Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN (AMDAL) DAN NAB

(NILAI AMBANG BATAS)


Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keselamatan Dan
Kesehatan Kerja
Dosen Pengampu: Dr. Salman Bintang M.Pd

Disusun Oleh: Kelompok 7


Muhammad Farid (5211131010)
M Fadli Indra Gunawan (5213131026)
Maria Siringo-ringo (5213131019)
Kelas PTE A 21

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TAHUN AJARAN 2021/2022
KATA PENGANTAR
Puja dan puji syukur tak lupa kita panjatkan kepada Allah SWT atas
berkat dan rahmatnya saya dapat menyusun makalah mengenai “Analisis
Dampak Lingkungan Dan NAB (Nilai Ambang Batas)” ini dapat terselesaikan.
Shalawat dan salam tak lupa kita junjung kepada baginda nabi Muhammad SAW
yang telah membimbing kita dari zaman jahiliyah ke jalan yang benar.

Makalah ini di susun mengingat semakin meningkatnya intensitas


kegiatan penduduk dan industri yang meningkatkan kadar kerusakan lingkungan.
Selain itu makalah ini di susun sebagai bahan referensi khususnya bagi
mahasiswa maupun masyarakat umum mengenai dampak lingkungan demi
tercapainya stabilitas lingkungan.

Ucapan terima kasih kepada orang tua dan dosen serta semua pihak yang
telah membantu dalam penyusunan makalah ini sehingga dapat terselesaikan.

Akhirnya apabila terdapat kata-kata yang kurang berkenan, baik dari segi
isi maupun penulisan. Jadi besar harapan kami sudilah pembaca memberikan
kritik dan sara-saran yang konstruktif sehinnga dapat menjadi masukan demi
perbaikan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi paras pembaca

Medan, 05 November 2021

Tim Penyusun

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..............................................................................i
DAFTAR ISI............................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................1
A. Latar belakang....................................................................................1
B. Rumusan masalah...............................................................................1
C. Tujuan.................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN.........................................................................2
A. Pengertian AMDAL.........................................................................2
B. Peranan AMDAL.............................................................................3
C. Tujuan AMDAL...............................................................................4
D. Manfaat AMDAL.............................................................................5
E. Pengertian NAB (Nilai Ambang Batas)...........................................6
F. Kegunaan nilai ambang batas...........................................................7
BAB III PENUTUP.................................................................................8
A. Kesimpulan.........................................................................................8
B. Saran ...................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................9

ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah kajian
mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang
direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan
keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia.
AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan
memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud
lingkungan hidup di sini adalah aspek fisik-kimia, ekologi, sosial-ekonomi,
sosial-budaya, dan kesehatan masyarakat.Dasar hukum AMDAL adalah
Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tentang “Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan Hidup”.
B. Rumusan masalah
1. Apa pengertian dari AMDAL?

2. Apa sajakah peran dari AMDAL ?

3. Apa tujuan dari AMDAL ?

4. Apa Kegunaan dari AMDAL ?

5. Apa pengertian NAB


C. Tujuan
Berdasarkan permasalahan di atas, penulis dapat menyimpulkan tujuan yaitu:

1. Untuk mengetahui pengertian dari AMDAL.

2. Untuk mengetahui apa peranan dari AMDAL.

3. Untuk mengetahui apa tujuan dari AMDAL.

4. Untuk mengetahui pengertian NAB

1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian AMDAL
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, yang sering disingkat AMDAL,
merupakan reaksi terhadap kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia yang
semakin meningkat. Reaksi ini mencapai keadaan ekstrem sampai menimbulkan sikap
yang menentang pembangunan dan penggunaan teknologi tinggi.Dengan ini timbullah
citra bahwa gerakan lingkungan adalah anti pembangunan dan anti teknologi tinggi
serta menempatkan aktivis lingkungan sebagai lawan pelaksana dan perencana
pembangunan.Karena itu banyak pula yang mencurigai AMDAL sebagai suatu alat
untuk menentang dan menghambat pembangunan.
Dengan diundangkannya undang-undang tentang lingkungan hidup di Amerika
Serikat, yaitu National Environmental Policy Act (NEPA) pada tahun 1969.NEPA
mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 1970.Dalam NEPA pasal 102 (2) (C) menyatakan,
“Semua usulan legilasi dan aktivitas pemerintah federal yang besar yang akan
diperkirakan akan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan diharuskan disertai
laporan Environmental Impact Assessment (Analsis Dampak Lingkungan) tentang
usulan tersebut”. AMDAL mulai berlaku di Indonesia tahun 1986 dengan
diterbitkannya Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1086. Karena pelaksanaan PP No.
29 Tahun 1986 mengalami beberapa hambatan yang bersifat birokratis maupun
metodologis, maka sejak tanggal 23 Oktober 1993 pemerintah mencabut PP No. 29
Tahun 1986 dan menggantikannya dengan PP No. 51 Tahun 1993 tentang AMDAL
dalam rangka efektivitas dan efisiensi pelaksanaan AMDAL. Dengan diterbitkannya
Undang-undang No. 23 Tahun 1997, maka PP No. 51 Tahun 1993 perlu
disesuaikan.Oleh karena itu, pada tanggal 7 Mei 1999, pemerintah menerbitkan
Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999.Melalui PP No. 27 Tahun 1999 ini diharapkan
pengelolaan lingkungan hidup dapat lebih optimal.
Pembangunan yang tidak mengorbankan lingkungan dan/atau merusak lingkungan
hidup adalah pembangunan yang memperhatikan dampak yang dapat diakibatkan oleh
beroperasinya pembangunan tersebut. Untuk menjamin bahwa suatu pembangunan
dapat beroperasi atau layak dari segi lingkungan, perlu dilakukan analisis atau studi
kelayakan pembangunan tentang dampak dan akibat yang akan muncul bila suatu
rencana kegiatan/usaha akan dilakukan. AMDAL adalah singkatan dari analisis
mengenai dampak lingkungan. Dalam peraturan pemerintah no. 27 tahun 1999 tentang
analisis mengenai dampak lingkungan disebutkan bahwa AMDAL merupakan kajian
mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau
2
kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses
pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. Kriteria
mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan terhadap lingkungan
hidup antara lain:
1. jumlah manusia yang terkena dampak
2. luas wilayah persebaran dampak
3. intensitas dan lamanya dampak berlangsung
4. banyaknya komponen lingkungan lainnya yang terkena dampak
5. sifat kumulatif dampak
6. berbalik (reversible) atau tidak berbaliknya (irreversible) dampak

B. Peranan AMDAL

Persoalan kerusakan lingkungan akibat industri dan rumah tangga, khususnya di


Negara berkembang seperti Indonesia sudah sangat kompleks dan sudah
menghawatirkan. Karena itu perlu kesadaran semua pihak untuk turut menangai
pencemaran lingkungan. Pemerintah melalui kebijakan dan aturan harus mampu
mengatur industi dalam pengolahan limbah baik cair, kayu dan udara. Pihak industripun
harus menyadari peranan pencemarannya yang sangat besar sehingga harus mau
membangun pengolahan limbah. Masyarakat pun harus mempunyai peranan yang
sangat besar dalam pengolahan limbah rumah tangga dan lingkungan sekitar sehingga
kelestarian lingkungan baik, udara, tanah maupun air dapat terjaga dengan baik.

Amdal dilakukan untuk menjamin tujuan proyek-proyek pembangunan yang


bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat tanpa merusak kualitas lingkungan hidup.
Amdal bukanlah suatu proses yang berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari proses
Amdal yang lebih besar dan lebih penting sehingga Amdal merupakan bagian dari
beberapa hak berikut :

1.Pengelolaan lingkungan

2.Pemantauan proyek

3.Pengelolaan proyek

4.Pengambilan keputusan

5.Dokumen yang penting

AMDAL bukan suatu proses yang berdiri sendiri melainkan bagian dari proses

3
AMDAL yang lebih besar dan penting, menyeluruh dan utuh dari perusahaan dan
lingkungannya, sehingga AMDAL dapat dipakai untuk mengelola dan memantau
proyek dan lingkuangannya deengan menggunakan dokumen yang benar. Selanjutnya,
beberapa peran AMDAL dijelaskan sebagai berikut :

a.Peran AMDAL dalam pengelolaan lingkuangan.Aktivitas pengelola lingkungan


baru dapat dilakukan apabila rencana pengelolaan lingkungan telah disusun
berdasarkan perkiraan dampak lingkungan yang akan timbul akibat dari proyek
yang akan dibangun.Dalam kenyataan nanti,apabila dampak lingkungan yang
telah diperkirakan jauh berbeda dengan kenyataan, ini dapat saja terjadi karena
kesalahan-kesalahan dalam menyusun AMDAL atau pemilik proyek tidak
menjalankan proyeknya sesuai AMDAL .Agar dapat dihindari kegagalan ini
maka pemantauan haruslah dilakukan sedini mungkin,sejak awal
pembangunan,secara terus menerus dan teratur.

b.AMDAL sebagai dokumen penting.Laporan AMDAL merupakan dokumen


penting sumber informasi yang detail mengenai keadaan lingkungan pada waktu
penelitian proyek dan gambaran keadaan lingkungan di masa setelah proyek
dibangun.Dokumen ini juga penting untuk evaluasi,untuk membangun proyek
yang lokasinya berdekatan dan dapat digunakan sebagai alat legalitas.

c.AMDAL dimaksudkan sebagai alat untuk merencanakan tindakan preventif


terhadap kerusakanlingkungan yang mungkin akan ditimbulkan oleh suatu
aktivitas pembangunan yang sedang direncanakan.

d.Dampak, adalah suatu perubahan yang terjadi sebagai akibat suatu aktivitas, yang
dapat bersifat alamiah, baik kimia, fisik maupun biologi.Dalam konteks
AMDAL, penelitian dampak dilakukan karena adanya rencana aktivitas manusia
dalam pembangunan.
C. Tujuan AMDAL
1. Mengidentifikasikan rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan
dilakukan terutama yang berpotensi menimbulkan dampak besar dan
penting terhadap lingkungan hidup.

2. Mengidentifikasikan komponen-komponen lingkungan hidup yang akan


terkena dampak besar dan penting.

3. Memprakirakan dan mengevaluasi rencana usahan dan atau kegiatan yang


menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup.

4
4. Merumuskan RKL dan RPL.
D. Manfaat AMDAL
1. Bagi Pemerintahan.
a. Menghindari perusakan lingkungan hidup seperti timbulnya pencemaran air,
pencemaran udara, kebisingan, dan lain sebagainya. Sehingga tidak
mengganggu kesehatan, kenyamanan, dan keselamatan masyarakat.
b. Menghindari pertentangan yang mungkin timbul, khususnya dengan
masyarakat dan proyek - proyek lain.
c. Mencegah agar potensi dumber daya yang dikelola tidak rusak.
d. Mencegah rusaknya sumber daya alam lain yang berada diluar lokasi
proyek, baik yang diolah proyek lain, masyarakat, ataupun yang belum
diolah.
2. Bagi pemilik modal.
a. Menentukan prioritas peminjaman sesuai dengn misinya.
b. Melakukan pengaturan modal dan promosi dari berbagai sumber modal.
c. Menghindari duplikasi dari proyek lain yang tidak perlu.
d. Untuk dapat menjamin bahwa modal yang dipinjamkan dapat dibayar
kembali oleh proyek sesuai pada waktunya, sehingga modal tidak hilang.
3. Bagi pemilik proyek.
a. Melihat masalah-masalah lingkungan yang akan dihadapi dimasa yang akan
datang.
b. Melindungi proyek yang melanggar undang – undang atau peraturan yang
berlaku.
c. Mempersiapkan cara-cara pemecahan masalah yang akan dihadapi dimasa
yang akan datang.
d. Melindungi proyek dari tuduhan pelanggaran atau suatu damoak negatif
yang sebenarnya tidak dilakukan.
4. Bagi masyarakat.
a. Mengetahui rencana pembangunan didaerahnya.
b. Turut serta dalam pembangunan di daerah sejak awal.
c. Mengetahui kewajibannya dalam hubungan dengan proyek tersebut.
d. Memahami hal ihwan mengenai proyek secara jelas akan ikut
menghindarkan timbulnya kesalah pahaman.

5
5. Bagi peneliti dan ilmuan.
a. Kegunaan didalam penelitian.
b. Kegunaan didalam analisis kemajuan dan ilmu pengetahuan.
c. Kegunaan didalam meningkatkan keterampilan didalam penelitian
dan meningkatkan pengetahuan.
E. Pengertian Nilai Ambang Batas (NAB)
Nilai Ambang Batas (NAB) adalah alternatif bahwa walau apapun yang terdapat
dalam lingkungan kerjanya, manusia merasa aman. Dalam perkataan lain, nilai ambang
batas juga diidentikkan dengan kadar maksimum yang diperkenankan. Kedua
pengertian ini mempunyai tujuan sama. Gas tertentu yang lepas ke udara dalam
konsentrasi tertentu akan membunuh manusia. Konsentrasi fluorida yang diperkenankan
dalam udara 2,5 mg/m. Fluorida dan persenyawaannya adalah racun dan mengganggu
metabolisme kalsium dan enzim. Sedangkan hidrogen fluorida sangat initatif terhadap
jaringan kulit, merusak paru-paru dan menimbulkan penyakit pneumonia. Asam sulfida,
garam sulfida dan karbon disulfida adalah persenyawaan yang mengandung sulfur.
Persenyawaan sulfida dapat terurai dan lepas ke udara menyebabkan kerusakan pada sel
susunan saraf.
Dalam kadar rendah tidak berbau dan bila kadar bertambah menyebabkan bau
yang tidak enak gejalanya cepat menghebat menimbulkan pusing, batuk dan mabuk.
Uap yaitu bentuk gas dari zat tertentu tidak kelihatan dan dalam ruangan berdifusi
mengisi seluruh ruang. Yang harus diketahui adalah jenis uap yang terdapat dalam
ruangan karena untuk setiap zat berbeda.daya reaksinya. Zat-zat yang mudah menguap
adalah amoniak, chlor, nitrit, nitrat dan lain-lain. Debu yaitu partikel zat padat yang
timbul pada proses industri sepeti pengolahan, penghancuran dan peledakan, baik
berasal dari bahan organik maupun debu anorganik. Debu, karena ringan, akan
melayang di udara dan turun karena gaya tarik bumi. Debu yang membahayakan adalah
debu kapas, debu asbes, debu silicosis,debu stannosis pada pabrik timah putih,
debusiderosis, debu yang mengandungFe2O3. Penimbunan debu dalam paru-paru
akibat lingkungan mengandung debu yaitu pada manusia yang ada di sekitarnya bekerja
atau bertempat tinggal. Kerusakan kesehatan akibat debu tergantung pada lamanya
kontak, konsentrasi debu dalam udara,jenis debu itu sendiri dan lain-lain.
Asap adalah partikel dari zat karbon yang keluar dari cerobong asap industri
karena pembakaran tidak sempurna dari bahan-bahan yang mengandung karbon. Asap
bercampur dengan kabut/uap air pada malam hari akan turun ke bumi bergantungan
pada daun-daunan ataupun berada di atas atap rumah.
6
Bahan yang bersifat partikel menurut sifatnya akan menimbulkan :
1. Ransangan saluran pernafasan
2. Kematian karena bersifat racun
3. Alergi
4. Fibrosis
5. Penyakit demam
Bahan yang bersifat gas dan uap menurut sifat-sifatnya akar berakibat :
1. Merangsang penciuman seperti: HC1, H2S, NH3
2. Merusak alat-alat dalam tubuh, misalnya CaCI
3. Merusak susunan saraf: uap plumbum, fluorida
4. Merusak susunan darah: benzena
Untuk menghindari dampak yang diakibatkan limbah melalui udara selain
menghilangkan sumbernya juga dilakukan pengendalian dengan penetapan nilai ambang
batas. Nilai ambang batas adalah kadar tertinggi suatu zat dalam udara yang
diperkenankan, sehingga manusia dan makhluk lainnya tidak mengalami gangguan
penyakit atau menderita karena zat tersebut. Di samping itu masih ada rumusan lain
yang diberikan khusus bagi para pekerja dalam lingkungan itu. Karena waktu kerja
manusia pada umumnya 8 jam sehari, 40 jam seminggu, maka nilai ambang batas bagi
mereka berbeda dengan nilai ambang batas pada umumnya.
F. Kegunaan Nilai Ambang Batas
a. Sebagai kadar standar untuk pertandingan.
b. Sebagai pedoman untuk perencanaan proses produksi dan perencanaan teknologi
pengendalian bahaya-bahaya di lingkungan kerja.
c. Menentukan subtitusi bahan proses produksi terhadap bahan yang lebih beracun
d. dengan bahan yang kurang beracun.
e. Membantu menentukan diagnosis gangguan kesehatan, timbulnya penyakit dan
hambatan-hambatan efisiensi kerja akibat factor kimiawi dengan bantuan
pemeriksaan biologic.

7
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
 Amdal, merupakan reaksi terhadap kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia
yang semakin meningkat.Amdal dilakukan untuk menjamin tujuan proyek-proyek
pembangunan yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat tanpa merusak
kualitas lingkungan hidup. Amdal bukanlah suatu proses yang berdiri sendiri, tetapi
merupakan bagian dari proses Amdal yang lebih besar dan lebih penting sehingga
Amdal merupakan bagian dari beberapa hak berikut :
1. Pengelolaan lingkungan
2. Pemantauan proyek
3. Pengelolaan proyek
4. Pengambilan keputusan
5. Dokumen yang penting
 Nilai Ambang Batas (NAB) adalah alternatif bahwa walau apapun yang terdapat
dalam lingkungan kerjanya, aman untuk manusia. Dalam perkataan lain, nilai
ambang batas juga diidentikkan dengan kadar maksimum yang diperkenankan.
Kedua pengertian ini mempunyai tujuan sama. Di samping itu masih ada rumusan
lain yang diberikan khusus bagi para pekerja dalam lingkungan itu. Karena waktu
kerja manusia pada umumnya 8 jam sehari, 40 jam seminggu, maka nilai ambang
batas bagi mereka berbeda dengan nilai ambang batas pada umumnya
B. Saran
 Semoga AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) ini dapat dijadikan
secara optimal dalam pengambilan suatu keputusan.
 Kita sebagai manusia yang tinggal di bumi tercinta ini harus bersama-sama menjaga
lingkungan kita, karena masalah lingkungan merupakan tanggungjawab kita

8
DAFTAR PUSTAKA

http://soera.wordpress.com/2009/01/31/pengertian-amdal/
http://dedekrenz.blogspot.com/2011/01/peran-amdal- dalam-pemgelolaan.html .
https://www.academia.edu/17732495/Dampak_lingkungan_dan_NAB

Anda mungkin juga menyukai