R SEKRETARIS J A E L A N I BENDAHARA WAWAN PUDIAWAN ANGGOTA IDING

A N G G O T A

II. KEANGGOTAAN

Selama tahun buku 2007, keanggotaan Koperasi WAPESKA Stasiun KA Besar Bandung, terjadi perubahan jumlah anggota baik pengurangan maupun penambahan. Hal ini terjadi karena faktor-faktor sebagai berikut:

1.

Penambahan:

Penambahan anggota Koperasi WAPESKA terjadi karena penambahan anggota baru dan susulan dari yang sebelumnya tidak masuk menjadi anggota serta penetapan calon anggota menjadi anggoota, adanya penambahan anggota non pedagang, diantaranya pegawai PNS, TNI/POLRI, BUMN, Swasta dan wiraswasta mandiri, serta mitra usaha.

2. Pengurangan

Pengurangan anggota Koperasi WAPESKA terjadi karena perpindahan tempat tinggal, tempat usaha dan pegawai karena mutasi (pindah bagian).

Sesuai dengan Undang – Undang No. 25 tahun 1992, bahwa menjadi anggota koperasi adalah harus secara sukarela atas kehendak sendiri si anggota, tidak merasa terpaksa atau dipaksa oleh pihak manapun juga. Begitu pula halnya dengan anggota Koperasi WAPESKA, yang dengan sukarela masuk menjadi anggota.

TAHUN

JUMLAH

MUTASI

JUMLAH

AKHIR

BUKU

AWAL

PENAMBAH

PENGURANGAN

2006 52

 

0

9

43

2007 43

 

4

0

47

III. PENGAWAS

Dalam tahun buku 2007, struktur organisasi kelompok bidang pengawasan Koperasi WAPESKA Stasiun KA Besar Bandung, terjadi perubahan total, yang mana perubahan tersebut berdasarkan pergantian kepengurusan dan pengawas rutin tiap periode 3 tahun sekali. Dalam tahun buku 2007 tersebut, masa periode pengawas lama digantikan oleh pengawas baru dan pengesahannya berdasarkan rapat anggota tertanggal 09 Juli 2007, dituangkan dalam berita acara rapat, menetapkan dan mengangkat pengawas periode tahun 2007 s/d tahun 2010 , dengan susunan sebagai berikut :

PENGAWAS PERIODE 2007 S/D 2010

1. K e t u a

2. Anggota

: IDIN SUDIRA RARBITA

: IDING SUDIANA

Sesuai dengan pungsi dan tugasnya yang tercantum dalam Undang – Undang No. 25 tahun 1992 (perkoperasian ) Bab. VI ayat 38 s/d ayat 40 (bagian ke empat),

adalah berpungsi sebagai pengawas kegiatan koperasi, baik intern maupun extern. Disamping itu sebagai alat kelengkapan pertanggung jawaban pengawas adalah membuat laporan hasil pemeriksaan kepada anggota yang disampaikan pada pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

KEORGANISASIAN

I. PEMBINAAN

Dalam melaksanakan pungsinya agar tetap ada dalam koridor hukum dan perundang-undangan serta AD/ART, Koperasi WAPESKA mendapat pembinaan yang secara aktif dilakukan oleh :

1. Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Jawa Barat

2. Dinas Koperasi, UKM & Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung

3. Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) Kota Bandung

4. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) DAOP 2 Bandung Unit Stasiun Besar Bandung.

Dengan upaya pembinaan dari intansi tersebut, Koperasi WAPESKA akan selalu eksis menjalankan pungsinya sebagai badan usaha Koperasi berkomitemen menuju arah sejahtera tetap berjalan sesuai dengan aturan yang ada.

II. PENGADAAN BARANG

Dalam upaya memenuhi kebutuhan barang dagang unit niaga, saat ini Koperasi WAPESKA melakukan kerjasama dengan Toko SIEM Jl. Ciumbuleuit – Bandung sebagai distribusi utama, dibantu oleh distribusi pendamping yaitu penyedia barang berupa produsen, distributor dan agen produk tertentu yang produknya tidak tersedia di Toko SIEM.

Pengadaan barang masih mempergunakan azas prioritas sesuai dengan kemampuan modal yang tersedia, begitu pula dengan pelayanan terhadap anggota, yang pada legalitasnya koperasi belum dapat memberikan kredit melebihi dua hari, mengingat permodalan usaha yang belum memungkinkan.

Pengadaan barang dagang (Niaga), diupayakan dapat memenuhi kebutuhan anggota, terutama pada hari libur Nasional dan hari besar keagamaan, yang mana pada waktu tersebut permintaan jumlah barang cukup meningkat. Untuk dapat tercapainya upaya pemenuhan kebutuhan barang dagang, koperasi WAPESKA jauh- jauh hari sudah mempersiapkan sesuai dengan kemampuan.

III. LAYANAN UNIT SIMPAN PINJAM (USP)

Untuk sementara waktu sampai dengan keadaan yang memungkinkan, USP baru sebatas layanan dalam bidang simpanan anggota (simpanan suka rela). Dimana pengurus menghimpun dana tabungan anggota untuk selanjutnya dibukukan sebagai modal cadangan.

Untuk bidang pinjaman ke anggota, sampai saat ini belum dapat dilaksanakan mengingat keterbatasan permodalan. Walaupun demikian, pengurus selalu berusaha

mengupayakan adanya bantuan dana permodalan dari pihak lain, sehingga tercapai keseimbangan antara simpanan dan pinjaman.

Apabila USP sudah mulai berjalan, maka prioritas pemberian pinjaman akan ditekankan terlebih dahulu kepada kebutuhan-kebutuhan yang sangat mendasar, diantaranya: perawatan / Opname / pengobatan, kebutuhan biaya anak sekolah, kontrak rumah, dan renovasi rumah.

IV. LAYANAN MENGKOORDINIR SEWA ANGGOTA

Adalah salah satu tugas pokok pengurus dalam hal mengkoordinir sewaan anggota terhadap PT.KAI DAOP 2 Bandung, yang mana dalam perjalannya diupayakan untuk dapat mencapai keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaran serta target pembayaran. Dalam hal ini tentunya disesuaikan dengan tingkat rutinitas anggota dalam berjualan, sehingga dalam setiap akhir bulan, seluruh kewajiban sewa dari anggota bisa diselesaikan.

V. TEROBOSAN-TEROBOSAN

Dalam upaya menghimpun dana permodalan, koperasi berusaha mencari celah untuk dapat mengupayakan timbulnya dana permodalan, baik menggali potensi koperasi itu sendiri, maupun berupaya mencari pinjaman dan bantuan modal dari pihak lain. Sampai dengan saat ini banyak upaya yang telah ditempuh, akan tetapi belum menunjukan hasilnya.

Upaya yang saat ini dalam perencanaan untuk di lakukan adalah berupa kerjasama kemitraan dengan BUMN/BUMS dalam program PKBL, Pinjaman ke pihak lain atau Bank, dan kerjasama usaha dengan koperasi lain.

VI. KERJASAMA USAHA

Sampai dengan saat ini pengurus dalam melakukan kerjasama usaha dengan mitra usaha, baru sebatas kerjasama dalam bidang perdagangan. Bidang-bidang lain yang merupakan potensi Koperasi WAPESKA akan dupayakan pada tahun buku berikutnya. Bidang – bidang yang berpotensi untuk dikembangkan dan menjalin kerjasama dengan pihak lain adalah, periklanan dan promosi serta pemantapan bidang penjualan.

VII. DANA SOSIAL

Sesuai dengan kemampuan berdasarkan ART yang telah berjalan sambil menunggu perubahan ART yang sedang dirancang, maka pemberian bantuan sosial untuk anggota dan keluarga ditentukan sebagai berikut :

1.

KEMATIAN:

a. Untuk anggota

Rp. 500.000,-

b. Untuk suami / istri anggota

Rp. 250.000,-

2.

PERAWATAN OPNAME:

a. Untuk anggota

Rp. 150.000,-

b. Untuk suami / istri anggota

Rp. 100.000,-

c. Untuk anak anggota

Rp. 100.000,-

Dalam katagori perawatan yang mendapatkan bantuan disini adalah anggota/istri/suami/anak yang menderita sakit keras atau kecelakaan, sehingga mengharuskan untuk diopname (Rawat Inap) minimal tiga hari di rumah sakit. Diluar dari ketentuan tersebut koperasi belum mampu untuk mengambil kebijakan, mengingat keadaan.

BIDANG USAHA

I. UNIT PERTOKOAN ( NIAGA )

Unit pertokoan ( Niaga ) adalah unit usaha Koperasi WAPESKA yang saat ini menjadi unit usaha unggulan, dimana unit tersebut merupakan penyumbang kontribusi terbesar terhadap koperasi. Unit pertokoan (Niaga) akan mendapat perhatian dan prioritas untuk dijadikan salah satu potensi usaha yang akan dikembangkan, baik segi kulaitas layanan, maupun kuantitas barang jenis dan varian.

Besarnya animo anggota yang mendapat pelayanan dari unit pertokoan (Niaga), keberadaannya sangat dirasakan manfaatnya, dimana penjualan barangnya setara dengan harga di luar koperasi, bahkan ada kecendrungan lebih murah dari harga diluar.

Oleh sebab itu, Koperasi lebih menitik beratkan kepada aspek layanan dari pada aspek keuntungan pinansial. Atas layanan prima tersebut, Koperasi berusaha terus mempertahankan harga jual tetap setabil, dan pelayanan yang memuaskan.

II. UNIT SIMPAN PINJAM ( USP )

Usaha ini memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan seiring bertambahnya modal usaha yang dapat dihimpun oleh Koperasi, walaupun pada saat ini hanya sebatas penerimaan simpanan, belum memberikan layanan pinjaman.

Dilihat dari potensi yang sebelumnya berjalan, unit USP menduduki unti usaha peringkat kedua setelah pertokoan (Niaga). Melihat sejarahnya, Koperasi bisa mengoptimalkan layanan seiring dengan perkembangan usaha pendamping.

Secara prosedural yang berlaku di Koperasi WAPESKA, maka tata cara pelaksanaan unit USP diatur tersendiri dalam aturan khusu Koperasi WAPESKA.

Untuk operasionalnya dan penyajian laporan keuangan selanjutnya dari unit ini, akan dipisah dari unit-unit yang lain, dimana dalam Neraca dan Laba/Ruginya disajikan tersendiri, tidak digabung dengan unit lainnya. Ini diterapkan untuk

mempermudah dalam pelayanan dan evaluasi peningkatannya, sehingga pada akhirnya dalam hal layanan setara dengan layanan perbankkan.

III. UNIT SEWA

Unit ini berpungsi sebagai koordinator penerimaan uang sewa ke PT.KAI DAOP 2 Bandung, yang sebelumnya diolah terlebih dahulu oleh koperasi, sehingga dalam pelaksanaanya terjadi keseimbangan antara penerimaan dengan pengeluaran.

Anggota yang mendapat layanan unit ini adalah para pemilik Roda/Rombong dan kios-kios di dalam Stasiun Kereta Api Besar Bandung.

IV. UNIT-USAHA DALAM PERENCANAAN & PENJAJAKAN

a. Penyaluran sembako bagi anggota dan masyarakat umum.

b. Perdagangan umum, leveransir.

c. Idustri kerajinan, industri makanan, industri produksi sandang dan pangan.

d. Wartel, Warnet, Poto Copy, Percetakan, desain grafic, jasa pengetikan.

e. Catering, even organizer, penyedia jasa cleaning service, dan pengemanan.

f. Angkutan umum (bis, angkot, angkutan barang), travel, biro jasa umum

g. Kerjasama usaha lain dengan pemerintah, BUMN/BUMS, Swasta dan Koperasi lain.

h. Penyalur bahan bakar gas elpiji, minyak tanah dan breket batu bara.

i. Jasa pembayaran rekening On Line PDAM, PLN, TELKOM dan lain- lain.

K E U A N G A N

I. ADMINISTRASI KEUANGAN

Sampai dengan tahun buku 2007, Koperasi WAPESKA masih mempergunakan system pembukuan biasa, belum mempergunakan system akuntansi dan perhitungan modern. Hal ini mengingat keterbatasan alat penunjang (Komputer, Soft Ware/Hard Ware), dan keterbatasan kemampuan SDM yang dimiliki.

Adapun langkah dalam memperkenalkan system akuntansi dan perhitungan modern, sedikit demi sedikit telah diperkenalkan dan pelaksanaanya menunggu situsi yang memungkinkan.

Sistem yang pernah di uji cobakan adalah system komputerisasi akuntansi terpusat, melalui jaringan komputer Line Area Nett work (LAN), dimana dari seluruh unit yang dioperasikan datanya akan langsung dioleh secara otomatis oleh komputer induk (SERVER). Akan tetapi hal tersebut tidak berjalan dengan terus menerus, mengingat kurangnya perankat pendukung auto record (BAR CODE), space komputer dan prankat penunjang lainnya.

Pada masa yang akan datang system demikian akan diterapkan di Koperasi WAPESKA, seiring dengan pendanaan yang memadai.

II.

PERMODALAN

Dalam permodalan Koperasi WAPESKA dapat diuraikan dalam LAPORAN KEUANGAN dan LABA / RUGI serta lampran pendukung, yang tersaji sebagai berikut :

DATA KEUANGAN DIRAHASIAHKAN

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

I. FAKTOR YANG MENUNJANG

a. Adanya bimbingan dan binaan dari intansi terkait ( PT. KAI Daop 2 Bandung, KSB Stasiun KA Besar Bandung, DEKOPIN Kota Bandung, Dinas Koperasi, UKM & Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung, serta Pemerintah Daerah Kota Bandung ).

b. Mandat penuh dari anggota dan ketua pengurus kepada staf dan karyawan dalam menjalankan operasional Koperasi WAPESKA.

c. Peralatan yang masih dapat dipergunakan dan dioperasikan secara optimal, sehingga dalam penambahan peralatan yang baru bisa diminimalisir.

d. Terjalinya kerjasama yang baik antara pengurus dan anggota serta pihak-pihak lain, sehingga jalinan koordinasi berjalan dengan lancar.

II. FAKTOR YANG MENGHAMBAT

a. Kurangnya personil yang ada dalam mendukung operasional sehari-hari, sehingga langkah-langkah pekerjaan yang dijalankan kurang maksimal.

b. Lemahnya partisifasi anggota dalam mendukung usaha koperasi WAPESKA, sehingga menjadikan hambatan untuk kemajuan operasional usaha.

c. Sarana dan prasarana Infra struktur yang sudah habis masa pakai (Kurang Layak), sehingga mempersulit dan menghambat operasional, terutama dalam hal membengkaknya biaya perawatan.

KESIMPULAN

a. Pada dasarnya dengan kemampuan dan pasilitas yang sangat terbatas, Koperasi WAPESKA berusaha untuk dapat memenuhi pelayanan kepada anggota dan masyarakat umum.

b. Dengan usaha dan kemauan yang keras, berlandaskan kerjasama dan koordinasi dengan baik, Koperasi WAPESKA optimis dapat mencapai kemajuan dan kemakmuran bersama, sehingga apa yang dicita-citakan dapat tercapai.

c. Kepercayaan terhadap kemampuan sendiri adalah modal dasar dalam mencapai tujuan bersama.

PENUTUP

Demikian laporan pertanggung jawaban pengurus Koperasi WAPESKA Periode / Tahun buku 2007 ini kami sampaikan kepada anggota dan pihak terkait, untuk diketahui, dikaji dan dikoreksi, juga sebagai landasan dasar tolak ukur perkembangan Koperasi WAPESKA dimasa – masa mendatang.

K e t u a

R. SUHARTO

Bandung, Januari 2008

Pengurus Koperasi WAPESKA Stasiun KA Besar Bandung

Sekretaris

J A E L A N I

Bendahara

WAWAN PUDIAWAN

RANCANGAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PENDAPATAN BELANJA KOPERASI WAPESKA STASIUN KA BESAR BANDUNG TAHUN BUKU 2008

I.

PENDAHULUAN

Prediksi pada tahun buku 2008 yang akan kita lalui, kita dihadapkan kepada kondisi ekonomi secara nasional mengalami keterpurukan, terutama dalam menyikapi kebijakan pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan, kebijakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tentunya diikuti oleh kenaikan sektor-sektor lain terutama sembilan bahan pokok (SEMBAKO), kondisi moneter yang kurang setabil. Hal tersebut sedikit banyaknya akan sangat mempengaruhi terhadap perjalanan operasional Koperasi WAPESKA.

Hanya sifat keyakinan terhadap diri sendirilah yang akan menguatkan tekad kita bahwa apapun yang terjadi akan kita hadapi bersama. Oleh sebab itu sipat persatuan dan kegotong royongan adalah mutlak diperlukan untuk memacu usaha Koperasi WAPESKA pada tahun-tahun mendatang.

Mengingat akan hal tersebut, kita akan mengupayakan agar potensi usaha yang kita miliki dioptimalkan dalam pengoperasiannya, sehingga laju pertumbuhan usaha koperasi dapat dicapai dengan tekad dan kerja keras.

II. BIDANG USAHA, MANAGEMEN DAN ADMINISTRASI

1. Memantapkan kelembagaan dan penerapan aturan-aturan yang telah disepakati, sambil mengoreksi aturan-aturan yang telah jadi, sehingga relepansi atas penerapannya dan pelaksanaanya tidak berbenturan dengan ketentuan- ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

2. Untuk personil yang saat ini ada akan terus dibina dan dididik agar menjadi Sumberdaya Manusia (SDM) yang disiplin, cerdas, berkemampuan tinggi dan propesional.

3. Apabila memungkinkan, Koperasi WAPESKA akan menambah personil baik Pengurus, Staff dan karyawan lapangan, agar dalam menggali potensi yang dimiliki dapat secara optimal. Tentunya rekrutmen akan lebih selektif dengan prosedur dan mekanisme yang benar-benar propesional.

4. Prosedur dan mekanisme kerja menerapkan system standard pelaksanaan operasional baku yang benar-benar prosedural dan propesional. Hal ini dianggarkan agar tahapan-demi tahapan dapat tercapai sesuai dengan target yang ditentukan.

5.

Pasilitas Inventaris dan Infra Struktur secara bertahap diperbaharui, untuk kemudahan dan kenyamanan kerja dan pelayanan terhadap anggota dan masyarakat konsumen. Tahap awal dengan merenovasi pasilitas yang dimiliki, serta memaksimalkan pungsi ruang yang tersedia.

6.

Teknologi informasi yang berhubungan dengan keadministrasian dan pelayanan (Komputerisasi, Telekomunikasi, scurity system) akan secara bertahap diperkenalkan, sehingga kecepatan proses data yang selama ini menjadi hambatan operasional akan terrealisasi.

7.

Metode dalam sosialisasi program terhadap anggota ( Pendidikan, Informasi, penyuluhan, dan even ) akan dikaji, agar dalam pelaksanaannya benar-benar efektif dan efisien, sehingga anggota dalam menerima informasi program Koperasi WAPESKA benar-benar mengerti dan memahami.

8.

Sistem pembinaan kadernisasi akan secara bertahap diterapkan, dimana anggota yang memiliki potensi SDM yang memadai akan dilibatkan dalam program-program pendidikan diantaranya diikut sertakan dalam peogram pendidikan dari pemerintah dan dewan.

9.

Membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara pengurus dengan anggota, anggota dengan anggota, dan dengan pihak-pihak terkait, sehingga jalinan keterbukaan, kebersamaan dan koordinasi dapat tercapai dengan baik. Disamping itu potensi aspirasi yang dimiliki oleh anggota benar-benar tersalurkan sehingga budaya demokrasi dalam Koperasi tertanam di Koperasi WAPESKA.

10.

Membina, memelihara dan mendukung potensi Hobi anggota yang diantaranya:

Olahraga, Kesenian, Keterampilan, dan hobi-hobi lain yang bersipat positip untuk mengisi ruang waktu senggang.

11.

Upaya memantafkan segala sector yang telah berjalan, serta menggali potensi yang dimiliki secara bertahap sesuai kemampuan adalah prinsif kerja pengurus di tahun buku 2008.

III.

SUBER DANA

Penggalian sumber dana (modal) dalam tahun 2008 bersumber dari potensi :

1. Kredit PERBANKAN / Koperasi lain.

2. Kerjasama kemitraan dengan BUMN/BUMS/Pihak ketiga dalam program PKBL dan program lainnya.

3. Hibah atau bantuan pemerintah dan pihak lain

4. Modal sendiri berupa simpanan anggota dan simpanan umum

5. Pemanpaatan dana cadangan dari usaha yang sedang berjalan.

IV.

UNIT USAHA

1.

Dalam tahun buku 2008, Koperasi WAPESKA belum berencana membuka unit usaha baru, hal ini dimaksudkan agar unit usaha yang telah ada dapat disempurnakan secara totalitas, sehingga kelemahan-kelemahan dari unit usaha yang telah ada akan distabilkan untuk kemantapan dan kesempurnaan usaha koperasi, sehingga selanjutnya hal ini akan dijadikan tolak ukur dalam pengembangan usaha selanjutnya.

2.

Yang tentunya akan menjadi pokok penyempurnaan adalah unit usaha simpan pinjam (USP), baik prosedur, mekanisme dan kedministarsiannya akan disempurnakan, dan menuju kesetaraan prosedural PERBANKAN.

3.

Utuk Unit Niaga, Koperasi WAPESKA akan memantapkan bidang pelayanan dan penyediaan barang serta penyempurnaan prosedural dan mekanisme pelayanan terhadap anggota dan umum, sehingga unit ini benar-benar menjadi kontribusi unggulan terhadap usaha Koperasi.

V.

SOSIAL

1. Bidang Sosial dirasakan cukup stabil, dan dimungkinkan dilakukan upaya-upaya pemantapan dan pengutamaan bagi anggota Koperasi WAPESKA sendiri. Untuk upaya keluar bisa dimungkinkan apabila keadaan yang memungkinkan.

2. Anggota Suami atau istri anggota dan anak anggota di berikan dana kematian:

anggota

Rp

500,000.-

Isteri atau suami dan anak anggota

Rp

250,000.-

3. Anggota Suami atau istri anggota dan anak anggota di berikan dana perawatan

rumah sakit (Opname) apabila rawat inap lebih dari 3 hari dan diberikan dalam satu kali periode perawatan sebagai berikut :

anggota

Rp

150.000,-

Isteri atau suami dan anak anggota

Rp

100.000,-

VI. ANGGAARAN PENDAPATAN DAN BELANJA

Berdasarkan analisa anggran dan pendapatan belanja sebelumnya yaitu tahun buku 2007, ditambah rasio pengikatan usaha dan modal serta kemungkinan – kemingkinan lain. Selanjutnya direlisasikan dalam bentuk anggaran, maka didapat perkiraan anggaran dan pendapatan untuk tahun 2008 yang terurai sebagai berikut:

VII. LAIN – LAIN

1. Dalam upaya menggairahkan dan memacu Partisifasi anggota dan konsumen, Koperasi menyelenggarakan even-even Olahraga, hiburan dan undian, yang akan bekerjasama dengan sponsor dan donatur serta Mitra usaha.

2. Bagi anggota yang dalam partisipasinya terhadap koperasi memiliki prestasi diatas rata-rata, baik pada UNIT SEWA, UNIT USP, dan UNIT NIAGA atau bidang-bidang lain yang menyangkut keteladanan sehingga anggota lain dapat mencontoh dan membangkitkan Partisifasi positip terhadap koperasi, maka kepada mereka diberikan penghargaan dan hadiah yang besarnya ditentukan kemudian dalam kesempatan khusus dihadapan umum.

VIII.

PENUTUP

Demikian Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Koperasi WAPESKA Stasiun KA Besar Bandung yang akan kita hadapi pada Tahun 2008 ini, semoga saja target kerja dan perjalanan operasional sesuai dengan harapan yang cita-citakan. Tentunya semua itu menuntut keseriusan dalam pelaksanaannya, terutama jalinan kerjasama dan koordinasi yang baik yang dapat menjembatanai antara aspirasi dengan realisasi yang relistis, obyektif penuh tangung jawab.

Tanpa kesunguhan dan kemauan serta dukungan partisipasi dari Stick Holder yang kita miliki mana mungkin rencana yang baik ini dapat terwujud.

Semoga saja kita semua diberikan kekuatan untuk melakukan tugas mulia ini membangun sebuah cita-cita luhur, merubah keadaan menjadi lebih baik dan sejahtera untuk semua dengan dimulai dari itikad diri kita sendiri.

Wasalammu’alaikum Wr Wb

Bandung, Januari 2008

Pengurus Koperasi WAPESKA Stasiun KA Besar Bandung

K e t u a

Sekretaris

Bendahara

R. SUHARTO

J A E L A N I

WAWAN PUDIAWAN

LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN

PENGAWAS

KOPERASI WAPESKA STASIUN KA BESAR BANDUNG

I. PENDAHULUAN

Berdasarkan Undang-Undang No. 25 Tahun 1992, Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), tentang hak, tugas dan wewenang Pengawas, menyampaikan hal-hal yang berkenaan dengan pemeriksaan yang menyangkut bidang-bidang sebagai berikut:

1. Bidang Organisasi

2. Bidang Managemen

3. Bidang Administrasi

4. Bidang Keuangan

5. Bidang Umum yang mendukung operasional Koperasi Wapeska

Dari

bab penjelasa.

pemeriksaan tersebut, ditemukan hal-hal secara lengkap yang terurai dalam

II. U M U M

1. Pemeriksaan dalam periode kepengurusan tahun 2007 ( dari 13 Juni 2007 s/d 31 Desember 2007) dilaksanakan selama 10 hari dari tanggal: 16 April 2008 sampai dengan 25 April 2008, bertempat di kantor Koperasi WAPESKA Stasiun KA Besar Bandung.

2. Bidang dan sub bidang yang diperiksa :

a. Organisasi

b. Managemen

c. Administrasi

d. Keuangan

e. Umum

3. Jumlah yang menghadiri dalam pemeriksaan tersebut terdiri dari :

a. Pengawas

2 Orang

b. Pengurus

3 Orang

III. PENILAIAN DARI SEGI MANAGEMEN

1. Sistem operasional perjalanan organisasi secara umum dinilai cukup baik

2. Sistem perjalanan kepengurusan dalam menjalankan pungsinya secara umum cukup baik dan memiliki kecendrungan akan kemajuan dalam pengendalian organisasi kedepan. Pada kesimpulannya dinilai memiliki intregritas kearah kesetabilan usaha dan harapan kedepan lebih baik.

3.

Bidang Administrasi dinilai memadai, dan penataannya cukup baik, akan tetapi masih diperlukan upaya peningkatan pasilitas penunjang untuk menyempurnakan bidang keadministrasian

4. Bidang keuangan, dinilai cukup baik, dan diharapkan dalam pengelolaan keuangan kedepan dapat minimal dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga system pengendalian keunagan yang selama ini cukup epektif, dapat distabilkan baik dari segi ketelitian, penghematan anggaran dan efektifitas penggunaan anggaran.

5. Penilaian secara khusus dalam bidang indipidu kepengurusan dalam segi disiplin dan episiensi penggunaan waktu kerja masih lemah, dimana pemanpaatan waktu kerja tidak dipergunakan sebagaimana mestinya.

6. Partisipasi anggota dalam menunjang kemajuan organisasi dirasakan masih lemah, baik dari segi loyalitas (kesetiaan), kerjasama, pembelanjaan, menabung, dan rutinitas dalam memenuhi kewajiban keuangan. Sehingga boleh dikatakan hambatan dalam upaya memajukan organisasi dan usaha.

IV. SARAN , PESAN, KRITIK BAGI PENGURUS DAN ANGGOTA

1. Pertahankan sifat kejujuran dan tingkatkan dalam hal kedisiplinan pada waktu jam kerja.

2. Harus selalu koordinasi yang lebih jeli dan teliti lagi terhadap sesama pengurus dalam hal-hal yang timbul ( baik dengan pengurus, karyawan, maupun anggot).

3. Harus bekerja keras lagi bahu membahu mengusahakan pendapatan per anggota ( penempatan titik rombong atau pun kerjasama dengan sesama mintra).

4. Perhatikan tentang keberadaan di lapangan jangan sampai menemukan baik penempatan rombong (buka/tutup) seragam maupun hal-hal yang berhubungan dengan perkereta apian ( bancik, kebersihan) Dll.

5. Selalu sopan santun terhadap keluarga besar Kop. WAPESKA, intansi terkait, maupun masyarakat luas.

6. Khusus untuk anggota, diharafkan dapat kembali membina hubungan kebersamaan sesama anggota dan pengurus, loyalitas (kesetiaan) terhadap organisasi ditingkatkan dan terutama dalam hal memenuhi segala kewajiban yang menjadi tanggung jawab anggota dapat dengan rutin diselesaikan, sehingga intregritas dan kesinambungan dalam organisasi bisa tercapai. Sebagai catatan bahwa dalam organisasi koperasi, peran serta anggota sangat menentukan maju dan mundurnya usaha koperasi.

V. LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ADMINISTRASI KEUANGAN

1. Pengawas Koperasi WAPESKA Stasiun KA Besar Bandung, telah mengaudit LAPORAN KEUANGAN Koperasi wapeska yang kemudian diterbitkan oleh pengurus dalam bentuk laporan LABA-RUGI UNIT SEWA, USIPA dan NIAGA, serta NERACA GABUNGAN yang telah ibu / bapak anggota Kop. WAPESKA terima. Dalam hasil audit BP sama persis dengan apa yang diterbitkan oleh pengurus.

Demikian laporan ini kami buat dengan keadaan yang sesungguhnya, segala kritik dan saran, kami senantiasa akan memberikan penjelasan kepada pihak terkait.

K e t

u a

IDIN SUDIRA RARBITA

Bandung, 26 April 2008

Pengawas Koperasi WAPESKA Stasiun KA Besar Bandung

anggota

IDING SUDIANA