Anda di halaman 1dari 2

NAMA : MUHAMMAD AKBARI TANDAULI

NIM : 041119155

TUGAS 6 LAB PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH

Soal :
1. Sebutklah batas waktu dari penagihan pajak dan yang menyebabkan kadaluwarsa penagihan
pajak jadi tertangguh !
2. Sebutkanlah syarat dari dilakukan pencatatan atau pembukuan dalam perpajakan yang
saudara ketahui !
3. Instansi yang melaksanakan pemungutan pajak dapat diberi insentif atas dasar pencapaian
kinerja tertentu. Pemberian insentif tersebut, ditetapkan melalui Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah. Tata cara pemberian dan pemanfaatan insentif diatur dengan Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2010 Tentang Tata Cara Pemberian dan
Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah. Sebutkanlah terdapat
dalam pasal berapakah dapat diberikan insentif apabila mencapai kinerja tertentu, dan manfaat
dari pemberian insentif dimaksudkan untuk meningkatkan !

Jawaban :
Soal 1
Jangka waktu DJP dapat melaksanakan penagihan pajak, termasuk bunga, kenaikan, dan biaya
penagihan pajak, terhadap Anda adalah 5 (lima) tahun sejak penerbitan dasar penagihan pajak.
Namun dapat tertangguh/melewati 5 (lima) tahun apabila:
a.Diterbitkan Surat Paksa
b.Ada pengakuan utang pajak dari Anda baik langsung maupun tidak langsung, misalnya
mengajukan permohonan pengangsuran/penundaan pembayaran
c.Diterbitkannya SKPKB atau SKPKBT karena Anda melakukan tindak pidana perpajakan dan
tindak pidana lain yang merugikan pendapatan Negara
d.Dilakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan

Soal 2
A. syarat-syarat dalam penyelenggaraan pembukuan pajak antara lain;

- Diselenggarakan dengan itikad baik dan mencerminkan keadaan atau kegiatan usaha
yang sebenarnya.
- Diselenggarakan di Indonesia dengan menggunakan huruf latin, angka arab, satuan mata
uang rupiah disusun dalam bahasa Indonesia atau dalam bahasa asing yang diizinkan
oleh menteri keuangan.
- Pembukuan dengan bahasa asing dapat dilakukan setelah mendapatkan izin dari
kementerian keuangan.
- Diselenggarakan dengan prinsip taat asas stelsel keuangan atau stelsel kas.
- Komponen pembukuan sekurang-kurangnya mencatat mengenai harta, kewajiban,
modal, penghasilan dan biaya, serta penjualan dan pembelian sehingga dapat dihitung
besarnya pajak yang terutang.
- Penghasilan bruto wajib pajak sama atau lebih dari Rp.4.800.000.000 dalam satu tahun.
B. Sedangkan syarat pencatatan meliputi,
- Diselenggarakan secara teratur dan beritikad baik sesuai keadaan sebenarnya dengan
menggunakan huruf latin, angka arab, satuan mata uang rupiah dan disusun dalam
bahasa Indonesia.
- Pencatatan dalam satu tahun harus diselenggarakan secara kronologis.
- Pencatatan harus menggambarkan peredaran atau penerimaan bruto atau jumlah
penghasilan bruto yang diterima
- Penghasilan bukan objek pajak atau penghasilan yang pengenaannya pajak bersifat final.
- Jika wajib pajak memiliki lebih dari satu jenis usaha, pencatatan harus menggambarkan
secara jelas masing-masing jenis usaha, atau jika berbeda tempat harus menjelaskan
lokasi tempat usaha Anda sejelas-jelasnya.
- Penghasilan bruto Wajib Pajak kurang dari Rp.4.800.000.000 dalam satu tahun.

3. Insentif Pemungutan Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah sesuai dengan Peraturan
Pemerintah nomor 69 tahun 2010 terdapat pada Bab 2 mengenai Insentif pemungutan pajak dan
retribusi yang merangkum pada pasal 3 mengenai penerima insentif pemungutan pajak, pasal 4
tentang manfaat dan syarat penerimaan insentif pemungutan pajak, serta pasal 6 dan pasal 7
berisi tentang besaran insentif yang diberikan sesuai dengan pemungut pajak, dari pemerintah
provinsi maupun pemerintah kota, serta besaran insentif tukin berdasarkan besaran penerimaan
pajak yang berhasil dikumpulkan.

Anda mungkin juga menyukai