Anda di halaman 1dari 32

JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET), 9 (1), 2017, 101-132

Published every June and December

JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET)


ISSN:2541-0342 (Online). ISSN:2086-2563 (Print). http://ejournal.upi.edu/index.php/aset

Analisis Pengaruh Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan


Menggunakan Beneish Model Pada Perusahaan Yang Menerapkan Asean
Corporate Governance Scorecard

Aprilia
Universitas trisakti jakarta
mm_lea88@ymail.com

Abstract. The purpose of this study is to determine the effect of analysis fraud pentagon toward
fraudulent financial reporting using beneish model to the companies have implemented ASEAN CG
Scorecard fraud pentagon measured by arrogance, competence, opportunities, pressure and
rationalization. The method of sampling used purposive sampling method. The sample consists of 50
predicated companies ASEAN CG Scorecard and the companies was listed on the stock. Exchange in
2011-2015. This researchtopics which contain in the library as well as other information from the official
website and the internet. The result of this research is that only the financial stability has significant
influence toward fraudulent financial reporting which proxied by beneish models. Meanwhile, the other
variabel do not have a significant effect toward fraudulent financial reporting.

Keywords: Fraud Diamond, Fraud Pentagon, Fraudulent Financial Reporting, Beneish Model, and
ASEAN CG Scorecard

Abstrak.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh analisa fraud pentagon terhadap
kecurangan laporan keuangan dengan menggunakan beneish model pada perusahaan yang menerapkan
ASEAN CG Scorecard. Fraud pentagon diukur dengan arogansi, kompetensi peluang tekanan (stabilitas
keuangan, rasio leverage dan rasio kepemilikan) dan rasionalisasi. Metode pengambilan sampel
menggunakan metode purposive sampling (metode yang menggunakan kriteria tertentu). Sampel terdiri
dari 50 perusahaan berpredikat ASEAN CG Scorecard dan perusahaan yang tercatat di Bursa Efek di
2011-2015. Penelitian ini menggunakan IBM SPSS 21.0 dan menggunakan berbagai jurnal dan referensi
yang berkaitan dengan topic penelitian yang terdapat di perpustakaan serta informasi lain dari situs resmi
internet. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa hanya stabilitas keuangan memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap kecurangan laporan keuagan yang ditunjukkan oleh Beneish Model. Sementara itu,
variabel lain tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan.

Kata kunci: Fraud Diamond, Fraud Pentagon, Kecurangan Laporan Keuangan, Beneish Model, dan
ASEAN CG Scorecard

Corresponding Author. mm_lea88@ymail.com


How To Site This Article. Aprilia. Analisis Pengaruh Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan
Keuangan Menggunakan Beneish Model Pada Perusahaan Yang Menerapkan Asean Corporate
Governance Scorecard. Jurnal Akuntansi Riset. Program Studi Akuntansi. Fakultas Pendidikan Ekonomi
dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia, 9 (1), 101-132
History Of Article. Received: 21-11-2016, Revision: 08-12-2016, Published: 14-02-2017

101 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET)Vol.9 | No.1 | 2017


APRILIA/ Analisis Pengaruh Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Menggunakan
Beneish Model Pada Perusahaan Yang Menerapkan Asean Corporate Governance Scorecard

PENDAHULUAN ACFE mengungkapkan ada tiga


kategori utama dalam kecurangan yang
Beberapa tahun yang lalu
terjadi, terdiri dari: penyalahgunaan
perekonomian di Indonesia mengalami
aktiva (Asset Misappropiation), korupsi
masa sulit yaitu krisis ekonomi yang
(Corruption), dan kecurangan laporan
terjadi pada tahun 1998. Seiring
keuangan (Financial Statement Fraud).
berjalannya waktu, perekonomian
Dari kumpulan kasus kecurangan yang
Indonesia perlahan-lahan mulai bangkit
ditemukan oleh ACFE, sebesar 85%
kembali. Keadaan perekonomian
merupakan kasus penyalahgunaan
membawa banyak pengaruh bagi
aktiva dengan kerugian rata-rata sebesar
perusahaan-perusahaan di Indonesia.
$130.000, 37% merupakan kasus
Salah satu pengaruh yang paling nyata
korupsi dengan kerugian rata-rata
yaitu keadaan ekonomi mempengaruhi
$200.000 dan sisanya sebesar 9%
kinerja perusahaan di Indonesia. Kinerja
merupakan kasus kecurangan laporan
perusahaan tercerminkan dari laporan
keuangan dengan kerugian terbesar
keuangan perusahaan, hal ini tentunya
$1.000.000 dibandingkan kasus lainnya.
menjadi perhatian investor dalam
Dalam penjelasan di atas, dapat ditarik
memutuskan untuk menanamkan
kesimpulan bahwa persentase terjadinya
sahamnya di perusahaan tersebut.
manipulasi laporan keuangan cukup
Laporan keuangan menjadi tolak ukur
kecil namun kerugian yang ditimbulkan
dari efisiensi dan efektifitas kinerja
cukupbesar.
suatu perusahaan, dan diharapkan
Kecurangan dapat terjadi di semua
laporan keuangan dapat berfungsi
jenis perusahaan, mulai dari perusahaan
secara maksimal dalam memberikan
kecil sampai perusahaan go public yang
informasi yang dibutuhkan oleh pihak
telah terdaftar di bursa efek dunia, hal
berkepentingan.
ini tak terkecuali dapat terjadi di
Untuk menilai kewajaran dalam
Indonesia. Banyaknya kasus
laporan keuangan dibutuhkan penilaian
kecurangan yang terjadi di Indonesia
dari seseorang yang ahli dan
merupakan salah satu bukti bahwa
independen dalam melakukan
adanya kegagalan audit atas laporan
pemeriksaan laporan keuangan tersebut.
keuangan, disini fungsi auditor
Audit atas laporan keuangan diperlukan
eksternal dinilai kurang maksimal
untuk mendeteksi dan mencegah
karena belum mampu mendeteksi dan
terjadinya kecurangan laporan keuangan
mencegah adanya kecurangan yang
yang disajikan oleh pihak manajemen
dilakukan oleh manajemen perusahaan.
perusahaan. Audit atas laporan
Adapun faktor-faktor yang
keuangan diperlukan untuk meyakinkan
menyebabkan terjadinya kecurangan
investor bahwa informasi yang
(fraud) disebut dengan segitiga
disajikan pihak manajemen perusahaan
kecurangan (fraud triangle) yang
tidak bias dan dapat dipercaya. Sudah
kemudian berkembang menjadi fraud
banyak terjadi banyak kasus mengenai
diamond dan perkembangan model
manipulasi laporan keuangan yang
fraud terbaru adalah fraud pentagon
melanda dunia. Penelitian yang
ditemukan oleh Jonathan Marks (2012).
dilakukan oleh Association of Certified
Fraud Examiners (ACFE, 2014)
KAJIAN LITERATUR
memperkirakan kerugian yang terjadi
Teori Keagenan (Agency Theory)
akibat kecurangan dan penyalahgunaan
adalah 5% dari pendapatan tahunan.

102 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET) Vol.9 | No.1 | 2017


JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET), 9 (1), 2017, 101-132

Agency Theory ditemukan oleh sendiri tanpa memikirkan kepentingan


Michael C. Jensen dan William H. prinsipal. Hal tersebut akan
Meckling tahun 1976. Agency theory memancing timbulnya beberapa sifat
menunjukkan bahwa perusahaan dapat yang dapat memancing terjadinya
dilihat sebagai suatu hubungan kontrak kecurangan. Sebagaimana telah
(loosely defined) antara pemegang atau diketahui bahwa kecurangan terjadi
pemilik saham dengan pihak akibat adanya beberapa faktor (fraud
operasional perusahaan. Suatu triangle) yang sekarang telah
hubungan agensi muncul ketika satu berkembang menjadi fraud pentagon.
atau lebih individu yang disebut Teori keagenan menjadi faktor
pelaku (principals),memperkerjakan terbentuknya sifat-sifat yang
satu atau lebih individu lain yang dijabarkan secara rinci di dalam fraud
disebut agen, untuk melakukan semua model. Eisenhardt, 1989 membagi tiga
kegiatan operasional perusahaan atas jenis sifat dasar manusia yang
nama principals dalam kapasitasnya menjelaskan lebih lanjut mengenai
mengambil keputusan. Prinsipal teori keagenan yaitu pada umumnya
sebagai pemilik modal atau perusahaan manusia mementingkan dirinya sendiri
memiliki akses dan ingin mengetahui (self interest), memiliki daya pikiran
informasi-informasi yang berkaitan yang terbatas mengenai persepsi masa
dengan perusahaannya, sedangkan mendatang (bounded rationality), dan
agen sebagai pelaku riil dalam selalu menghindari risiko (risk averse).
kegiatan operasional perusahaan dan Untuk melihat keterkaitan antara teori
tentunya mengetahui informasi keagenan dengan elemen-elemen
berkaitan dengan operasi dan kinerja dalam fraud model secara singkat akan
perusahaan secara menyeluruh. dijabarkan di bawahini: (1) Arogansi :
Keadaan seperti ini disebut sebagai merupakan sikap sombong atau
asimetri informasi (pihak manajemen angkuh seseorang yang menganggap
memiliki informasi yang tidak bahwa dirinya mampu melakukan
diketahui oleh pemegang saham). kecurangan. Sifat ini muncul
Pihak manajemen yang dipekerjakan dikarenakan adanya sifat
oleh pemegang saham diberikan mementingkan diri sendiri (self
sebagian kekuasaan untuk mengambil interest yang besar) di dalam diri
keputusan terbaik bagi kepentingan manajemen yang membuat
prinsipal. Dalam prakteknya, arogansinya semakin besar, sifat ini
teorikeagenan menyatakan akan sulit akan menjadi pemicu timbulnya
untuk mempercayai manajemen keyakinan bahwa dirinya tidak akan
(agent) akan selalu bertindak diketahui apabila kecurangan telah
berdasarkan kepentingan pemegang terjadi dan sanksi yang ada tidak dapat
saham (principal). Disinilah akan menimpadirinya; (2) Kompetensi :
timbul benturan kepentingan, dimana merupakan kemampuan yang dimiliki
manajemen akan bertindak demi seseorang untuk melakukan
kepentingan pribadi dan tidak kecurangan. Keterkaitannya dengan
memaksimalkan kepentingan teori keagenan adalah kemampuan
pemegang saham. Dari adanya yang dimiliki oleh manajemen
benturan kepentingan ini, akan timbul perusahaan ditimbulkan karena adanya
sifat-sifat mementingkan diri sendiri kepentingan dari diri manajemen untuk
dalam diri manajemen. Manajemen mendapatkan banyak keuntungan bagi
akan bertindak demi kepentingan diri sendiri, sehingga manajemen tidak

103 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET)Vol.9 | No.1 | 2017


APRILIA/ Analisis Pengaruh Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Menggunakan
Beneish Model Pada Perusahaan Yang Menerapkan Asean Corporate Governance Scorecard

bertindak untuk kepentingan dalam hukuman (adanya unsur risk


prinsipallagi; (3) Peluang : terciptanya averse untuk terbebas dari risiko
suatu kesempatan untuk melakukan jeratan hukuman).
kecurangan. Dalam hal ini, keadaan ini
akan digunakan oleh manajemen Fraud Model
perusahaan untuk melakukan Fraud Model sudah berkembang
kecurangan secara diam-diam agar dengan pesat dalam beberapa tahun
tidak diketahui oleh orang banyak (risk terakhir ini, pertama kali fraud model
averse). Kecurangan tidak akan ditemukan oleh Donald R.Cressey
tercipta apabila hanya ada peluang (1953) yang kemudian dikenal sebagai
tanpa diikuti oleh lemahnya fraud triangle. Fraud triangle
pengendalian diri manajemen; (4) menggambarkan faktor-faktor yang
Tekanan : suatu keadaan yang menyebabkan terjadinya kecurangan.
membuat pelaku melakukan Fraud triangle kemudian berkembang
kecurangan. Adanya motivasi dalam menjadi fraud diamond yang
diri manajemen untuk melakukan ditemukan oleh Wolfe dan Hermanson
kecurangan, misalnya kurangnya (2004). Perkembangan model fraud
penghasilan yang diperoleh, kebutuhan terbaru ditemukan oleh Jonathan
hidup yang cukup besar, hal tersebut Marks (2012) yang disebut sebagai
menjadi pemicu bagi manajemen The Crowe’s Fraud Pentagon.
untuk bertindak atas kepentingan Perbedaan nyata antara fraud triangle
dirisendiri; (5) Rasionalisasi : dan fraud pentagon adalah dalam
merupakan pembenaran yang muncul fraud triangle berfokus pada
di dalam pikiran pelaku ketika kecurangan yang dilakukan pada
kecurangan telah terjadi. Pemikiran ini tingkat manajemen tingkat menengah
akan muncul karena pelaku sedangkan fraud pentagon mempunyai
kecurangan tidak ingin perbuatannya skema kecurangan yang lebih luas dan
diketahui sehingga pelaku menyangkut manipulasi yang
membenarkan manipulasi yang telah dilakukan oleh CEO atau CFO. Di
dilakukan. Pembenaran ini muncul bawah ini adalah gambar dari fraud
karena adanya keinginan dalam diri pentagon:
pelaku untuk tetap aman dan terbebas

Gambar 1.1
Sumber: The Crowe’s Fraud Pentagon, Marks (2012)

104 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET) Vol.9 | No.1 | 2017


JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET), 9 (1), 2017, 101-132

Di bawah ini akan dijelaskan pengawasan manajemen yang kurang


mengenai unsur-unsur yang memadai, dan prosedur yang
terkandung dalam fraud pentagon: (1) dijalankan tidakjelas; (4) Tekanan
Arogansi (arrogance): merupakan (pressure): adanya motivasi untuk
sifat kurangnya hati nurani yang melakukan dan menyembunyikan
merupakan sikap superioritas atau penipuan yang dilakukan. Tuanakotta
adanya sifat congkak pada seseorang (2012) menjelaskan bahwa seseorang
yang percaya bahwa pengendalian melakukan penggelapan uang
internal tidak dapat diberlakukan perusahaan karena adanya tekanan
secara pribadi. Menurut Achsin dan yang menghimpitnya, tekanan itu
Cahyaningtyas (2015), kesombongan dapat berupa adanya kebutuhan
ini muncul dari keyakinan bahwa mendesak yang harus segera
dirinya mampu melakukan diselesaikan (tekanan keuangan) dan
kecurangan dan kontrol yang ada tidak hal ini tidak dapat dibagikan kepada
dapat menimpa dirinya sehingga orang lain. Masalah tersebut akan
pelaku kecurangan biasanya berpikir ditutup rapat-rapat oleh orang
bebas untuk melakukan kecurangan bersangkutan dan menjadi
tanpa takut adanya sanksi yang akan permasalahan yang non-
menjeratnya; (2) Kompetensi shareablebaginya; (5) Rasionalisasi
(competence/capability): yang (rationalization): adanya pemikiran
dimaksud dengan kompetensi disini untuk membenarkan kecurangan yang
adalah dalam hal seseorang untuk sudahterjadi.DalamSukirmandanSari(
melakukan fraud. Dengan demikian 2013),rasionalisasimerupakanpemben
dapat disimpulkan bahwa kompetensi aranterhadap tindakan yang akan
merupakan kemampuan karyawan dilakukan. Para pelaku kecurangan
untuk menembus pengendalian biasanya akan mencari berbagai alasan
internal yang ada di perusahaannya, yang rasional untuk mengidentifikasi
mengembangkan strategi penggelapan tindakan mereka. Dalam Tuanakotta
yang canggih, dan mampu (2012), rasionalisasi diperlukan untuk
mengendalikan situasi sosial yang mencerna perilakunya yang melawan
mampu mendatangkan keuntungan hukum untuk tetap mempertahankan
baginya dengan cara mempengaruhi jati dirinya sebagai orang
orang lain agar bekerja sama yangdipercaya.
dengannya (Marks,2014); (3) Peluang
(opportunity): kontrol yang lemah Kecurangan (Fraud)
memberikan kesempatan bagi Kecurangan (Fraud) merupakan
seseorang untuk melakukan penipuan. perbuatan yang disengaja dengan
Dalam Sukirman dan Sari (2013) maksud menipu dan mengambil
menjelaskan terbukanya kesempatan keuntungan dari pihak lain. Secara
dikarenakan si pelaku percaya bahwa harafiah, IIA (2009) dalam Modul
aktivitas mereka tidak akan terdeteksi. Audit Forensik Universitas Trisakti
Andaikan tindakan tersebut diketahui, (2015) mendefinisikan kecurangan
maka tidak akan ada tindakan serius (fraud) sebagai:“Setiap tindakan ilegal
untuk menanggapi hal tersebut. yang ditandai dengan adanya tipu
Peluang biasanya terkait dengan daya, penyembunyian, atau
lingkungan dimana perbuatan itu akan pelanggaran kepercayaan. Tindakan ini
terjadinya, hal ini disebabkan karena tidak tergantung pada ancaman
pengendalian internal yang lemah, kekerasan atau ancaman fisik.

105 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET)Vol.9 | No.1 | 2017


APRILIA/ Analisis Pengaruh Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Menggunakan
Beneish Model Pada Perusahaan Yang Menerapkan Asean Corporate Governance Scorecard

Penipuan dilakukan oleh pihak dan “corruption” di dalam fraud tree ini
organisasi lain yang terlibat untuk serupa tetapi tidak sama dengan istilah
memperoleh uang, properti, atau jasa; korupsi di dalam perundang-undangan
untuk menghindari pembayaran atau kita. Korupsi dalam pohon kecurangan
kerugian atas jasa; atau untuk dibagi ke dalam empat bagian yaitu:
mengamankan keuntungan pribadi benturan kepentingan (conflicts of
atau bisnis” interest), penyuapan (bribery),
Menurut Mary-Jo Kranacher et gratifikasi secara ilegal (illegal
al. (2011) dalam Haryono Umar gratuities), dan pemerasan ekonomi
(2016: 83), terdapat tiga unsur dalam (economicextortion); (2)
kecurangan, yaitu: (1) Conversion : Penyalahgunaan aktiva (Asset
yang berarti menipu, merekayasa, Misappropriation) : adalah
membohongi, dan lainnya. Dalam hal “pengambilan” aktiva secara ilegal
ini, kecurangan dimulai dengan adanya (tidak sah atau melawan hukum) yang
niat jahat untuk melakukan manipulasi dilakukan oleh seseorang yang diberi
dan rekayasa atas suatu kondisi demi wewenang untuk mengelola atau
kepentingan pribadi dan kelompok mengawasi aktiva tersebut
yang dapat merugikan pihak lain; (2) (Tuanakotta, 2012). Dalam fraud tree,
Concealment : yang berarti penyalahgunaan aktiva dibagi menjadi
menyembunyikan atau terjadinya dua bagian, yakni: kas (cash) dan
pembelokan. Karena kecurangan persedian dan semua aktiva lainnya
merupakan salah satu bentuk kejahatan (inventory and all
maka tentunya para pelaku tidak ingin otherassets);Kecurangan laporan
diketahui oleh pihak lainnya. Para keuangan (financial statement fraud) :
pelaku melakukan nepotisme dan diartikan sebagai kecurangan yang
berkolusi untuk menyembunyikan dilakukan oleh manajemen perusahaan
kejahatannya agar perbuatan tersebut berupa salah saji yang material dalam
tidak dketahui oleh pihak luar. Karena laporan keuangan yang disajikan oleh
apabila perbuatan tersebut sampai manajemen dan hal ini merugikan
diketahui pihak luar maka akan investor dan pihak berkepentingan
menimbulkan sanksi yang berat lainnya. Dalam fraud tree, kecurangan
bagimereka; (3) Theft : yang berarti laporan keuangan dibagi kedalam dua
mengambil kekayaan secara tidak sah. bagian, yaitu: kelebihan saji aktiva
Manipulasi, penipuan dan rekayasa atau pendapatan (asset/revenue
yang telah dilakukan secara sembunyi- overstatements) dan kekurangan saji
sembunyi tentunya dilakukan dengan aktiva atau pendapatan (asset/revenue
tujuan agar mendapatkan keuntungan understatements).
finansial secara tidaksah. Kecurangan laporan keuangan
Dalam Tuanakotta (2012), ACFE atau biasa disebut sebagai financial
(Association of Certified Fraud statement fraud (fraudulent financial
Examiners) menggambarkan cabang- reporting). Menurut Arens et al. (2008:
cabang dari fraud beserta rantingnya 12) kecurangan laporan keuangan
dalam bentuk sebuah pohon yang adalah salah saji atau pengabaian
dikenal dengan sebutan fraud tree. jumlah atau pengungkapan yang
Secara garis besar, pohon kecurangan disengaja dengan maksud menipu para
dapat dijelaskan secara singkat di pemakai laporan keuangan. Banyak
bawah ini: (1) Korupsi (Corruption) : kasus mengenai fraud pada laporan
dalam Tuanakotta (2012), istilah keuangan diantaranya mengenai lebih

106 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET) Vol.9 | No.1 | 2017


JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET), 9 (1), 2017, 101-132

saji pada pengakuan aktiva, pendapatan dalam laporan tahunan perusahaan


atau pengabaian kewajiban. dinilai CEO tersebut memiliki
keinginan untuk dikenal oleh
masyarakat luas. Hal ini dinilai sebagai
METODOLOGI PENELITIAN
adanya sifat sombong atau arogan
Pengembangan Hipotesis dalam diri CEO tersebut. Sifat arogan
Pengaruh politisi CEO terhadap merupakan salah satu elemen yang
kecurangan laporan keuangan terkandung dalam fraud pentagon.
Simon et al. (2015) melakukan Masih sangat jarang penelitian di
penelitian untuk mengukur arogansi Indonesia yang meneliti tentang hal
dengan menilai adanya CEO di suatu tersebut. Penelitian ini melanjutkan
perusahaan yang juga merupakan hubungan frekuensi kemunculan
seorang politisi. Pengukuran politisi gambar CEO terhadap kecurangan
CEO masih sangat jarang dilakukan di laporan keuangan yang sebelumnya
Indonesia. Secara umum, seorang CEO dilakukan oleh Simon et al.
yang juga seorang politisi akan Berdasarkan uraian di atas, maka
memiliki banyak koneksi dan hal ini hipotesis dapat dirumuskan sebagai
dapat membantu kelancaran bisnis berikut:
perusahaan. Dengan koneksi yang H2 : Frekuensi kemunculan gambar
dimilikinya, tentunya hal ini akan CEO berpengaruh signifikan
menumbuhkan sifat angkuh atau terhadapkecuranganlaporan keuangan.
sombong dalam diri CEO tersebut. Sifat
angkuh tersebut akan membuat CEO Pengaruh kebijakan hutang-piutang
menghalalkan segala macam cara untuk meragukan yang tidak diumumkan
menutupi kecurangan yang terhadap kecurangan laporan
dilakukannya dan memanfaatkan keuangan
koneksinya yang luas. Dalam hal Perusahaan perlu untuk
berbuat curang, CEO akan berpikir mengumumkan semua kebijakan yang
bahwa ia merupakan salah satu orang digunakan oleh perusahaan dalam
penting yang menunjang kelancaran catatan laporan keuangannya, sehingga
bisnis Perusahaan. Oleh karena itu, sifat investor memperoleh informasi yang
arogan merupakan faktor utama transparan dan relevan mengenai
terjadinya kecurangan. Berdasarkan kebijakan dan kinerja perusahaan
uraian di atas, maka hipotesis dapat tersebut. Apabila ada perusahaan yang
dirumuskan sebagaiberikut: tidak mengumumkan kebijakan yang
H1 : Politisi CEO berpengaruh digunakan, menunjukkan besarnya
signifikan terhadap kecurangan dalam kemungkinan ada hal yang
laporan keuangan. disembunyikan oleh pihak manajemen
perusahaan. Kebijakan terkait hutang-
Pengaruh frekuensi kemunculan piutang meragukan yang tidak
gambar CEO terhadap kecurangan diumumkan menunjukkan tidak adanya
laporan keuangan transparansi. Seringkali hutang- piutang
Simon et al. (2015) meneliti dipertanyakan oleh investor untuk
bahwa salah satu pengukuran arogansi melihat kinerja perusahaan dalam
bisa dilihat dari frekuensi kemunculan melunasi kewajibannya. Terkait hal
gambar CEO di dalam laporan tahunan tersebut, manajemen perlu
perusahaan, apabila seorang CEO menampilkan informasi secara
memiliki gambar yang cukup banyak transparan.Pengukuran ini ditemukan

107 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET)Vol.9 | No.1 | 2017


APRILIA/ Analisis Pengaruh Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Menggunakan
Beneish Model Pada Perusahaan Yang Menerapkan Asean Corporate Governance Scorecard

oleh Simon et al. (2015) melalui H4 : Terbatasnya akses informasi


wawancara dan pengamatan terhadap entitas bertujuan khusus
perusahaan yang terdaftar di Bursa berpengaruhsignifikanterhadap
Malaysia. Penelitian ini melanjutkan kecurangan laporankeuangan.
penelitian yang dilakukan oleh Simon et
al. (2015). Variabel ini digunakan untuk Pengaruh efektifitas pengawasan
mengukur kompetensi yang terdapat terhadap kecurangan laporan
dalam elemen fraud pentagon. keuangan
Berdasarkan rincian di atas, hipotesis Pengawasan yang independen
dapat dirumuskan sebagaiberikut: biasanya dilakukan dengan
H3 : Kebijakan hutang-piutang menempatkan sejumlah dewan
meragukan yang tidak diumumkan komisaris independen di dalam
berpengaruh signifikan terhadap perusahaan. Dewan komisaris
kecurangan laporankeuangan. independen merupakan komisaris yang
berasal dari luar perusahaan atau tidak
Pengaruh terbatasnya akses berafiliasi dengan pihak pemegang
informasi entitas bertujuan khusus saham perusahaan. Semakin banyak
terhadap kecurangan laporan dewan komisaris di dalam suatu
keuangan perusahaan maka pengawasannya akan
Entitas bertujuan khusus semakin efektif. Penelitian Rahardjo
biasanya dibentuk dengan tujuan khusus dan Sihombing (2014) menunjukkan
yaitu untuk menutupi kebutuhan bahwa efektifitas pengawasan tidak
operasional perusahaan induk. Ada atau berpengaruh signifikan terhadap
tidaknya entitas bertujuan khusus kecurangan laporan keuangan, hal ini
biasanya diungkapkan dalam catatan didukung pula oleh Martantya dan
laporan keuangan dan dari sanalah Daljono (2013). Dan di beberapa
pihak luar (pemangku kepentingan) penelitian lainnya, hasilnya masih
mendapatkan informasi yang akuntabel tidak memiliki pengaruh signifikan.
mengenai kegiatan perusahaannya. Dan penelitian ini ingin meneliti lebih
Terbatasnya akses informasi dari pihak lanjut mengenai pengaruh efektifitas
luar terhadap entitas bertujuan khusus pengawasan terhadap kecurangan
dinilai tidak adanya transparansi. Hal laporan keuangan (variabel ini
ini memungkinkan adanya informasi digunakan untuk mengukur peluang
yang ditutupi oleh manajemen yang terdapat dalam elemen fraud
perusahaan dan mengindikasikan pentagon). Berdasarkan uraian di atas,
adanya kecurangan. Simon et al. (2015) maka hipotesis dapat dirumuskan
belum melakukan penelitian lebih lanjut sebagaiberikut:
mengenai pengaruh terbatasnya akses H5 : Efektifitas pengawasan
informasi entitas bertujuan khusus berpengaruh signifikan terhadap
terhadap kecurangan laporan keuangan kecurangan laporan keuangan.
(variabel ini digunakan untuk mengukur
kompetensi yang terdapat dalam Pengaruh pergantian ketua auditor
elemen fraud pentagon). Penelitian ini internal terhadap kecurangan
ingin melanjutkan penelitian Simon et laporan keuangan
al. (2015). Berdasarkan uraian di atas, Pergantian ketua auditor internal
hipotesis dapat dirumuskan seharusnya mengikuti peraturan yang
sebagaiberikut: berlaku di perusahaan tersebut.
Apabila pergantian ketua auditor

108 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET) Vol.9 | No.1 | 2017


JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET), 9 (1), 2017, 101-132

internal tidak mengikuti peraturan yag oleh penelitian Sukirman dan Sari
ada, maka perusahaan tersebut dinilai (2013) serta Henny dan Nugraha
tidak efektif. Terlalu sering (2015) yang menunjukkan bahwa
bergantinya ketua internal auditor akan stabilitas keuangan tidak berpengaruh
mempengaruhi audit internal yang signifikan terhadap kecurangan
akan dilakukan oleh Sistem laporan keuangan. Stabilitas keuangan
Pengendalian Intern (SPI). Sejauh ini digunakan untuk mengukur tekanan
penelitian yang dilakukan masih belum yang terdapat dalam elemen fraud
meneliti mengenai pengaruh pentagon. Berdasarkan uraian di atas,
pergantian internal auditor terhadap hipotesis dapat dirumuskan
manipulasi laporan keuangan. sebagaiberikut:
Penelitian yang dilakukan Simon et al. H7: Stabilitas keuangan
(2015)menghasilkanpengukuranbaruun berpengaruh signifikan terhadap
tukmengukurpeluangyangterdapatdala kecurangan laporankeuangan.
melemen fraud pentagon. Penelitian
ini merupakan kelanjutan penelitian Pengaruh tekanan pihak eksternal
yang dilakukan oleh Simon terhadap kecurangan laporan
etal.Berdasarkan uraian di atas, keuangan
hipotesis dapat dirumuskan sebagai Adanya tekanan pihak eksternal
berikut: akan menyebabkan manajemen akan
mencari pinjaman dari pihak lain agar
H6 : Pergantian ketua auditor internal
perusahaannya dapat bersaing dengan
berpengaruh signifikan terhadap
kompetitif. Tekanan tersebut akan
kecurangan laporan keuangan.
menjadi pemicu bagi pihak manajemen
untuk melakukan manipulasi laporan
Pengaruh stabilitas keuangan keuangan. Manajemen akan lebih
terhadap kecurangan laporan menghalalkan segala macam cara untuk
keuangan mendapatkan pinjaman dan akan
Stabilitas keuangan merupakan berusaha untuk menampilkan laporan
kondisi stabil keuangan dalam suatu keuangan yang sempurna agar dinilai
perusahaan. Stabilitas keuangan kinerjanya baik. Penelitian yang
dipengaruhi oleh keadaan ekonomi dilakukan oleh Henny dan Nugraha
suatu negara. Apabila kondisi ekonomi (2015) serta Rahardjo dan Sihombing
tidak stabil, maka akan mempengaruhi (2014) menunjukkan adanya pengaruh
stabilitas keuangan perusahaan signifikan antara tekanan pihak
tersebut. Tentunya hal seperti ini akan eksternal dan kecurangan laporan
memberikan tekanan terhadap pihak keuangan. Namun hasil penelitian
manajemen perusahaan. Dan mereka bertolak belakang dengan
manajemen akan menghalalkan segala penelitian Sukirman dan Sari (2013)
macam cara untuk menampilkan dan Martantya dan Daljono (2013) yang
laporan keuangan yang terkesan baik. menunjukkan bahwa tekanan pihak
Penelitian Martantya dan Daljono eksternal tidak berpengaruh signifikan
(2013) menjelaskan bahwa stabilitas terhadap kecurangan laporan keuangan.
keuangan berpengaruh signifikan Tekanan pihak eksternal digunakan
terhadap kecurangan laporan untuk mengukur tekanan yang terdapat
keuangan, hal serupa didukung oleh dalam elemen fraud pentagon.
penelitian Rahardjo dan Sihombing Berdasarkan uraian di atas, hipotesis
(2014). Hal tersebut tidak didukung dapat dirumuskan sebagaiberikut:

109 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET)Vol.9 | No.1 | 2017


APRILIA/ Analisis Pengaruh Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Menggunakan
Beneish Model Pada Perusahaan Yang Menerapkan Asean Corporate Governance Scorecard

H8 : Tekanan eksternal berpengaruh H9 : Kepemilikan manajerial


signifikan terhadap kecurangan laporan berpengaruh signifikan terhadap
keuangan. kecurangan laporan keuangan.

Pengaruh kepemilikan manajerial Pengaruh pergantian kebijakan


terhadap kecurangan laporan akuntansi perusahaan terhadap
keuangan kecurangan laporan keuangan
Sejumlah kepemilikan saham Adanya pergantian kebijakan
yang dimiliki oleh orang dalam akuntansi di dalam suatu perusahaan
mampu meningkatkan kontrol di akan memunculkan pembenaran bagi
dalam perusahaan. Menurut Henny manajemen untuk melakukan
dan Nugraha (2015), kepemilikan kecurangan laporan keuangan.
saham oleh orang dalam ini dianggap Tindakan yang mungkin sebenarnya
mampu mengatasi permasalahan ilegal akan sengaja di-legalkan oleh
agensi yang sering terjadi di dalam manajemen dengan alasan adanya
perusahaan. Sebab dengan adanya pergantian kebijakan perusahaan untuk
kepemilikan saham orang dalam menampilkan laporan keuangan yang
tersebut mampu menyejajarkan baik. Sampai sejauh ini masih belum
kepentingan manajemen dengan ada penelitian mengenai pengaruh
kepentingan pemegang saham (Henny pergantian kebijakan akuntansi
dan Nugraha, 2015). Yang dimaksud perusahaan terhadap kecenderungan
di dalam hal ini adalah adanya manipulasi laporan keuangan di
kepemilikan sahan dari pihak pemilik Indonesia. Penelitian Simon et al.
perusahaan yang ingin turut campur (2015) menghasilkan pengukuran baru
dalam pengambilan keputusan untuk mendeteksi laporan keuangan
operasional perusahaan dianggap dengan melihat adanya kecenderungan
sebagai penghubung antara prinsipal pergantian kebijakan akuntansi
dan agen. Sehingga akan tercipta perusahaan. Variabel ini digunakan
kontrol yang lebih kuat. Semakin kecil untuk mengukur rasionalisasi yang
kepemilikan manajerial di suatu terdapat dalam elemen fraud pentagon.
perusahaan, maka Penelitian ini ingin melanjutkan
kontrolmanajemendidalamperusahaana penelitian Simon et al. Berdasarkan
kansemakinkecildanhaliniakanmenyeb uraian di atas, hipotesis dapat
abkanterjadinya kecurangan semakin dirumuskan sebagaiberikut:
tinggi. Berdasarkan penelitian yang H10 : Pergantian kebijakan akuntansi
dilakukan oleh Ratmono dan Diany perusahaan berpengaruh signifikan
(2014) serta penelitian Henny dan terhadap kecurangan laporan
Nugraha (2015) menunjukkan bahwa keuangan.
kepemilikan manajerial tidak
berpengaruh signifikan terhadap Pengaruh opini auditor terhadap
kecurangan laporan keuangan. kecurangan laporan keuangan
Kepemilikan manajerial digunakan Opini audit seringkali digunakan
untuk mengukur tekanan yang terdapat untuk menilai efektifitas kinerja suatu
dalam elemen fraud pentagon. . perusahaan dan untuk menilai apakah
Berdasarkan uraian di atas, hipotesis laporan keuangan yang telah disajikan
dapat dirumuskan sebagai berikut: oleh manajemen telah akuntabel dan
transparan. Dan opini auditor dapat
dijadikan sebagai tolak ukur dari

110 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET) Vol.9 | No.1 | 2017


JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET), 9 (1), 2017, 101-132

adanya indikasi kecurangan yang sebelumnya. Terjadinya peningkatan


mungkin terjadi. Penelitian yang jumlah hari penjualan dalam piutang
dilakukan oleh Ratmono dan Diany dapat diartikan sebagai hasil dari
(2014) menunjukkan bahwa opini perubahan kebijakan kredit yang ada
auditor tidak berpengaruh signifikan untuk memacu penjualan guna
terhadap kecurangan laporan keuangan menghadapi persaingan yang
dan variabel ini tidak dapat digunakan meningkat. Peningkatan piutang
dalam penelitian beliau saat diuji dengan cara yang tidak tepat dapat
dengan Uji Mann-Whitney. Variabel menurunkan penghasilan. Efitasari
ini digunakan untuk mengukur (2013) menyatakan peningkatan DSRI
rasionalisasi yang terdapat dalam berkaitan dengan tingginya penghasilan
elemen fraud pentagon. Berdasarkan karena terjadi overstated. Semakin
uraian di atas, hipotesis dapat tinggi DSRI, maka semakin besar
dirumuskan sebagai berikut: H11 : terjadinya kemungkinan terjadinya
Opini auditor berpengaruh signifikan manipulasi laporan keuangan. Rumus
terhadap kecurangan laporankeuangan. dari DSRI adalah sebagai berikut:
Definisi Operasional Variabel (Account Receivables t / Sales t )
Variabel Dependen (Account Receivables t-1 / Sales t-1 )
Variabel Dependen (Y) dalam (2) Gross Margin Index(GMI)
penelitian ini adalah kecurangan Rasio ini digunakan untuk mengukur
laporan keuangan (fraudulent financial rasio laba kotor tahun sebelumnya
reporting). Kecurangan laporan dibandingkan dengan tahun berjalan
keuangan dihitung menggunakan (Mahama, 2015). Apabila skor indeks
Model Beneish yang diadopsi pada GMI lebih tinggi dari 1.0 menandakan
tahun 1999 yang terdapat dalam jurnal bahwa laba kotor perusahaan memburuk
Mahama (2015). Adapun rumusnya pada periode berjalan dengan
sebagai berikut: konsekuensi perusahaan melakukan
manipulasi laba. Menurut Warshavsky
M-Score = -4.84 + 0.920DSRI +
(2012) menunjukkan bahwa kualitas
0.528GMI + 0.404
laba dapat menjadi aspek penting dalam
AQI + 0.892 SGI +
mengevaluasi kesehatan perusahaan,
0.11 DEPI -
sehingga godaan untuk melakukan
0.172SGAI +
manipulasi akan lebih tinggi. Rumus
4.679TATA -
GMI adalah sebagaiberikut:
0.327LEVI
(Sales t-1 – COGS t-1) / Sales t-1
Dengan rincian dari masing-masing (Sales t – COGS t) / Sales t
rasio sebagai berikut: (1) Days’ Sales
in Receivable Index(DSRI)Rasio ini (3) Asset Quality Index(AQI)
digunakan untuk mengukur rasio hari Rasio ini merefleksikan perubahan
penjualan dalam bentuk piutang dalam risiko realisasi aktiva dengan
satu tahun berjalan dibandingkan membandingkan aktiva lancar,
dengan tahun sebelumnya (Mahama, bangunan, tanah dan perlengkapan
2015). Apabila skor indeks DSRI lebih dengan total aktiva (Mahama, 2015).
tinggi dari 1.0 di tahun bersangkutan Warshavsky (2012) menyatakan jika
dapat ditafsirkan bahwa persentase skor indeks AQI lebih tinggi dari 1.0
piutang penjualan pada tahun tersebut mengindikasikan bahwa perusahaan
lebih tinggi dibandingkan tahun berpotensi untuk meningkatkan biaya

111 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET)Vol.9 | No.1 | 2017


APRILIA/ Analisis Pengaruh Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Menggunakan
Beneish Model Pada Perusahaan Yang Menerapkan Asean Corporate Governance Scorecard

pertangguhan atas aktiva tak berwujud, berjalan dibandingkan dengan tahun


hal ini dapat menciptakan terjadinya sebelumnya (Mahama,
manipulasi laba. Rumus AQI sebagai 2015).Warshavsky (2012) menjelaskan
berikut: apabila ada kenaikan yang tidak
(1-((Current Asset t + PPE t)/Total proporsional pada penjualan yang
Asset t)) dibandingkan dengan beban umum dan
administratif, maka terdapat indikasi
(1-((Current Asset t-1 +PPE t-1)/Total negatif mengenai prospek perusahaan di
Asset t-1)) masa yang akan datang. Rumus SGAI
adalah sebagai berikut:
(4) Sales Growth Index(SGI) SGAI = (SGA expenses t/Sales t)
Rasio ini digunakan untuk mengukur (SGA expenses t-1/Sales t-1)
pertumbuhan pendapatan pada tahun
berjalan dibandingkan dengan tahun (7) Total Accruals to Total Assets
sebelumnya (Mahama, 2015). Bila skor Index(TATA)
SGI lebih tinggi dari 1.0 menunjukkan Rasio ini digunakan untuk mengukur
adanya pertumbuhan yang positif, penjualan tunai yang terjadi di sebuah
pertumbuhan dalam pendapatan dapat perusahaan (Mahama, 2015). Beneish
mengindikasikan adanya manipulasi (1999) menjelaskan apabila total akrual
laba. Rumus SGI adalah sebagai lebih tinggi daripada kas maka
berikut: mengindikasikan adanya kemungkinan
manipulasi pendapatan yang tinggi.
SGI = Sales t Rumus TATA adalah sebagai berikut:
Sales t-1
(Change in Working Capital t- Change
(5) Depreciation Index(DEPI) in Cash t –Change in Tax Payable t -
Rasio ini digunakan untuk mengukur Depr & Amor Exp t)
biaya depresiasi dan nilai bruto
Total Assets t
bangunan, tanah dan perlengkapan
pada tahun berjalan dengan tahun
(8) Leverage Index(LEVI)
sebelumnya (Mahama, 2015). Apabila
LEVI digunakan untuk mengukur
skor DEPI di atas 1.0 maka
struktur keuangan perusahaan dan
menunjukkan adanya penyesuaian ke
mengukur risiko jangka panjang pada
atas dari umur ekonomis bangunan,
perusahaan tersebut (Mahama, 2015).
tanah serta perlengkapan dan hal ini
Jika skor LEVI lebih tinggi dari1.0
menandakan adanya indikasi terjadinya
maka terjadi peningkatan leverage
manipulasi earning selama tahun
dalam perusahaan dan hal ini dapat
tersebut. Rumus DEPI sebagaiberikut:
mengakibatkan adanya manipulasi.
(Depreciation t-1/(Depreciation t-1 +
Efitasari (2013) menjelaskan bahwa
PPE t-1)) indeks ini dapat menangkap adanya
(Depreciation t/(Depreciation t + PPE insentif dalam debt covenant untuk
t)) memanipulasi pendapatan. Rumus
LEVI adalah sebagai berikut:
(6) Sales, General and Administrative
Expenses Index(SGAI) ((LTD t + Current Liabilites t)/Total
Rasio ini digunakan untuk mengukur Assets t)
beban penjualan dan adminstratif
((LTD t-1 + Current Liabilites t-
terhadap penjualan pada tahun

112 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET) Vol.9 | No.1 | 2017


JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET), 9 (1), 2017, 101-132

1)/Total Assets t-1) dependen (Y) dan variabel ini biasanya


mempunyai pengaruh secara positif atau
negatif. Adapun variabel independen
Variabel Independen
yang terdapat dalam penelitian ini
Variabel independen (X) adalah
adalah sebagai berikut:
variabel yang mempengaruhi variabel

Tabel 1.
Pengukuran Variabel

Variabel Penelitian Pengukuran Skala

1. POLCEO (X1) Variabel dummy Nominal


Berdasarkan penelitian Yang 1 = perusahaan yang menerapkan
dilakukan oleh Simon et al. ASEAN CG Scorecard mempunyai CEO
(2015) yang juga seorang politisi
0 = sebaliknya
2. CEOPIC (X2) CEOPIC = Nominal
Berdasarkan penelitian Yang frekuensi kemunculan gambar CEO di
dilakukan oleh Simon et al. laporan tahunan perusahaan yang
(2015) menerapkan ASEAN CG Scorecard
selama tahun penelitian
3. UNDPOL (X3) Variabel dummy Nominal
Berdasarkan penelitian Yang 1 = perusahaan yang menerapkan
dilakukan oleh Simon ASEAN CG Scorecard tidak
et al. mengumumkan kebijakan akuntansi
(2015) mengenai hutang-piutang meragukan
(dilihat di catatan laporan keuangan).
0 = sebaliknya.
4. SPVACC (X4) Variabel dummy Nominal
Berdasarkan penelitian yang 1 = perusahaan yang menerapkan
dilakukan oleh Simon et al. ASEAN CG Scorecard memiliki entitas
(2015) bertujuan khusus dan iinformasinya
dibatasi.
0 = sebaliknya.
5. COMIC (X5) COMIC = Rasio
Berdasarkan penelitian yang (Jumlah dewan komisaris
dilakukan Henny dan Nugraha independen/Jumlah dewan komisaris
(2015), Rahardjo dan Sihombing keseluruhan) x100%
(2014), Sukirman dan Sari
(2013), beserta Martantya dan
Daljono (2013).
6. CHIA (X6) Variabel dummy Nominal
Berdasarkan penelitian yang 1 = adanya pergantian ketua auditor
dilakukan oleh Simon et al. internal selama tiga tahun pengamatan
(2015) pada perusahaan yang menerapkan
ASEAN CG Scorecard.
0 = sebaliknya.

113 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET)Vol.9 | No.1 | 2017


APRILIA/ Analisis Pengaruh Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Menggunakan
Beneish Model Pada Perusahaan Yang Menerapkan Asean Corporate Governance Scorecard

7. AGROW (X7) AGROW = Rasio


Berdasarkan penelitian yang
dilakukan oleh Simon et al. Total Asset t – Total Asset t-
(2015), Henny dan Nugraha 1 Total Assett
(2015), Rahardjo dan Sihombing
(2014), beserta Martantya dan
Daljono (2013).
8. LEV (X8) LEV = Rasio
Berdasarkan penelitian yang
dilakukan oleh Simon et al. Total Debt t
(2015), Henny dan Nugraha Total Equity t
(2015), Rahardjo dan Sihombing
(2014), Utaminingsih dan
Ardiyani (2014), beserta
Martantya dan Daljono (2013).
9. OSHIP (X9) OSHIP = Rasio
Berdasarkan penelitian yang (Jumlah saham manajerial
dilakukan oleh Henny dan t/Jumlah saham keseluruhan t)
Nugraha (2015), Ratmono dan x100%
Diany (2014), Martantya dan
Daljono (2013), beserta
Sukirman dan Sari(2013).
10. ACCPOL (X10) Variabel dummy Nominal
Berdasarkan penelitian yang 1 = perusahaan yang menerapkan
dilakukan Simon et al.(2015). ASEAN CG Scorecard seringkali
berganti-ganti kebijakan akuntansi
selama tiga tahun pengamatan.
0 = sebaliknya.

11. OPNADT (X11) Variabel dummy Nominal


Berdasarkan penelitian yang 1 = perusahaan yang menerapkan
dilakukan oleh Sukirman dan ASEAN CG Scorecard mendapatkan
Sari (2013) opini yang cenderung berubah-ubah
selama tiga tahun pengamatan.
0 = sebaliknya.
12. SIZE (X12) (variabel kontrol) SIZE = Ln (total asset) Rasio
Berdasarkan penelitian yang
dilakukan oleh Henny dan
Nugraha (2015) beserta
Martantya dan Daljono(2013)

114 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET) Vol.9 | No.1 | 2017


JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET), 9 (1), 2017, 101-132

Penentuan Sampel SPVACC = Terbatasnya akses


Penelitian ini menggunakan informasi entitasbertujuankhusus
sampel perusahaan yang menerapkan COMIC = Proporsional jumlah
ASEAN CG Scorecard di tahun 2014 dewan komisarisindependen
dikarenakan untuk 50 perusahaan yang CHIA = Pergantian
menerapkan ASEAN CG Scorecard di ketuaauditorinternal
tahun 2015 belum dikeluarkan oleh AGROW = Tingkatpertumbuhan
IICD (Indonesian Institute for aktiva
Corporate Directorship), dan belum LEV = Leverageratio
dipublikasikan di website resmi IICD. OSHIP = Proporsional saham
Pengambilan sampel menggunakan yang dimilikidewandireksi
metode purposive sampling, sebagai ACCPOL = Pergantian kebijakan
berikut:(a)Perusahaan yang menerapkan akuntansiperusahaan
ASEAN CG Scorecard tahun 2014 dan OPNADT = Opini auditor
diteliti selama tahun 2011-2015;(b) SIZE = Ukuran perusahaan
Menerbitkan laporan keuangan dan dengan skala total aktiva yangdimiliki.
laporan tahunan secara lengkap selama Ε =Error
tahun 2011- 2015;(c)Perusahaan
tersebut terdaftar di Bursa Efek
HASIL DAN PEMBAHASAN
Indonesia selama periodepenelitian;(d)
Perusahaan tersebut menggunakan mata Statistik deskriptif
uang rupiah di dalam Di bawah ini akan disajikan tabel
laporankeuangannya;(e) Memiliki data analisa 14tatistic deskriptif yang
yang lengkap terkait dengan variabel- memberikan gambaran suatu data yang
variabel yang digunakan dalam dilihat dari nilai minimum, maksimum,
penelitian. rata-rata, dan standar deviasi dari nilai
variabel yang diuji sebagai berikut:
Persamaan Regresi
Di bawah ini merupakan persamaan
regresi berganda yang digunakan dalam
penelitian ini:
FFR = α + β1.POLCEO + β2.CEOPIC
+ β3.UNDPOL + β4.SPVACC
+ β5.COMIC + β6.CHIA +
β7.AGROW + β8.LEV +
β9.OSHIP + β10.ACCPOL +
β11.OPNADT + β12.SIZE + ε
Keterangan:
FFR = Fraudulent
FinancialReporting
POLCEO = Politisi CEO
CEOPIC = Frekuensi kemunculan
gambarCEO
UNDPOL = Kebijakan hutang-
piutang meragukan yangtidak
diumumkan

115 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET)Vol.9 | No.1 | 2017


APRILIA/ Analisis Pengaruh Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Menggunakan
Beneish Model Pada Perusahaan Yang Menerapkan Asean Corporate Governance Scorecard

Tabel 2.
Descriptive Statistics

Std.
N Minimum Maximum Mean Deviation
POLCEO 190 0 1 .03 .160
CEOPIC 190 2 24 8.40 5.226
UNDPOL 190 0 1 .43 .496
SPVACC 190 0 1 .45 .499
COMIC 190 .2000 .8000 .445958 .1192025
CHIA 190 0 1 .48 .501
AGROW 190 -.0900 .5900 .134842 .0922025
LEV 190 -4.7600 26.0500 3.394158 3.8972436
OSHIP 190 .2050 1.0000 .684316 .1580744
ACCPOL 190 0 1 .84 .370
OPNADT 190 0 1 .62 .486
SIZE 190 28.5160 34.4450 31.366816 1.4063603
FFR 190 -4.0000 1.2400 -2.264526 .7067045
Valid N
190
(listwise)
Sumber: Pengolahan data SPSS 21

116 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET) Vol.9 | No.1 | 2017


JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET), 9 (1), 2017, 101-132

Berdasarkan tabel diatas, berikut dengan nilai rata-rata sebesar 0.45 yang
penjabaran penjelasannya:(1) Variabel berarti sebesar 45% dari data
politisi CEO dengan jumlah data perusahaan yang terkumpul memiliki
sebesar 190 memiliki nilai terendah informasi yang terbatas terkait EBK
sebesar 0 dan nilai tertingginya sebesar dan standar deviasinya (penyimpangan)
1 (menggunakan variabel dummy), dan yang cukup besar yaitu 0.499 (standar
memperoleh nilai rata-rata sebesar 0.03 deviasi >mean); (5) Variabel efektifitas
yang artinya hanya sebesar 3% saja pengawasan yang diproksikan
CEO dari data perusahaan yang menggunakan persentase jumlah dewan
terkumpul yang merupakan politisi dan komisaris independen dengan jumlah
nilai standar deviasinya data sebesar 190 memiliki nilai
(penyimpangan) yang cukup besar terendah 0.20 di PT Waskita Karya
yaitu 0.160 (standar deviasi >mean); Tbk dan nilai tertingginya sebesar 0.80
(2) Variabel frekuensi kemunculan di PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk
gambar CEO dengan jumlah data dan PT Unilever Indonesia Tbk,
sebesar 190 memiliki nilai terendah dengan nilai rata-rata sebesar 0.4459
sebesar 2 di beberapa perusahaan yakni yang artinya efektifitas pengawasan
PT Astra Agro lestari Tbk, PT Bumi dari data perusahaan yang terkumpul
Serpong Damai Tbk, PT Indocement sudah cukup tinggi sebesar 44.59% dan
Tunggal Prakasa Tbk, dan PT Smart standar deviasinya (penyimpangan)
Tbk dan nilai tertingginya sebesar 24 di yang cukup kecil sebesar 0.1192
PT Astra International Tbk, dengan (standar deviasi <mean); (6) Variabel
nilai rata-rata sebesar 8.40 yang artinya pergantian ketua auditor internal
frekuensi kemunculan gambar CEO dengan jumlah data sebesar 190
tidak terlalu banyak dalam laporan memiliki nilai terendah 0 dan nilai
tahunan dari data perusahaan yang tertingginya sebesar 1 (menggunakan
terkumpul dan nilai standar deviasinya variabel dummy), dengan nilai rata-rata
(penyimpangan) yang cukup kecil sebesar 0.48 yang artinya turnover
sebesar 5.226 (standar deviasi <mean); ketua auditor internal dari data
(3) Variabel kebijakan hutang-piutang perusahaan yang terkumpul cukup
meragukan yang tidak diumumkan tinggi sebesar 48% dan standar
dengan jumlah data sebesar 190 deviasinya (penyimpangan) yang
memiliki nilai terendah sebesar 0 dan cukup besar yaitu 0.501(standar deviasi
nilai tertingginya sebesar 1 >mean); (7) Variabel stabilitas
(menggunakan variabel dummy), keuangan yang diproksikan
dengan nilai rata-rata sebesar 0.43 menggunakan tingkat pertumbuhan
yang artinya sebesar43% dari data aktiva dengan jumlah data sebesar 190
perusahaan yang terkumpul tidak memiliki nilai terendah -0.090 di PT
mengumumkan kebijakan hutang- Bukit Asam (persero) Tbk dan nilai
piutang meragukan dan nilai standar tertingginya sebesar 0.590 di PT
deviasinya (penyimpangan) yang Waskita Karya Tbk, dengan nilai rata-
cukup besar yaitu 0.496 (standar rata sebesar 0.1348 yang artinya tingkat
deviasi >mean); (4) Variabel pertumbuhan aktiva perusahaan sebesar
terbatasnya akses informasi entitas 13.48% cukup tinggi dan standar
bertujuan khusus dengan jumlah data deviasinya (standar penyimpangan)
sebesar 190 memiliki nilai terendah yang cukup kecil sebesar 0.0922
sebesar 0 dan nilai tertingginya sebesar (standar deviasi <mean); (8) Variabel
1 (menggunakan variabel dummy), tekanan pihak eksternal yang

117 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET)Vol.9 | No.1 | 2017


APRILIA/ Analisis Pengaruh Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Menggunakan
Beneish Model Pada Perusahaan Yang Menerapkan Asean Corporate Governance Scorecard

diproksikan menggunakan leverage total asset dengan jumlah data sebesar


ratio dengan jumlah data sebesar 190 190 memiliki nilai terendah 28.5160 di
memiliki nilai terendah -4.760 di PT PT Matahari Department Store Tbk dan
Matahari Department Store Tbk dan nilai tertingginya sebesar 34.445 di PT
nilai tertingginya sebesar 26.050 di PT Bank Mandiri (persero) Tbk, dengan
Wijaya Karya (persero) Tbk, dengan nilai rata-rata sebesar 31.3668 berarti
nilai rata-rata sebesar 3.3941 dan ukuran perusahaan dari data yang
standar deviasinya (penyimpangan) terkumpul cukup besar dan standar
yang cukup besar sebesar 3.8972 deviasinya (penyimpangan) yang
(standar deviasi >mean); (9) Variabel cukup kecil sebesar 1.40636 (standar
kepemilikan manajerial yang deviasi< mean); (13) Variabel
diproksikan menggunakan persentase kecurangan laporan keuangan yang
kepemilikan saham manajemen dengan diproksikan menggunakan M-Score
jumlah data sebesar 190 memiliki nilai dengan jumlah data sebesar 190
terendah 0.2050 di PT Matahari memiliki nilai terendah -4.00 di PT
Department Store Tbkdan nilai Indosat Tbk dan nilai tertingginya
tertingginya sebesar 1.00 di PT sebesar 1.24 di PT BPD Jawa Barat dan
Waskita Karya Tbk, dengan nilai rata- Banten Tbk, dengan nilai rata-rata skor
rata sebesar 0.6843 memiliki arti beneish pada data perusahaan yang
kepemilikan saham manajerial dari data terkumpul sebesar -2.2645 dan standar
perusahaan yang terkumpul sebesar deviasinya (penyimpangan) yang
68.43% dan standar deviasinya cukup kecil sebesar 0.70670 (standar
(penyimpangan) yang cukup kecil deviasi <mean).
sebesar 0.1580 (standar deviasi Uji Normalitas
<mean); (10) Variabel pergantian Uji normalitas dilakukan untuk melihat
kebijakan akuntansi perusahaan dengan residual dalam model penelitian telah
jumlah data sebesar 190 memiliki nilai terdistribusi dengan normal. Hasil uji
terendah 0 dan nilai tertingginya normalitas dapat dilihat pada tabel di
sebesar 1 (menggunakan variabel bawah ini:
dummy), dengan nilai rata-rata sebesar
0.84 berarti pergantian kebijakan
akuntansi dari data perusahaan yang
terkumpul sebesar 84% dan standar
deviasinya (penyimpangan) yang
cukup kecil sebesar 0.370 (standar
deviasi <mean); (11) Variabel opini
audit dengan jumlah data sebesar 190
memiliki nilai terendah 0 dan nilai
tertingginya sebesar 1 (menggunakan
variabel dummy), dengan nilai rata-rata
sebesar 0.62 berarti perubahan opini
audit yang diperoleh dari data
perusahaan yang terkumpul
sebesar62% dan standar deviasinya
(penyimpangan) yang cukup kecil
sebesar 0.486 (standar deviasi <mean);
(12) Variabel ukuran perusahaan yang
diproksikan menggunakan logaritma

118 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET) Vol.9 | No.1 | 2017


JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET), 9 (1), 2017, 101-132

Tabel 3.
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized
Residual
N 190
NormalParametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation .65895473
MostExtreme Absolute .087
Differences Positive .087
Negative -.063
Kolmogorov-Smirnov Z 1.206
Asymp. Sig. (2-tailed) .109
a. Test distribution isNormal.
b. Calculated fromdata.
Sumber: Pengolahan data SPSS 2i
Dari tabel di atas, dapat disimpulkan merupakan persyaratan statistik yang
bahwa residual dalam model regresi perlu dipenuhi untuk model regresi
penelitian ini terdistribusi dengan berganda. Uji asumsi klasik terdiri dari
normal, hal ini dapat dilihat dari nilai tiga langkah sebagai berikut:
Asymp. Sig. (2-tailed) yang lebih besar (1) UjiMultikolonieritasHasil
dari 0.05, yaitu sebesar 0.109. pengujian multikolonieritas dapat
Uji Asumsi Klasik dilihat pada tabel di bawah ini
Langkah berikutnya adalah melakukan
uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik
Tabel 4.
Coefficientsa
Collinearity Statistics
Model
Tolerance VIF
1 (Constant)
POLCEO .882 1.133
CEOPIC .779 1.284
UNDPOL .684 1.463
SPVACC .793 1.261
COMIC .575 1.739
CHIA .880 1.137
AGROW .900 1.111
LEV .625 1.600
OSHIP .734 1.363
ACCPOL .899 1.113
OPNADT .898 1.113
SIZE .538 1.858

119 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET)Vol.9 | No.1 | 2017


APRILIA/ Analisis Pengaruh Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Menggunakan
Beneish Model Pada Perusahaan Yang Menerapkan Asean Corporate Governance Scorecard

a. Dependent Variable:FFR
Sumber: Pengolahan data SPSS 21

Berdasarkan tabel diatas, dapat satu dan yang lain, hal ini dapat
disimpulkan bahwa semua variabel dibuktikan dari perolehan nilai
independen yang diuji di dalam Tolerance masing-masing variabel >
penelitian ini yang terdiri dari politisi 0.10 dan nilai VIF masing- masing
CEO, frekuensi kemunculan gambar variabel <10.
CEO, kebijakan hutang-piutang (2) UjiHeteroskedastisitas
meragukan yang tidak diumumkan, Uji Heteroskedastisitas dalam
terbatasnya akses informasi entitas
penelitian ini menggunakan uji
bertujuan khusus, efektifitas Glejser. Uji Glejser dapat dilihat dari
pengawasan, pergantian ketua auditor nilai signifikansi masing-masing
internal, stabilitas keuangan, tekanan variabel independen yang diuji dengan
pihak eksternal, kepemilikan nilai absolut residual variabel
manajerial, pergantian kebijakan dependen. Hasil pengujian Glejser
akuntansi perusahaan, opini audit tidak dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
memiliki korelasi antara variabel yang

Tabel 5.
Coefficientsa
Unstandardized Standardi
Coefficients zed t Sig.
Std. Coefficie
Model B nts Be
Error
1 (Constant) 1.956 .976 ta 2.003 .047

POLCEO .064 .220 .023 .292 .770


CEOPIC .000 .007 -.001 -.018 .986
UNDPOL .100 .081 .108 1.232 .220
SPVACC .012 .075 .013 .157 .875
COMIC
.591 .367 .154 1.611 .109

CHIA .019 .071 .021 .268 .789


AGROW .383 .379 .077 1.010 .314
LEV .015 .011 .125 1.361 .175
OSHIP -.265 .245 -.092 -1.082 .281
ACCPOL .109 .094 .088 1.153 .251
OPNADT .107 .072 .114 1.484 .140
SIZE -.060 .032 -.185 -1.867 .064
a. Dependent Variable:ABR_RES
Sumber: Pengolahan data SPSS 21

120 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET) Vol.9 | No.1 | 2017


JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET), 9 (1), 2017, 101-132

Berdasarkan tabel di atas, dapat ditarik kepemilikan manajerial, pergantian


kesimpulan bahwa nilai signifikansi kebijakan akuntansi perusahaan, opini
variabel independen yang terdiri dari audit memiliki nilai signifikansi > 0.05
politisi CEO, frekuensi kemunculan yang artinya tidak terdapat
gambar CEO, kebijakan hutang- heteroskedastisitas dalam model
piutang meragukan yang tidak regresi penelitian dan model penelitian
diumumkan, terbatasnya akses ini memenuhi persyaratan.
informasi entitas bertujuan khusus, (2) Uji Autokorelasi
efektifitas pengawasan, pergantian Hasil uji autokorelasi dapat dilihat pada
ketua auditor internal, stabilitas tabel di bawah ini:
keuangan, tekanan pihak eksternal,

Tabel 6.
Model Summaryb
Adjusted
R R Std. Error Durbin
Model R Squar Square of the -
1 e.131 .072 Estimate
.6809259 Watso
.361a 1.765
n
b. Predictors: (Constant), SIZE, CHIA, UNDPOL, ACCPOL,
OPNADT, AGROW, SPVACC, POLCEO, OSHIP,
CEOPIC,LEV, COMIC
c. Dependent Variable:FFR
Sumber: Pengolahan data SPSS 21

Hasil uji autokorelasi dapat dilihat dari D-W di antara - 2 sampai +2, berarti
nilai Durbin-Watson (D-W), dilihat dari tidak adaautokorelasi.
tabel di atas bahwa nilai D-W yang
didapat sebesar 1.765 yang artinya Uji Kelayakan Model
bahwa tidak terdapat autokorelasi pada 1. UjiF
model regresi penelitian ini. Hal ini Hasil dari uji F dapat dilihat pada tabel
sudah sesuai persyaratan apabila angka di bawah ini:
Tabel 7.
ANOVAa
Sum of Mean
Model Square df Squar F Sig.
1 Regression s 12.325 e 1.027
12 2.215 .013b
Residual 82.068 177 .464
Total 94.393 189
a. Dependent Variable:FFR
b. Predictors: (Constant), SIZE, CHIA, UNDPOL, ACCPOL, OPNADT,
AGROW, SPVACC, POLCEO, OSHIP, CEOPIC,LEV, COMIC
Sumber: Pengolahan data SPSS 21

121 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET)Vol.9 | No.1 | 2017


APRILIA/ Analisis Pengaruh Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Menggunakan
Beneish Model Pada Perusahaan Yang Menerapkan Asean Corporate Governance Scorecard

Dari tabel di atas dapat disimpulkan kebijakan akuntansi perusahaan, opini


bahwa variabel independen yang audit memiliki pengaruh secara
terdiri dari politisi CEO, frekuensi simultan dan signifikan terhadap
kemunculan gambar CEO, kebijakan kecurangan laporan keuangan. Hal ini
hutang-piutang meragukan yang tidak dapat dibuktikan dari nilai signifikansi
diumumkan, terbatasnya akses dari tabel 4.7 sebesar 0.013 ( < 0.05).
informasi entitas bertujuan khusus, (2) Uji R & R-Square
efektifitas pengawasan, pergantian (KoefisienDeterminasi)
ketua auditor internal, stabilitas Hasil uji R & R-Square dapat dilihat
keuangan, tekanan pihak eksternal, dari tabel di bawah ini:
kepemilikan manajerial, pergantian

Tabel 8.
Model Summary
R Adjusted R Std. Error of the
Model R Square Square Estimate
1
.361a .131 .072 .6809259
a. Predictors: (Constant), SIZE, CHIA, UNDPOL,
ACCPOL, OPNADT, AGROW, SPVACC,
POLCEO, OSHIP,CEOPIC, LEV,COMIC
Sumber: Pengolahan data SPSS 21

Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan stabilitas keuangan, tekanan pihak


nilai r sebesar 0.361 yang memiliki arti eksternal, kepemilikan manajerial,
hubungan antara variabel independen pergantian kebijakan akuntansi
politisi ceo, frekuensi kemunculan perusahaan, opini audit mampu
gambar ceo, kebijakan hutang- piutang menjelaskan variabel dependen
meragukan yang tidak diumumkan, kecurangan laporan keuangan yaitu
terbatasnya akses informasi entitas sebesar 7.2%, sedangkan sisanya 92.8%
bertujuan khusus, efektifitas dijelaskan oleh faktor-faktor lainnya
pengawasan, pergantian ketua auditor yang tidak terdapat dalam model
internal, stabilitas keuangan, tekanan penelitian. Besarnya 7.2% dikarenakan
pihak eksternal, kepemilikan hanya stabilitas keuangan saja yang
manajerial, pergantian kebijakan mempengaruhi kecurangan laporan
akuntansi perusahaan, opini audit keuangan, sedangkan variabel sisanya
terhadap variabel dependen kecurangan tidak mempengaruhi kecurangan
laporan keuangan lemah (dapat dilihat laporan keuangan.
dari nilai r < 0.5). Tabel di atas juga
menunjukkan nilai adjusted r-square Uji Hipotesis (Uji T)
sebesar 0.072 yang berarti variabel Hasil uji hipotesis (uji t) dapat dilihat
independen politisi ceo, frekuensi dari tabel di bawah ini:
kemunculan gambar ceo, kebijakan
hutang-piutang meragukan yang tidak
diumumkan, terbatasnya akses
informasi entitas bertujuan
khusus,efektifitas pengawasan,
pergantian ketua auditor internal,

122 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET) Vol.9 | No.1 | 2017


JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET), 9 (1), 2017, 101-132

Tabel 9.
Coefficientsa
Stand
ar
Predic Unstandardized dized
t Sig.
tion Coefficients Coeff
Std. ici
Model B Error ents
Beta
1 (Constant) -3.065 1.459 -2.100 .037
POLCEO + .469 .329 .106 1.427 .155
CEOPIC + .002 .011 .018 .227 .820
UNDPOL + .106 .121 .075 .881 .380
SPVACC + -.092 .112 -.065 -.827 .409
COMIC - -.250 .548 -.042 -.456 .649
CHIA + .062 .105 .044 .585 .559
AGROW - 2.225 .566 .290 3.930 .000
LEV + .014 .016 .077 .868 .386
OSHIP - -.403 .366 -.090 -1.102 .272
ACCPOL + -.042 .141 -.022 -.296 .768
OPNADT - -.021 .107 -.015 -.199 .842
SIZE .026 .048 .052 .546 .586
a. Dependent Variable: FFR
Sumber: Pengolahan data SPSS 21
Dilihat dari tabel di atas, didapatkan tidakberpengaruh signifikan terhadap
hasil sebagai berikut: (1) Variabel terhadap kecurangan laporankeuangan;
politisi CEO tidak berpengaruh (6) Variabel pergantian ketua auditor
signifikan terhadap terhadap internal tidak berpengaruh signifikan
kecurangan laporan keuangan; (2) terhadap terhadap kecurangan
Variabel frekuensi kemunculan gambar laporankeuangan; (7) Variabel
CEO tidak berpengaruh signifikan stabilitas keuangan berpengaruh
terhadap terhadap kecurangan signifikan terhadap kecurangan
laporankeuangan; (3) Variabel laporan keuangan; (8) Variabel
kebijakan hutang-piutang meragukan tekanan pihak eksternal tidak
yang tidak diumumkan tidak berpengaruh signifikan terhadap
berpengaruh signifikan terhadap terhadap kecurangan laporankeuangan;
terhadap kecurangan laporankeuangan; (9) Variabel kepemilikan manajerial
(4) Variabel terbatasnya akses tidak berpengaruh signifikan terhadap
informasi entitas bertujuan khusus terhadap kecurangan laporankeuangan;
tidak berpengaruh signifikan terhadap (10) Variabel pergantian kebijakan
terhadap kecurangan akuntansi perusahaan tidak
laporankeuangan;(5) Variabel berpengaruh signifikan terhadap
efektifitas pengawasan terhadap kecurangan laporankeuangan;

123 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET)Vol.9 | No.1 | 2017


APRILIA/ Analisis Pengaruh Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Menggunakan
Beneish Model Pada Perusahaan Yang Menerapkan Asean Corporate Governance Scorecard

(11) Variabel opini audit tidak hipotesa antara sampel sebanyak 190
berpengaruh signifikan terhadap perusahaan dan sampel baru sebanyak
terhadap kecurangan laporan 34 perusahaan yang terindikasi
keuangan. melakukan kecurangan laporan
keuangan. Hasil uji sensitivitas dengan
Uji Sensitivitas menggunakan sampel yang baru dapat
Uji sensitivitas ini dilakukan untuk dilihat di bawah ini:
melihat seberapa besar pengaruh uji

Tabel 10.
Coefficientsa

Stand
ar
Predi Unstandardi dized
t Sig.
ction zed Coeff
Coefficient
Std. ic
Model B s Error ients
Beta
1 (Constant) - 2.644 -.651 .522
POLCEO + 1.7
.65 .379 .327 1.734 .098
227
CEOPIC + - .014 -.020 -.087 .932
UNDPOL + .00
.33 .182 .491 1.847 .079
16
SPVACC + - .150 -.141 -.647 .525
COMIC - .09 - 1.292 -.162 -.447 .659
.57-7
CHIA + .141 -.181 -.872 .393
.12 8
AGROW - .74 .636 .222 1.170 .255
3
5
LEV + - .038 -.238 -.713 .484
OSHIP - .02- .554 -.496 -2.260 .035
1.2 7
ACCPOL + .14 .174 .173 .833 .414
525
OPNADT - .05 .149 .077 .377 .710
SIZE .036 .095 .169 .400 .693
a.Dependent Variable: FFR 8
Sumber: Pengolahan data SPSS 21

124 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET) Vol.9 | No.1 | 2017


JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET), 9 (1), 2017, 101-132

Dilihat dari tabel di atas, didapatkan hasil ini masih signifikan dengan uji
hasil sebagai berikut: (1) variabel hipotesa dengan sampel sebanyak
politisi ceo tidak berpengaruh signifikan 190perusahaan; (9) variabel
terhadap terhadap kecurangan laporan kepemilikan manajerial berpengaruh
keuangan. hasil ini masih signifikan signifikan terhadap terhadap
dengan uji hipotesa dengan sampel kecurangan laporan keuangan. hasil ini
sebanyak 190 perusahaan; (2) variabel bertentangan dengan hasil uji hipotesa
frekuensi kemunculan gambar ceo tidak sebelumnya yang menunjukkan bahwa
berpengaruh signifikan terhadap kepemilikan manajerial tidak
terhadap kecurangan laporan keuangan. berpengaruh signifikan terhadap
hasil ini masih signifikan dengan uji kecurangan laporankeuangan; (10)
hipotesa dengan sampel sebanyak variabel pergantian kebijakan akuntansi
190perusahaan; (3) variabel kebijakan perusahaan tidak berpengaruh
hutang-piutang meragukan yang tidak signifikan terhadap terhadap
diumumkan tidak berpengaruh kecurangan laporan keuangan. hasil ini
signifikan terhadap terhadap masih signifikan dengan uji hipotesa
kecurangan laporan keuangan. hasil ini dengan sampel sebanyak
masih signifikan dengan uji hipotesa 190perusahaan; (11) variabel opini audit
dengan sampel sebanyak tidak berpengaruh signifikan terhadap
190perusahaan; (4) variabel terbatasnya terhadap kecurangan laporan keuangan.
akses informasi entitas bertujuan khusus hasil ini masih signifikan dengan uji
tidak berpengaruh signifikan terhadap hipotesa dengan sampel sebanyak 190
terhadap kecurangan laporan keuangan. perusahaan.
hasil ini masih signifikan dengan uji Dapat disimpulkan bahwa: (1)
hipotesa dengan sampel sebanyak Dengan menggunakan sampel
190perusahaan; (5) variabel efektifitas perusahaan sebanyak 34 perusahaan
pengawasan tidak berpengaruh yang terindikasi melakukan kecurangan
signifikan terhadap terhadap laporan keuangan membuktikan bahwa
kecurangan laporan keuangan. hasil ini kepemilikan manajerial berpengaruh
masih signifikan dengan uji hipotesa signifikan terhadap kecurangan laporan
dengan sampel sebanyak keuangan. Hasil yang diperoleh
190perusahaan; (6) variabel pergantian berbeda dengan uji hipotesa dengan
ketua auditor internal tidak berpengaruh sampel 190 perusahaan (stabilitas
signifikan terhadap terhadap keuangan yang berpengaruh signifikan
kecurangan laporan keuangan. hasil ini terhadap kecurangan
masih signifikan dengan uji hipotesa laporankeuangan); (2) Semakin sedikit
dengan sampel sebanyak sampel penelitian maka semakin
190perusahaan; (7) variabel stabilitas sensitif model regresi yang dihasilkan,
keuangan tidak berpengaruh signifikan dan tingkat signifikansi per variabel
terhadap kecurangan laporan keuangan. independen juga mengalami perubahan
hasil ini bertentangan dengan hasil uji yang cukup signifikan.
hipotesa sebelumnya yang
menunjukkan bahwa stabilitas keuangan SIMPULAN
berpengaruh signifikan terhadap
kecurangan laporankeuangan; (8) Hasil penelitian menunjukkan
variabel tekanan pihak eksternal tidak bahwa hanya stabilitas keuangan yang
berpengaruh signifikan terhadap diproksikan dengan rasio perubahan
terhadap kecurangan laporan keuangan. total aset saja yang berpengaruh
signifikan terhadap kecurangan

125 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET) Vol.9 | No.1 | 2017


APRILIA/ Analisis Pengaruh Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Menggunakan
Beneish Model Pada Perusahaan Yang Menerapkan Asean Corporate Governance Scorecard

laporan keuangan. Sedangkan untuk terhadap kecurangan laporan keuangan


variabel lainnya yaitu politisi CEO, juga menggunakan penyebaran
frekuensi kemunculan gambar CEO, kuesioner untuk lebih meyakinkan
kebijakan hutang-piutang meragukan pengukuran variabel independennya
yang tidak diumumkan, terbatasnya (mixed method); kedua agar penelitian
akses informasi entitas bertujuan selanjutnya dapat memilih sampel
khusus, efektifitas pengawasan, penelitian perusahaan yang memiliki
pergantian ketua auditor internal, net loss (mengalami kerugian
tekanan pihak eksternal, kepemilikan finansial) sehingga akan
manajerial, pergantian kebijakan mempengaruhi hasil penelitian
akuntansi perusahaan, opini audit tidak yangdihasilkan.
berpengaruh signifikan terhadap Dapat ditarik kesimpulan bahwa
kecurangan laporan keuangan. fraud pentagon yang diproksikan
Penelitian ini memiliki dengan beberapa variabel independen
keterbatasan antara lain: pertama yang diteliti kurang cocok untuk
sampel penelitian ini merupakan digunakan untuk menilai kecurangan
perusahaan yang sudah memperoleh laporan keuangan. Hal ini disebabkan
sertifikat ASEAN CG Scorecard, variabel-variabel independen yang
dimana perusahaan tersebut sudah digunakan sebagai proksi masing-
terbukti menjalankan GCG dengan masing elemen fraud pentagon lebih
baik. Oleh karena itu, hasil penelitian terfokus kepada perilaku manusia
yang diperoleh sebagian besar variabel sehingga tidak secara langsung
independennya tidak berpengaruh berkaitan dengan data
terhadap kecurangan laporan laporankeuangan.
keuangan; kedua model Beneish cocok
digunakan untuk perusahaan DAFTAR PUSTAKA
manufaktur (Beneish et al., 2012) dan ACFE, 2014. Report To The Nation On
dalam penelitian ini perusahaan yang Occupational Fraud And
dijadikan sampel merupakan Abuse 2014 Global Fraud
perusahaan campuran Study. Association Of Certified
(banking/keuangan, manufaktur, dan Fraud Examiners, p. 1-80.
lainnya); ketiga diperlukan variabel
pengukuran lainnya untuk fraud Achmad, Tarmizi dan Viva Yustitia
pentagon, dikarenakan variabel yang Rini, 2012. Analisis Prediksi
dipakai dalam penelitian ini kurang Potensi Risiko Fraudulent
cocok untuk digunakan di Indonesia; Financial Statement Melalui
keempat kurangnya referensi jurnal Fraud Score Model.
nasional dan internasional untuk Diponegoro Journal Of
pengukuran fraud pentagon yang Accounting, Vol. 1, No. 1: 1-
digunakan dalam penelitianini. 15.
Oleh karena itu diharapkan pada
penelitian selanjutnya dapat Achsin, M. dan Ruri Ihsania
melakukan beberapa hal, yakni: Cahyaningtyas, 2015. Studi
pertama diharapkan menggunakan Fenomenologi Kecurangan
proksi variabel dependen yang Mahasiswa Dalam Pelaporan
menggunakan pengukuran rasio Pertanggungjawaban Dana
keuangan dan akan lebih baik apabila Kegiatan Mahasiswa: Sebuah
analisa pengaruh fraud pentagon Realita Dan Pengakuan. Jurnal

126 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET) Vol.9 | No.1 | 2017


JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET), 9 (1), 2017, 101-132

Ilmiah Mahasiswa FEB Analysts Journal, Vol. 55 (5):


Universitas Brawijaya. 1-27.

Annisya, Mafiana, 2016. Pendeteksian Beneish, Messod D., Charles M.C. Lee,
Fraudulent Financial D. Craig Nichols, 2012. Fraud
Statement Dengan Analisis Detection And Expected
Fraud Diamond (Studi Empiris Returns. Social Science
Perusahaan Jasa Sektor Research Network,
Properti Dan Real Estate Yang link:
Terdaftar Di Bursa Efek http://papers.ssrn.com/sol3/pap
Indonesia Tahun 2010-2014). ers.cfm?abstract_id=1998387.
Skripsi Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Lampung, p. Chirita, Irina, Mihaela Tulvinschi and
1-76. Mariana Vlad, 2011. The
Consequences Of Fraudulent
Antonia, Edgina, 2008. Analisis Financial Reporting. The
Pengaruh Reputasi Auditor, Annals Of The “Stefan Cel
Proporsi Dewan Komisaris Mare” University Of Suceava
Independen, Leverage, Fascicle Of The Faculty Of
Kepemilikan Manajerial Dan Economics And
Proporsi Komite Audit Administration, Vol. 11, No.
Independen Terhadap 1(13):264-268.
Manajemen Laba (Studi Pada
Perusahaan Manufaktur Di Chaney, P. K., Faccio, M., & Parsley,
Bursa Efek Indonesia Periode D., 2011. The Quality Of
2004-2006). Tesis Program Accounting Information In
Studi Magister Manajemen Politically Connected Firms.
Universitas Diponegoro, p. 1- Journal of Accounting and
77. Economics, Vol. 51, No. 1: 58-
76.
Arens, Alvin A., Randal J.Elder and
Mark S.Beasley, 2008. Chen, Xiaojun., Jing Chi., & Jiang
Auditing Dan Jasa Assurance: Liao., 2015. Political
Pendekatan Terintegrasi Edisi Connected CEOs And Earming
Keduabelas(Jilid 1). Penerbit: Management: Evidence From
Erlangga, p. 429-462. China, Journal Of The Asia
Pacific Economic, 2016.
Beasley, Mark S., 1996. An Empirical
Analysis Of The Relation Cooper, Barry, Shireenjit K.Johl.,
Between The Board Of Satirenjit K.Johl., and Nava
Director Composisition And Subramaniam, 2013. Internal
Financial Statement Fraud. The Audit Function, Board Quality
Accounting Review, Vol. 71, And Financial Reporting
No. 4: 443-465. Quality: Evidence From
Malaysia. Managerial Auditing
Beneish, Messod D., 1999. The Journal, Vol. 28, No. 9: 780-
Detection Of Earning 814.
Manipulation. Financial

127 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET) Vol.9 | No.1 | 2017


APRILIA/ Analisis Pengaruh Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Menggunakan
Beneish Model Pada Perusahaan Yang Menerapkan Asean Corporate Governance Scorecard

Daljono, Martantya, 2013. Pendeteksian Mining Framework.


Kecurangan Laporan International Journal Of
Keuangan Melalui Faktor Advanced Computer Science
Risiko Tekanan Dan Peluang And Application, Vol. 3, No.8:
(Studi Kasus Pada Perusahaan 150-156.
Yang Mendapat Sanksi Dari
Bapepam Periode 2002-2006). Gravit, J, 2006. Recognizing Financial
Diponegoro Journal Of Statement fraud Red Flags.
Accounting, Vol 2, No. 2:1-12. Link:
http://www.mondaq.com/unite
Efitasari, Hema Christy, 2013. dstates/x/56058/White+Collar+
Pendeteksian Kecurangan Crime+Fraud/Recognizing+Fin
Laporan Keuangan (Financial ancial+Statement+Fraud+Red+
Statement Fraud) Dengan Flags
Menggunakan Beneish Ratio
Index Pada Perusahaan Gupta, Sanjeev and P.K. Gupta, 2015.
Manufaktur Yang Listing Di Corporate Frauds In India-
Bursa Efek Indonesia Tahun Perceptions And Emerging
2010-2011. Skripsi Fakultas Issues. Journal Of Financial
Ekonomi Jurusan Pendidikan Crime, Vol. 22, No. 1: 79-103.
Akuntansi Universitas Negeri
Yogyakarta, p. 1-123. Handayani, Sri, 2014. Kualitas
Pengungkapan Dan
Eisenhardt, Kathleen M., 1989. Agency Manajemen Laba Dalam
Theory: An Assessment And Kaitannya Dengan
Review. Academic Of Karakteristik Perusahaan.
Management Review, Vol. 14, Jurnal Ekonomi, Vol. 5, No. 2:
No. 1: 57-74. 99-116.

Fauzihardani, Eka dan Vani Adelin. Harrington, Chynthia, 2005. Analysis


2013. Pengaruh Pengendalian Ratios For Detecting Financial
Internal, Ketaatan Pada Aturan Statement Fraud. Fraud
Akuntansi, Dan Magazine.
Kecenderungan Kecurangan
Terhadap Perilaku Tidak Etis. Henny, Deliza dan Noval Dwi Aditya
WRA, Vol. 1, No. 2:259-275. Nugraha, 2015. Pendeteksian
Laporan Keuangan Melalui
Ghozali, Imam, 2013. Aplikasi Analisis Faktor Resiko, Tekanan Dan
Multivariate Dengan Program Peluang (Berdasarkan Press
IBM SPSS 21 Update PLS Release OJK 2008-2012). E-
Regresi Edisi 7. Badan Journal Akuntansi Trisakti,
Penerbit Vol. 2, No. 1: 29-48.
UniversitasDiponegoro.
Herawati, Nyoman Trisna, Kadek Emi
Gill, Nasib Singh and Raja Gupta, 2012. Kristiani, dan Ni Luh Gede
Prevention And Detection Of Erni Sulindawati, 2014.
Financial Statement Fraud– An Pengaruh Mekanisme
Implementation Of Data Corporate Governance Dan

128 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET) Vol.9 | No.1 | 2017


JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET), 9 (1), 2017, 101-132

Ukuran Perusahaan Terhadap And Beneish Models: The


Manajemen Laba Pada Case Of Enron Corp.
Perusahaan Manufaktur Yang International Journal Of
Terdaftar Di BEI. Jurnal Economic, Commerce, And
Akuntansi S1 Management, Vol. 3, No.1: 1-
AkuntansiUniversitas 18.
Pendidikan Ganesha, Vol.
2(1). Marks, Jonathan, 2012. The Mind
Behind The Fraudsters Crime:
Ismail, Ku Nor Izah Ku and Azrul Key Behavioral And
Abdullah, 2008. Disclosure Environmental Elements.
of Voluntary Accounting Crowe Howarth LLP
Ratios by Malaysian Listed (Presentation).
Companies. Journal of
Financial Reporting & Nasution, M dan Setiawan, D. 2007.
Accounting, Vol 6(1):1-20. Pengaruh Corporate
Governance Terhadap
Kementrian Keuangan Republik Manajemen Laba di Industri
Indonesia Badan Pengawas Perbankan. Simposium
Pasar Modal Dan Lembaga Nasional Akuntansi
Keuangan, 2010. Kajian X,Makassar.
Tentang Pedoman Good
Corporate Governance Di Ngan., Sai Chung., 2013. The Impact
Negara- Negara Anggota Of Politically-connected
ACMF. Executives In Fraudulent
Financial Reporting: Evidence
Khairuddin, Khairun Syafiza, Hawariah Based On The H Shares.
D, Amrizah K and Zuraidah African Journal Of Business
M.S, 2014. Detecting Management, Vol. 7
Fraudulent Financial Reporting (18):1875-1884.
Through Financial Statement
Analysis. Journal Of Advanced Pramuka, Bambang Agus dan Muh.
Management Science, Vol. 2, Arief Ujiyantho, 2007.
No.1: 17-22. Mekanisme Corporate
Governance, Manajemen Laba
Kolsi, Mohamed Chakib and Hamadi Dan Kinerja Keuangan (Studi
Matoussi, 2006. The Pada Perusahaan Go Publik
Interaction Between Accruals Sektor Manufaktur).
Management And Financial Simposium Nasional Akuntansi
Engineering With Special X Unhas Makasar26-28 Juli
Purpose Entities. Journal Of 2007, p. 1-26.
Human Resource Costing &
Accounting, Vol. 10, No. 2: 72- Prasidhanto, Wiratmoko, 2012.
91. Pedoman Penetapan
Remunerasi Eksekutif BUMN:
Mahama, Muntari, 2015. Detecting Masihkah Relevan?. Jurnal
Corporate Fraud And Financial Riset & Informasi:
Distress Using The Altman Membangun Kebijakan

129 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET) Vol.9 | No.1 | 2017


APRILIA/ Analisis Pengaruh Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Menggunakan
Beneish Model Pada Perusahaan Yang Menerapkan Asean Corporate Governance Scorecard

Berbasis Analisa, Keasdepan Rudewicz, Frank, 2011. The Fraud


Riset & Info Kementrian Diamond: Use Of Investigative
BUMN, Edisi IV: 26-36. Due Diligence To Identify The
“Capability Element Of
Priyantno, Duwi, 2012. Cara Kilat Fraud”. TMA Connecticut:
Belajar Analisis Data Dengan CTTMA Newsletter, Vol. IV,
SPSS 20. Yogyakarta: Andi Issue I: 1-13.
Offset.
Santoso, Singgih, 2015. Menguasai
Purwanto, Agus, Dwi Ratmono dan Statistik Parametrik Konsep
Yuvita Avrie D., 2014. Dan Aplikasi Dengan SPSS.
Dapatkah Teori Fraud Jakarta: PT Elex Media
Triangle Menjelaskan Komputindo.
Kecurangan dalam Laporan
Keuangan?. SNA 17 Universita Sarah, Adhariani dan Rini, 2014. Opini
Mataram Lombok, p. 1-19. Audit Dan Pengungkapan Atas
Link:http://multiparadigma.lect Laporan Keuangan Pemerintah
ure.ub.ac.id/files/2014/09/034. Kabupaten Serta Kaitannya
pdf Dengan Korupsi Di Indonesia.
Jurnal Etikonomi, Vol. 13, No.
Rahardjo, Shiddiq Nur dan Kennedy 1: 1-20.
Samuel Sihombing, 2014.
Analisis Fraud Diamond Sari, Maylia Pramono dan Sukirman,
Dalam Mendeteksi Financial 2013. Model Deteksi
Statement Fraud: Studi Empiris Kecurangan Berbasis Fraud
Pada Perusahaan Manufaktur Triangle (Studi Kasus Pada
yang Terdaftar Di Bursa Efek Perusahaan Publik Di
Indonesia (BEI) Tahun 2010- Indonesia). Jurnal Akuntansi &
2012. Diponegoro Journal Of Auditing, Vol. 9, No. 2: 199-
Accounting, Vol. 03, No. 02: 1- 225.
12
Simon, Jon, Ahmar Khair A.H., and
Ratmono, Dwi dan Yuvita Avrie Diany, Mohamed Yusof K, 2015.
2014. Determinan Kecurangan Fraudulent Financial
Laporan Keuangan: Pengujian Reporting: An Application Of
Teori Fraud Triangle. Fraud Models To Malaysian
Dipenogoro Jornal of Public Listed Companies. The
Accounting,Vol. 3 (2): 1-9. Macrotheme Review: A
Multidisciplinary Journal Of
Riley, Richard A.Jr., Jack Dorminey, Global Macro Trends, Vol. 4,
A.Scott Fleming and Mary-Jo No. 3: 126-145.
Kranacher, 2012. The
Evolution Of Fraud Theory. Sinason, David., William Hillison., and
American Accounting Carl Pacini, 1999. The Internal
Association, Vol. 27, No. 2: Auditor As Fraud-buster.
555-579. Managerial Auditing Journal,
Vol. 14: 351-362.

130 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET) Vol.9 | No.1 | 2017


JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET), 9 (1), 2017, 101-132

Skousen, Christopher J., Kevin R.Smith Tugas, Florenz C., 2012. Exploring A
and Charlotte J. Wright, 2008. New Element Of Fraud: A
Detecting And Predicting Study On Selected Financial
Financial Statement Fraud: The Accounting Fraud Cases In
Effectiveness Of The Fraud The World. American
Triangle And SAS No. 99. International Journal Of
Link: Contemporary Research, Vol.
http://ssrn.com/abstract=12954 2, No. 6: 112-121.
94.
Umar, Haryono, 2016. Corruption The
Sorunke, Olukayode Abayomi, 2016. Devil. Penerbit: Universitas
Personal Ethics and Fraudster Trisakti, Jakarta. Utaminingsih,
Motivation: The Missing Link Nanik Sri dan Susmita
in Fraud Triangle and Fraud Ardiyani, 2015. Analisis
Diamond Theories. Determinan Financial
International Journal of Statement Melalui Pendekatan
Academic Research in Fraud Triangle. Accounting
Business and Social Science, Analysis Journal, Vol. 4, No.
Vol. 6 (2): 159-165. 1: 1-10.

Tessa G, Chynthia., Puji Harto, 2016. Wang, Ming Long and Yung I Lou,
Fraudulent Financial 2009. Fraud Risk Factor Of
Reporting: Pengujian Teori The Fraud Triangle Assesing
Fraud Pentagon Pada Sektor The Likelihood Of Fraudulent
Keuangan dan Perbankan Di Financial Reporting. Journal
Indonesia. Simposium Nasional Of Business And Economics
Akuntansi XIX Lampung, p. 1- Research, Vol. 7, No. 3:61-28.
21.
Warshavsky, Mark, 2012. Analyzing
Tim Studi Konsentrasi Pemeriksaan Earnings Quality As A
Akuntansi (Auditor Forensik), Financial Forensic
2015. Kasus Pencegahan, Tool.Financial Valuation and
Pendeteksian Fraud Dan Litigation Expert Journal, No
Penelusuran Aktiva. Penerbit: 39: 16-20.
FE Universitas Trisakti
Program Studi Magister Wolfe, David T and Dana R.
Akuntansi. Hermanson, 2004. The Fraud
Diamond: Considering The
Tuanakotta, Theodorus M., 2014. Four Element Of Fraud. The
Mendeteksi Manipulasi CPA Journal, p. 38-42.
Laporan Keuangan. Penerbit:
Salemba Empat, p. 523-527. Zain, Mustafa M, Nooraslinda A.A, Siti
Maznah M.A, Rohana O, 2015.
Tuanakotta, Theodorus M., 2012. Fraudulent Financial Statement
Akuntansi Forensik Dan Audit Detection Using Statistical
Investigatif Edisi 2. Penerbit: Techniques: The Case Of
Salemba Empat. Small Medium Automotive
Enterprise. The Journal Of

131 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET) Vol.9 | No.1 | 2017


APRILIA/ Analisis Pengaruh Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Menggunakan
Beneish Model Pada Perusahaan Yang Menerapkan Asean Corporate Governance Scorecard

Applied Business Research,


Vol. 31, No. 4: 38-42.

132 | JURNAL ASET (AKUNTANSI RISET) Vol.9 | No.1 | 2017