Anda di halaman 1dari 6

1.

Mikroprosesor adalah suatu chip (IC = integrated circuits) yang di dalamnya


terkandung rangkaian ALU (arithmetic-logic unit), rangkaian CU (control unit), dan
register-register. Mikroprosesor disebut juga dengan CPU (Central Processing Unit).
Mikrokomputer adalah interkoneksi antara mikroprosesor (CPU) dengan memori
utama (main memory) dan antarmuka input-output (I/O interface) yang dilakukan
dengan menggunakan sistem interkoneksi bus.
Bila semua komponen penyusun mikrokomputer di kumpulkan menjadi satu, dan di
masukkan di dalam satu chip silicon, maka chip tersebut di sebut dengan
mikrokontroller. Jadi Mikrokontroler adalah chip yang didalamnya terkandung sistem
interkoneksi antara Mikroprosesor, RAM, ROM, I/O interface, dan beberapa
peripheral. Mikrokontroler disebut juga On-chip-Peripheral.

2. – Resistor
Resistor adalah komponen dasar elektronika pasif yang digunakan untuk
membatasi jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian. Sesuai dengan
namanya resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon.
- Kapasitor
Kapasitor merupakan komponen yang berfungsi untuk penyimpan muatan listrik
yang dibentuk dari dua permukaan yang berhubungan tapi dipisahkan oleh satu
penyekat.
- Transistor
Transistor adalah komponen elektronika yang dipakai sebagai penguat, sebagai
sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi
sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran
listrik, dimana berdasarkan arus inputnya atau tegangan inputnya, memungkinkan
pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.
- Transformator
Secara harfiah transformator dapat juga disingkat trafo merupakan komponen
elektronika aktif yang memilki 2 fungsi utama yaitu untuk menaikkan tegangan
(transformator step-up) dan menurunkan tegangan (step-down). Trasformator atau
trafo bekerja berdasarkan perubahan gaya medan listrik.
- Indikator
Induktor atau disebut juga dengan Coil (Kumparan) adalah Komponen
Elektronika Pasif yang berguna untuk Mengatur Frekuensi, memfilter dan juga
sebagai alat kopel (Penyambung). Induktor atau Coil banyak ditemukan pada
Peralatan atau Rangkaian Elektronika yang berkaitan dengan Frekuensi seperti
Tuner untuk pesawat Radio.
- Dioda
Dioda atau diode adalah komponen elektronika aktif yang berfungsi untuk
mengalirkan arus listrik pada satu arah saja, selain itu juga mampu menghambat
arus listrik dari arah berlawanan.
Diode adalah komponen elektronika semikonduktor yang memiliki 1 buah
penghubung atau junction, sering disebut sebagai komponen 2 lapis (lapis N dan
P).
- IC (Integrated Circuit)
IC adalah komponen elektronika aktif yang merupakan kumpulan dari berbagai
komponen hingga ribuan komponen elektronika yang terdiri dari transistor,
resistor, dan komponen elektronika lainnya yang membentuk suatu rangkaian
elektronika yang memiliki fungsi elektronika tertentu.
- Saklar (relay)
Saklar atau relay adalah komponen elektronika aktif yang dipergunakan untuk
memutuskan serta menghubungkan aliran listrik. Saklar berdasarkan fungsinya
dibedakan atas dua kondisi yaitu kondsi ON dan kondisi OFF.
- Tranduser
Tranducer adalah pengoperasian kerja suatu rangkaian yang lebih mudah diukur
atau dikendalikan oleh besaran listrik, yaitu tegangan dan arus dimana terjadi
perubahan dari suatu besaran ke besaran lainnya.
- Komparator
Komparator merupakan rangkaian elektronik yang akan membandingkan suatu
input dengan referensi tertentu untuk menghasilkan output berupa dua nilai (high
dan low).

3.

1. Power USB, fungsi dari power usb pada modul Arduino adalah sebagai berikut:


o Media pemberi tegangan listrik ke Arduino
o Media tempat memasukkan program dari komputer ke Arduino
o Sebagai media untuk komunikasi serial antara komputer dan Arduino R3 maupun
sebaliknya.
2. Crystal Oscillator, fungsi crystal oscillator adalah sebagai jantung Arduino yang membuat
dan mengirimkan detak ke mikrokontroler agar beroperasi setiap detaknya.
3. Voltage Regulator, berfungsi menstabilkan tegangan listrik yang masuk ke Arduino.
4. Power Jack, fungsi dari power jack pada modul Arduino adalah sebagai media pemberi
tegangan listrik ke Arduino apabila tak ingin menggunakan Power USB.
5. Pin Reset, berfungsi untuk mereset Arduino agar program dimulai dari awal. Cara
penggunannya yaitu dengan menghubungkan pin reset ini langsung ke ground.
6. Pin Tegangan 3,3 Volt, berfungsi sebagai pin positif untuk komponen yang menggunakan
tegangan 3,3 volt.
7. Pin Tegangan 5 Volt, berfungsi sebagai pin positif untuk komponen yang menggunakan
tegangan 5 volt. Pin 5 volt sering juga disebut pin VCC.
8. Pin Ground (GND), fungsi pin GND adalah sebagai pin negatif pada tiap komponen yang
dihubungkan ke Arduino.
9. Pin Penambah Tegangan (VIN), berfungsi sebagai media pemasok listrik tambahan dari luar
sebesar 5 volt bila tak ingin menggunakan Power USB atau Power Jack.
10. Pin Analog, berfungsi membaca tegangan dan sinyal analog dari berbagai jenis sensor untuk
diubah ke nilai digital.
11. Main Microcontroller, berfungsi sebagai otak yang mengatur pin-pin pada Arduino.
12. Tombol Reset, komponen pendukung Arduino yang berfungsi untuk mengulang program dari
awal dengan cara menekan tombol.
13. Pin ICSP (In-Circuit Serial Programming), berfungsi untuk memprogram mikrokontroler
seperti Atmega328 melalui jalur USB Atmega16U2.
14. Lampu Indikator Power, berfungsi sebagai indikator bahwa Arduino sudah mendapatkan
suplai tegangan listrik yang baik.
15. Lampu TX (transmit), berfungsi sebagai penanda bahwa sedang terjadi pengiriman data
dalam komunikasi serial.
16. Lampu RX (receive), berfungsi sebagai penanda bahwa sedang terjadi penerimaan data dalam
komunikasi serial.
17. Pin Input/Output Digital, berfungsi untuk membaca nilai logika 1 dan 0 atau mengendalikan
komponen output lain seperti LED, relay, atau sejenisnya. Pin ini termasuk paling banyak
digunakan saat membuat rangkaian.