Anda di halaman 1dari 2

Nama:Apriyanti Ridwan

Nim: 711240221049

PATAGENOSIS PENYAKIT INFEKSI DAN EKOSISTEM MULUT

Kesehatan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia, baik secara rohani maupun
jasmani. Kesehatan manusia  tercermin dari kebersihan dan kesehatan  rongga mulutnya. Kesehatan
gigi dan rongga mulut  dapat mempengaruhi kesehatan secara umum, juga akan sangat berpengaruh
terhadap keadaan sistemik dari tubuh manusia keseluruhan. Kita jangan pernah mengabaikan
kelainan atau infeksi yang terjadi di dalam rongga mulut, walaupun tanpa adanya gejala klinis yang
dirasakan.

Infeksi yang terjadi pada tubuh manusia bisa menjadi sesuatu yang serius.  Infeksi dapat terjadi
karena virus, bakteri, parasit, dan jamur yang sering disebut sebagai mikroorganisma. 
Mikroorganisma memang tidak sepenuhnya buruk, karena keberadaannya juga dapat membawa
manfaat, misalnya untuk menguraikan sesuatu di alam ini  Namun bila mikroorganisma  menyerang
bagian tertentu dari tubuh manusia akan sangat mungkin mengganggu kondisi tubuh  manusia itu
sendiri.

Dalam tubuh manusia, rongga mulut merupakan salah satu  area ekosistem hidup yang cukup
banyak mikroorganismanya. Lingkungan rongga mulut merupakan tempat hidup bakteri aerob dan
anaerob. Organisma ini merupakan flora normal dalam mulut yang terdapat dalam plak gigi, cairan
sulkus gusi, membran mukosa, dorsum lidah, saliva atau air ludah dan mukosa mulut.

Lubang pada gigi merupakan tempat jutaan bakteri, jika masuk ke dalam pembuluh darah bisa
menyebar ke organ tubuh lainnya dan menimbulkan infeksi, seperti masalah sistem pernafasan, otak
dan jantung. Ada berbagai berbagai gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh infeksi dalam rongga
mulut. Sumber infeksi ini disebut sebagai  fokus infeksi.  Sedangkn infeksi yang ditimbulkannya
disebut fokal infeksi.

Fokal infeksi adalah proses penyebaran dari kuman atau toksin fokus infeksi ke tempat lain yang jauh
letaknya dari asal fokus infeski tersebut sehingga mampu mengakibatkan kerusakan jaringan yang
dapat berupa infeksi baru maupun kelainan baru. Sisa kotoran, maupun mikroba penginfeksi bisa
menyebar ke tempat lain ditubuh seperti ginjal, jantung, mata, kulit, dan lain sebagainya.

Gigi dan rongga mulut juga  dapat berperan sebagai fokus infeksi dan menyebabkan terjadinya fokal
infeksi.

Fokal infeksi yang dapat terjadi akibat  penyakit gigi sebagai fokus infeksi  antara lain penyakit
arthritis  atau radang sendi, rheumatoid arthritis dan demam rheumatik,  subakut bacterial
endokarditis , peradangan otot jantung, penyakit lambung dan usus, penyakit mata,   osteomyelitis,
pneumonia, diabetes mellitus, penyakit kulit seperti; dermatitis, urtikaria, eczema, acne, bacterial
pneumonia, berat bayi lahir rendah, infeksi orbita, abses otak, gagal ginjal kronis dan lain-lain.
 

Fokus infeksi dalam rongga mulut yang dapat menyebabkan fokal infeksi antara lain  Infeksi
periapikal gigi yaitu karies gigi yang tidak dirawat sehingga menyebabkan infeksi di ujung akar gigi.
Infeksi pada jaringan periodontal atau jaringan pendukung gigi. Infeksi ini biasanya terjadi apabila
kebersihan gigi kurang terpelihara sehingga terbentuk karang gigi. Karang gigi menyebabkan infeksi
pada gusi yang ditandai dengan gusi yang mudah berdarah. Infeksi di akar gigi maupun di jaringan
penyangga gigi melibatkan lebih dari 350 bakteri dan mikroorganisma. Karena letak infeksinya
sangat dekat dengan pembuluh darah, produk bakteri berupa toksin dapat menyebar keseluruh
tubuh.

Mekanisme penyebaran fokal infeksi dapat melalui sirkulasi aliran darah, pembuluh limfatik, respon
immunologis, dan aspirasi.

Fokal infeksi berdasarkan lokasinya, dibagi menjadi dua kelompok, yaitu fokal infeksi intraoral dan
ekstraoral.  Fokal infeksi yang berasal dari intraoral adalah yang sering terjadi di tubuh manusia,
disebabkan oleh struktur histologi dan anatomi dari rongga mulut dan kehadiran permanen
mikroorganisme virulen di dalamnya. Fokal infeksi intraoral seluruhnya merupakan infeksi alami
yang disebabkan oleh plak gigi, yaitu berupa kolonisasi bakteri yang biasa terbentuk pada tulang
alveolar (periodontitis) dan ujung akar gigi (granulomaperiapikal, kista, radiks, dll.).

Respon imun-inflamatori pada kolonisasi patogenik ini menyebabkan kerusakan perlekatan antara
gigi dan gusi, juga kehilangan struktur yang mengikat gigi ke tulang rahang. Kedua hal ini terjadi
bersamaan dengan  bertambahnya kedalaman sulkus gusi. Sulkus yang radang ini, disebut sebagai
poket periodontal, yang menjadi area anaerob yang kaya akan protein, darah, oksidan sehingga
mendukung kolonisasi bakteri anaerob yangbersifat patogenik bagi tubuh manusia.

Area terlokalisasi dari fokal infeksi di rongga mulut mengharuskan dilakukannya tindakan  bedah
minor untuk merawatnya. Ketika prosedur bedah ini dilakukan, terdapat kemungkinan
mikroorganisma pada area yang terlokalisasi tersebut akan menyebar ke area tubuh yang lain
melalui pembuluh darah dan limfatik, sehingga menyebabkan bakteremia.

Perawatan gigi dan jaringan lain di rongga mulut yang terinfeksi harus segera dilakukan untuk
menangani fokal infeksi yang terjadi, terutama pada pasien-pasien dengan kondisi menderita
penyakit sistemik. Perawatan gigi dan mulut yang tepat dan teratur sangat diperlukan agar berbagai
keluhan penyakit gigi dan mulut dapat dicegah bahkan dapat mengurangi resiko terjangkitnya
penyakit lain atau terjadinya fokal infeksi ke bagian tubuh yang lain.

Anda mungkin juga menyukai