Anda di halaman 1dari 6

RMK Pengauditan II

 
 

CHAPTER 16: AUDITING THE PRODUCTION AND


PERSONNEL SERVICES CYCLES
 

 
Disusun oleh: Kelompok 8
Moh. Gofaldi (A031191138)
Akhmad Qusyairi Amiruddin (A031191167)
Siti Zulfa Nur Ilmi (A031191198)
 
 
 
 
 
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2021
A. Audit Siklus Produksi

Siklus produksi (production cycle) berhubungan dengan konversi bahan baku menjadi
barang jadi. Siklus ini meliputi perencanaan sertapengendalian produksi dan jenis-jenis dan
kuantitas barang yang akandiproduksi, tingkat persediaan yang akan dipertahankan, serta
transaksidan peristiwa yang berkaitan dengan proses pabrikasi. Transaksi yang terjadi
dalam siklus ini dimulai pada saat bahan baku diminta untuk produksi, dan berakhir ketika
barang yang diproduksi ditransfer ke barangjadi.
1. Memahami Entitas dan Lingkungannya

Untuk banyak perusahaan manufaktur, persediaan merupakan proses utama dan


kemampuan entitas untuk memperoleh laba dan arus kas bergantung pada seberapa baik
proses manufaktur di kelola. Untuk banyak perusahaan distrubusi dan retail, manajemen
persediaan dan rantai pasokan adalah faktor penting dalam kesuksesan kinerja. Ketika
mengaudit perusahaan manufaktur, auditor biasanya akan memahami intensitas modal
proses manufaktur, seperti halanya gabungan bahan mentah dan tenaga kerja dibutuhkan
dalam proses manufaktur.
2. Prosedur Analitis

Prosedur analitis adalah prosedur yang murah dari segi biaya dan dapat membuat
auditor waspada terhadap potensi terjadinya salah saji. Sepertidisebutkan di atas, jika
laporan keuangan yang disajikan untuk audit memperlihatkan kecenderungan naiknya
marjin laba yang disertai dengan naiknya jumlah hari perputaran persediaan, maka
persediaan mungkintelah ditetapkan terlalu tinggi. ini akan memperingatkan auditor agar
memperhatikan secara seksama keberadaan dan penilaian persediaan.
3. Risiko Inheren

Risiko inheren dari terjadinya salah saji dalam laporan keuangan yangdisebabkan oleh
transaksi persediaan pada jaringan hotel atau distrik sekolah relatif rendah, karena
persediaan bukan merupakan bagian yang material dan proses inti entitas itu. Namun,
untuk pabrikan, pedagang grosir, atau pedagang eceran, persediaan dapat dinilai sebesar
atau mendekati maksimum karena alasan-alasan berikut ini: (1) volume transaksi
pembelian, pabrikasi, dan penjualan yang mempengaruhi akun-akun ini biasanya
tinggi, sehingga meningkatkan peluang terjadinya salah saji. (2) seringkali terjadi masalah
yang diperdebatkan seputar identifikasi, pengukuran, dan alokasi biaya-biaya yang dapat
dimasukkan dalam persediaan, (3) persediaan seringkali disimpan di berbagai, (4) sangat
beragamnya jenis persediaan mungkin saja menimbulkan masalah khusus
dalam menentukan kualitas dan nilai pasarnya, (5) persediaan sangat rentan terhadap
pembusukan, keusangan, dan faktor-faktor lain, dan (6) persediaan mungkin dijual dengan
perjanjian retur atau pembelian kembali.
4. Pertimbangan Pengendalian Internal

Dokumen dan catatan yang umum


Dokumen yg digunakan dalam transaksi pemrosesan manufaktur yaitu perintah
produksi, Laporan kebutuhan bahan, Slip pengeluaran bahan, Laporan aktivitas produksi
harian, Laporan produksi yang sudah selesai, Buku besar pembantu, File induk biaya
standar, File induk persediaan bahan baku, File induk persediaan barang dalam proses,
dan File induk persediaan barang jadi.
Fungsi-fungsi dan pengendalian terkait
1. Memulai produksi: Merencanakan dan mengendalikan produksi
2. Memindah barang: Mengeluarkan bahan baku, Memproses barang dalam
produksi, Memindahkan pekerjaan yang sudah selesai ke barang jadi, dan
Melindungi persediaan
3. Mencatat transaksi produksi dan persediaan: Menentukan dan mencatat biaya-
biaya pabrikasi, dan Menjaga kebenaran saldo-saldo persediaan.

Pengendalian manajemen digunakan untuk memantau setiap fungsi. Apabila


manajemen ditetapkan sebagai pihak yang bertanggungjawab atas penggunaan sumber
daya pada setiap tahap produksi, maka kemungkinan terjadinya kesalahan yang tidak
disengaja akan diperkecil.
5. Strategi Audit Awal
Audit persediaan biasanya menghadapi risiko inheren yg signifikan untuk asersi
keberadaan & keterjadian, dan asersi penilaian & alokasi. Jika pengendalian internal
kuat, auditor sering kali memikirkan perpindahan waktu observasi persediaan ke
tanggal interim dan dapat mengurangi tingkat observasi persediaan . jika pengendalian
internal lemah, observasi persediaan harus dilakukan pada akhir tahun dan tingkan
observasi harus ditingkatkan
6. Pengujian Substantif Persediaan
a. Prosedur awal. Auditor harus memahami pentingnya konsinyasi persediaan
terhadap bisnis klien. Dalam melacak saldo persediaan awak dalam kertas kerja
tahun sebelumnya, auditor harus meyakini bahwa penyesuaian audit apapun yg
disetujui dalam thn sebelumnya telah dicatat.
b. Prosedur analitis. Auditor harus memahami dan mengevaluasi tingkat biaya
manufaktru tetap dan variabel, dan hubungan antara biaya, volume, dan gross profit.
c. Pengujian rincian transaksi yang meliputi pengujian entri ke akun persediaan dan
Pengujian cutoff pembelian dan penjualan.
d. Pengujian rincian saldo yang meliputi observasi penghitungan persediaan fisik klien
dan Memeriksa persetujuan dan kontrak.
e. Pengujian rincian estimasi akuntansi. Auditor diharapkan untuk menentukan apakah
persediaan dalam kondisi siap untuk dijual, digunakan, atau dikonsumsi, dan apakah
persediaan usang, slow-moving, atau rusak. Auditor juga akan menggunakan
tinjauan kemungkinan dan penjualan persediaan setelah akhir tahun untuk
menentukan kelayanan biaya dibandingkan dengan harga penjualan berikutnya.
B. Audit Siklus Personalia

Siklus personalia suatu perusahaan meliputi kejadian yang bersangkutan dengan


pemberian kompensasi kepada pimpinan dan pegawai perusahaan. Jenis-jenis konpensasi
meliputi gaji, upah, komisi,bonus, tunjangan, opsi membeli saham, berbagai
kesejahterahaan (benefit) yang diberikan kepada pegawai (misalnya asuransi kesehatan).
Kelompok transaksi utama dalam siklus ini adalah transaksi-transaksi penggajian/
pengupahan.
1. Memahami Entitas dan Lingkungannya

Sebelum melakukan audit jasa personal, auditor penting untuk memahami pentingnya
jasa personal secara keseluruhan entitas, jenis kompensasi seperti kompensasi per jam
membutuhkan sistem pengendalian yg berbeda dari kompensasi gaji, dan pentingnya
ragam paket kompensasi seperti bonus, opsi saham, hak apresiasi saham, dan
persetujuan pensiun. Jika beban kompensasi berbdasarkan ja,, dan menunjukkan tingkat
keragaman yg tinggi sepanjang periode, auditor dapat menajam tingkat penilaian
pendekatan pengendalian risiko.
2. Prosedur Analitis

Prosedur analitis sangat bermanfaat dalam mengidentifikasi kecurangan potensial


seperti misalnya apabila gaji atau upah kotor pegawai lebih tinggi dari jumlah yang
diperkirakan auditor. Prosedur ini akan sangat efektif apabila auditor bisa menggunakan
pernagkat lunak audit digeneralisasi, mengelompokkan pegawa berdasar kategori
pegawai, dan kemudian menganalisis gaji atau upah rata-rata per kategori pegawai.
3. Risiko Inheren

Volume transaksi pembayaran tenaga kerja bisa cukup tinggi. Pada perusahaan
manufaktur, dasar perhitungan upah kotor bisa berupa waktu dan atau jumlah hasil kerja.
Oleh karena itu, perhitungan bisa menjadi masalah yang kompleks dan risiko bawaan
untuk asersi penilaian dan pengalokasian bisa menjadi tinggi. Sebagai kesimpulan dapat
dikatakan bahawa risiko bawaan cukup tinggi untuk asersi keberadaan atau keterjadian,
penilaian atau pengalokasian,serta penyajian dan pengungkapan.
4. Pertimbangan Pengendalian Internal

Aktivitas pemantauan yang dapat diterapkan atas penggajian mencakup umpan balik
dari karyawan mengenai masalah pembayaran, umpan balik dari badan pemerintah
mengenai masalah pelaporan serta pembayaran pajak gaji dan upah, penilaian
efektivitas pengendalian gaji dan upah oleh auditor internal, dan pengawasan kompensasi
eksekutif oleh komite audit
Dokumen dan catatan yang Umum
Dokumen yg penting dalam melaksanakan dan mencatat transaksi penggajian
adalah Otorisasi personali, Kartu absen, Tiket waktu, Register penggajian, Rekening bank
untuk penggajian, Cek gaji, Ikhtisar distribusi biaya tenaga kerja, SPT pajak gaji dan upah,
File personalia karyawan, File induk data personil, dan File induk pendapatan karyawan
Fungsi dan Pengendalian yang Terkait
a. Permulaan transaksi penggajian/ pengupahan - pengangkatan karyawan, dan
Pemberian otorisasi perubahan gaji/ upah
b. Penerimaan jasa - pembuatan data kehadiran dan waktu kerja
c. Pencatatan transaksi penggajian/ pengupahan - penyiapan dan pencatatan daftar
gaji/ upah
d. Pembayaran gaji/ upah - pembayaran gaji/ upah dan mengamankan upah yang
belum/ tidak diambil dan pembayaran pajak penghasilan karyawan
5. Strategi Audit Preliminary

Risiko inheren yg paling penting berhubungan dengan overstatement biaya jasa


personal akibat karyawan fiktif atau overstatement jam kerja. Hal ini juga merupakan siklus
transaksi rutin dimana pengendalian internal harus mengendalikan risiko inheren. Hasilnya,
pengujian substantif berfokus pada pengujian transaksi dan pengujian saldo pada tanggal
interim. Akhirnya, pengujian juga harus diberikan berkenaan dengan manfaat,
pengungkapan rencana pensiun, dan opsi saham.
6. Pengujian Substantif Siklus Jasa Personalia

Prosedur Awal – auditor penting untuk memahami gabungan biaya gaji dengan biaya
manufaktur lain dan bagaimana hubungannya dengan siklus produksi, perjanjian
kompensasi insentif dan pengaruhnya dengan siklus lain. Prosedur awal uga melibatkan
penentuan rincian buku besar pembantu untuk kewajiban pembayaran gaji dengan saldo
buku besar umum.
a. Prosedur analitis – tujuan auditor adalah untuk mengembangkan ekspektasi saldo
akun gaji yg diakui dan hubungan antara biaya gaji dan jam kerja. Prosedur ini
dilaukan pada tahap akhir perikatan untuk memastikan bahwa bukti yg dievaluasi
dalam pengujian rincian konsisten dengan keseluruhan laporan keuangan.
b. Pengujian rincian transaksi
- Pengujian entri ke akun payroll
- Pengujian cutoff transaksi jasa personal – auditor harus menentukan prosedur
manajemen untuk biaya jasa personal yg diakui termasuk biaya gross payroll,
payroll taxes, other benfits dan pengujian kelengkapan serta akurasi
penggajian.
c. Pengujian rincian saldo dan pengungkapan:
 Reklasifikasi akrual – pajak payroll akrual harus dibandingkan dengan jumlah yg
tercantum pada retur pajak payroll. Bukti tambahan dapat diperoleh dengan
memeriksa pembayaran berikutnya yg diakui sebelum penyelesaian pekerjaan.
Bukti ini berkaitan dengan tujuan asersi penilaian dan alokasi.
 Audit rencana pensiun karyawan – auditor harus mengevaluasi kelayanan
estimasi kunci aktuarial yg digunakan untuk menentukan projected benefit
obligation dan asumsi tingkat pengembalian jangka panjang yg digunakan untuk
expected return dari aset tetap.
 Audit opsi saham dan hak apresiasi saham – auditor harus menentukan (1) jenis
rencana kompensasi insentif yg digunakan untuk mengkompensasi karyawan,
(2) bagaimana beban kompensasi ditentukan, dan dialokasikan untuk berbagai
periode akuntansi, dan (3) kecukupan pengungkapan terkait rencana
kompensasi insentif.