Anda di halaman 1dari 45

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa dan mewujudkan tujuan

negara sebagai mana tercantum dalam pembukaan Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 perlunya dibangun karakter

Aparatur Sipil Negara yang memiliki integritas, profesionalisme, netral dan

bebas dari intervensi politik, bersih dari praktek korupsi, kolusi dan

nepotisme (KKN), serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi

masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat

persatuan dan kesatuan bangsa yang tertuang dalam UU Ke 5 Tahun

2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

Untuk mencapai kompetensi PNS yang profesional, habituasi

sebagai salah satu agenda, penting untuk dilaksanakan agar agenda-

agenda dalam Pelatihan Dasar CPNS yakni Sikap Bela Negara, Nilai-nilai

Dasar PNS (ANEKA) yaitu: Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,

Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi serta Peran dan Kedudukan ASN yang

meliputi: Manajemen ASN, Pelayanan Publik dan Whole of Government

dibutuhkan dalam menjalankan tugas jabatan Profesi PNS secara

profesional sebagai pelayan masyarakat.

Guru sebagai Pegawai Negeri Sipil yang merupakan bagian dari

ASN harus mampu berperan sebagai pelayan publik. Tugas ASN sebagai

pelayan publik meliputi beberapa bidang termasuk di dalamnya adalah

1
bidang pendidikan. Guru sebagai salah satu profesi PNS harus dilandasi

oleh nilai-nilai dasar akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen

mutu dan anti korupsi untuk mengaktualisasikan tugas pokok dan

fungsinya sesuai yang tercantum dalam Undang-Undang No. 5 Tahun

2014 tentang Aparatur Sipil Negeri.

Seorang guru Bahasa Indonesia sebagai pendidik harus mampu

mendidik siswa untuk menerapkan keterampilan berbahasa secara baik

dan benar di sekolah maupun di luar sekolah. Oleh karena itu guru harus

melakukan inovasi-inovasi di sekolah agar Siswa dapat melakasanakan

sikap tersebut di sekolah. Keterampilan Berbahasa merupakan salah satu

kunci dalam kegiatan belajar peserta didik di sekolah, karena dengan itu

setiap siswa akan menciptakan rasa nyaman serta aman belajar bagi

dirinya sendiri, sekaligus bagi siswa lain yang berada di lingkungan

sekolah. Keterampilan berbahasa terdiri dari Mendengarkan, Berbicara,

Membaca, dan Menulis, tentu tidak akan muncul begitu saja pada diri

psiswa tanpa didasari dengan pembinaan yang efektif oleh pihak guru di

sekolah, melalui penerapan peraturan penggunaan keterampilan

berbahasa.

Keterampilan berbahasa di sekolah berorientasi pada kewajiban

guru Bahasa Indonesia dalam mendidik siswa dengan menanamkan

disiplin berbahasa yaitu taat dan tertib dalam melakukan kegiatan

pembelajaran di sekolah. Menyimak dan menyaksikan pemberitaan di

media massa dan elektronik akhir-akhir ini menggambarkan bahwa tingkat

keterampilan berbahasa umumnya masih tergolong memprihatinkan.

2
Kuantitas pelanggaran yang dilakukan oleh siswa semakin bertambah dari

waktu ke waktu. Kegunaan atau pentingnya keterampilan berbahasa bagi

diri siswa, yaitu : 1) Memberikan dukungan bagi terciptanya pengguna

bahasa agar tidak menyimpang 2) Membantu siswa memahami dan

menyesuaikan diri dengan lingkungan 3) Siswa belajar hidup dengan

kebiasaan-kebiasaan yang baik, positif dan bermanfaat bagi dirinya dan

lingkungannya.

B. Identifikasi Isu

Melalui orientasi dalam pelaksanaan proses belajar mengajar yang


berlangsung selama bertugas di SMA Negeri 5 Tanah Siang, terdapat isu
yang ditemukan di lapangan yakni:

a) Kurang optimalnya peran dan fungsi Perpustakaan Sekolah


b) Siswa kurang Menerapkan Keterampilan Berbahasa.
c) Kurangnya Motivasi Belajar Siswa.
d) Kurang Disiplin dalam Mengikuti Pembelajaran.

C. Maksud dan Tujuan Aktualisasi

Adapun tujuan dan manfaat yang ingin dicapai dalam pelaksanaan

aktualisasi yaitu agar mampu:

1. Umum

a) Mewujudkan akuntabilitas dalam melaksanakan tugas dan

jabatannya;

b) Mengedepankan kepentingan umum dalam pelaksanaan tugas

dan jabatannya;

3
c) Menjunjung tinggi standar etika publik dalam pelaksanaan tugas

dan jabatannya;

d) Mewujudkan inovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas

dan jabatan;

e) Mendukung program anti korupsi yang diimplementasikan di

tempat habituasi;

f) Sebagai ASN turut berperan dalam Whole of government (wog)

serta meningkatkan pelayanan publik yang turut berkontribusi

dengan visi misi organisasi.

2. Khusus

a) Mewujudkan penggunaan keterampilan berbahasa

b) Menjadi pelopor dan percontohan kelas berbahasa yang

baik dan benar.

c) Mewujudkan Siswa yang disiplin dan terampil

berbahasa.

d) Menciptakan keadaan yang kondusif di dalam

lingkungan SMA Negeri 5 Tanah Siang.

e) Memaksimalkan fungsi guru sebagai pengawas di

sekolah.

4
D. Ruang Lingkup

Ruang lingkup rancangan kegiatan aktualisasi meliputi kegiatan

upaya peningkatan Keterampilan Berbahasa Siswa di lingkungan SMA

Negeri 5 Tanah Siang, Kecamatan Tanah Siang, dengan menerapakan

nilai-nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan

anti korupsi (ANEKA), Whole of Government (WoG), Pelayanan Publik,

serta Manajemen Aparatur Sipil Negara.

E. Manfaat

1. Peserta Pelatihan Dasar CPNS dapat menerapkan nilai-nilai

dasar ANEKA sebagai nilai-nilai dasar ASN dalam kegiatan

yang akan dilaksanakan untuk menjadi solusi dari isu yang

diangkat.

2. Kesadaran akan pentingnya keterampilan berbahasa di sekolah

maupun di luar sekolah.

5
BAB II

GAMBARAN UMUM ORGANISASI

A. Kedudukan Organisasi

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003

merupakan undang-undang yang mengatur sistem pendidikan yang ada di

Indonesia. Dalam UU ini, penyelenggaraan pendidikan wajib memegang

beberapa prinsip antara lain pendidikan diselenggarakan secara

demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung

tinggi nilai hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai budaya, dan

kemajemukan bangsa dengan satu kesatuan yang sistemis dengan sistem

terbuka dan multimakna.

Selain itu, di dalam penyelenggaraannya sistem pendidikan juga

harus dalam suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik

yang berlangsung sepanjang hayat dengan memberi keteladanan,

membangun kemauan (niat dan hasrat), dan mengembangkan kreativitas

peserta didik dalam proses pembelajaran melalui mengembangkan

budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga

masyarakat dan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui

peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan

pendidikan.

6
B. Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi

Dalam bukunya Muhammad Ali (2009:355) disebutkan bahwa

fungsi sekolah antara lain:

1. Memberi layanan kepada peserta didik agar mampu memperoleh

pengetahuan dan kemampuan-kemampuan akademik yang

dibutuhkan dalam kehidupan;

2. Memberi layanan kepada peserta didik agar dapat

mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan;

3. Memberi layanan kepada peserta didik agar dapat hidup bersama

ataupun bekerja sama dengan orang lain;

4. Memberi layanan kepada peserta didik agar dapat mewujudkan

cita-cita atau mengaktualisasikan dirinya sendiri.

C. Identitas Sekolah

1. Profil Sekolah

Tabel 2.1 Profil Sekolah

7
1 Nama Sekolah : SMA NEGERI 5 TANAH SIANG
2 NPSN : 69851432
2.
3 Jenjang Pendidikan : SMA
4 Status Sekolah : Negeri
5 Alamat Sekolah : Desa Olong Balo Kec.Tanah Siang
RT / RW : 1 / -
Kode Pos : 73961
Kecamatan : Kec. Tanah Siang
Kabupaten/Kota : Kab. Murung Raya
Provinsi : Prov. Kalimantan Tengah
Negara : Indonesia
6 Posisi Geografis : - Lintang
- Bujur
Data Pelengkap
7 SK Pendirian Sekolah : -
8 Tanggal SK Pendirian : -
9 Status Kepemilikan : Pemerintah Daerah
10 SK Izin Operasional : 188.45/2/4/2014
11 Tgl SK Izin Operasional : 2014-07-01
Kebutuhan Khusus
12 Dilayani : Tidak ada
13 Nomor Rekening : 2147483647
14 Nama Bank : BPD KALIMANTAN TENGAH
15 Cabang KCP/Unit : BPD CABANG PURUK CAHU
16 Rekening Atas Nama : SMA NEGERI 5 TANAH SIANG
17 MBS : Tidak
18 Luas Tanah Milik (m2) : -
Luas Tanah Bukan Milik
19 (m2) : -
20 Nama Wajib Pajak : BENDAHARA SMAN 5 TANAH SIANG
21 NPWP : 2147483647
Kontak Sekolah
20 Nomor Telepon : -
21 Nomor Fax : -
22 Email : smanlimatanahsiang@gmail.com
23 Website : -
Data Periodik
24 Waktu Penyelenggaraan : Sehari penuh (5 h/m)
25 Bersedia Menerima Bos? : Bersedia Menerima
26 Sertifikasi ISO : Belum Bersertifikat
27 Sumber Listrik : PLTS
28 Daya Listrik (watt) : 1200
29 Akses Internet : Tidak Ada
30 Akses Internet Alternatif :
Data Lainnya
31 Kepala Sekolah : Norsyafi’I, S.Pd
32 Operator Pendataan : Kardianto
33 Akreditasi : C
34 Kurikulum : Kurikulum 2013

8
2. Gambaran Umum Organisasi

SMA Negeri 5 Tanah Siang, pada tahun ajaran 2018/2019 telah

berhasil melakukan UNBK secara online yang dilaksanakan bersamaan

dengan 4 SMA Negeri se-Kecamatan Tanah Siang yang bertempat di

SMA Negeri 1 Tanah Siang.

Topografi SMA Negeri 5 Tanah Siang terbilang strategis karena

berada di antara 4 kampung atau berada di 2 desa paling ujung

kecamatan Tanah Siang, hanya saja kondisi jalan dari kota Puruk Cahu ke

SMA Negeri 5 Tanah Siang pada saat ini terbilang rusak parah apalagi

pada saat musim penghujan bisa menempuh waktu 2-3 jam perjalanan

dengan mengendarai sepeda motor, jika menggunakan mobil bisa lebih

cepat.

Adapun prasarana di sekolah diantaranya : Masih menumpang di

Gedung milik SMP SATAP 3 Tanah Siang, berhubung sampai saat ini

belum memiliki gedung sendiri. Kondisi ruangan yang dipakai sangat

minim seperti hanya 1 ruangan yang dibagi menjadi 3 bagian untuk

dijadikana ruang kelas X, XI, XII dan terdapat 2 ruang untuk ruang guru

dan dapur.

Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Tanah Siang dipimpin oleh Bapak

Norsyafi’i, S.Pd, beliau menjabat sebagai pelaksana tugas atau plt. mulai

pada pertengahan tahun 2021 sampai sekarang, SMA Negeri 5 Tanah

Siang mempunyai guru ASN berjumlah 2 orang diantaranya ialah guru

9
KEPALA
KEPALA SEKOLAH
SEKOLAH KOMITE
KOMIT
NORSYAFI’I, S.
NORSYAFI’I, S. Pd
Pd MA
MA
Jumlah peserta didik di SMA
Bahasa Indonesia yang di ampu oleh Bapak Marselinus Meo, S.Pd. dan

Bapak Rizal Anggara Mukti, S.Pd, guru GTT yang berjumlah 3 orang dan

Negeri 5 Tanah Siang berjumlah 27 orang, yang terdiri dari 3 kelas yakni

WAKASEK
WAKASEK KESISWAAN
KESISWAAN BENDAHARA
BENDAHARA
MARSELINUS MEO,
MARSELINUS MEO, S.
S. Pd
Pd
jumlah kelas X=12 orang, kelas XI=9 orang dan kelas XII=6 orang.

RIZAL
RIZAL A. MUKTI, S.Pd
A. MUKTI, S.Pd
KOORDINATOR
KOORDINATOR
PERLENGKAPAN
PERLENGKAPAN KOORDINATOR LAB.
KOORDINATOR LAB.
RICI,
RICI, S.Pd
S.Pd ICAK,
ICAK, S.Pd
S.Pd
pegawai Tata Usaha dan perpustakaan.

10
WALI KELAS X
WALI KELAS X WALI KELAS XI
WALI KELAS XI WALI
WALI

D. Struktur Organisasi
ICAK,
ICAK, S.
S. Pd
Pd RIZAL
RIZAL A. MUKTI, S.
A. MUKTI, S. Pd
Pd MARSELIN
MARSELIN
TATA
TATA USAHA
USAHA PERPUSTAKA
PERPUSTAKA
OCTAVIA
OCTAVIA APAN
APAN
OSIS
OSIS SMA
SMA NEGERI
NEGERI
55 TANAH
TANAH SIANG
SIANG
PESERTA
PESERTA DIDIK
DIDIK
ELAS

SEKOLAH
N

ELAS XII

SEKOLAH
N

SAN
S MEO,

SAN
MEO, S.Pd

XII
S.Pd

E. Visi-Misi Organisasi (SMA Negeri 5 Tanah Siang)

1. Visi

Unggul Dalam Prestasi, Berlandaskan Iman Dan Taqwa

Untuk Mengabdikan Diri Terhadap Pembangunan Bangsa yang

Berwawasan Luas.

2. Misi

a) Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara

efektif untuk mengembangkan pembelajaran dan

bimbingan secara optimal berdasarkan standar oprasional

pendidikan,

b) Menumbuhkan penghayatan dan pengalaman terhadap

ajaran agama sehingga menjadi sumber kearifan dalam

prilaku.

c) Memfasilitasi pengembangan bakat, minat dan daya

kreasi siswa dalam kegiatan ekstrakulikuler,

d) Menerapkan manajemen partisipatif dan demokratis

11
dengan melibatkan seluruh warga sekolah,

e) Menumbuhkan peran warga sekolah terhadap

pembangunan berwawasan lingkungan,

f) Menyelenggarakan pendidikan yang menjiwai nilai-nilai

bersih, rapi, sopan santun, religious dan disiplin,

g) Menyelenggarakan pendidikan yang peduli terhadap

kedisiplinan agar tercipta pribadi yang mandiri dan tertib.

F. Nilai Organisasi

SMA Negeri 5 Tanah Siang menujunjung tinggi nilai-nilai “Disiplin,

Berprestasi dan Berakhlak”

1) Berprestasi, Sekolah selalu ikut berperan aktif dalam kegiatan

kegiatan perlombaan untuk menciptakan generasi-generasi

yang berprestasi.

2) Berakhlak, Komitmen untuk menjadikan sekolah sebagai

pembentuk generasi yang berkarakter serta ajaran agama

menjadi sumber kearifan dalam prilaku.

3) Wawasan luas, Guru dan peserta didik bekerja keras untuk

mewujudkan sekolah menjadi sekolah yang peduli terhadap

lingkungan dan terbuka terhadap dunia modern.

G. Role Model

Role model adalah seseorang yang menjadi contoh dan panutan

di tempat kerja. Role model adalah seseorang yang senantiasa

12
menunjukkan pribadi seorang ASN, dimana pada kesehariannya

menerapkan nilai-nilai ANEKA baik dalam lingkungan pekerjaan

maupun diluar lingkungan pekerjaan.

Gambar 2.1 Role Model

SMA Negeri 5 Tanah Siang memiliki seorang role model bagi

penulis dan bagi seluruh staf maupun dewan guru di sekolah, yaitu:

Nama : Norsyafi’i, S.Pd

Jabatan : Plt. Kepala SMA Negeri 5 Tanah Siang

Beliau adalah pimpinan SMA Negeri 5 Tanah Siang yang

bijaksana. Beliau tidak enggan untuk mendengarkan aspirasi dan

pendapat para staf dan dewan guru di sekolah tanpa memandang jabatan,

namun tetap solutif dan mengambil keputusan secara tepat. Beliau

berkepribadian tenang dan santai namun tetap serius sehingga beliau

dapat menjadi sosok rekan kerja sekaligus pimpinan. Beliau juga seorang

pekerja keras dan memiliki semangat dalam bekerja. Hal ini terbukti

13
dengan terpilihnya beliau menjadi Plt. Kepala SMA Negeri 5 Tanah Siang.

Beliau juga masih menajar di SMA Negeri lain. Sifat, perilaku, serta

keberhasilan beliau lah yang menjadi contoh dan teladan khususnya bagi

penulis serta para staf dan dewan guru di sekolah.

BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI

A. Nilai-nilai Dasar Aneka

Gambaran umum tentang aktualisasi meliputi nilai-nilai dasar

profesi ASN yang meliputi ANEKA , antara lain :

1. Akuntabilitas

Kewajiban bagi individu atau kelompok / instansi untuk

memenuhi tanggung jawabnya sesuai dengan amanah yang

diberikan. Adapun nilai-nilai yang terkandung di dalam akuntabilitas

yakni :

a) Akuntabilitas

b) Transparansi

c) Keadilan dalam pelayanan publik

d) Perilaku yang konsistensi terhadap aturan

e) Mampu mengambil keputusan yang tepat ketika terjadi

benturan kepentingan.

f) Netralitas ASN yang meliputi politik praktis

g) Integritas

14
h) Keseimbangan

i) Kepercayaan

Prinsip-prinsip akuntabilitas yang dapat dilakukan seorang

guru salah satunya ketika melaksanakan pembelajaran.

Pada pembelajaran di awal semester guru menyampaikan

beberapa aturan yang berlaku saat pembelajaran berlangsung,

sehingga ketika ada siswa yang melakukan pelanggaran maka

akan ditindak sesuai dengan peraturan yang berlaku, sebagai

bentuk integritas. Guru harus berlaku adil pada saat pemberian nilai

siswa dengan tidak membeda-bedakan antara siswa satu dengan

yang lainnya selain dari hasil dari tugas, penilaian tengah semester,

penilaian akhir semester dan proses pembelajaran. Pada

aspek transparansi atau keterbukaan informasi, diakhir semester

guru akan memaparkan nilai capaian hasil belajar siswa yeng

merupakan akumulasi dari nilai tugas, penilaian tengah semester,

dan penilaian akhir semester.

2. Nasionalisme

Pandangan atau paham kecintaan manusia terhadap

bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai

pancasila.Adapun nilai-nilai yang terkandung di dalam nasionalisme

di bagi atas 5 Pancasila dengan butir-butirnya sebagai berikut :

15
A. Sila pertama : (Ketuhanan yang maha esa)

1) Percaya dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-

masing

2) Hormat menghormati dan bekerja sama antar pemeluk

agama

3) Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah

sesuai dengan agama dan kepercayaan

4) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan

kepada orang lain

B. Sila Kedua : (Kemanusiaan yang adil dan beradab)

1) Berani membela kebenaran dan keadilan

2) Mengakui persamaan hak dan persamaan

kewajiban antar sesama manusia

3) Mencintai sesama manusia.

4) Mengembangkan sikap tenggang rasa

5) Tidak semena-mena terhadap orang lain

C. Sila Ketiga : (Persatuan Indonesia)

1) Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan dan

keseimbangan bangsa dan negara di atas kepentingan

pribadi dan golongan

2) Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara

3) Cinta tanah air dan bangsa

16
4) Bangga sebagai bangsa indonesia,bertanahair

indonesia

5) Memajukan persatuan dan kesatuan bangsa yang

berineka tunggal ika

D. Sila keempat : (Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat

kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan )

1) Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat

2) Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain

3) Mengutamakan musyawarah dalam

mengambil keputusan untuk kepentingan

bersama

4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat

kekeluargaan

E. Sila kelima : (Keadilan sosial bagi seluruh rakyat

Indonesia)

1) Mengembangkan perbuatan yang luhur yang

mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan

gotong royong

2) Bersikap adil

3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban

4) Menghormati hak-hak orang lain

5) Suka memberi pertolongan kepada orang lain

Penerapan nasionalisme bagi seorang guru dapat dilakukan

dengan mengimplementasikan nilai-nilai pancasila dalam

17
kehidupan sehari-hari, terutama dalam melaksanakan tugas

sebagai guru di sekolah. Beberapa contohnya adalah dengan

menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai

wujud cinta tanah air, mengutamakan musyawarah dan selalu

menghargai pendapat orang lain.

3. Etika Publik

Tata krama/sopan santun dalam berkelakuan sesuai

lingkungan setempat, adapun nilai-nilai yang terkandung di dalam

etika publik yaitu :

a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara

Pancasila

b. Menjalankan tugas secara professional dan tidak berpihak

c. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian

d. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif

e. Memelihara dan menjunjung tinggi etika luhur

Sebagai seorang guru, etika publik dapat diterapkan salah

satunya dengan mentaati peraturan instansi yang berlaku, seperti

rutin melakukan presensi, bersikap profesional dengan datang

tepat waktu, terutama pada saat jam mengajar. Dalam proses

pembelajaran guru harus bisa membangun komunikasi yang baik

dengan siswa, menjawab setiap pertanyaan siswa dengan

ramah, memperlakukan siswa sebagai partner dalam proses

belajar mengajar, dan tetap menjaga kerahasiaan menyangkut

18
kebijakan tertentu, seperti kerahasiaan soal ujian.

4. Komitmen Mutu

Cara bekerja yang menggunakan pembaharuan demi

kemajuan dan kepentingan bersama. Adapun nilai-nilai yang

terkandung dikomitmen mutu yaitu :

a. Efektifitas, Efisiensi , Mutu, dan Inovasi

b. Komitmen dalam pemberian pelayanan yang prima

c. Pemberian layanan yang cepat, tepat dan ramah

d. Pelayanan yang menyentuh hati

e. Mengedepankan komitmen

f. Menghasilkan produk jasa yang berkualitas tinggi

g. Melakukan upaya perbaikan berkelanjutan

Komitmen mutu dapat diterapkan seorang guru ketika

melaksanakan tugasnya dalam pembelajaran. Guru harus

menyiapkan perangkat pembelajaran seperti Silabus, Program

Tahunan, Program Semester dan RPP untuk menjamin mutu

proses pembelajaran di kelas. Guru dapat berinovasi dalam

pembelajaran dengan menggunakan berbagai model pembelajaran

yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, selain itu guru

juga harus selalu melakukan refleksi evaluasi pembelajaran agar

19
dapat memperbaiki hal-hal yang masih perlu diperbaiki dan

melakukan penilaian sesuai dengan standar penilaian yang

berlaku.

5. Anti Korupsi

Perilaku yang mencerminkan keterhindaran diri dari

kerusakan dan kebobrokan yang dapampaknya bisa menyebabkan

kerusakan baik dalam ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat

dan kehidupan yang lebih luas. Adapun nilai-nilai yang terkandung

dalam Anti Korupsi yaitu :

1. Jujur

2. Peduli

3. Mandiri

4. Disiplin

5. Tanggung jawab

6. Kerja keras

7. Sederhana

8. Berani

9. Adil

Sebagai seorang pendidik, guru mempunyai tanggung

jawab untuk menerapkan dan menumbuhkan budaya anti korupsi

kepada masyarakat, khususnya kepada siswa. Guru dapat

20
memberi contoh dengan selalu disiplin dan konsisten dalam

memenuhi kehadiran dan jam mengajar, menggunakan waktu

bekerja dengan semestinya, menolak pemberian hadiah dalam

bentuk apapun yang berkaitan dengan siswa, serta melakukan

penilaian dengan transparan dan akuntabel.

B. Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI

1. Manajemen ASN

Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk

menghasilkan Pegawai Aparatur Sipil Negara yang professional,

memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih

dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Manajemen ASN lebih

menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga

diharapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil Negara

yang unggul selaras dengan perkembangan jaman. Berdasarkan

jenisnya, Pegawai ASN terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

PNS berhak memperoleh:

a) Gaji, tunjangan, dan fasilitas


b) Cuti
c) Jaminan pensiun dan jaminan hari tua
d) Perlindungan
e) Pengembangan kompetensi
Sedangkan PPPK berhak memperoleh:

21
a) Gaji dan tunjangan
b) Cuti
c) Perlindungan
d) Pengembangan kompetensi

Berdasarkan pasal 92 UU ASN Pemerintah juga wajib

memberikan perlindungan berupa :

a) Jaminan kesehatan
b) Jaminan kecelakaan kerja
c) Jaminan kematian
d) Bantuan hukum

2. Whole of Government (WoG)

WoG adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan

pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif

pemerintahan dari keseluruhan sector dalam ruang lingkup

koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan

pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan

publik. Oleh karenanya WoG juga dikenal sebagai pendekatan

interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah

kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang relevan.

WoG ditekankan pada pengintegrasian upaya-upaya kementrian

atau lembaga pemerintah dalam mencapai tujuan-tujuan bersama

dalam bentuk kerjasama antar seluruh elemen pemerintahan.

Karakteristik pendekatan WoG dapat dirumuskan dalam prinsip-

22
prinsip kolaborasi, kebersamaan, kesatuan, tujuanbersama, dan

mencakup keseluruhan aktor dari seluruh sektor dalam

pemerintahan. Karakteristik WoG tersebut dirumuskan dalam

prinsip KISS yaitu koordinasi, integrasi (kolaborasi atau kerjasama),

sinergitasi dan simplikasi.

Berdasarkan karakteristik WoG, maka dapat dipraktekkan

dalam kontinum koordinasi merger, dimana pelaksanaan WoG

mulai dari koordinasi, maka kelembagaan yang terlibat dalam

pendekatan WoG tidak mengalami perubahan struktur organisasi.

3. Pelayanan Publik

Amanat UUD 1945 bahwa layanan unuk kepentingan publik

menjadi tanggung jawab pemerintah. Pelayanan publik yang

bermutu akan menciptakan kepercayaan publik kepada pemerintah.

Keberhasilan institusi pemerintah memberikan layanan kepada

masyarakat akan sangat bergantung pada mutu sumber daya

manusia serta bagaimana potensi mereka. ASN sebagai sumber

daya manusia yang dimiliki oleh pemerintah untuk melaksanakan

amanah UUD 1945 memiliki fungsi sebagai pelayan publik yang

bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan prima kepada

masyarakat.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan

Publik menyatakan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau

23
rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan

sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga

negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan

administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

Tiga unsur penting dalam pelayanan publik,yaitu organisasi

penyelenggara pelayanan publik, penerima layanan (pelanggan)

yaitu orang, masyarakat atau organisasi yang berkepentingan, dan

kepuasan yang diberikan dan atau diterima oleh penerima layanan.

Sembilan prinsip pelayanan publik yang baik untuk

mewujudkan pelayanan prima yaitu :

1) Partisipatif;

2) Transparan;

3) Responsif;

4) Non Diskriminatif;

5) Mudah dan Murah;

6) Efektif dan Efisien;

7) Aksesibel;

8) Akuntabel;

9) Berkeadilan

C. Rancangan Aktualisasi

1. Identifikasi Isu

Setelah mempelajari nilai-nilai dasar ASN, peserta diklat

dituntut untuk menjalankan profesi ASN dengan berlandaskan

24
kelima nilai dasar tersebut. Agar aktualisasi nilai-nilai dasar ASN

dapat dilaksanakan dengan baik, maka penulis membuat rancangan

aktualisasi dengan memperhatikan isu yang ada di sekitar sekolah

untuk kemudian diaktualisasikan di tempat tugas.

Melalui orientasi dalam pelaksanaan proses belajar

mengajar yang berlangsung selama bertugas di SMA Negeri 5

Tanah Siang, terdapat isu yang ditemukan di lapangan yakni:

1) Kurang optimalnya peran dan fungsi Perpustakaan


Sekolah

2) Siswa kurang menerapkan keterampilan berbahasa.

3) Kurangnya motivasi belajar Siswa.

4) Kurang disiplin dalam mengikuti pembelajaran di sekolah.

Tabel 3.1 Identifikasi Isu

Identifikasi Isu Kondisi Saat ini Kondisi yang diharapkan


Siswa tidak mau Agar siswa rajin
Tidak optimalnya
menggunakan menggunakan
peran dan fungsi
perpustakaan sebagai perpustakaan dalam hal
Perpustakaan
gudang ilmu atau tidak belajar khususnya
Sekolah
membiasakan diri Mendengar, Berbicara,
Mendengar, Berbicara, Membaca dan Menulis.
Membaca dan Menulis di
perpustakaan.

Siswa tidak terbiasa Agar siswa mampu


Siswa yang kurang
menerapkan keterampilan menerapkan keterampilan
menerapkan
bahasa seperti membaca, berbahasa yakni
Keterampilan
menulis, berbicara dan membaca, menulis,
Berbahasa.
mendengar. berbicara dan
mendengarkan dengan
baik dan benar.

25
Siswa malas untuk belajar Siswa makin meningkat
Kurangnya
menggunakan bahasa motivasinya untuk belajar
motivasi belajar
yang baik dan benar. di sekolah.
Siswa.
Perarturan sekolah yang Agar siswa berdisiplin
Kurang disiplin
tidak diindahkan oleh dalam mengikuti
dalam mengikuti
siswa. pembelajaran di sekolah.
pembelajaran di
sekolah.

Setelah dideskripsikan pada bagian sebelumnya, diperlukan

analisis lanjutan dari isu-isu tersebut. Analisis isu dilakukan untuk

menetapkan kriteria isu dan kualitas isu. Kriteria isu dapat diukur

menggunakan metode AKPK. Unsur-unsur yang dinilai menggunakan

metode AKPK ini adalah Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Layak/

Kelayakan. Aktual artinya benar-benar terjadi dan sedang

dibicarakan.Kekhalayakan artinya isu yang menyangkut hajat hidup orang

banyak. Problematik artinya sebuah isu memiliki permasalahan yang

kompleks sehingga harus segera dicarikan solusi permasalahannya.

Kelayakan artinya isu yang diangkat masuk akal dan realistis untuk

dipecahkan masalahnya. Hasil analisis isu menggunakan metode AKPK

ditunjukkan pada Tabel 3.2 berikut:

Tabel 3.2. Analisis Isu menggunakan metode AKPK

No. ISU A K P K Jumlah Peringkat

1. Kurangnya motivasi 3 4 4 3 14 2
belajar Siswa.

26
Kurang disiplin dalam
2. 2 3 3 3 11 4
mengikuti pembelajaran
di sekolah.

Tidak optimalnya peran


3. dan fungsi 3 4 3 3 13 3
perpustakaan sekolah

Siswa kurang
4. menerapkan 4 5 5 5 19 1
keterampilan
berbahasa.

Pembobotan pada metode AKPK menggunakan skala likert yang

ditunjukkan pada Tabel 3.3.

Tabel 3.3 Bobot Penetapan Kriteria Kualitas Isu AKPK

Bobot Keterangan
5 Sangat kuat pengaruhnya
4 Kuat pengaruhnya
3 Sedang pengaruhnya
2 Kurang pengaruhnya
1 Sangat kurang pengaruhnya

Dari analisis kriteria isu dengan alat analisis AKPK tersebut

maka muncullah peringkat isu:

1. Siswa kurang menerapkan Keterampilan Berbahasa.

2. Kurangnya motivasi belajar Siswa.

3. Kurang optimalnya peran dan fungsi perpustakaan sekolah.

Dalam mengidentifikasi isu tersebut, penulis akan

menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth).

Urgensi artinya seberapa mendesaknya suatu isu untuk segera

dibahas, dianalisis dan ditindak lanjuti. Seriousness artinya

27
seberapa serius suatu isu harus segera dibahas dikaitkan dengan

akibat yang akan ditimbulkan. Growth artinya seberapa besar

kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak ditangani

segera.

Adapun skala penentuan prioritas isu yang digunakan dalam


metode USG (Urgency, Seiousness, Growth) dijelaskan sebagai berikut:

Tabel 3.4 Skala Prioritas Isu USG

Skala
No USG
1 2 3 4 5
Sangat
Tidak Cukup Sangat
1 Urgent tidak Mendesak
mendesak mendesak mendesak
mendesak
Seriou Sangat Tidak Cukup Sangat
2 Serius
sness tidak serius serius serius serius
Growt Sangat Cukup Sangat
3 Lambat Cepat
h lambat cepat cepat

Dibawah ini adalah analisis penilaian prioritas isu menggunakan


metode USG.

Tabel 3.5 Analisis Penilaian Prioritas Isu USG

Matriks USG
No Isu Aktual U S G Total Rank

(1-5) (1-5) (1-5)


1 Siswa kurang menerapkan
5 4 4 13 1
Keterampilan berbahasa.
2 Kurangnya motivasi belajar
3 4 4 11 2
Siswa.

28
3 Kurang optimalnya peran dan
3 4 3 10 3
fungsi perpustakaan sekolah.

2. Isu yang diangkat

Berdasarkan analisis isu tersebut, isu yang mendapat nilai

tertinggi dan menjadi prioritas adalah “Siswa Kurang Menerapkan

Keterampilan Berbahasa di SMA Negeri 5 Tanah Siang”.

Isu prioritas dianalisis dengan alat bantu Fishbone Diagram

untuk mendapatkan penyebab-penyebab yang perlu diintervensi

dengan melakukan kegiatan/inovasi. Fishbone diagram akan

mengidentifikasi berbagai sebab potensial dari satu efek atau

masalah. Penyebab yang menimbulkan isu prioritas akan dibagi

menjadi beberapa kategori yaitu mesin, metode, manusia, lingkungan

dan materi. Dapat dilihat pada diagram berikut.

29
SEBAB
EFEK
MESIN
MANUSIA METODE
Media
pembelajaran
Kurang minat Pembelajaran PJJ kurang bervariasi
membaca (memberi tugas)
Tidak optimalnya peran
perpustakaan

Kurangnya Pandemi covid 19


meningkat Siswa tidak
motivasi
punya buku Kurangnya
belajar
bacaan
Keterampilan
Berbahasa
Keterbatasan Kurang
buku sumber bersosialisasi
bacaan

Kebiasaann menggunakan
Akses internet Gambar 3.1 Diagram Fishbone
bahasa daerah di sekolah
tidak ada

MATERIAL LINGKUNGAN
30
EFEK
SEBAB
3. Penyebab Isu

Setelah dilakukan analisis penyebab terhadap isu prioritas

dengan Fishbone, maka diperoleh penyebab-penyebab prioritas

yang perlu diselesaikan, yaitu :

a) Faktor Mesin

Penggunaan media pembelajaran yang kurang bervariatif

membuat siswa mengalami kebosanan sehingga materi yang

diajarkan dianggap sulit. Hal ini juga pengaruh dari siswa yang

tidak memanfaatkan perpustakaan untuk mencari sumber

bacaann atau menulis artikel.

b) Faktor Metode

Guru dituntut untuk bisa berinovasi dalam menyampaikan materi

pembelajaran namun karena kasus covid-19 makin meningkat,

sehingga siswa harus belajar di rumah saja. Guru memberikan

tugas setiap minggu, dan siswa mengerjakan di rumah lalu

dikumpul tepat waktu yang ditentukan sekolah.

c) Faktor Manusia

Bentuk ketidaktertarikan atau minat siswa terhadap

pembelajaran adalah dengan menunjukkan sikap ogah-ogahan

dan tidak semangat untuk melakukan proses pembelajaran. Hal

mudah sebetulnya bagi siswa adalah dengan rajin membaca atau

menulis, akan memudahkan siswa untuk memahami pelajaran

yang disampaikan oleh guru.

31
Siswa juga kadang tidak punya motivasi belajar karena

keterbatasan guru, akses jalan, listrik, internet dan lain-lain

sehingga siswa menjadi malas.

d) Faktor Lingkungan

Kebiasaan siswa yang kurang bersosialisasi dengan teman, guru

dan orang-orang sekitarnya sehingga lebih memilih menyendiri

bahkan jika perlu dapat berkomunikasi menggunakan bahasa

daerah di kelas atau lingkup sekolah. Hal ini berpengaruh bagi

penerapan keterampilan bahasa di sekolah.

e) Faktor Material

Ketersediaan buku bacaan juga masih terbatas sehingga siswa

tidaklah cepat atau mudah menggunakan buku saat kapan ia

membutuhkan. Akses internet juga menjadi salahsatu hambatan

karena sumber belajar juga dapat ditemukan di internet atau

memudahkan siswa untuk mengeksplorasi pengetahuan dari luar.

4. Deskripsi Isu

Hampir sebagian besar Siswa SMA Negeri 5 Tanah Siang,

kurang menerapkan keterampilan berbahasa di lingkungan sekolah

sehingga siswa tersebut tidak aktif dalam mendengar, berbicara,

membaca dan menulis. Oleh karena itu, perlu adanya perubahan

agar dapat terwujudkan sekolah yang berwawasan luas.

Dengan adanya aturan yang mengatur siswa, maka akan

32
terampil berbahasa dengan membaca dan rajin menulis di sekolah.

Inilah yang kemudian menjadi alasan mengapa saya mengangkat

isu ini. Sebagaimana yang menjadi dasar saya yaitu misi sekolah

poin pertama yang berbunyi : “Melaksanakan pembelajaran dan

bimbingan secara efektif untuk mengembangkan pembelajaran dan

bimbingan secara optimal berdasarkan standar operasional

pendidikan”.

5. Analisis Dampak Isu

Isu utama pada aktualisasi ini yaitu masih adanya Siswa

yang kurang menerapkan Keterampilan Berbahasa di lingkungan

SMA Negeri 5 Tanah Siang. Adapun dampak dari isu tersebut jika

tidak diatasi yaitu:

a. Siswa menjadi kurang terampil dalam berbahasa

b. Siswa kurang menggunakan bahasa formal;

c. Siswa kurang terampil berbahasa dengan Mendengar,

Berbicara, Membaca dan Menulis.

Maka, sangat diharapkan kondisi tersebut tidak terjadi melainkan

sebaliknya yakni:

a. Siswa di lingkunga sekolah menjadi terampil dalam berbahasa,

b. Siswa akan menggunakan bahasa yang formal,

c. Siswa akan terampil berbahasa dengan Mendengar,

Berbicara, Membaca dan Menulis.

6. Gagasan Pemecahan Isu

33
Gagasan pemecahan isu dari dampak yang dapat

ditimbulkan dari isu di atas sekaligus menjadi judul aktualisasi

yakni: “Peningkatan Keterampilan Berbahasa pada Siswa SMA

Negeri 5 Tanah Siang”.

Gagasan pemecahan isu ini akan dilakukan dengan

mengoptimalkan keterampilan berbahasa pada siswa sebagai

bentuk penegakan dan pembinaan yang sesuai dengan visi, misi

dan nilai-nilai sekolah.

34
D. Rancangan Kegiatan Aktualisasi

1) Rancangan Aktualisasi

Jabatan/Unit Kerja : Fungsional Guru / SMA Negeri 5 Tanah Siang


Identifikasi Isu : 1) Kurang optimalnya peran dan fungsi perpustakaan sekolah.
2) Siswa kurang menerapkan Keterampilan Berbahasa.
3) Kurangnya motivasi belajar Siswa.
4) Kurang disiplin dalam mengikuti pembelajaran di sekolah.
Isu yang diangkat : Masih terdapat Siswa yang kurang menerapkan Keterampilan Berbahasa di SMA Negeri

5 Tanah Siang.
Gagasan Pemecahan Isu : “Peningkatan Keterampilan Berbahasa pada Siswa SMA Negeri 5 Tanah Siang”

2) Rencana Kegiatan Aktualisasi

Tabel 3.6. Matrik Rencana Kegiatan Aktualisasi


35
Keterkaitan Substansi
Kegiatan Output/ Hasil dengan Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-Nilai
Tahapan Kegiatan
No. Pembelajaran Kegiatan Nilai-Nilai Dasar Visi/Misi Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7
1. Melaksanakan 1. Melakukan 1. Adanya 1. Akuntabilitas Konsultasi dengan Pelaksanaan
konsultasi dan konsultasi dengan hasil Bertanggung jawab mentor dan coach konsultasi dengan
diskusi mengenai mentor dan coach konsultasi untuk melaksanakan dapat mentor dan coach
aktualisasi dengan aktualisasi, mendukung misi dapat memberikan
mentor dan coach konsultasi dengan sekolah yaitu kontribusi terhadap
mentor dan coach meningkatkan nilai organisasi yaitu
untuk meminta profesionalisme profesional,
saran mengenai pendidik dan tanggung jawab dan
target aktualisasi tenaga kerja sama
kependidikan
2. Melakukan diskusi 2. Nasionalisme
dengan mentor dan 2. Adanya Musyawarah
coach hasil diskusi dengan mentor dan
coach mengenai
aktualisasi di
instansi,
Menghormati dan
Menghargai
pendapat dari mentor
dan coach

3. Etika Publik
Konsisten mengenai
waktu konsultasi
dengan mentor dan
coach

4. Komitmen Mutu
Komunikatif dengan

36
meminta pendapat
mentor dan coach
dalam melakukan
kegiatan aktualisasi

5. Whole of
government
koordinasi dalam
melakukan kegiatan
aktualisasi dengan
rasa tanggung jawab

2. Menyusun 1. Menyiapkan Buku 1. Adanya Buku 1. Akuntabilitas Kualitas Rencana Menyusun RPP dapat
Rencana Bacaan bacaan Rencana penerapan yang baik akan memberikan
Penerapan Keteranmpilan meningkatkan mutu kontribusi terhadap
Keterampilan 2. Menyiapkan referensi 2. Adanya referensi Bahasa disusun pembelajaran nilai organisasi yaitu
Berbahasa pada dengan rasa sehingga tujuan disiplin, ikhlas,
siswa SMA Negeri 3. Menentukan media 3. Menentukan tanggung jawab pembelajaran akan profesional, dan
5 Tanah Siang yang digunakan buku sebagai tercapai. Hal ini tanggung jawab
media 2. Nasionalisme bentuk perwujudan
4. Menyusun langkah- pembelajaran Ikhlas dan rela visi sekolah yaitu
langkah penerapan yang berkorban untuk Unggul dalam
pembelajaran digunakan membuat Rencana prestasi,
Penerapan berdasarkan iman
4. Tersusunnya dan taqwa untuk
langkah 3. Etika Publik mengabdikan diri
penerapan Profrsional dalam terhadap
serta evaluasi menganalisis dan pembangunan
kegiatan mengelompokan berwawasan luas.
Penerapan untuk
meningkatkan disiplin
administrasi, dan
tanggung jawab
dalam profesi.
1. Komitmen Mutu
Menganalisis
perangkat dengan
37
teliti sehingga
menghasilkan
klasifikasi yang
akurat dan efektif
untuk pembelajaran

2. Anti korupsi
Jujur, Terbuka,
Adil dalam
memberikan skor
penilaian

3. Pelayanan Publik
kejelasan dalam
memberikan materi
pembelajaran

3. Mempersiapkan 1. Membuat bahan ajar 1. Sebuah 1. Akuntabilitas Kualitas instrumen Membuat video
instrumen berupa cerita atau contoh cerita Bertanggung jawab penelitian yang baik pembelajaran dapat
penelitian novel yang akan membuat instrumen akan meningkatkan memberikan
disampaikan yang baik dalam mutu pembelajaran kontribusi terhadap
kepada siswa mengukur sehingga tujuan nilai organisasi yaitu
kemampuan siswa pembelajaran akan disiplin, ikhlas,
2. Membuat soal pre 1. Soal pre test tercapai. Hal ini profesional dan
test 2. Nasionalisme bentuk perwujudan tanggung jawab
Rela berkorban visi sekolah yaitu
3. Melaksanakan 2. Hasil pre test untuk menyiapkan Unggul dalam
pre test instrumen penelitian prestasi,
berdasarkan iman
3. Etika Publik dan taqwa untuk
Konsisten dan mengabdikan diri
profesional untuk terhadap
membuat instrumen pembangunan
penelitian yang baik berwawasan luas.

4. Komitmen Mutu
Efektifitas,
38
Efisiensi, dan
Inovasi penyajian
materi dalam cerita
soal pre test

5. Anti korupsi
Tanggung jawab
dalam melaksanakan
rancangan
penerapan Jujur,
Terbuka, Adil dalam
melaksanakan pre
test

6. Komitmen Mutu
Berkomitmen
melaksanakan
proses penerapan
dengan hasil yang
baik.

4. Melaksanakan 1. Menyampaikan tujuan 1. Siswa 1. Akuntabilitas Melaksanakan proses Melaksanakan


proses penerapan dan mengetahui Tanggung jawab penerapan proses penerapan
penerapan memotivasi siswa tujuan dalam pelaksanaan menggunakan cerita menggunakan cerita
keterampilan penerapan pembelajaran atau novel. atau novel dapat
berbahasa pada dan siswa memberikan
Siswa SMA termotivasi 2. Nasionalisme kontribusi terhadap
Negeri 5 Tanah Ikhlas dan rela nilai organisasi yaitu
2. Melaksanakan proses
Siang 2. Proses berkorban dalam ikhlas, profesional,
penerapan pada
penerapann melaksanakan kerja sama dan
penggunaan bahasa
terlaksana penerapan tanggung jawab

3. Etika Publik
Ramah,
profesional, dan
konsisten dalam
melaksanakan

39
penerapan

4. Komitmen Mutu
Inovasi dalam
melaksanakan
penerapan

5. Anti korupsi
Bertanggung jawab
dan bekerja keras
dalam melaksanakan
penerapan

6. Manajemen ASN
melaksanakan
kewajiban sebagai
guru

7. Pelayanan publik
Tidak diskriminatif
dan responsif dalam
melaksanakan
penerapan

5. Melakukan 1. Mengadakan evaluasi 1. Terlaksananya 1. Akuntabilitas Mengadakan dan Mengadakan dan


evaluasi pembelajaran (post- Post test Bertanggung mengolah hasil mengolah hasil
test) jawab dalam evaluasi siswa dapat evaluasi siswa
mengadakan dan mendukung visi misi memberikan
2. Mengolah hasil 2. Hasil evaluasi mengolah hasil sekolah yaitu kontribusi terhadap
evaluasi siswa (post siswa berupa evaluasi siswa Unggul dalam nilai organisasi
test) data prestasi, yaitu Jujur, ikhlas,
2. Nasionalisme berdasarkan iman profesional dan
Adil saat dan taqwa untuk tanggung jawab
mengadakan dan mengabdikan diri
mengolah hasil terhadap
evaluasi siswa pembangunan
3. Etika publik berwawasan luas.

40
Jujur dan adil
dalam mengolah
hasil evaluasi siswa
4. Komitmen Mutu
Teliti dan akurat
dalam mengolah
hasil evaluasi siswa
5. Anti korupsi
Bertanggung
jawab terhadap
evaluasi
pembelajaran yang
dilaksanakan dan
hasil evaluasi siswa
6. Manajemen ASN
Melaksanakan
kewajiban sebagai
guru
6. Melakukan 1. Menyiapkan lembar 1. Lembar kerja 1. Akuntabilitas Menyiapkan, Menyiapkan,
tindak lanjut kerja siswa siswa Bertanggung menyerahkan dan menyerahkan dan
berupa jawab dalam mengolah data mengolah data kerja
tanggapan siswa menyiapkan, kerja siswa serta siswa serta konsultasi
terhadap 2. Menyerahkan lembar 2. Hasil kerja siswa menyerahkan, dan konsultasi dengan dengan mentor dan
penerapan kerja siswa mengolah data mentor dan coach coach memberikan
keterampilan kerja siswa dapat mendukung kontribusi terhadap
berbahasa 2. Nasionalisme visi misi sekolah nilai organisasi yaitu
dengan 3. Mengolah data hasil 3. Hasil kerja siswa Ikhlas saat yaitu disiplin, jujur,
Mendengar, kerja siswa berupa data dan membuat dan meningkatkan ikhlas, profesional,
Berbicara, grafik mengolah data profesionalisme tanggung jawab dan
Membaca dan 3. Melakukan konsultasi 4. Adanya hasil kerja siswa, serta pendidik. kerja sama
Menulis. dan diskusi dengan konsultasi dan bermusyawarah
mentor dan coach diskusi berupa dengan mento dan
mengenai laporan coach terkait
laporan aktualisasi aktualisasi laporan aktualisasi

3. Etika publik
Jujur dan adil

41
dalam mengolah
data kerja siswa
4. Komitmen Mutu
Berinovasi untuk
membuat hasil
kerja siswa, teliti
dan akurat dalam
mengolah data
kerja siswa
5. Anti Korupsi
Disiplin, tanggung
jawab, dan kerja
keras selama
pelaksanaan
aktualisasi

6. Manajemen ASN
Melaksanakan
kewajiban sebagai
guru
7. Whole of
government
koordinasi dan
kolaborasi dalam
melakukan kegiatan
aktualisasi
8. Pelayanan publik
Transparan dalam
mengolah data
kerja siswa,
bersikap responsif
selama konsultasi
dengan mentor dan
coach
E. Matrik Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi

42
Tabel 3.7. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

Pelaksanaan Kegiatan
No Kegiatan Agustus September
1 2 3 4 1 2 3 4
Melaksanakan konsultasi dan
1 diskusi mengenai aktualisasi 13-20/8
dengan mentor dan coach.
Menyusun Rencana
2 Penerapan Keterampilan 20-27/8
Berbahasa pada Siswa Kelas
X SMA Negeri 5 Tanah Siang
Mempersiapkan Instrumen
3 Penelitian 20-27/8
Melaksanakan Penerapan
4 Keterampilan Berbahasa pada 27/8 - 10/9
Siswa Kelas X SMA Negeri 5
Tanah Siang

5 Melakukan Evaluasi 10-17/9


Melakukan tindak lanjut
6 berupa tanggapan siswa
terhadap penerapan
keterampilan berbahasa 17-24/9
dengan Mendengar,
Berbicara, Membaca dan
Menulis.

Keterangan :

= Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

43
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas: Modul Pelatihan dan

Pendidikan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi

Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme: Modul Pelatihan dan

Pendidikan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi

Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Publik: Modul Pelatihan dan

Pendidikan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi

Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Komitmen Mutu: Modul Pelatihan dan

Pendidikan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi

Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015.Anti Korupsi: Modul Pelatihan dan

Pendidikan Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi

Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2017.Wawasan Kebangsaan dan Nilai-nilai Bela

Negara: Modul Pelatihan Dasar CPNS Golongan III. Jakarta: Lembaga

Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Manajemen Aparatur Sipil Negara: Modul

Pelatihan Dasar CPNS Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi

Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Pelayanan Publik: Modul Pelatihan Dasar

CPNS Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

44
Peraturan LAN Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Pelatihan Dasar CPNS.

Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS

sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun

2020

Republik Indonesia. 2003. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun

2003 Tentang Pendidikan Nasional. Jakarta

Republik Indonesia. 2005. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun

2005 Tentang Guru dan Dosen. Jakarta

Republik Indonesia. 2014. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun

2014 Tentang Aparatur Sipil Negara. Jakarta.

45

Anda mungkin juga menyukai