Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN TEORI-TEORI

ALAT OPTIK

KELOMPOK :
• ULFAH MAWADDATUL Q

• NELLY SOLIHATI

• INDRAYANA SUSENDI

• RISA NURHIJATULAIL

KELAS : X-2
MATA PELAJARAN : FISIKA

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 CIAMIS

1
(RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL)
Jalan K. H. Ahmad Dahlan No. 02 Telp. (0265) 771709 Ciamis 46216
2011

Cermin dan lensa serta prinsip kerjanya memberikan sarana pemahaman bagi
pemanfaatannya untuk mempermudah dan membantu kehidupan manusia. Alat-alat
yang bekerja berdasarkan prinsip optik (cermin dan lensa) digolongkan sebagai alat
optik.

Benda optik adalah benda yang menggunakan lensa optik untuk melakukan
fungsinya dalam membantu kegiatan tertentu. Lensa optik bisa terbuat dari bahan kaca,
plastik, fiber, dan lain sebagainya

Mata

Salah satu alat optik alamiah yang merupakan salah satu anugerah dari Sang
Pencipta adalah mata. Di dalam mata terdapat lensa kristalin yang terbuat dari bahan
bening, berserat, dan kenyal. Lensa kristalin atau lensa mata berfungsi mengatur
pembiasan yang disebabkan oleh cairan di depan lensa. Cairan ini dinamakan aqueous
humor. Intensitas cahaya yang masuk ke mata diatur oleh pupil.

Bagian-bagian mata

Cahaya yang masuk ke mata difokuskan oleh lensa mata ke bagian belakang
mata yang disebut retina. Bentuk bayangan benda yang jatuh di retina seolah-olah
direkam dan disampaikan ke otak melalui saraf optik. Bayangan inilah yang sampai ke
otak dan memberikan kesan melihat benda kepada mata. Jadi, mata dapat melihat objek
dengan jelas apabila bayangan benda (bayangan nyata) terbentuk tepat di retina.

2
Lensa mata merupakan lensa yang kenyal dan fleksibel yang dapat
menyesuaikan dengan objek yang dilihat. Karena bayangan benda harus selalu
difokuskan tepat di retina, lensa mata selalu berubah-ubah untuk menyesuaikan objek
yang dilihat. Kemampuan mata untuk menyesuaikan diri terhadap objek yang dilihat
dinamakan daya akomodasi mata.

daya akomodasi mata

Saat mata melihat objek yang dekat, lensa mata akan berakomodasi menjadi
lebih cembung agar bayangan yang terbentuk jatuh tepat di retina. Sebaliknya, saat
melihat objek yang jauh, lensa mata akan menjadi lebih pipih untuk memfokuskan
bayangan tepat di retina.

Titik terdekat yang mampu dilihat oleh mata dengan jelas disebut titik dekat
mata (punctum proximum/PP). Pada saat melihat benda yang berada di titik dekatnya,
mata dikatakan berakomodasi maksimum. Titik dekat mata disebut juga dengan jarak
baca normal karena jarak yang lebih dekat dari jarak ini tidak nyaman digunakan untuk
membaca dan mata akan terasa lelah. Jarak baca normal atau titik dekat mata adalah
sekitar 25 cm.

Adapun, titik terjauh yang dapat dilihat oleh mata dengan jelas disebut titik jauh
mata (punctum remotum/PR). Pada saat melihat benda yang berada di titik jauhnya,
mata berada dalam kondisi tidak berakomodasi. Jarak titik jauh mata normal adalah di
titik tak hingga (~).

Rabun Jauh dan Cara Memperbaikinya

Orang yang menderita rabun jauh atau miopi tidak mampu melihat dengan jelas
objek yang jauh tapi tetap mampu melihat dengan jelas objek di titik dekatnya (pada
jarak 25 cm). titik jauh mata orang yang menderita rabun jauh berada pada jarak tertentu
(mata normal memiliki titik jauh tak berhingga).

Rabun jauh dapat diperbaiki dengan menggunakan lensa divergen yang bersifat
menyebarkan (memencarkan) sinar. Lensa divergen atau lensa cekung atau lensa negatif
dapat membantu lensa mata agar dapat memfokuskan bayangan tepat di retina.

3
miopi dikoreksi menggunakan lensa negatif

Jarak fokus lensa dan kuat lensa yang digunakan untuk memperbaiki mata yang
Mengalami rabun jauh dapat ditentukan berdasarkan persamaan lensa tipis dan rumus
kuat lensa.

Di sini jarak s adalah jarak tak hingga (titik jauh mata normal),
dan s’ adalah titik jauh mata (PR). Prinsip dasarnya adalah lensa negatif digunakan
untuk memindahkan (memajukan) objek pada jarak tak hingga agar menjadi bayangan
di titik jauh mata tersebut sehingga mata dapat melihat objek dengan jelas.

Rabun Dekat dan Cara Memperbaikinya

Orang yang menderita rabun dekat atau hipermetropi tidak mampu melihat
dengan jelas objek yang terletak di titik dekatnya tapi tetap mampu melihat dengan jelas
objek yang jauh (tak hingga). Titik dekat mata orang yang menderita rabun dekat lebih
jauh dari jarak baca normal (PP > 25 cm).

Cacat mata hipermetropi dapat diperbaiki dengan menggunakan lensa konvergen


yang bersifat mengumpulkan sinar. Lensa konvergen atau lensa cembung atau lensa
positif dapat membantu lensa mata agar dapat memfokuskan bayangan tepat di retina.

hipermetropi dikoreksi menggunakan lensa positif

4
Jarak fokus lensa dan kuat lensa yang digunakan untuk memperbaiki mata yang
mengalami hipermetropi dapat ditentukan berdasarkan persamaan lensa tipis dan rumus
kuat lensa.

Di sini jarak s adalah jarak titik dekat mata normal (25 cm), dan s’
adalah titik dekat mata (PP). Prinsip dasarnya adalah lensa positif digunakan untuk
memindahkan (memundurkan) objek pada jarak baca normal menjadi bayangan di titik
dekat mata tersebut sehingga mata dapat melihat objek dengan jelas.

Kaca Pembesar

Kaca pembesar atau lup digunakan untuk melihat benda kecil yang tidak bisa
dilihat dengan mata secara langsung. Lup menggunakan sebuah lensa cembung atau
lensa positif untuk memperbesar objek menjadi bayangan sehingga dapat dilihat dengan
jelas.

Bayangan yang dibentuk oleh lup bersifat maya, tegak, dan diperbesar. Untuk
mendapatkan bayangan semacam ini objek harus berada di depan lensa dan terletak
diantara titik pusat O dan titik fokus F lensa. untuk menghasilkan bayangan yang
diinginkan, lup dapat digunakan dalam dua macam cara, yaitu dengan mata
berakomodasi maksimum dan dengan mata tidak berakomodasi.

Lup dapat digunakan dengan mata berakomodasi maksimum untuk


mendapatkan perbesaran bayangan yang diinginkan. Agar mata berakomodasi
maksimum, bayangan yang terbentuk harus tepat berada di titik dekat mata (s’ = sn =
jarak titik dekat mata).

Perbesaran bayangan yang dihasilkan oleh lup dengan mata berakomodasi maksimum
adalah

Dimana P adalah perbesaran lup, sn adalah jarak titik dekat mata (sn = 25 cm
untuk mata normal), dan f adalah jarak fokus lup.

5
Menggunakan lup dalam keadaan mata berakomodasi maksimum membuat mata
menjadi cepat lelah. Agar mata relaks dan tidak cepat lelah, lup digunakan dalam
keadaan mata tidak berakomodasi. Untuk mendapatkan perbesaran bayangan yang
diinginkan dalam keadaan mata tidak berakomodasi, bayangan yang terbentuk harus
berada sangat jauh di depan lensa (jarak tak hingga). dalam hal ini objek harus berada di
titik fokus lensa (s = f).

Perbesaran bayangan yang dihasilkan oleh lup dengan mata tidak berakomodasi adalah

Dimana P adalah perbesaran lup, sn adalah jarak titik dekat mata (sn = 25 cm
untuk mata normal), dan f adalah jarak fokus lup.

Mikroskop

Perbesaran bayangan yang dihasilkan dengan menggunakan lup yang hanya


menggunakan sebuah lensa cembung kurang maksimal dan terbatas. Untuk
mendapatkan perbesaran yang lebih besar diperlukan susunan alat optik yang lebih baik.
Perbesaran yang lebih besar dapat diperoleh dengan membuat susunan dua buah lensa
cembung. Susunan alat optik ini dinamakan mikroskop yang dapat menghasilkan
perbesaran sampai lebih dari 20 kali.

Sebuah mikroskop terdiri atas dua buah lensa cembung (lensa positif). lensa
yang dekat dengan objek (benda) dinamakan lensa objektif, sedangkan lensa yang dekat
mata dinamakan lensa okuler. Jarak fokus lensa okuler lebih besar daripada jarak fokus
lensa objektif.

6
mikroskop dan bagian-bagiannya

pembentukan bayangan pada mikroskop

Objek yang ingin diamati diletakkan di depan lensa objektif di antara titik Fob
dan 2Fob. Bayangan yang terbentuk oleh lensa objektif adalah I1 yang berada di
belakang lensa objektif dan di depan lensa okuler. Bayangan ini bersifat nyata, terbalik,
dan diperbesar. Bayangan I1 akan menjadi benda bagi lensa okuler dan terletak di depan
lensa okuler antara pusat optik O dan titik fokus okuler Fok. Di sini lensa okuler akan
berfungsi sebagai lup dan akan terbentuk bayangan akhir I2 di depan lensa okuler.
Bayangan akhir I2 yang terbentuk bersifat maya, diperbesar, dan terbalik terhadap objek
semula.

Perbesaran yang dihasilkan mikroskop adalah gabungan dari perbesaran lensa


objektif dan perbesaran lensa okuler. Perbesaran lensa objektif mikroskop adalah

Dimana Pob adalah perbesaran lensa objektif, s’ob adalah jarak bayangan lensa
objektif dan sob adalah jarak objek di depan lensa objektif.

7
Adapun perbesaran lensa okuler mikroskop sama dengan perbesaran lup, yaitu sebagai
berikut.

untuk mata berakomodasi maksimum

untuk mata tidak berakomodasi

Dimana Pok adalah perbesaran lensa okuler, sn adalah jarak titik dekat mata (untuk mata
normal sn = 25 cm), dan fok adalah jarak fokus lensa okuler.

Perbesaran total mikroskop adalah hasil kali perbesaran lensa objektif dan perbesaran
lensa okuler. Jadi,

P = Pob × Pok

Hal-hal penting yang perlu diketahui berkaitan dengan mikroskop:

(1) jarak antara lensa objektif dan lensa okuler disebut juga panjang tabung (d).
panjang tabung sama dengan penjumlahan jarak bayangan yang dibentuk lensa
objektif (s’ob) dengan jarak benda (bayangan pertama) ke lensa okuler (sok).

d = s’ob + sok

(2) menggunakan mikroskop dengan mata berakomodasi maksimum berarti letak


bayangan akhir berada di titik dekat mata di depan lensa okuler. Jadi, dapat
dituliskan

s’ok = −sn

(3) menggunakan mikroskop dengan mata tidak berakomodasi berarti jarak benda di
depan lensa okuler (sok ) berada tepat di titik fokus lensa okuler (fok). Jadi, dapat
dituliskan

sok = fok

8
Teropong Bintang

Bintang-bintang di langit yang letaknya sangat jauh tidak dapat dilihat secara
langsung oleh mata. Teropong atau teleskop dapat digunakan untuk melihat bintang
atau objek yang letaknya sangat jauh.

Teropong terdiri atas dua lensa cembung, sebagaimana mikroskop. Pada


teropong jarak fokus lensa objektif lebih besar daripada jarak fokus lensa okuler (fob >
fok). Teropong digunakan dengan mata tidak berakomodasi agar tidak cepat lelah karena
teropong digunakan untuk mengamati bintang selama berjam-jam. Dengan mata tidak
berakomodasi, bayangan lensa objektif harus terletak di titik fokus lensa okuler. Dengan
demikian, panjang teropong (atau jarak antara kedua lensa) adalah

d = fob + fok

dimana fob adalah jarak fokus lensa objektif dan fok adalah jarak fokus lensa okuler.

Adapun perbesaran P yang dihasilkan oleh teropong adalah

9
RUMUS-RUMUS ALAT OPTIK
Lup (Kaca Pembesar)
Pembesaran bayangan saat mata berakomodasi maksimum

Dengan ketentuan:

• = Pembesaran
• = Titik dekat (cm)
• = Fokus lup (cm)

Pembesaran bayangan saat mata tidak berakomodasi

Dengan ketentuan:

• = Pembesaran
• = Titik dekat (cm)
• = Fokus lup (cm)

Mikroskop
Pembesaran mikroskop adalah hasil kali pembesaran lensa objektif dan pembesaran
lensa okuler, sehingga dirumuskan:

Karena lensa okuler mikroskop berfungsi seperti lup, pembesaran mikroskop


dirumuskan sebagai berikut:

Pembesaran Mikroskop pada saat mata berakomodasi maksimum

Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:

10
Dengan ketentuan:

• = Pembesaran mikroskop
• = Pembesaran oleh lensa objektif
• = Titik dekat mata
• = Jarak fokus lensa okuler
• = jarak bayangan oleh lensa objektif
• = jarak benda di depan lensa objektif
• = jarak lensa objektif dan lensa okuler

Pembesaran Mikroskop pada saat mata tidak berakomodasi

Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:

Dengan ketentuan:

• = Pembesaran mikroskop
• = Pembesaran oleh lensa objektif
• = Titik dekat mata
• = Jarak fokus lensa okuler
• = jarak bayangan oleh lensa objektif
• = jarak benda di depan lensa objektif
• = jarak lensa objektif dan lensa okuler

Teropong Bintang
Pembesaran Teropong Bintang

Dengan ketentuan:

• = Pembesaran teropong bintang


• = Jarak fokus lensa objektif
• = Jarak fokus lensa okuler

Jarak lensa objektif dan lensa okuler

11
Dengan ketentuan:

• = Jarak lensa objektif dan lensa okuler


• = Jarak fokus lensa objektif
• = Jarak fokus lensa okuler

Teropong Bumi
Pembesaran Teropong Bumi

Dengan ketentuan:

• = Pembesaran teropong bumi


• = Jarak fokus lensa objektif
• = Jarak fokus lensa okuler

Jarak lensa objektif dan lensa okuler

Dengan ketentuan:

• = Jarak lensa objektif dan lensa okuler


• = Jarak fokus lensa objektif
• = Jarak fokus lensa pembalik
• = Jarak fokus lensa okuler

12
SOAL LATIHAN
1. Seorang berpenglihatan dekat tidak mampu melihat dengan jelas benda yang
berada pada jarak lebih dari 250 cm, maka berapakah ukuran kacamata yang
diperlukan ?
2. Endang mengenakan kacamata dengan ukuran – 2,7 D. setelah ketika dia merasa
tidaak nyaman dengan kacamatanya, maka ia memeriksakan matanya, ternyata
titik jauhnya bergeser ke depan 20 % dari semula. Maka ukuran berapakan
kacamata yang harus ia beli lagi supanya bisa melihat dengan normal.

3. Pakde mengenakan kacamata berukuran 2,5 D saat membaca koran pada jarak
normal, ketika di kantor beliau lupa membawa kaca mata , beliau meminjam
kacamata temannya yang berukuran 1 D pada jarak berapakah buku yang akan
dibaca harus dipegang supaya bisa membaca dengan berakomodasi maksimum.

4. Seorang miopi dengan titik jauh 2 m mengamati suatu benda dengan


menggunakan lup 12,5 D, jika ingin melihat tanpa berakomodasi pada jarak
berapakah benda diletakkan dan berapakan perbesarannya.

5. Jika suatu obyek diletakkan pada jarak 5 cm dari sebuah lensa cembung maka
terbentek bayangan nyata pada jarak 2 cm dari lensa, maka bila lensa tersebut
digunakan sebagai lup oleh seorang yang bermata normal, tentukanlah
perbesarannya jika pengamatan dilakukan dengan cara :
a. Berakomodasi maksimum
b. Berakomodasi pada jarak 50 cm
2. Sebuah mikroskup dengan fokus obyektif dan okuler masing-masing 0,9 cm dan
5 cm,sebuah preparat yang mempunyai ukuran 0,02 mm diletakkan 1 cm di
depan lensa obyektif, berapakah panjang bayang yang terlihat jika saat
pengamatan panjang mikroskup 13 cm.
3. Sebuah mikroskup dengan fokus lensa obyektif dan okuler masing – masing 8
mm dan 25 mm, bayangan nyata yang dibentuk oleh lensa obyektif berada pada
jarak 16 cm dari lensa obyektif.jika pengamatan dilakukan dengan
berakomodasi maksimum oleh seorang yang bermata normal tentukanlah
perbesaranya. Dan jika pengamat ingin mengamati tanpa berakomodasi maka
apakah yang arus dilakukan.

4. Sebuah teropong bintang saat digunakan oleh orang bermata normal tanpa
berakomodasi panjangnya 45 cm dan memberikan perbesaran 8 kali. Maka
tentukanlah jarak fokus lensa obyektif dan okulernya. Dan berapakah
perbesarannya dan panjang teropong jika pengamatan dilakukan dengan
berakomodasi maksimum.

5. Teropong medan digunakan untuk mengamati musuh yang berada pada jarak 1
km. Teropong tersebut mempunyai lensa obyektif, okuler dan pembalik masing
masing 4 D, 200 D dan 400 D bila pengamatan dilakukan tanpa berakomodasi
maka tentukan panjang teropong dan tinggi bayangan musuh ( jika musuh dilihat
tanpa teropong tingginya 2 cm )

13
6. Sebuah teropong sandiwara mempunyai fokus obyektif 50 cm dan okuler – 5 cm
saat digunakan oleh orang bermata normal tanpa berakomodasa untuk melihat
panggung yang letaknya relatif jauh maka tentukan panjang teropong dan
perbesaran bayangannya

14

Beri Nilai