Anda di halaman 1dari 17

Tugas Manajemen

Pemecahan Masalah
Oleh :
Abdi Setia Kesuma 216080068
Ferina Intan Lusia Putri Syarli 216080125
Monika Sari Sinum 216080039
Rina Diana 216080088
Yuana Hendri Ross 216080145

Program Pascasarjana Program Studi Administrasi Rumah Sakit


Universitas Respati Indonesia
2021
DESKRIPSI MASALAH ??

“Kesalahan pemberian obat


pasien oleh farmasi RS. X”
Proses Pemecahan Masalah
dan Pengambilan Keputusan
1. Menginventarisasi masalah.
2. Menentukan masalah prioritas.
3. Mengidentifikasikan factor penyebab masalah.
4. Menentukan penyebab utama.
5. Membuat alternative pemecahan.
6. Membuat alternative yang paling baik.
7. Mengidentifikasi hal – hal yang mungkin terjadi.
8. Menetukan tindakan pencegahan.
Alur Penyediaan Obat di RS.X

Dalam upaya menghemat waktu dan tenaga, perawat

ruangan memfoto resep dokter, kemudian dikirimkan via wa

ke farmasi untuk disiapkan. Setelah obat disiapkan, perawat

atau porter akan membawa resep ke farmasi sambal

mengambil obat.
Dokter order obat

Pasien lama dan atau obat sudah tercatat di Pasien baru atau obat baru
lembar c a ra pemberian obat (CPO)

Resep ditulis dokter

M enuliskan obat yang diorder ke


lembar CPO

Resep dan atau Lembar CPO


diserahkan ke farmasi

Obat disiapkan

Iidentifikasi kesesuaian obat dan resep atau CPO

Obat diambilperawat
Diagram Fish Bone
Manusia Metode Mesin
Kurang Teliti Pendukung E-Resep
Belum ada E-Resep
belum memadai
Jumlah SDM tidak sesuai

obat pasien

Kesalahan
Kerja perawat simultan

pemberian
Proses budgeting
Resep sulit dibaca

Tinta kertas buram


Pasien BANYAK

Kolom kertas kurang

Bahan Lingkungan
• Staf farmasi kurang teliti atau terburu-
buru saat membaca resep
• Kurangnya jumlah staf farmasi yang
dinas (terutama hari minggu)
• Tulisan dokter sulit dibaca atau dokter
MANUSIA menggunakan singkatan yang tidak
lazim
• Staf yang dinas adalah orang baru
Kurang teliti yang belum berpengalaman
membaca resep

Jumlah SDM tidak


sesuai beban kerja Koreksi
1. Pertimbangkan penggunaan e-resep oleh dokter
Resep dokter
langsung
sulit dibaca 2. Komunikasi dengan dokter langsung saat resep
tidak terbaca
3. Adanya pengecekan ulang oleh orang kedua yaitu
apoteker
4. Shift diatur agar staf yang baru dipasangkan dengan
staf yang lama
5. Evaluasi dan pengaturan jumlah anggota saat shift dinas
• Belum adanya sistem e-resep
yang terdata di komputer
MESIN • Masih memakai resep kertas

Belum ada Koreksi


system E-Resep Pertimbangkan penggunaan e-resep agar
pendataan lebih jelas dan memudahkan
penyimpanan rekam medis
• Apotekertidak melaksanakan
identifikasi 7 benarsaat
memberikan obat atau kurang
teliti saat menyesuaikan obat
dengan resep dokter

METODE
• Dua jenisobat sirup
diletakkan dalam satu kolom
rak tanpa sekat
Identifikasi
kesesuaian resep
tidak dilakukan

Letak obat Koreksi


berdekatan tanpa
sekat 1. Apoteker harus melakukan SOP identifikasi
ulang obat dengan prinsip 7 benar
sebelum menyerahkan obat
2. Penyekatan obat yang berada dalam satu
kolom rak penyimpanan obat
3. Sosialisasi rutin SOP identifikasi 7 benar dan
prosedur tata letak obat kepada seluruh
staf
• Ukuran kertasresep
kurang sehingga kolom
kurang
• Tinta kertas resep buram
sehingga tulisan dokter
BAHAN kurang jelas

Tinta kertas
resep buram
Koreksi
1. Mengganti ukuran kertasresep dengan
Kolom
kolom lebih banyak
kertas resep 2. Dokterlangsung memasukkan resep ke
kurang sistem e-resep untuk menghindari
kesalahan pembacaan resep

Material
Akar Masalah
Pada kasus ini menggunakan teori USG di dapat kan sebagai berikut.

No Masalah Urgency Seriousness Growth Total Prioritas

1 Tulisan dokter tidak terbaca 4 4 4 64 I


2 Kurang teliti membaca resep 3 4 3 36 III
3 Jumlah SDM tidak sesuai beban kerja 3 4 4 48 II
4 Belum adanya sistem e-resep 3 4 4 48 II
5 Letak obat berdekatan tanpa 3 3 3 27 IV
6 Kolom resep terbatas 2 2 2 8 V
7 Tinta kertas resep buram 3 3 3 27 IV
Identifikasi kesesuaian resep tidak
8 4 4 3 48 II
dilakukan

9 Pasien Ramai 2 2 3 12 VI
Prioritas Masalah
No Masalah Total Prioritas

1 Tulisan dokter tidak terbaca 64 I

2 Kurang teliti membaca resep 36 III


Jumlah SDM tidak sesuai beban
3 48 II
kerja
4 Belum adanya sistem e-resep 48 II

Identifikasi kesesuaian resep tidak


5 48 II
dilakukan
PDCA
Masalah Plan Do Check Action
1 Tulisan - Pengajuan - Terealisasinya - Penggunaa Monitoring
dokter pengadaan e- pengadaan E-resep di tidak ada error
tidak resep sistem e- seluruh medication
terbaca resep ruang RS karena salah
- Terlaksana - Peningkatan membaca
sosialisasi SOP kepatuhan resep
pengecekan pengecekan
ulang resep ulang resep
2 Jumlah - Pengajuan - Terealisasin - Terpenuhi Monitoring dan
SDM tenaga a SDM sesuai evaluasi
tidak apotik penamb dengan berkala
sesuai tambahan ahn beban kerja beban kerja
beban - Pengaturan tenaga - Tidak ada jadwal dan jadwal
kerja jadwal - pengaturan dinas yang dinas
jadwal hanya terisi
pegawai baru

3 Belum Pengajuan Terealisasinya e- Penggunaan e-resep Monitoring


adanya pengadaan e- resep di seluruh ruang RS penggunaan
system e- resep e- resep
resep
Masalah Plan Do Check Action
4 Belum adanya Pengajuan Terealisasinya e- Penggunaan e-resep Monitoring
sistem e-resep pengadaan e- resep di seluruh ruang RS penggunaan e- resep
resep

5 Identifikasi Resosialisasi SOP Terlaksananya Peningkatan Monitoring dan


kesesuaian resep identifikasi sosialisasi SOP kepatuhan identifikasi evaluasi kepatuhan
tidak dilakukan kesesuaian obat identifikasi kesesuaian obat SOP
kesesuaian obat
Alternatif Pemecahan Masalah
Metode alternatif pemecahan masalah teori Tapisan Mac Namara

No Masalah Efektiftas Efisiensi Kemudahan Total

Penggunaan E-Resep di seluruh


1 5 4 4 13
ruang pelayanan RS
Peningkatan kepatuhan identifikasi
2 5 4 4 13
kesesuaian obat
Peningkatan kepatuhan
3 5 5 4 14
pengecekan ulang resep sesuai SOP
Keterangan :
1 : Sangat kecil
2 : Kecil
3 : Sedang
4 : Besar
5 : Sangat besar
KESIMPULAN

Didapatkan hasil pemecahan masalah efektif, efisien dan


kemudahan dengan total nilai tertinggi sebagai prioritas adalah
Peningkatan kepatuhan pengecekan ulang resep sesuai SOP,
diikut dengan prioritas kedua dengan penggunaan E-Resep
diseluruh ruangan pelayanan rumah sakit dan peningkatan
identifikasi kesesuaian obat.
Terima
Kasih