Anda di halaman 1dari 5

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2020/21.1 (2020.2)

Nama Mahasiswa : M. Amrulloh Arrof

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 021644517

Tanggal Lahir : 21 / 06 /1991

Kode/Nama Mata Kuliah : EKMA 4263 / Manajemen Kinerja

Kode/Nama Program Studi : 54 / MANAJEMEN

Kode/Nama UPBJJ : 42 / SEMARANG

Hari/Tanggal UAS THE : Senin / 21-12-2020

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
Surat Pernyataan
Mahasiswa
Kejujuran Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : M. Amrulloh Arrof

NIM : 021644517

Kode/Nama Mata Kuliah : EKMA 4263 / Manajemen Kinerja

Fakultas : EKONOMI

Program Studi : S1 MANAJEMEN

UPBJJ-UT : 42 / SEMARANG

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE pada
laman https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan soal
ujian UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai
pekerjaan saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan
aturan akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan
tidak melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media
apapun, serta tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik
Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat
pelanggaran atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi akademik
yang ditetapkan oleh Universitas Terbuka.

Pemalang, 21 Desember 2020

Yang Membuat Pernyataan

M. Amrulloh Arrof
JAWABAN

NO 1
Jawaban 1
1. Performance Standart
Penilaian kinerja sangat membutuhkan standar yang jelas yang dijadikan tolok ukur atau
patokan terhadap kinerja yang akan diukur. Standar yang dibuat tentu saja harus
berhubungan dengan jenis pekerjaan yang akandiukur dan hasil yang diharapkan akan
terlihat dengan adanya penilaian kinerja ini.
Ada empat hal yang harus diperhatikan dalam menyusun standar penilaian kinerja yang baik
dan benar yaitu validity, agreement, realism, dan objectivity.
 Validity adalah keabsahan standar tersebut sesuai dengan jenis pekerjaan yang dinilai.
Keabsahan yang dimaksud di sini adalah standar tersebut memang benar-benar sesuai atau
relevan dengan jenis pekerjaan yang akan dinilai tersebut.
 Agreement berarti persetujuan, yaitu standar penilaian tersebut disetujui dan diterima oleh
semua pegawai yang akan mendapat penilaian. Ini berkaitan dengan prinsip validity di atas.
 Realism berarti standar penilaian tersebut bersifat realistis, dapat dicapai oleh para pegawai
dan sesuai dengan kemampuan pegawai.
 Objectivity berarti standar tersebut bersifat obyektif, yaitu adil, mampu mencerminkan
keadaan yang sebenarnya tanpa menambah atau mengurangi kenyataan dan sulit untuk
dipengaruhi oleh bias -bias penilai.
2. Kriteria Manajemen Kinerja (Criteria for Managerial Performance)
Kriteria penilaian kinerja dapat dilihat melalui beberapa dimensi, yaitu kegunaan fungsional
(functional utility), keabsahan (validity), empiris (empirical base), sensitivitas (sensitivity),
pengembangan sistematis (systematic development), dan kelayakan hukum (legal
appropriateness).
1. Kegunaan fungsional bersifat krusial, karena hasil penilaian kinerja dapat
digunakan untuk melakukan seleksi, kompensasi, dan pengembangan pegawai,
maka hasil penilaian kinerja harus valid, adil, dan berguna sehingga dapat
diterima oleh pengambil keputusan.
2. Valid atau mengukur apa yang sebenarnya hendak diukur dari penilaian kinerja
tersebut.
3. Bersifat empiris, bukan berdasarkan perasaan semata.
4. Sensitivitas kriteria. Kriteria itu menunjukkan hasil yang relevan saja, yaitu
kinerja, bukan hal-hal lainnya yang tidak berhubungan dengan kinerja.
5. Sistematika kriteria. Hal ini tergantung dari kebutuhan organisasi dan lingkungan
organisasi. Kriteria yang sistematis tidak selalu baik. Organisasi yang berada
pada lingkungan yang cepat berubah mungkin justru lebih baik menggunakan
kriteria yang kurang sistematis untuk cepat menyesuaikan diri dan begitu juga
sebaliknya.
6. Kelayakan hukum yaitu kriteria itu harus sesuai dengan hukum yang berlaku.
3. Pengukuran Kinerja (Performance Measures)
Pengukuran kinerja dapat dilakukan dengan menggunakan sistem penilaian (rating) yang
relevan. Rating tersebut harus mudah digunakan sesuai dengan yang akan diukur, dan
mencerminkan hal-hal yang memang menentukan kinerja Werther dan Davis
(1996:346). Pengukuran kinerja juga berarti membandingkan antara standar yang telah
ditetapkan dengan kinerja sebenarnya yang terjadi.
Pengukuran kinerja dapat bersifat subyektif atau obyektif. Obyektif berarti pengukuran kinerja
dapat juga diterima, diukur oleh pihak lain selain yang melakukan penilaian dan bersifat
kuantitatif. Sedangkan pengukuran yang bersifat subyektif berarti pengukuran yang
berdasarkan pendapat pribadi atau standar pribadi orang yang melakukan penilaian dan sulit
untuk diverifikasi oleh orang lain.

Jawaban 2
Pengaplikasian manajemen SDM memiliki dampak yang cukup besar pada kemampuan
perusahaan dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai. Tanpa memiliki manajemen SDM yang
baik, bukan tidak mungkin tujuan perusahaan akan menjadi sia-sia dan sulit untuk bisa dicapai.
Alasan mengapa manajemen SDM penting untuk dimiliki oleh sebuah perusahaan atau
organisasi adalah melalui kegiatan tersebut, perusahaan mampu menciptakan keseimbangan
internal perusahaan. Keseimbangan internal tersebut mencakupi tujuan, sasaran, serta aktivitas
dari berbagai pihak yang ada dalam perusahaan tersebut.
Jika keseimbangan internal telah dimiliki perusahaan, efisiensi serta produktivitas kerja
dalam perusahaan tersebut akan menjadi lebih baik. Untuk itu, tak sedikit perusahaan yang
mencanangkan manajemen SDM sejak masa perekrutan calon pekerja hingga pemberdayaan
SDM yang ada di setiap departemen perusahaan.
Manajemen SDM juga mampu membantu perusahaan dalam memperbaiki kontribusi
positif dari para tenaga kerja. Melalui manajemen SDM, perusahaan dapat memberikan usaha
pengembangan tenaga kerja dengan bertanggung jawab secara etis, strategis, dan sosial. 
Dengan begitu, sumber daya manusia di perusahaan tersebut dapat lebih berkembang dan
memberikan kontribusi produktif agar tujuan perusahaan dapat segera tercapai.

NO 2
Visi dan misi perusahaan merupakan salah satu hal yang membentuk inti bisnis. Visi dan
misi harus mampu menggambarkan apa yang dilakukan perusahaan, bagaimana perusahaan
bisa membantu orang, apa tujuan perusahaan, serta bagaimana perusahaan untuk bisa mencapai
tujuan tersebut.

NO 3
Value Propositions
 Products & Services
Melihat proporsi nilai dari produk dan jasa yang ditawarkan kepada konsumen dan menentukan
mana yang terbaik untuk konsumen.
 Pain Relievers
Melihat usaha dalam membuat kerugian kepada konsumen berkurang seperti berhemat dan
mengurangi risiko.
 Gain Creators
Melihat bagaimana produk dan jasa yang kamu tawarkan bisa memberikan keuntungan kepada
konsumen.
NO 4
Metode Rating Scale
Merupakan metode yang paling banyak digunakan untuk menilai kinerja karyawan pada masa lalu,
dimana penilaian kinerja dilakukan oleh atasan atau manajer yang bersangkutan. Metode ini terdiri
dari dua bagian yaitu : bagian suatu daftar karakteristik, bidang, ataupun perilaku yang akan dinilai
dan bagian skala. Dalam penilaian metode meliputi faktor kejujuran, kerajinan, ketekunan, sikap,
kerja sama, kepemimpinan, kecermatan, kesetian dan kerapihan.
Prinsip : Dalam penilaiannya terdapat kolom-kolom yang berisi kategori penilaian yang di nyatakan
dalam bentuk sangat baik, baik, cukup, kurang dan sangat kurang baik. Penilaian metode
berdasarkan faktor – faktor penilaiannya.
Kelebihan : Penilaian dilakukan dengan banyak pegawai, metode ini sitem penilaian sederhana dan
cepat.
Kelemahan : Pengisian lembar penilaian dalam waktu singkat membuat pemimpin melupakan
tujuan evaluasi kinerja, kriteria yang dipergunakan untuk penilaian samar.