Anda di halaman 1dari 4

BELAJAR DIGITAL MARKETING SAMPAI

MAHIR

Basic Funneling

Mentor :
Muhammad Jibril Sobron
1. Funneling Strategy

Pencetus konsep funneling ini yaitu Russell Brunson. Funnel itu artinya corong.

Ada segmentasi pelanggannya, dan kita bisa membedakan mana orang yang cuman

bertanya, mana yang tertarik dan mana yang membeli. Sehingga bahasa yang

digunakan akan berbeda di setiap segmentasi.

Ada beberapa fase dalam funneling ini, yang pertama yaitu fase gratisan.

Kemudian kedua menjadi hubungan dan membangun kepercayaan. Lalu ketiga

membangun penawaran, bagaimana kita menggiring calon konsumen. Dan terakhir

yaitu membeli.

Gratisan ini, tugasnya untuk mendapatkan data calon pelanggan yang tertarik

dengan kita. Di jalin hubungan, tugasnya untuk membbangun kepercayaan dibenak

calon pelanggan kita. Lalu di fase penawaran, berikan penawaran yang menarik

untuk calon pelanggan. Dan yang terakhir yaitu beli, artinya calon pelanggan sudah

resmi menjadi pelanggan.

Yang perlu diingat dalam funneling ini, yaitu:

1. Tentukan target pasarnya siapa.

2. Alokasikan dana untuk beriklan.

3. Alokasikan dana untuk membuat website satu halaman (landing page).

4. Siapkan konten gratisnya.

5. Jangan malu menjalin hubungan dengan calon pembeli.

6. Jangan baperan.
7. Bersabar.

8. Berikan penawaran.

Ide-ide untuk menarik perhatian calon pembeli (gratisan), antara lain dengan

membuat:

1. E-voucher

2. Ebook

3. Video

4. Webinar

5. Katalog

6. Magz

7. Rekam Pixel, dan lain-lain.

Tawarkan produk gratis itu ke followers atau lewat iklan di Facebook atau

Instagram Ads. Setelah produk freenya sudah ada, sebarkan melalui iklan atau ke

followers langsung. Kemudian arahkan mereka ke web atau form google yang bisa

mengkolektifkan data.

Saat mereka sudah mengisi data, mulai berikan produk free tersebut melalui

kontak yang disebarkan. Beritahu kedepannya, kalau kita akan memberikan tips-tips

menarik seputar hal-hal yang berkaitan dengan produk kita. Saat menjalin hubungan,

siapkan konten-konten yang menarik seputar produk dan broadcast ke mereka 3

sampai 4 kali, dan arahkan mereka untuk membeli produk.

Setelah menjalin hubungan, berikan penawaran dan beranikan diri untuk


menawarkan produk. Jika ditolak, kita jangan sampai baper. Jika calon konsumen

membeli, selamat dapat pelanggan baru.

Ada orang yang berbicara, “Kayaknya engga perlu semua bisnis pake cara gitu

mas. Engga mesti jalin hubungan, langsung aja jualan.” Memang betul ada beberapa

jenis bisnis, seperti kos, proyek bangunan dan sebagainya. Namun untuk bisnis yang

ingin mengoptimalkan jualan online, strategi ini bisa dicoba. Karena pola yang bagus

adalah pola yang menghasilkan.

Anda mungkin juga menyukai