Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

KALIMAT EFEKTIF

DI SUSUN OLEH:

1 . ANITA NURCHASANAH

2. DEA GALUH FIRDIANTI

3. DESFI PUTRI AULIA

4. EMA RATNA JUNIATI

5. INTAN PANDINI

6. VINO

DOSEN PENGAMPU:

REFRIL DANI, M.Pd

STKIP MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada kehadirat Tuhan Yang MahaEsa,


yang telah mencurahkan segala nikmat dan karunia-Nya sehingga berkat
rahmat dan ridho-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“KALIMAT EFEKTIF”
Suatu kebahagiaan yang tidak ternilai bagi kami, yang telah
menyelesaikan makalah ini, untuk memenuhi salah satu persyaratan yang di
ajukan dalam mata kuliah Bahasa indonesia. Kami sangat menyadari
keterbatasan pengalaman, pengetahuan, kemampuan dalam penyusunan
makalah ini.

Dalam penyusunan makalah ini tentu jauh dari kesempurnaan,


karenanya kami masih dalam proses belajar. Oleh karena itu, segala kritik dan
saran sangat kami harapkan demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini
dan untuk pelajaran bagi kita semua dalam pembuatan makalah-makalah
selanjutnya.

Muara Bungo, 13 november 2021

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.3 TUJUAN

BAB II PEMBAHASAN

2.1 pengertian kalimat efektif

2.2 syarat syarat kalimat efektif

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Kalimat yang efektif itu bervariasi Di dalam sebuah alinea kalimat


yang bervariasi itu merupakan hal yang menarik. Kalimat itu dapat
meriangkan pembaca, bukan saja karena memahaminya mudah, tetapi
terutama karena sifatnya yang menyenangkan.

Dengan demikian mampu membuka selera pembaca, Dalam hal itu


untuk menarik dan dapat mencapai sasaran secara baik juga harus
menggunakan kalimat yang efektif dengan variasi-variasi kalimat tersebut.
Adapun keefektifan kalimat, selain dilihat darai ciri gramatikal,
keselarasan, kepaduan dan kehematannya itu dapat dilihat dari variasi
kalimat tersebut.
Kevariasiannya secara tidak langsung berdampak pada kesalahan, tetapi
lebih berdampak pada ketepatan, gaya atau keindahan

Kevariasian dapat menghindarkan seorang pembaca atau pendengar dari


kebosanan. Artinya seseorang dalam berkomunikasi dituntut memilih kata,
klausa, kalimat, dan paragraf yang bervariasi.
2.2 RUMUSAN MASALAH

1.) Apa yang dimaksud dengan kalimat efektif ?

2) Apa saja syarat syarat yang mendasari kalimat efektif?

2.3 TUJUAN PEMBAHASAN

1) Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kalimat efektif

2) untuk mengetahui apa saja syarat-syarat kalimat efektif


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN KALIMAT EFEKTI

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan


penutur/penulisnyasecara tepat sehingga dapat dipahami oleh pendengar/pembaca
secara tepat pula. Efektif dalamhal ini adalah ukuran kalimat yang memiliki
kemampuan menimbulkan gagasan atau pikiranpada pendengar atau pembaca.
Dengan kata lain, kalimat efektif adalah kalimat yang dapatmewakili pikiran
penulis atau pembicara secara tepat sehingga pendengar/pembaca
dapatmemahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas dan lengkap seperti apa
yang dimaksud olehpenulis atau pembicaranya.Efektif mengandung pengertian
tepat guna, artinya sesuatu akan berguna jika dipakaipada sasaran yang tepat.

Pengertian efektif dalam kalimat adalah dan ketepatan penggunaan kalimat


dan ragam bahasa tertentu dalam situasi kebahasaan tertentu pula.

Beberapa definisikalimat efektif menurut beberapa ahli bahasa :

1. Kalimat efektif adalah kalimat yang bukan hanya memenuhi


syarat-syarat komunikatif,gramatikal, dan sintaksis saja, tetapi juga harus hidup,
segar, mudah dipahami, serta sanggupmenimbulkan daya khayal pada diri
pembaca.

2. Kalimat efektif adalah kalimat yang benar dan jelas sehingga dengan
mudah dipahami oranglain secara tepat.
3. Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi kriteria jelas, sesuai dengan
kaidah, ringkas,dan enak dibaca.

4. Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan


informasi dan informasitersebut mudah dipahami oleh pembaca.

5. Kalimat efektif di pahami sebagai sebuah kalimat yang dapat membantu


menjelaskan sesuatupersoalan secara lebih singkat jelas padat dan mudah di
mengerti serta di artikan.

Dari beberapa uraian di atas dapat diambil kata kunci dari definisi kalimat
efektif yaitusesuai kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami. Jadi, kalimat efektif
adalah kalimat yangsesuai dengan kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami oleh
pendengar atau pembaca

2.2 SYARAT- SYARAT KALIMAT EFEKTIF

Adapun syarat-syarat kalimat efektif sebagai berikut:

1.secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya.

2.mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar


atau pembacadengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya., “sebuah kalimat
dapat efektif apabila mencapai sasaran dengan baik sebagai alat komunikasi.Secara
garis besar,

ada dua syarat kalimat efektif, yaitu:

(1) Syarat awal yang meliputi pemilihan kata atau diksi dan penggunaan ejaan,
(2) Syarat utama yang meliputi struktur kalimat efektif dan ciri kalimat efektifKeraf
bekaidah ataupola-pola sintaksis.

tetapi juga harus mencakup beberapa aspek lainnya yang meliputi, sebagai
berikut:

(1) Penulisan secara aktif sejumlah perbendaharaan kata (kosakata) bahasa


tersebut

(2) Penguasaan kaidah-kaidah sintaksis bahasa itu secara aktif

(3) Kemampuan mencantumkan gaya yang paling cocok untuk menyampaikan


gagasan-gagasan

(4) Tingkat penalaran (logika) yang dimiliki seseorang.

1. CIRI-CIRI KALIMAT EFEKTIF


Ciri Kalimat Efektif.
A. Kesepadanan
Suatu kalimatefektifharus memenuhi unsur gramatikal yaitu unsur subjek
(S), predikat (P), objek (O), keterangan (K). Di dalamkalimatefektifharus
memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa.Contoh:Budi
(S) pergi (P) ke kampus (KT).Tidak Menjamakkan Subjek
Contoh:Tomi pergi ke kampus, kemudianTomipergi ke perpustakaan
(tidakefektif)Tomi pergi ke kampus, kemudian ke perpustakaan (efektif)
Kesepadanan kalimat ini memiliki beberapa ciri, seperti berikut ini.
a. Kalimat itu mempunyai subjek dan predikat yang jelas.
Contoh:
Hadirin dimohon berdiri

b.Tidak terdapat subjek yang ganda.


Contoh

Bagi saya soal itu kurang jelas.

c. Beberapa kata penghubung intrakalimat (seperti sehingga, dan,


atau, lalu, kemudian, sedangkan, bahkan) tidak digunakan pada
kalimat tunggal.
Contoh:
Kami datang agak terlamat sehingga tidak dpat mengikuti acara
pertama.

B.Keparalelan

Keparalelan adalah kesaman atau kesejajaran bentuk kata yang digunakan


dalam kalimat.Artinya, jika bentuk pertama menggunakan ungkapan nominal,
maka bentuk kedua dan seterusnya hendaknya juga menggunakan bentuk
nominal.

Contoh:

Semakin berumur seharusnya manusia itu semakin bermorak, bijaksana, dan


bertanggung jawab.
B. Kehematan
Kehematan adalah menghindari penggunaan kata, frase, atau bentuk lain
yang tidak perlu.
a. Hindari penggunaan subjek yang tidak diperlukan.
Contoh:
Karena tidak diundang, dia tidak datang pada acara itu.
b. Hindari penggunaan superordirat pada hiponimi kata.
Contoh:
Ia memakai baju warna merah.
Seharusnya:
Ia memakai baju merah.

c. Hindari kesi noniman dalam satu kalimat.

Contoh:

Mulai sejak dari pagi dia hanya bermenung saja.

Seharusnya:

Sejak pagi dia hanya bermenung.

d.Hindari penjamakan kata-kata yang sudah berbentuk jamak.

Contoh:
Masih banyak hal-hal yang harus dibahas.
Seharusnya:
Masih banyak hal yang harus dibahas.
4. Kecermatan

Kecermatan dalam kalimat efektif dimaksudkan sebagai kalimat yang


tidak menimbulkan pengertian ganda dan tepat dalam pilihan kata.

Contoh:

Saya suka menonton pertunjukan wayang kulit.

5. Kepaduan

Kepaduan dalam kalimat efektif dimaksudkan sebagai kepaduan


pernyataan dalam kalimat itu sehingga informasi yang disampaikan tidak
terpecah-pecah.

a.Kalimat yang padu tidak bertele-tele.

Contoh:

Penetapan bahasa Indonesia sebagai bahasa kesatuan kita sangat


mudah. Hal itu disebabkan oleh karena pada masa-masa perjuangan, rakyat
Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke merasakan senasib,
seperjuangan serta satu cita-cita. Dengan kesadaran itu dan disertai pemikiran
yang mantap, rakyat Indonesia menetapkjan bahasa Indonesia tersebut sebagai
bahasa kesatuan.
b. Kalimat yang padu menggunakan pola aspek + agen + verbasecara
tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat persona.

Contoh:

Surat itu sudah saya baca.

c. Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata antara


predikat kata kerja transiti dan ojek penderita.

Contoh:

Mahasiswa harus sadar akan pentingnya perpustakaan.

6. Kelogisan

Kelogisan adalah ide yang ada dalam kalimat itu dapat diterima oleh
akal dan sesuai dengan ejaan yang berlaku.

Contoh:

Yang terhormat Rektor Universitas Jember kami persilakan untuk


memberikan kata sambutan sekaligus membuka acara ini.

2. SYARAT KALIMAT EFEKTIF


Terdapat dua syarat dalam menyusun kalimat efektif. Berikut penjelasaan
singkatnya:
- Kebenaran
Kalimat efektif harus disasarkan pada penulisan yang baik dan benar sesuai
dengan ejaan yang dianjurkan. Kaidah kebahasaannya ketat mengikuti tata
bahasa baku.
- Kepaduan
Kepaduan berkaitan dengan logika kalimat. Pilihan kata dalam menyusun
kalimat harus padu, sehingga membuat kalimat menjadi utuh dan tidak
sumbang.

3. UNSUR-UNSUR KALIMAT EFEKTIF


Unsur kalimat efektif terdiri atas subyek, predikat, obyek, dan
keterangan.Syarat untuk membuat kalimat dapat dipenuhi minimal dengan
unsur dan predikat.Namun dalam kalimat efektif, perlu kehadiran obyek atau
keterangan agar kalimat terkesan utuh.

Berikut penjabaran singkat unsur kalimat efektif:

- Subyek: bagian dari kalimat yang menunjukkan pelaku yang dapat berupa
orang, tempat, atau benda

- Predikat: bagian kalimat yang menunjukkan apa yang dilakukan oleh


subyek, biasanya berupa kata kerja

- Obyek: bagian kalimat yang menunjukkan hal atau benda yang menjadi
sasaran, biasanya berupa nomina
- Keterangan: kalimat yang menunjukkan tujuan cara, waktu, tempat, atau
sebab-akibat. Biasanya ditandai dengan penggunaan konjungsi atau kata
hubung.

4. STRUKTUR KALIMAT EFEKTIF


Seperti yang Anda ketahui, unsur-unsur penting dalam suatu kalimat ada
beberapa, seperti subjek, predikat dan pemilihan diksi yang tepat. Kalimat
seperti ini akan membuat karya tulis tidak berbelit-belit dan mudah dipahami.

Nah, struktur kalimat efektif sendiri tidak terlepas dari unsur-unsur tersebut.
Untuk lebih jelasnya, berikut ulasan lengkapnya.

1. Struktur Kalimat Efektif Umum


Dalam kalimat efektif umum, unsur-unsur penting dalam kalimat dibagi lagi
menjadi dua, yakni unsur wajib dan juga unsur tidak wajib. Unsur yang
termasuk unsur wajib ialah subjek dan predikat. Sedangkan yang termasuk
unsur tidak wajib antara lain adalah kata kerja bantu. Unsur tidak wajib ini
bisa disertakan dalam suatu kalimat atau tidak.

2. Struktur Kalimat Efektif Pararel


Struktur kalimat efektif pararel umumnya menggunakan bentuk bahasa yang
sama dalam suatu susunan serial. Kalimat efektif pararel ini banyak
ditemukan pada tutorial, resep atau karya tulis lain yang menggunakan bentuk
bahasa sama.
3. Struktur Kalimat Periodik
Berbeda dengan struktur kalimat efektif umum yang langsung pada inti
informasi yang ingin disampaikan. Struktur kalimat periodik justru lebih
mengemukakan unsur tambahan, kemudian disusul dengan unsur inti kalimat.
Penggunaan kalimat periodik dirasa lebih menarik perhatian pembaca, karena
pembaca akan dipancing dan dibuat penasaran terlebih dahulu.

5. MENGENAL PERUBAHAN MAKNA PADA SUATU KALIMAT


Pergeseran konotasi, jarak, rentang masa penggunaan dan beberapa faktor lain
bisa menyebabkan perubahan makna kata. Di mana perubahan makna juga
dapat berpengaruh pada efektifitas dari sebuah kalimat.Perubahan makna
yang terjadi pun cukup beragam, baik menyempit, meluas, ameliorative,
asosiasi atau petoratif.

1. Perubahan Makna Menyempit/Spesialisasi


Kata yang tergolong dalam perubahan makna menyempit ini awalnya
digunakan untuk berbagai hal umum. Akan tetapi saat ini penggunaanya
terbatas dan hanya untuk keadaan tertentu saja.

Contohnya, kata sastra dulu digunakan untuk pengertian tulisan dengan arti
luas, namun sekarang maknanya hanya pada tulisan yang berbau seni.

2. Perubahan Kata Meluas/Generalisasi


Berbanding terbalik dengan perubahan makna menyempit, kata yang
mengalami generalisasi akan menunjukkan makna yang lebih luas dan umum.

Contohnya, kata ‘petani’ dulu hanya digunakan untuk seseorang yang bekerja
dan menggantungkan kehidupannya dari menggarap sawah. Namun saat ini
kata petani digunakan untuk keadaan yang lebih luas, seperti petani ikan,
petani karet, dan masih banyak lainnya.

3. Perubahan Makna Ameliorasi/Peninggian Makna


Termasuk perubahan makna yang mengakibatkan makna baru terasa lebih
tinggi/halus/baik nilainya, dibanding makna lama.

Contohnya, kata ‘Bung’ dulunya digunakan sebagai panggilan pada laki-laki,


tetapi sekarang digunakan sebagai panggilan kepada pemimpin.

4. Perubahan Makna Peyorasi/Penurunan Makna


Termasuk perubahan makna yang mengakibatkan makna baru terasa lebih
rendah/kasar/kurang baik nilainya, dibanding makna lama.

Contohnya, kata bunting memiliki makna mengandung, namun makna


barunya terkesan lebih rendah dari kata hamil.

5. Perubahan Makna Asosiasi


Perubahan makna asosiasi ialah kata-kata yang maknanya muncul karena
persamaan sifat.

6. Perubahan Makna Sinestesia


Perubahan makna yang terjadi akibat pertukaran tanggapan antara dua indera,
misalnya indera penciuman ke indera penglihatan.
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

 Kalimat Efektif merupakan kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa, jelas
maknanya, dan mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca. Suatu kalimat dapat
dikatakan kalimat efektif apabila memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu,
Mudah dipahami oleh pendengar atau pembacanya, Tidak menimbulkan kesalahan
dalam menafsirkan maksud sang penulis, Menyampaikan pemikiran penulis kepada
pembaca atau pendengarnya dengan cepat, dan Sistematis tidak bertele-tele.

Suatu kalimat efektif harus memiliki ciri-ciri yaitu, kesepadanan struktur,


kepararelan bentuk, kehematan kata, kecermatan, ketegasan, kepaduan serta
kelogisan.

3.2 SARAN

Agar dapat membedakan mana kalimat yang efektif dan mana yang tidak.
Agar komunikasi dapat berjalan dengan baik. Apalagi kedepannya kita akan menjadi
seorang pendidik. Tentulah kita harus tau menggunakan kalimat efektif agar nantinya
peserta didik kita dapat memahami dengan jelas apa yang kita sampaikan baik berupa
penjelasan atau perkataan maupun tulisan.
DAFTAR PUSTAKA

ALI, NUUR JANNAH. "STRUKTUR KALIMAT EFEKTIF DALAM MAKALAH


MAHASISWA JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA.

Keraf, Gorys. 1982. Tatabahasa Indonesia. EndeFlores: Nusa Indah

Depdikbud. 1988. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai


Pustaka.

http://nadiachya.blogspot.com/2011/10/makalah-bahasa-
indonesiakalimat.htmlhttp://kumpulanmakalahdanskripsi.blogspot.com/2010/05/mak
alah-tentangkalimat.html

https://nurkholismzzstimkpringsewu.wordpress.com/tugas/b-b-
indo/penyusunan-kalimat-efektif/

http://www.academia.edu/9556556/Kalimat_Efektif_Pengertian_Ciri-
ciri_Contoh

Anda mungkin juga menyukai