Anda di halaman 1dari 44

TUGAS REVIEW OBAT

PER HARI 10 ITEM OBAT


SHEET DIBERI TANGGAL PENGERJAAN

FORM YG DIGUNAKAN DALAM PENGERJAAN

NO NAMA OBAT KOMPOSISI / ZAT AKTIF INDIKASI ATURAN PAKAI


1

GOLONGAN OBAT YG DIKERJAKAN ATURAN PAKAI


1 ANTI DIABETES DILENGKAPI UNTUK LAZIM, ANAK, BUMIL BUSUI DAN LANSIA
2 CARDIOVASKULAR
3 CNS SILAHKAN DG ISO MIMS MEDSCAPE JURNAL DLL,
4 OBAT OBAT SALURAN KEMIH
5 ANTIBIOTIK
6 VITAMIN IBU HAMIL
7 VITAMIN ANAK
8 VITAMIN NOOTROPIK
9 TOPICAL
10 TETES MATA
11 TETES TELINGA
12 OBAT OBAT DENGAN PENGGUNAAN KHUSUS (INSULIN, NEBULES, AEROSOL)
13 VAKSIN
14 OBAT OBAT OTC
15 OBAT OWA (CARI MEREK DAGANG YG BEREDAR DI MASY)
16 HORMONAL
17 OBAT SALURAN PERNAFASAN
18 OBAT SALURAN CERNA (MAAG DIARE, PEPTIC ULCER)
DSB
EFEK SAMPING INTERAKSI OBAT

K, BUMIL BUSUI DAN LANSIA

APE JURNAL DLL,


NO NAMA OBAT KOMPOSISI / ZAT AKTIF
Kuinapril hidroklorida 10 mg; 20
1 ACCUPRIL mg
(ISO Vol. 51)

Kaptopril 12,5 mg; 25 mg


2 CAPTENSIN
(ISO Vol. 51)

Ramipril 5 mg; 10 mg
3 DECAPRIL
(IONI)

Lisinopril 5 mg; 10 mg
4 INTERPRIL
(ISO Vol. 51)
5 TENATEN Enalapril maleat 10 mg
(ISO Vol. 51)

Atenolol 50 mg, 100 mg


6 BETABLOK
(ISO Vol. 51)

7 CARBLOXAL Karvedilol 6,25 mg; 25 mg


(IONI)
Bisolol fumarat 5 mg
8 PROBETA
(IONI)

9 LOPRESOR Metoprolol tartrat 100 mg


(IONI)
Nebivolol 5 mg
10 NEBILET
(IONI)

Amlodipin 5 mg; 10 mg
11 CARDICAP
(IONI)

12 VASDALAT Nifedipin 5 mg; 10 mg


(IONI)
Nimodipin 0,2 mg/ml
13 NIMOTOP
(IONI)

Valsartan 40 mg; 80 mg; 160 mg


14 DIOVAN
(IONI)

15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
INDIKASI

Hipertensi & gagal jantung kongestif

Hipertensi ringan sampai dengan sedang pada pasien


dewasa dan anak - anak. Pengobatan gagal jantung
kongesti, digunakan dengan diuretik atau digitalis

Hipertensi ringan sampai sedang; gagal jantung kongestif


(tambahan); setelah infark miokard pada pasien dengan
gagal jantung yang terbukti secara klinis; pasien rentan usia
diatas 55 tahun, pencegahan infark miokard, stroke,
kematian kardiovaskular atau membutuhkan
revaskularisasi.

Hipertensi, terapi tambahan pada CHF


Hipertensi, gagal jantung.

Hipertensi, angina, infark miokard, intervensi

Hipertensi esensial sebagai terapi tunggal atau kombinasi


dengan antihipertensi lain terutama diuretika tiazid, gagal
jantung kongestif: tidak sebagai terapi tunggal tetapi
sebagai terapi kombinasi bersama terapi standar dengan
digitalis, diuretika dan penghambat ACE.
Hipertensi dan angina, gagal jantung kronik.

Hipertensi, angina, aritmia; profilaksis migren;


tirotoksikosis.
Hipertensi esensial

hipertensi, profilaksis angina.

profilaksis dan pengobatan angina; hipertensi.


pencegahan dan pengobatan gangguan neurologik iskemik
setelah aneurism perdarahan subarachnoid.

hipertensi (dapat digunakan tunggal maupun dikombinasi


dengan obat antihipertensi lain); gagal jantung pada pasien
yang tidak dapat mentoleransi obat penghambat ACE
(penghambat enzim pengubah angiotensin).
ATURAN PAKAI EFEK SAMPING

Sehari 1x1 tab; dosis awal 5 mg sehari; dapat ditingkatkan


sampai 20 - 40 mg bila khasiat yang diinginkan tidak tercapai

Dosis Awal sehari 2 x 12,5 mg. Pemeliharaan sehari 2 x 25


mg, dapat ditingkatkan setelah 2 - 4 minggu. Dosis maks Proteinuria, penigkatan ureum darah dan
sehari 3 x 50 mg. kreatinin, idiosinkratik, rashes, terutama pruritus,
Dosis Awal Anak 0,3 mg/KgBB/hari. Maks 0,6/KgBB/Hari neutropenia, anemia, trombositopenia, hipotensi
dalam 2-3 dosis terbagi.

Jika respon pasien tidak memuaskan terhadap dosis 5-10 mg


sehari, dianjurkan terapi kombinasi dengan antihipertensi
lain seperti diuretika nonkalsium atau antagonis kalsium.
hipotensi; pusing, sakit kepala, letih, astenia, mual
Gagal jantung, pasien dengan penyakit jantung berat, (terkadang muntah), diare, (terkadang konstipasi),
kram otot, batuk kering yang persisten, gangguan
hipotensi, gangguan fungsi ginjal, gangguan elektrolit dan
kerongkongan, perubahan suara, perubahan
pasien dengan gagal jantung berat harus diawasi dengan
pencecap (mungkin disertai dengan turunnya
pengawasan.
berat badan), stomatitis, dispepsia, nyeri perut;
gangguan ginjal; hiperkalemia; angiodema,
Pada kasus yang tidak kompleks, terapi dapat dimulai dengan urtikaria, ruam kulit (termasuk eritema
1 tablet 1,25 mg, diikuti oleh 1 tablet 1,25 mg dua kali sehari
selama 2-7 hari. Minggu ke 2: 1 tablet 2,5 mg dua kali sehari. multiforme dan nekrolisis epidermal toksik), dan
reaksi hipersensitivitas (lihat keterangan di bawah
Minggu ke 3: 1 tablet 5 mg dua kali sehari. Jika dosis yang
untuk kompleks gejala), gangguan darah
sesuai sudah dititrasi, dosis penunjang dapat diberikan
(termasuk trombositopenia, neutropenia,
sebagai dosis tunggal pada pagi hari atau sebagai dosis
agranulositosis, dan anemia aplastik); gejala-
terbagi dua.
gejala saluran nafas atas, hiponatremia,
takikardia, palpitasi, aritmia, infark miokard, dan
Pengurangan mortalitas (kematian) pada gagal jantung
strok (mungkin akibat hipotensi yang berat), nyeri
setelah fase infark miokard akut, terapi dimulai 3 hari
pertama sesudah kejadian infark. Dosis awal yang sesuai punggung, muka merah, sakit kuning
(hepatoseluler atau kolestatik), pankreatitis,
1,25-2,5 mg dua kali sehari dan terapi harus dilakukan
gangguan tidur, gelisah, perubahan suasana hati,
dengan pengawasan tekanan darah dan fungsi ginjal yang
ketat. Dosis ditingkatkan paling sedikit 2 hari menjadi 2,5-5 parestesia, impotensi, onikolisis, alopesia.
mg dua kali sehari dan target dosis 5 mg dua kali sehari dapat
dicapai.

Hipertensi: Dosis Awal; sehari 2,5 mg; pemeliharaan: sehari


Hipotensi, edema angioneurotik, urtikaria, pusing,
10-20 mg, maksimum sehari 40 mg.
sakit kepala, lelah, diare, ruam kulit, palpitasi,
CHF: Dosis awal, sehari 2,5 mg; pemeliharaan, sehari 10-20
nyeri dada.
mg
Sehari 10-40 mg.
Hipertensi dosis awal sehari 2,5-5 mg. Dosis pemeliiharaan
sehari 10-40 mg. Pusing, sakit kepala, mual, diare, kemerahan,
Gagal Jantung dosis awal sehari 2,5 mg, ditingkatkan setelah keram otot
2-4 minggu. Dosis pemeliharaan sehari 20 mg dalam dosis
tunggal atau dalam 2 dosis terbagi.

Hipertensi 50-100 mg sehari dapat dikombinasi bila perlu.


Angina 100 mg sekali sehari atau 50 mg dua kali sehari.
Intervensi setelah infark miokard 100 mg sehari.
Penyesuaian dosis pada pasien gangguan ginjal dengan
pusing, lemah, bradikardia, sakit kepala, gangguan
bersihan kreatinin 15-35 ml/min/1,73m2 sehari dosis 50 mg
penglihatan, bronkospasme pada pasien asma
sehari dan bila <15-35 ml/min/1,73m2 sehari dosis 50 mg
dua hari sekali
Pasien hemodialisis 550 mg setelah dialisis. Dosis pada usia
lanjut dapat dikurangi.

Hipertensi, dewasa dosis awal 12,5 mg sehari, tingkatkan


setelah 2 hari ke dosis lazim 25 mg sehari, jika perlu dapat Hipotensi postural, pusing, sakit kepala, letih,
ditingkatkan lebih lanjut dengan interval sekurang-kurangnya bradikardi, gangguan saluran cerna; kadang-
2 minggu sampai maksimal 50 mg/ hari sebagai dosis tunggal kadang penurunan sirkulasi perifer; gejala-gejala
atau terbagi; usia lanjut dosis awal 12,5 mg sehari, jika mirip influenza, edema perifer dan nyeri pada
respon dapat ditingkatkan setelah 2 minggu menjadi dosis anggota gerak, mulut kering, mata kering, iritasi
maksimum 50 mg/ hari; gagal jantung kongestif, dosis mata atau gangguan pandangan, impotensi;
individual dan dipantau ketat selama titrasi dosis, dosis awal jarang: angina, AV block, eksaserbasi klaudikasio
yang dianjurkan 3,125 mg 2 kali sehari selama 2 minggu intermiten atau fenomena Raynaud; reaksi alergi
ditingkatkan menjadi 12,5 mg sampai 25 mg 2 kali sehari kulit, ekserbasi psoriasis, hidung tersumbat,
setelah 2 minggu. Dosis maksimum yang dapat ditoleransi bersin-bersin, perasaan dipresi, gangguan tidur,
adalah 2 kali 25 mg/hari pada pasien dengan berat badan parestesia, gagal jantung, perubahan enzim hati,
kurang dari 85 kg dan 2 kali 50 mg/hari pada pasien dengan trombositopenia, leukopenia juga dilaporkan.
berat badan lebih dari 85 kg.
Hipertensi dan angina. Satu tablet 5 mg sehari sekali pada
pagi hari sebelum atau sesudah makan. Dalam kasus
sedang/tidak terlalu berat, satu tablet sehari mungkin cukup.
Kebanyakan kasus dapat terkontrol dengan pemberian 2
tablet/hari (10 mg), kecuali pada sejumlah kecil kasus
memerlukan dosis 4 tablet/hari (20 mg). Pada pasien dengan
disfungsi ginjal atau disfungsi hati berat, maksimum dosis per
hari adalah 2 tablet/hari (10 mg);

Gagal Jantung Kronik (CHF). 1,25 mg sehari sekali untuk satu


Bradikardi, gagal jantung, hipotensi, gangguan
minggu, jika dapat ditoleransi dengan baik dapat ditingkatkan
konduksi, bronkospasme, vasokonstriksi perifer,
menjadi 2,5 mg sehari sekali untuk minggu berikutnya, jika
gangguan saluran cerna, fatigue, gangguan tidur,
dapat ditoleransi dengan baik dapat ditingkatkan menjadi jarang ruam kulit dan mata kering (reversibel bila
3,75 mg sehari sekali untuk minggu berikutnya, jika dapat
ditoleransi dengan baik dapat ditingkatkan menjadi 5 mg obat dihentikan), eksaserbasi psoriasis.
sehari sekali untuk 4 minggu berikutnya, jika dapat
ditoleransi dengan baik dapat ditingkatkan menjadi 7,5 mg
sehari sekali untuk 4 minggu berikutnya, jika dapat
ditoleransi dengan baik dapat ditingkatkan menjadi 10 mg
sehari sekali untuk terapi pemeliharaan. Setelah pemberian
awal 1,25 mg, pasien harus diamati selama lebih kurang 4
jam (terutama berkaitan dengan tekanan darah, detak
jantung, gangguan konduksi, tanda-tanda memburuknya
gagal jantung).

oral, hipertensi, awalnya 50 mg sehari, penunjang 50-100 mg


sehari dalam 1-2 dosis terbagi; Angina, 50-100 mg 2-3 kali
sehari; Aritmia, biasanya 50 mg 2-3 kali sehari; bila perlu
bradikardi, gagal jantung, hipotensi, gangguan
sampai dengan 300 mg sehari dalam dosis terbagi; Profilaksis
konduksi, bronkospasme, vasokonstriksi perifer,
migren, 100-200 mg sehari dalam dosis terbagi; gangguan saluran cerna, fatigue, gangguan tidur,
Tirotoksikosis, (tambahan), 50 mg 4 kali sehari.
jarang ruam kulit dan mata kering (reversibel bila
obat dihentikan), eksaserbasi psoriasis.
Injeksi intravena, aritmia, sampai dengan 5 mg dengan
kecepatan 1-2 mg/menit, jika perlu diulangi setelah 5 menit,
dosis total 10-15 mg.
Satu tablet (5 mg) sehari diberikan pada waktu yang sama
sakit kepala, pusing, parestesia, dispnea, sembelit,
setiap harinya di waktu makan. Tekanan darah akan turun
mual, diare, letih, oedema, depresi, gangguan
setelah 1-2 minggu pengobatan. Efek optimal biasanya
penglihatan, bradikardi, gagal jantung,
dicapai setelah 4 minggu. Beta bloker dapat digunakan dalam
menurunkan blok/konduksi AV, bronkospasme,
bentuk tunggal atau bersamaan dengan antihipertensi lain.
dispepsia, flatulen, muntah, pruritus, ruam
Penambahan antihipertensi yang telah diamati adalah
kemerahan, impoten, pingsan, halusinasi, psikosis,
Nebivolol 5 mg dengan hidroklorotiazid 12,5–25 mg.
bingung, ekstremitas dingin/cyanotic, fenomena
Raynaud, mata kering dan toksisitas oculo-
Penderita di atas umur 65 tahun dosis dimulai 2,5 mg/hari.
mucocutaneous tipe practolol.
Bila diperlukan dosis dapat dinaikkan sampai 5 mg.

nyeri abdomen, mual, palpitasi, wajah memerah,


edema, gangguan tidur, sakit kepala, pusing, letih;

Jarang terjadi, gangguan saluran cerna, mulut


kering, gangguan pengecapan, hipotensi, pingsan,
nyeri dada, dispnea, rhinitis, perubahan perasaan,
tremor, paraestesia, gangguan kencing, impoten,
hipertensi atau angina, dosis awal 5 mg sekali sehari; ginekomastia, perubahan berat badan, mialgia,
maksimal 10 mg sekali sehari. gangguan penglihatan, tinitus, pruritus, ruam kulit
(termasuk adanya laporan eritema multiform),
alopesia, purpura dan perubahan warna kulit;

Sangat jarang, gastritis, pankreatitis, hepatitis,


jaundice, kolestasis, hiperplasia pada gusi, infark
miokard, aritmia, vaskulitis, batuk, hiperglikemia,
trombositopenia, angioedema dan urtikaria.

angina dan fenomena Raynaud, sediaan konvensional, dosis


awal 10 mg (usia lanjut dan gangguan hati 5 mg) 3 kali sehari
dengan atau setelah makan; dosis penunjang lazim 5-20 mg 3
kali sehari; untuk efek yang segera pada angina: gigit kapsul pusing, sakit kepala, muka merah, letargi;
dan telan dengan cairan. takikardi, palpitasi; juga edema kaki, ruam kulit
(eritema multiform dilaporkan), mual, sering
Hipertensi ringan sampai sedang dan profilaksis angina: kencing; nyeri mata, hiperplasia gusi; depresi
sediaan lepas lambat, 30 mg sekali sehari (tingkatkan bila dilaporkan; telangiektasia dilaporkan.
perlu, maksimum 90 mg sekali sehari) atau 20 mg 2 kali
sehari dengan atau setelah makan (awalnya 10 mg 2 kali
sehari, dosis penunjang lazim 10-40 mg 2 kali sehari).
secara infus intravena melalui kateter sentral awalnya 1
mg/jam (sampai 500 mg/jam jika berat badan kurang dari 70
kg atau jika tekanan darah tidak stabil), tingkatkan setelah 2 hipotensi, frekuensi jantung bervariasi, muka
jam menjadi 2 mg/jam asalkan tidak terjadi penurunan merah, sakit kepala, gangguan saluran cerna,
tekanan darah hebat dan harus dilanjutkan paling sedikit 5 mual, berkeringat, rasa hangat; dilaporkan
hari (maksimal 14 hari); jika dilakukan pembedahan selama trombositopenia dan ileus.
pengobatan, lanjutkan paling sedikit 5 hari setelah
pembedahan; waktu penggunaan maksimal 21 hari.

Hipertensi, lazimnya 80 mg sekali sehari; jika diperlukan


(pada pasien yang tekanan darahnya tidak terkontrol)
ditingkatkan hingga 160 mg sehari atau ditambahkan
pemberian diuretika; tidak diperlukan penyesuaian dosis
untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau pada pasien
dengan gangguan fungsi hati tanpa kolestasis.
diare, sakit kepala, mimisan; trombositopenia,
nyeri sendi, nyeri otot, gangguan rasa,
Gagal jantung, dosis awal 40 mg dua kali sehari. Penyesuaian neutropenia.
dosis hingga 80 mg dan 160 mg dua kali sehari harus
dilakukan pada dosis tertinggi yang dapat ditoleransi oleh
pasien; pertimbangan untuk menguragi dosis harus dilakukan
pada pasien yang juga menerima diuretika; dosis maksimal
yang diberikan pada uji klinik adalah 320 mg pada dosis
terbagi.
INTERAKSI OBAT
NSAIDs menurunkan efektifitas
enalapril, suplemen kalium, dan
diuretik hemat kalium
penggunaan bersama dengan
penghambat ACE dan beta bloker
tidak dianjurkan.
NO NAMA OBAT KOMPOSISI / ZAT AKTIF

Klorpromazin hidroklorida 100


1 CEPEZET mg/tab; 25 mg/ml
(ISO Vol. 51)

Haloperidol 2 mg; 5 mg
2 HALDOL
(IONI)
Klozapin 25 mg; 100 mg
3 CYCOZAM
(IONI)

Risperidon 2 mg
4 RISPERDAL
(IONI)
Olanzapin 5 mg; 10 mg
5 ONZAPIN
(IONI)
INDIKASI

Pengobatan umum: Neurosis, gangguan sistem saraf pusat


yang memerlukan penenang, pramedikasi anastesi,
hipotensi terkontrol, induksi hipotermia, dan anti muntah.
Psikiatri: Skizofrenia, psikosis akut dan keadaan maniak
akut. Gangguan skizoefektif dan sindrom paranoid
gangguan perilaku karena kelambatan mental (obat
tambahan).

Skizofrenia dan psikosis lain, mania, terapi tambahan


jangka pendek untuk agitasi psikomotor, eksitasi, perilaku
kekerasan atau impulsif yang berbahaya
skizofrenia (termasuk psikosis pada penyakit Parkinson)
pada pasien yang tidak respon atau intoleran dengan obat
antipsikotik konvensional.

psikosis akut dan kronik, mania.


skizofrenia, kombinasi terapi mania, mencegah kambuhnya
kelainan bipolar
ATURAN PAKAI

Tablet: Disesuaikan dengan keadaan penderita; sebaiknya dimulai


dengan dosis awal; kemudian ditingkatkan secara berangsur-angsur.
Dewasa: 10-25 mg tiap 4-6 jam. Psikosis: 200-800 mg/hari. Anak 0,5
mg/KgBB/hari tiap 4-6 jam (bila sangat perlu).
Ampul: Skizofrenia dan psikosis lain; dewasa (IM); untuk meringankan
gejala-gejala akut; 25-50 mg tiap 6-8 jam. Anak 1-5 tahun (IM): 0,5
mg/KgBB/hari setiap 6-8 jam. Anak 6-12 tahun 0,5 mg/KgBB/hari
setiap 6-8 jam. Tidak boleh melebihi 75 mg sehari. Penderita lansia
atau debil: dosis lebih rendah dari dewasa (misalnya 25 mg setiap 8
jam) pada umumnya mencukupi. untuk mual dan muntah yang berat:
Dewasa (IM), awal 25 mg, selanjutnya 25-50 mg tiap 3-4 jam sampai
muntah berhenti; terapi selanjutnya secara oral. anak 1-5 tahun (IM):
0,5 mg/KgBB/hari tiap 6-8 jam. Anak 6-12 tahun: 0,5 mg/KgBB/hari
tiap 6-8 jam, maksimal sehari 75 mg.

dosis awal 1,5-3 mg, 2-3 kali sehari atau 3-5 mg, 2-3 kali sehari pada
kasus berat atau resisten. Pada skizofrenia resisten sampai 100 mg
(jarang sampai 120 mg) per hari mungkin diperlukan. Sesuaikan
dengan respons, dosis pemeliharaan efektif serendah mungkin
(sampai serendah 5-10 mg/hari). LANSIA (atau debil) dosis awal
setengah dosis dewasa. ANAK: dosis awal 25-50 mcg/kg bb/hari
dalam 2 dosis terbagi, maksimal 10 mg. Remaja sampai 30 mg/sehari.
Terapi tambahan jangka pendek pada ansietas berat, DEWASA: 500
mcg, 2 kali sehari. ANAK: tidak dianjurkan. Pada kasus cegukan yang
sulit diobati: 1,5 mg, 3 kali sehari. Sesuaikan dengan respons. ANAK
tidak dianjurkan
skizofrenia, DEWASA > 16 tahun (pengawasan medis ketat saat
inisiasi/awal-risiko kolaps sehubungan dengan hipotensi) 12,5 mg 1
atau 2 kali pada hari pertama lalu 25-50 mg pada hari ke 2 dan
dinaikkan bertahap (jika ditoleransi dengan baik) pada 25-50 mg
sehari selama 14-21 hari hingga 300 mg sehari dengan dosis terbagi
(dosis malam lebih besar, hingga 200 mg sehari dapat dikonsumsi
sebagai dosis tunggal menjelang tidur); jika perlu dapat ditingkatkan
hingga 50-100 mg sekali (dianjurkan)-dua kali seminggu; dosis lazim
200-450 mg sehari (maksimal 900 mg sehari). CATATAN: memulai
setelah interval lebih dari 2 hari, 12,5 mg 1-2 kali sehari pada hari
pertama (namun dosis dapat ditingkatkan lebih cepat daripada saat
inisasi)- perhatian ekstrim jika sebelumnya terjadi henti nafas atau
henti jantung dengan pemberian dosis awal. GERIATRI DAN
KELOMPOK RISIKO KHUSUS. Pada geriatri, 12,5 mg sekali pada hari
pertama- penyesuaian berikutnya terbatas hingga 25 mg
sehari.Psikosis pada penyakit Parkinson, dewasa >16 tahun, 12,5 mg
sebelum tidur malam ditingkatkan menjadi 12,5 mg hingga 2 kali
seminggu hingga 50 mg sebelum tidur malam; rentang dosis lazim 25-
37,5 mg sebelum tidur malam; pengecualian, dosis mungkin
ditingkatkan hingga 12,5 mg tiap minggu sampai maksimal 100 mg
sehari dalam 1-2 dosis terbagi.

Psikosis, 2 mg dalam 1-2 dosis terbagi pada hari pertama, kemudian 4


mg dalam 1-2 dosis terbagi pada hari kedua (titrasi dosis yang lebih
lambat dibutuhkan dibutuhkan pada beberapa pasien). Dosis lazim 4-
6 mg per hari. Dosis di atas 10 mg per hari hanya jika manfaatnya
lebih besar daripada risikonya (maksimum 16 mg per hari). Lansia
(atau pada gangguan fungsi hati atau ginjal) dosis awal 500 mcg dua
kali sehari dan naikkan bertahap sebesar 500 mcg hingga mencapai 1-
2 mg, dua kali sehari. Anak-anak di bawah 15 tahun tidak
direkomendasikan. Mania, Dosis awal 2 mg, satu kali sehari, naikkan
dosis jika perlu secara bertahap sebanyak 1 mg per hari. Dosis lazim
1-6 mg per hari; lansia (atau pada gangguan fungsi hati atau ginjal)
dosis awal 50 mcg dua kali sehari, naikkan dosis bertahap sebesar 500
mcg dua kali sehari hingga mencapai 1-2 mg dua kali sehari.
DEWASA : lebih dari 18 tahun, 10 mg sehari disesuaikan dengan dosis
umumnya 5-20 mg per hari; dosis lebih dari 10 mg sehari hanya
setelah penilaian kembali; maksimal 20 mg sehari.Monoterapi untuk
mania, oral, DEWASA: lebih dari 18 tahun, 15 mg sehari disesuaikan
dengan dosis umumnya 5-20 mg sehari; dosis lebih besar dari 15 mg
hanya setelah penilaian kembali; maksimal 20 mg sehari.
EFEK SAMPING INTERAKSI OBAT

gejala ekstra piramidal, tardive dyskinesia, hipotermia (kadang-kadang


panas), mengantuk, apatis, pucat, mimpi buruk, insomnia, depresi,
agitasi, perubahan pola EEG, kejang, gejala anti muskarinik yang terdiri
atas: mulut kering, hidung tersumbat, konstipasi, kesulitan buang air
kecil, dan pandangan kabur; gejala kardiovaskular meliputi: hipotensi,
takikardi dan aritmia. Terjadi perubahan EKG, pengaruh endokrin
seperti: gangguan menstruasi, galaktore, ginekomastia, impotensia, dan
perubahan berat badan. Terjadi reaksi sensitivitas seperti:
agranulositosis, leukopenia, leukositosis dan anemia hemolitik,
fotosensitisasi, sensitisasi kontak dan ruam, sakit kuning dan perubahan
fungsi hati, sindrom neuroleptik maligna; sindrom menyerupai lupus
eritematosus juga dilaporkan. Perubahan pada lensa dan kornea,
pigmentasi kulit, kornea, konjungtiva dan retina. Pigmentasi keunguan
pada kulit, kornea, konjungtiva dan retina. Injeksi intramuskular
mungkin nyeri, menyebabkan hipotensi dan takikardi.

Kurang sedatif, gejala antimuskarinik dan hipotensif lebih ringan. Jarang


terjadi fotosensitisasi dan pigmentasi. Gejala ekstrapiramidal terutama
distonia dan akatisia lebih sering, terutama pada pasien tirotoksik.
konstipasi, hipersalivasi, mual, muntah; takikardia, perubahan pada EKG,
hipertensi; mengantuk, pandangan kabur, sakit kepala, tremor, rigiditas,
gejala ekstrapiramidal, kejang, fatigue, gangguan pengaturan suhu,
demam; hepatitis, jaundice kolestatik, pankreatitis; inkontinensia urin
dan retensi urin; agranulositosis, leukopenia, eosinofilia, leukositosis;
jarang: disfagia, kopars sirkulasi, aritmia, miokarditis, perikarditis,
tromboemboli, bingung, delirium, gelisah, agitasi, diabetes melitus; juga
dilaporkan, obstruksi usus halus, ileus paralitik, pembesaran kelenjar
parotis, nekrosis heptatis fulminan, trombositopenia, trombositemia
hipertrigliseridemia, hiperkolesterolemia, kardiomiopati, henti jantung,
henti nafas, nefritis interstisial, priapismus, reaksi kulit.

insomnia, agitasi, ansietas, sakit kepala. Kurang umum terjadi:


Mengantuk, gangguan konsentrasi, lelah, pandangan kabur, konstipasi,
mual dan muntah, dispepsia, nyeri abdominal, hiperprolaktinemia
(dengan galaktorea, gangguan menstruasi, ginekomastia), disfungsi
seksual, priapisme, inkontinensia urin, takikardi, hipertensi, udem, ruam
kulit, rhinitis, trauma serebrovaskular, dilaporkan juga terjadinya
neutropenia dan trombositopenia. Jarang terjadi: kejang, hiponatremia,
pengaturan temperatur yang abnormal, serta epitaksis.
efek antimuskarinik ringan dan sementara; mengantuk, kesulitan bicara;
memburuknya penyakit parkinson; gaya berjalan abnormal, halusinasi,
akathisia, asthenia, nafsu makan meningkat, sutu tubuh meningkat,
konsentrasi trigleserida meningkat, udem, hiperprolaktin (tetapi
manifestasi klinik jarang); inkontinensia urin; eosinofilia; hipotensi,
bradikardi, fotosensitif; kadang tromboembolisme, kejang, retensi urin,
priapismus, leukopenia, neutropenia, trombositoenia, rhabdomiolisis,
ruam kulit, hepatitis, pankreatitis; dengan injeksi, reaksi lokasi injeksi:
sinus pause, hipoventilasi.
NO NAMA OBAT KOMPOSISI / ZAT AKTIF

1 IKAPHEN Phenytoin Na 100 mg; 50 mg/2


ml

2 ALPENTIN Gabapentin 100 mg; 300 mg

Pregabalin 75 mg; 150 mg; 300


3 APRION
mg

4 IKALEP Na valproat 250 mg


DEPAKOTE /
5 Divalproex Na 250 mg; 500 mg
DEPAKOTE ER

6
7
8
9
10
INDIKASI

Mengontrol serangan epilepsi grand mal & psikomotor.

Terapi tambahan untuk terapi kejang parsial sederhana &


kompleks, terutama kejang tonik-klonik umum sekunder
yang tidak dapat dikendalikan dengan antikonvulsan
standar atau intoleran terhadap dosis terapeutik obat
tersebut.

Nyeri neuropatik, epilepsi

Epilepsi jenis petit mal (simple & complex absence seizure).


Terapi episode manik akut atau campuran yang
berhubungan dengan gangguan bipolar dengan atau tanpa
disertai psikosis. Terapi tunggal & tambahan untuk kejang
parsial kompleks yang terjadi pada kasus khusus atau yang
berhubungan dengan kejang tipe lain & kejang tipe
multipel. Profilaksis migren pada orang dewasa.
ATURAN PAKAI

Kapsul: Dewasa 1 kapsul 3x sehari. Pemeliharaan: 3-4 kapsul/hari.


Anak Awal 5 mg/KgBB/hari terbagi dalam 2-3 dosis. Maksimal 300
mg/hari. Pemeliharaan: 4-8 mg/KgBB/hari.
Injeksi: Status Epilepsi 150-250 mg IV perlahan, diikuti 100-150 mg
jika diperlukan.
Bedah Saraf Profilaksis: 100-200 mg IM tiap 4 jam

Dewasa & anak >12 tahun 900-1800 mg/hari. Hari ke-1 300 mg 1x
sehari. Hari ke-2: 300 mg 2x sehari. Hari Ke-3: 300 mg 3x sehari.
Selanjutnya, dosis dapat ditingkatkan sampai dengan 1200 mg/hari
diberikan dalam 3 dosis terbagi. Peningkatan dosis lebih lanjut dapat
dilakukan dengan penigkatan sebesar 300 mg/hari, diberikan dalam 3
dosis terbagi. Maksimal 2400 mg/hari.
Pasien gagal ginjal dengan bersihan kreatinin >60 ml/menit: 400 mg
3x sehari, 30-60 ml/menit: 300 mg 1x sehari, 15-30 ml/menit: 300 mg
1x sehari, <15 ml/menit 300 mg tiap 2 hari sekali.
Pasien yang menjalani hemodialisis: Awal 300-400 mg/hari. Dosis
pemeliharaan: 200-300 mg, diberikan 4 jam sesudah hemodialisis.

Awal 75 mg 2x sehari. Dapat ditingkatkan menjadi 150 mg 2x sehari


dengan interval 3-7 hari. Maksimal: 300 mg 2x sehari.

Awal 15 mg/KgBB/hari, tiap minggu dapat ditingkatkan sebanyak 5-10


mg?KgBB/hari. Maksimal: 60 mg/KgBB/hari. Dosis >250 mg/hari
harus diberikan dalam beberapa dosis terbagi.
Dosis awal 15 mg/KgBB/hari. Ditingkatkan dengan interval 1 minggu
sebesar 5-10 mg/KgBB/hari hingga kejang terkendali. Maksimal: 60
mg/KgBB/hari
EFEK SAMPING

Nistagmus, ataksia, sukar bicara, bingung, pusing, insomnia, gugup,


kejang motorik, & sakit kepala. Mual, muntah, konstipasi, hepatitis &
kerusakan hati, kemerahan morbiliform, trombositopenia, leukopenia,
granulositopenia, arganulositosis, pansitopenia, makroistosis & anemia
megaloblastik, limfadenopati. muka menjadi kasar, hiperplasia gusi,
hipertrikosis & penyakit Peyroni, periarteritis nodosa, sindroma
sensitivitas, SLE, gangguan imunoglobin.

Somnolen, pusing, ataksia, lelah, nistagmus, sakit kepala, tremor, mual,


muntah, diplopia, ambliopia, rinitis.

Gangguan sistem darah & limfatik, gangguan metabolisme & nutrisi,


gangguan sistem saraf, mata, telinga & labirin, jantung, pembuluh
darah, pernapasan, toraks & mediastinum, GI, Kulit & jaringan subkutan,
jaringan muskuloskeletal & jaringan ikat, gangguan ginjal & saluran
kemih, gangguan sistem reproduksi & payudara,kelellahan menyeluruh,
edema perifer, edema, gangguan gaya berjalan, astenia, rasa haus, rasa
tertekan pada dada, nyeri, eksaserbasi anasarka, pireksia, rigor;
peningkatan alanin aminotransferase, kreatinin darah, fosfokinase,
aspartat aminotransferase; penurunan jumlah platelet; peningkatan
kadar glukosa darah.

Mual, muntah, diare, kram perut, konstipasi, rasa panas pada ulu hati
(heartburn); sedasi, termor, sakit kepala, mengantuk, pusing, alopesia;
rambut rontok, ruam kulit, fotosensitivitas, trombositopenia,
hiperamonemia, depresi, psikosis.
Mual, muntah, gangguan pencernaan, diare, kram perut, konstipasi,
anoreksia, sedasi, sakit kepala, pusing, nistagmus, ruam kulit, eritema
multiformis.
INTERAKSI OBAT

Amiodaron, kloramfenikol, klordiazepoksid, diazepam,


dikumarol, disulfiram, halotan, INH, metilfenidat,
fenotiazin, fenilbutazon, salisilat, etosuksimid,
sulfonamid, tolbutamid, trazodon, estrogen, antagonis
H2, alkohol, karbamazepin, resepin & sukralfat,
phenobarbital, Na valproat, asam valproat,
kortikosteroid, kumarin, antikoagulan, digitoksin,
doksisiklin, furosemid, kuinidin, rifampisin, teofilin,
estrogen, kontrasepsi oral, Vit. D.

Bioavaibilitas obat berkurang dengan anatasida

Etanol & lorazepam

Obat antikoagulan oral adam asetil salisilat, fenobarbital,


obat antiepilespi lain (karbamazepin, fenobarbital,
fenitoin), primidon.
Antiepilepsi, aspirin, depresan SSP, barbiturat, warfarin,
dikumarol.