Anda di halaman 1dari 5

Apoteker : Resep atas nama Ibu Sarah, 35 tahun.

Pasien : Iya, saya.


Apoteker : Apakah ini Ibu Sarah sendiri?
Pasien : Iya, Saya Ibu Sarah.
Apoteker : Baik, Ibu Sarah. Saya Apoteker Beta, Apoteker ya ng kebetulan sedang bertugas
di Apotek Sehat saat ini. Kalau diizinkan, Saya ingin meminta waktu Ibu 10 menit saja untuk
melakukan konseling, memberikan penjelasan tentang pengobatan Ibu, apakah Ibu bersedia?
Pasien : Hanya 10 menit saja, kan, Mbak. Tidak masalah.
Apoteker : Baik Ibu, kalau begitu silahkan masuk ke bilik konseling ya, Bu.
(Di dalam Bilik Konseling)
Apoteker : Silahkan duduk Ibu.
Pasien :Baik, terima kasih.
Apoteker : Apakah Ibu sudah merasa nyaman sekarang?
Pasien : Oh, sudah cukup nyaman.
Apoteker : Baik bu. Sebelumnya Saya ucapkan terima kasih untuk kesediaan Ibu
meluangkan waktu untuk melakukan konseling, ya, Bu. Adapun tujuan konseling ini yaitu
memberikan informasi tentang pengobatan yang Ibu terima, untuk meningkatkan kepatuhan Ibu
dalam meminum obat. Ibu mohon maaf sebelumnya saya akan menanyakan beberapa
pertanyaaan mulai dari data diri ibu. Semua jawaban ibu dari pertanyaan saya akan saya catat
untuk keperluan dokumen apotek ya bu, jadi Ibu tenang saja ibu tidak perlu khawatir data diri
ibu akan kami jamin kerahasiaannya.
Pasien : Baik mba kalau seperti itu
Apoteker : Boleh saya tau nama lengkap ibu, umur, tempat tanggal lahir, alamat ibu
sebelumnya saya akan memastikan terlebih dahulu data diri ibu ya bu apakah sudah sesuai
dengan resep yang sudah tertera.
Pasien : Nama lengkap saya Sarah Dian Ayu umur saya 35 tahun tempat tanggal lahir
saya di Jakarta 27 November 1986. Alamat saya di jalan Kemuning Raya nomor 20, Depok Jawa
Barat. Nomor telephone 08131414500
Apoteker : (apoteker sambil mencatat jawaban si ibu) dokter yang meresepkan obat benar
dengan dokter panji ya bu
Pasien : Iya benar Mba.
Apoteker : Boleh Saya tau, apa pekerjaan Ibu sehari2 ? karena nanti mungkin aka nada
hubungannya dengan terapi pengobatan Ibu.
Pasien : Oh, Saya karyawati swasta di pabrik, Mbak.
Apoteker : Baik, Ibu. bisa Ibu ceritakan apa yang dikatakan Dokter tentang pengobatan Ibu?
Pasien : Dokter bilang Saya ini terkena Diabetes Melitus katanya. Terus tadi Saya suruh
Cek darah di laboratorium…
Apoteker : Apakah Ibu sebelumnya pernah mengkonsumsi obat-obatan ini?
Pasien : Belum Mbak, saya belum pernah minum obat2 seperti itu.
Apoteker : Oh begitu,Bu. Kalau boleh Saya tahu, bagaimana hasil pemeriksaan
laboratoriumnya?
Pasien : Nilai HbA1c saya 7,8% dan tes gula darah sewaktu saya 198 mba. Tadi juga
sempat di cek tekanan darah saya 150/100. Untuk tujuannya dokter hanya mengatakan obat-obat
ini untuk mengontrol gula darah saya.
Apoteker : Apakah sekarang Ibu sedang hamil atau sedang menyusui?
Pasien : tidak Mba.
Apoteker : Apakah Ibu mempunyai riwayat alergi obat-obatan?
Pasien : tidak juga Mba.
Apoteker : Apakah Ibu mempunyai riwayat penyakit lain?
Pasien : Tidak Mba.
Apoteker : Oke.. Baik Ibu. Ibu maaf pertanyaan selanjutnya mungkin agak sensitif, ya bu.
Apakah Ibu mengkonsumsi minuman beralkohol atau merokok?
Pasien : Oh, nggak Mbak…
Apoteker : Baik, bu kalau seperti itu saya jelaskan ya bu. Jadi ini ada 3 macam obat yang
sudah dokter resepkan. Saya jelaskan satu persatu ya bu. Yang pertama ini ada Metrix, isinya
Glimepirid 3 mg, tablet. Ibu mendapat 15 tablet. Obat ini fungsinya untuk menurunkan kadar
gula darah Ibu, diminum 1 kali 1 hari 30 menit sebelum sarapan pagi, Bu. Ibu biasanya sarapan
pagi jam berapa?
Pasien : Mmm, biasanya Saya sarapan jam 8, Mbak
Apoteker : Berarti Ibu minum obat ini (sambil menunjukkan Glimepiridnya) setiap jam
setengah delapan pagi ya, Bu. Obat ini punya efek samping hipoglikemia, yaitu kadar gula darah
di bawah kadar normal dan gangguan penglihatan sesaat. Ibu tenang saja efek samping itu tidak
terjadi pada semua orang, hanya beberapa, tapi jika Ibu mengalaminya, disarankan agar Ibu tidak
membawa kendaraan atau mengoperasikan mesin ya, Bu. Yang kedua, ada obat Glucophage XR
atau Metformin 1000 mg, bentuknya tablet, fungsinya juga untuk menurunkan kadar gula darah.
Ibu mendapat 30 tablet. Diminumnya satu tablet dua kali dalam sehari, satu tablet setelah sarapan
pagi dan satu tablet lagi setelah makan malam ya, Bu. Ibu biasanya makan malam jam berapa?
Pasien : Sekitar jam 7 malam, Mbak.
Apoteker : Baik. Berarti, pagi Ibu minum obat metformin ini jam 8 pagi setelah sarapan,
dan malam minumnya jam 7 setelah makan malam ya, Bu. Lalu, yang ketiga ini ada Candesartan
8 mg, bentuknya tablet juga. Ibu mendapat 30 tablet ya, Bu. Obat ini fungsinya untuk
menurunkan tekanan darah Ibu. Diminumnya 1 hari 1 tablet pada saat malam, boleh sebelum
makan malam ataupun sesudah makan malam. Diminumnya malam, karena efek samping obat
ini terkadang menyebabkan pusing, untuk itu obatnya lebih baik diminum pada malam hari.
Apakah Ibu sudah paham yang Saya informasikan.
Pasien : Baik, Mbak. Insya Allah saya paham.
Apoteker : Boleh Saya meminta Ibu untuk menjelaskan kembali apa yang sudah Saya
informasikan tadi ?
Pasien : Oh, iya, jadi saya ini dapet 3 jenis obat, ada obat Metrix untuk nurunin gula
darah diminumnya 1 hari 1 tablet setengah jam sebelum makan, jam setengah delapan ya, kan?
Terus ada obat Glucophage untuk nurunin kadar gula juga, diminumnya 2 x 1 hari, 1 tablet
setelah makan, yang satu setelah sarapan pagi, jam 8, yang satu lagi setelah makan malam kan
ya? Terus yang terakhir ini candesartan, buat tensi, ini diminum 1x1 hari 1 tablet sebelum atau
setelah makan, malam. Begitu bukan yaaa?
Apoteker : Betul sekali, Ibu. Target pengobatan Ibu ini nantinya adalah penurunan kadar
gula darah yang semula tinggi supaya bisa normal kembali, Bu, begitu juga dengan tensinya. Jadi
kalau obatnya diminum dengan benar, Insya Allah kadar gula dan tekanan darah Ibu kembali
normal.
Apoteker : Untuk tanggal kadaluarsa Obat terlihat pada bagian belakang kemasan tabletnya
ya, Bu. Dan untuk penyimpanannya, obat-obat ini dapat disimpan di suhu ruang, tempat yang
kering dan tidak lembap, yang terlindung dari sinar matahari langsung, ya, Bu.
Pasien : Oke, Mbak
Apoteker : Atau mungkin Ibu mempunyai kotak obat di rumah?
Pasien : Oh iya saya lupa, ada kok kotak obat…
Apoteker : Naah, obatnya bisa disimpan di kotak obat setelah digunakan ya, Bu.
Pasien : Oke, Mbak…
Apoteker : Selain mengkonsumsi obat juga Ibu dianjurkan untuk menerapkan gaya hidup
sehat ya, Bu, seperti menghindari makanan dan minuman yang mengandung kadar gula tinggi,
misalnya soda, fast food, cake, dan makanan lainnya yang manis. Selain itu, Ibu juga bisa
melakukan olahraga, bisa yang ringan2 seperti jalan kaki, lari pagi atau senam kebugaran setiap
pagi. Hindari makan sebelum tidur juga ya, Ibu.
Pasien : (Tertawa kecil) itu mungkin yaa, saya sering ngantuk kalo habis makan…
Apoteker : Berarti mulai sekarang, setelah makan Ibu bisa lakukan aktivitas kecil, mungkin
melakukan pekerjaan rumah tangga yang ringan, supaya tidak mengantuk setelah makan.
Pasien : Begitu, ya… Baik, Mbak. Sekarang Saya jadi paham kenapa saya harus minum
obat setiap hari dengan rajin, harus melakukan gaya hidup sehat. Terima kasih banyak ya, Mbak
Apoteker, tadinya saya nggak ngerti kenapa sih Saya harus minum obat, ternyata obat itu bisa
buat kadar gula saya jadi normal lagi termasuk tensi saya juga, ya…
Apoteker : Betul sekali, Ibu, terima kasih kembali. Alhamdulillah Ibu sudah mengerti
dengan baik. Apakah masih ada yang ingin ditanyakan, Bu?
Pasien : Ohiya, kalau obat ini sudah habis saya minum bagaimana?
Apoteker : Jika obatnya sudah habis, silahkan Ibu berkonsultasi kembali dengan Dokter
Panji, ya, Bu. Supaya Dokter bisa memastikan untuk langkah pengobatan Ibu selanjutnya,
Pasien : Oh begitu, jadi mungkin harus dicek dulu ya, Mbak, ya?
Apoteker : Betul sekali, Ibu…Ada lagi yang ingin ditanyakan, Bu?
Pasien : Tidak, Mbak, sudah jelas kok, Insya Allah saya paham fungsi obatnya, aturan
pakainya, kalau habis obat harus bagaimana…
Apoteker : Baik. Kalau begitu ini obat-obatnya silahkan diterima. Dan ini juga ada kartu
nama Saya, jika nanti sewaktu2 Ibu ingin menanyakan tentang Obat yang Ibu terima, Ibu bisa
menghubungi Saya.
Pasien : Oh iya, baik..
Apoteker : Silahkan , Bu. Ini juga ada beberapa leaflet tentang penyakit Diabetes Melitus
dan hipertensi, leaflet tentang Obat2 DM Hipertensi, dan juga leaflet anjuran gaya hidup sehat
untuk pasien diabetes mellitus dan hipertensi. Silahkan diambil untuk dibaca2 ya, Bu, untuk
menambah pengetahuan
Pasien : Baik, Mbak, nanti saya baca2 di rumah.
Apoteker : Saya ucapkan terima kasih banyak Ibu, atas kesediaannnya meluangkan waktu.
Semoga lekas sembuh, ya, Bu.
Pasien : Sama-sama, Mbak, terima kasih kembali.

Anda mungkin juga menyukai