Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

ASUHAN KEPERAWATAN
PADA PASIEN DENGAN HIPOGLIKEMIA

Makalah ini di susun untuk memenuhi tugas Keperawatan Kritis


Dosen Pengampu : Ns.Maryati Mardjuky,S.Kep

OLEH
KELOMPOK 4

Kelas / Semester : Ambon (Pagi) / VII(Ganjil)

Mega Putri M Soleha


Hairunnisa Ohorella
Halima Samal
Irma Kilbia
Fitri Kaimudin
Anthoneta Runtunuwu
Durimahu Sella
Farda Wael

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MALUKU HUSADA
AMBON
2021

1
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

Puji syukur kita panjatkan terhadap kehadirat Allah SWT,karena berkat dan
rahmat karunia-Nya,kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Asuhan
Keperawatan Pada Pasien Dengan Hipoglikemia”.

Dalam penyusunan makalah ini,kami banyak mendapat bimbingan dan


dukungan dari berbagai pihak.Oleh karena itu,pada kesempatan ini kami ucapkan
terima kasih pada dosen pembimbing kami, Dosen bidang keperawatan,Orang tua
kami dan teman-teman kami.

Kritik dan saran sangat kami harapkan.Semoga makalah ini dapat bermanfaat,
Aamiin.

Ambon,01 November 2021

Penulis

2
DAFTAR ISI

Contents
KATA PENGANTAR.............................................................................................................2
DAFTAR ISI............................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................................4
1.1. Latar Belakang.......................................................................................................4
1.2. Rumusan Masalah..................................................................................................4
1.3. Tujuan Penulisan....................................................................................................5
1.4. Manfaat Penulisan..................................................................................................5
BAB II TINJAUAN TEORI....................................................................................................6
1. Konsep Penyakit.........................................................................................................6
2.1.1. Defenisi............................................................................................................6
2.1.2. Klasifikasi........................................................................................................6
2.1.3. Etiologi............................................................................................................7
2.1.4. Manifestasi Klinik..........................................................................................7
2.1.5. Patofisiologi.....................................................................................................9
2.1.6. Pemeriksaan Diagnostik...............................................................................10
2.1.7. Penatalaksanaan...........................................................................................10
2.1.8. Komplikasi....................................................................................................11
1.2. Konsep Asuhan Keperawatan.............................................................................12
1.2.1. Pengkajian....................................................................................................12
1.2.2. Diagnosa Keperawatan................................................................................13
1.2.3. Interverensi Keperawatan...........................................................................13
BAB III..................................................................................................................................16
KESIMPULAN DAN SARAN..............................................................................................16
3.1.Kesimpulan..................................................................................................................16
3.2.Saran............................................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................17

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Penyakit Penyakit tidak menular menular merupakan merupakan kelompok
kelompok terbesar terbesar penyakit penyakit  penyebab  penyebab kematian
kematian di indonesia. indonesia. Salah satu penyakit penyakit tidak menular
menular yang menyebabkan kematian menyebabkan kematian tinggi di tinggi di
Indonesia adalah Indonesia adalah diabetes me diabetes mellitus.
Hipoglikemia merupakan Hipoglikemia merupakan komplikasi komplikasi
yang paling s yang paling sering muncul ering muncul  pada penderita penderita
diabetes diabetes mellitus. mellitus. Hipoglikemia Hipoglikemia adalah
menurunnya menurunnya kadar glukosa darah glukosa darah yang menyebabkan
yang menyebabkan kebutuhan metabolik kebutuhan metabolik yang diperlukan
yang diperlukan oleh sistem saraf tidak cukup sehingga sehingga timbul berbagai
berbagai keluhan keluhan dan gejala klinik.
Hipoglikemia berdampak ser berdampak serius pada ius pada morbiditas,
morbiditas, mortalitas mortalitas dan kualitas kualitas hidup. The diabetes
diabetes Control Control and Complication Complication Trial (DCCT)
melaporkan diperkirakan 2-4% kematian orang dengan diabetes tipe 1 berkaitan
berkaitan dengan hipoglikemia. hipoglikemia. Hipoglikemia Hipoglikemia juga
umum juga umum terjadi terjadi pada  penderita  penderita diabetes diabetes tipe
2, dengan tingkat tingkat prevalensi prevalensi 70-80% (Setyohadi, (Setyohadi,
2011). Hipoglikemia 2011). Hipoglikemia merupakan merupakan penyakit
penyakit kegawatdaruratan kegawatdaruratan yang membutuhkan pertolongan
membutuhkan pertolongan segera, segera, karena hipoglikemia hipoglikemia
yang berlangsung yang berlangsung lama bisa menyebabkan menyebabkan
kerusakan kerusakan otak yang permanen, permanen, hipoglikemia hipoglikemia
juga dapat menyebabkan dapat menyebabkan koma sampai koma sampai dengan
kematian

1.2. Rumusan Masalah


1. Bagaimana konsep penyakit Hipoglikemia?
2. Bagaimana konsep Asuhan Keperawatan pada pasien dengan Hipoglikemia?

4
1.3. Tujuan Penulisan
1.3.1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui konsep ASKEP pada penyakit Hipoglikemia
1.3.2. Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui konsep penyakit Hipoglikemia
2. Untuk mengetahui konsep Asuhan Keperawatan pada pasien dengan
Hipoglikemia

1.4. Manfaat Penulisan


1.4.1. Manfaat Teoritis
Mengembangkan ilmu keperawatan Asuhan Keperawatan pada
Hipoglikemia agar perawat mampu memenuhi kebutuhan dasar pasien.
1.4.2. Manfaat Praktis
1. Bagi Klien
Menambah pengetahuan bagi klien,sehingga klien termotivasi untuk
meningkatkan derajat kesehatannya
2. Bagi keluarga
Menambah pengetahuan bagi keluarga,sehingga keluarga dapat
membantu pasien dalam tindakan mandiri yang sederhana dalam
perawatannya
3. Bagi Institusi Rumah Sakit
Dapat meningkatkan mutu pelayanan dan bisa memperhatikan serta
memenuhi kebutuhan pasien dengan kasus Hipoglikemia
4. Bagi Institusi Pendidikan
Dapat digunakan sebagai bahan dasar penelitian,serta dapat
memberikan intervensi yang lebih luas pada pasien Hipoglikemia

5
BAB II
TINJAUAN TEORI

1. Konsep Penyakit
2.1.1. Defenisi
Hipoglikemia merupakan Hipoglikemia merupakan suatu kegagalan
dala kegagalan dalam mencapai mencapai  batas normal  batas normal
kadar glukosa glukosa darah.
Hipoglikemia merupakan suatu keadaan keadaan dimana kadar
glukosa <60 mg/dl.
Hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah merupakan keadaan
dimana kadar glukosa darah berada di bawah normal, yang dapat terjadi
karena ketidakseimbangan antara makanan yang dimakan, yang dimakan,
aktivitas fisik dan obat-obatan yang digunakan. Sindrom hipoglikemia
ditandai dengan gejala klinis antara lain penderita merasa pusing, lemas,
gemetar, pandangan menjadi kabur dan gelap, berkeringat dingin, detak
jantung meningkat dan terkadang sampai hilang kesadaran (syok
hipoglikemi).

2.1.2. Klasifikasi
Menurut Setyohadi (2012) dan Thompson (2011), hipoglikemia
diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Ringan (glukosa darah 50-60 mg/Terjadi jika kadar glukosa darah
menurun dan sistem saraf simpatik akan terangsang, pelimpahan
adrenalin ke darah menyebabkan gejala : tumor, kegelisahan, rasa lapar,
dll.
2. Sedang (glukosa darah < 35 mg/dL) Terjadi gangguan pada sistem saraf
pusat, sehingga pasien memerlukan pertolongan orang lain untuk
mengatasi hipoglikemia. Gejalanya : serangan kejang, sulit dibangunkan
bahkan kehilangan kesadaran.
3. Berat (glukosa darah < 35 mg/dL) Terjadi gangguan pada sistem saraf
pusat, sehingga pasien memerlukan pertolongan orang lain untuk
mengatasi hipoglikemia. Gejalanya : serangan kejang, sulit dibangunkan
bahkan kehilangan kesadaran.

6
2.1.3. Etiologi
Dosis pemberian insulin pemberian insulin yang kurang tepat,
kurang tepat, kurangnya kurangnya asupan karbohidrat karena menunda
atau melewatkan makan, konsumsi alkohol, peningkatan pemanfaatan
karbohidrat karena latihan latihan atau penurunan penurunan berat badan
(Kedia, (Kedia, 2011). Menurut Sabatine (2006), hipoglikemia dapat terjadi
pada  penderita Diabetes dan Non Diabetes dengan etiologi sebagai
berikut :
1. Pada Diabetes
a. Dosis insulin atau obat lainnya yang terlalu tinggi, yang diberikan
kepada penderita diabetes untuk menurunkan kadar gula darahnya
(Overdose insulin).
b. Asupan makan yang lebih dari kurang (tertunda atau lupa, terlalu
sedikit, output yang berlebihan seperti adanya gejala muntah dan
diare, serta diet yang berlebih).
c. Kelainan pada kelenjar hipofisa atau kelenjar adrenal (Ex.
Hipotiroid)
d. Aktivitas berlebih
e. Gagal ginjal
2. Non Diabetes
a. Kelainan pada penyimpanan karbohidrat atau pembentukan glukosa
di hati
b. Pelepasan insulin yang berlebihan oleh pancreas
c. Paska aktivitas d. Konsumsi makanan yang sedikit kalori
d. Konsumsi alcohol
e. Paska melahirkan
f. Post gastrectomy
g. Penggunaan obat dalam jumlah yang berlebih

2.1.4. Manifestasi Klinik


Menurut Setyohadi (2012), manifestasi klinis hipoglikemia antara lain:
1. Adrenergik seperti: pucat, keringat pucat, keringat dingin, takikardi,
dingin, takikardi, gemetar, gemetar, lapar, cemas, gelisah, sakit kepala,
mengantuk.

7
2. Neuroglikopenia seperti seperti bingung, bicara bingung, bicara tidak
jelas, perubahan perubahan sikap perilaku, lemah, disorientasi,
penurunan kesadaran, kejang, kejang, penurunan penurunan terhadap
terhadap stimulus stimulus bahaya. bahaya.

Menurut Suyono (2006), manifestasi klinis hipoglikemia antara lain:


Hipoglikemia ringan : ketika kadar glukosa darah menurun, system saraf
simpatik akan terangsang. Pelimpahan adrenalin ke dalam darah
menyebabkan gejala seperti : perspirasi, tremor, takikardi,  palpitasi dan
rasa lapar.
1. Hipoglikemia sedang : penurunan penurunan kadar glukosa glukosa
darah menyebabkan sel- sel otak tidak memperoleh cukup bahan bakar
untuk bekerja dengan baik. Tanda- tanda gangguan fisik pada system
saraf pusat mencakup ketidakmampuan berkonsentrasi, sakit kepala,
vertigo, konfusi, penurunan daya ingat, pati rasa di derah bibir serta
lidah, bicara pelo, gerakan tidak terkoordinasi,  perubahan  perubahan
emosional, emosional, perilaku perilaku yang tidak rasional, rasional,
penglihatan penglihatan ganda dan perasaan ingin pingsan.
2. Hipoglikemia berat : fungsi system saraf pusat mengalami mengalami
gangguan yang sangat berat sehingga pasien memerlukan  pertolongan
pertolongan orang lain untuk mengatasi mengatasi hipoglikemi
hipoglikemi yang di deritanya. Gejala dapat mencakup perilaku yang
mengalami disorientasi, serangan kajang, sulit dibangunkan dari tidur
atau  bahkan kehilangan kesadaran.

8
2.1.5. Patofisiologi

9
2.1.6. Pemeriksaan Diagnostik
Gula darah puasa Diperiksa untuk mengetahui kadar gula darah puasa
(sebelum diberi glukosa 75 gram oral) dan nilai normalnya antara 70- 110
mg/dl. 2. Gula darah 2 jam post prandial Diperiksa 2 jam setelah diberi
glukosa dengan nilai normal < 140 mg/dl/2 jam 3. HBA1c Pemeriksaan
dengan menggunakan bahan darah untuk memperoleh kadar gula darah
yang sesungguhnya karena pasien tidak dapat mengontrol hasil tes dalam
mengontrol hasil tes dalam waktu 2- 3 bulan. HBA1c waktu 2- 3 bulan.
HBA1c menunjukkan menunjukkan kadar hemoglobin terglikosilasi yang
pada orang normal antara 4- 6%. Semakin tinggi maka akan menunjukkan
bahwa orang tersebut menderita DM dan beresiko terjadinya komplikasi. 4.
Elektrolit, tejadi peningkatan creatinin jika fungsi ginjalnya telah terganggu
5. Leukosit, terjadi peningkatan jika sampai terjadi infeksi

2.1.7. Penatalaksanaan
1. Medis
menurut Kedia (2011), pengobatanhipoglikemia tergantung
padakeparahandari hipoglikemia. Hipoglikemia ringan mudah diobati
dengan asupan karbohidratseperti minumanyang mengandung glukosa,
tabletglukosa, atau mengkonsumsimakanan rigan. dalam Setyohadi
(2011),pada minuman yang mengandungglukosa, dapat diberikan larutan
g lukosa murni 20-30 g ram (1 -2 sendok makan).Pada hipoglikemia
beratmembutuhkan bantuan eksternal, antara lain (Kedia, 2011):1.
a. Dekstrosa,Untuk pasien yang tidak mampu menelan glukosa oral
karena pingsan, kejang,atau perubahan status mental, pada keadaan
darurat dapat mempersembahkan dekstrosadalam air pada konsentrasi
50% adalah dosis yang biasanya diberikan kepada orangdewasa,
sedangkankonsentrasi 25% biasanya diberikankepada anak-anak.
b. Glukagon,Sebagai hormon kontra-regulasi utamaterhadap insulin,
glukagon adalah pengobatan pertama yang dapat dilakukan untuk
hipoglikemia berat. tidak seperti dekstrosa yang harus di berikan
secara intaravena dengan perawatan kesehatan yang berkualitas
profesional
glukagondapatdiberikanolehsubkutan(SC)atauintramuskular(IM)injeks
iolehorangtuaataupengasuhartikel.Halinidapatmencegahketerlambatan
dalammemulaipengobatanyangdapatdilakukansecaradarurat.
c. Prosedurkhusus:Untukhipoglikemiareaktiftestoleransiglukosapostpradi
allisan5jammenunjukkanglukosaserum<50mg/dlsetelah5jam.

10
d. Pengawasanditempattidur:peningkatantekanandarah.
e. Pemeriksaanlaboratorium:glukosaserum<50mg/dl,spesimenurinduakal
inegatifterhadapglukosa.
f. EKG:Takikardia.
2. Keperawatan
 Berikan karbohidrat kompleks dan protein sesuai diet
 Pertahankan kepatenan jalan nafas
 Pertahankan akses IV(jika perlu)
 Hubungi layanan medis(jika perlu)

Edukasi
 Anjurkan membawa karbohidrat sederhana setiap saat
 Anjurkan memakai identitas darurat yang tepat
 Anjurkan monitor kadar glukosa darah
 Anjurkan berdiskusi dengan tim perawatan diabetes tentang
penyesuaian

 program pengobatan
 Jelaskan interaksi diet, insulin/agen oral, dan olahraga
 Ajarkan pengelolaan hipoglikemia
 Ajarkan perawatan mandiri untuk mencegah hipoglikemia

Kolaborasi
 Kolaborasi pemberian dekstrose(jika perlu)
 Kolaborasi pemberian glukagon(jika perlu)

2.1.8. Komplikasi
Komplikasi Komplikasi dari hipoglikemia hipoglikemia pada gangguan
gangguan tingkat tingkat kesadaran kesadaran yang berubah berubah selalu
dapat menyebabkan menyebabkan gangguan gangguan  pernafasan,
pernafasan, selain itu hipoglikemia hipoglikemia juga dapat mengakibatkan
mengakibatkan kerusakan otak kerusakan otak akut. Hipoglikemia
berkepanjangan Hipoglikemia berkepanjangan parah bahkan parah bahkan
dapat menyebabkan dapat menyebabkan gangguan n gangguan
neuropsikologis sedang sampai europsikologis sedang sampai dengan
gangguan gangguan neuropsikologis neuropsikologis berat karena efek
hipoglikemia hipoglikemia berkaitan berkaitan dengan sistem saraf pusat

11
yang biasanya yang biasanya ditandai ditandai oleh perilaku perilaku dan
pola bicara yang abnormal yang abnormal (Jevon, (Jevon, 2010). Menurut
Menurut Kedia (2011), hipoglikemia yang berlangsung lama bisa
menyebabkan kerusakan kerusakan otak yang permanen, yang permanen,
hipoglikemia hipoglikemia juga dapat menyebabkan koma sampai
kematian.

1.2. Konsep Asuhan Keperawatan


1.2.1. Pengkajian
Pengkajian bedasarkan prinsip ABCDE
 Airway (jalan napas) Kaji adanya sumbatan jalan napas. Terjadi karena
adanya penurunan kesadaran/koma sebagai akibat dari gangguan
transport oksigen ke otak. Diagnosa keperawatan: Ketidakefektifan
bersihan jalan napas berhubungan dengan adanya benda asing/lidah
jatuh ke belakang.
 Breathing (pernapasan) Merasa kekurangan oksigen dan napas
tersengal – sengal, sianosis. Diagnosa keperawatan:Pola napas tidak
efektif berhubungan dengan adanya depresan pusat pernapasan.
 Circulation (sirkulasi) Kebas, kesemutan dibagian ekstremitas, keringat
dingin, hipotermi, nadi lemah, tekanan darah menurun.
Diagnosakeperawatan: Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan
hipoksia jaringan. Ditandai dengan peningkatan TIK, nekrosis jaringan,
pembengkakan jaringan otak, depresi SSP dan oedema.
 Disability (kesadaran) Terjadi penurunan kesadaran, karena kekurangan
suplai nutrisi ke otak. Diagnosakeperawatan:Resiko tinggi injuri
berhubungan dengan penurunan kesadaran.
 Exposure Pada exposure kita melakukan pengkajian secara
menyeluruh. Karena hipoglikemi adalah komplikasi dari penyakit DM
kemungkinan kita menemukan adanya luka/infeksi pada bagian tubuh
klien / pasien.

Pengkajian Fokus Data dasar yang perlu dikaji adalah :


a. Keluhan utama Sering tidak jelas tetapi bisanya simptomatis, dan lebih
sering hipoglikemi merupakan diagnose sekunder yang menyertai
keluhan lain sebelumnya seperti asfiksia, kejang, sepsis.
b. Riwayat Kaji riwayat penyakit pasien, baik penyakit yang
kemungkinan diturunkan maupun didapat, seperti diabetes melitus,
sepsis, enteralfeeding, pemakaian terapi kortikosteroid, konsumsi
alkohol, gangguan hati, ginjal, jantung maupun kelenjar hipofisis,
misalnya gagal ginjal atau gagal jantung, kanker, kelainan fungsi
hipofisa atau adrenal, syok dan infeksi yang berat. Penyakit hati yang

12
berat misalnya hepatitis virus, sirosis atau kanker. Kaji juga adanya
penyakit autoimun.
c. Data fokus
 Data Subyektif:
1) Sering masuk rumah sakit dengan keluhan yang tidak jelas
2) Banyak keringat dingin
3) Rasa lapar (pada bayi sering menangis)
4) Nyeri kepala 5) Sering menguap
5) Irritabel
 Data obyektif:
1) Parestisia pada bibir dan jari, gelisah, gugup, tremor, kejang, kaku
2) Hight—pitched cry, lemas, apatis, bingung, cyanosis, apnea, nafas
cepat irreguler, keringat dingin, mata berputar-putar, menolak
makan dan koma
3) Plasma glukosa < 50 gr/%

1.2.2. Diagnosa Keperawatan


1. Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan
adanya sumbatan jalan napas/ lidah jatuh ke belakang.
2. Nyeri akut berhubungan agen cidera fisik (iskemik jaringan
otak).
3. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan ketidakmampuan untuk mengabsorbsi nutrien.

1.2.3. Interverensi Keperawatan

Diagnosa Tujuan dan Kriteria Hasil Interverensi


Keperawata
n
Diagnosa 1 Setelah dilakukan tindakan 1. Airway suction
keperawatan …x24 jam,di  Pastikan kebutuhan oral/tracheal
harapkan masalah dapat teratasi suctioning.
dengan KH :  Auskultasi suara nafas sebelum
1. Mendesmonstrasikan batuk dan sesudah suctioning
efektif dan suara nafas yang  Informasikan kepada kliena dan
bersih tidak ada sianosis dan keluarga tenteng suctioning
dyspneu (mampu  Monitor status oksigen pasien.
mengeluarkansputum, mampu 2. Airway Management
bernafas dengan mudah, tidak  Buka jalan nafas, gunakan teknik
ada pursed lips). Menujukan chin lift atau jaw thrust bila perlu.
jalan nafas yang paten (klien  Posisikan pasien untuk

13
tidak merasa tercekik, memaksimalkan ventilasi.
2. irama nafas, frekuensi  Lakukan fisioterapi dada bila
pernafasan dalam rentang perlu.
normal, tidak ada suara nafas  Keluarkan sekret dengan batuk
abnormal). atau suction. Auskultasi suara
nafas, catat adanya suara tambahan
 Monitor respirasi dan status O2.
Diagnosa 2 Setelah dilakukan tindakan 1. Pain Management
keperawatan …x24 jam,di  Lakukan pengkajian nyeri secara
harapkan masalah dapat teratasi komprehensif (lokasi,karakteristik,
dengan KH : durasi, frekuensi, kualitas dan
1. Mampu faktor presipitasi).
mengontrol nyeri (tahu  Observasi reaksi non verbal dari
penyebab nyeri, ketidaknyamanan.
2. mampu  Kontrol lingkungan yang dapat
menggunakan teknik mempengaruhi nyeri
nonfarmakologi untuk (suhu,pencahayaan, kebisingan).
mengurangi nyeri.  Ajarkan teknik nonfarmakologi
3. Melaporka (seperti relaksasi nafas dalam).
n bahwa nyeru berkurang  Berikan analgetik untuk
dengan menggunakan mengurangi nyeri
manajemen nyeri  Kolaborasi dengan dokter jika
4. Mampu keluhan dan tindakan nyeri tidak
mengenali nyeri (skala, berhasil.
intensitas, frekuensi, dan tanda
nyeri).
5. Menyatak
an rasa nyaman setelah nyeri
berkurang.
Diagnosa 3 Setelah dilakukan tindakan 1. Nutritional management
keperawatan ….x24 jam,di  Kaji adanya alergi makanan
harapkan masalah teratasi dengan  Kolaborasi dengan ahli gizi untuk
KH : menentukan jumlah kalori dan
1. Adanya peningkatan berat nutrisi yang dibutuhkan pasien.
badan sesuai dengan tujuan.  Monitor jumlah nitrisi dan
Mampi mengidentifikasi kandungan kalori.
kebutuhan nutrisi.  Berikan informasi tentang
2. Tidak ada tanda-tanda kebutuhan nutrisi.
malnutrisi  Kaji kemampuan pasien untuk
3. Tidak terjadi penurunan berat mendapatkan nutrisi yang
badan yang berarti. dibutuhkan.
2. Nutrition

14
 Monitoring BB pasien dalam batas
normal
 Monitor adanya berat badan
 Monitor kulit kering dan perubahan
pigmentasi.
 Monitor kalori dan intake nutrisi
 Monitor turgor kulit.
 Monitor kadar albumin, total
protein, Hb, dan kadar Ht
 Catat adanya edema, hiperemik,
hipertonik papila lidah dan cavitas
oral

15
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1.Kesimpulan
Hipoglikemia merupakan salah satu kegawatan diabetik yang mengancam,
sebagai akibat dari menurunnya kadar glukosa darah < 60 mg/dl. Gejala biasanya
muncul bila kadar glukosa < 40 mg/dL dan mulai memunculkan tanda – tanda
yang sesuai dengan tingkatan hipoglikemia yang dialami penderita. Pada kasus
kegawatdaruratan situasi yang harus diwaspadai adalah apabila pasien datang
dengan atau telah mengalami gejala hipoglikemia yang berat, maka pada saat itu
penderita perlu mendapatkan pertolongan segera, karena apabila tidak dilakukan
pertolongan segara akan berdampak pada terganggunya fungsi otak , karena otak
merupakan organ vital yang sangat tergantung pada ketersediaan glukosa dalam
melakukan aktivitasnya, jika kerja otak terganggu maka akan berdampak pada
seluruh organ dan sistem lainnya dalam tubuh dan ini akan menyebabkan keadaan
yang bisa menimbulkan kecacatan atau kematian.

3.2.Saran
Saran yang dapat disampaikan dari isi makalah ini yakni Diharapkan dapat
meningkatkan kinerja perawat dan dapat memberikan asuhan keperawatan
kegawatdaruratan khususnya pada pasien hipoglikemia secara cepat dan tepat.
Dan diharapkan bagi mahasiswa untuk dapat menggunakan kesempatan ini sebaik
mungkin untuk serius mencari pengetahuan dalam perawatan penderita
hipoglikemia.

16
DAFTAR PUSTAKA

Alfiatur Rohmah,dkk.2016. Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipoglikemia.


Universitas Ngudi Waluyo Ungaran. Fakultas Keperawatan.Pdf

17