Anda di halaman 1dari 145

PENGARUH MEDIA PUZZLE BERBANTUAN APLIKASI CLASSROOM

TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI

SISTEM GERAK KELAS XI SMA NEGERI 8 GOWA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana
Pendidikan pada Jurusan Pendidikan Biologi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Makassar

Oleh :

ARNIDA ASDIR
105441111916

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

MAKASSAR

2020

i
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Arnida Asdir

NIM : 105441111916

Program Studi : Pendidikan Biologi

Jurusan : Pendidikan Biologi

Judul Skripsi : Pengaruh Media Puzzle Berbantuan Aplikasi Classroom

Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi

Sistem Gerak Manusia Kelas XI di SMA Negeri 8 Gowa

Dengan ini menyatakan bahwa:

Skripsi yang saya ajukan di depan tim penguji adalah asli hasil karya saya

sendiri, bukan hasil jiplakan dan tidak dibuatkan oleh siapapun.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan saya bersedia

menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.

Makassar, Oktober 2020

Yang Membuat Pernyataan

Arnida Asdir

ii
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

SURAT PERJANJIAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Arnida Asdir

NIM : 105441111916

Program Studi : Pendidikan Biologi

Jurusan : Pendidikan Biologi

Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dengan ini menyatakan perjanjian sebagai berikut:

1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesainya skripsi ini, saya akan

menyusunnya sendiri (tidak dibuatkan oleh siapapun).

2. Dalam penyusunan skripsi ini, saya akan melakukan konsultasi dengan

pembimbing yang telah ditetapkan oleh pimpinan fakultas.

3. Saya tidak akan melakukan penjiplakan (plagiat) dalam penyusunan skripsi

ini.

4. Apabila saya melanggar perjanjian pada butir 1, 2, dan 3, maka saya bersedia

menerima sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Demikian perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran.

Makassar, Oktober 2020

Yang Membuat Pernyataan

Arnida Asdir

iii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Jangan pernah menunggu.

Waktunya tidak akan pernah tepat.

Kupersembahkan karya ini kepada:

Kedua orang tuaku ayah dan ibu, saudaraku, dosen-dosenku,

sahabatku, seluruh mahasiswa biologi D 2016,

atas keikhlasannya dan doanya dalam mendukung penulis

mewujudkan harapan menjadi kenyataan

iv
ABSTRAK

Arnida Asdir. 2020. Pengaruh Media Puzzle Berbantual Aplikasi Google


Classroom Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Sistem Gerak
Manusia Kelas XI SMA Negeri 8 Gowa. Skripsi. Program Studi Pendidikan
Biologi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah
Makassar. Pembimbing I Hilmi Hambali dan Pembimbing II Muhammad Wajdi.
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah; 1) Bagaimana pengaruh media
puzzle berbantuan aplikasi google classroom terhadap hasil belajar peserta didik
pada materi sistem gerak kelas XI di SMA Negeri 8 Gowa?; 2) Apakah ada
pengaruh penggunaan media puzzle berbantuan aplikasi google classroom
terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI di SMA Negeri 8 Gowa?. Tujuan
penelitian ini adalah; 1) Untuk mengetahui bagaimana pengaruh media puzzle
berbantuan aplikasi google classroom terhadap hasil belajar peserta didik pada
materi sistem gerak kelas XI di SMA Negeri 8 Gowa; 2) Untuk mengetahui
Apakah ada pengaruh penggunaan media puzzle berbantuan aplikasi google
classroom terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI di SMA Negeri 8 Gowa.
Adapun manfaat pada penelitian ini bagi siswa dapat meningkatkan hasil belajar
peserta didik pada materi sistem gerak manusia dan sebagai pengalaman baru
dalam belajar.
Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan desain penelitian Pretset
Posttest control grup design. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji
Insdependent sampel t-test dengan software SPSS 24 mendapatkan nilai signifikan
0,000 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan media
puzzle berbantuan aplikasi google classroom terhadap hasil belajar peserta didik
pada materi sistem gerak manusia kelas XI SMA Negeri 8 Gowa.

Kata Kunci: media puzzle, google classroom, hasil belajar.

v
KATA PENGANTAR

Allah Maha Penyayang dan Pengasih, demikian kata untuk mewakili atas

segala karunia dan nikmat-Nya. Jiwa ini takkan berhenti bertahmid atas anugrah

pada detik waktu, denyut jantung, gerak langkah, serta rasa dan rasio pada-Mu,

Sang Khalik. Skripsi ini adalah setitik dari sederetan berkah-Mu.

Setiap orang dalam berkarya selalu mencari kesempurnaan, tetapi terkadang

kesempurnaan itu terasa jauh dari kehidupan seseorang. Kesempurnaan bagaikan

fatamorgana yang semakin dikejar semakin menghilang dari pandangan, bagai

pelangi yang terlihat indah dari kejauhan tapi hilang jika didekati. Demikian juga

tulisan ini, kehendak hati ingin mencapai kesempurnaan, tetapi kapasitas penulis

terbatas. Segala daya dan upaya telah penulis kerahkan untuk membuat tulisan ini

selesai dengan baik dan bermanfaat dalam dunia pendidikan, khususnya dalam

ruang lingkup Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas

Muhammadiyah Makassar.

Motivasi dari berbagai pihak sangat membantu dalam perampungan tulisan

ini. Segala rasa hormat, penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orang

tua penulis yang senantiasa berdoa, mengasuh dan membesarkan, mendidik, dan

membiayai penulis dalam proses pencarian ilmu. Demikian pula, penulis

mengucapkan kepada keluarga yang tak hentinya memberikan motivasi dan selalu

menemaniku dalam canda dan bimbingannya, Hilmi Hambali, S.Pd.,M.Kes., juga

kepada Muhammad Wajdi, S.Pd., M.Pd., selaku pembimbing I dan pembimbing

vi
II, yang telah memberikan bimbingan, arahan serta motivasi sejak awal

penyusunan proposal hingga akhir.

Tidak lupa pula penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak

Erwin Akib, M.Pd., Ph.D. selaku Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah

Makassar dan juga kepada Irmawanti, S.Si., M.Si. selaku ketua prodi Pendidikan

Biologi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, yang di mana telah

membekali penulis dengan serangkaian ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat

bagi penulis.

Ucapan terima kasih yang sebesar besarnya juga penulis ucapkan kepada

Kepala Sekolah, guru, dan staf SMA Negeri 8 Gowa yang di mana telah

memberikan izin dan bantuan untuk melakukan penelitian. Penulis juga

mengucapkan terima kasih kepada teman seperjuangan di kelas Biologi D16 yang

telah berjuang bersama sejak semester I hingga akhir.

Akhirnya, dengan segala kerendahan hati, penulis senantiasa mengharapkan

kritikan dan saran dari berbagai pihak, selama saran dan kritikan tersebut sifatnya

membangun karena penulis yakin bahwa suatu persoalan tidak akan berarti sama

sekali tanpa adanya kritikan. Mudah mudahan dapat memberi manfaat bagi para

pembaca, terutama bagi diri pribadi penulis Aamiin.

Makassar, Oktober 2020

Penulis

vii
DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN SAMPUL............................................................................................i
SURAT PERNYATAAN........................................................................................ii
SURAT PERJANJIAN...........................................................................................iii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN..........................................................................iv
ABSTRAK...............................................................................................................v
KATA PENGANTAR............................................................................................vi
DAFTAR ISI........................................................................................................viii
DAFTAR TABEL....................................................................................................x
DAFTAR GAMBAR..............................................................................................xi
DAFTAR LAMPIRAN..........................................................................................xii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
A. Latar Belakang Masalah...............................................................................1
B. Rumusan Masalah.........................................................................................5
C. Tujuan Penelitian..........................................................................................6
D. Manfaat Penelitian........................................................................................6
BAB II KAJIAN PUSTAKA...................................................................................8
A. Kajian Pustaka..............................................................................................8
1. Media Pembelajaran..............................................................................8
2. Media Puzzle.......................................................................................10
3. Google Classroom..............................................................................13
4. Hasil Belajar........................................................................................17
5. Sistem Gerak.......................................................................................20
B. Penelitian Relevan...................................................................................23
C. Kerangka Pikir............................................................................................25
D. Hipotesis.....................................................................................................28
BAB III METODE PENELITIAN........................................................................29

viii
A. Rancangan Penelitian..................................................................................29
B. Populasi dan Sampel...................................................................................30
C. Variabel Penelitian......................................................................................32
D. Definisi Operasional Variabel....................................................................32
E. Instrumen Penelitian...................................................................................33
F. Teknik Pengumpulan Data..........................................................................34
G. Teknik Analisis Data..................................................................................35
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN...............................................................38
A. Hasil Penelitian...........................................................................................38
B. Pembahasan Hasil Penelitian......................................................................46
BAB V SIMPULAN DAN SARAN......................................................................50
A. Kesimpulan.................................................................................................50
B. Saran...........................................................................................................50
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................52
LAMPIRAN-LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP

ix
DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1 Model Desain Penelitian.....................................................................39

Tabel 3.2 Perincian populasi...............................................................................40

Tabel 3.3 perincian sampel..................................................................................41

Tabel 3.4 Kriteria Hasil Belajar..........................................................................45

Tabel 3.5 Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)..................................................45

Tabel 4.1 Hasil Statistik Deskriptif.....................................................................48

Tabel 4.2 Hasil Uji Normalitas...........................................................................49

Tabel 4.3 Hasil Uji Homogenitas........................................................................49

Tabel 4.4 Nilai Rata-Rata....................................................................................50

Tabel 4.5 Kategori, Frekuensi, dan Presentase Hasil Tes Belajar.......................51

Tabel 4.6 Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Hasil Belajar Biologi...............51

Tabel 4.7 Perbandingan Peningkatan Hasil Belajar Biologi...............................51

Tabel 4.8 Hasil Uji Normalitas...........................................................................51

Tabel 4.9 Hasil Uji Homogenitas........................................................................51

Tabel 4.10 Hasil Uji Hipotesis..............................................................................51

x
DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir....................................................................27

xi
DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

A. 1. Hasil Validasi Instrumen....................................................................... 61

A. 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran .................................................... 71

A. 3 Lembar Kerja Peserta Didik....................................................................83

A. 4 Media Puzzle Online...............................................................................88

B. 1. Kisi-Kisi Soal Sistem Gerak Manusia ................................................. 93

B. 2. Hasil Tes Materi Sistem Gerak Manusia Kelas Eksperimen.............. 120


dan Kelas Kontrol

C. 1. Hasil Analisis Data ............................................................................ 124

D. 1. Dokumentasi........................................................................................132

E. 1. Persuratan.............................................................................................138

xii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Berdasarkan tujuan Kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran guru

dan peserta didik dituntut untuk lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar,

sedangkan guru juga harus aktif memancing kreativitas anak didiknya

sehingga komunikasi terjadi dengan sangat dinamis. Adapun ciri khas dari

Kurikulum 2013 dalam proses pembelajarannya menggunakan pendekatan

saintifik (Scientific Approach) dengan proses kegiatan awal, kegiatan inti

yang terdiri dari mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasikan dan

mengkomunikasikan (5M) dan kegiatan akhir. Dalam kurikulum 2013 juga

memberi alokasi waktu pada kegiatan pengembangan diri peserta didik yang

berkarakter. Peserta didik tidak hanya mengenal teori, tetapi diajak untuk

terlibat dalam sebuah proses pengalaman belajarnya dengan harapan

menghasilkan individu yang berkualitas.

Untuk mencapai tujuan pendidikan, maka pendidik hendaknya

melakukan sistem pengajaran yang salah satunya adalah dengan

menggunakan prinsip kurikulum 2013 yang telah ditetapkan. Adapun

kurikulum yang dikembangkan pada saat ini adalah Kurikulum 2013.

Kurikulum 2013 ini disempurnakan dari Kurikulum Tingkat Satuan

Pendidikan (KTSP) 2006. Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang mengacu

1
pada keseimbangan antara sikap, keterampilan dan pengetahuan untuk

membangun soft skills dan hard skills.

Dilapangan faktanya saat ini masih ada guru yang memilih jalan

termudah yang hanya mengejar pencapaian hasil belajar dengan belum

melaksanakan prinsip Kurikulum 2013 tersebut. Guru mengajarkan hanya

yang ada di buku saja, dengan pelajaran semacam itu maka dapat

mempengaruhi hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran biologi.

Keberhasilan dalam proses pembelajaran tidak terlepas dari kegiatan

peserta didik dan kesiapan pengajar guru dalam memberikan informasi atau

materi pelajaran. Siswa yang merupakan peserta didik dituntut mempunyai

minat yang tinggi terhadap pelajaran dan pengajar dituntut menguasai materi

yang akan diajarkan serta mampu memilih metode, pendekatan, model, dan

media pembelajaran yang tepat sehingga menimbulkan sikap peserta didik

dengan merespon media sebagai pendukung untuk belajar sehingga

meningkatkan hasil belajar peserta didik. Misalnya dalam proses belajar

biologi yang bersifat eksplorasi serta menemukan bukan menghafal semata-

mata, untuk proses belajar biologi jadi diperlukan suatu model, metode, dan

media agar peserta didik lebih aktif belajar dan berbuat untuk memahami

konsep, prinsip-prinsip biologi sehingga diharapkan hasil belajar peserta didik

lebih baik.

Banyak media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses

pengajaran. Namun, tidak semua media pembelajaran dapat diterapkan dalam

pengajaran, tentu semuanya harus disesuaikan dengan kebutuhan yang

2
menyangkut materi yang akan disajikan. Salah satu media pembelajaran yang

bisa diterapkan pada materi sistem gerak manusia adalah media puzzle.

Media pembelajaran puzzle adalah salah satu media pembelajaran yang

menggunakan gambar dipasangkan menjadi urutan yang sistematis, seperti

menyusun gambar secara berurutan, menunjukkan gambar, memberi

keterangan gambar dan menjelaskan gambar. Puzzle ini berbeda dengan

media gambar dimana puzzle berupa gambar yang belum disusun secara

berurutan dan yang menggunakannya adalah peserta didik, sedangkan media

gambar berupa gambar utuh yang digunakan oleh guru dalam proses

pembelajaran. Dengan adanya penyusunan gambar guru dapat mengetahui

kemampuan peserta didik dalam memahami konsep materi dan melatih

berpikir logis dan sistematis, dapat melihat kemampuan peserta didik dalam

menyusun gambar secara berurutan, menunjukkan gambar, memberi

keterangan dan menjelaskan gambar, sehingga peserta didik dapat

menemukan konsep materi secara mandiri dengan membaca gambar. Adanya

gambar-gambar yang berkaitan dengan materi belajar peserta didik lebih aktif

dan dapat tercapai tujuan akhir dari proses pembelajaran yaitu hasil belajar

peserta didik dapat meningkat.

Berdasarkan hasil observasi awal melalui wawancara guru mata

pelajaran biologi di kelas XI SMA Negeri 8 Gowa, antara lain : dibanding

dengan mata pelajaran lainnya, bahwa mata pelajaran biologi merupakan

salah satu mata pelajaran yang sebagian peserta didik menganggapnya sulit

terutama pada materi-materi yang khusus memerlukan pemahaman yang

3
dalam, serta memerlukan proses pembelajaran dibandingkan dengan mata

pembelajaran lainnya. Sebab terkendala dalam penerapan media

pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Dalam proses

pembelajaran di kelas, peserta didik pada umumnya kurang bergairah

mengikuti pembelajaran, mereka kurang bersemangat menyelesaikan tugas-

tugas yang diberikan, kurang aktif mengajukan pertanyaan, dan kurang

mampu bekerja sama dengan temannya dalam diskusi kelompok karena sudah

terbiasa dalam proses pembelajaran guru yang lebih memegang peranan

penting dalam proses pembelajaran. Selain itu pemanfaatan media

pembelajaran dan penyajian materi pengajaran yang kurang menarik juga

menimbulkan kebosanan sehingga membuat peserta didik tidak termotivasi

dalam mengikuti pembelajaran. Pemanfaatan media sebagai wahana dalam

menyalurkan informasi merupakan faktor pendukung dari kegiatan

pembelajaran. Oleh karena itu, terdapat beberapa nilai peserta didik yang

belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditentukan

yaitu 75, dari data guru kelas XI MIPA 5 dan XI MIPA 6 yang berjumlah 69 orang

peserta didik, dimana kelas XI MIPA 5 berjumlah 35 orang peserta didik dan

kelas XI MIPA 6 berjumlah 34 orang peserta didik dengan nilai peserta didik

yang belum mencapai nilai KKM sebanyak 48 orang peserta didik dengan

presentase 80% sedangkan nilai peserta didik yang telah mencapai nilai KKM

sebanyak 21 orang peserta didik dengan presentase 20% dan bagi peserta

didik yang belum mencapai nilai KKM maka harus mengikuti remedial atau

perbaikan yang dilakukan oleh guru.

4
Dalam materi sistem gerak yang terdapat pada Kurikulum 2013 di kelas

XI membahas tentang tulang-tulang penyusun kerangka tubuh manusia.

Untuk itu, dalam mengajarkan materi sistem gerak ini dapat menggunakan

media pembelajaran puzzle dapat menyelidiki secara langsung ke lingkungan

sekitar maupun berbagai sumber mengenai sistem gerak pada manusia.

Oleh karena itu, pemilihan media pembelajaran puzzle adalah pemilihan

yang tepat dalam membahas materi sistem gerak, karena dalam hal ini

tampak adanya keterkaitan antara materi yang akan disajikan dalam

pembelajaran biologi. Sehingga penulis tertarik untuk mengetahui sejauh

mana penggunaan media puzzle berbantuan aplikasi google classroom

berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis merumuskan masalah

yang menjadi batasan dalam penulisan ini yaitu :

1. Bagaimana pengaruh media puzzle berbantuan aplikasi google classroom

terhadap hasil belajar peserta didik pada materi sistem gerak kelas XI di

SMA Negeri 8 Gowa?

2. Apakah ada pengaruh penggunaan media puzzle berbantuan aplikasi

google classroom terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI di SMA

Negeri 8 Gowa?

5
C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan pada rumusan masalah maka tujuan penelitian ini adalah

sebagai berikut :

a. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh media puzzle berbantuan aplikasi

google classroom terhadap hasil belajar peserta didik pada materi sistem

gerak kelas XI di SMA Negeri 8 Gowa.

b. Untuk mengetahu apakah ada pengaruh penggunaan media puzzle

berbantuan aplikasi google classroom terhadap hasil belajar peserta didik

kelas XI di SMA Negeri 8 Gowa.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Manfaat teoritis

Secara teoritis penelitian ini bermanfaat untuk menambah wawasan

keilmuan dan pengembangan keilmuan tentang hasil belajar peserta didik

pada materi sistem gerak pada manusia dengan menggunakan media

puzzle berbantuan aplikasi google classroom.

2. Manfaat praktis

Secara praktis penelitian ini dapat bermanfaat sebagai berikut:

a. Bagi peserta didik, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan hasil

belajar peserta didik dan dengan menggunakan media puzzle berbantuan

aplikasi google classroom.

6
b. Bagi guru, hasil penelitian ini dijadikan sebagai alternatif model

pembelajaran yang dapat mengembangkan hasil belajar .

c. Bagi sekolah, sebagai bahan masukan atau informasi yang lebih dalam

untuk meningkatkan kualitas pengajaran biologi di sekolah.

d. Bagi peneliti lainnya, diharapkan dapat menjadi referensi maupun studi

pendahuluan bagi peneliti yang ingin mengembangkan tentang media

puzzle berbantuan aplikasi google classroom.

7
8
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Pustaka

1. Media Pembelajaran

a. Pengertian Media Pembelajaran

Secara harfiah media berarti perantara atau pengantar. Sardiman

dalam kustandi (2020) mengemukakan bahwa media adalah perantara atau

pengantar pesan. Kesimpulannya media adalah wadah dari pesan yang

oleh sumber ingin diteruskan kepada sasaran atau penerima pesan tersebut,

materi yang diterima adalah pesan intruksional, dan tujuan yang dicapai

adalah tercapainya proses belajar.

Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan

dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach dan Ely dalam Kustandi

(2020) mengemukakan bahwa, media apabila dipahami secara garis besar

adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang

membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau

sikap. Dalam pengertian ini guru, buku teks, dan lingkungan sekolah

merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian, dalam proses

pembelajaran cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau

elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali

informasi visual atau verbal.

9
b. Fungsi Media Pembelajaran

Media pembelajaran memiliki fungsi yang sangat strategis dalam

pembelajaran. Ada beberapa fungsi media pembelajaran seperti

yang diungkapkan oleh Kustandi (2020) yaitu:

a. Sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran mengajar. Media

pembelajaran merupakan alat bantu yang dapat menjelaskan,

pembelajaran kepada siswa, sehingga inti materi pembelajaran

secara utuh dapat disampaikan

b. Sebagai komponen dari sub sistem pembelajaran. Pembelajaran

yang merupakan suatu sistem yang di dalamnya memiliki sub-

sub komponen diantaranya adalah komponen media

pembelajaran. Dengan demikian media pembelajaran

merupakan sub komponen yang dapat menentukan

keberhasilan proses maupun hasil belajar

c. Sebagai pengaruh dalam pembelajaran. Salah satu fungsi media

pembelajaran adalah sebagai pengarah pesan atau materi apa

yang akan disampaikan atau kompotensi apa yang akan

dikembangkan untuk dimiliki siswa

d. Sebagai permainan atau membangkitkan perhatian dan

motivasi siswa. Media pembelajaran dapat membangkitkan

perhatian dan motivasi siswa dalam belajar, karena media

pembelajaran dapat mengakomodasi semua kecakapan siswa

dalam belajar.

10
2. Media Puzzle

a. Pengertian Media Puzzle

Menurut Sundayana (2014) kata media berasal dari bahasa latin

dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah

berarti “perantara” atau “penyalur”. Dengan demikian, maka media

merupakan wahana penyalur informasi belajar penyalur pesan.

Menurut Jamil (2012) puzzle merupakan bentuk teka-teki dengan

model menyusunpotongan-potongan gambar menjadi kesatuan

gambar utuh.

Puzzle adalah permainan yang sudah sangat populer terutama

dikalangan anak-anak. Karena sifatnya yang mengusik rasa ingin tahu

anak-anak, puzzle menjadi media yang efektif untuk mengenalkan

atau menguji pengetahuan anak melalui gambar. Melalui permainan

ini, anak akan belajar menganalisis suatu masalah dengan mengenali

petunjuk dari potongan gambar yang ada, misalnya bentuk, warna,

struktur, lalu memperkirakan letak posisinya yang tepat (Jamil, 2012),

b. Kelebihan dan kekurangan media puzzle

Menurut Sanjaya (2013) media puzzle yang digunakan dalam

penelitian ini adalah menyusun potongan-potongan gambar menjadi

utuh. Kelebihan media puzzle yaitu :

1) Gambar dan foto dapat menghilangkan verbalisme. Dengan

menggunakan gambar dan foto dalam pembelajaran, maka

11
persoalan yang dibicarakan akan lebih konkret dibandingkan

dengan hanya menggunakan bahasa verbal.

2) Gambar dan foto dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. Foto

atau gambar dapat mengabdikan peristiwa penting pada masa

lalu.

3) Gambar dan foto merupakan media yang mudah diperoleh,

harganya murah serts penggunaannya tidak perlu menggunakan

peralatan secara khusus

Selain kelebihan terdapat kelemahan diantaranya :

1) Foto dan gambar merupakan media visual yang hanya

mengendalikan indra penglihatan, oleh sebab itu media ini tidak

dapat memberikan informasi yang mendalam tentang suatu hal,

serta hanya dapat digunakan oleh orang-orang yang memiliki

indra penglihatan yang normal dan sehat

2) Tidak seluruh bahan pelajaran dapat disajikan dengan media ini.

Bahan pelajaran mengenai proses yang mengandung gerakan-

gerakan tertentu kurang efektif disajikan melalui gambar dan foto.

c. Langkah-Langkah Pembelajaran Media Puzzle

Menurut Muksin (2014) berikut adalah langkah-langkah seorang

pendidik pada saat melakukan pembelajaran dengan menggunakan

media puzzle :

1) Guru mencarikan berbagai gambar. Misalnya: tentang pahlawan

atau gambar lain

12
2) Gambar-gambar tersebut dipotong menjadi beberapa bagian

3) Peserta didik diminta untuk menyusun kembali potongan-

potongan kertas tersebut, sehingga membentuk gambar yang utuh

kembali

4) Agar lebih menarik, ada satu potongan gambar yang ditaruh di

gambar yang kelompok lain, sehingga peserta didik akan mencari

gambar tersebut

5) Setelah peserta didik mencari-cari dan tidak ketemu, guru

memberikan arahan kepadanya agar mencari pada kelompok atau

gambar yang lain.

Menurut Martin dalam Ela (2017) selain langkah-langkah

menggunakan media puzzle diatas. Berikut ini langkah-langkah

dalam menggunakan media puzzle dalam proses pembelajaran.

1) Setelah memberikan informasi kepada peserta didik mereka akan

bersaing di dalam permainan yang akan menuntut kerjasama,

pendidik membagi dalam permainan yang akan menuntut

kerjasama, pendidik membagi peserta didik dalam kelompok yang

terdiri dari empat atau lima orang

2) Selanjutnya pendidik meminta salah satu wakil masing-masing

kelompok maju ke depan dan menerima amplop yang berisi

potongan-potongan puzzle untuk kelompoknya

3) Setelah peserta didik mendapatkan potongan-potongan puzzle,

pendidik memberi aba-aba agar kelompok segera memulai

13
tugasnya untuk menyusun potongan-potongan kertas agar menjadi

gambar yang utuh

4) Kegiatan berlangsung sampai seluruh kelompok menyelesaikan

pekerjaan atau hasil menyusun potongan-potongan kertas yang

ada. Kelompok yang setiap anggotanya dapat menyusun pertama

kali, dinyatakan sebagai pemenang.

3. Google Classroom

Menurut Abdul Barir Hakim (2016) Google Classroom

adalah layanan berbasis internet yang sediakan oleh google sebagai

sebuah sistem e-learning. Service ini didesain untuk membantu

pengajar membuat dan membagikan tugas kepasa pelajar secara

paperless. Penggunaan service ini harus mempunyai akun di google.

Selain google classroom hanya bisa digunakan oleh sekolah yang

mempunyai Google Apps For Education.

Dengan demikian google classroom merupakan suatu

aplikasi yang disediakan oleh Google For Education untuk

menciptakan ruang kelas dalam dunia maya. Aplikasi ini dapat

membantu memudahkan guru dan siswa dalam melaksanakan proses

belajar dengan lebih mendalam. Pembelajaran dengan menggunakan

rancangan kelas yang mengaplikasikan google classroom

sesungguhnya ramah lingkungan. Hal ini dikarenakan siswa tidak

lagi menggunakan kertas dalam mengumpulkan tugasnya.

14
Menurut Herman dalam Hammi (2017) Google Classroom

merupakan sebuah aplikasi yang memungkinkan terciptanya ruang

kelas di dunia maya. Selain itu, google classroom bisa menjadi

sarana distribusi tugas, submit tugas bahkan menilai tugas-tugas

yang dikumpulkan. Dengan demikian, aplikasi ini dapat membantu

memudahkan dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan proses

belajar dengan lebih mendalam. Hal ini disebabkan karena baik

mahasiswa maupun dosen dapat mengumpulkan tugas,

mendistribusikan tugas, menilai tugas di rumah atau dimanapun

tanpa terikat batas waktu atau jam pelajaran.

Menurut Hammi (2017) Google Classroom didesain untuk

empat pengguna yaitu pengajar, siswa, wali dan administrator. Bagi

pengajar dapat digunakan untuk membuat dan mengelola kelas,

tugas, nilai serta memberikan masukan secara langsung. Untuk siswa

dapat memantau materi dan tugas kelas, berbagi materi dan

berinteraksi dalam aliran kelas atau melalui email, mengirim tugas

dan mendapat masukan dan nilai secara langsung. Untuk wali dapat

digunakan untuk mendapat ringkasan email terkait tugas siswa.

Ringkasan ini meliputi informasi tentang tugas yang tidak

dikerjakan, tugas selanjutnya dan aktivitas kelas. Namun wali tidak

bisa login ke kelas secara langsung. Wali menerima ringkasan email

melalui akun lain. Untuk administrator dapat membuat, melihat atau

menghapus kelas di domainnya, menambahkan atau menghapus

15
siswa dan pengajar dari kelas seta melihat tugas di semua kelas di

domainnya.

Menurut Hammi (2017) Google Classroom ini memberikan

beberapa manfaat seperti: 1) Kelas dapat disiapkan dengan mudah,

pengajar dapat menyiapkan kelas dan mengundang siswa serta

asisten pengajar. Kemudian di dalam aliran kelas, mereka dapat

berbagi informasi seperti tugas, pengumuman dan pertanyaan. 2)

Menghemat waktu dan kertas, pengajar dapat membuat kelas,

memberikan tugas, berkomunikasi dan melakukan pengelolaan,

semuanya di satu tempat. 3) Pengelolaan yang lebih baik, siswa

dapat melihat tugas di halaman tugas, di aliran kelas maupun di

kelender kelas. Semua materi otomatis tersimpan dalam folder

google drive. 4) Penyempurnaan komunikasi dan masukan, pengajar

dapat membuat tugas, mengirim pengumuman dan memulai diskusi

kelas secara langsung. Siswa dapat berbagi materi antara satu sama

lain dan berinteraksi dalam aliran kelas melalui email. Pengajar juga

dapat melihat dengan cepat siapa saja yang sudah dan belum

menyelesaikan tugas, serta langsung memberikan nilai dan masukan

real-time. 5) Dapat digunakan dengan aplikasi yang anda gunakan,

kelas berfungsi dengan Google Documen, Calender, Gmail, Drive

dan Formulir.6) Aman dan terjangkau, kelas disediakan secara

gratis. Kelas tidak berisi iklan dan tidak pernah menggunakan konten

atau data siswa untuk tujuan iklan.

16
Pada situs Google Classroom juga tertulis bahwa Google

Classroom terhubung dengan semua layanan Google For Education

yang lainnya, sehingga pendidik dapat memanfaatkan Google Mail,

Google Drive, Google Calender, Google Doct, Google Sheet,

Google Slides, dan Google Sites dalam proses pembelajarannya.

Sehingga saat pendidik menggunakan Google Classroom pendidik

juga dapat memanfaatkan Google Calender untuk mengingatkan

peserta didik tentang jadwal atau tugas yang ada, sedangkan

penggunaan Google Drive sebagai tempat untuk menyimpan

keperluan pembelajaran seperti power point, file yang perlu

digunakan dalam pembelajaran maupun yang lainnya. Dengan

demikian, Google Classroom dapat membantu memudahkan guru

dan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan

lebih mendalam. Hal ini disebabkan karena baik siswa maupun guru

dapat mengumpulkan tugas, mendistribusikan tugas, dan berdiskusi

tentang pelajaran dimanapun tanpa terkait batas waktu atau jam

pelajaran. Hal tersebut membuat proses pembelajaran lebih menarik

dan lebih efisien dalam hal pengelolaan waktu, dan tidak ada alasan

lagi siswa lupa tentang tugas yang sudah diberikan (Vicky, 2017).

17
4. Hasil Belajar

Belajar adalah proses ketika seseorang memperoleh berbagai

kecakapan, keterampilan, dan sikap. Belajar dimulai pada masa

ketika bayi memperoleh sejumlah kecil keterampilan yang

sederhana, seperti belajar memegang botol susu dan mengenal

ibunya. Selama masa kanak-kanak dan masa remaja, manusia

memperoleh sejumlah sikap, nilai, dan keterampilan hubungan sosial

di samping kecakapan dalam berbagai mata pelajaran di sekolah.

Ketika dewasa, seseorang diharapkan telah mahir mengerjakan tugas

suatu pekerjaan tertentu dan memiliki sejumlah keterampilan

fungsional lain seperti mengemudikan mobil atau bergaul dengan

orang lain. Kemampuan setiap orang dalam belajar kemudian

menjadi ciri penting yang mmebedakan manusia dari makhluk hidup

lainnya (Gradler dalam Degeng, dkk, 2017).

Menurut Burton dalam Siti (2016) belajar merupakan

perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi

antara individu dengan individu dan lingkungannya sehingga mereka

mampu berinteraksi dengan lingkungannya. Belajar juga merupakan

suatu proses dari seorang individu yang berupaya mencapai suatu

tujuan belajar atau yang biasa disebut hasil belajar.

Selanjutnya yang dimaksud dengan hasil belajar adalah

kemampuan yang diperoleh siswa setelah melalui kegiatan belajar.

Kegiatan belajar yang terprogram dan terkontrol disebut dengan

18
kegiatan pembelajaran atau kegiatan intruksional. peserta didik yang

berhasil dalam dalam belajar ialah peserta didik yang berhasil

mencapai tujuan-tujuan pembelajaran atau tujuan-tujuan

intruksional. Hal senada juga disampaikan oleh Nasution dalam Siti

(2016) bahwa hasil belajar adalah berbentuk perubahan tingkah laku

pada individu yang belajar, perubahan itu tidak hanya mengenal

jumlah pengetahuan melainkan juga bentuk kecakapan, kebiasaan,

sikap, pengertian, penghargaan, minat, pwnyesuaian diri, singkatnya

mengenal segala aspek-aspek pribadi seseorang.

Menurut Nana dalam Siti (2016) bahwa hasil belajar

merupakan perubahan tingkah laku peserta didik yang mencakup

pengetahuan, sikap, dan perilaku peserta didik setelah menyesuaikan

pengalaman belajarnya. Dengan demikian, jika hasil belajar yang

pertama belum mendapatkan hasil memuaskan, maka dilakukan

berulang sehingga kualitas semakin baik dan memuaskan. Selain

perubahan tingkah laku, belajar juga dapat memperbaiki sikap dan

dapat meningkatkan kemampuan peserta didik. Kemampuan peserta

didik sebelum dan sesudah melakukan proses belajar mengajar pasti

mengalami perbedaan. Walaupun terkadang hanya sedikit perubahan

yang terjadi dan tidak banyak kemampuan yang didapat sesudah

melakukan proses belajar mengajar. Tetapi, selalu ada yang

dihasilkan dari proses belajar mengajar.

19
Berdasarkan uraian-uraian diatas dapat disimpulkan bahwa

hasil belajar yang didapat oleh peserta didik merupakan

kemampuannya dalam menyerap pengetahuan saat proses belajar

berlangsung. Perubahan yang terjadi pada peserta didik merupakan

akibat dari kegiatan belajar sehingga berhasil atau tidaknya

pencapaian tujuan pendidikan, tergantung bagaimana proses belajar

yang dialami oleh peserta didik untuk mendapatkan hasil belajar

yang efektif. Oleh karena itu mendapatkan hasil belajar dalam

bentuk perubahan harus melalui proses tertentu yang dipengaruhi

oleh faktor dari dalam diri peserta didik dan dari luar peserta didik.

Hasil belajar pada hakikatnya merupakan tingkat penguasaan yang

dicapai oleh peserta didik mencakup bidang kognitif, afektif, dan

psokomotorik.

1) Aspek kognitif

Aspek ini mencakup kegiatan otak yang di mana aspek ini

melibatkan seluruh aktifitas otak yang di mana mencakup

mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi,

dan berkreasi.

2) Aspek afektif

Ranah afektif merupakan sikap yang menunjukkan arah

pertumbuhan secara bertiniah yang berkaitan dengan nilai dan

sikap. Dengan demikian siswa mampu menilai dan mengambil

sikap dalam menentukan tingkan lakunya.

20
3) Aspek psikomotorik

Menurut Hidayat (2010) psikomotorik berkaitan dengan hasil

belajar yang diraih melalui kapasitas manipulasi yang mengikut

sertakan otot dan kekuatan fisik. Hasil belajar psikomotorik akan

tampak dalam bentuk soft skill ketika seseorang maupun suatu

kelompok bertindak.

5. Sistem Gerak

Menurut Irnaningtyas (2013) Salah satu ciri dari makhluk

hidup adalah bergerak. Secara umum, gerak dapat diartikan

berpindah tempat atau perubahan posisi sebagian atau seluruh bagian

dari tubuh makhluk hidup. Namun, pernahkan kalian bertanya

mengapa manusia bisa berdiri tegak dan bergerak dengan leluasa?

Apa yang berperan dalam gerak pada manusia?

Adanya gerak pada manusia ini lantaran alat gerak yang

tersusun dalam sistem gerak di tubuh manusia. Sistem gerak pada

manusia terdiri dari rangka atau tulang sebagai alat gerak pasif dan

otot sebagai alat gerak aktif, Disamping itu ada pula sendi yang

merupakan tempat terhubungnya dua tulang atau lebih sehingga

hubungan antar tulang-tulang dapat digerakan.

a. Rangka atau Tulang

Rangka merupakan susunan tulang yang saling berhubungan dan

mempunyai fungsi utama yakni sebagai alat gerak pasif yang artinya

21
tulang hanya bisa bekerja atau bergerak apabila ada bantuan dari otot.

Tulang juga berfungsi sebagai penopang tubuh, tempat menempelnya

otot, melindungi organ dalam, dan tempat pembentukan sel darah baik

darah merah maupun darah putih. Tulang sendiri terbentuk dari

kandungan kalsium yang berbentuk garam dan merekat erat dengan

bantuan kolagen. Di dalam masa perkembangannya, bentuk tulang

dapat berubah atau mengalami kelainan. Hal ini dikarenakan adanya

infeksi penyakit, faktor nutrisi dan gizi ataupun posisi tubuh yang

salah. Dalam sistem gerak pada manusia, struktur tulang terbagi ke

dalam beberapa lapisan, yaitu periosteum, tulang kompak, tulang

spons, rongga sum-sum atau rongga medulla dan tulang rawan atau

kartilago. Sedangkan berdasarkan bentuknya tulang dibedakan

menjadi tulang panjang (pipa), tulang pendek, tulang pipih, dan yang

berbentuk tidak beraturan.

b. Persendian

Jika dilihat berdasarkan banyak tidaknya digerakan maka

persendian dikelompokan menjadi 3, yaitu sinartrosis (hubungan antar

tulang yang tidak memungkinkan adanya gerakan seperti tengkorak),

sendi amfiartrosis (Hubungan antar tulang yang memungkinkan

gerakan terbatas seperti sendi antar ruas belakang), dan yang terakhir

sendi diartrosis (hubungan antar tulang yang memungkinkan

terjadinya banyak gerakan).

22
Adapun, sendi diartosis di bagi menjadi 5 buah, meliputi:

 Sendi Peluru yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan

salah satu tulang berputar terhadap tulang yang lainnya sebagai

porosnya. Contohnya, tulang kepala dan leher.

 Sendi engsel yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan

gerakan hanya satu arah saja. Contohnya tulang sikut dan lutut.

 Sendi pelana yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan

gerakan kedua arah. Contohnya, pangkal ibu jari.

 Sendi geser yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan

gerakan pada satu bidang saja atau gerakan bergeser. Contohnya,

tulang pergelangan kaki dan hubungan antar tulang belakang.

 Sendi ellipsoidal yaitu hubungan antar tulang berbentuk oval dan

yang lainnya elips sehingga beputar di setiap arah kecuali aksial.

Contohnya pada pergelangan tangan.

c. Otot

Selain tulang dan sendi, gerak pada manusia juga bertumpu

pada otot. Otot merupakan sebuah jaringan yang terdapat di dalam

tubuh manusia yang fungsinya sebagai alat gerak aktif untuk

membantu tulang agar dapat bergerak. Gerak pada manusia terjadi

23
karena proses kontraksi otot yang membutuhkan energi dan relaksasi

otot.

Berdasarkan jenisnya. otot terbagi menjadi 3, yaitu otot polos

yang ditemukan disaluran pencernaan seperti lambung maupun usus

halus. Kedua, otot jantung yang ditemukan pada organ jantung, dan

otot lurik yang melekat pada rangka.

d. Kelainan pada sistem gerak

Dalam sistem gerak pada manusia bisa juga mengalami

gangguan dan kelainan yang bisa menghambat gerakan dalam

melakukan aktivitas sehari-hari. Kelainan pada sistem gerak ini bisa

disebabkan karena osteoporosis atau kerapuhan tulang yang

diakibatkan kurang kalsium maupun kurangnya produksi hormon,

artritis atau kerusakan tulang rawan, fraktura atau patah tulang, kifosis

atau kelainan tulang belakang dibagian dada, lordosisi atau kelainan

tulang belakang dibagian pinggang, dan scoliosis.

B. Penelitian Relevan

1. Hasil penelitian Yuda Darmawan (2019) dengan judul “Penggunaan

Aplikasi Google Classroom Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar

Matematika Pada Siswa Kelas X SMA Jurusan IPS”. Berdasarkan

penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media

dengan aplikasi Google Classroom dapat meningkatkan hasil belajar

siswa kelas X Ilmu Pengetahuan Sosial 3 SMA Batik 2 Surakarta.

24
2. Hasil penelitian Zedha Hammi (2017) dengan judul “Implementasi

Google Classroom Pada Kelas XI IPA MAN 2 Kudus”. Berdasarkan

penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa persepsi guru dalam

implementasi Google Classroom masih kurang efektif digunakan

sebagai media pembelajaran mata pelajaran IPA karena para guru

masih butuh tatap muka langsung untuk menjelaskan materi pelajaran.

3. Hasil penelitian Ervinna Anggraini (2018) dengan judul “Pengaruh

Pembelajaran Blended Learning Menggunakan Aplikasi Google

Classroom Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Pada Peserta

Didik Kelas VIII SMPN 9 Bandar Lampung”. Berdasarkan hasil

pengujian hipotesis dan pembahasan maka dapat ditarik suatu

kesimpulan bahwa terdapat perbedaan yang sedikit dikarenakan faktor

pembelajaran yang sama-sama memiliki unsur online, penggunaan

aplikasi yang sama yaitu google classroom, soal uraian dengan tingkat

yang sama serta pemahaman peserta didik dengan teknologi

handphone yang memadai SMPN 9 Bandar Lampung dapat

menggunakan pembelajaran blended learning maupun pembelajaran

e-learning.

4. Hasil penelitian Ernawati (2018) dengan judul “Pengaruh Penggunaan

Aplikasi Google Classroom Terhadap Kualitas Pembelajaran Dan

Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI Di MAN

1 Kota Tangerang Selatan”. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dan

pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif

25
terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI di

MAN 1 kota tangerang selatan.

5. Hasil penelitian Ela Latifatul Fajariah (2017) dengan judul “Penerapan

Media Puzzle Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata

Pelajaran IPS Kelas V SDN 01 Sumberrejo Kotagajah Tahun Pelajaran

2016/2017”. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dan pembahasan

dapat disimpulkan bahwa penggunaan media puzzle dapat

meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS siswa kelas V SDN 1

sumberrejo, hal ini dibuktikan dengan presentase hasil test yang

diperoleh berdasarkan tes tertulis pada siswa. Pada siklus I dengan

hasil ketuntasan 70% kemudian peningkatan sebesar 17% pada siklus

II dengan presentase ketuntasan belajar sebesar 87%.

C. Kerangka Pikir

Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan

interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi peserta didik

untuk berpartisipasi aktif. Salah satu mata pelajaran di SMA yang sesuai

dengan tuntunan kurikulum 2013 tersebut yaitu biologi. Pembelajaran biologi

diharapkan dapat menghantarkan peserta didik memenuhi kemampuan abad

21 salah satunya yaitu hasil belajar. Pembelajaran biologi di SMA menuntut

peserta didik untuk mengembangkan hasil belajar. Karakteristik pelajaran

biologi sesuai dengan indikator pengembangan hasil belajar karena mata

pelajaran biologi menuntut peserta didik untuk menganalisis konsep dan

menerapkan konsep yang telah dipahami dalam kehidupan sehari-hari.

26
Namun, pada kenyataannya pembelajaran biologi di SMA masih cendrung

didominasi oleh guru, sehingga peserta didik tidak terlibat aktif dalam

pembelajaran. Pembelajaran biologi di SMA cendrung hanya menghafal

sehingga dalam mengerjakan soal-soal peserta didik hanya mengahafal dari

contoh- contoh soal yang telah diajarkan. Pada umumnya peserta didik belum

mampu mengaitkan fenomena-fenomena yang terjadi pada kehidupan sehari-

hari (kontekstual) dengan materi yang dipelajari di sekolah, sehingga hasil

belajar peserta didik rendah. Berdasarkan permasalahan yang ada, dibutuhkan

suatu jenis pembelajaran yang membuat peserta didik berperan aktif dalam

pembelajaran, sehingga membuat peserta didik lebih termotivasi untuk

mempelajari biologi dan memahaminya. Pembelajaran dengan menggunakan

media puzzle merupakan pembelajaran yang mampu membuat peserta didik

aktif dalam pembelajaran dan mampu mengaitkan materi yang dipelajari

peserta didik dengan kehidupan sehari- hari. Media puzzle mampu

meningkatkan hasil belajar peserta didik, karena peserta didik mampu

memperoleh banyak kesempatan untuk mengalami sendiri, menemukan dan

dapat mengembangkan pengetahuan yang diperoleh.

Oleh karena itu, pengguna media puzzle sangat efektif digunakan

untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kerangka pikir penelitian ini

dapat dilihat pada Gambar 2.1 berikut ini:

27
Pada mata pelajaran biologi hasil belajar
peserta didik masih rendah

Menggunakan media pembelajaran


puzzle berbantuan aplikasi google
classroom
Perlu mencari alternatif media
pembelajaran yang dapat membuat
peserta didik aktif dalam pembelajaran

Peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran


dan mampu mengaitkan materi yang dipelajari
dengan kehidupan sehari-hari

Hasil belajar peserta didik meningkat dan mencapai

nilai KKM

28
D. Hipotesis

Dalam hipotesisi ini peneliti akan memberikan jawaban sementara atas

permasalahan yang telah dikemukakan di atas. Adapun hipotesis dalam

penelitian adalah sebagai berikut:

H0 = Tidak terdapat pengaruh media puzzle berbantuan aplikasi google

classroom terhadap hasil belajar

H1 = Terdapat pengaruh media puzzle berbantuan aplikasi google classroom

terhadap hasil belajar

29
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

1. Jenis Penelitian

Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang

mementingkan adanya variable-variabel sebagai objek penelitian dan

variable-variabel tersebut harus didefinisikan dalam bentuk operasional

variable masing-masing. Jenis penelitian ini merupakan penelitian

eksperimen semu atau quasi eksperimen yang mempunyai kelompok

kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol

variable-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen.

Karena pengontrolan variable hanya dilakukan terhadap satu variable yang

dipandang paling dominan.

2. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran

2020/2021 di SMA Negeri 8 Gowa yang berlokasi di Jalan Poros Malino,

Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.

3. Desain Penelitian

30
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

Pretset Posttest control grup design. Menurut Sugiyono (2019) dalam

desain ini terdapat dua kelompok yang dipilih secara random, kemudian

diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal adakah perbedaan antara

kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil pretest yang baik bila

nilai kelompok eksperimen tidak berbeda secara signifikan. Desain dapat

dilihat pada table sebagai berikut:

Tabel 3.1 Model desain penelitian

R Pre-test Treatmen Post-test

R O1 X O2

R O3 C O4

Sumber: Sugiyono (2019)

Keterangan :

O1= pretest pada kelas eksperimen

O2= prosttest pada kelas eksperimen

O3= pretest pada kelas kontrol

O4= posttest pada kelas kontrol

X = Perlakuan terhadap kelas eksperimen berupa metode diskusi kelompok

dengan media puzzle

C = Perlakuan terhadap kelas kontrol berupa pembelajaran biasa yang

digunakan oleh guru mata pelajaran biologi

31
B. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Menurut Sudaryono (2017), Populasi adalah wilayah generalisasi

yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik

tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan kemudian

ditarik kesimpulannya.

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa populasi dalam

penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI IPA di SMA Negeri 8

Gowa pada tahun ajaran 2020/2021 yang terdiri dari 8 kelas, dengan

jumlah peserta didik sebanyak 278 orang.

Tabel 3.2 Perincian Rombongan Belajar (Rombel)

Kelas Jumlah Peserta Didik

XI MIPA 1 35 Orang

XI MIPA 2 35 Orang

XI MIPA 3 35 Orang

XI MIPA 4 34 Orang

XI MIPA 5 35 Orang

XI MIPA 6 34 Orang

XI IPS 1 35 Orang

XI IPS 2 35 Orang

Jumlah keseluruhan peserta 278 Orang


didik

Sumber: Tata Usaha SMA Negeri 8 Gowa

32
2. Sampel

Sampel dianggap sebagai sumber data yang penting untuk

mendukung penelitian. Menurut Sudaryono (2017), sampel adalah bagian

dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut..

Sampel dalam penelitian ini adalah dua kelas yang memiliki

homogenitas karakteristik siswanya. Pengambilan sampel dilakukan

dengan teknik random sampling dikenal juga sebagai sampel acak,

dimana kelas yang terpilih sebagai kelas eksperimen yang menerapkan

media puzzle adalah kelas XI MIPA 5 dan kelas XI MIPA 6 sebagai kelas

kontrol yang diajar tanpa menggunakan media.

Tabel 3.3 Perincian Sampel

Kelas Jumlah peserta didik

XI MIPA 5 35 Orang

XI MIPA 6 34 Orang

Jumlah keseluruhan 69 orang


peserta didik

Sumber: Tata Usaha SMA Negeri 8 Gowa

C. Variabel Penelitian

Penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel independen (bebas)

dan variabel dependen (terikat). Menurut Sudaryono (2017), variabel

penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau

kegiatanyang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk

33
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel independen (bebas)

dan variabel dependen (terikat) pada penelitian ini yaitu sebagai berikut :

1. Variabel independen (variabel bebas) yaitu media puzzle berbantuan

aplikasi google classroom yang dilambangkan dengan (X).

2. Variabel dependen (variabel terikat) yaitu hasil belajar yang dilambangkan

dengan (Y).

D. Definisi Operasional Variabel

a. Media pembelajaran puzzle

Puzzle adalah permainan yang sudah sangat populer terutama

dikalangan anak-anak. Karena sifatnya yang mengusik rasa ingin tahu

anak-anak, puzzle menjadi media yang efektif untuk mengenalkan atau

menguji pengetahuan anak melalui gambar. Melalui permainan ini, anak

akan belajar menganalisis suatu masalah dengan mengenali petunjuk dari

potongan gambar yang ada, misalnya bentuk, warna, struktur, lalu

memperkirakan letak posisinya yang tepat. Adapun media pembelajaran

puzzle yang peneliti buat dapat dilihat pada link https://jigex.com/Chhp

dan https://jigex.com/DAU2

b. Hasil belajar

Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil

belajar peserta didik berupa angka atau nilai yang diperoleh dari hasil

pretest ke posttest. Adapun indikator untuk pencapaian ini berupa

perubahan nilai sebelum dan sesudah proses pembelajaran dengan media

pembelajaran Puzzle.

34
E. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk menyaring

informasi yang dapat menggambarkan statistic variable penelitian instrument

penelitian dalam suatu penelitian adalah hal yang sangat penting, sebab data

yang dikumpulkan itu merupakan bahan penguji hipotesis yang telah

direncanakan. Instrumen yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Tes

Tes merupakan sejumlah pertanyaan yang diajarkan sebagai alat

ukur untuk mengukur hasil dari perlakuan. Dan merupakan suatu

keterangan atau pemberitahuan tentang suatu pengertian yang belum

lengkap. Dimana untuk melengkapinya harus memiliki satu dari beberapa

kemungkinan jawaban yang telah disediakan. Atau pilihan ganda terdiri

dari bagian keterangan dan bagian kemungkinan jawaban atau alternative.

Kemungkinan jawaban terdiri atas satu jawaban yang benar yaitu kunci

jawaban dan beberapa pengecoh.

2. Dokumentasi

Dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data langsung

dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-

peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter, data yang relevan

penelitian. Dokumentasi berbentuk tulisan gambar, atau karya-karya

monumental dari seseorang. Dokumentasi yang berbentuk gambar

misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain. Jadi dengan

menggunakan teknik pengumpulan data secara dokumentasi dapat

35
memberi kelengkapan dalam penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 8

Gowa..

F. Teknik Pengumpulan Data

1. Teknik Tes

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini salah satunya adalah

tes. Tes adalah serentetan pernyataan atau latihan serta alat lain yang

digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi,

kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Untuk

mengukur ada atau tidak besarnya kemampuan objek yang diteliti,

digunakan tes. Tes yang dilakukan yaitu berupa tes tertulis yang

digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik.

Adapun teknik penskoran nantinya menggunakan kisi-kisi soal yang telah

disesuaikan tingkat kesukaran pada tiap item soal. Instrumen yang

digunakan yaitu pilihan ganda yang berjumlah 30 butir soal dengan 5

pilihan jawaban berupa A, B, C, D dan E.

2. Teknik Non Tes

a. Dokumentasi

Dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data langsung

dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-

peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter, data yang

relevan penelitian. Dokumentasi berbentuk tulisan gambar, atau karya-

karya monumental dari seseorang. Dokumentasi yang berbentuk

gambar misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain. Jadi dengan

36
menggunakan teknik pengumpulan data secara dokumentasi dapat

memberi kelengkapan dalam penelitian yang dilakukan di SMA Negeri

8 Gowa.

G. Teknik Analisis Data

Pada teknik analisis data, pengolahan data hasil penelitian

menggambarkan dua teknik statistik, yaitu statistik deskriptif dan statistik

inferensial.

1. Analisis Statistik Deskriptif

Analisis statistik deskriptif dilakukan dengan menggunakan bantuan

SPSS versi 24.0 for Windows. Analisis statistik deskriptif dilakukan untuk

mengetahui nilai rata-rata hasil belajar peserta didik, interval kelas, standar

deviasi, nilai maksimum dan nilai minimum.

Untuk mengelompokkan tingkat hasil belajar yang diperoleh peserta

didik, baik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol yaitu sebagai

berikut:

Tabel 3.4 Kriteria Hasil Belajar

Frekuensi Presentase (%) Hasil Belajar

80-100 Sangat Baik

66-79 Baik

56-65 Cukup

40-55 Kurang

30-39 Gagal
Sumber: Arikuntoro (2010)

37
Kriteria hasil belajar peserta didik dikatakan tuntas belajar jika

memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 75 untuk mata

pelajaran biologi. Dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.5 Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Nilai Hasil Belajar Kategori

<75 Tidak tuntas


≥75 Tuntas
Sumber: SMA Negeri 8 Gowa

2. Analisis Statistik Inferensial

Pada analisis statistik inferensial dilakukan beberapa pengujian untuk

keperluan pengujian hipotesis. Pertama dilakukan pengujian dasar yaitu uji

normalitas, dan uji homogenitas. Setelah itu dilakukan uji t-test sampel

independen untuk keperluan uji hipotesis.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah data yang

diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas data

menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov dalam SPSS versi 24.0for

Windows. Persyaratan data tersebut berdistribusi normal jika probalitas

atau p> taraf signifikansi (α), dimana α adalah 0,05.

b. Uji Homogenitas

Pengujian homogenitas dilakukan dengan bantuan SPSS versi

24.0for Windows menggunakan uji Homogenity of Variancetest pada One-

way Anova. Taraf signifikan yang digunakan yaitu α = 0,05. Jika taraf

38
signifikan data yang diperoleh > α, maka variansi setiap sampel sama

(homogen). Jika taraf signifikan data yang diperoleh < α, maka variansi

setiap sampel tidak sama (tidak homogen)

c. Uji Hipotesis

Pengujian sampel dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS


versi 24.0for Windows dengan statistik uji Independent t-test. Dengan taraf
signifikansi 0,05 (5%). Kriteria perbandingannya yaitu tolak hipotesis jika
thitung< ttabel dan diterima hipotesis jika thitung> ttabel dengan df (n1 + n2-
2)dengan tariff signifikan α = 0,05 sebagai berikut :
H0 diterima jika thit < ttabel
H0 ditolak jika thit > ttabel

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 8 Gowa. Hasil penelitian ini

merupakan jawaban dari rumusan masalah yang telah ditetapkan sebelumnya

dan bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh media puzzle berbantuan

aplikasi google classroom terhadap hasil belajar Biologi siswa. Pangambilan

data dalam penelitian ini dengan cara memberikan pretest dan posttest kepada

39
siswa untuk mengetahui hasil belajar Biologi siswa. Sampel dalam penelitian ini

sebanyak 69 responden yang terbagi menjadi dua kelas, yaitu kelas XI Mipa 5

dan Kelas XI Mipa 6, yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random

sampling.

1. Analisis Data Deskriptif

a. Deskripsi Data Hasil Pre-test dan Post-test Kelas Eksperimen dengan

Media Pembelajaran Puzzle

Tahap penelitian yang dilakukan pada kelas eksperimen yakni

menggunakan media pembelajaran puzzle yang dilaksanakan pada kelas

XI MIPA 5. Data statistik hasil tes belajar kelas eksperimen disajikan

pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.1. Pengolahan Data Statistik Deskriptif Skor Hasil Tes Belajar
Materi Sistem Gerak Manusia Kelas XI MIPA 5 SMA
Negeri 8 Gowa

Pre-Test Kelas Post-Test Kelas


Statistik
Eksperimen Eksperimen

Jumlah Sampel 35 35

Skor Maksimum 76 76

Skor Minimum 16 20

Mean 40.71 46.69

40
Varians 203.269 195.575

Range 60 56

Standar Deviasi 14.257 13.985

Berdasarkan data 4.1 dapat dilihat bahwa pada hasil tes hasil

belajar Pre-test dan Post-test di mana memiliki jumlah sampel sebanyak

35 peserta didik. Adapun skor maksimum pada Pre-test sebesar 76 dan

pada Post-test 76. Kemudian, skor minimum Pre-test sebesar 16 dan

Post-test 20. Mean antara kedua test yaitu 40.71 pada Pre-test dan 46.69

pada Post-test. Varians antara kedua test yaitu sebesar 203.269 pada Pre-

Test dan 195.575 pada Post-test. Kemudian range antara kedua test yaitu

60 pada Pre-test dan 56 pada Post-test. Terakhir standar deviasi, yang di

mana sebesar 14.257 pada Pre-test dan 13.985 pada Post-test.

Selanjutnya adalah pengkategorian, frekuensi, dan presentasi hasil

tes hasil belajar peserta didik kelas eksperimen. Berdasarkan tabel 4.2.

dapat dilihat jumlah peserta didik yang memiliki kriteria kelulusan pada

KKM yang telah ditetapkan yaitu 75. Pada Pre-test sebelum diadakannya

pembelajaran, hampir seluruh peserta didik kelas eksperimen berada di

bawah KKM atau <75 sehingga tingkat hasil belajar peserta didik

sebelum diberikannya perlakuan berada pada kategori kurang dengan

predikat ‘D’. Sedangkan pada Post-test, frekuensi tertinggi pada hasil

belajar siswa >75 jatuh pada kategori ‘cukup’ dengan jumlah siswa 1

orang dengan predikat ‘C’. Hasil analisis dapat dilihat pada tabel di

bawah ini, sebagai berikut:

41
Tabel 4.2. Kategori, Frekuensi, dan Presentase Hasil Tes Hasil
Belajar Siswa Kelas Eksperimen

Pretest Posttest
Interval
Kategori
Nilai Persentase Persentase
Frekuensi Frekuensi
(%) (%)

Sangat
93-100 0 0 0 0
Baik

84-92 Baik 0 0 0 0

75-83 Cukup 1 3 1 3

< 75 Kurang 34 97 34 97

Jumlah 35 100 35 100

Hasil pengolahan data deskriptif pada kelas eksperimen pada

mata pelajaran sistem gerak manusia dengan media pembelajaran puzzle

kemudian dikategorikan ke tuntas atau tidak tuntas ditinjau dari predikat

KKM 75 pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.3. Kriteria Ketuntasan Maksimal (KKM) Hasil Belajar


Biologi Materi Sistem Gerak Manusia Kelas
Eksperimen

Pre- Persentase Post- Persentase


Nilai Kategori
Test (%) Test (%)

0 – 74 Tidak tuntas 34 97 % 34 97%

75 – 100 Tuntas 1 3% 1 3%

Jumlah 35 100 35 100

Berdasarkan tabel 4.3. peserta didik dikatakan tuntas apabila

memperoleh nilai ketuntasan maksimal >75. Dilihat dari hasil Post-test

siswa setelah melalui pembelajaran dengan menggunakan media

42
pembelajaran puzzle sebanyak 3% siswa lulus KKM. Dengan demikian

dapat dikatakan bahwa pembelajaran pada kelas eksperimen

menggunakan media pembelajaran puzzle tidak efektif.

b. Deskripsi Data Hasil Pre-test dan Post-test Kelas Kontrol Tanpa

Menggunakan Media Pembelajaran Puzzle

Penelitian ini dilakukan pada kelas kontrol yaitu kelas XI MIPA 6

pada materi sistem gerak manusia. Pada kelas kontrol tanpa

menggunakan media pembelajaran puzzle. Pengambilan data berdasarkan

hasil pre-test dan post-test siswa sebelum dan setelah melaui proses

pembelajaran materi sistem gerak manusia. Data statistik tes hasil belajar

peserta didik kelas kontrol disajikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 4.4. Pengolahan Data Statistik Deskriptif Skor Hasil Tes


Belajar Materi Sistem Gerak Manusia Kelas XI MIPA 6
SMA Negeri 8 Gowa

Pre-Test Kelas Post-Test Kelas


Statistik
Kontrol Kontrol

Jumlah Sampel 34 34

Skor Maksimum 60 60

Skor Minimum 20 13

Mean 39.35 34.56

Varians 95.266 130.375

Range 40 47

Standar Deviasi 9.760 11.418

Berdasarkan data 4.4 dapat dilihat bahwa pada hasil tes hasil

belajar Pre-test dan Post-test di mana memiliki jumlah sampel sebanyak

43
34 siswa. Adapun skor maksimum pada Pre-test sebesar 60 dan pada

Post-test 60. Kemudian, skor minimum Pre-test sebesar 20 dan Post-test

13. Mean antara kedua test yaitu 39.35 pada Pre-test dan 34.56 pada

Post-test. Varians antara kedua test yaitu sebesar 95.266 pada Pre-Test

dan 130.375 pada Post-test. Kemudian range antara kedua test yaitu 40

pada Pre-test dan 47 pada Post-test. Terakhir standar deviasi, yang di

mana sebesar 9.760 pada Pre-test dan 11.418 pada Post-test.

Hasil pengolahan data deskriptif pada kelas kontrol pada mata

pelajaran sistem gerak manusia dengan media pembelajaran puzzle

kemudian dikategorikan ke empat skala ditinjau dari interval nilai dan

predikat KKM 75 pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.5. Kategori, Frekuensi, dan Presentase Hasil Tes Belajar


Peserta Didik Kelas Kontrol

Pretest Posttest
Interval
Kategori
Nilai Persentase Persentase
Frekuensi Frekuensi
(%) (%)

Sangat
93-100 0 0 0 0
Baik

84-92 Baik 0 0 0 0

75-83 Cukup 0 0 0 0

< 75 Kurang 34 100 34 100

Jumlah 34 100 34 100

Berdasarkan tabel 4.5. dapat dilihat jumlah peserta didik yang

memiliki kriteria kelulusan pada KKM yang telah ditetapkan yaitu 75.

Pada Pre-test sebelum diadakannya pembelajaran, nilai seluruh peserta

44
didik berada di bawah KKM atau <75 sehingga tingkat hasil belajar

peserta didik berada pada kategori kurang dengan predikat ‘D’.

Sedangkan pada Post-test, frekuensi hasil belajar peserta didik <75 jatuh

pada kategori ‘kurang’ dengan predikat ‘D’,. Dari data ini membuktikan

bahwa, pada kelas kontrol dengan tanpa menggunakan media

pembelajaran puzzle tidak efektif.

Selanjutnya, data tes hasil belajar peserta didik kelas kontrol

diolah berdasarkan kriteria ketuntasan maksimal (KKM) pre-test dan

post-test, yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.6. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Hasil Belajar


Biologi Materi Sistem Gerak Manusia Peserta Didik Kelas
Kontrol

Pre- Persentase Post- Persentase


Nilai Kategori
Test (%) Test (%)

0 – 74 Tidak tuntas 34 100 % 34 100%

75 – 100 Tuntas 0 0% 0 0%

Jumlah 34 100 34 100

Berdasarkan tabel 4.6. peserta didik dikatakan tuntas apabila

memperoleh nilai ketuntasan maksimal >75. Dilihat dari hasil Post-test

peserta didik setelah melalui pembelajaran sebanyak 0% siswa lulus

KKM. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pembelajaran dengan

menggunakan media pembelajaran puzzle tidak dapat meningkatkan hasil

belajar peserta didik.

45
c. Perbandingan Hasil Tes Hasil Belajar antara Kelas Kontrol dan

Kelas Eksperimen

Perbandingan data hasil tes hasil belajar antara kelas kontrol dan

kelas eksperimen setelah melalui proses analisis data analisis statistik

deskriptif. Berikut tabel perbandingan peningkatan hasil belajar antar

kedua kelas berdasarkan jumlah peserta didik lulus:

Tabel 4.7. Tabel Perbandingan Peningkatan Hasil Belajar Peserta


Didik Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen

Jumlah Siswa yang Lulus


Jumlah
Kelas
Siswa
Pre-Test Post-Test

Kelas Kontrol 34 0 0

Kelas Eksperimen 35 1 1

2. Analisis Data Inferensial

Teknik analisis data inferensial dilakukan untuk menjawab hipotesis

penelitian. Untuk keperluan uji hipotesis ini maka dilakukan uji normalitas,

uji homogenitas, dan uji hipotesis.

a. Uji Normalitas

46
Uji Normalitas yang digunakan menggunakan bantuan SPSS 24

dengan uji Normality Test (Kolmogorov-Smirnov). Data dikatakan

berdistribusi normal, jika nilai siginifikan (Sig)>0,05. Adapun hasil

analisis uji normalitas dilampirkan pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.8. Hasil Uji Normalitas

Kelas Nilai Signifikan Sig a Kesimpulan

Pre-Test Kontrol 0,200

Post-Test Kontrol 0,097


Berdistribusi
>0,05
Normal
Pre-Test Eksperimen 0,050

Post-Test Eksperimen 0,187

Berdasarkan tabel 4.8, menunjukkan bahwa data hasil belajar baik

kelas eksperimen maupun kelas kontrol memiliki sig>0,05, maka dapat

disimpulkan bahwa kelompok data tersebut berdistribusi normal.

b. Uji Homogenitas

Setelah melakukan uji normalitas tersebut, selanjutnya dilakukan

uji homogenitas yang di mana bertujuan untuk mengetahui tingkat

kesamaan varians antara dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan

kelompok kontrol. Data dikatakan homogen apabila nilai signifikan

(Sig)>0,05. Uji homogenitas dua buah variabel dapat diperoleh melalui

uji Homogenity of Variance Test dengan bantuan SPSS 24. Adapun hasil

analisis uji homogenitas dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.9. Hasil Uji Homogenitas

47
Kelas Pre-Test Post-Test Sig a Kesimpulan

Kelas
Eksperimen
0,150 0,150 0,05 Homogen
Kelas
Kontrol

Berdasarakan tabel 4.8, distribusi data Pre-test dan Post-test

0,148 > 0,05, yang dapat disimpulkan bahwa kedua data hasil tes hasil

belajar materi sistem gerak manusia memiliki varians yang homogen.

c. Uji Hipotesis

Uji hipotesis yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan

menggunakan uji Independent T-Test pada SPSS 24. Uji hipotesis

dilakukan untuk menguji apakah ada tidaknya pengaruh penggunaan

media pembelajaran puzzle berbantuan aplikasi google classroom

terhadap hasil belajar materi sistem gerak manusia. Jika nilai sig>0,05

maka dikatakan tidak ada pengaruh penggunaan media pembelajaran

puzzle. Sedangkan jika nilai sig<0,05 maka dikatakan ada pengaruh

penggunaan media pembelajaran puzzle berbantuan aplikasi google

classroom.

Tabel 4.10. Hasil Uji Hipotesis

Statistik Kelas Eksperimen Kelas Kontrol

Sig 0,000

Sig a. < 0,05

48
Berdasarkan tabel 4.10, menunjukkan bahwa hasil uji hipotesis sebesar

0,000<0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan

media pembelajaran puzzle berbantuan aplikasi google classroom terhadap

hasil belajar pada materi sistem gerak manusia kelas XI MIPA 5 dan kelas

XI MIPA 6 di SMA Negeri 8 Gowa.

B. Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasl pengolahan data penelitian yang telah dilakukan

menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar

peserta didik yang diajarkan menggunakan media puzzle dengan peserta

didik yang diajar tidak menggunakan media puzzle.

Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif kelas eksperimen pada

tabel 4.1 dan kelas kontrol pada tabel 4.4 menunjukkan bahwa, hasil belajar

peserta didik yang menggunakan media puzzle pada kelas eksperimen

terdapat satu peserta didik yang lulus KKM dibandingkan peserta didik pada

kelas kontrol yang tidak menggunakan media puzzle. Selanjutnya dari hasil

analisis data inferensial pada tabel 4.10 pada uji hipotesis hasil belajar

peserta didik Pre-test dan Post-test mendapatkan nilai signifikan sebesar

0.000 yang dimana nilai signifikan tersebut lebih kecil dari nilai signifikan α

0.05, berarti dapat disimpulkan bahwa H0 (tidak ada pengaruh) ditolah dan

H1 (ada pengaruh) diterima.

Dari hasil analisis tersebut membuktikan bahwa penggunaan media

pembelajaran puzzle dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Media

pembelajaran puzzle adalah media gambar yang memuat gambar kerangka

49
penyusun tulang manusia dan gangguan pada sistem gerak dan ditampilkan

dalam bentuk online.

Gambar dari media puzzle ini untuk bisa memudahkan peserta didik

lebih paham dan daya ingat serta daya pikir peserta didik tentang materi

meningkat. Misalnya pada materi sistem gerak manusia, untuk membuat

peserta didik bisa melihat lebih jelas tentang bagaiman kerangka

penyusunan tulang, maka dibuatlah sesimpel mungkin agar lebih mudah

dipahami dan ditelaah bagi peserta didik sehingga materi yang dipelajari

lebih mudah dicerna..

Adanya peningkatan hasil belajar peserta didik membuktikan bahwa

adanya pengaruh pada penggunaan media pembelajaran puzzle. Tidah hanya

itu, media pembelajaran puzzle memberikan pengalaman dan variasi

pembelajaran baru bagi peserta didik sehingga tentunya kedepannya

diharapkan adanya peningkatan hasil belajar pada materi Biologi.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Ela

Latifatul Fajariah (2017), yang dimana dalam penggunaan media

pembelajaran puzzle mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Jadi

dapat disimpulkan, penggunaan media pembelajaran puzzle mampu

meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan diperkuat dengan hasil data

primer dan hasil pengolahan data pada peserta didik kelas XI SMA Negeri 8

Gowa materi Sistem Gerak Manusia.

50
51
BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Akhir dari skripsi ini penulis menarik beberapa kesimpulan berdasarkan

hasil penelitian yang telah dilaksanakan dan telah diuraikan sebelumnya,

maka penulis menarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Pengaruh penggunaan media puzzle berbantuan aplikasi classroom

menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik, di mana

terdapat satu orang peserta didik pada kelas eksperimen yang lulus KKM

dibandingkan kelas kontrol yang semua peserta didik tidak lulus KKM.

2. Hasil penelitian membuktikan bahwa ada pengaruh penggunaan media

puzzle berbantuan aplikasi classroom terhadap hasil belajar peserta didik

pada materi sistem gerak manusia pada kelas XI SMA Negeri 8 Gowa.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti ingin memberikan saran-saran

sebagai berikut:

1. Bagi guru bidang studi Biologi, agar menggunakan media pembelajaran

yang sesuai dengan materi yang diajarkan sehingga siswa lebih tertarik

dan termotivasi untuk belajar Biologi dan dapat meningkatkan hasil

belajar Biologi siswa. Salah satunya adalah dengan menggunakan media

pembelajaran puzzle.

52
2. Agar siswa lebih aktif pada saat proses belajar daring, guru sebagai

fasilitator mendorong siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Guru

menempatkan diri sebagai pembimbing semua siswa yang memerlukan

bantuan apabila mereka menghadapi persoalan belajar.

3. Bagi penulis (peneliti) sellanjutnya yang ingin melakukan penelitian yang

sama, disarankan untuk mengembangkan penelitian ini dengan

mempersiapkan sajian materi lain dan dapat mengoptimalkan waktu guru

meningkatkan hasil belajar Biologi siswa

4. Bagi mahasiswa, dengan adanya penelitian mengenai pengaruh media

pembelajaran puzzle berbantuan aplikasi google classroom terhadap hasil

belajar ini dapat memberi pengetahuan mengenai media pembelajaran

puzzle yang dapat digunakan pada saat praktek mengajar.

53
DAFTAR PUSTAKA

Anggraini, Ervinna. 2018. Pengaruh Pembelajaran Blended Learning


Menggunakan Aplikasi Google Classroom Terhadap Pemahaman Konsep
Matematika Pada Peserta Didik Kelas VIII SMPN 9 Bandar Lampung.
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Ernawati. 2018. Pengaruh Penggunaan Aplikasi Google Classroom Terhadap


Kualitas Pembelajaran Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran
Ekonomi Kelas XI Di MAN 1 Kota Tangerang Selatan. Jakarta : Universitas
Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Hakim, Abdul Barir. 2016. Efektifitas E-Learning Moodle, Google Classroom


Dan Edmodo. Jurnal I-Statement. Vol. 02 No. 1. ISSN: 2473-0280

Hammi, Zedha. 2017. Implementasi Google Classroom Pada Kelas XI IPA MAN
2 Kudus. Universitas negeri semarang

Irnaningtyas. 2013. Biologi Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta : Erlangga

Jamil, Sya’ban. 2012. Games Untuk Keluarga. Jakarta : Mahaka Publishing

Kustandi, Cecep, dan Daddy Darmawan. 2020. Pengembangan Media


Pembelajaran: Konsep dan Aplikasi Pengembangan Media Pembelajaran
Bagi Pendidik di Sekolah dan Masyarakat Edisi Pertama. Jakarta: Kencana

Muksin. 2014. Koleksi Game Seru Untuk Kegiatan Belajar Anak. Yogyakarta :
Diva Kids

54
Sanjaya. 2013. Penelitian pendidikan, jenis, metode dan prosedur. Jakarta :
kencana prenada media group

Siti Saptari Qomariah, I Ketut R Sudiarditha. 2016. Kualitas Media Pembelajaran,


Minat Belajar, Dan Hasil Belajar Siswa: Studi Pada Mata Pelajaran
Ekonomi Di Kelas X IIS SMA Negeri 12 Jakarta. Jurnal Pendidikan
Ekonomi Dan Bisnis. Vol. 4 No. 1. ISSN:2302-2663

Sudaryono. 2017. Metodologi Penelitian. Jakarta : Rajawali Pers

Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung :


Penerbit Alfabeta

Sundayana, Rostina. 2014. Media Dan Alat Peraga Dalam Pembelajaran


Matematika. Bandung : Alfabeta

Wicaksono, Vicky Dwi dan Putri Rachmadyanti. 2018. Pembelajaran Blended


Learning Melaalui Google Classroom Di Sekolah Dasar. Jurnal Seminar
Nasional Pendidikan PGSD UMS dan HDPGSDI : Universitas Negeri
Surabaya

Yuda, Darmawan. 2019. Penggunaan Aplikasi Google Classroom Dalam Upaya


Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Kelas X SMA Jurusan
IPS. Universitas Muhammadiyah Surakarta

55
56
LAMPIRAN

57
LAMPIRAN A

58
LAMPIRAN A.1
FORMAT PENILAIAN VALIDITAS ISI DAN KONSTRUK
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

A. Petunjuk:

Dalam menyusun skripsi, peniliti mengembangkan Perangkat

Pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Dengan ini, peneliti meminta kesediaan Bapak/Ibu untuk

memberikan penilaian mengenai tingkat relevansi antara kriteria

penilaian RPP dengan indikator RPP. Penilaian dilakukan dengan cara

membubuhkan tanda ceklis (√) pada skala penilaian yang telah

disediakan.

1. Tidak Relevan

2. Kurang Relevan

3. Cukup Relevan

4. Relevan

Selanjutnya untuk memudahkan revisi atau kelengkapan dari

Perangkat Pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),

59
dimohon kesediaan Bapak/Ibu berkenan memberikan saran-saran

perbaikan pada tulisan yang disertakan.

Terimakasih atas kesediaan Bapak/Ibu memberikan penilaian objektif.

60
B. Lembar Penilaian

Skala
Kriteria
No. Indikator Penilaian
Penilaian 1 2 3 4
a. Judul 
b. Satuan Tingkat Pendidikan 
c. Bidang Keahlian (Khusus SMK) 
1 Identitas RPP d. Mata Pelajaran 
e. Kelas/Semester 
f. Alokasi Waktu 
Standar Kesesuaian rumusan standar kompetensi 
2
Kompetensi dengan silabus
a. Kesesuaian indikator dengan rumusan 
Kompetensi kompetensi dasar
3 Dasar dan
b. Kesesuaian indikator dengan alokasi 
Indikator
waktu pembelajaran yang direncanakan
a. Ketepatan penjabaran indikator hasil 
belajar ke dalam tujuan pembelajaran
(proses dan prosuk)
b. Keterukuran tujuan pembelajaran 
Tujuan
4 (prose dan produk) mencakup aspek
Pembelajaran audience, behavior, condition, and degree
c. Kesesuaian tujuan 
pembelajaran (proses dan
produk) dengan
perkembangan kognitif siswa
a. Materi Pembelajaran 
b. Sumber, bahan, dan alat bantu (media) 
5 Kelengkapan 
c. Model, Pedekatan, dan
Metode Pembelajaran yang
digunakan
a. Kebenaran subtansi materi 
Materi pembelajaran
6
Pembelajaran b. Kesesuaian isi materi pembelajaran 
dengan indikator
a. Kesesuaian sintaks dengan model 
pembelajaran yang dipilih
Skenario
7 b. Penggunaan pendekatan dan metode 
Pembelajaran
diuraikan dengan jelas dalam proses
pembelajaran

Tim Pengelola Validasi Instrumen Prodi Pendidikan Biologi FKIP Unismuh Makassar

61
Skala
Kriteria
No. Indikator Penilaian
Penilaian 1 2 3 4
c. Tahap pembelajaran untuk setiap 
fase diuraikan dengan jelas
d. Sistematika tahap pembelajaran untuk 
setiap fase diuraikan dengan jelas
e. Kegiatan guru dirumuskan secara 
operasional untuk setiap fase
f. Kegiatan siswa dirumuskan 
secara operasional untuk setiap
fase
g. Kesesuaian alokasi waktu yang 
digunakan dengan tahap pembelajaran
8 Assesmen Kesesuaian teknik dan bentuk penilaian 
dengan ketercapaian tujuan pembelajaran
9 Bahasa a. Penggunaan bahasa ditinjau dari 
penggunaan kaidah bahasa Indonesia
b. Bahasa yang digunakan bersifat 
komunikatif
c. Kesederhanaan struktur kalimat 

Tim Pengelola Validasi Instrumen Prodi Pendidikan Biologi FKIP Unismuh Makassar

62
C. Penilaian Umum terhadap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

1. RPP dapat diterapkan tanpa rivisi

2. RPP dapat diterapkan dengan revisi kecil 

3. RPP dapat diterapkan dengan revisi besar

4. RPP tidak dapat diterapkan

D. Saran-saran

Silahkan di ubah semua yang telah saya koreksi

Makassar, 14 Muharram 1442 H


02 September 2020 M

PENILAI

Muhammad Wajdi, S.Pd., M.Pd.

Tim Pengelola Validasi Instrumen Prodi Pendidikan Biologi FKIP Unismuh Makassar

63
FORMAT PENILAIAN VALIDITAS ISI DAN KONSTRUK TES
HASIL BELAJAR BIOLOGI

A. Petunjuk:

Dalam menyusun skripsi, peniliti mengembangkan instrumen Tes Hasil Belajar

Biologi. Dengan ini, peneliti meminta kesediaan Bapak/Ibu untuk memberikan

penilaian mengenai tingkat kevalidan terhadap instrumen Tes Hasil Belajar Biologi

yang dikembangkan. Penilaian dilakukan dengan cara membubuhkan tanda ceklis

(√) pada skala penilaian yang telah disediakan, sebagai berikut.

1. Tidak Valid

2. Kurang Valid

3. Cukup Valid

4. Valid

Selanjutnya untuk memudahkan revisi atau kelengkapan dari instrumen Tes Hasil

Belajar, dimohon kesediaan Bapak/Ibu berkenan memberikan saran-saran

perbaikan pada tulisan yang disertakan.

Terimakasih atas kesediaan Bapak/Ibu memberikan penilaian objektif.

64
B. Lembar Penilaian

Skala Penilaian
Aspek yang Dinilai 1 2 3 4
1. Aspek Petunjuk
a. Kesesuaian Tes Hasil Belajar dengan tujuan 
pembelajaran
b. Petunjuk pengerjaan Tes Hasil Belajar dinyatakan 
denga jelas
c. Butir-butir soal dalam Tes Hasil Belajar disusun 
secara proporsional berdasarkan aspek yang
diukur
d. Kejelasan maksud tiap butir soal dan tidak 
menimbulkan makna “Ganda”
e. Kesesuaian alokasi waktu pengerjaan Tes Hasil 
Belajar dengan jumlah butir soal dan tingkat
kesulitan
f. Memperhatikan tingkat perkembangan 
kognitif siswa
2. Pedoman Penskoran Jawaban Tes Hasil Belajar
a. Kunci jawaban Tes Hasil Belajar 
dirumuskan dengan tepat
b. Rubrik penskoran sesuai dengan bentuk tes 
dan tujuan tes
c. Bobot penskoran tiap butir soal ditetapkan 
secara proporsional
3. Aspek Bahasa
a. Penggunaa Bahasa ditinjau dari 
penggunaan kaidah Bahasa Indonesia
b. Kesederhanaan struktur kalimat 
c. Bahasa yang digunakan bersifat komunikatif, 
tidak mengandung arti ganda dan mudah
dipahami

65
Tim Pengelola Validasi Instrumen Prodi Pendidikan Biologi FKIP Unismuh Makassar

66
C. Penilaian Umum terhadap Instrumen Tes Hasil Belajar Biologi

1. Tes Hasil Belajar Biologi dapat diterapkan tanpa rivisi

2. Tes Hasil Belajar Biologi dapat diterapkan dengan revisi kecil

3. Tes Hasil Belajar Biologi dapat diterapkan dengan revisi besar

4. Tes Hasil Belajar Biologi tidak dapat diterapkan

D. Saran-saran

Segera diperbaiki yang telah saya koreksi, selamat meneliti

Makassar, 14 Muharram 1442 H


02 September 2020 M

PENILAI

Muhammad Wajdi, S.Pd., M.Pd.

Tim Pengelola Validasi Instrumen Prodi Pendidikan Biologi FKIP Unismuh Makassar
67
FORMAT PENILAIAN VALIDITAS ISI DAN KONSTRUK
LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS)

A. Petunjuk:

Dalam menyusun skripsi, peniliti menggunakan Perangkat Pembelajaran berupa

Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Dengan ini, peneliti meminta kesediaan Bapak/Ibu

untuk memberikan penilaian mengenai tingkat relevansi Lembar Kegiatan Siswa

(LKS) yang dikembangkan. Penilaian dilakukan dengan cara membubuhkan tanda

ceklis (√) pada skala penilaian yang telah disediakan, sebagai berikut.

1. Tidak Relevan

2. Kurang Relevan

3. Cukup Relevan

4. Relevan

Selanjutnya untuk memudahkan revisi atau kelengkapan dari instrumen Perangkat

Pembelajaran Lembar Kegiatan Siswa (LKS), dimohon kesediaan Bapak/Ibu

berkenan memberikan saran-saran perbaikan pada tulisan yang disertakan.

Terimakasih atas kesediaan Bapak/Ibu memberikan penilaian objektif.

68
B. Lembar Penilaian

Skala Penilaian
Aspek yang Dinilai 1 2 3 4
1. Format
Sistem Penomoran, Petunjuk Penyelesaian LKS, Tata

Ruang, dan Lay Out
2. Isi
a. Kesesuaian LKS dengan pendekatan dan 
metode pembelajaran yang digunakan
b. Memperhatikan pengetahuan awal siswa

dan pengetahuan prasyarat
c. Memperhatikan tingkat kognitif siswa 
d. Menunjang terlaksananya proses belajar

mengajar yang berbasis pada aktivitas siswa
e. Mengembangkan keterampilan 
proses/inquiri/pemecahan masalah/berpikir
tingkat tinggi
f. Penetapan aspek isi sesuai dengan tujuan

pembelajaran
3. Aspek Bahasa
a. Penggunaa bahasa ditinjau dari penggunaan

kaidah Bahasa Indonesia
b. Kesederhanaan struktur kalimat 
c. Bahasa yang digunakan bersifat komunikatif,
tidak mengandung arti ganda dan mudah 
dipahami oleh
siswa

Tim Pengelola Validasi Instrumen Prodi Pendidikan Biologi FKIP Unismuh Makassar

69
C. Penilaian Umum terhadap Perangkat Pembelajaran Lembar Kegiatan

Siswa (LKS)

1. LKS dapat diterapkan tanpa rivisi

2. LKS dapat diterapkan dengan revisi kecil 

3. LKS dapat diterapkan dengan revisi besar

4. LKS tidak dapat diterapkan

D. Saran-saran

Silahkan mengubah hasil koreksi

Makassar, 14 Muharram 1442 H


02 September 2020 M

PENILAI

Muhammad Wajdi, S.Pd., M.Pd.

Tim Pengelola Validasi Instrumen Prodi Pendidikan Biologi FKIP Unismuh Makassar

LAMPIRAN A.2
64
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KELAS EKSPERIMEN

Sekolah : SMAN 8 Gowa Kelas/Semester : XI/1 KD : 3.5 dan 4.5


Mata pelajaran : Biologi Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit Pertemuan : I
Materi : Sistem Gerak Manusia

A. Tujuan
 Menganalisis bagian-bagian tulang penyusun rangka berdasarkan kajian literatur dengan tepat\
 Mengklasifikasi macam-macam persendian melalui kajian literatur dengan tepat
 Menganalisis jenis-jenis otot sebagai alat gerak aktif berdasarkan kajian literatur dengan tepat
 Menyajikan poster tentang kelainan atau gangguan sistem gerak dan teknologi untuk mengatasi kelainan
atau gangguan pada sistem gerak

B. Media, Metode dan Sumber Belajar


Media : Metode : Alat dan Bahan :
 Game puzzle online  Blended Learning  Smartphone
 Aplikasi classroom  Internet
 Bahan Ajar
 LKPD

C. Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Pembuka : Melakukan pembukaan dengan mengirimkan video pembuka pada grup whatsapp dan berdoa
untuk memulai pembelajaran, memeriksa kehadiran peserta didik pada grup whatsapp
Apersepsi : Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman
peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya serta mengajukan pertanyaan untuk
mengingat dan menghubungkan dengan materi selanjutnya.
Motivasi : Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat) dengan
mempelajari materi: Bagian-Bagian Tulang Penyusun Rangka, Macam-Macam Persendian,
Jenis-Jenis Otot Sebagai Alat Gerak Aktif, Kelainan Atau Gangguan Sistem Gerak Manusia
Kegiatan inti
Kegiatan literasi Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca
dan menuliskannya kembali. Mereka diberi bahan bacaan terkait materi Bagian-
Bagian Tulang Penyusun Rangka, Macam-Macam Persendian, Jenis-Jenis Otot
Sebagai Alat Gerak Aktif, Kelainan Atau Gangguan Sistem Gerak Manusia

Critical Thinking Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi sebanyak
mungkin, hal yang belum dipahami, mengajukan pertanyaan pada grup whatsapp.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi Bagian-Bagian Tulang
Penyusun Rangka, Macam-Macam Persendian, Jenis-Jenis Otot Sebagai Alat
Gerak Aktif, Kelainan Atau Gangguan Sistem Gerak Manusia

Collaboration Peserta didik mengumpulkan informasi dan saling bertukar informasi dan
memainkan game puzzle online mengenai Bagian-Bagian Tulang Penyusun
Rangka, Macam-Macam Persendian, Jenis-Jenis Otot Sebagai Alat Gerak
Aktif, Kelainan Atau Gangguan Sistem Gerak Manusia
65
Communication Peserta didik menyimpulkan, mengemukakan pendapat atas materi yang diperoleh
dari berbagai sumber

Creativity  Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah
dipelajari terkait Bagian-Bagian Tulang Penyusun Rangka, Macam-Macam
Persendian, Jenis-Jenis Otot Sebagai Alat Gerak Aktif, Kelainan Atau
Gangguan Sistem Gerak Manusia
 Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal
yang belum dipahami

Kegiatan penutup
Peserta didik  Peserta didik melakukan refleksi tentang pelaksanaan pembelajaran dan
pelajaran apa yang diperoleh setelah belajar tentang Bagian-Bagian Tulang
Penyusun Rangka, Macam-Macam Persendian, Jenis-Jenis Otot Sebagai
Alat Gerak Aktif, Kelainan Atau Gangguan Sistem Gerak Manusia
 Membuat kesimpulan terkait materi yang dipelajari dengan bantuan dan arahan
dari guru
 Membuat ringkasan dengan bimbingan guru tentang hal-hal penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.

Guru  Melakukan penilaian.


 Memberi tugas kepada peserta didik (PR) dan mengingatkan untuk mempelajari
materi yang akan dibahas dipertemuan berikutnya maupun mempersiapkan diri
menghadapi tes/ evaluasi akhir dipertemuan berikutnya.
 Menutup kegiatan belajar mengajar dengan berdoa.

D. Penilaian
1. Teknik penilaian
a. Tes tertulis pre-test dan post-test
b. Observasi

2. Bentuk instrumen
a. Soal pilihan ganda
b. Lembar aktivitas belajar siswa

Gowa, 02 Oktober 2020

Peneliti

ARNIDA ASDIR
Nim: 105441111916
66
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KELAS EKSPERIMEN

Sekolah : SMAN 8 Gowa Kelas/Semester : XI/1 KD : 3.5 dan 4.5


Mata pelajaran : Biologi Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit Pertemuan : II
Materi : Sistem Gerak Manusia

A. Tujuan
 Mengaitkan fungsi, struktur dan kelainan yang dapat terjadi pada sistem gerak
 Menganalisis hasil pengamatan gerak otot dengan konsep mekanisme kontraksi otot melalui otot katak

B. Media, Metode dan Sumber Belajar


Media : Metode : Sumber Belajar :
 Game puzzle online  Blended Learning  Smartphone
 Aplikasi classroom  Internet
 Bahan Ajar
 LKPD

C. Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Pembuka : Melakukan pembukaan dengan mengirimkan video pembuka pada grup whatsapp dan berdoa
untuk memulai pembelajaran, memeriksa kehadiran peserta didik pada grup whatsapp
Apersepsi : Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman
peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya serta mengajukan pertanyaan untuk
mengingat dan menghubungkan dengan materi selanjutnya.
Motivasi : Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat) dengan
mempelajari materi: Fungsi, Struktur Dan Kelainan Yang Dapat Terjadi Pada Sistem Gerak
Kegiatan inti

67
Kegiatan literasi Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca
dan menuliskannya kembali. Mereka diberi bahan bacaan terkait materi Fungsi,
Struktur Dan Kelainan Yang Dapat Terjadi Pada Sistem Gerak
Critical Thinking Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin, hal yang
belum dipahami, siswa mengajukan pertanyaan pada grup whatsapp. Pertanyaan ini
harus tetap berkaitan dengan materi Fungsi, Struktur Dan Kelainan Yang Dapat
Terjadi Pada Sistem Gerak
Collaboration Peserta didik dapat mengumpulkan informasi, saling bertukar informasi dan
memainkan game puzzle online mengenai Fungsi, Struktur Dan Kelainan Yang
Dapat Terjadi Pada Sistem Gerak
Communication Peserta didik menyimpulkan, mengemukakan pendapat atas materi yang diperoleh
dari berbagai sumber
Creativity  Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah
dipelajari terkait Fungsi, Struktur Dan Kelainan Yang Dapat Terjadi Pada
Sistem Gerak
 Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal
yang belum dipahami
Kegiatan penutup
Peserta didik  Peserta didik melakukan refleksi tentang pelaksanaan pembelajaran dan
pelajaran apa yang diperoleh setelah belajar tentang Fungsi, Struktur Dan
Kelainan Yang Dapat Terjadi Pada Sistem Gerak
 Membuat kesimpulan terkait materi yang dipelajari dengan bantuan dan arahan
dari guru
 Membuat ringkasan dengan bimbingan guru tentang hal-hal penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru  Melakukan penilaian.
 Memberi tugas kepada peserta didik (PR) dan mengingatkan untuk mempelajari
materi yang akan dibahas dipertemuan berikutnya maupun mempersiapkan diri
menghadapi tes/ evaluasi akhir dipertemuan berikutnya.
 Menutup kegiatan belajar mengajar dengan berdoa.

D. Penilaian
E. Teknik penilaian
68
c. Tes tertulis pre-test dan post-test
d. Observasi
F. Bentuk instrumen
c. Soal pilihan ganda
d. Lembar aktivitas belajar siswa

Gowa, 02 Oktober 2020

Peneliti

ARNIDA ASDIR
Nim: 105441111916

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


KELAS KONTROL

69
Sekolah : SMAN 8 Gowa Kelas/Semester : XI/1 KD : 3.5 dan 4.5
Mata pelajaran : Biologi Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit Pertemuan : I
Materi : Sistem Gerak Manusia

E. Tujuan
 Menganalisis bagian-bagian tulang penyusun rangka berdasarkan kajian literatur dengan tepat\
 Mengklasifikasi macam-macam persendian melalui kajian literatur dengan tepat
 Menganalisis jenis-jenis otot sebagai alat gerak aktif berdasarkan kajian literatur dengan tepat
 Menyajikan poster tentang kelainan atau gangguan sistem gerak dan teknologi untuk mengatasi kelainan
atau gangguan pada sistem gerak

F. Media, Metode dan Sumber Belajar


Media : Metode : Alat dan Bahan :
 Bahan Ajar  Blended Learning  Smartphone
 LKPD  Internet

G. Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Pembuka : Melakukan pembukaan dengan mengirimkana video pembuka pada grup whatsapp dan berdoa
untuk memulai pembelajaran, memeriksa kehadiran peserta didik pada grup whatsapp
Apersepsi : Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman
peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya serta mengajukan pertanyaan untuk
mengingat dan menghubungkan dengan materi selanjutnya.
Motivasi : Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat) dengan
mempelajari materi: Bagian-Bagian Tulang Penyusun Rangka, Macam-Macam Persendian,
Jenis-Jenis Otot Sebagai Alat Gerak Aktif, Kelainan Atau Gangguan Sistem Gerak Manusia
Kegiatan inti
Kegiatan literasi Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca
dan menuliskannya kembali. Mereka diberi bahan bacaan terkait materi Bagian-
Bagian Tulang Penyusun Rangka, Macam-Macam Persendian, Jenis-Jenis Otot
Sebagai Alat Gerak Aktif, Kelainan Atau Gangguan Sistem Gerak Manusia
Critical Thinking Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin, hal yang
belum dipahami, siswa mengajukan pertanyaan pada grup whatsaap. Pertanyaan ini
harus tetap berkaitan dengan materi Bagian-Bagian Tulang Penyusun Rangka,
Macam-Macam Persendian, Jenis-Jenis Otot Sebagai Alat Gerak Aktif,
Kelainan Atau Gangguan Sistem Gerak Manusia
Collaboration Peserta didik mengumpulkan informasi, saling bertukar informasi dan memainkan
game puzzle online mengenai Bagian-Bagian Tulang Penyusun Rangka,
Macam-Macam Persendian, Jenis-Jenis Otot Sebagai Alat Gerak Aktif,
Kelainan Atau Gangguan Sistem Gerak Manusia
Communication Peserta didik menyimpulkan, mengemukakan pendapat atas materi yang diperoleh
dari berbagai sumber
Creativity  Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah
dipelajari terkait Bagian-Bagian Tulang Penyusun Rangka, Macam-Macam
Persendian, Jenis-Jenis Otot Sebagai Alat Gerak Aktif, Kelainan Atau
Gangguan Sistem Gerak Manusia
 Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal
70
yang belum dipahami
Kegiatan penutup
Peserta didik  Peserta didik melakukan refleksi tentang pelaksanaan pembelajaran dan
pelajaran apa yang diperoleh setelah belajar tentang Bagian-Bagian Tulang
Penyusun Rangka, Macam-Macam Persendian, Jenis-Jenis Otot Sebagai
Alat Gerak Aktif, Kelainan Atau Gangguan Sistem Gerak Manusia
 Membuat kesimpulan terkait materi yang dipelajari dengan bantuan dan arahan
dari guru
 Membuat ringkasan dengan bimbingan guru tentang hal-hal penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru  Melakukan penilaian.
 Memberi tugas kepada peserta didik (PR) dan mengingatkan untuk mempelajari
materi yang akan dibahas dipertemuan berikutnya maupun mempersiapkan diri
menghadapi tes/ evaluasi akhir dipertemuan berikutnya.
 Menutup kegiatan belajar mengajar dengan berdoa.

H. Penilaian
3. Teknik penilaian
e. Tes tertulis pre-test dan post-test
f. Observasi
4. Bentuk instrumen
e. Soal pilihan ganda
f. Lembar aktivitas belajar siswa

Gowa, 02 Oktober 2020

Peneliti

ARNIDA ASDIR
Nim: 105441111916

71
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KELAS KONTOL

Sekolah : SMAN 8 Gowa Kelas/Semester : XI/1 KD : 3.5 dan 4.5


Mata pelajaran : Biologi Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit Pertemuan : II
Materi : Sistem Gerak Manusia

G. Tujuan
 Mengaitkan fungsi, struktur dan kelainan yang dapat terjadi pada sistem gerak
 Menganalisis hasil pengamatan gerak otot dengan konsep mekanisme kontraksi otot melalui otot katak

H. Media, Metode dan Sumber Belajar


Media : Metode : Sumber Belajar :
 Bahan Ajar  Blended learning  Smartphone
 LKPD  Internet

I. Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan awal
Pembuka : Melakukan pembukaan dengan mengirimkan video pembuka pada grup whatsaap dan berdoa
untuk memulai pembelajaran, memeriksa kehadiran peserta didik pada grup whatsapp
Apersepsi : Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman
peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya serta mengajukan pertanyaan untuk
72
mengingat dan menghubungkan dengan materi selanjutnya.
Motivasi : Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat) dengan
mempelajari materi: Fungsi, Struktur Dan Kelainan Yang Dapat Terjadi Pada Sistem Gerak
Kegiatan inti
Kegiatan literasi Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca
dan menuliskannya kembali. Mereka diberi bahan bacaan terkait materi Fungsi,
Struktur Dan Kelainan Yang Dapat Terjadi Pada Sistem Gerak
Critical Thinking Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin, hal yang
belum dipahami, siswa mengajukan pertanyaan pada grup whatsapp. Pertanyaan ini
harus tetap berkaitan dengan materi Fungsi, Struktur Dan Kelainan Yang Dapat
Terjadi Pada Sistem Gerak
Collaboration Peserta didik mengumpulkan informasi, saling bertukar informasi dan memainkan
game puzzle online mengenai Fungsi, Struktur Dan Kelainan Yang Dapat
Terjadi Pada Sistem Gerak
Communication Peserta didik menyimpulkan, mengemukakan pendapat atas materi yang diperoleh
dari berbagai sumber
Creativity  Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah
dipelajari terkait Fungsi, Struktur Dan Kelainan Yang Dapat Terjadi Pada
Sistem Gerak
 Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal
yang belum dipahami
Kegiatan penutup
Peserta didik  Peserta didik melakukan refleksi tentang pelaksanaan pembelajaran dan
pelajaran apa yang diperoleh setelah belajar tentang Fungsi, Struktur Dan
Kelainan Yang Dapat Terjadi Pada Sistem Gerak
 Membuat kesimpulan terkait materi yang dipelajari dengan bantuan dan arahan
dari guru
 Membuat ringkasan dengan bimbingan guru tentang hal-hal penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru  Melakukan penilaian.
 Memberi tugas kepada peserta didik (PR) dan mengingatkan untuk mempelajari
materi yang akan dibahas dipertemuan berikutnya maupun mempersiapkan diri
menghadapi tes/ evaluasi akhir dipertemuan berikutnya.
 Menutup kegiatan belajar mengajar dengan berdoa.

73
J. Penilaian
Teknik penilaian
g. Tes tertulis pre-test dan post-test
h. Observasi
Bentuk instrumen
g. Soal pilihan ganda
h. Lembar aktivitas belajar siswa

Gowa, 02 Oktober 2020

Peneliti

ARNIDA ASDIR
Nim: 105441111916

74
LAMPIRAN A.3

LEMBAR KERJA PESERTA


LAMPIRAN
DIDIK A.3

Materi Pokok : Sistem Gerak Masia

Nama :

Kelas :

Petunjuk :

1. Tulislah nama pada identitas yang sudah disediakan


2. Lakukan kegiatan sesuai dengan langkah-langkah kegiatan. Apabila ada yang kurang jelas mintalah
penjelasan dari guru
a. Tujuan kegiatan : Agar siswa dapat mengetahui penyusun sistem rangka dan sambungan antar
tulang (sendi)
b. Alat dan bahan :
1) Alat tulis dan rem
2) Gambar sistem rangka manusia dan sambungan antar tulang (sendi)
c. Langkah-langkah kegiatan :
1) Lakukan kegiatan dibawah ini dan amatilah gambar yang tercantum dibawah ini
2) Tulislah data yang diperoleh dan jawablah pertanyaan dibawah ini

75
Langkah kerja

1. Tulislah keterangan pada gambar dibawah ini !

Struktur tulang tengkorak

Struktur tulang rusuk dan tulang dada

Struktur tulang anggota gerak atas

76
Struktur tulang anggota gerak bawah

Struktur tulang panggul

77
2. Sebutkan dan jelaskan macam-macam sendi pada manusia ?
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
3. Perhatikan gambar-gambar dibawah ini !

Pasangkan gambar-gambar yang tersedia di LKPD untuk melengkapi keterangan


pada gambar diatas !

78
Gambar Untuk Melengkapi Pasangan Gambar Pada LKPD I

79
LAMPIRAN A.4
A. Media Game Puzzle Online

86
87
88
89
LAMPIRAN B

90
LAMPIRAN B.1

KISI-KISI SOAL MATERI SISTEM GERAK

N Indikator Soal Kunci Tingkat kognitif


C C C C C C
o jawab
1 2 3 4 5 6
an
3.5.1 1. Bagian rangka yang A √
Menganalis
melindungi jantung dan
is bagian-
bagian paru-paru adalah...
tulang
a. Tulang rusuk
penyusun
rangka b. Tulang selangka
c. Tulang panggul
d. Tulang betis
e. Tulang daun telinga
2. Tulang dibawah ini C √
yang berfungsi untuk
membungkus dan
melindungi otak
adalah...
a. Tulang daun telinga
b. Tulang scapula
c. Tulang cranium
d. Tulang tarsal
e. Tulang pipa
3. Perhatikan pernyataan C √
berikut :
1) Penyangga
2) Penghubung

91
3) Pelindung
4) Gerak pindah
5) Pembentukan otot
6) Sumber nutrisi
Dari pernyataan di atas,
yang merupakan fungsi
rangka adalah...
a. 1,2,3
b. 1,3,5
c. 1,3,4
d. 1,5,6
e. 1,2,4
4. Perhatikan gambar A √
rangka manusia di
bawah ini !

Berdasarkan gambar di
atas, tulang pipah
ditunjukkan oleh
nomor...
a. 1,2 dan 3
b. 1,3 dan 4
c. 2,5 dan 6
d. 4,5 dan 6
e. 5,3 dan 1
5. Tulang rusuk manusia A √
terdiri dari...
92
a. 7 pasang rusuk
sejati, 3 pasang
rusuk palsu, 2
pasang rusuk
melayang
b. 7 pasang rusuk
sejati, 7 pasang
rusuk palsu, 2
pasang rusuk
melayang
c. 2 pasang rusuk
sejati, 7 pasang
rusuk palsu, 2
pasang rusuk
melayang
d. 3 pasang rusuk
sejati, 7 pasang
rusuk palsu, 2
pasang rusuk
melayang
e. 2 pasang rusuk
sejati, 2 pasang
rusuk palsu, 3 rusuk
melayang
6. Perhatikan gambar D √
anggota gerak atas di
bawah ini :

93
Berdasarkan gambar di
atas, jenis tulang yang
ditunjukkan pada nomor
1, 5, dan 2 merupakan
tulang...
a. Humerus, clavicula,
ulna
b. Humerus, falanges,
scapula
c. Humerus, radius,
metacarpal
d. Humerus, radius,
ulna
e. Radius, metacarpal,
ulna
7. Perhatikan gambar C √
berikut !

Tulang yang
ditunjukkan oleh A, F
dan E secara berurutan

94
adalah....
a. tulang duduk,
tulang kemaluan,
dan tulang panggul.
b. tulang kemaluan,
tulang duduk, dan
tulang panggul.
c. tulang panggul,
tulang duduk, dan
tulang kemaluan.
d. tulang panggul,
tulang kemaluan,
dan tulang duduk.
e. Tulang kemaluan,
tulang duduk dan
tulang panggul
8. Salah satu cara untuk C √
menghindari
osteoporosis adalah
dengan meminum susu
berkalsium tinggi. Hal
ini menunjukkan bahwa
tulang berfungsi...
a. Memberi bentuk
tubuh
b. Melindungi otot dan
tulang
c. Sebagai penimbun
zat-zat mineral
d. Melindungi organ

95
tubuh yang lunak
e. Sebagai tempat
pembentukan sel
darah merah
9. Tulang-tulang berikut B √
yang merupakan
pembentuk sistem
rangka aksial adalah...
a. Tulang belakang,
tulang lengan.
Tulang dada, tulang
panggul
b. Tulang tengkorak,
tulang dada, tulang
rusu, tulang
belakang
c. Tulang tengkorak,
tulang lengan, tulang
belakang, tulang
rusuk
d. Tulang belakang,
tulang tengkorak,
tulang dada, tulang
lengan
e. Tulang lengan,
tulang dada, tulang
rusuk, tulang
tengkorak
10. Wanita dalam kondisi C √
tertentuseperti hamil,
menyusui dan saat
96
menstruasi sangat
dianjurkan
mengkonsumsi
tambahan kalsium
dalam makanannya.
Terutama untuk wanita
hamilsangat dianjurkan.
Benarkah hal tersebut
dan mengapa
demikian...
a. Benar, karena
kalsium digunakan
untuk pertumbuhan
bayi
b. Salah, karena
kalsium tidak terlalu
bergunauntuk nutrisi
wanita hamil
c. Benar, karena
kalsium digunakan
untuk pertumbuhan
tulang bayi
d. Salah, karena
kalsium hanya
dibutuhkan oleh
bayinya tidak untuk
wanita hamilnya
e. Benar, karena
kalsium digunakan
nuntuk wanita

97
hamilnya
11. Struktur tulang rawan B √
pada anak-anak berbeda
dengan tulang pada
orang dewasa, karena
tulang rawan anak-
anak...
a. Mengandung lebih
banyak kondroblas
b. Berasal dari
perikondrium
c. Tidak memiliki
lakuna
d. Kondroblas bersifat
tidak aktif
e. Kondroblas bersifat
aktif
12. Bagian dari tulang pipa A √
yang aktif memanjang
adalah...
a. Sumsung tulang
b. Tulang spons
c. Epifisis
d. Cakra epifisis
e. Tulang panggul
13. Ketika anak balita C √
meminum susu, banyak
orang tua yang
memperhatikan kadar
kalsium susu tersebut.
Susu berkalsium tinggi

98
menjadi pilihan. Hal
tersebut membuat anak
sepat tinggi dalam masa
pertumbuhan. Maka
sebenarnya yang terjadi
dalam masa tersebut
adalah proses osifikasi
(pembentukan tulang)
terutama pada tulang
pipa sebagai berikut :
1) Batang-batang
tulang rawan yang
diselubungi oleh
perikardium
2) Terbentuk diafisis
3) Perikardium berubah
menjadi periosteum
4) Terjadi penimbunan
kalsium dalam
matriks
5) Tulang tumbuh
melingkar dan
memanjang
6) Periosteum
mengandung
osteoblas
7) Terbentuk tulang
sejati
Urutang proses osifiksi
(pembentukan tulang)

99
pada tulang pipa yang
benar adalah...
a. 1-2-3-4-5-6-7
b. 2-4-3-6-5-7-1
c. 1-2-4-3-6-5-7
d. 2-3-4-5-6-7-1
e. 4-6-7-1-2-5-3
3.5.2 14. Cobalah pegang lengan A √
mengklasif
atas kanan dengan
ikasi
macam- menggunakan tangan
macam
kiri. Lalu coba putar
persendian
pergelangan tangan
sehingga berputar sejauh
180 derajat dari posisi
semula. Ternyata benar
putaran pergelangan
tangan sejauh 180
derajat dan dapat
kembali ke posisi
semula. Hal tersebut
terjadi karena...
a. Sendi peluru
b. Sendi engsel
c. Sendi putar
d. Sendi bahu
e. Sendi gulung
15. Salah satu contoh D √
bagian organ yang
sendinya bergerak
adalah...
a. Sendi pada siku
100
b. Sendi pada lutut
c. Sendi pergelangan
tangan
d. Sendi antar tulang
pada tengkorak
e. Sendi pada
perbatasan atanr
tulang tengkorak
dengan tulang
belakang
A √
16. Perhatikan gambar di
bawah ini !

Humerus dan scapula


memiliki persendian
seperti yang ditunjukkan
oleh nomor...

a. 1

b. 2

c. 3

d. 4

101
e. 1 dan
18. Taufik hidayat, seorang C √
pemain bulu tangkis
bertaraf internasional
dari indonesia, pernah
mengalami dislokasi
pada persendian
kakinya. Yang
dimaksud dengan
dislokasi adalah...
a. Peradangan pada
sendi sehingga
rongga sendi kering
karena kekurangan
minyak sendi
b. Gangguan karena
gerakan tiba-tiba
sehingga ligamen
tertarik tetapi
sendinya tidak
bergeser
c. Pergeseran sendi
dari kedudukan
semula karena
ligamen tertarik atau
sobek
d. Persendian tidak
dapat digerakkan
lagi karena
tulangnya menyatu
102
e. Peradangan satu
atau beberapa sendi
disertai dengan rasa
sakit atau kadang
posisi tulang
mengalami
perubahan
19. Persendian merupakan D √
salah satu organ
terpenting dalam sistem
gerak. Tanpa adanya
sendi tidak ada yang
menghubungkan dua
tulang atau lebih.
Tulang-tulang tersebut
diikat oleh struktur yang
kuat yang disebut
ligamen. Selain terdapat
ligamen, juga terdapat
sebuah struktur yang
menghubungkan bagian
tulang dengan otot.
Struktur tersebut
adalah...
a. Kondrin
b. Osteon
c. Trabekula
d. Tendon
e. Epfisir
20. Perhatikan gambar sendi A √
dibawah ini !
103
Persendian seperti pada
gambar di atas
merupakan sendi...
a. Sendi peluru
b. Sendi pelana
c. Sendi putar
d. Sendi engsel
e. Sendi geser
21. Hubungan antar tulang A √
yang terdapat pada
lengan adalah sendi...
a. Putar
b. Peluru
c. Geser
d. Pelana
e. engsel
22. Persendian yang B √
dihubungkan oleh
banyak jaringan ikat dan
memiliki gerakan
terbatas adalah...
a. Simfisis
b. Sindesmosis
c. Sinkondrosis
d. Sinfibrosis
e. Sinartrosisi

104
23. Perhatikan gambar A √
rangka manusia dan
persendian berikut ini !

Persendian yang
memungkinkan
terjadinya gerakan
sangat bebas
ditunjukkan oleh...
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5

3.5.3 24. Apabila seseorang C √


Menganalis
meluruskan tangannya,
is jenis-
jenis otot maka mekanisme kerja
sebagai alat
yang terjadi adalah...
gerak aktif
a. Sinergis yakni otot
bisep berkontraksi,
trisep relaksasi
b. Sinergis yakni otot
trisep berkontraksi,
bisep relaksasi

105
c. Antagonis yakni otot
trisep berkontraksi,
bisep relaksasi
d. Sinergis yakni otot
bisep dan trisep
berkontraksi
e. Antagonis yakni otot
bisep berkontraksi,
trisep relaksasi
25. Perhatikan pernyataan- C √
pernyataan berikut ini !
1. Berbentuk silindris
bercabang
2. Memiliki contoh
gelap terang
3. Bekerja secara tidak
sadar
4. Bereaksi cepat tetapi
cepat lelah
5. Inti terletak
dipinggir
6. Inti terletak ditengah
Pernyataan yang
merupakan ciri dari otot
lurik/otot rangka
nomor...
a. 1,2,4,5
b. 1,2,4,6
c. 2,4,5
d. 2,4,6

106
e. 2 dan 1
26. Selama berlangsung C √
kontraksi otot, maka
akan terjadi...
a. Penambahan
glikogen
b. Pengurangan
glikogen
c. Penambahan
oksigen
d. Pengurangan
oksigen
e. Pengurangan
karbondioksida
27. Apabila otot pronator B √
ters dan
pronatorkuadratif
berkontraksi maka akan
terjadi gerakan...
a. Tangan berputar
b. Tangan
menelungkup ke
bawah
c. Tangan sejajar bahu
d. Tangan lurus ke
bawah
e. Htangan lurus ke
depan
28. Otot merupakan salah A √
satu bagian terpenting
dalam sistem gerak.

107
Tulang dapat bergerak
juga karena adanya
gerakan yang dilakukan
oleh otot terhadap
tulang. Sebagai alat
gerak aktif otot
memiliki kemampuan
yaitu kontraktibilitas,
ekstensibilitas dan
elastisitas. Di bawah ini
mekanisme
kontraktibilitas adalah...
a. Memanjangnya
ukuran otot akibat
geseran molekul
aktin dan miosin
yang memerlukan
energi dari
pemecahan ATP
b. Memanjangnya
ukuran otot akibat
geseran miofibril
yang memerlukan
energi dari
metabolisme aerobik
glukosa
c. Mengendurnya
ukuran otot akibat
geseran miofibril
yang memerlukan

108
ion kalsium dan
fosfat anorganik
d. Bergesernya
filamen-filamen
yang lebih tebal ke
filamen yang lebih
tipis dan diperlukan
energi dari
pemecahan asam
piruvat
e. Memendeknya
ukuran otot akibat
geseran molekul
aktin dan miosin
yang memerlukan
energi dari
pemecahan ATP

29. Otot di sebut alat gerak D √


aktif karena hal berikut,
kecuali...
a. Mampu berkontraksi
dan berelaksasi
b. Mampu memanjang
dan memendek
c. Mampu
menggerakkan
tulang
d. Memiliki cadangan
energi berupa

109
glikogen
e. Mampu melunakkan
dan mengeraskan

30. Perhatikan gambar D √


struktur otot di bawah
ini !

Berdasarkan gambar di
atas, miofibril berfungsi
untuk mengatur
kontraksi dan relaksasi
otot sehingga otot
bergerak ditunjukkan
pada nomor...
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
31. Orang yang terkena C √
stroke cenderung akan
mengalami pengecilan
otot yang disebut
dengan istilah…yang
disebabkan karena…

a. hipertrofi otot
jarang digerakkan
110
b. Atrofi, otot jarang
digunakan

c. Atrofi, otak tak


mampu mengatur
otot

d. Hipertrofi,
kekurangan nutrisi
otot

e. Atrofi otot sering


digunakan
32. Keterangan berikut D √
menunjukkan hal-hal
yang terjadi pada
mekanisme kontraksi
otot
A : Asetil kolin
B : Rangsang
C : Aktin+miosin
D : Aktomiosin
E : Energi dari ATP
Urutan mekanismeyang
benar adalah...
a. E-B-A-D-C
b. A-B-C-E-D
c. B-C-A-E-D
d. B-A-C-E-D
e. C-D-A-E-B
33. Otot binaragawan yang A √

111
dilatih secara terus
menerus menjadi bagus
dan besar. Otot-otot
tersebut mengalami...
a. Hipertropi
b. Atrofi
c. Kontraksi
d. Tetanus
e. Osteon
3.5.4 34. Perhatikan gambar B √
Mengaitka
gangguan tulang di
n fungsi,
struktur bawah ini !
dan
kelainan
yang dapat
terjadi pada
sistem
gerak
Berdasarkan gambar di
atas, gangguan yang
terjadi pada tulang
tersebut merupakan...
a. Lordosis
b. Fraktura
c. Arthritis
d. Osteoporosis
e. Rakitis
35. Perhatikan gambar di D √
bawah ini !

112
Gangguan yang terjadi
pada tulang di gambar
merupakan akibat
kebiasaan posisi duduk
yang salah, kelainan
tersebut disebut...
a. Kifosis
b. Skoliosis
c. Fraktura
d. Lordosis
e. Nekrosis
36. Melengkungnya tulang C √
punggung ke arah
belakang akibat
kesalahan sikap
disebut...
a. Lordosis
b. Rakhitis
c. Kifosis
d. Fhaktura
e. Skoliosis
37. Pembentukan tulang B √
merupakan suatu hal
yang penting dalam
pertumbuhan dan
perkembangan. Tulang
membutuhkan berbagai
komponen seperti
kalsium, fosform dan
vitamin D. Tanpa hal
tersebut tulang tidak
113
akan tumbuh dengan
baik. Seperti halnya jika
dalam pembentukan
tulang kekurangan
vitamin D, yang
menyebabkan tulang
menjadi lentur dan
membengkok. Menurut
kamu penyakit apakah
itu....
a. Fraktura
b. Rakitis
c. Osteoporosis
d. Nekrosa
e. Kifosis
38. Rasa pegal-pegal yang C √
sering dirasakan apabila
lelah sebenarnya
merupakan
penimbunan...yang
berlebihan
a. Asam klorida
b. Asam amino
c. Asam laktat
d. Asam asetat
e. Asam sulfat
39. Seorang penderita stroke A √
tidak mampu
menggerakkan bisep dan
trisepnya, maka orang
tersebut tidak akan
114
mampu...
a. Menggerakkan
radius dan ulnanya
b. Menggerakkan
femur dan patella
c. Menggerakkan
scapula dan
klavikula
d. Menggerakkan
patela dan karpal
e. Menggerakkan
karpal dan
metacarpal
40. Riketsia merupakan D √
gangguan pada tulang
yang menyebabkan
tulang kaki berbentuk O
dan X oleh karena...
a. Kebiasaan yang
salah
b. Benturan yang keras
c. Tulang terlambat
mengeras
d. Tulang terlambat
mengeras
e. Kekurangan hormon
estrogen
41. Kelainan tulang akibat C √
kekurangan kalsium
pada orang dewasa
menimbulkan rapuh
115
tulang disebut...
a. Nekrosa
b. TBC tulang
c. Osteoporosis
d. Ostomalasin
e. Ostoarthritis

116
LAMPIRAN B.2

HASIL PRE-TEST KELAS XI MIPA 6


(KELAS KONTROL)

N NAMA NILAI
O
1 A 40
2 B 50
3 C 30
4 D 43
5 E 30
6 F 33
7 G 40
8 H 26
9 I 50
10 J 36
11 K 53
12 L 40
13 M 36
14 N 33
15 O 33
16 P 40
17 Q 36
18 R 23
19 S 30
20 T 56
21 U 36
22 V 50
23 W 50
24 X 40
25 Y 30
26 Z 36
27 A1 60
28 B1 40
29 C1 33
30 D1 20
31 E1 43
32 F1 36
117
33 G1 53
34 H1 53

HASIL POST-TEST KELAS XI MIPA 6


(KELAS KONTROL)

N NAMA NILAI
O
1 A 40
2 B 43
3 C 26
4 D 40
5 E 26
6 F 23
7 G 33
8 H 26
9 I 53
10 J 30
11 K 40
12 L 36
13 M 36
14 N 23
15 O 40
16 P 36
17 Q 36
18 R 16
19 S 26
20 T 50
21 U 36
22 V 30
23 W 60
24 X 26
25 Y 40
26 Z 33
27 A1 50
28 B1 33
29 C1 26
30 D1 20
31 E1 50
32 F1 13
33 G1 23
118
34 H1 56

HASIL PRE-TEST KELAS XI MIPA 5


(KELAS EKSPERIMEN)

N NAMA NILAI
O
1 A 36
2 B 30
3 C 26
4 D 43
5 E 40
6 F 46
7 G 60
8 H 40
9 I 30
10 J 76
11 K 26
12 L 33
13 M 60
14 N 46
15 O 50
16 P 16
17 Q 30
18 R 40
19 S 33
20 T 56
21 U 60
22 V 43
23 W 23
24 X 30
25 Y 46
26 Z 40
27 A2 56
28 B2 26
29 C2 23
30 D2 53
31 E2 26
32 F2 43
119
33 G2 66
34 H2 23
35 I2 50

HASIL POST-TEST KELAS XI MIPA 6


(KELAS EKSPERIMEN)

N NAMA NILAI
O
1 A 56
2 B 56
3 C 63
4 D 60
5 E 56
6 F 63
7 G 60
8 H 26
9 I 40
10 J 76
11 K 20
12 L 53
13 M 56
14 N 26
15 O 43
16 P 23
17 Q 43
18 R 33
19 S 36
20 T 50
21 U 50
22 V 36
23 W 23
24 X 40
25 Y 56
26 Z 36
27 A2 56
28 B2 36
29 C2 40
30 D2 43
31 E2 73
32 F2 56
120
33 G2 50
34 H2 50
35 I2 56

121
LAMPIRAN C

123
LAMPIRAN C.1
A. Hasil Analisis Statistik Deskriptif
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Pre-Test Eksperimen 35 16 76 40,71 14,257
Post-Test Eksperimen 35 20 76 46,69 13,985
Pre-Test Kontrol 34 20 60 39,35 9,760
Post-Test Kontrol 34 13 60 34,56 11,418
Valid N (listwise) 34

B. Hasil Uji Normalitas


Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Kelas Statistic df Sig. Statistic df Sig.
*
Hasil Belajar Pre-Test ,117 35 ,200 ,965 35 ,326
Siswa Eksperimen
Post-Test ,137 35 ,097 ,967 35 ,369
Eksperimen
Pre-Test Kontrol ,150 34 ,050 ,962 34 ,287
Post-Test Kontrol ,126 34 ,187 ,969 34 ,426
*. This is a lower bound of the true significance.
a. Lilliefors Significance Correction

C. Hasil Analisis Homogenitas

Test of Homogeneity of Variances

Hasil Belajar Siswa

Levene Statistic df1 df2 Sig.


2,119 1 67 ,150

124
D. Hasil Uji Hipotesis (Uji Independent T-Test)

Independent Samples Test


Levene's Test
for Equality of
Variances t-test for Equality of Means
95% Confidence
Std.
Interval of the
Mean Error
Difference
Sig. (2- Differe Differe
F Sig. t df tailed) nce nce Lower Upper
Hasil Equal 2,119 ,150 3,93 67 ,000 12,127 3,079 5,982 18,272
Belajar variances 9
Siswa assumed
Equal 3,95 65,0 ,000 12,127 3,070 5,997 18,257
variances not 1 93
assumed

125
LAMPIRAN D

126
DOKUMENTASI

127
128
129
130
131
LAMPIRAN E

132
PERSURATAN

133
RIWAYAT HIDUP

Arnida Asdir. Dilahirkan pada 25 April 1998 di


Makassar. Putri dari pasangan Muhammad Asdir
dan Hariani. Penulis memulai jenjang pendidikan di
SD Negeri Katangka I pada tahun 2003 dan tamat
pada atahun 2009. Pada tahun itu juga, panulis
melanjutkan pendidiakan di SMP Somba Opu pada
tahun 2009-2012. Lalu melanjutkan pendidikan ke
SMA Negeri 2 Sungguminasa dan menyelesaiakan
pada tahun 2015. Dengan izin Allas SWT, pada
tahun 2016 penulis kemudian melanjutkan
pendidikan ke Perguruan Tinggi dan Alhamdulillah diterima dan terdaftar sebagai
mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi, Program Strata 1 (S1).

134