Anda di halaman 1dari 8

BAB II

PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN EKUIVALEN

Dalam logika matematika dikenal konsep kesetaraan atau ekuivalensi untuk

menyatakan hubungan antar pernyataan. Dua pernyataan dikatakan setara atau ekuivalen

jika kedua pernyataan tersebut menghasilkan nilai kebenaran yang sama pada tabel

kebenaran.

Ekuivalen secara umum dinyatakan dalam arti mempunyai nilai/ukuran/makna yang sama
atau seharga. Kondisi ini bukan berarti bahwa ekuivalen dan sama dengan adalah hal yang sama.
Pengertian sama dengan mengarah pada kondisi yang menunjukkan sama dan setara. Sedangkan
ekuivalen memiliki kondisi lebih luas dari pengertian sama dengan. Misalkan nilai beras dengan
berat dan jenis yang sama akan memiliki nilai yang sama dengan beras dan jenis yang sama pula.
Sedangkan ekuivalen lebih cocok untuk menggambarkan nilai yang sama/seharga.

Sekarang, apa itu pecahan yang ekuivalen atau senilai? Pecahan yang ekuivalen adalah
pecahan yang nilainya sama besar. Bagaimana dua pecahan bisa dikatakan sama besar? Dua pecahan
dikatakan sama besar apabila .. yah sama besar. Maksudnya disini kedua pecahan tersebut
merepresentasikan hal yang sama. Aing akan memberikan ilustrasi sedikit dengan kue pai.

Contoh: aku punya kue pai yang bentuknya bunderan kayak gini.

Nah dari kue pie itu, yu makan 1/2-nya alias kuenya dipotong 2 trus yu ambil 1 bagian/potong.
Nah, itu kalo pie-nya (dibaca: pai) dipotong 2. Bagaimana kalo kue painya dipotong 4?

Setelah dipotong 4, yu makan 2 potong. Jadinya, yu makan 2/4 bagian.


Wah, coba lihat deh. Ternyata ukuran kue pai yang yu makan ternyata sama kayak yu makan 1/2.
Berarti 1/2 itu sama dengan 2/4 alias 1/2 itu ekuivalen dengan 2/4. Hal yang sama juga terjadi kalo yu
makan 4/8 bagian yang artinya kuenya dipotong 8 trus diambil 4 potong.

Dari sini, kita bisa menyimpulkan bahwa 1/2 = 2/4 = 4/8 atau bisa dibilang 1/2, 2/4, dan 4/8 itu
nilainya sama karena yu makan jumlah kue yang sama.

Perhatikan deh, kayaknya ada semacam pattern atau pola-polaan gitu. Ternyata 1/2 kalo penyebut
dan pembilangnya sama-sama dikali 2 menghasilkan 2/4. Begitupun dengan 2/4 kalo penyebut dan
pembilangnya sama-sama dikali 2 menghasilkan 4/8. Wah, luar biasa yah.

Itu artinya kalo potongannya ditambah hingga 2 kali lipat dan kamu makan 2 kali lipat dari jumlah
potongan sebelumnya, ternyata itu menghasilkan pecahan yang sama besar. Faktanya, kalo kita
mengalikan suatu pecahan dengan bilangan tidak nol yang sama maka akan menghasilkan pecahan
yang lain yang ekuivalen.

B. Penjumlahan Pecahan

Guru dapat membimbing kelompok siswa untuk memperagakan dengan berbagai cara, misalnya
menggunakan gambar bangun datar yang diarsir, garis bilangan, blok pecahan, atau kertas yang dilipat.
Peragaan ini sangat penting bagi siswa untuk mengkongkretkan hasil penjumlahan yang didapat.
Setelah siswa memperoleh pengalaman yang cukup dari peragaan, maka guru dapat memberikan
kegiatan yaitu mengisi lembar kerja siswa (LKS) untuk mencari kesimpulan.
Cara menghitung pecahan biasa maupun pecahan campuran sebenarnya tidak begitu sulit
diselesaikan .namun, masih ads sebagian orang yg mengaggab menghitung pecahan itu sulit. Hal ini
mungkin disebabkan karna cara menghitung pecahan berbeda dengan bilangan biasa .

1. memahami cara menghitung bilangan pecahan


seperti yang diketahui , bilangan pecahan terdiri dari dua bilangan ,yaitu bilangan pembilang
dan bilang penyebut .bilangan pembilang merupakan bilangan yang berada pada bagian bawah .
sedangkan bilangan penyebut berada pada bagian bawah.bilangan pembilang adalah bilangan
yang nilainya dibagian terhadap nilai bilangan penyebut .
3
contoh :
4
nah, angka 3 merupakan bilangan pembilang dan angka 4 adalah bilangan penyebut.

1. Penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda


Penjumlahan pecahan-pecahan dengan bilangan penyebut yang berbeda mungkin
tampak rumit, tetapi setelah kamu menyamakan bilangan penyebut, kamu bisa
menjumlahkan pecahan-pecahan yang ada dengan mudah. Jika kamu mengerjakan soal
pecahan biasa dengan bilangan pembilang yang lebih besar daripada bilangan penyebut,
samakan bilangan penyebut pada kedua pecahan. Setelah itu, jumlahkan kedua bilangan
pembilang. Jika kamu menjumlahkan pecahan campuran, ubah bilangan menjadi pecahan
biasa terlebih dahulu dan samakan kedua pecahan. Dengan begini, kamu bisa menjumlahkan
kedua pecahan dengan mudah.
Saat anak mempelajari materi ini, sebaiknya mereka diberikan pengalaman
pengalaman berbentuk ilustrasi kehidupan sehari-hari, sebagai contoh: ”Adik
makan cake 4/1 bagian yang didapat dari kakak. Karena adik masih lapar
kemudian meminta lagi, dan ibu memberinya sepotong yang besarnya 2/1
bagian. Berapa bagian kue yang dimakan oleh adik?” Untuk memperoleh hasil
penjumlahan guru membimbing kelompok-kelompok siswa dengan berbagai
media, agar pengalaman yang didapat menumbuhkan pemahaman yang
mendalam bagi siswa. Sehingga kesan hafalan yang terjadi di kelas tidak terulang
kembali. Untuk mempelajari materi penjumlahan pecahan berbeda penyebut,
ada beberapa prasyarat yang harus dikuasai siswa. Antara lain: penjumlahan
pecahan berpenyebut sama, pecahan senilai, dan KPK
a. Dengan menggunakan gambar yang diarsir.
Untuk memudahkan peragaan, sebaiknya guru membuat contoh-contoh
penjumlahan pecahan yang penyebutnya tidak terlalubesar. Yang penting
dilakukan dimulai dengan menjumlah pecahan yang penyebut satu
merupakan kelipatan penyebut yang lain, agar dari peragaan tersebut
dapat dengan mudah
diketahui hasilnya. Contoh menjumlah pecahan yang penyebutnya 2
dengan 4, atau penyebut 3 dengan 6, dan sebagainya.
1 1
Misa : 4 + 2 =…

Karena kamu perlu menyamakan kedua penyebut sebelum menjumlahkan


pecahan, carilah KPK dari penyebut-penyebut yang ada. Maka,
1 1 1+2 3
+ = =
4 2 4 4

Peragaan dapat diulang untuk penjumlahan pecahan yang lain, sehingga siswa
mempunyai pengalaman bila menjumlah pecahan dengan penyebut tidak sama,
maka penyebutnya harus disamakan terlebih dahulu, dengan mencari pecahan
senilainya.

Peragaan dan soal di atas masih mudah, karena penyebut yang satu merupakan
kelipatan dari yang lain. Bila permasalahan berkembang maka sudah tidak
diperlukan peragaan lagi, dan siswa harus mencari penyebut persekutuan dengan
caramekanik, antara lain dengan menggunakan KPK (kelipatan persekutuan
terkecil). Namun ada pula cara yang dapat dilakukan untuk membantu menentukan
penyebut persekutuan yaitu dengan mendaftar pecahan pecahan senilainya. Dari
kegiatan ini siswa mempunyai pengalaman memperoleh beberapa penyebut yang
senilai dan sebaiknya dipilih penyebut yang paling kecil untuk menjadi penyebut
persekutuan.
Contoh :
Ketika siswa memeriksa kedua daftar di atas, mereka menemukan bahwa ada 2
pasang pecahan yang mempunyai penyebut sama. Ini membantu siswa menyadari,
bahwa terdapat lebih dari satu pasang penyebut persekutuan untuk kedua
pecahan. Salah satu pasangan (penyebutnya merupakan KPK dari kedua penyebut)
dapat digunakan untuk menjumlah atau mengurangi pasangan pecahan yang tidak
sama penyebutnya. Bila KPK sudah dipelajari maka selanjutnya model abstrak
dapat dilakukan

2. Penjumlahan pecahan dengan penyebut yang sama

Penjumlahan pecahan biasa dipelajari siswa di kelas IV semester 2. Guru dapat


membimbing kelompok siswa untuk memperagakan dengan berbagai cara,
misalnya menggunakan gambar bangun datar yangdiarsir, garis bilangan, blok
pecahan, atau kertas yang dilipat. Peragaan ini sangat penting bagi siswa untuk
mengkongkretkan hasil penjumlahan yang didapat. Setelah siswa memperoleh
pengalaman yang cukup dari peragaan, maka guru dapat memberikan kegiatan
yaitu mengisi lembar kerja siswa (LKS) untuk mencari kesimpulan secara umum.
Secara garis besar praktek kelompok yang dilakukan di kelas terangkum sebagai
berikut.

Materi prasyarat untuk mempelajari penjumlahan pecahan berpenyebut sama ini


adalah: pengertian pecahan, peragaan-peragaan konsep pecahan, dan arti
penjumlahan (penggabungan dari beberapa bagian).

a. Dengan menggunakan gambar yang diarsir

Gambar persegi panjang yang diarsir merupakan model imajinasi dari proses partisi
sebuah obyek. Salah satu proses aktivitas penting dalam pebelajaran pecahan adalah
partisi. Setelah partisi obyek, gambaran partisi obyek yang lebih general adalah dengan
gambar yang diarsir.
Hasil diperoleh dari melihat gambar

Simpulan yang diharapkan didapat siswa adalah penjumlahan pecahan berpenyebut


sama dapat diperoleh hasilnya dengan menjumlah pembilangnya, sedangkan
penyebutnya tetap. 

Penjumlahan pecahan berpenyebut sama dapat diperoleh hasilnya dengan menjumlah


pembilangnya, sedangkan penyebutnya tetap.

Ternyata, setelah diperhatikan dapat disimpulkan sebagai berikut.

1. Bilangan pecahan yang pertama dan kedua memiliki penyebut yang sama.

2. Hasilnya, juga berpenyebut sama dengan bilangan penyebut yang dijumlahkan.

3. Berarti, bilangan berpenyebut sama, maka penyebut tersebut tidak akan berubah. Tetap saja.

4. Sedangkan pembilangnya ditambahkan sebagaimana operasi tambahan biasa.

Sehingga, operasi hitung pejumlahan bilangan pecahan berpenyebut sama yang di atas, dapat
dituliskan seperti di bawah ini.
Untuk memperjelas penjabaran di atas, marilah dicoba menyelesaikan kaliamat matematika
bilangan pecahan berpenyebut sama di bawah ini.

Jawaban

Pada jawaban nomor 1, terlihat hasilnya adalah 6/5 . Ternyata, bilangan pembilangnya lebih
besar dari penyebutnya. Nah, ini berarti harus diubah ke dalam bentuk pecahan campuran.
Bilangan pembilang “6” jika dibagi bilangan penyebut “5” hasilnya 1 dan bersisa 1. Sehingga
dituliskan: 1 1/5 .

Pada jawaban nomor 2, terlihat hasilnya adalah 3/6 . Karena bilangan penyebut “6” merupakan
kelipatan dari bilangan pembilang “3” , maka ini dapat disederhanakan menjadi pencahan
senilai.

Caranya, kedua posisi dibagi bilangan yang sama, menjadi:

Dengan cara seperti di atas, tidak ada masalah untuk menjumlahkan pecahan dengan bilangan
berpenyebut yang sama.