Anda di halaman 1dari 2

Soal kel.

1. Bagaimana pelaksanaan program keselamatan pasien di puskesmas rawat inap?

2. Sebutkan 6 sasaran keselamatan pasien?

3. Pada situasi pandemi seperti ini, ada beberapa rumah sakit yang tidak dapat melayani
pasien dengan baik sebagai mana mestinya, sehingga terkadang pasien pun merasa
takut untuk berobat kerumah sakit, contoh: seorang tetangga di deket rumah, sakit,
tidak berani di bawa kerumah sakit karena takut nanti di bilang covid 19, dalam hal
seperti ini bagaimana peran kita sebagai tenaga kesehatan untuk tetap menjaga
keselamatan pasien di era pandemi covid 19 sekarang ini?

4. Bagaimana cara perawat meningkatkan kemampuan melakukan komunikasi yang


efektif pada pasien pada saat melakukan tindakan perawatan untuk tercapainya
keselamatan pasien ?

5. Apasaja hak hak pasien yg didapat dalam keselamatan pasien?

6. Bagaimana tanggung jawab rumah sakit terkait penolakan pasien akibat keterbatasan
alat atau sarana dan prasarana? Apakah rumah sakit berhak menolak pasien apabila
memang tidak ada peralatan? Kalau memang harus terpaksa menolak karena tidak ada
alat, apa yang harus dilakukan pihak rumah sakit terkait keselamatan pasien tersebut?

7. Adakah UU yang melindungi pasien atas tindaka yang di berikan oleh perawat,jika
ada UU nomor berapa dan apa bunyinya?

8. Siapakah yang bertanggung jawab jika ada pasien jatuh di dalam rumah sakit saat
masa perawatan. Dan apakah sanksi yang harus diterima?

9. Apabila terjadi suatu insiden KNC (kcelakaan nyaris cidera) diruang perawatan
pasien, apa yang segera di lakukan perawat ?

10. Di dalam tujuan keselamatan pasien seorang perawat harus menciptakan keselamatan
Pertanyaanya bagaimana caranya seorang perawat untuk menciptakan budaya
keselamatan pasien?

11. Bagaimana prosedur keselamatan pasien diruang operasi?

12. Bagaimana cara kerja kita pada saat pendemi covid 19 sehingga keselamatan petugas
kesehatan dan pasien aman.
Sementara kesadaran pasien untuk mematuhi prokol kesehatan masih kurang dan juga
masih kurangnya peran linsek serta peran pemangku kebijakan.
Sementara kita tenaga kesehatan yang minim Alat pelindung diri ( APD ) mohon
pemecahannya?