Anda di halaman 1dari 10

Upacara Tayub Bersih Desa di Pertitahan Sendang Dwi Sri

Simbatan Magetan Jawa Timur

Deskripsi Singkat

Candi Simbatan dikenal sebagai pertitahan dewi sri peninggalan kerajaan


mataram kuno. Pada masa perpindahan kerajaan di jombang (Watu Galuh) yang
dibuktikan oleh prasasti Anjuk Ladang 864 Saka. Menurut masyarakat sekitar
candi ini dibuat diera 900 an ketika penguasa mataram kuno / mataram hindu.
Ccandi simbatan identik dengan candi yang bercorak hindu. Terdapat sebuah
Arca yang diyakini oleh masyarakat simbatan adalah Seorang Lasmi atau Dewi
Sri yang menyebutkan dewi kesuburan. Sebuah kebiasaan masyarakat jawa kuno
yang dahulu menyembah sebuah patung atau arca yang menjadikan atau sebagai
simbol dewa dan disini candi simbatan terdapat dwi sri yang diyakini sebagai
dewa kesuburan. Didalam candi simbatan terdapat 5 ruang yang menurut salah
satu warga simbatan mempunyai filosofi lebih sempurna dibanding candi lainya
seperti canti tikus yang biasanya hanya memiliki 3 trowulan . keunikan dari candi
simbatan terdapat lorong yang menimbukan air dan keluar pada payudara arca
candi dewi sri yang menimbukalan keyakinan bahwa air tersebut membuat tanah

1
dimagetan khususnya desa simbatan menjadi subur dan cocok ditamani oleh
tanaman apapun.

Adanya candi Dewi Sri / dewi kesuburan membuat masyarakat membuat


acara taunana berupa acara bersih desa. Bersih desa setiap tahun diyakini oleh
masyarakat sekitar sebagai penghindar dri bencana. Menurut Pak Sumiran
(Penjaga Candi) bersih desa dilakukan dibulan suro tepatnya malam jumat
pahing. Upacara bersih desa dimulai dari kamis malam yaitu kegiatan slamatan,
dilanjutkan tirakatan lalu keesok harinya yaitu pada hari jumat ada kegiatan
menguras candi dan menangkap ikan lele jumbo didalam candi tersebut lalu
penyembelihan hewan kambing dan ayam dan juga ada karnaval, setelah
memasuki waktu sholat jumat warga malakukan sholat jumat dan acara inti yaitu
pukul 13.00 WIB acara tayuban dan penarian ikan lele yang dikeramatkan oleh
masyarakat sekitar.

Fungsi bersi desa bagi masyarakat desa simbatan , mereka meyakini


dengan adanya acara ada yang turun temurun tersebut akan membersihkan desa
mereka dari segala sesuatu mala petaka / tolak bala dan dilancarkan rejekinya.
Masyarakat meyakini adanya pertitahan sendang dewi sri menjadikan keberkahan
tersendiri untuk kota magetan dan dijadikan kota yang sangat subur dikaki
gunung lawu.

2
Makna Simbolik dan Perpormansi

Tarian tayub merupakan tarian tradisional yang berasala dari tanah jawa
khususnya jawa timur dan jawa tengah. Tayub sangat populer dijawa karena
tampilannya yang aktraktif , dinamis dan estestis sehingga bisa dinikamati oleh
masyarakat terutama dikalangan orang tua. Tarian ini biasanya ditarikan oleh
kaum perempuan sebagai simbol dominan. Dalam pertunjukan tarian tayub
terdapat simbol-simbol yang memiliki makna tersendiri. Simbol yang
ditampilakan antara lain ritual  sesaji,  musik  gamelan, kostum, gerakan tari
dengan ikan lele, dan saweran. Berikut makna simbolik yang ad diupacara tayub
bersih desa dipertitahan Dewi Sri Simbatan Magetan Jawa Timur :

1. Ritual Sesaji.
Sesaji merupakan media yang berupa makanan ataupun hal yang
dikeramatkan untuk disuguhkan kepada roh para leluhur. Ritual sesaji
mempunyai makna untuk meminta keslamatan dan kelancaran dalam melakukan
kegiatan. Tidak hanya itu ritual sesaji juga memiliki makna sosial untuk
menghormati para leluhur. Dalam ritual sesaji terdapat media media yang
diantaranya kembang, makanan, kopi, rokok berikut penjelasan lebih dalam
mengenai media sesaji dan makna yang terkandung :

3
Kembang memiliki makna simbolik yang diyakini masyrakat membawa
keharuman dari para leluhur. Sehingga membawa berkah safaat yang berlimpah
rejeki lanar untuk anak teturunannya.secara lebih detail macam macam kembang
yang digunakan sebagai sesaji memiliki makna yang berbeda.
Kembang Kanthil , kembang kanthil memiliki makna simbolik sebagai
kanti laku atau tansah kumanthil yang memiliki arti untuk meraih ngelmu iku
kalakone kanthi laku. Lekase kalawan kas, tegese kas iku nyantosani.
Maksudnya, untuk meraih ilmu spiritual serta meraih kesuksesan lahir dan batin,
setiap orang tidak cukup hanya dengan memohon-mohon doa.
Kembang Mlathi, kembang mlati memiliki makna simbolik sebagai rasa
melat saka njero ati yang artinya dalam berucap dan berbicara hendaknya kita
selalu mengandung ketulusan dari hati nurani yang paling dalam. Lahir dan batin
haruslah selalu sama, kompak, tidak munafik. Menjalani segala sesuatu tidak asal
bunyi, tidak asal-asalan.
Kembang Mawar, kembang mawar miliki makna simbolik sebagai mawi
– arsa yang artinya kehendak atau niat. Menghayati nilai-nilai luhur hendaknya
dengan niat. Mawar, atau awar-awar ben tawar. Buatlah hati menjadi “tawar”
alias tulus. Jadi niat tersebut harus berdasarkan ketulusan, menjalani segala
sesuatu tanpa pamrih (tapa ngrame) sekalipun pamrih mengharap-harap pahala.

4
Kopi dan Rokok Kekek digunakan untuk ritual sesaji memiliki makna
simbolik yaitu sebagai wujud rasa syukur atas kesuburan desa simbatan. Rokok
untuk menghormati kebiasaan para leluhur jaman dulu.
2. Musik Gamelan

Musik gamelan merupakan alat yang digunakan untuk mengiri sebuah


tarian atau pertunjukan seni. Dalam kesenian tayub musik gamelan berperan
sangat penting untuk pengiringi sebuah tarian yang ditarikan. Tidak hanya
sebagai pengiring musik gamelan juga memiliki simbol dan makna tersendiri
dalam sebuah acara adat yaitu: untuk  pemantaban  rasa  tari  warenggonoguna 
keindahan  dalam  penampilanya  danmana  sosialnya  yaitu 
untukmemperthankan  musik  tradisional  Jawa,  agar  tetap  bisa  dinikmati  oleh
masyarakat . terdapat bagian – bagian atau alat yang digunakan dalam musik
gamelan berikut penjelasan secara mendalam :
 Bonang barung dan bonang penerus (Bonang barung dan bonang penerus
berukuran sedang, beroktaf tengah sampai tinggi yang jika kita dengar berbunyi
nang saat bonang ini ditabuh. Kata nang ini bagi orang jawa diartikan sadar yang
memiliki makna filosofis, setelah manusia terlahir, harus bisa berfikir dengan hati
yang jernih sehingga keputusan yang diambil dengan penuh kesadaran).
 Kethuk (merupakan instrumen gamelan yang berbunyi thuk saat ditabuh. Kata
thuk ini bagi orang jawa diartikan sebagai manthuk yang artinya setuju, yang

5
dimaksudkan agar manusia haruslah setuju dengan semua perintah dan larangan
sang pencipta).
 Kendhang (Kendang merupakan alat gamelan yang terbuat dari kayu nangka.
Panjang kendang 85 cm dan garis tengah 16-20cm. Kendang ini merupakan
pimpinan dalam permainan musik gamelan, kendhang juga mengendalikan irama
cepat atau lambat dalam permainan gamelan. Kata kendang diambil dari bunyi
alat musik ini saat dimainkan yaitu berbunyi dang. Adapun filosofi dari ndang
merupakan kata kerja yang memiliki arti bersegeralah dalam beribadah kepada
dsang maha pencipta).
 Kempul merupakan salah satu instrumen gamelan, yang mirif dengan gong,
hanya saja ukurannya lebih kecil. Biasanya kempul ini ditabuh beberapa kali yang
kemudian disusul dengan tabuhan gong. Dalam bahasa jawa, kempul diartikan
kumpul, kata ini merupakan kata ajakan untuk berjama’ah dalam beribadah.
 Saron terbuat dari bahan besi, kayu, karet, dan paku dengan bentuk seperti lesung
kecil. Saron ini memiliki lima macam berdasarkan oktafnya. Kata saron ini dalam
bahasa jawa dinamakan sero yang artinya keras
 Gender berasal dari kata gendera yang berarti bendera, bendera juga merupakan
simbol permulaan. Gender ini dimainkan mendahului alaty-alat musiok lainnya
 Rebab merupakan salah satu alat gamelan yang dibunyikan terlebih dahulu jika
gender tidak ada. Adapun makna filosofis dari rebab ini adalah tujuan atau
keinginan dari suatu tindakan.
 Gambang berasal dari kata gamblang yang berarti seimbang dan jelas, yang
menunjukan adanya keseimbangan antara kehidupan dunia dan kehidupan
akhirat.
 Suling merupakan salah satu intrumen musik gamelan yang terbuat dari bambu,
adapun cara merm,ainkan alat musik ini dengan cara ditiup hingga mengeluarkan
bunyi. Dalam bahasa jawa, filosofis suling yaitu eling yaaing artinya ingat,
makshudnya agar manusia selalu ingat akan kewajibannya.
 Siter merupakan merupakan alat gamelan yang berasal dari kata siteran. Siter ini
merupakan alat musik petik.
 Gong merupakan alat gamelan yang paling jelas suaranya saat dibunyikan karena
ukurannya sangat besar. Yang berbunyi gong…ng…ng
3. Kostum

6
Kostum merupakan pakaian yang digunakan dalam sebuah acara kostum
disini berbeda dengan yang lain yaitu kebaya yang digunakan untuk menari dan
pakaian seragam adat untuk yang terlibat dalam sebuah kesenian tayub. Dimana
kostum yang dipakai dalam kegiatan upacara tayub bersih desa memiliki makna
simbolik tersendiri yaitusebagai  daya  tarik  atau  keindahan  dalam  pertunjukan 
kesenian  tayub  dan makna  sosialnya  yaitu  bentuk  identitas  diri  yang
mempengaruhi  citranya  dalam masyarakat.

4. Gerakan tari dengan ikan lele


Kesenian tayub didesa simbatan berbeda dengan tayub daerah lain dimana
disini tariannya dengan ikan lele jumbo atau dikenal “Lele Joget”. Dalam tarian
ini penari tidak hanya perempuan tetapi juga laki-laki. Gerakan lele joget yaitu
penari membawa lele jumbo yang dikeramatkan lalu mengajaknya berjoget. Tari
tayub disini tidak terlalu aktaktif karena penari sambil memegang ikan dan
menari secara pelan. Gerakan ini memiliki makna simbolik tersendiri yaitu
menceritakan awaal berdirinya sebuah desa dimagetan yaitu desa simbatan.
Berikut penjelasan lebih detail gerakan tari tayub di desa simbatan :
- Nguyu-uyu
Nguyu-uyu secara etimologis  berasal dari kata “manghayu-hayu”  yang
artinya penghormatan kepada semua tamu yang hadir sebelum acara tayub
dimulai. Jadi nguyu-uyu yang dimaksudkan adalah membunyikan beberapa
gending dan nyanyian dengan karawitan jawa yang fungsinya untuk memberikan
penghormatan kepada para hadirin yang datang lebih awal sebelum acara dimulai.
- Bedhayan

7
Merupakan tarian pembuka sebelum pertunjukan tayub dimulai. Biasa
dilakukan oleh dua penari atau lebih. Adapun tariannya teradaptasi dari Bedhaya
Gaya Yogyakarta dan Surakarta. Yang berbeda dengan tayub didesa simbatan
adalah penari membawa ikan jombo yang dikeramatkan. Penarian dengan ikan
lele jumbo ini dilakukan secara pelan – pelan karena lele yang dibawa diyakini
merupakan jelmaan leluhur didesa simbatan. Menari dengan ikan lele memiliki
makna simbolik tersendiri yang diyakini oleh masyarakat yaitu dengan mengikut
sertakan leluhur untuk ikut menari akan membuat roh leluhur senang sehingga
desa simbatan akan diberikan keberkahan yang lebih banyak kelancaran rejeki
untuk masyarakat.
- Talu
Sebelum pergelaran tayub dimulai terlebih dahulu dibunyikan lagu
(gending)  sebagai penghantar. Rangkaian gending yang sudah ditentukan ini
disebut talu atau patalon, berasal dari kata talu (bertalu-talu) menunjukkan pada
cara membunyikan, tapi ada yang menyatakan sebagai berasal dari kata telu
(tiga).
- Beksa

8
Beksa, joged atau tari, mempunyai pengertian yang sama, ham-beksa 
atau  an-joged artinya “menari”, dalam hal ini yakni menarikan gerak dengan
ikan lele jombo atau dikenal dengan lele joget itu merupakan ciri khas dari tayub
yang berada didesa simbatan. Disinilah pertunjukan tayub dimulai. Dengan
beberapa keahlian para tledhek dan antusias pengibingnya. Pertunjukan biasa
berlangsung hingga tengah malam, tergantung dari tuan rumah yang mengadakan.
5. Saweran
Saweran adalah memberi uang kepada penari dimana sipemberi ikut
menari bersama sambil membawa uang. Biasanya saweran dilakukan oleh pejabat
pejabat desa. Saweran diacara ini memiliki makna tersendiri yaitu bentuk rasa
terimakasih penikmat tayub karena merasa terhibur dengan penampilan
warenggono.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Upacara Tayub Bersih Desa di Pertitahan Sendang
Dewi Sri Simbatan Magetan Jawa Timur.

 Nilai budaya, kesenian tayub sangat kental dengan nilai budaya yaitu mengankat
dan melestarikan budaya nenek moyang. Kesenian tayub terus dilestarikan untuk
menjaga agar tidak hilang dan dapat dikenalkan kepada anak cucu mereka.
Khusus di desa simbatan tarian tayub lele joget mempunyai nilai budaya
tersendiri yang tidak diada didaerah lainya.
 Nilai religius, nilai religius yang terkandung dalam kesenian tayub lele joget
adalah mengormati peninggalan nenek moyang yang memiliki kebiasaan
beribadah menggunakan media patung sebagai perantara wujud tuhan yang maha
esa.
 Nilai moral , nilai moral yang ada dikesenian tayub tersebut adalah memberikan
contoh yang baik kepada anak cucu agar selalu melestarikan budaya.

9
Prospek nilai yang terkandung dalam Upacara Tayub Bersih Desa di Pertitahan
Sendang Dewi Sri Simbatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Upacara adat tarian tayub dipertitahan dewi sri simbatan memberikan


prospek kedepan untuk kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara yaitu
memujudkan kerukunan antara anggota masyarakat. Dengan adanya kegiatan itu
masyarakat saling bergotong-gotong untuk mengadakan kegiatan sehingga akan
terjalin silatuhrami antara anggota masyrakat.

Keutuhan NKRI, dengan adanya kegiatan adat seperti diatas diharapkan


memberikan dampak yang positif untuk bangsa indonesia yaitu semakin eratnya
persatuan antar warga masyarakat karena saling bergotong royong bahu
membahu mengadakan acara adat tersebut.

Melesatarikan budaya bangsa, tarian tayub merupakan peninggalan nenek


moyang sehingga harus terus dijaga sebagai wujud pelestarian budaya bangsa
agar tidak diklain oleh negara lain .

10