Anda di halaman 1dari 11

B.

SALURAN PENCERNAAN

Saluran pencernaan adalah sistem organ pada manusia yang menerima makanan,


mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut melalui Anus.
Adapun organ yang termasuk dalam saluran pencernaan adalah mulut dan esofagus,
kerongkongan, lambung, dan usus.Yang berfungsi untuk mengambil makanan, memecahnya
menjadi molekul nutrisi yang lebih kecil, menyerap molekul tersebut ke dalam aliran darah,
kemudian membersihkan tubuh dari sisa pencernaan.

1. MULUT

Mulut berperan dalam pencernaan mekanik dan pencernaan kimiawi. Pencernaan mekanik
merupakan proses penghalusan makanan dimana makanan akan diubah ukurannya menjadi lebih
kecil. Pencernaan kimiawi merupakan proses pengubahan kandungan nutrisi makanan atau
penguraian molekul kimia yang terdapat di dalam makanan.

Berdasarkan gambar, dapat lihat, bahwa di dalam mulut terdapat beberapa organ, yaitu :

1) Gigi secara umum berfungsi untuk mengubah bentuk makanan serta menghaluskannya agar
makanan dapat dicerna di organ berikutnya.

Struktur gigi terdiri dari beberapa bagian. Bagian-bagian tersebut antara lain :

a. Mahkota gigi, merupakan bagian luar gigi yang dilapisi oleh email gigi yang berfungsi
melindungi gigi.
b. Leher gigi, merupakan bagian gigi yang terletak di bawah mahkota gigi dan di atas leher
gigi, dan tertanam di gusi.
c. Akar gigi, merupakan bagian gigi yang tertanam di rahang gigi

Gigi manusia tersusun atas lapisan-lapisan. Lapisan-lapisan gigi yaitu:

1. Email, merupakan lapisan terluar gigi yang paling keras dan berwarna putih; mengandung
95% kalsium fosfat (hallosehat.com); berfungsi melindungi jaringan gigi di bawahnya. 
2. Sementum, merupakan jaringan ikat berwarna kuning muda; berfungsi mengikat akar
gigi ke gusi dan rahang.
3. Dentin, merupakan lapisan di bawah email gigi; ketika email gigi yang melindungi
dentin rusak dapat menyebabkan gigi lebih sensitif terhadap suhu panas atau dingin dan
menyebabkan rasa nyeri atau linu.
4. Pulpa, merupakan rongga gigi; berisi pembuluh darah, saraf dan jaringan lunak lainnya;
berfungsi memberikan nutrisi bagi gigi, sensitifitas gigi dan mengeluarkan sel darah putih
untuk melawan bakteri yang masuk.

Berdasarkan letak dan fungsinya gigi dibagi ke dalam 3 macam yaitu :

1. Gigi seri, terletak di bagian depan dan terlihat ketika tersenyum; fungsi gigi seri untuk
memotong atau menggigit makanan.
2. Gigi taring, terletak di sebelah gigi seri; bentuk runcing; berfungsi untuk mengoyak atau
merobek makanan,
3. Gigi geraham depan (premolar), terletak di bagian agak dalam mulut setelah gigi taring;
berfungsi untuk mengunyah makanan.
4. Gigi geraham belakang (molar), terletak di bagian dalam mulut setelah gigi geraham
depan; berfungsi menghaluskan makanan

2) Lidah

Lidah berfungsi mengatur letak makanan, menelan dan sebagai alat pengecap atau perasa. Pada
permukaan lidah terdapat papila-papila. Ujung lidah untuk merasaksn asin, samping lidah untuk
dekat ujung lidah untuk merasakan asin, samping lidah ke dalam untuk merasakan asam dan
pangkal lidah untuk merasakan pahit.

3) Kelenjar Ludah (Saliva)

Kelenjar ludah merupakan kelenjar yang mensekresikan air liur (saliva). Air liur ini berfungsi
untuk membasahi rongga mulut dan makanan yang masuk juga sebagai anti bakteri. Di dalam air
liur ini terdapat enzim ptialin. Enzim ptialin berguna untuk menguraikan amilum menjadi
maltosa.

Terdapat tiga macam kelenjar saliva yaitu :

1. Kelenjar parotis yang terletak di antara otot pengunyah di sebelah bawah depan daun telinga
dan kulit pipi.
2. Kelenjar submandibularis yang terletak rahang bawah
3. Kelenjar sublingualis yang terletak di bawah lidah

2. FARING
Faring merupakan organ penghubung antara rongga mulut dengan kerongkongan atau
esofagus. Makanan yang telah dicerna akan masuk kerongkongan melalui proses deglutisi
melewati faring.
Faring juga merupakan pertemuan antara tractus digestivus dengan saluran respirasi. Disebut
juga sebagai pangkal esophagus. Di bagian dalam faring terdapat amandel/tosil yang merupakan
kumpulan kelenjar limpa yang mengandung limposit.

3. KERONGKONGAN
Esophagus [berasal dari bahasa Yunani: οiσω (dibaca: oeso) yang berarti membawa dan έφαγον
(dibaca: phagus) yang berarti memakan] atau kerongkongan adalah tabung (tube) berotot pada
vertebrata yang dilalui sewaktu makanan mengalir dari bagian mulut ke dalam lambung atau
ventrikulus dengan panjang sekitar 20 – 25 cm. Makanan berjalan melalui esofagus dengan
menggunakan proses peristaltik . Dinding kerongkongan atau esophagus ini terdiri atas 3 lapisan,
yaitu:
a. Tunika mukosa : menghasilkan mucus/lender
b. Tunika submukosa : terdapat jaringan ikat kolagen dan elastis, ujung kapiler darah, dan
ujung saraf
c.  Tunika muskularis : mengandung otot polos dan jaringan ikat gerakan peristaltik
pada kerongkongan.
Gerakan menelan makanan yang terjadi di esophagus merupakan gerakan
peristaltic/peristalsis, yaitu gerakan otot dinding saluran pencernaan (kaya akan otot polos)
yang berupa gerakan kembang kempis atau gerak meremas-remas makanan dalam bentuk
bolus dan akan mendorong lobus menuju ke lambung. Waktu yang diperlukan lobus dari
kerongkongan menuju ke lambung adalah 6 detik

Gerakan Peristaltik
Pada Esofagus

4. LAMBUNG / VENTRIKULUS
Lambung atau ventrikulus merupakan organ kantung besar yang terletak di rongga perut agak
ke kiri. Dinding lambung tersusun menjadi 4 lapisan, yaitu :
a. Lapisan peritoneal (Lapisan Serosa)
Merupakan lapisan terluar dari ventrikulus yang berfungsi sebagai lapisan pelindung
perut. Sel-sel di lapisan ini mengeluarkan sejenis cairan untuk mengurangi gaya gesekan
yang terjadi antara perut dengan anggota tubuh lainnya.
b. Lapisan Berotot, yang terdiri dari :
1. Cardiac merupakan bagian atas ventriculus yang berhubungan dengan esophagus dan
hepar.
2. Fundus merupakan bagian tengah ventriculus yang bentuknya membulat.
3. Pylorus merupakan bagian bawah ventriculus yang berhubungan dengan intestinum
tenue.
c. Lapisan Submukosa.
Submukosa ialah lapisan dimana pembuluh darah arteri dan vena dapat ditemukan untuk
menyalurkan nutrisi dan oksigen ke sel-sel perut sekaligus untuk membawa nutrisi yang
diserap, urea, dan karbon dioksida dari sel-sel tersebut.
d. Lapisan Mukosa.
Mukosa ialah lapisan dimana sel-sel mengeluarkan berbagai jenis cairan, seperti enzim,
asam lambung, dan hormon. Lapisan ini berbentuk seperti palung untuk memperbesar
perbandingan antara luas dan volume sehingga memperbanyak volume getah lambung
yang dapat dikeluarkan.

5. USUS HALUS (INTESTINUM TENUE)

Bagian-Bagian Usus Halus

Usus halus jika dibentangkan, panjangnya mencapai 8,25 meter. Usus halus ini tersusun dari otot
polos yang kerjanya tidak dipengaruhi oleh otak. Berdasarkan gambar di atas, usus halus terdiri
dari 3 bagian yaitu :
1. Duodenum

Duodenum dikenal dengan usus dua belas jari. Panjang duodenum sekitar 0,25 m atau 25 cm.
Usus ini terhubung dengan lambung bagian bawah (fundus) dan saluran empedu yang berasal
dari hati serta kelenjar pankreas. Hati dapat berperan sebagai kelenjar pencernaan karena
mensekresikan getah empedu. Pankreas akan mensekresikan getah pankreas yang mengandung
enzim amilase, tripsin dan lipase. 

Getah empedu dari hati akan ditampung di kantong empedu kemudian disalurkan ke duodenum
untuk memecah lemak yang terdapat dalam kimus sehingga menjadi butiran kecil. Proses
pemecahan lemak disebut dengan emulsi lemak. Emulsi lemak bertujuan agar lemak dapat larut
dalam air sehingga memudahkan dalam penyerapannya.

2. Jejenum

Jejenum disebut juga usus kosong atau usus bagian tengah dari usus halus. Jejenum memiliki
panjang sekitar 7 meter. Di dalam jejenum, makanan akan terus dicerna dan diremas serta
didorong oleh gerakan peristaltik usus. Hal ini bertujuan agar zat-zat makanan seperti
karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, dapat diserap oleh usus penyerapan.

3. Ileum

Ileum dikenal dengan usus penyerapan karena makanan yang sudah melewati pencernaan secara
mekanis dan kimiawi, zat makanan yang terkandung di dalamnya akan diserap lalu disalurkan
bersama plasma darah ke seluruh bagian tubuh.

Panjang usus ini yaitu sekitar 1 meter. Struktur usus halus memiliki lipatan-lipatan di bagian luar
dan dalam. Semakin luas bidang penyerapan maka semakin banyak vili-vili dalam usus sehingga
penyerpan nutrisi makanan semakin efektif. 
6. USUS BESAR (KOLON)

Bagian-Bagian Usus Besar

Setelah dari usus halus dan diserap nutrisinya, makanan akan diteruskan ke usus besar. Sisa
makanan berada di dalam usus besar selama 1-4 hari yang terdiri dari sejumlah air dan bahan
makanan yang tidak dapat tercerna seperti selulosa yang berasal dari tumbuhan. Usus besar
berfungsi sebagai tempat pembusukkan makanan dan pengatur kadar air sisa makanan.

1. Sekum

Sekum terletak diantara usus halus dan usus besar. Sekum disebut juga usus buntu. Di bagian
ujung sekum terdapat apendiks (umbai cacing) yang berisi massa sel darah putih yang berfungsi
dalam imunitas tubuh. Selain itu sekum juga berfungsi menyerap sisa air dan garam. Pada sekum
terdapat katup yang akan mengatur jumlah sisa makanan yang masuk ke dalam usus besar.

2. Kolon

Kolon atau usus besar pada manusia memiliki panjang sekitar 1 meter. Kolon terdiri dari kolon
asendens (naik), kolon transversum (mendatar) dan kolon desendens (menurun) serta kolon
sigmoid.
Di dalam kolon ini terdapat bakteri Escherichia coli yang akan membusukkan sisa makanan dan
menghasilkan vitamin K dan B₁₂. Kolon juga akan menyerap air dan nutrisi yang belum terserap
sepenuhnya oleh usus halus.

Sisa makanan yang tidak terpakai lagi oleh tubuh beserta gas-gas yang berbau dinamakan feses
(tinja). Feses tersebut kemudian akan disimpan di dalam rektum sebelum dikeluarkan melalui
ANUS.

7. ORGAN PENCERNAAN TAMBAHAN PADA MANUSIA

Organ Pencernaan Tambahan

Organ pencernaan tambahan adalah organ-organ selain organ utama yang terlibat dalam
pencernaan makanan karena zat yang dikeluarkannya. Berdasarkan gambar, organ pencernaan
tambahan terdiri dari hati, kantung empedu dan pankreas.

A. Hati

Hati terletak di rongga perut sebelah kanan di bawah diafragma. Hati merupakan kelenjar
terbesar dalam tubuh. Hati memiliki peran penting bagi tubuh. Berikut beberapa fungsi hati :

1. Menetralisir racun atau detoksifikasi


2. Sebagai organ penyimpanan. Hati akan memindahkan zat besi (Fe), vitamin A, D, E, K
dan B12 dari darah lalu menyimpannya. Hati juga akan menyimpan glukosa dalam
bentuk glikogen
3. Menjaga keseimbangan kadar glukosa dalam darah. Saat, glukosa dalam darah turun,
maka hati akan melepas glukosa dengan cara memecah glikogen. Hati juga akan
mengubah gliserol, asam lemak dan asam amino menjadi glukosa.
4. Mengatur kadar kolesterol dalam darah. Kolesterol akan diubah menjadi asam kolik yang
akan mengemulsi lemak di dalam duodenum
5. Mensekresi getah empedu. Getah empedu terdiri dari kolesterol, asam kolik, garam
empedu, lesitin, bilirubin, dan cairan elektrolit

B. Kantung Empedu

Kantung empedu terletak di bawah hati. Kantong emopedu berfungsi menyimpan getah empedu.
Getah empedu merupakan cairan yang berwarna kuning kehijauan karena mengandung pigmen
bilirubin. Bilirubin terbentuk dari pemecahan hemoglobin yang terdapat di dalam sel darah
merah (eritrosit).

C. Pankreas

Pankreas terletak di balik perut di belakang lambung. Pankreas merupakan kelenjar yang akan
mensekresikan getah pankreas. Getah pankreas mengandung sodium bikarbonat (NaHCO3) dan
enzim-enzim pencernaan yang berperan dalam pemecahan karbohidrat, protein dan lemak.

Selain itu, pankreas juga akan mengeluarkan hormon insulin. Hormon insulin berfungsi
mengontrol keseimbangan glukosa (gula) dalam darah. Oleh karena itu, pankreas juga disebut
dengan kelenjar endokrin.
 Proses pencernaan dalam tubuh
Proses pencernaan makanan berlangsung di dalam saluran pencernaan makanan. Proses
tersebut di mulai dari rongga mulut. Di dalam rongga mulut makanan dipotong-potong oleh gigi
seri dan dikunyah oleh gigi geraham , sehingga makanan menjadi bagian-bagian yang lebih
kecil. Walaupun zat makanan telah dilumatkan atau dihancurkan dalam rongga mulut tetapi
belum dapat diserap oleh dinding usus halus. Karena itu, makanan harus diubah menjadi sari
makanan yang mudah larut. Dalam prose ini dibutuhkan beberapa enzim pencernaan yang
dikeluarkan oleh kelenjar pencernaan.
Waktu pencernaan, makanan tersebut diproses menjadi sari makanan yang diserap oleh jonjot
usus dan sisa makanan dikeluarkan melalui poros usus. Sari makanan hanya dapat diserap dan
diangkut oleh darah dan getah bening bila larut di dalamnya, kemudian makanan tersebut
didistribusikan ke bagian tubuh yang membutuhkannya.
Berdasarkan prosesnya, pencernaan makanan dapat dibedakan menjadi dua macam seperti
berikut.
1.    Proses mekanis, yaitu pengunyahan oleh gigi dengan dibantu lidah serta peremasan yang
terjadi di lambung.
2.    Proses kimiawi, yaitu pelarutan dan pemecahan makanan oleh enzim-enzim pencernaan
dengan mengubah makanan yang ber-molekul besar menjadi molekul yang berukuran kecil.
Makanan mengalami proses pencernaan sejak makanan berada di dalam mulut hingga
proses pengeluaran sisa-sisa makanan hasil pencernaan. Adapun proses pencernaan makanan
meliputi  ingesti, mastikasi, deglutisi, digesti, absorpsi, dan defekasi.

2.5 Gangguan pada sistem pencernaan


            Gangguan atau kelaianan yang biasa menyerang sistem pencernaan adalah:
1. Gastritis
Gastritis atau radang lambung disebabkan karena produksi asam lambung yang tinggi
sehingga mengiritasi dinding lambung. Selain itu, bisa disebabkan oleh bakteri. Penderita
gastritis akan merasa lambungnya terbakar.
2. Batu empedu
Batu empedu adalah penyakit yang disebabkan oleh penyumbatan pada saluran empedu.
Hal ini terjadi karena adanya endapan di saluran empedu.
3. Konstipasi (sembelit)
Konstipasi terjadi karena feses bergerak secara lambat melalui kolon. Feses yang ada
sangat banyak dan kering sehingga sulit buang air besar. Hal ini disebabkan, karena buang air
yang tidak teratur.

4. Diare
Diare adalah suatu kondisi sering buang air besar dan feses terlalu lunak. Makanan terlalu
cepat melalui usus halus dan kolon sehingga air tidak banyak diabsorpsi. Diare dapat merupakan
gejala tipus, kanker, kolera, atau infeksi.

5. Disentri
Disentri disebabkan karena infeksi bakteri atau amuba. Gejala penyakit ini adalah buang
air besar bercampur darah.
6. Radang usus buntu
Radang usus buntu adalah peradangan pada apendiks. Hal ini terjadi, karena adanya
penumpukan makanan dan terjadi infeksi.
7. Kanker
Kanker usus besar terjadi, karena pola makanan yang tidak sehat. Gejala yang timbul
adalah adanya darah pada feses.

BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
1. Proses pencernaan adalah proses perubahan makanan dari bentuk kasar (kompleks)
menjadi bentuk yang halus (sederhana) sehingga dapat diserap usus. Proses pencernaan
pada manusia dibedakan menjadi pencernaan secara mekanik dan pencernaan secara
kimiawi. Pencernaan secara mekanik yaitu mengubah makanan dari bentuk kasar menjadi
halus. Sedangkan pencernaann secara kimiawi, yaitu pencernaan dengan bantuan enzim.
2. Sistem pencernaan berfungsi untuk menyediakan makanan, air, dan elektrolit bagi tubuh
dari nutrient yang dicerna sehingga siap diabsorpsi.
3. Organ pencernaan pada manusia terdiri atas : mulut, faring, kerongkongan, lambung, hati,
pankreas, usus halus, usus besar, dan anus.
4. Proses pencernaan makanan meliputi  ingesti, mastikasi, deglutisi, digesti, absorpsi, dan
defekasi.