Anda di halaman 1dari 4

Nama : Muh.

Imam Gazali

Nim : 105441110215

Pengertian tes objektif Tes objektif adalah tes yang dilakukan dengan menggunakan

ukuran-ukuran yang sudah ditentukan. Contohnya multiple choice (pilihan ganda).

 Dalam tes objektif ini siswa tinggal memilih beberapa opsi sesuai dengan pertanyaan

yang disediakan. Dari opsi tersebut ada jawaban breaker, satu jawaban yang mirip dengan

jawaban yang benar.

 Pengertian tes subjektif Tes subjektif adalah tes yang dilakukan dengan ukuran-

ukuran berdasarkan kategori. Contohnya tes essay atau uraian.

 Tes uraian menuntut siswa untuk menjawab soal dengan kemampuan yang ia miliki. Tidak

masalah apakah ia menjawab panjang atau pendek. Penilaian tes subjektif dilakukan

berdasarkan kategori yang ditentukan oleh pembuat soal. Walaupun jawabannya panjang tapi

tidak sesuai dengan kategori yang ditentukan pembuat soal, maka skornya belum tentu tinggi.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN TEST OBJEKTIF DAN SUBJEKTIF SERTA

BENTUK-BENTUK DARI TEST OBJEKTIF DAN SUBJEKTIF

A.    TEST OBJEKTIF

Tes objektif adalah tes yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara

objektif. Hal ini dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari tes bentuk

essai (Arikunto, 2003:164).

Tes objektif menuntut peserta didik untuk memilih jawaban yang benar

diantara kemungkinan jawaban yang telah disediakan,  memberikan jawaban singkat,

dan melengkapi pertanyaan atau pernyataan yang belum sempurna. Tes objektif sangat

cocok untuk menilai kemampuan peserta didik yang mununtut proses mental yang tidak
begitu tunggi seperti kemampuan mengingat kembali, kemampuan mengenal kembali,

pengertian, dan kemampuan mengaplikasikan prinsip-prinsip.

a.    Kelebihan Test Objektif yaitu:

1.  Untuk menjawab test objektif tidak banyak memakai waktu.

2. Reabilitasnya lebih tinggi kalau di bandingkan dengan test Essay, karena

penilainnya bersifat      objektif.

3. Pemberian nilai dan cara menilai test objektif lebih cepat dan mudah karena

tidak menuntut keahlian khusus dari pada si pemberi nilai.

4.  Lebih mudah dan cepat cara memeriksanya karena dapat menggunakan kunci

tes bahkan alat-alat hasil kemajuan teknologi.

5. Untuk menjawab test objektif tidak banyak memakai waktu

6. Pemeriksaanya dapat diserahkan orang lain.

7. Tes Objektif tidak memperdulikan penguasaan bahasa, sehingga mudah

dilaksanakan.

b.    Kelemahan Test Objektif yaitu :

1.  Murid sering menerka-nerka dalam memberikan jawaban, karena mereka

belum menguasai bahan pelajaran tersebut.

2. Memang test sampling yang diajukan kepada murid- murid cukup banyak, dan

hanya membutuhkan waktu yang relative singkat untuk menjawabnya

3. Tidak biasa mengajak murid untuk berpikir taraf tinggi.

4. Banyak memakan biaya, karena lembaran item- item test harus sebanyak jumlah

pengikut test.

5. Kerjasama antar peserta didik pada waktu mengerjakan soal tes lebih terbuka.
B. Test Subjektif

Berikut adalah kelemahan dan kelebihan tes esai menurut Arikunto (2009:163). 

a. Kelebihan

1. Mudah disiapkan dan disusun

2. Tidak memberikan banyak kesempatan untuk berspekulasi atau untung-untungan

3. Mendorong siswa untuk berani mengeluarkan pendapat serta menyusun dalam

kalimat yang bagus

4. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengutarakan maksud dengan gaya

bahasanya sendiri

5. Dapat diketahui sejauh mana siswa memahami materi atau apapun yang menjadi

pokok bahasan

b. Kekurangan

1. Kadar validitas dan reabilitas rendah

2. Kurang representatif dalam hal mewakili seluruh scope bahan pembelajaran

3. Cara memeriksanya banyak dipengaruhi oleh unsur subjektif

4. Pemeriksaannya lebih sulit

5. Waktu untuk koreksi lama

C. Persamaan dan Perbedaan Tes Objektif dan Subjektif/Esai 

Persamaan tes objektif dan tes subjektif secara umum adalah sama-sama

digunakan untuk menilai dan mengevaluasi hasil belajar. Sedangkan perbedaan objektif

dan tes esai menurut Purwanto (2013:36) adalah sebagai berikut.

 
Ditinjau dari Tes Objektif Tes Subjektif/Esai

Taksonomi hasil Baik untuk mengukur hasil Tidak efisien untuk pengetahuan. Baik

yang diukur belajar tingkat pengetahuan, untuk komprehensi, aplikasi, dan analisa.

komprehensi, aplikasi, dan Sangat baik untuk tingkat sintesis dan

analisis. Tidak cocok untuk evaluasi.

tingkat sintesis dan evaluasi


Sampling Menggunakan jumlah item Menggunakan jumlah soal yang relatif

isi/bahan yang banyak, dapat kecil, hanya mencakup bahan yang

mencakup atau mewakili terbatas (tidak mewakili isi bahan yang

bahan pelajaran yang luas. luas).


Persiapan Mempersiapkan item adalah Mempersiapkan item yang baik adalah

membuat soal yang sukar dan memakan sukar, tetapi lebih mudah daripada

waktu. mempersiapkan soal objektif.


Penskoran  Objektif, sederhana, dan Subjektif, sukar, dan kurang andal.

keandalannya tinggi.
Kemungkinan Mendorong siswa untuk Mendorong siswa untuk mengorganisasi

mengingat, dan mengintegrasikan ide-idenya sendiri.

menginterpretasikan, dan

menganalisa ide-ide orang

lain.