Anda di halaman 1dari 5

NAMA : SYILVIA

NIM : 031186711

1. Berikut ini data akuntansi PT.B

Keterangan Produk A Produk B Total


Unit yang diproduksi 200 unit 100 unit 300 unit

Biaya bahan langsung (Rp) 600.000 150.000 50.000

Biaya TK langsung (Rp) 200.000 50.000 250.000

Total biaya utama (Rp) 800.000 200.000 1.000.000

Biaya overhead pabrik : Aktivitas Aktivitas Total (Rp)

Biaya pemeliharaan mesin 4000 jam 1000 jam 250.000

Biayan penanganan bahan 400 jam 200 jam 300.000

Biaya persiapan mesin 100 jam 50 jam 450.000

total 1.000.000

Pertanyaan :

Hitunglah biaya per unit untuk kedua produk tersebut berdasar aktivitas (ABC)
2. Diketahui data perhitungan laba operasi tunai dan penyusutan sebagai berikut :
Keterangan (Rp) (%)
Penjualan 100 unit @Rp5 500 100
Biaya variabel @Rp3 300 60
Margin kontribusi 200 40
Biaya tetap tunai 80 16
Laba operasi tunai 120 24
Penyusutan 20 4
Laba operasi 100 20
Pertanyaan:
1) Hitunglah BEP!
2) Hitunglah margin of safety
3) Hitunglah shut-down point
4) Hitunglah tingkat leverage operasi
5) Serta arti dari hasil perhitungan-perhitungan tersebut
Jawaban
1. Perhitungan Pembebanan BOP model ABC
1. Pemeliharaan mesin
Pemeliharaan = Total biaya/jumlah jam
= Rp 250.000 / 5000
= Rp 50
Produk A = Rp 50 x 4000 jam
= Rp 200,000
Produk B = Rp 50 x 1000
= Rp 50,000

2. Penanganan Bahan
Penanganan = Total Biaya/Jumlah jam
= Rp 300.000/600
= Rp 500
Produk A = Rp 500 x 400 jam
= Rp 200,000
Produk B = Rp 500 x 200 jam
= Rp 100,000

3. Persiapan Mesin
Persiapan = Total Biaya/jumlah jam
= Rp 450.000/150
= Rp 3,000
Produk A = Rp 3.000 x 100 jam
= Rp 300,000
Produk B = Rp 3.000 x 50 jam
= Rp 150,000

Pembebanan BOP
Pembebanan BOP Perhitungan Produk A Produk B
Pemeliharaan Mesin 4000 jam x Rp 50 Rp 200,000
1000 jam x Rp 50 Rp 50,000
Penanganan Bahan 400 jam x Rp 500 Rp 200,000
200 jam x Rp 500 Rp 100,000
Persiapan Mesin 100 jam x Rp 3.000 Rp 300,000
50 Jam x Rp 3.000 Rp 150,000
TOTAL Rp 700,000 Rp 300,000
Kalkulasi Biaya Berdasarkan Aktivitas
Keterangan Produk A Produk B
Biaya Bahan Langsung Rp 600,000 Rp 150,000
Biaya TK langsung Rp 200,000 Rp 50,000
BOP
Pemeliharaan Mesin Rp 200,000 Rp 50,000
Penanganan Bahan Rp 200,000 Rp 100,000
Persiapan Mesin Rp 300,000 Rp 150,000
Total Rp 1,500,000 Rp 500,000
Unit yang diproduksi 200 100
Biaya per unit Rp 7,500 Rp 5,000

2. a. BEP = Biaya Tetap


(Harga – Biaya variabel)
= 80 = 40 (Kuantitas)
5–3

BEP = Biaya tetap


1 – (Variabel/harga)
= 80 = Rp 200 (Harga)
1 – (3/5)

b. Margin of Safety = Rencana Penjualan – BEP x 100%


Rencana Penjualan
= 500 – 200 x 100% = 60%
500

c. Shut down point = Biaya Tetap = 80 = 200


Contribution Ratio* 40%
*Margin Kontribusi x 100% = 200 x 100% = 40%
Penjualan 500

d. DOL = Margin Kontribusi = 200 = 100


Laba Operasi 100

e. Arti
 BEP
Dapat dikatakan suatu informasi tentang nilai penjualan yang hanya bisa untuk menutup
biaya variabel dan biaya tetap saja, perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak
menderita kerugian. Pembuktian bahwan Rp 200 perusahaan sudah berada di titik impas.
 Margin of safety
Semakin besar margin of safety semakin besar perusahaan dapat memperoleh laba. Jika
penjualan turun di atas 60%, maka perusahaan akan menderita kerugian.
 Shut down point
Pada nilai penjualan Rp 200 atau sebsar 40 unit, perusahaan harus menutup usaha, karena
margin kontribusi hanya mampu untuk menutup biaya tetap tunai. Beban penyusutan
tidak dapat ditutup oleh margin kontribusi
 Degree of Laverage
Informasi tentang presentase perubahan operasi sebagai dampak terjadi perubahaan
sekian persen nilai penjualan. Jika penjualan naik 100% maka tambahan laba operasi
sebesar 200% atau 2x

Anda mungkin juga menyukai