Anda di halaman 1dari 7

Kewajaran, Pengungkapan, dan Trend masa depan dalam akuntansi

Kewajaran menempati tempat yang paling penting dalam akuntansi karena memberi jaminan
kepada para pengguna dan pasar bahwa akuntan sebagai pembuat laporan dan auditor sebagai
pemeriksa telah berusaha untuk bertindak adil.
Arti utama dari kewajaran adalah penyajian secara wajar, bab ini akan membahas dan
menganalisis secara detail konsep kewajaran sebagai doktrin “Benar dan wajar” (True and
Fair).
1. Kewajaran dalam akuntansi
Kewajaran pada umumnya dihubungkan dengan pengukuran dan pelaporan informasi
melalui cara yang objektif dan netral.
1.1  Kewajaran sebagai netralitas dalam penyajian
Kewajaran paling tepat dijabarkan dalam literatur dan persyaratan-persyaratan
akuntansi profesional sebagai pernyataan netralitas dari akuntan dalam pembuatan
laporan keuangan.
1.2  Doktrin “Benar dan Wajar”
Menurut pemahaman umum, pandangan ini berarti penyajian akun-akun, yang
berdasarkan prinsi-prinsip akuntansi yang berlaku umum dengan menggunakan
angka-angka yang akurat.
“Benar” memiliki artian bahwa informasi akuntasi yang dimuat dalam laporan
keuangan telah dikuantifisir dan dikomunikasikan sedemikian rupa sehingga sesuai
dengan peristiwa, aktivitas dan transaksi ekonomi yang dimaksudkan untuk
disajikan olehnya.
“Wajar” berarti bahwa informasi akuntansi tersebut telah di ukur dan diungkapkan
dengan cara yang objektif dan tanpa prasangka apa pun terhadap kepentingan dari
berbagai bagian dalam perusahaan.

2. Kewajaran Dalam Distribusi


Pandangan konvensional mengenai kejujuran sebagai netralitas dalam penyajian telah
mengabaikan masalah-masalah distribusi. Penekanannya hanya pada pembuatan dan
pengungkapan hasil akuntansi, bukan distribusi. Pandangan mengenai kejujuran sebagai
netralitas dalam penyajian bukannya tanpa kritik. Williams menjelaskannya sebagai
sebuah proses evaluasi dua atribut:
a. Bahwa pembuat evaluasi sadar mengenai kondisi yang dapat terjadi sebagai
konsekuensi tindakannya dalam membuat keputusan yang jujur atau tidak jujur
b. Bahwa usaha evaluasi dengan menggunakan perspektif, tidak memihak

Agar kewajaran dianggap sebagai konsep keadilan moral, harus dibuat kesesuaian antara teori
utama yang membahas mengenai keadilan distribusi, yaitu
a. Kontribusi Rawls
Teori keadilan rawls bertujuan untuk megembangkan sebuah teori mengenai keadilan
dalam bentuk prinsip-prinsip yang dapat diterapkan untuk mengembangkan struktur
dasar masyarakat dan memberikan tantangan langsung bagi pendekatan utilitarianisme
(memaksimalkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan). Teori rawls dapat
diterapkan dalam akuntansi karena teori ini mengusulkan adanya ketergantungan pada
tabir kebodohan pada setiap situasi, yang menuntut adanya pilihan dalam akuntansi yang
akhirnya menghasilkan solusi yang netral, jujur, dan adil secara sosial.

b. Kontribusi nozick
Sementara rawls tertarik dengan keadilan pada pola distribusi, nozick tertarik
dengan proses terjadinya distribusi. Nozicka berpendapat bahwa teori keadilan rawls
mengabaikan hak manusia, sehingga tidak dapat dibenarkan secara moral

c. Kontribusi Gerwith
Tujuan teori keadilan gerwith adalah untuk memberikan pembenaran rasional bagi
prinsip-prinsip moral agara dapat membedakan secara objektif antara tindakan dan
kebiasaan yang benar secara moral dengan tindakan dan kebiasaan yang salah secara
moral.

3. Kewajaran Dalam Pengungkapan


Pada dasarnya, sebagai hasil konsep kewajaran dalam distribusi yang adil, prinsip
kewajaran dalam pengungkapan meminta adanya perluasan dari pengungkapan akuntansi
konvensional untuk mengakomodasi seluruh pihak-pihak yang berkepentingan. Dimana
arti dari Pengungkapan adalah Informasi yang diberikan oleh perusahaan kepada pihak-
pihak yang berkepentingan mengenai keadaan perusahaan
1. Tuntutan untuk memperluas pengungkapan
a. Usulan pengungkapan Bedford:
Bedford mengusulkan perluasan pengungkapan akuntansi untuk meringankan
masalah yang ditimbulkan oleh doktrin kejujuran dalam akuntansi
b. Teori lev mengenai kebijakan akuntansi yang wajar dan efisien
Lev mengusulkan teori mengenai kebijakan akuntansi yang wajar dan efisien.
Lev berpendapat bahwa kemajuan dalam mengungkapkan masalah kebijakan
akuntansi yang asasi dapat dicapat dengan melihat perhatian pembuat kebijakan
secara eksplisit, yaitu keadilan pasar modal.
c. Keunggulan pengguna Gaa
Gaa menggali formulasi logis mengenai prinsip keunggulan pengguna
berdasarkan pada usaha terkini pada filosofi etika, dan sosial dan politik. Bidang
ini merupakan bidang yang melibatkan manusia sebagai pembuat keputusan dan
bidang yang prinsipnya mengatur perilaku individu dan kelompok sebagai hasil
keputusan yang rasional.
d. Temuan-temuan komite Jenkins
Komite Jenkins bertugas menentukan Sifat dan cakupan informasi yang
seharusnya dilaporkan oleh pihak manajemen, cakupan infomasi yang seharusnya
dilaporkan oleh auditor, pengungkapan akuntansi yang diperluas
e. Model pelaporan multilapisan
Lapisan pertama ditujukan untuk hal-hal yang memenuhi kriteria pengakuan dan
akan mencerminkan inti dari laporan keuangan saat  ini, lapisan kedua berisi
mengenai hal-hal penelitian, pengembangan, periklanan, nilai merk dan simpanan
tidak terwujud, lapisan ketiga mengenai pengukuran kepuasan pelanggan, lapisan
keempat mengenai metrik dan sensitive resiko, lapisan kelima mengenai modal
intelektual para karyawan.
f. Pengungkapan akuntansi yang diperluas

Tujuan dari pengungkapan dinyatakan sebagai berikut :


1. Untuk menguraikan hal-hal yang diakui dan memberikan pengukuran yang relevan atas
hal-hal tersebut di luar pengukuran yang digunakan dalam laporan keuangan.
2. Untuk menguraikan hal-hal yang diakui dan untuk memberikan pengukuran yang
bermanfaat.
3. Untuk memberikan informasi yang akan membantu investor dan kreditor menilai risiko
dan potensial dari hal-hal yang diakui dan tidak diakui.
4. Untuk memberikan informasi penting yang memungkinkan para pengguna laporan
keuangan untuk melakukan perbandingan dalam satu tahun dan diantara beberapa
tahun.
5. Untuk memberikan informasi mengenai arus kas masuk atau keuar di mas depan.
6. Untuk membantu para investor menilai pengembalian dari investasi mereka.
1. Pelaporan nilai tambah
Nilai tambah adalah peningkatan kekayaan yang dihasilkan oleh penggunaan sumber daya
perusahaan secara secara produktif sebelum dialokasikan di antara para pemegang saham,
pemegang obligasi, pekerja dan pemerintah
Tujuan pengungkapan ini adalah
a. Untuk menjelaskan item-item yang diakui dan untuk menyediakan ukuran yang relevan
bagi item-item tersebut,
b. Selain ukuran dalam laporan keuangan, menjelaskan item yang belum diakui,
c. Menyediakan informasi untuk membantu investor dan kreditor,
d. Menyediakan informasi bagi pengguna laporan keuangan, membantu investor dalam
menetapkan return dan investasinya

2. Pelaporan tentang karyawan


Dengan adanya karyawan dan serikat pekerja sebagai pengguna informasi akuntansi yang
potensial, dan untuk berbagai alasan yang baik, tampak bahwa laporan tahunan bagi
pemegang saham bukan merupakan dokumen yang dapat mencakup kepentingan semua
pihak. Solusinya yaitu terletak pada pembuatan laporan khusus bagi karyawan dan serikat
pekerja.

3. Pelaporan dan akuntansi social


Terdapat empat aktivitas yang berhubungan dengan akuntansi sosial yaitu:
 Akuntansi tanggungjawaban sosial (social responsibility accounting, SRA)
 Akuntansi sosioekonomi (socioeconomis accounting, SEA)
 Akuntansi dampak total (total impact accounting, TIA) dan
 akuntansi indikator sosial (social indicator accounting, SIA).
Alasan dilakukannya pengungkapan kinerja sosial diantaranya:
 Terkait dengan kontrak sosial antara perusahaan dengan masyarakat.
 Membantu dalam mengaplikasikan konsep kejujuran yang akan bermanfaat
bagi akuntansi sosial.
 Kebutuhan pengguna laporan keuangan untuk membuat keputusan alokasi dana.
 Investasi sosial.
4. Pengungkapan informasi penganggaran
Dalam pengungkapan informasi penganggaran perlu memperhatikan reliabilitas terkait
dengan keakuratan relatif peramalan, pertanggungjawaban terkait dengan besarnya kewajiban
perusahaan dalam penganggaran dan kemungkinan akuntan mengaudit anggaran tersebut, dan
sikap diam terkait dengan tingkat diamnya dan ketidakbergeraknya perusahaan akibat
kerugian yang mungkin timbul dari pengungkapan penganggaran.

5. Akuntansi dan pelaporan arus kas


Akuntansi berbasis arus kas (cash flow basis of accounting) telah dapat didefinisikan sebagai
pencatatan dari bukan hanya sekedar penerimaan dan pengeluaran kas untuk periode tersebut
(akuntansi berbasis kas) namun juga arus kas di masa depan (Future cash flow) yang menjadi
utang dari atau kepada perusahaan sebagai akibat dari penjualan dan pemindahan
kepemilikan atas barang-barang tertentu (akuntansi berbasis kas)

6. Akuntansi sumber daya manusia


Belkaoui (1995) mendefinisikan akuntansi sumber daya manusia yaitu proses
mengidentifikasi dan mengukur data mengenai sumber daya manusia dan
mengkomunikasikan informasi ini kepada pihak – pihak yang tertarik. Tujuan utama
akuntansi sumber daya manusia yaitu :
a.       Identifikasi “nilai sumber daya manusia”.
b.      Pengukuran cost dan nilai orang pada organisasi.
c.       Mengkaji pengaruh pemahaman informasi ini dan dampaknya pada perilaku manusia

A. Teori Nilai Sumber Daya Manusia


Konsep nilai manusia berasal dari teori umum mengenai nilai ekonomis. Individu dan
kelompok dapat dilekati nilai, seperti aset fisik yang didasarkan pada kemampuan untuk
memberikan jasa ekonomi di masa mendatang. Nilai individu atau kelompok didefinisikan
sebagai manfaat jasa yang diberikan saat ini yang diberikan kepada organisasi sepanjang
masa pemberian jasa individu atau kelompok yang diharapkan.
a. Determinan dari nilai individual
Pada model Flamholtz, ukuran yang digunakan untuk mengukur manfaat manusia adalah
nilai expected realizable nya. Nilai individu meruapakan interaksi antara dua variable:
 Nilai kondisional yang diharapakan individual : produktivitas, kemampuan untuk
dipindah, dan kemampuan untuk dipromosikan.
 Probabilitas bahwa individu akan mempertahankan keangggotaannya pada
organisasi: terkait dengan tingkat kepuasan seseorang terhadap pekerjaannya.
b. Determinan dari nilai kelompok
Tiga variabel yang mempengaruhi aktivitas perusahaan dalam “pengelolaan
manusia”( Likert-Bowers ) :
 Variabel kausal: variabel bebas yang diubah atau diganti secara sengaja atau secara
langsung oleh organisasi dan manajemennya dan yang menentukan arah
perkembangan dalam organisasi.
 Variabel Intervening: merefleksi keadaan internal, kesehatan dan kemampuan
kinerja organisasi.
 Variabel hasil akhir variabel terikat yang merefleksikan hasil yang di capai oleh
suatu perusahaan.

B. Pengukuran aktiva sumber daya manusia


1. Metode Biaya Historis
Mengkapitalisasi seluruh cost yang terkait dengan usaha untuk merekrut, memilih,
mempekerjakan, melatih, menempatkan dan mengembangkan seorang karyawan (aset
manusia), dan kemudian mengamortisasi cist ini sepanjang masa manfaat aset ini dan
mengakui kerugian jika melikuidasinya atau meningkatkan keuntungan potensial dari
aset tersebut.
2. Metode Biaya Penggantian
Membuat estimasi cost untuk mengganti sumber daya manusia yang ada dalam
perusahaan. Keuntungan metode ini adalah metode ini merupakan pengganti pengukuran
yang baik bagi nilai ekonomis aset dengan batasan bahwa pertimbangan pasar penting
untuk membentuk tafsiran akhir.
3. Metode Biaya Oportunitas
Nilai sumber daya ditentukan melalui proses penawaran kompetitif pada perusahaan,
didasarkan pada konsep opportunity cost.
4. Metode Kompensasi
Nilai modal manusia yang dikandung oleh seorang manusia pada umur tahun adalah nilai
sekarang dari earnings yang akan diperolehnya dari pekerjaanya. Kelemahan metode ini
adalah subjetivitas yang terkait dengan penentuan tingkat gaji mendatang, lama
karyawan bekerja dalam organisasi, dan tingkat diskon.
5. Metode Upah Diskonto Masa Depan yang telah disesuaikan
Metode ini mengusulkan bahwa gaji mendatang yang didiskon disesuaikan dengan
menggunakan faktor efisiensi, yang digunakan untuk mengukur efektivitas relatif modal
manusia pada perusahaan tertentu.
6. Ukuran Non Moneter
Ukuran non moneter ini digunakan untuk mengukur aset manusia yang telah digunakan
seperti metode sederhana yaitu dilakukan pembuatan peringkat atau ranking mengenai
kinerja individual dan pengukuran sikap.

Anda mungkin juga menyukai