Anda di halaman 1dari 27

Undang-Undang

Terkait
Laporan Keuangan
Dr. Icuk Rangga Bawono, SH, SE, M.Si, MH, Ak, CA,
ASEAN CPA, CTAP, CPA, CertIPSAS
UU Nomor 8 Tahun 1997 Tentang Dokumen Perusahaan

Definisi
Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang melakukan kegiatan secara tetap dan terus
menerus dengan tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba, baik yang diselenggarakan oleh
orang perorangan maupun badan usaha yang berbentuk badan hukum atau bukan badan
hukum, yang didirikan dan berkedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia

Dokumen perusahaan adalah data, catatan, dan atau keterangan yang dibuat
dan atau diterima oleh perusahaan dalam rangka pelaksanaan kegiatannya,
baik tertulis di atas kertas atau sarana lain maupun terekam dalam bentuk
corak apapun yang dapat dilihat, dibaca, atau didengar

Jadwal retensi adalah jangka waktu penyimpanan dokumen


perusahaan yang disusun dalam suatu daftar sesuai dengan jenis dan
nilai kegunaannya dan dipakai sebagai pedoman pemusnahan dokumen
perusahaan
Neraca tahunan

Dokumen perusahaan L/R tahunan

Catatan

Rekening

Jurnal transaksi
Dokumen
keuangan
Bukti pembukuan Warkat warkat

Dokumen Bagian bukti


perusahaan pembukuan
Data pendukung
administrasi
keuangan
Bukan bagian
bukti pembukuan
Data bernilai
Dokumen lainnya guna dan tidak
terkait lap keu
Pembuatan catatan dan penyimpanan dokumen
perusahaan
Setiap perusahaan wajib membuat catatan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Catatan wajib dibuat dengan menggunakan huruf Latin, angka Arab, satuan mata
uang Rupiah, dan disusun dalam bahasa Indonesia. Dalam hal ada izin dari Menteri
Keuangan, dapat disusun dalam bahasa asing.

Catatan yang berbentuk neraca tahunan, perhitungan laba rugi tahunan, atau tulisan
lain yang menggambarkan neraca dan laba rugi, wajib ditandatangani oleh
pimpinan perusahaan atau pejabat yang ditunjuk di lingkungan perusahaan yang
bersangkutan. Dalam hal peraturan perundang-undangan yang berkaitan langsung de
ngan kegiatan perusahaan dibidang tertentu tidak menentukan lain, maka catatan
wajib dibuat paling lambat 6 (enam) bulan terhitung sejak akhir tahun buku
perusahaan yang bersangkutan.
Catatan wajib dibuat di atas kertas. Catatan yang berbentuk rekening, jurnal
transaksi harian, atau setiap tulisan yang berisi keterangan mengenai hak dan
kewajiban serta hal-hal lain yang berkaitan dengan kegiatan usaha suatu
perusahaan, dibuat di atas kertas atau dalam sarana lainnya.
Catatan, bukti pembukuan dan data pendukung administrasi keuangan wajib
disimpan selama 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak akhir tahun buku perusahaan
yang bersangkutan.
Data pendukung administrasi keuangan, jangka waktu penyimpanannya
disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yang bersangkutan.
Dokumen lainnya, jangka waktu penyimpanannya ditetapkan berdasarkan nilai
guna dokumen tersebut.
Kewajiban penyimpanan tidak menghilangkan fungsi dokumen yang bersangkutan
sebagai alat bukti sesuai dengan kebutuhan sebagaimana ditentukan dalam
ketentuan mengenai daluwarsa suatu tuntutan yang diatur dalam peraturan
perundang-undangan yang berlaku, atau untuk kepentingan hukum lainnya.
Pengalihan Dokumen perusahaan dapat dialihkan ke dalam mikrofilm atau media lainnya.
Pengalihan dokumen perusahaan ke dalam mikrofilm atau media lainnya dapat
Bentuk dilakukan sejak dokumen tersebut dibuat atau diterima oleh perusahaan yang
Dokumen bersangkutan. Dalam mengalihkan dokumen perusahaan, pimpinan
Perusahaan perusahaan wajib mempertimbangkan kegunaan naskah asli dokumen yang
dan Legalisasi perlu tetap disimpan karena mengandung nilai tertentu demi kepentingan
perusahaan atau kepentingan nasional.
Dalam hal dokumen perusahaan yang dialihkan ke dalam mikrofilm atau media
lainnya adalah naskah asli yang mempunyai kekuatan pembuktian otentik dan
masih mengandung kepentingan hukum tertentu, pimpinan perusahaan wajib
tetap menyimpan naskah asli tersebut.
Setiap pengalihan dokumen perusahaan wajib dilegalisasi.
Legalisasi dilakukan oleh pimpinan perusahaan atau pejabat yang ditunjuk di
lingkungan perusahaan yang bersangkutan, dengan dibuatkan berita acara.
Berita acara sekurang-kurangnya memuat :
a. keterangan tempat, hari, tanggal, bulan, dan tahun dilakukan-nya legalisasi;
b. keterangan bahwa pengalihan dokumen perusahaan yang dibuat di atas
kertas ke dalam microfilm atau media lainnya telah dilakukan sesuai dengan
aslinya;
c. tanda tangan dan nama jelas pejabat yang bersangkutan.

Dokumen perusahaan yang telah dimuat dalam mikrofilm atau media lainnya dan
atau hasil cetaknya merupakan alat bukti yang sah. Apabila dianggap perlu
dalam hal tertentu dan untuk keperluan tertentu dapat dilakukan legalisasi
terhadap hasil cetak dokumen perusahaan yang telah dimuat dalam mikrofilm
atau media lainnya.
Pemindahan, Pemindahan dokumen perusahaan dari unit pengolahan ke unit kearsipan di
lingkungan perusahaan tersebut dilakukan berdasarkan keputusan pimpinan
Penyerahan, perusahaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan
dan yang bersangkutan.
Pemusnahan Dokumen perusahaan tertentu yang mempunyai nilai guna bagi kepentingan
Dokumen nasional wajib diserahkan kepada Arsip Nasional Republik Indonesia
Perusahaan berdasarkan keputusan pimpinan perusahaan.
Penyerahan dilaksanakan dengan pembuatan berita acara yang sekurang-
kurangnya memuat :
a. keterangan tempat, hari, tanggal, bulan, dan tahun dilakukan-nya
penyerahan;
b. keterangan tentang pelaksanaan penyerahan; dan
c. tanda tangan dan nama jelas pejabat yang menyerahkan dan pejabat
yang menerima penyerahan.
Pemusnahan catatan, bukti pembukuan, dan data pendukung administrasi
keuangan dilaksanakan berdasarkan keputusan pimpinan perusahaan.
Pemusnahan data pendukung administrasi keuangan dan dokumen lainnya
dilaksanakan berdasarkan jadwal retensi.
Pimpinan perusahaan yang bertanggung jawab atas pemusnahan dokumen
perusahaan atau pejabat lain yang ditunjuk, bertanggung jawab atas segala
kerugian perusahaan dan atau pihak ketiga dalam hal :
a. pemusnahan dokumen perusahaan dilakukan sebelum habis jangka waktu
wajib simpan; atau
b. pemusnahan dokumen perusahaan dilakukan, sedangkan diketahui atau patut
diketahui bahwa dokumen perusahaan tersebut masih tetap harus disimpan,
karena mempunyai nilai guna baik yang berkaitan dengan kekayaan, hak, dan
kewajiban perusahaan maupun kepentingan lainnya.
UU Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas

Laporan Tahunan
Direksi menyampaikan laporan tahunan kepada RUPS setelah ditelaah oleh Dewan Komisaris
dalam jangka waktu paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun buku Perseroan berakhir.
Laporan tahunan harus memuat sekurang-kurangnya:
a. laporan keuangan yang terdiri atas sekurang-kurangnya neraca akhir tahun buku yang baru
lampau dalam perbandingan dengan tahun buku sebelumnya, laporan laba rugi dari tahun
buku yang bersangkutan, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas, serta catatan
atas laporan keuangan tersebut;
b. laporan mengenai kegiatan Perseroan;
c. laporan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan;
d. rincian masalah yang timbul selama tahun buku yang mempengaruhi kegiatan usaha
Perseroan;
e. laporan mengenai tugas pengawasan yang telah dilaksanakan oleh Dewan Komisaris
selama tahun buku yang baru lampau;
f. nama anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris;
g. gaji dan tunjangan bagi anggota Direksi dan gaji atau honorarium dan tunjangan bagi
anggota Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun yang baru lampau.
Laporan keuangan disusun berdasarkan standar akuntansi keuangan. Neraca
dan laporan laba rugi dari tahun buku yang bersangkutan bagi Perseroan yang
wajib diaudit, harus disampaikan kepada Menteri sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.

Laporan tahunan ditandatangani oleh semua anggota Direksi dan semua


anggota Dewan Komisaris yang menjabat pada tahun buku yang bersangkutan
dan disediakan di kantor Perseroan sejak tanggal panggilan RUPS untuk dapat
diperiksa oleh pemegang saham. Dalam hal terdapat anggota Direksi atau
anggota Dewan Komisaris yang tidak menandatangani laporan tahunan, yang
bersangkutan harus menyebutkan alasannya secara tertulis, atau alasan tersebut
dinyatakan oleh Direksi dalam surat tersendiri yang dilekatkan dalam laporan
tahunan.

Dalam hal terdapat anggota Direksi atau anggota Dewan Komisaris yang tidak
menandatangani laporan tahunan dan tidak memberi alasan secara tertulis, yang
bersangkutan dianggap telah menyetujui isi laporan tahunan.
Direksi wajib menyerahkan laporan keuangan Perseroan kepada akuntan
publik untuk diaudit apabila:
a. kegiatan usaha Perseroan adalah menghimpun dan/atau mengelola
dana masyarakat;
b. Perseroan menerbitkan surat pengakuan utang kepada masyarakat;
c. Perseroan merupakan Perseroan Terbuka;
d. Perseroan merupakan persero;
e. Perseroan mempunyai aset dan/atau jumlah peredaran usaha dengan
jumlah nilai paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar
rupiah); atau
f. diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan.
Dalam hal kewajiban tidak dipenuhi, laporan keuangan tidak disahkan oleh
RUPS. Laporan atas hasil audit akuntan publik disampaikan secara tertulis
kepada RUPS melalui Direksi.

Neraca dan laporan laba rugi dari laporan keuangan setelah mendapat pengesahan
RUPS diumumkan dalam 1 (satu) surat kabar. Pengumuman neraca dan laporan
laba rugi dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari setelah mendapat pengesahan
RUPS.
Persetujuan laporan tahunan termasuk pengesahan laporan keuangan serta
laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris dilakukan oleh RUPS. Keputusan
atas pengesahan laporan keuangan dan persetujuan laporan tahunan ditetapkan
berdasarkan ketentuan dalam undang-undang ini dan/atau anggaran dasar.
Dalam hal laporan keuangan yang disediakan ternyata tidak benar dan/atau
menyesatkan, anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris secara tanggung
renteng bertanggung jawab terhadap pihak yang dirugikan.
Anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris dibebaskan dari tanggung jawab
apabila terbukti bahwa keadaan tersebut bukan karena kesalahannya.
Penggunaan Perseroan wajib menyisihkan jumlah tertentu dari laba bersih setiap tahun
buku untuk cadangan. Kewajiban penyisihan untuk cadangan berlaku apabila
Laba Perseroan mempunyai saldo laba yang positif.
Penyisihan laba bersih dilakukan sampai cadangan mencapai paling sedikit
20% (dua puluh persen) dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor.
Cadangan yang belum mencapai jumlah tersebut hanya boleh dipergunakan
untuk menutup kerugian yang tidak dapat dipenuhi oleh cadangan lain.
Penggunaan laba bersih termasuk penentuan jumlah penyisihan untuk
cadangan diputuskan oleh RUPS. Seluruh laba bersih setelah dikurangi
penyisihan untuk cadangan dibagikan kepada pemegang saham sebagai
dividen, kecuali ditentukan lain dalam RUPS.
Dividen hanya boleh dibagikan apabila Perseroan mempunyai saldo laba yang
positif.
Perseroan dapat membagikan dividen interim sebelum tahun buku Perseroan
berakhir sepanjang diatur dalam anggaran dasar Perseroan. Pembagian dividen
interim dapat dilakukan apabila jumlah kekayaan bersih Perseroan tidak menjadi
lebih kecil daripada jumlah modal ditempatkan dan disetor ditambah cadangan
wajib. Pembagian dividen interim tidak boleh mengganggu atau menyebabkan
Perseroan tidak dapat memenuhi kewajibannya pada kreditor atau mengganggu
kegiatan Perseroan.
Pembagian dividen interim ditetapkan berdasarkan keputusan Direksi setelah
memperoleh persetujuan Dewan Komisaris. Dalam hal setelah tahun buku
berakhir ternyata Perseroan menderita kerugian, dividen interim yang telah dibagi
kan harus dikembalikan oleh pemegang saham kepada Perseroan. Direksi dan
Dewan Komisaris bertanggung jawab secara tanggung renteng atas kerugian
Perseroan, dalam hal pemegang saham tidak dapat mengembalikan dividen
interim.
Dividen yang tidak diambil setelah 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal yang
ditetapkan untuk pembayaran dividen lampau, dimasukkan ke dalam cadangan
khusus. RUPS mengatur tata cara pengambilan dividen yang telah dimasukkan
ke dalam cadangan khusus. Dividen yang telah dimasukkan dalam cadangan khu
sus dan tidak diambil dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun akan menjadi hak
Perseroan.
Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD)

Setiap orang yang menjalankan perusahaan diwajibkan untuk menyelenggarakan catatan


catatan menurut syarat-syarat perusahaannya tentang keadaan hartanya dan tentang apa yang
berhubungan dengan perusahaannya, dengan cara yang sedemikian sehingga dari catatan
catatan yang diselenggarakan itu sewaktu-waktu dapat diketahui semua hak dan kewajibannya.
(KUHD 35, 66, 86, 96, 348)

Ia diwajibkan menyimpan selama tiga puluh tahun, buku-buku dan surat-surat di mana
ia menyelenggarakan catatan-catatan dimaksud dalam alinea pertama beserta
neracanya, dan selama sepuluh tahun, surat-surat dan telegram-telegram yang diterima
dan salinan-salinan surat-surat dan telegram-telegram yang dikeluarkan (KUHD 35.)

Tiada seorang pun dapat dipaksa untuk memperlihatkan pembukuannya kecuali untuk
mereka yang mempunyai kepentingan langsung sebagai ahli waris, sebagai pihak yang
berkepentingan dalam suatu persekutuan, sebagai persero, sebagai pengangkat
Pimpinan perusahaan atau pengelola dan akhirnya dalam hal kepailitan. (KUHPerd.573,
1082; KUHD 35, 67.)
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)

Pasal 55 KUHP:
(1) Dihukum sebagai orang yang melakukan peristiwa pidana:
1e. Orang yang melakukan, yang menyuruh melakukan, atau turut melakukan perbuatan itu;
2e. Orang yang dengan pemberian, perjanjian, salah memakai kekuasaan atau pengaruh, ke
kerasan, ancaman atau tipu daya atau dengan memberi kesempatan, daya upaya atau ketera
ngan, sengaja membujuk untuk melakukan sesuatu perbuatan.
(2) Tentang orang-orang yang tersebut dalam sub 2e itu yang boleh dipertanggungjawabkan
kepadanya hanyalah perbuatan yang dengan sengaja dibujuk oleh mereka itu, serta dengan akibat
nya.

Pasal 56 KUHP:
Dihukum sebagai orang yang membantu melakukan kejahatan:
1. Barangsiapa dengan sengaja membantu melakukan kejahatan itu;
2. Barangsiapa dengan sengaja memberikan kesempatan, daya upaya, atau keterangan untuk
melakukan kejahatan itu.
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata)

Perikatan ditujukan untuk memberikan sesuatu, untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat
sesuatu (1234 KUHPerdata)

Debitur dinyatakan Ialai dengan surat perintah, atau dengan akta sejenis itu, atau
berdasarkan kekuatan dari perikatan sendiri, yaitu bila perikatan ini mengakibatkan
debitur harus dianggap Ialai dengan lewatnya waktu yang ditentukan
(1238 KUHPerdata)

Penggantian biaya, kerugian dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan mulai
diwajibkan, bila debitur, walaupun telah dinyatakan Ialai, tetap Ialai untuk memenuhi
perikatan itu, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dilakukannya hanya dapat
diberikan atau dilakukannya dalam waktu yang melampaui waktu yang telah ditentukan
(1243 KUHPerdata)
Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang
lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya
untuk menggantikan kerugian tersebut (1365 KUHPerdata)
UU Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan

Wewenang OJK
a. pengaturan dan pengawasan mengenai kelembagaan bank yang meliputi:
1. perizinan untuk pendirian bank, pembukaan kantor bank, anggaran dasar, rencana
kerja, kepemilikan, kepengurusan dan sumber daya manusia, merger, konsolidasi dan
akuisisi bank, serta pencabutan izin usaha bank; dan
2. kegiatan usaha bank, antara lain sumber dana, penyediaan dana, produk hibridasi, dan
aktivitas di bidang jasa;
b. pengaturan dan pengawasan mengenai kesehatan bank yang meliputi:
1. likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, kualitas aset, rasio kecukupan modal minimum,
batas maksimum pemberian kredit, rasio pinjaman terhadap simpanan, dan
pencadangan bank;
2. laporan bank yang terkait dengan kesehatan dan kinerja bank;
3. sistem informasi debitur;
4. pengujian kredit (credit testing); dan
5. standar akuntansi bank;
c. pengaturan dan pengawasan mengenai aspek kehati-hatian bank, meliputi:
1. manajemen risiko;
2. tata kelola bank;
3. prinsip mengenal nasabah dan anti pencucian uang; dan
4. pencegahan pembiayaan terorisme dan kejahatan perbankan; dan
d. pemeriksaan bank.
RencanaKerja dan Anggaran
Dewan Komisioner menyusun dan menetapkan rencana kerja dan anggaran OJK.
Anggaran OJK bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
dan/atau pungutan dari pihak yang melakukan kegiatan di sektor jasa keuangan.
Ketentuan lebih lanjut mengenai rencana kerja dan anggaran OJK diatur dengan
Peraturan Dewan Komisioner.

Anggaran OJK sebagaimana dimaksud dalam digunakan untuk membiayai


kegiatan operasional, administratif, pengadaan aset serta kegiatan pendukung
lainnya. Anggaran dan penggunaan anggaran untuk membiayai kegiatan
ditetapkan berdasarkan standar yang wajar di sektor jasa keuangan dan
dikecualikan dari standar biaya umum, proses pengadaan barang dan jasa, dan
sistem remunerasi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan
yang terkait dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, pengadaan
barang dan jasa Pemerintah, dan sistem remunerasi. Untuk mendukung kegiatan
operasional OJK, Pemerintah dapat melakukan penempatan dana awal ke OJK.
Ketentuan lebih lanjut mengenai standar biaya, proses pengadaan barang dan
jasa, dan sistem remunerasi diatur dengan Peraturan Dewan Komisioner.
Untuk penetapan anggaran, OJK terlebih dahulu meminta persetujuan Dewan
Perwakilan Rakyat.
OJK mengenakan pungutan kepada pihak yang melakukan kegiatan di sektor jasa
keuangan. Pihak yang melakukan kegiatan di sektor jasa keuangan wajib
membayar pungutan yang dikenakan OJK. adalah penerimaan OJK. OJK
menerima, mengelola, dan mengadministrasikan pungutan secara akuntabel dan
mandiri.
Dalam hal pungutan yang diterima pada tahun berjalan melebihi kebutuhan OJK
untuk tahun anggaran berikutnya, kelebihan tersebut disetorkan ke Kas Negara.
Pelaporan dan OJK wajib menyusun laporan keuangan yang terdiri atas laporan keuangan
semesteran dan tahunan. OJK wajib menyusun laporan kegiatan yang terdiri
Akuntabilitas atas laporan kegiatan bulanan, triwulanan, dan tahunan.
Dalam hal Dewan Perwakilan Rakyat memerlukan penjelasan, OJK wajib
menyampaikan laporan. Periode laporan keuangan adalah tanggal 1 Januari
sampai dengan 31 Desember.
OJK wajib menyampaikan laporan kegiatan triwulanan kepada Dewan
Perwakilan Rakyat sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Laporan kegiatan tahunan disampaikan kepada Presiden dan Dewan Perwakil
an Rakyat.
Untuk penyusunan laporan keuangan, Dewan Komisioner menetapkan standar
dan kebijakan akuntansi OJK. Laporan keuangan tahunan diaudit oleh Badan
Pemeriksa Keuangan atau Kantor Akuntan Publik yang ditunjuk oleh Badan
Pemeriksa Keuangan.
OJK wajib mengumumkan laporan tahunan OJK kepada publik melalui media
cetak dan media elektronik.
PP Nomor 24 Tahun 1998 Tentang
Informasi Keuangan Tahunan Perusahaan

Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang melakukan kegiatan secara tetap dan terus
menerus dengan tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba, baik yang diselenggarakan oleh
orang perorangan maupun badan usaha yang berbentuk badan hukum atau bukan badan
hukum, yang didirikan dan berkedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia.

Semua perusahaan wajib menyampaikan Laporan Keuangan Tahunan


kepada Menteri yang bertanggung jawab dalam bidang perdagangan.

Laporan Keuangan Tahunan merupakan dokumen umum yang dapat diketahui oleh
masyarakat. Laporan Keuangan Tahunan meliputi :
a. Neraca Perusahaan
b. Laporan Laba/Rugi Perusahaan
c. Laporan Arus Kas
d. Utang Piutang termasuk Kredit Bank
e. Daftar Penyertaan Modal.

Laporan Keuangan Tahunan bagi perusahaan adalah laporan yang


telah diaudit oleh Akuntan Publik.
Terimakasih ………………………………..

Anda mungkin juga menyukai