Anda di halaman 1dari 7

RESUME MODUL 8

PEMBELAJARAN IPA DI SD
TELAAH KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) 2006 DAN
PENJABARAN DALAM RANCANGAN PEMBELAJARAN IPA DI TINGKAT SD/MI
Dosen Pengampu : Meiry Akmara Dhina,M.Pd

AMALIA KHOERUNNISA
NIM. 857455852

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR MASUKAN SARJANA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA
2021
KEGIATAN BELAJAR 1
PENYUSUNAN KTSP DAN RANCANGAN PEMBELAJARAN MATERI ESENSIAL DI
KELAS III
A. PENGERTIAN KTSP
Akhir – akhir ini pemerintah melakukan perubahan kurikulum dari kurikulum tahun
1994, ke kurikulum berbasis kompetensi (KBKI), yang kemudian diganti dengan
kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Perubahan kurikulum semestinya tidak
perlu dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan karena pengalaman sebagai guru
merupakan modal yang paling penting dalam menjawab perubahan kurikulum tersebut.
Implementasi KTSP di sekolah di dasarkkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 22, 23, dan 24 Tahun 2006 yang mengharuskan satuan pendidikan
mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). KTSP merupakan
kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan masing – masing satuan
pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan
muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. KTSP
memberi keleluasaan penuh setiap sekolah mengembangkan kurikulum dengan tetap
memperhatikan potensi sekolah dan potensi daerah sekitar.
B. LANDASAN IMPLEMENTASI KTSP
Landasan implementasi KTSP adalah :
1. Beberapa aturan
a. Undang – undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
b. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan
Permen Diknas No. 22 Tahun 2006 (Standar Isi) dan Permen Diknas No. 23
Tahun 2006 (Standar Kompetensi Lulusan)
c. UU. No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, Pasal 36 s.d 38, PP No. 19 TAHUN
2005 Pasal 17 Ayat (2) Permen Diknas No. 24 Tentang Pelaksanaan Permen
Diknas No. 22 (S1) dan Permen Diknas No. 23 (SKL) yang menyatakan “Sekolah
dan komite Sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan
kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar
kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervise dinas
kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD, SMP,
SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang
agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK.

2. Standar Isi
Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai
kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Termasuk dalam S1
adalah kerangka dasar dan struktur kurikulum, Standar Kompetensi (SK) dan
Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis
dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. Standar isi ditetapkan dengan
Kepmendiknas No. 22 Tahun 2006.
3. Standar Kompetensi Lulusan
Standar Kompetensi Lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang
mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan
Kepmendiknas No, 23 Tahun 2006. Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai
pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik yang meliputi standar
kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan, kelompok mata pelajaran dan mata
pelajaran.
Tabel
Perbedaan mata pelaharan kurikulum 1994, kurikulum dan standar isi
Kurukulum Kurikulum Standar Isi
1994 2004
Mata Pelajaran A. Mata A. Mata Pelajaran Kelompok Mata
Pelajaran Pelajaran
Pendidikan Pendidikan Agama 1. Pendidikan Agama a. Kelompok mata
Agama pelajaran agama dam
akhlak mulia
(etika, budi pekerti,
atau moral)
Pendidikan Pendidikan 2. Pendidikan b. Kelompok mata
Pancasila dan Pancasila dan Kewarganageraan pelajaran
Kewarganegaraa Kewarganegaraan kewarganegaraan
n dan kepribadian
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia 3. Bahasa Indonesia c. Kelompok mata
pelajaran ilmu
pengetahuan dan
teknologi
Matematika Matematika 4. Matematika d.
Ilmu Ilmu Pengetahuan 5. Ilmu e.
Pengetahuan Alam Pengetahuan Alam
Alam
Ilmu Ilmu Pengetahuan 6. Ilmu f.
Pengetahuan Sosial Pengetahuan Sosial
Sosial
Kerajinan Tangan Kerajinan Tangan 7. Seni Budaya g. Kelompok mata
dan Kesenian dan Kesenian dan Keterampilan pelajaran estetika
Pendidikan Pendidikan Jasmani 8. Pendidikan h. Kelompok mata
Jasmani dan dan Kesehatan Jasmani dan pelajaran jasmani
Kesehatan 9. Kesehatan dan olahraga
Muatan local C. Muatan Lokal B. Muatan Lokak
B. Pembiasaa C.Pengembangan Diri
Perbedaan Kurikulum 1994 dan Kurikulum 2004, yaitu sebagai berikut :
a. Terjadi pengurangan beban belajar pada kurikulum 2004 dan Standar Isi secara
signifikan jika dibandingkan dengan kurikulum 1994. Selain itu, pada jumlah jam
belajar dalam satu minggu, durasi jam belajar pada Standar isi lebih singkat yaitu 35
menit
b. Pada kurikulum 1994 materi, alokasi waktu dan penilaian telah terinci sehingga guru
tinggal mengimplementasikan dalam pembelajaran. Dalam kurikulum 2004, selain
standar kompetensi dan kompetensi dasar juga telah terinci materi pokok. Standar isi
guru dituntut mengembangkan materi, kegiatan pembelajaran, alokasi waktu dan
penilaian dalam bentuk silabus karena standar isi hanya memuat standar kompetensi
dan kompetensi dasar.
c. Mata pelajaran IPS dam IPA pada kurikulum 1994 tidak secara implisit disajikan
dalam struktur kurikulum, sedangkan pada kurikulum 2004 dan Standar Isi kedua
mata pelajaran tersebut secara implisit tercantum dalam struktur program dengan
kompetensi dasar dan standar kompetensi tersendiri meskipun pendekatan
pembelajarannya menggunakan tematis yang terintegrasi.
d. Pendekatan yang digunakan di kelas I dan II pada Kurikulum 2004 dan kelas I, II, III
pada Standar Isi sangat berbeda dengan kurikulum 1994, yaitu pendekatan tematis.
Pendekatan ini memberikan kesiapan mental kepada murid kelas I, II, dan III untuk
memasuki “dunia sekolah” yang lebih formal.
e. Kurikulum 1994 menggunakan sistem caturwulan sedangkan pada Kurikulum 2004
dan Standar Isi menggunakan sistem Semester
f. Pemberian sikap dan perilaku siswa pada kurikulum 1994 terintegrasi pada seluruh
mata pelajaran sehingga tidak Nampak pada struktur program, sedangkan pada
kurikulum 2004 memiliki struktur tersendiri melalui program pembiasan. Pada
standar isi pembentukkan sikap dan perilaku diimplementasikan pada kegiatan ekstra
kurikuler dalam kemasan Kegiatan Pengembangan Diri.
g. Sistem penilaian pada Kurikulum 1994 menggunakan penilaian formatif dan
submatif, sedangkan pada kurikulum 2004 dan standar Isi menggunakan penilaian
kelas yang mengetengahkan peranan guru dalam penilaian baik proses maupun hasil.
KTSP merupakan tonggak kemajuan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada
satuan pendidikan untuk menentukan kebijakan kurikulum sesuai dengan potensi yang dimiliki
sekolah. KTSP mencerminkan rencana akademik yang membantu meningkatkan, melaksanakan,
dan mengukur kinerja.

C. PELAKSANAAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN


PENDIDIKAN
Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan KTSP adalah melakukan Analisis
Konteks. Analisis konteks dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu :
1. Mengidentifikasi Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagai
acuan,
2. Menganalisis kondisi yang ada di satuan pendidikan yang meliputi peserta didik,
pendidik, dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, biaya dan program – program
3. Menganalisis peluang dan tantangan yang ada di masyarakat dan lingkungan sekitar;
komite sekolah, dewan pendidikan, dinas pendidikan asosiasi, profesi, dunia industry
dan dunia kerja, sumber daya alam dan sosial budaya.
D. MENYUSUN MEKANISME
Pembahasan tentang mekanisme penyusunan KTSP akan dijabarkan dalam 3 hal, yaitu
pembentukkan dan instansi yang terlibat dalam tim penyusunan KTSP, pemberlakuan
KTSP, dan bagaimana bentuk pelaksanaan penyusunan KTSP.
1. Tim penyusun KTSP
a. Tim penyusun KTSP pada SD, SMP, SMA, dan SMK terdiri atas guru, konselor,
dan kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota. Di dalam kegiatan ini tim
penyusun melibatkan komite sekolah, dan narasumber, serta pihak lain yang
terkait, supervise dilakukan oleh dinas yang bertanggung jawab di bidang
pendidikan tingkat kabupaten/kota untuk SD,SMP,SMA dan SMK.
b. Tim penyusun KTSP pada MI, MTs, MA, MAK terdiri atas guru konselor, kepala
madrasah sebagai ketua merangkap anggota. Di dalam kegiatan ini tim penyusun
melibatkan komite sekolah, dan narasumber, serta pihak lainnya yang terkait.
Supervisi dilakukan oleh departemen yang menangani urusan pemerintahan di
bidang agama.
c. Tim penyusun KTSP pada pendidikan khusus (SDLB, SMPLB, dan SMALB)
terdiri atas guru, konselor, kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota.
Didalam kegiatan ini tim penyusun melibatkan komite sekolah, dan marasumber,
serta pihak lain yang terkait. Supervisi dilakukan oleh Dinas Provinsi yang
bertanggung jawab di bidang pendidikan.
2. Pemberlakuan
Dokumen KTSP pada SD,SMP, SMA dan SMK dinyatakan berlaku oleh kepala
sekolah setelah mendapat pertimbangan diri dari Komite Sekolah dan diketahui oleh
dinas tingkat kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk
SD, dan SMP, dan tingkat provinsi SMA dan SMK. Dokumen KTSP pada MI, MTs,
MA, dan MAK dinyatakan berlaku oleh kepada madrasah setelah mendapatkan
pertimbangan dari komite madrasah dan diketahui oleh departemen yang menangani
urusan pemerintahan di bidang agama.
3. Pelaksanaan Penyusunan KTSP
a. Penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan merupakan bagian dari kegiatan
perencanaan sekolah.madrasah. kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan/atau
lokakarya sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum
tahun pelajaran baru.
b. Tahap kegiatan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan secara garis
besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draft, review dan revisi, serta
finalisasi. Langkah yang lebih rinci dari masing – masing kegiatan diatur dan
diselenggarakan oleh tim penyusun.
E. PRINSIP – PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN
PENDIDIKAN
1. KTSP berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta
didik dan lingkungannya
2. KTSP beragam dan terpadu
3. KTSP tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
4. KTSP relevan dengan kebutuhan kehidupan
5. KTSP menyeluruh dan berkesinambungan
6. KTSP belajar sepanjang hayat
7. KTSP seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
F. KOMPONEN KTSP
Komponen KTSP terdiri dari :
1. Visi dan misi satuan pendidikan
2. Tujuan pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan
3. Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
4. Kalender Pendidikan
5. Silabus
6. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
G. PENGEMBANGAN SILABUS
1. Pengertian Silabus
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata
pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi
pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan
sumber/bahan alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan
kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan
indikator pencapaian kompetensi untuk penilian.
2. Prinsip Pengembangan Silabus
a. Ilmiah
b. Relevan
c. Sistematis
d. Konsisten
e. Memadai
f. Aktual dan Kontekstual
g. Fleksibel
h. Menyeluruh
H. STRUKTUR KURIKULUM MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM UNTUK SEKOLAH DASAR
1. Merancang Pembelajaran IPA Kelas III
2. Materi Essensial Kelas III
KEGIATAN BELAJAR 2
MERANCANG PEMBELAJARAN IPA KELAS IV
A. MATERI ESSENSIAL KELAS IV
Gaya, Gerak dan Energi
1. Gaya magnet
2. Gaya Gravitasi
3. Gaya Gesek
4. Gaya Pegas
5. Gaya Listrik
B. MERANCANG PEMBELAJARAN MATERI KELAS IV
Langkah – langkah pembelajaran
Pertemuan 1 : Gaya Gravitasi menyebabkan benda jatuh
Kegiatan
Kegiatan Awal
Guru menggali pengetahuan awal siswa dengan bertanya. Kemana arah jatuh bola setelah
bola dilempar ke atas ? Mereka diminta memperhatikan arah gerak bola. Akan diperoleh
hasil pengamatan bahwa bola bergerak ke atas dan kembali ke bawah menuju ke
permukaan bumi (tanah/lantai). Kemudia tanyakan: Apa yang menyebabkan benda –
benda jatuh ke bawah ?
Kegiatan Inti
Untuk menjawab pertanyaan tersebut melakukan percobaan di bawah ini :
1. Bola dilepaskan dari atas
2. Bola dilempat ke atas
3. Bola di lempar condong ke atas
4. Bola dilempar mendatar
Hasil Pengamatan
1. Bola dilepas dari atas, bergerak menuju permukaan bumi.
2. Bola dilempar ke atas, bergerak ke atas, sampai di puncak berbalik arah, dan bergerak
menuju permukaan bumi.
3. Bola dilempar miring ke atas, bergerak dengan lintasan parabola menuju ke
permukaan bumi.
4. Bola dilempar horizontal ke samping, bergerak melengkung menuju ke permukaan
bumi.

Anda mungkin juga menyukai