Anda di halaman 1dari 2

STANDARD OPERATIONAL PROSEDUR (SOP)

IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN PENETAPAN PENGENDALIAN (HIRADC)

NO. DOKUMEN SOP/HAH/0001 DIBUAT DIPERIKSA DISETUJUI


TANGGAL TERBIT 0
REVISI -
TANGGAL REVISI -
HALAMAN 1/2 Koord. Tim K3 DOC. Controller Direktur

1. TUJUAN
Prosedur ini memberikan panduan dalam identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan penetapan pengendalian risiko,
sehingga setiap aspek bahay di lingkungan kerja mendapatkan tindak lanjut yang memandai

2. RUANG LINGKUP
Prosedur ini mencakup kegiatan dalam mengenali bahaya-bahaya K3 di lingkungan kerja, baik yang bersifat rutin
maupun non-rutin, untuk diberikan penilaian risiko dan ditetapkan pengendaliannya

3. TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG


Dept. Head : a) Mengidentifikasi bahaya, menilai dan menetapkan pengendalian risiko terkai K3 bersama tim K3
b) Monitoring perubahan kondisi dan aktivitas yang dapat berpengaruh pada aspek K3
Koord. K3 : a) memastikan HIRADC telah mencukupi dan relevan dengan kondisi perusahaan
b) Memastikan perbaikan terus menerus HIRADC sesuai dengan perubahan dan dinamika perusahaan
All Personil : a) Memberikan masukan dan konsultasi atas bahaya-bahaya di lingkungan kerja

4. PENGERTIAN-PENGERTIAN
a) Bahaya adalah sumber, situasi atau tindakan yang berpotensimenciderai manusia atau dapat mengakibatkan,
penyakit atau kombinasi dari semua hal tersebut.
b) Identifikasi bahaya adalah proses untuk mengetahu adanya suatu bahaya dan menetukan karakteristiknya.
c) Penyakit akibat kerja adalah kondisi kelalaian fisik atau mental yang teridetifikasi dari dan/atau bertambah buruk
karena kegiatan kerja dan/atau situasi akibat kerja.
d) Risiko adalah kombinasi dari kemungkinan terjadinya kejadian berbahaya atau paparan dengan keparahan suatu
cidera atau penyakit yang dapat disebabkan oleh kejadian atau paparan tersebut.
e) Penilaian risiko adalah proses evaluasi risiko yang diakibatkan adanya bahaya, dengan meperhatikan kecukupan
pengendalian yang dimiliki, dan menetukan apakah riskonya dapat diterima atau tidak.
f)Tempat kerja adalah seriapa lokasi fisik dimana aktivitas terkait pekerjaan dilaksanakan dalam kendali organisasi.
g) Risiko yang daPat diterima adalah risiko yang telah diturunkan sampai ke tingkat ditolerir oleh organisasi dan aturan
h) Aktivitas/kondisi rutin adalah aktivitas yang dilakuakan secara rutin.
i) Aktivitas/kondisi Non-rutin adalah aktivitas yang dilakukan secara periodic, kadang-kadang, dan atau situasi darurat

5. DOKUMEN LAMPIRAN
FRM/MG/001 : Formulir HIRADC
FRM/MG/002 : Formulir JSA
IK/MG/001 : IK HIRADC

6. REFERENSI
– OHSAS 18001:2007 Mangement System_Requirments. Clause : 4.3.1 HIRADC

7. RIWAYAT PERUBAHAN

No RINGKASAN REVISI TANGGAL REVISI TUJUJUAN REVISI

STANDARD OPERATIONAL PROSEDUR (SOP)


IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN PENETAPAN PENGENDALIAN (HIRADC)

NO. DOKUMEN SOP/HAH/0001 DIBUAT DIPERIKSA DISETUJUI


TANGGAL TERBIT 0
REVISI -
TANGGAL REVISI -
HALAMAN 2/2 Koord. Tim K3 DOC. Controller Direktur

8. FLOWCHART Sebelum melakukan identifikasi bahaya,


penilaian dan pengendalian risiko Dept.
MULAI Head teah mendapatkan pelatihan
HIRADC.
-Formulir
-IK HIRADC Untuk pekerjaan yang bersifat
DEPT HEAD -FORMULIR JSA sementara/proyek baik oleh internal
maupun eksternal atau kategori extreme
Identifikasi Bahaya di risk harus digunakan formulir JSA untuk
Lingkungan Kerja identifikasi bahaya.

Dalam mengidetifikasi bahaya Dept.


DEPT HEAD Head berkoordinasi dengan pihak-pihak
-Formulir yang relevan di unit kerjanya atau
Menilai Risiko -IK HIRADC bersama kepala proyek.
-FORMULIR JSA
IK HIRADC untuk harus ditinjau ulang
secara periodic oleh Korrd Tim K3 untuk
DEPT HEAD memastikan bahwa identifikasi bahaya.
-Formulir Standard penilaian risiko, pengendalian
Menetapkan Pengendalian -FORMULIR JSA risiko dan evaluasinya tetap relevan
Risiko dengan konteks internal maupun
eksternal perusahaan. Seperti trend
insiden, perundang-undangan, isu social,
DEPT HEAD dan sebagainya.
-Formulir
Menyerahkan kepada -IK HIRADC
Koord. Tim K3 -FORMULIR JSA
Review dapat dilakukan melalui meeting
untuk bersama-sama membahas setiap
HIRADC perdepartemen.
Koordinator Tim K3 berwenang
Koord. Tim K3 -Formulir menetapkan formulir HIRADC
-IK HIRADC
Review Draft oleh Tim K3 & -FORMULIR JSA HIRADC yang sudah ditetapkan menjadi
Dept Head salah satu acuan dalam mendaftar
SOP Evaluasi Kepatuhan
peraturan perundang-undangan K3 yang
Perundang-undangan K3
relevan dengan aspek bahaya K3 di Linus
Trans. HIRADC juga menjadi input dalam
SOP Siap Siaga dan Koord. Tim K3 -Formulir
pembuatan IK/SOP yang terkait dan
Tanggap Darurat -FORMULIR JSA
perencanaan tanggap darurat.
Menyetujui HIRADC
SOP Pengendalian
Tingkat risiko tinggi pengendalian risiko
Dokumen yang belum memadai atau kombinasi
kedunya juga menjadi salah satu
DEPT HEAD pertimbangan dalam membuat sasaran
dan program K3
Monitoring Perubahan &
Relevalansi HIRADC Di samping Koord. Tim K3, Dept.Head
juga harus memonitor perubhan yang
dapat berpengaruh pada aspek bahaya
yang sudah di tetapakn.
Ada Perubahan
Koord.Tim K3 harus memastikan bahwa
monirtoring tersebut efektif
Selesai
dilaksanakan.