Anda di halaman 1dari 18

RAPAT DENGAR PENDAPAT

RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN


TENTANG PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN
LEMBAGA JASA KEUANGAN NON-BANK
Jakarta, 6 Mei 2019

Otoritas Jasa Keuangan | Industri Keuangan Non-Bank | 2019


RPOJK dan Bahan Presentasidapat diunduh di:

bit.ly/rpojk_tks

Otoritas Jasa Keuangan | Industri Keuangan Non-Bank | 2019


Latar Belakang dan Tujuan RPOJK

Perlu peningkatan
efektivitas pengawasan RPOJK
IKNB
Tingkat
Program reformasi
Kesehatan
pengawasan IKNB LJKNB

Harmonisasi dengan
sektor keuangan lain,
khususnya perbankan
3
Struktur Bab

01 02 03
Ketentuan Umum Penilaian Tingkat Kesehatan Mekanisme Penilaian Tingkat
LJKNB Kesehatan LJKNB Secara
Individual

07 06 05 04
Ketentuan Sanksi Tindak Lanjut Hasil Mekanisme Penilaian Tingkat
Penutup Penilaian Tingkat Kesehatan LJKNB Secara
Kesehatan Konsolidasi

4
Ketentuan Umum

 Perusahaan Asuransi, Perusahaan Reasuransi, Perusahaan Asuransi Syariah, Dan Perusahaan


Reasuransi Syariah
LJKNB
 Dana Pensiun
 Perusahaan Pembiayaan

Tingkat Kesehatan
Hasil penilaian kondisi LJKNB yang dilakukan terhadap risiko dan kinerja LJKNB
LJKNB

Peringkat
Peringkat akhir hasil penilaian Tingkat Kesehatan LJKNB
Komposit

Perusahaan Anak Perusahaan yang dimiliki dan/atau dikendalikan oleh LJKNB secara langsung maupun tidak
langsung, baik di dalam negeri maupun di luar negeri

Tindakan yang bertujuan untuk memengaruhi pengelolaan dan/atau kebijakan perusahaan,


Pengendalian
termasuk LJK, dengan cara apapun, baik secara langsung maupun tidak langsung

5
Penilaian Tingkat Kesehatan LJKNB

LJKNB wajib Direksi dan Dewan LJKNB wajib Dalam hal LJKNB LJKNB yang
memelihara dan/atau Komisaris bertanggung melakukan penilaian merupakan Pengendali, memiliki unit
meningkatkan Tingkat jawab untuk Tingkat Kesehatan selain melakukan usaha syariah
Kesehatan LJKNB memelihara dan dengan menggunakan penilaian tingkat wajib
dengan menerapkan memantau Tingkat pendekatan risiko kesehatan dengan melakukan
prinsip kehati-hatian Kesehatan LJKNB serta (risk-based non-bank menggunakan penilaian
dan manajemen risiko mengambil langkah- rating atau RBNBR) pendekatan risiko Tingkat
dalam melaksanakan langkah yang diperlukan secara individual. (RBNBR), LJKNB wajib Kesehatan
kegiatan usaha. untuk memelihara melakukan penilaian unit usaha
dan/atau meningkatkan tingkat kesehatan syariah secara
Tingkat Kesehatan dengan menggunakan individual.
LJKNB. pendekatan risiko
(RBNBR) secara
konsolidasi. 6
Penilaian Tingkat Kesehatan LJKNB

LJKNB wajib melakukan penilaian LJKNB wajib melakukan pengkinian Hasil self assessment Tingkat
sendiri (self assessment) atas Tingkat self assesment Tingkat Kesehatan Kesehatan LJKNB wajib ditetapkan
Kesehatan LJKNB , dan dilakukan LJKNB sewaktu-waktu apabila oleh Direksi dan disetujui oleh Dewan
paling kurang setiap tahun untuk diperlukan Komisaris
posisi akhir bulan Desember

31 Januari 15 Februari
Rutin

Sewaktu-waktu
+20 HK +30 HK
individual +30 HK konsolidasi
7
Penilaian Tingkat Kesehatan LJKNB (2)

Otoritas Jasa Keuangan melakukan:


• penilaian Tingkat Kesehatan LJKNB setiap tahun
untuk posisi akhir bulan Desember;
• pengkinian penilaian Tingkat Kesehatan LJKNB Dalam rangka pengawasan LJKNB, apabila
sewaktu-waktu apabila diperlukan; terdapat perbedaan hasil penilaian Tingkat
• dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan, laporan Kesehatan LJKNB yang dilakukan oleh Otoritas
berkala yang disampaikan LJKNB, dan/atau Jasa Keuangan dengan hasil self assesment
informasi lain. penilaian Tingkat Kesehatan LJKNB maka yang
berlaku adalah hasil penilaian Tingkat
Kesehatan LJKNB yang dilakukan oleh Otoritas
Jasa Keuangan.

8
Faktor Penilaian Tingkat Kesehatan LJKNB Secara Individual

 profil risiko  profil risiko  profil risiko


 penerapan tata  penerapan tata  penerapan tata
kelola perusahaan kelola perusahaan kelola perusahaan
yang baik yang baik yang baik
 rentabilitas  rentabilitas  rentabilitas
 permodalan  pendanaan
PA, PR, PAS, PRS, PP DPPK DPLK

9
Mekanisme Penilaian Tingkat Kesehatan LJKNB Secara Individual

Penerapan Tata
Profil Risiko Kelola Perusahaan
Yang Baik Rentabilitas
Penilaian Permodalan
• risiko inheren; dan Penilaian Pendanaan
• kualitas penerapan  manajemen Penilaian
manajemen risiko  kinerja Penilaian
LJKNB atas
terhadap 9 risiko : Penilaian
1. risiko kredit pelaksanaan rentabilitas,  tingkat
prinsip-prinsip sumber-sumber kecukupan  kondisi
2. risiko pasar
penerapan rentabilitas, dan permodalan dan pendanaan dan
3. risiko likuiditas
4. risiko operasional tata kelola kesinambungan pengelolaan tambahan
5. risiko hukum perusahaan rentabilitas permodalan pendanaan
6. risiko reputasi yang baik LJKNB
7. risiko stratejik
8. risiko kepatuhan
9. risiko asuransi, bagi
PA, PR, PAS, PRS 10
Peringkat Komposit Tingkat Kesehatan LJKNB Secara Individual

PK-1 SANGAT SEHAT


dinilai sangat mampu menghadapi pengaruh negatif
yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor
eksternal lainnya
PK-2 SEHAT
dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang
signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor
eksternal lainnya
PK-3 CUKUP SEHAT
dinilai cukup mampu menghadapi pengaruh negatif yang
signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor
PK-4 KURANG SEHAT eksternal lainnya

dinilai kurang mampu menghadapi pengaruh negatif


yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan
faktor eksternal lainnya PK-5 TIDAK SEHAT
dinilai tidak mampu menghadapi pengaruh negatif yang
signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor
eksternal lainnya
11
Faktor Penilaian Tingkat Kesehatan LJKNB Secara Konsolidasi

 profil risiko  profil risiko  profil risiko


 penerapan tata  penerapan tata  penerapan tata
kelola perusahaan kelola perusahaan kelola perusahaan
yang baik yang baik yang baik
 rentabilitas  rentabilitas  rentabilitas
 permodalan  pendanaan
PA, PR, PAS, PRS, PP DPPK DPLK

12
Mekanisme Penilaian Tingkat Kesehatan LJKNB Secara Konsolidasi

Penetapan peringkat setiap faktor RBNBR  mekanisme penetapan peringkat setiap


memperhatikan: faktor penilaian dan penetapan peringkat
a. signifikansi atau materialitas pangsa komposit Tingkat Kesehatan LJKNB secara
Perusahaan Anak terhadap LJKNB secara konsolidasi; dan
konsolidasi; dan/atau  pengkategorian peringkat setiap faktor
b. permasalahan pada Perusahaan Anak penilaian dan peringkat komposit secara
yang berpengaruh secara signifikan konsolidasi
terhadap faktor RBNBR secara
konsolidasi. wajib mengacu pada mekanisme penetapan
dan pengkategorian peringkat LJKNB secara
individual.
13
Tindak Lanjut Hasil Penilaian Tingkat Kesehatan LJKNB
Direksi, Dewan Komisaris, dan/atau pemegang saham
pengendali LJKNB wajib menyampaikan action plan kepada
Hasil penilaian Tingkat Kesehatan LJKNB Otoritas Jasa Keuangan.
 Faktor TKS peringkat 4/5;
OJK Berwenang:
 Komposit TKS peringkat 4/5; dan/atau
• meminta LJKNB untuk melakukan penyesuaian terhadap
 Komposit TKS peringkat 3, tetapi action plan
terdapat permasalahan signifikan yang • melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan action plan
perlu diatasi agar tidak mengganggu oleh LJKNB
kelangsungan usaha LJKNB
LJKNB wajib menyampaikan action plan:
• sesuai batas waktu tertentu yang ditetapkan OJK, untuk action
plan yang merupakan tindak lanjut dari hasil penilaian TKS LJKNB
oleh OJK
• paling lambat pada tanggal 15 Februari untuk penilaian TKS
LJKNB posisi akhir bulan Desember dan 30 hari kerja untuk TKS
LJKNB sewaktu-waktu, untuk action plan yang merupakan tindak
lanjut dari hasil self assesment LJKNB secara individual
• paling lambat pada tanggal 28 Februari untuk penilaian TKS
LJKNB posisi akhir bulan Desember dan 40 hari kerja untuk TKS
LJKNB sewaktu-waktu, untuk action plan yang merupakan tindak
lanjut dari hasil self assesment LJKNB secara konsolidasi
Sanksi
Sanksi Denda

Perusahaan asuransi, perusahaan reasuransi, perusahaan


Sanksi Administratif asuransi syariah, perusahaan reasuransi syariah, dan dana
pensiun yang tidak memenuhi kewajiban mengenai
• LJKNB yang melakukan pelanggaran penyampaian laporan dikenakan sanksi administratif
dikenakan sanksi administratif berupa tambahan berupa denda administratif sebesar Rp500 ribu
peringatan tertulis per hari keterlambatan dan paling banyak sebesar Rp 25
• LJKNB yang tidak memenuhi ketentuan juta.
namun pelanggaran tersebut telah
diselesaikan, tetap dikenakan sanksi
peringatan tertulis
Kewenangan Lain
• Dalam hal LJKNB telah memenuhi
ketentuan, OJK mencabut sanksi
peringatan tertulis. Selain sanksi administratif, OJK dapat:
• menurunkan hasil penilaian Tingkat Kesehatan LJKNB;
dan/atau
• melakukan penilaian kembali kepada pihak utama
LJKNB. 15
Ketentuan Penutup
Ketentuan sanksi administratif bagi LJKNB yang tidak memenuhi
ketentuan dinyatakan berlaku 1 (satu) tahun sejak Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan ini diundangkan

Pada saat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini mulai berlaku,


ketentuan mengenai tingkat kesehatan LJKNB tunduk pada POJK ini

Pada saat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini mulai berlaku,


peraturan-peraturan yang akan dicabut dan dinyatakan tidak berlaku:

1. POJK Nomor 10/POJK.05/2014 tentang Penilaian Tingkat Risiko Lembaga 5. SEOJK Nomor 2/SEOJK.05/2015 tentang Penilaian Tingkat
Jasa Keuangan Non-Bank; Risiko Dana Pensiun;
2. Pasal 4 ayat (1), ayat (3), dan ayat (4) POJK Nomor 1/POJK.05/2015 tentang 6. SEOJK Nomor 3/SEOJK.05/2015 tentang Penilaian Tingkat
Penerapan Manajemen Risiko Bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank; Risiko Perusahaan Asuransi Dan Perusahaan Reasuransi;
3. Pasal 89, Pasal 99, dan Pasal 100 POJK Nomor 35/POJK.05/2018 tentang 7. SEOJK Nomor 4/SEOJK.05/2015 tentang Penilaian Tingkat
Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan; Risiko Perusahaan Pembiayaan; dan
4. Pasal 86, Pasal 96, dan Pasal 97 POJK Nomor 10/POJK.05/2019 tentang 8. SEOJK Nomor 5/SEOJK.05/2015 tentang Penilaian Tingkat
Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan Syariah Dan Unit Usaha Risiko Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank Syariah.
Syariah Perusahaan Pembiayaan; 16
Pengaturan dalam RSEOJK Penilaian Tingkat Kesehatan

II. Prinsip Umum Penilaian III. Mekanisme Penilaian


I. Ketentuan IV. Penilaian V. Penilaian VI. Penilaian
Tingkat Kesehatan Tingkat Kesehatan
Umum Profil Risiko Tata Kelola Rentabilitas
Perusahaan Pembiayaan Perusahaan Pembiayaan

 Lampiran  Lampiran
parameter parameter
atau indikator Lampiran tata atau indikator
rentabilitas cara penilaian rentabilitas.
(risiko inheren faktor tata kelola.  Penilaian
dan KPMR. Faktor
 Penilaian rentabilitas
faktor profil
risiko

IX. Tindak Lanjut Penilaian VIII. Penilaian Peringkat


VII. Penilaian
X. Pelaporan Tingkat Kesehatan Komposit Tingkat Kesehatan
Permodalan
Perusahaan Pembiayaan Perusahaan Pembiayaan

 Lampiran parameter
atau indikator
rentabilitas.
 Penilaian Faktor
rentabilitas
17
Terima Kasih