Anda di halaman 1dari 4

TUGAS TUTORIAL KE-3

ESPA4111 / PENGANTAR EKONOMI MIKRO

Nama : Sukono

NIM : 044462176

Program studi : Manajemen

 SOAL

Silahkan kerjakan Tugas Tutorial 3 berikut serta upload pada tempat yang telah tersedia.

1. Jelaskan secara lengkap tentang surplus konsumen dan surplus produsen!


2. Jelaskan yang dimaksud dengan keseimbangan parsial dan keseimbangan umum serta jelaskan
gambarkan analisis keseimbangannya!
3. Jelaskan tentang kegagalan pasar serta sebutkan dan jelaskan 3 elemen utama kegagalan pasar!

 JAWABAN

1.

 Surplus konsumen.

Jumlah pengeluaran total seorang konsumen yang menjadi penerimaan produsen suatu
komoditi, merupakan perkalian antara kuantitas yang dikonsumsi serta harganya. Selisih antara nilai
yang dibayar oleh konsumen yaitu nilai pasar dan manfaat total yang diperoleh konsumen disebut
surplus konsumen.Hal ini karena konsumen memperoleh lebih banyak nilai manfaat daripada nilai yang
ia bayar, yang merupakan akibat berlakunya Hukum Nilai Guna Marjinal yang Menurun. Surplus
konsumen muncul karena konsumen membayar harga yang sama untuk setiap barang yang dibeli.

Konsep surplus konsumen digunakan untuk memutuskan sejauh mana suatu barang, katakanlah
barang publik misalnya jalan atau jembatan, harus diproduksi atau dibangun agar diperoleh manfaat
total maksimal bagi masyarakat keseluruhan. Kurva permintaan pasar total akan suatu komoditi
diperoleh dengan menjumlahkan secara mendatar semua kurva permintaan individu. Untuk barang
publik, misalnya jembatan yang berlaku prinsip noneksklusif, maka penjualan kepada para individu
pemakai jalan atau penyeberang jembatan tersebut tak dapat dilakukan. Dengan demikian dengan
mekanisme pasar tak dapat diputuskan apakah jembatan tersebut dibangun atau tidak. Konsep surplus
konsumen bisa membantu menyelesaikan, bila biaya pembangunan jembatan ditambah dengan semua
biaya pemeliharaan dan pengoperasian sepanjang periode waktu pemakaian lebih kecil atau paling tidak
sama dengan jumlah semua surplus konsumen sepanjang waktu pemakaian, maka jembatan tersebut
harus dibangun karena akan memberi tambahan bersih manfaat kepada para pemakai atau masyarakat
secara keseluruhan. Bila terjadi hal sebaliknya terjadi maka jembatan tersebut jangan dibangun.

 Surplus produsen (Rente ekonomi)

Karena berlakunya Hukum Penambahan Hasil yang semakin Berkurang dalam jangka pendek
maka biaya produksi rata-rata atau marjinal yang diperlukan untuk memproduksi suatu komoditi selalu
naik dengan makin banyaknya output yang diproduksi. Dalam jangka panjang input-input yang lebih baik
dan lebih produktif digunakan lebih dahulu untuk menghasilkan output dengan biaya lebih rendah dan
baru kemudian digunakan input yang kurang produktif dengan biaya lebih tinggi. Dengan cara demikian
maka diperoleh kurva biaya marjinal yang menanjak naik dan sekaligus juga merupakan kurva
penawaran dalam pasar industri persaingan murni. Dalam komponen biaya ekonomis telah termasuk
komponen keuntungan normal.Harga dan kuantitas keseimbangan terjadi pada perpotongan antara
kurva penawaran dan kurva permintaan. Semua barang dijual dengan harga sama yaitu harga
keseimbangan. Bila produsen menjual pada harga sama dengan biaya marjinal maka produsen telah
memperoleh keuntungan normal. Harga jual di atas biaya marjinal merupakan surplus produsen atau
rente ekonomi.

2. Keseimbangan pasar parsial adalah kombinasi kuantitas dan harga keseimbangan sebagai hasil
interaksi kekuatan permintaan dan penawaran di suatu pasar tertentu. misal pasar output atau input
yang terpisah dan pengaruh interaksi di pasar lain.

Gambaran analisis keseimbangan yang disajikan mula-mula adalah di mana perubahan di suatu
pasar akan berdampak pada perubahan pada pasarpasar lain yang berhubungan. Selanjutnya dengan
menggunakan model sederhana dua industri dan dua input (faktor produksi), disajikan hubungan
antarpasar dengan menggunakan analisis ekonomi mikro secara grafis. Hubungan ekonomi pasar
antarsektor secara lebih nyata disajikan dalam bentuk tabel input-output.

Keseimbangan pasar umum adalah keseimbangan pasar yang saling terkait dengan pasar yang
lain dalam perekonomian.

Secara sederhana, keseimbangan umum dapat digambarkan dengan model pasar dua output
dan dua input. Penyesuaian keseimbangan yang terjadi akibat perubahan pada suatu pasar akan
mengakibatkan perubahan keseimbangan pada pasar lain. Penyesuaian ini bisa terjadi dalam jangka
pendek dan jangka panjang. Penyesuaian yang pertama tak mencakup perubahan kapasitas produksi,
hanya meliputi perubahan harga dan kuantitas keseimbangan pasar.

3. Mekanisme sistem harga pasar menyimpulkan tangan gaib akan menuntun setiap individu, unit,
atau agen ekonomi dalam masyarakat untuk mencapai keadaan terbaik bagi semua. Setiap upaya
campur tangan pemerintah atas proses atau situasi pasar bebas akan memperburuk keadaan dan basil,
tetapi setelah beberapa waktu kemudian disadari sistem mekanisme harga pasar tidak sepenuhnya
memberikan hasil optimal atau ideal yang disebut juga first best (terbaik pertama) bagi masyarakat.
Situasi seperti ini sering kali disebut kegagalan pasar.

Ada tiga elemen utama kegagalan pasar, yaitu:

a. Persaingan tak sempurna (murni)

Hasil ideal terbaik pertama dalam mekanisme pasar diperoleh bila syarat berlakunya persaingan
murni dipenuhi. Kondisi atau syarat ini merupakan istilah teknis ekonomis adalah situasi di mana petani,
pengusaha produsen, ataupun pekerja serta keseluruhan relatif banyak jumlahnya dibandingkan dengan
pasar hingga masing-masing pelaku pasar tak mempunyai pengaruh individu atas harga pasar. Namun,
bila salah satu dari mereka cukup besar hingga cukup dapat mempengaruhi pasar, maka terdapat unsur
pasar persaingan tak sempurna.

Perekonomian dapat dikatakan efisien bila berada di sepanjang Kurva Batas Kemungkinan
Produksi. Bila ada ketidaksempurnaan pasar, maka output masyarakat mungkin bergerak ke sebelah
dalam Kurva Kemungkinan Produksi. Hal ini bisa terjadi misalnya karena unsur ketidaksempurnaan pasar
berupa perusahaan monopoli yang mungkin menyebabkan harga lebih tinggi dibandingkan dengan
harga pada pasar persaingan murni/sempurna dan produsen membatasi atau mengurangi produksi agar
bisa diperoleh keuntungan di atas normal (super). Bila banyaknya produsen penjual hanya sedikit (hanya
ada beberapa saja) maka tak ada jaminan barang dijual pada harga sebesar biaya marjinal. Dengan
demikian konsep kekuatan tangan gaib yang menuntun pada penyelesaian yang terbaik menjadi tak
berlaku (hilang). Dalam kenyataan, hakikat utama produksi dan kemajuan teknologi adalah mendorong
perusahaan mengadakan ekspansi usaha, tak ada jaminan apakah keadaan menjadi makin atau bahkan
menjadi kurang kompetitif.

b. Eksternalitas

Hasil ideal oleh pengaturan tangan gaib juga tak dapat dicapai bila kegiatan ekonomi tumpah ke
luar (spill over) dari pasar bersangkutan, yang disebut eksternalitas. Eksternalitas yang bisa terjadi pada
kasus pencemaran udara di mana sebuah pabrik mengeluarkan asap atau debu yang mengganggu
kesehatan atau ketenteraman dan harta milik masyarakat yang seharusnya. Namun pabrik tidak
membayar biaya-biaya atas kerugian ini. Contoh lain adalah pencemaran air sungai, danau atau laut,
risiko proses produksi pabrik yang tak aman atau fasilitas pusat pembangkit nuklir tenaga listrik. Di sisi
lain ada pula eksternalitas positif atau eksternalitas ekonomis di mana masyarakat memperoleh manfaat
atas penemuan suatu produk baru yang tidak dilakukannya. Demikian pula manfaat yang diperoleh oleh
seluruh masyarakat karena program perbaikan dan pemeliharaan kesehatan masyarakat yang dapat
memberantas penyakit cacar, polio, tifus, malaria, dan wabah penyakit lain. Eksternalitas terjadi bila
aktivitas produsen atau rumah tangga individu menimbulkan biaya atau manfaat kepada pihak lain
tanpa mereka menerima pembayaran atau membayar biaya yang sesuai

c. Barang publik

Ini adalah kegiatan ekonomi yang memberi manfaat kepada masyarakat yang tak dapat
diserahkan pelaksanaan atau penyelenggaraannya kepada perusahaan swasta. Contohnya adalah
pertahanan dan keamanan, pemeliharaan hukum dan ketertiban, pembuatan jalan raya, dukungan
keuangan untuk riset dan pengembangan ilmu murni serta kesehatan masyarakat. Manfaat barang
tersebut menyebar luas ke seluruh masyarakat hingga tak ada produsen atau konsumen yang secara
individu mempunyai rangsangan untuk melaksanakan, maka pemerintahlah yang wajib menyediakan
barang publik.

Sumber referensi: BMP ESPA4111 / MODUL 8

Anda mungkin juga menyukai