Anda di halaman 1dari 20

1

BAB III
MOTODE

A. Prosedur

Dalam hal ini penulis mengambil dua kegiatan dengan semangat Yes we
can” yang terukur keberhasilannya yaitu pertama mengukur sejauh mana
efektifitas motto “Yes we can” dalam meningkatkan semangat kerja yaitu
dengan menyebar instrument kepada respoden. Yang menjadi responden adalah
tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. . kedua Melakukan tes awal untuk
mengetahui kemampuan guru dalam menggunakan teknologi pembelajaran.
Dan melakukan tes akhir untuk mengetahui kondisi akhir setelah In house
traning.

B. Instrumen

Berikut ini instrument yang digunakan untuk mengukur efektivitas


penggunaan motto, dan mengevaluasi keberhasilan in house training yang telah
dilaksanakan sebagai berikut;

1. Instrumen Moto “YES WE CAN”

Pengukuran yang dilakukan untuk melihat efektivitas penggunaan moto


YES WE CAN sebagai berikut:

Instrumen Pengukuran Penggunaan Moto “YES WE CAN”

Nama :

Mata Pelajaran :

Status : PNS/NON PNS

Tanggal :

Tabel 1 Instrumen Pengukuran


No Pertanyaan Pilihan Jawaban
Apakah anda mudah memahami moto Tidak Kadang-
1 Sering
YES WE CAN pernah kadang
2 Apakah anda bisa dalam Tidak Kadang- Sering
2

No Pertanyaan Pilihan Jawaban


merealisasikan intisari dari moto YES
pernah kadang
WE CAN
Menurut anda moto YES WE CAN Tidak Kadang-
3 Sering
memiliki dampak bagi etos kerja pernah kadang
Menurut anda apakah etos kerja
Tidak Kadang-
4 berpengaruh dalam program kerja Sering
pernah kadang
SMP Negeri 1 Tembilahan

2. Instrumen In House Training (IHT)

Instrumen yang digunakan untuk untuk mengukur kemampuan dalam


penguasaan guru dalam penggunaan teknologi dalam mendukung proses
pembelajaran secara daring ialah. Berikut instumen yang kami gunakan:

Instrumen Pengukuran Tingkat Kemampuan Guru Dalam Peningkatan


Penggunaaan Teknologi Dalam Pelajaran

Nama :

Mata Pelajaran :

Status : PNS/NON PNS

Tanggal :

Tabel 2 Instrumen Pengukuran IHT


No Pertanyaan Pilihan Jawaban
Apakah anda membuat bahan ajar Tidak Kadang-
1 Sering
menggunakan Laptop/Smart Phone pernah kadang
Apakah anda membuat sumber ajar
Tidak Kadang-
2 dengan memanfaatkan teknologi Sering
pernah kadang
terbaru
Apakah anda mengikuti webminar
Tidak Kadang-
3 pendidikan untuk meningkatkan soft Sering
pernah kadang
skill dan hard skill
Apakah anda mudah dalam menerima Tidak Kadang-
4 Sering
kemajuan teknologi pendidikan pernah kadang
Apakah anda sering berdikusi dengan
Tidak Kadang-
5 teman sejawat dalam masalah Sering
pernah kadang
teknologi pendidikan
6 Apakah anda sering membaca artikel Tidak Kadang- Sering
mengenai kemajuan teknologi pernah kadang
3

No Pertanyaan Pilihan Jawaban


pendidikan
Apakah anda menonton video di
youtube untuk meningkatkan Tidak Kadang-
7 Sering
pengetahuan tentang teknologi pernah kadang
pendidikan

Instumen di atas digunakan untuk mengukur sejauh mana tingkat


penguasaan guru terhadap teknologi pembelajaran dan mengukur soft skill guru
secara umum. Kemudian dijadikan sebagai dasar mengambil kebijakan
kedepannya.

BAB IV
4

HASIL PEMBAHASAN

A. Penyajian dan Analisis Data

1. Analisis Data Moto YES WE CAN

Berikut analisis data dari instrument untuk melihat sejauh mana dampak
positif dari penggunaan moto YES WE CAN:

Gambar 1. Analisis dari Efektivitas Menggunaan Moto YES WE CAN

Tingkat Efektivitas Penggunaan Moto YES WE CAN

Sulit Untuk Direalisasikan


Mungkin Bisa Untuk
Direalisasikan
Mudah Untuk Direalisasikan

Dapat disimpulkan dari hasil analisis data menunjukan lebih dari


setengah lebih guru mengatakan mudah untuk merealisasikan moto “YES WE
CAN”.

2. Analisis Data IHT


5

Maka dilakukan pengukuran sebelum dilakukan beberapa kali In House


Training (IHT) dalam peningkatan penguasaan teknologi pembelajaran sebagai
berikut:

1. Pre-test

Pengukuran awal yang dilakukan untuk melihat sejauh mana


penguasaan teknologi pembelajaran oleh guru;

Gambar 2. Hasil Pengukuran Pre- test

Hasil Pengukuran Pre-test

Kelompok Guru yang Sama


Sekali Tidak Menguasai
Teknologi
Kelompok Guru yang
Menguasai Teknologi dan
Perlu Pendampingan
Kelompok Guru yang
Terampil dalam Penguasaan
Teknologi

Berdasrkan hasil pengukuran sebelum dilakukan pelatihan/IHT maka


ada kelompok guru yang sama sekali tidak menguasai teknologi pembelajaran
ada 3 orang, yang sedikit menguasai tetapi harus dibimbing ada 20 orang, dan
yang menguasai teknologi dengan baik ada 42 orang. Berdasarkan hasil
pengukuran maka perlu dilakukan pelatihan/IHT untuk meningkatkan
penguasaan teknologi pembelajaran untuk teman teman guru yang sama sekali
tidak menguasai dan yang perlu bimbingan.
6

2. Post-test
Setelah dilakukan pelatihan/IHT kepada guru untuk meningkatkan
penguasaan teknologi maka dapat dilihat dari diagram dibawah ini:

Gambar 3. Hasil Post-test

Hasil Pengukuran Post-test

Kelompok Guru yang Sama


Sekali Tidak Menguasai
Teknologi
Kelompok Guru yang
Mengusai Teknologi dan
Pendampingan
Kelompok Guru yang
Terampil dalam Penguasan
Teknologi

Berdasarkan hasil pengukuran setelah dilakukan pelatihan/IHT maka


didapat peningkatan terlihat dari data di berikan oleh hasil kelompok guru yang
tidak menguasai teknologi pendidikan pada nilai 0 orang, guru yang relatife
menguasai teknologi dan harus ada pendampingan ada 5 orang, dan yang
menguasai taknologi pendidikan 60 orang. Maka dapat simpulkan adanya
peningkatan yang signifikan hasil dari pelatihan/IHT.
7

BAB V
SIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan
Dengan semangat “Yes we can” SMP Negeri 1 Tembilahan telah dapat
mengembangkan beberapa program yang menjadikan sekolah ini unggul dari
sekolah lain di Kabupaten Indragiri Hilir. Beberapa program yang sudah
dilakukan antara lain 1).Komitmen untuk senantiasa mengucapkan motto "yes
we can" setiap kali kesempatan. 2)Melaksanakan In House Training secara
berkala bagi guru tentang teknologi pembelajaran. 3). Melakukan
pendampingan kepada guru guru yang relatife lambat dalam penguasaan
teknologi pembelajaran. .4). Membuat Ruangan multi fungsi bagi guru, bisa
dipergunakan untuk membuat video pembelajaran , kegiatan webinar dan
kegiatan daring lainnya. 5). Membangun website sekolah.6) Melakukan
kerjasama dengan pihak luar untuk saling bertukar informasi. Dan yang terakhir
7)membentuk Club sain preneur bagi guru dan peserta didik. Dan sekarang
sedang dikembangkan tahfiz alquran.
Diantara langkah kongrit yang sudah dilakukan diatas Pelaksanaan In
house traning dapat membantu meningkatkan kompetensi guru dalam
menggunakan teknologi pembelajaran. Hasilnya dapat dirasakan peserta didik
dalam pembelajaran. Materi ajar dikemas dalam bentuk Video atau power point.
Penilaian dilakukan melalui aplikasi penunjang. Disamping itu adanya
pengakuan dari wali murid dan masyarakat program yang dibuat oleh sekolah,
serta mendukungnya. Faktanya SMPN 1 Tembilahan lansung dikunjungi Bupati
Indragiri Hilir ingin melihat secara langsung pembelajaran yang dilakukan
8

secara daring.Tentunya nilai plus buat sekolah sebagai energi baru untuk
program berikutnya.
B. Rekomendasi

Berdasarkan simpulan diatas, maka perlu dilakukan upaya-upaya sebagai


berikut:

1. Untuk guru diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dalam mengguna


teknologi pembelajaran.

2. Untuk Kepala Sekolah perlu mensosialisasikan kegiatan dan best practice


yans dilakukan agar dapat diadopsi oleh sekolah lain.

3. Untuk Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir diharapkan memberi


dukungan dan evaluasi kepada sekolah agar dapat mengetahui kelebihan dan
kekurangan kegiatan yang dilakukan.
4. Untuk Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir diharapkan memberi dukungan
dalam bentuk bantuan sarana penunjang pembelajaran
9

DAFTAR PUSTAKA

Djafri, Novianty., dkk. 2021. Manajemen Kepemimpinan Inovatif pada


Pendidikan Anak Usia Dini dalam Perspektif Merdeka Belajar Era New
Normal. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini

Izza, Aini Zulfa., dkk. 2020. Studi Literatur: Problematika Evaluasi


Pembelajaran Dalam Mencapai Tujuan Pendidikan Di Era Merdeka Belajar.
Studi Literatur: Problematika Evaluasi Pembelajaran Dalam Mencapai Tujuan
Pendidikan Di Era Merdeka Belajar. Konferensi Ilmiah Pendidikan Universitas
Pekalongan 2020

Haryanto, H. 2020. Menelaah Pembelajaran Sastra Yang (Kembali) Belajar


Merdeka Di Era Merdeka Belajar. Konferensi Ilmiah Pendidikan Universitas
Pekalongan 2020

Sherly., dkk. 2020. Merdeka Belajar: Kajian Literatur. Konferensi


Nasional Pendidikan I

Widoyono, Aan., dkk. 2021. Implementasi Merdeka Belajar Melalui


Kampus Mengajar Perintis Di Sekolah Dasar. Metodik Didaktik.

Yamin, Muhammad., Syahrir. 2020. Pembangunan Pendidikan Merdeka


Belajar (Telaah Metode Pembelajaran). Jurnal Ilmiah Mandala Education

Brainly. 2021. Internet. https://brainly.co.id/tugas/3239089 (diakses 25-


06-2021)
10

Praktis, Komunikasi. 2021. Internet Blog.


https://www.komunikasipraktis.com/2014/12/pengertian-slogan-tagline-jargon-
moto-visi-misi.html (diakses 25-06-2021)

Wikipedia. 2021. Internet Blog. https://id.wikipedia.org/wiki/Moto


(diakses 25-06-2021)

LAMPIRAN
Photo Photo Kegiatan SMP Negeri 1 Tembilahan yang dilakukan dengan
semangat “Yes we can”.

Photo 1. Mengucapkan YES WE CAN setelah selesai berkegiatan atau


berpidato

Photo 2. Pelaksanaan IHT dalam rangka peningkatan penguasaan teknologi


dalam bidang pendidikan

Photo 3. Ruangan multimedia


11

Photo 4. Kunjungan Bupati Inhil untuk melihat secara langsung media


pembelajaran Guru
12

Photo 5. Photo kerjasama dengan Dinas Pendidikan

Photo 6. Pustaka Digital


13

Photo 7. Kegiatan club sain prenuer


14

Photo 8. Tampilan website SMPN 1 Tembilahan

Photo 9. Kegiatan EKSKUL DKV dalam Pelatihan Desain Poster


15

Photo 10. Taman literasi


16
17

Photo 11. MOU dengan SD 010 Tembilahan Hulu

Photo 12. MOU dengan ATPUSI Riau


18

Photo 13. Kunjungan Bupati meninjau Taman Literasi

Photo 14. MOU dengan SMK Labor


19

Photo 15. Kerjasama dengan Duta Rabbani

Photo 16. MOU dengan SMK Farmasi RAB


20

Photo 17. MOU dengan SD 008 Tembilahan Hulu