Anda di halaman 1dari 2

Nama : Siska nur fadilah

Nim : 030786775

1. Civil law dan ya, masih relevan.

Penjelasan:

Secara singkat kasus Baiq Nuril merupakan kasus pencemaran nama baik. Terkait dengan sistem
hukum, di dunia sistem hukum ada dua macam yakni common law dan civil law. Hukum positif
Indonesia menggunakan sistem Civil Law dimana hakim memutus berdasarkan perundang-undangan
yang berlaku. Kasus Baiq Nuril diproses secara hukum menggunakan UU ITE. Memang secara
normatif masih banyak yang perlu dilengkapi dari pengaturan UU ITE tetapi penerapan sistem
hukum civil law di Indonesia masih lebih baik agar putusan lebih adil karena masih kurangnya
kualitas hakim di Indonesia

2. Tidak mungkin karna dalam satu negara hanya menganut satu hukum.

setiap sistem hukum memiliki perbedaan tata cara merealisasikannya masing masing

Secara umum sistem hukum atau tatanan hukum diartikan sebagai sebuah sistem dari keseluruhan
kaidah-kaidah hukum dan bentuk penampilanya dalam aturan-aturan hukum (B. Arief Sidharta,
tanpa tahun). Sistem hukum merupakan suatu sistem terbuka yang harus mampu mengakomodasi
perkembangan yang terjadi dalam masyarakat.

Lawrence M. Friedman dalam bukunya ‘American Law: An Introduction’ mengemukakan tiga unsur
sistem hukum, yaitu legal substance (substansi atau materi hukum), legal structure (kelembagaan
hukum) dan legal culture (budaya hukum). Elemen pertama berupa keseluruhan aturan (kaidah) dan
asas hukum. Elemen kedua menunjuk pada keseluruhan organisasi, lembaga-lembaga dan pejabat-
pejabatnya, yang meliputi badan-badan legislatif, eksekutif, dan yudikatif dengan aparat-aparatnya
seperti birokrasi pemerintahan, pengadilan, kejaksaan, kepolisian, dan dunia profesi seperti
advokatur dan kenotariatan. Sedangkan unsur atau elemen ketiga merupakan unsur aktual yang
menunjuk pada keseluruhan putusan ataupun perilaku yang berkaitan dengan unsur pertama. Bagir
Manan mengartikan budaya hukum sebagai persepsi terhadap hukum.

Meskipun di dunia dikenal berbagai sistem hukum (misal sistem hukum Islam, sistem hukum
Sosialis), namun secara umum dikenal dua sistem hukum besar, yaitu sistem hukum Eropa
Kontinental dan sistem hukum Anglo Saxon. Perbedaan utama dari kedua sistem hukum tersebut
terletak pada sumber hukum. Sistem hukum Eropa Kontinental menempatkan peraturan perundang-
undangan sebagai sumber utama, sedangkan sistem Anglo Saxon menempatkan putusan hakim
sebagai sumber hukum utamanya. Dalam perkembangannya, perbedaan tersebut menjadi tidak
terlalu fundamental karena Negara yang menganut sistem Eropa Kontinental mulai menggunakan
putusan hakim sebagai sumber hukum. Demikian pula sebaliknya.

 Tidak terdapat larangan suatu negara menggunakan dua sistem hukum sekaligus. Filipina, misalnya,
untuk kaidah-kaidah Hukum Tata Negara, Pajak, Hukum Acara menggunakan sistem hukum Anglo
Saxon. Sedangkan sistem Eropa Kontinental terlihat pada hukum yang mengatur hubungan keluarga,
property, kontrak dan Hukum Pidana.
 Di Indonesia berlaku paling tidak tiga sistem hukum, yaitu sistem hukum adat, sistem hukum Eropa
Kontinental, dan sistem hukum Islam.

3. Kasus penyebaran rekaman asusila yang menimpa Baiq Nuril membuka perdebatan baru terkait
Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Mantan Kepala SMU 7 Mataram, Muslim, melaporkan Nuril dengan menggunakan UU tersebut.

Nuril dinyatakan bebas dari tuduhan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Mataram.

Namun, ia divonis bersalah dan melanggar UU ITE dalam kasasi yang diajukan kejaksaan di
Mahkamah Agung.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, kasus yang menimpa Baiq Nuril bisa
menjadi pelajaran bagi masyarakat di era digital.

Rudiantara mengingatkan masyarakat untuk hati-hati dalam menyebarkan dokumen elektronik


mengingat saat ini ada regulasinya, yakni Undang-undang No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan
Transaksi Elektronik (ITE).

Agar masyarakat juga berhati-hati dalam menggunakan digital. Menggunakan perangkat digital.
Menggunakan media sosial ataupun sistem pesan yang instan seperti WhatsApp.

Menurut dia, UU ITE tidak perlu direvisi atau ditambahkan dengan Peraturan Pemerintah tertentu.

Alasannya, sudah ada aturan tentang perlindungan perempuan yang bisa memenuhi kebutuhan
perempuan.

Dia mengatakan, Kemenkominfo akan berupaya agar pasal dalam UU ITE tidak disalahartikan atau
disalahgunakan.

Salah satu upayanya adalah dengan menjadi saksi ahli dalam setiap kasus yang berkaitan dengan UU
ITE.

Diproses itu ada yang namanya memanggil saksi ahli. Saksi ahli itu adalah dari penyidik PNS. Kominfo
mempunyai lebih dari 10 penyidik PNS. Biasanya Kementerian Kominfo.

Sumber

https://www.kompas.com

https://nasional.kompas.com

http://repository.ut.ac.id

Anda mungkin juga menyukai