Anda di halaman 1dari 4

BAB 5

FUNGSI DAN PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BK

1.      Fungsi Teknologi Informasi dalam Bimbingan Konseling

Teknologi informasi dalam bimbingan konseling memiliki beberapa fungsi, terutama


komputer dan internet. Diantaranya:

1)      Mempermudah konselor dalam menyusun, mencari dan juga mengolah data.

2)      Menjaga kerahasiaan suatu data, karena dengan teknologi memungkinkan untuk


menguncinya dan tidak sembarang orang dapat mengaksesnya.

3)      Membantu individu maupun kelompok untuk dapat berkomunikasi dengan lebih mudah
dan relatif murah dalam pelaksanaan konseling.

4)      Memberikan kesempatan kepada individu untuk berkomunikasi lebih baik dengan


menggunakan informasi yang mereka terima tanpa perlu bertemu secara fisik.

5)      Menjadikan teknologi informasi sebagai alat dalam suatu program kegiatan, sehingga
kegiatan tersebut lebih teratur dan terstruktur.

2.      Peranan Teknologi Informasi dalam Bimbingan Konseling

Seperti kita ketahui bahwa saat ini bimbingan konseling belum dikatakan materi,
sehingga tidak semua sekolah di Indonesia memberikan jam yang cukup untuk materi
bimbingan konseing ini, karena berbagai alasan. Dengan demikian apakah dengan tidak
tersedianya waktu yang cukup peran guru bimbingan konseling akan berhasil? Siapapun pasti
akan menjawab tidak. Dengan argumen apapun jika waktu yang tersedia tidak cukup atau
tidak sesuai seperti yang diharapkan, maka jangan harap apa yang disampaikan bisa
mengenai sasarannya. Oleh karena itu peranan teknologi informasi bisa menjawab
kekurangan waktu tersebut. Aplikasi teknologi informasi dalam bimbingan konseling adalah
memberikan informasi kepada klien tentang apa yang dibutuhkannya. Selain itu, sarana yang
diberikan oleh teknologi informasi itu sendiri,  memungkinkan antar pribadi atau kelompok
yang satu dengan pribadi atau kelompok lainnya dapat bertukar pikiran. Teknologi informasi
pun dapat meningkatkan kinerja dan memungnkinkan berbagai kegiatan untuk dilaksanakan
dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas
kerja konselor itu sendiri.

Sebagai salah satu profesi yang memberikan layanan sosial atau layanan kemanusiaan
maka secara sadar atau tidak keberadaan profesi bimbingan konseling berhadapan dengan
perubahan realitas baik yang menyangkut perubahan-perubahan pemikiran, persepsi,
demikian juga nilai-nilai. Perubahan yang terus menerus terjadi dalam kehidupan, mendorong
konselor perlu mengembangkan pemahaman, dan penerapannya dalam perilaku serta
keinginan untuk belajar, dengan diikuti kemampuan untuk membantu siswa memenuhi
kebutuhan yang serupa. Layanan Bimbingan dan Konseling menjadi sangat penting karena
langsung berhubungan langsung dengan siswa. Hubungan ini tentunya akan semakin
berkembang pada hubungan siswa dengan siswa lain, guru dan karyawan, orang tua /
keluarga, dan teman-teman lain di rumah. Selanjutnya bagaimana pengaruhnya dengan
pembelajarannya di sekolah, sosialisasi dengan teman, saudara baik di sekolah dan di rumah.
Dan tentu saja dengan prestasinya di bidang akademik dan non akademik.

Dukungan layanan ini dapat diperoleh dari tersedianya data yang akurat yang
sepertinya untuk saat ini sangat tepat apabila data tersebut didapatkan dari system komputasi.
Agar bisa bertahan dan diterima oleh masyarakat, maka bimbingan dan konseling harus dapat
disajikan dalam bentuk yang efisien dan efektif yatiu dengan menggunakan ICT atau dengan
kata lain harus melibatkan teknologi informasi, khususnya teknologi informasi dalam
bimbingan dan konseling.

Penggunaan ICT dalam konseling mengarah pada pengembangan media konseling.


Selain dapat dilakukan melalui tatap muka, konseling dapat dilakukan secara jarak jauh.
Beberapa diantaranya sebagai berikut.

1. Konseling melalui telepon

2.  Konseling berbantuan komputer

3. Konseling melalui internet

3.     Manfaat TI Dalam Bimbingan Dan Konseling

Komputer merupakan salah satu media yang dapat dipergunakan oleh konselor dalam
proses konseling. Penggunaan komputer (internet) dapat dipergunakan untuk membantu
siswa dalam proses pilihan karir sampai pada tahap pengambilan keputusan pilihan karir. Hal
ini sangat memungkinkan, karena dengan membuka internet, maka siswa akan dapat melihat
banyak informasi atau data yang dibutuhkan untuk menentukan pilihan studi lanjut atau
pilihan karirnya.

Manfaat penggunaan komputer (internet) adalah:

1.      Pemanfaatan internet untuk survei, mencari data, informasi atau dokumen elektronik
yang berharga..

2.       Pemakaian email .

3.       Proses konseling on-line

Fasilitas di internet dapat dapat dipergunakan untuk melakukan testing bagi siswa.
Tentu saja hal ini harus didasari pada kebutuhan siswa. Penggunaan komputer di kelas
sebagai media bimbingan dan konseling akan memiliki beberapa keuntungan:

1.      Akan meningkatkan kreativitas, meningkatkan keingintahuan dan memberikan variasi


pengajaran, sehingga kelas akan menjadi lebih menarik,

2.      Konselor akan memiliki pandangan yang baik dan bijaksana terhadap materi yang
diberikan;

3.      Akan memunculkan respon yang positif terhadap penggunaan email;

4. Tidak akan menimbulkan kebosanan;

Selain penggunaan internet seperti yang telah diuraikan di atas, dapat dipergunakan
pula software seperti microsoft power point. Software ini dapat membantu konselor dalam
menyambaikan bahan bimbingan secara lebih interaktif. Konselor dituntut untuk dapat
menyajikan bahan layanan dengan mempergunakan imajinasinya agar bahan layanannya
tidak membosankan.
dalam program power point. Melalui fasilitas ini, konselor dapat pula memasukkan gambar-
gambar di luar fasilitas power point, sehingga sasaran yang akan dicapai menjadi lebih
optimal.

Media E-learning, adalah metode belajar mengajar baru yang menggunakan media
jaringan komputer dan Internet, tersampaikannya bahan ajar (konten) melalui media
elektronik, otomatis bentuk bahan ajar juga dalam bentuk elektronik (digital), dan adanya
sistem dan aplikasi elektronik yang mendukung proses belajar mengajar.