Anda di halaman 1dari 4

Soal dan Jawaban Latihan bab 18

4. Apa yang dimaksud dengan rating obligasi dan kenapa manajer perlu
memperhatikan rating tersebut? Jelaskan!
Jawab: Rating Obligasi adalah opini tentang kelayakan kredit dari penerbit obligasi
berdasarkan faktor-faktor risiko yang relevan. Peringkat yang diberikan bukan
merupakan sebuah rekomendasi untuk membeli, menjual, atau mempertahankan suatu
obligasi. Opini ini berfokus pada kapasitas dan kemauan penerbit obligasi untuk
memenuhi kewajibannya secara tepat waktu.
Manajer perlu memperhatikan rating tersebut karena Investor atau perusahaan tertentu,
dalam beberapa situasi, diharuskan untuk memegang obligasi dengan Investment
Grade. Dengan demikian obligasi “junk” mempunyai pasar yang lebih kecil. Kemudian,
perusahaan yang mempunyai rating baik (resiko rendah) bisa mengeluarkan obligasi
dengan tingkat bunga yang lebih rendah. Dengan demikian perusahaan tersebut bisa
menghemat biaya bunga (Sumber: buku manajemen keuangan halaman 476-477).
5. Jelaskan yang dimaksud dengan zero coupon bond!
Jawab: Zero Coupon ond adalah Obligasi tanpa kupon bunga yang biasanya obligasi
membayarkan bunga tertentu sampai pada saat jatuh tempo.(sumber: buku manajemen
keuangan halaman 478).
6. Apa yang dimaksud dengan junk bond?
Jawab: Junk Bond adalah Obligasi yang mempunyai rating di bawah BBB atau Baa.
(sumber: buku manajemen keuangan halaman 480).
7. Jelaskan bagaimana bank menggunakan prinsip 3R dan 5C dalam menganalisis
kredit yang akan diberikan!
Jawab: Cara pihak bank dalam menganalisis kredit yaitu dengan prinsip 3R:
a. Return, berkaitan dengan hasil yang diperoleh dari penggunaan kredityang diminta,
apakah kredit tersebut bisa menghasilkan return (pendapatan) yang memadai untuk
melunasi utng dan bunganya.
b. Repayment Capacity, berkitan dengan kemampuan perusahaan mengembalikan
pinjaman dan bunganya pada saat pembayaran tersebut jatuh tempo.
c. Risk-bearing Ability, berkaitan dengan kemampuan perusahaan menanggung risiko
kegagalan atau ketidakpastian tyang berkaitan dengan penggunaan kredit tersebut.
Cara pihak bank dalam menganalisis kredit yaitu dengan prinsip 5C:
a. Character, menunjukkan kemauan peminjam untuk memenuhi kewajibannya.
b. Capacity, kemampuan peminjam untuk melunasi kewajiban utangnya, melalui
pengelolaan perusahaannya dengan efektif dan efisien.
c. Capital, posisi keuangan perusahaan secara keseluruhan.
d. Collateral, asset yang dijaminkan untuk suatu pinjaman.
e. Condition, sejauh mana kondisi perekonomian akan mempengaruhi kemampuan
mengembalikan pinjaman. (sumber: buku manajemen keuangan halaman 483-484)

8. Bandingkan antara pinjaman langsung (melalui kredit bank) dengan pinjaman tidak
langsung (obligasi)! Apa kelebihan dan kekurangan masing-masing alternative tersebut!
Jawab: # Kelebihan Pinjaman langsung (kredit bank) :
a. peminjam tidak perlu melalui proses pendaftaran dan evaluasi yang panjang seperti
halnya jika perusahaan akan menerbitkan obligasi.
b. waktu yang diperlukan bisa lebih singkat dibandingkan dengan penerbitan obligasi.
C. karena hanya berhadapan dengan satu lembaga keuangan ( atau beberapa jika
menggunakan sindikasi, tetapi lebih sedikit dibandingkan dengan pembeli obligasi),
perusahaan (peminjam) mempunyai fleksibilitas yang lebih tinggi.
d. karena hubungan dengan lembaga keuangan bisa terjalin dengan lebih baik,
perusahaan bisa meminjam dengan cepat.
# Kelemahan pinjaman langsung :
a. bunga pinjaman langsung biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan bunga obligasi.
b. pembatasan-pembatasan yang dilakukan oleh pemberi pinjaman barangkali akan
mengurangi fleksibilitas perusahaan.
c. karena biaya investigasi yang cukup tinggi, lembaga keuangan barangkali membatasi
pinjaman minimum yang bisa diberikan.
d. dibandingkan dengan penerbitan obligasi, pinjaman utang langsung kurang visible.

#Kelebihan pinjaman tidak langsung (obligasi) :


1. Tingkat bunga obligasi bersifat konsisten, dalam arti tidak dipengaruhi harga pasar
obligasi.
2. Pemegang obligasi dapat memperkirakan pendapatan yang akan diterima, sebab
dalam kontrak perjanjian sudah ditentukan secara pasti hak-hak yang akan diterima
pemegang obligasi.
3. Investasi obligasi dapat pula melindungi risiko pemegang obligasi dari kemungkinan
terjadinya inflasi.
4. Obligasi dapat digunakan sebagai agunan kredit bank dan untuk membeli instrumen
aktiva lain.
# kelemahan pimjaman tidak langsung, yaitu:
1. Tingkat bunga. Tingkat bunga pasar keuangan dengan harga obligasi mempunyai
hubungan negatif, apabila harga obligasi naik maka tingkat bunga akan turun, dan
sebaliknya.
2. Obligasi merupakan instrumen keuangan yang sangat konservatif, sehingga
menghasilkan yield yang cukup baik, dengan risiko rendah.
3. Tingkat likuidasi obligasi rendah. Hal ini dikarenakan pergerakan harga obligasi,
khususnya apabila harga obligasi menurun.
4. Risiko penarikan. Apabila dalam kontrak perjanjian obligasi ada persyaratan
penarikan obligasi, perusahaan dapat menarik obligasi sebelum jatuh tempo dengan
membayar sejumlah premi.
5. Risiko kecurangan. Apabila perusahaan penerbit mempunyai masalah likuiditas dan
tidak mampu melunasi kewajibannya atau pun mengalami kebangkrutan maka
pemegang obligasi akan menderita kerugian. (sumber: buku manajemen keuangan
halaman 484-485, dan bareksa.com/en/text/2019/06/25/begini-cara-mengenali-
kelebihan-kekurangan-dan-karakteristik-obligasi/22493/news).
9. Jelaskan karakteristik saham preferen, kelebihan dan kekurangannya dari sisi
perusahaan dan investor!
Jawab: Karakteristik saham preferen
a. Memiliki berbagai tingkat, dapat diterbitkan dengan karakteristik yang berbeda
b. Tagihan terhadap aktiva dan pendapatan, memiliki prioritas lebih tinggi dari saham
biasa dalam hal pembagian dividen
c. dividen kumulatif, bila belum dibayarkan dari periode sebelumnya maka dapat
dibayarkan pada periode berjalan dan lebih dahulu dari saham biasa
d. Konvertibilitas, dapat ditukar menjadi saham biasa, bila kesepakatan antara
pemegang saham dan organisasi penerbit terbentuk
kelebihan saham preferen:
1. Didahulukan dalam pembagian deviden jika perusahaan mengalami keuntungan
2. Saham prioritas dapat ditawarkan dalam berbagai cara yaitu :
Cumulative Preference Share, yaitu deviden yang tidak dibagikan pada ahir
tahun harus dibagikan secra kumulatif (seluruhnya) pada tahun tahun berikutnya.
· Participating Prefrence Share , yaitu pemilik saham memiliki prioritas atas
keuntungan perusahaan .Setelah pemilik saham prioritas biasa memperoleh
dividen,pemilik saham prioritas berhak pula memperoleh tambahan pembayran dari
keuntungan perusahaan yang masih tersisa.
3. Saham prioritas jenis biasa sering pula memperoleh dividen lebih besar daripada
dividen yang diterima pemegang saham biasa
4. Jika perusahaan dilikuiditas,pemilik saham prioritas akan menerima lebih dahulu
uang yang mereka investasikan sebelum pemilik saham biasa memeperoleh
pengembalian modal.
Kelemahan saham preferen:
1. Meskipun mendapatkan hak prioritas (istemewa) namun setelah kewajiban
kewajiban perusahaan dilunasi, saham prioritas hanya diprioritaskan sebelum saham
biasa.
2. Saham prioritas terkadang diterbitkan karena pada perusahaan terjadi kekurangan
dana atau memerlukan dana murah dalam waktu yang relative
3. Kemungkinan terjadi solusi antara emitmen dan penjamin emisi untuk memperoleh
dana murah dan investor yang kurang berpengalaman , sehingga saham yang dimiliki
akan turun nilai atau harganya dilantai bursa.
( sumber: ariariandi.blogspot.com/2012/05/saham-biasa-dan-saham-preferen.html).