Anda di halaman 1dari 7

Nama : Novita Yolanda Panjaitan

Nim : 1193111039

Kelas : Regular E (2019)

Dosen : Faisal, S.Pd., M.Pd.

UTS

1. Anak-anak belajar bahasa dengan pola berikut: semua komponen, sistem, dan
dipelajari secara terpadu. Jelaskan dengan contoh konkret cara anak belajar
bahasa yang demikian!

Jawab : Keterampilan berbahasa mencakup empat kegiatan yang meliputi keterampilan menyimak,
keterampilan berbicara, keterampilan menulis dan keterampilan membaca.

 keterampilan menyimak (listening skills)

Menyimak merupakan aktivitas yang penuh perhatian untuk memperoleh makna dari
sesuatu yang kita dengar. Dalam kegiatan menyimak, seorang penyimak harus mampu
menangkap dan memahami maksud pembicara.contoh , Simak-ulang ucap (memperkenalkan
bunyi bahasa dengan cara mengucapkannya).

Model ucapan yang diperdengarkan, disimak, dan ditiru oleh siswa.Model ucapan dapat
berupa ucapan fonem, kata, kalimat, ungkapan, peribahasa, puisi pendek, kata-kata mutiara,
semboyan dan sebagainya.
Contoh:
Kata-kata mutiara.
Guru : Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat tempat kamu
ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan
dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.
Siswa : Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu
ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan
dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

Dengar dan Kerjakan

Model ucapan berisi perintah diperdengarkan.Siswa menyimak dan memberikan reaksi dalam
bentuk tindakan.
Contoh:
Guru : Bacalah artikel berikut dengan saksama!
Siswa : (membaca artikel dengan saksama).

 Menyelesaikan Cerita
Kelas dibagi atas beberapa kelompok.Satu kelompok beranggotakan empat orang.Orang
pertama dalam satu kelompok bercerita, tetapi ceritanya beru sebagian; dilanjutkan dengan
oleh anggota kedua, dan ketiga, kemudian disudahi oleh siswa terakhir.
Contoh.
Siswa 1 : Saya pulang sekolah. Waktu itu cuaca cerah.Dalam perjalanan saya melihat jalan-
jalan dan pohon-pohon basah semua.Pekarangan pun tampak becek.Bahkan di sana-sini air
kecoklatan tampak menggenang. Air kali…..
Siswa 2 : Melanjutkan cerita itu…

 keterampilan berbicara (speaking skills);


Berbicara merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa dan juga merupakan sasaran
pembelajaran berbahasa Indonesia. Keterampilan berbicara dapat meningkat jika ditunjang
oleh keterampilan berbahasa yang lain, seperti menyimak, membaca, dan menulis Metode
pembelajaran berbicara yang baik selalu memenuhi kriteria. Berbagai kriteria yang harus
dipenuhi oleh metode berbicara antara lain 1[12]: 1) Relevan dengan tujuan; 2) Memudahkan
siswa untuk memahami materi pembelajaran; 3) Mengembangkan butir-butir keterampilan
proses; 4) Dapat mewujudkan pengalaman belajar yang telah dirancang; 5) Merancang siswa
untuk bisa belajar; 6) Mengembangkan penampilan siswa; 7) Tidak menuntut peralatan yang
rumit; 8) Mengembangkan kreatifitas siswa; 9) Mudah melaksanakan; 10) Menciptakan
suasana belajar mengajar yang menyenangkan.
Adapun metode-metode pembelajaran berbicara yaitu2[13]:

Metode ulang-ucap
Metode ucapan adalah suara guru atau rekaman suara guru. Model ucapan guru yang
diperdengarkan kepada siswa harus dipersiapkan dengan teliti. Materi diambil dari
kurikulum/silabus yang relevan. Suara guru harus jelas, intonasinya tepat, dan kecepatan
berbicara normal. Model ucapan diperdengarkan di muka kelas. Siswa menyimak dengan teliti,
kemudian mengucapkan kembali sesuai model guru. Materi pembelajaran dapat beupa kata,
kalimat sederhana, atau ucapan puisi sederhana, dan sebagainya. Misalnya:
Guru: “ini mama”
Siswa: “ini mama” (bisa ditirukan secara individual, kelompok, atau klasikal)

Metode lihat-ucap
Guru memperlihatkan gambar atau benda tertentu kemudian menyebut nama benda atau
gambar tersebut. Benda atau gambar yang diperlihatkan atau dipilih guru harus cermat
disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan siswa. Penunjukan gambar dapat dimaksudkan
untuk mengganti benda yang sulit atau tidak mungkin dibawa ke dalam kelas.
Misalnya:
Guru: menunjukkan rambutan
Siswa: “ini rambutan”
Guru: memperlihatkan gambar kerbau
Siswa: “ini kerbau”

Metode memerikan
Memerikan berarti menjelaskan, menerangkan , melukiskan, atau mendeskripsikan sesuatu.
Siswa disuruh memperhatikan sesuatu benda atau gambar, kesibukan lalu lintas,
pemandangan atau gambar yang lain. Selanjutnya, siswa diminta memerikan apa yang
diperlihatkan guru kepada mereka. Tentu saja pemberian ini sesuai dengan kemampuan dan
tingkat keterampilan berbahasa siswa.
Misalnya:
Guru: memperlihatkan tiga anak bermain kelereng di halaman sekolah
Siswa: Ali, Tono, dan Joko bermain kelereng. Mereka bermain di
halaman sekolah. Mereka bermain sebelum masuk kelas, dst.
Metode menjawab pertanyaan.
Siswa-siswa yang mengalami kesalahan, kesulitan, atau merasa malu untuk berbicara atau
bercerita dapat dibimbing atau dipancing dengan pertanyaan guru, sehingga yang
bersangkutan menjawab pertanyaan guru. Pertanyaan ini bisa bermacam-macam sesuai
dengan tema yang sedang diajarkan.
Misalnya: untuk memperkenalkan diri siswa, guru dapat mengajukan sejumlah pertanyaan
kepada siswa yang bersangkutan mengenai: nama orang tuanya, alamatnya, umurnya, jumlah
keluarganya, dan sebagainya.

2. Ada 3 tipe belajar yang melibatkan bahasa, yaitu: belajar bahasa, belajar melalui
bahasa, dan belajar tantang bahasa. Jelaskan dengan contoh konkret PERBEDAAN
ketiga tipe belajar yang melibatkan bahasa tersebut!

Jawab: Belajar bahasa adalah=belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi.

•Belajar melalui bahasa=BELAJAR MELALUI BAHASA adalah pembelajaran Bahasa


mengacu pada perilaku dan proses berpikir yang digunakan oleh siswa yang mempengaruhi
apa yang dipelajari, termasuk mengingat dan metakognitif.

•Belajar tentang bahasa adalah=Siswa belajar berkomunikasi dengan baik dan benar.

3. Jelaskan dengan contoh PERBEDAAN pendekatan tujuan dan pendekatan


komunikatif dalam pendekatan pembelajaran bahasa di SD!

Jawab :

 Pendekatan Tujuan
Pendekatan tujuan ini dilandasi oleh pemikiran bahwa dalam setiap kegiatan
belajar mengajar, yang harus dipikirkan dan ditetapkan lebih dahulu ialah
tujuan yang
hendak dicapai. Dengan memperhatikan tujuan yang telah ditetapkan itu
dapat ditentukan
metode mana yang akan digunakan dan teknik pengajaran yang bagaimana
yang
diterapkan agar tujuan pembelajaran tersebut dapat dicapai. Jadi, proses
belajar mengajar
ditentukan oleh tujuan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan itu
sendiri. demikian pula bidang studi Bahasa Indonesia. Misalnya, untuk
pokok bahasan menulis, tujuan pembelajaran yang
ditetapkan ialah "Siswa mampu membuat karangan/cerita berdasarkan
pengalaman atau
informasi dari bacaan”. Dengan berdasar pada pendekatan tujuan, maka
yang penting
ialah tercapainya tujuan, yakni siswa memiliki kemampuan mengarang.
Adapun
mengenai bagaimana proses pembelajarannya, bagaimana metodenya,
bagaimana teknik
pembelajarannya tidak merupakan masalah penting.

 Pendekatan Komunikatif
a. Mengidentifikasi gambar
Dua orang siswa ditugasi mengadakan percakapan (bertanya jawa b)
tentang benda-benda yang terdapat di dala m gambar yang disediakan
oleh guru. Pertanyaan dapat mengenai warna, jumlah, bentuk, da n
sebagainya.

b. Menemukan/mencari pasangan yang cocok


Guru memberikan gambar kepada sekelompok siswa yang masing -
masing mendapat sebuah gambar yang berbeda. Seorang siswa yang
lain
(di luar kelompok) diberi duplikat salah satu gambar yang telah dibagikan.
Siswa ini harus mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada teman-
temannya yang membawa gambar, dengan tujuan untuk mengetahui
identifikasi atau ciri-ciri gambar yang mereka bawa. Dari hasil tanya
jawab
itu siswa (pembawa duplikat) tersebut harus dapat menemukan siapa di
antara teman-temannya itu yang membawa gambar yang cocok dengan
duplikat yang dibawanya.

c. Menemukan informasi yang ditiadakan


Guru memberikan informasi tetapi ada bagian-bagian yang sengaja
ditiadakan.
Siswa ditugasi mencari atau menemukan bagian yang tidak ada itu.
Kemudian
A mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada B, sehingga is (A) dapat
mengetahui gambar yang mana yang tidak ada pada gambar milik B.

4. Buatlah SKENARIO pembelajaran sederhana yang menggunakan salah satu


strategi pembelajaran menyimak di SD yang mencakup 3 kegiatan utama: (a)
kegiatan awal, (b) kegiatan inti, (c) kegiatan akhir!

Jawab:

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Satuan Pendidikan : SD Negeri Baciro
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester : V (Lima) / 1 (Satu)
Alokasi Waktu : 2 x35 Menit
Standar Kompetensi
Mendengarkan

3.Memahami teks dengan membaca teks percakapan, mmbaca cepat 75


kata/menit,
dan membaca puisi.

B. Kompetensi Dasar

3.2 Menemukan gagasan utama suatu teks yang dibaca dengan kecepatan 75 kata
per
menit.

C. Indikator

3.2.1 Membaca isi teks bacaan.


3.2.2 Menemukan gagasan utama dari teks bacaan.
3.2.3 Menjawab pertanyaan tentang isi teks bacaan.

D. Tujuan Pembelajaran

1. Siswa dapat membaca isi teks bacaan dengan cermat, setelah


mendengarkan
penjelasan dari guru.
2. Siswa dapat menemukan gagasan utama dari teks bacaan dengan teliti,
setelah
menyimak isi teks.
3. Siswa dapat menjawab pertanyaan tentang isi teks bacaan dengan tepat,
setelah
berdiskusi kelompok.
Karakter yang diharapkan : teliti, gemar membaca, disiplin,tanggung jawab.
E. Materi pembelajaran
Gagasan utama teks bacaan

F. Pendekatan dan Metode Pembelajaran

1. Pendekatan : EEK (Eksplorasi, Elaborasi, Konfirmasi).


2. Metode : Tanya jawab, diskusi,ceramah, kartu berantai

g. Langkah – langkah pembelajaran

Kegiatan Langkah pembelajaran Alokasi waktu

Awal (Pembukaan 10 menit


1. Siswa berdo’a.
2. Guru melakukan presensi.
3. Guru memotivasi siswa
dengan menyanyakan kabar agar
tetap bersemangat belajar.
4. Guru memberikan apersepsi
dengan mengaitkan materi
dengan masalah kehidupan
sehari – hari. Contoh: siapa yang
suka membaca novel atau
koran?.
5. Guru menjelaskan tujuan
pembelajaran mengenai
menemukan gagasan utama dari
teks bacaan.

Inti Eksplorasi 40 menit


1. Siswa dan guru bertanya
jawab tentang kebiasaan siswa
saat membaca.
2. Guru mengamati kebiasaan
siswa saat membaca.
3. Siswa menyebutkan manfaat
kegiatan membaca.
4. Guru menjelaskan mengenai
gagasan utama.
5. Guru memberi contoh cara
mencari gagasan utama dari
sebuah teks bacaan. Elaborasi
6. Siswa membaca berantai
mengenai teks bacaan yang ada
pada LKS.
7. Siswa memahami isi teks
bacaan “Ikan Pari Terbesar”.
40 menit
8. Siswa berdiskusi secara
berpasangan untuk menjawab
pertanyaan tentang isi teks
bacaan “Ikan Pari Terbesar”.
9. Guru mendampingi siswa
selama berdiskusi.
10. Siswa maju untuk
mengkomunikasikan hasil
diskusi mereka.
11. Siswa dari kelompok dari
yang lain mencermati dan
memberikan tanggapan, saran
bagi kelompok yang maju.
Konfirmasi
12. Guru memberi penguatan
dari hasil diskusi siswa.
13. Guru memberikan
kesempatan bagi siswa yang
belum memahami materi dengan
bertanya.

Akhir
1. Siswa dengan bimbingan guru 20 menit
menyimpulkan hasil
pembelajaran.
2. Siswa mengerjakan soal
evaluasi dengan menemukan
gagasan utama tiap paragraf.
3. Guru memberikan pesan
moral pada siswa untuk teliti,
gemar membaca,
disiplin,tanggung jawab .