Anda di halaman 1dari 16

BAB III

IMPLEMENTASI AKTUALISASI NILAI DASAR PNS

A. Capaian Aktualisasi Nilai Dasar Kader PNS


Capaian aktualisasi ini direalisasikan berdasarkan rancangan aktualisasi yang
telah saya buat dengan menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA. Dalam
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ANEKA ke dalam tugas dan tanggung jawab
di Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru tidak terlepas dari peran Kepala
Pengamanan selaku mentor pelaksanaan yang sangat besar dalam pencapaian
keberhasilan kegiatan aktualisasi ini. Selain itu, peran Coach yang membantu
membimbing dalam pelaksanaan kegiatan aktualisasi. Dengan kerja sama yang
bersinergi dengan Mentor dan Coach memberikan kelancaran pada setiap
kegiatan yang dilakukan dan mengatasi hambatan-hambatan yang saya temui pada
saat melaksanakan aktualisasi nilai dasar ANEKA ini.

B. Kegiatan Aktualisasi Nilai Dasar


Berikut ini merupakan uraian kegiatan-kegiatan yang telah berhasil dilakukan
dalam mengaktualisasikan nilai dasar ANEKA di Lapas Perempuan Kelas II A
Pekanbaru adalah sebagai berikut:
1. Membuat model tanda pengenal WBP yang keluar dan masuk blok.
Tabel 3.1 Aktualisasi Kegiatan 1
Kegiatan Membuat model tanda pengenal WBP yang keluar
dan masuk blok.
Waktu Pelaksanaan 15 September 2018 (kapan, dimana, apa yang
dilakukan, nilai apa, output.
Adil : tidak diskriminatif
Uraian Kegiatan :
Sebelum saya berkonsultasi kepada mentor, saya menyiapkan terlebih dahulu
model tanda pengenal yang akan digunakan oleh WBP pada saat keluar dan
masuk blok, sehingga saya memperoleh kejelasan dalam melaksanakan kegiatan
aktualisasi di Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru (Akuntabilitas). Kemudian

52
saya berkonsultasi kepada atasan (KPLP) tentang model tanda pengenal yang
akan digunakan oleh WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) secara jelas dan
efektif (Komitmen Mutu) untuk meminta pendapat dan arahan (Sila Keempat)
yang akan dilaksanakan, dengan menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
(Etika Pubik). Selain itu dalam proses konsultasi, saya berusaha untuk bersikap
jujur dan bertanggung jawab dengan mencatat semua saran dan arahan atasan
(Anti Korupsi).
Lampiran Kegiatan 1. Foto menyiapkan rancangan model tanda
pengenal yang akan digunakan sebagai pembeda
WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) yang
akan dikunjungi dan yang keluar dan masuk
blok selain dikunjungi.
2. Foto menyampaikan dan menjelaskan kepada
atasan mengenai rancangan model tanda
pengenal yang akan digunakan.
3. Foto melakukan diskusi dengan atasan.

Gambar proses penerapan Nilai-nilai ANEKA sebagai berikut :

Gambar 3.1 Menyiapkan rancangan model tanda pengenal yang akan digunakan
sebagai pembeda WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) yang akan dikunjungi
dan yang keluar dan masuk blok (Akuntabilitas = Kejelasan).

53
Gambar 3.2 Foto Menyampaikan Gambar 3.3 Foto melakukan diskusi
dan menjelaskan kepada atasan dengan atasan atau mentor
mengenai rancangan model tanda (Nasionalisme = Sila Keempat).
pengenal yang akan digunakan.
(Etika Publik = Tata Bahasa
yang Baik dan Sopan).

2. Melakukan diskusi dengan teman sejawat untuk melakukan kegiatan


aktualisasi.
Tabel 2.3 Aktualisasi Kegiatan 3 :
Kegiatan Melakukan diskusi dengan teman sejawat untuk
melakukan kegiatan aktualisasi.
Tanggal 24 – 29 September 2018
Daftar Lampiran 1. Menyampaikan dan menjelaskan kepada teman
sejawat mengenai rancangan aktualisasi.
2. Melakukan diskusi dengan teman sejawat.
3. Meminta dan mencatat saran dari teman sejawat
mengenai rancangan aktualisasi yang akan
dilaksanakan.
Uraian Kegiatan :
Dalam kegiatan melakukan sosialisasi dan menempelkan poster himbauan
menjaga kebersihan, hal yang pertama saya lakukan adalah konsultasi kepada
KPLP untuk berkoordinasi agar mendapatkan kejelasan target mengenai
partisipatif WBP dan tamping dalam menjaga kebersihan lingkungan
(Akuntabilitas). Saat menyampaikan sosialisasi himbauan menjaga kebersihan
kepada WBP, saya menggunakan teknik komunikasi yang sopan, santun (Etika

54
Publik) dan jelas (Komitmen Mutu) agar infomasi yang disampakaikan dapat
diterima oleh WBP. Kemudian tidak membedakan ketua kamar dan tamping pada
saat mengumpulkan ketua kamar dan tamping di ruang KPLP (Nasionalisme).
Selain itu, saya bertangung jawab dalam proses menempelkan poster himbauan
menjaga kebersihan yang ditempel pada mading dan pusat informasi pelayanan
umum yang ada di Lapas Perempuan Kelas II A Pekanbaru (Anti Korupsi).

Gambar proses penerapan Nilai-nilai ANEKA sebagai berikut :

Gambar 3.8 Foto konsultasi dengan Gambar 3.9 Foto mengumpulkan ketua
KPLP atau Mentor kamar dan tamping.
(Akuntabilitas = Kejelasan). (Nasionalisme = Sila kedua).

55
Gambar 3.10 Foto menempelkan poster himbauan menjaga kebersihan dimading
dan papan informasi publik Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru
(Anti Korupsi = Bertanggung jawab).

3. Menyerahkan tanda pengenal Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kepada


regu jaga.

Tabel 3.2 Aktualisasi Kegiatan 2


Kegiatan Menyerahkan tanda pengenal Warga Binaan
Pemasyarakatan (WBP) kepada regu jaga.
Tanggal 19 September 2018
Daftar Lampiran 1. Meminta izin kepada komandan jaga untuk
menyerahkan tanda pengenal Warga Binaan
Pemasyarakatan (WBP)
2. Menyerahkan tanda pengenal WBP (Warga
Binaan Pemasyarakatan) yang sudah dibuat
kepada regu jaga.
Uraian Kegiatan :
Dalam kegiatan melakukan diskusi dengan teman sejawat untuk melakukan
kegiatan aktualisasi, hal yang pertama saya lakukan adalah menyampaikan dan
menjelaskan kepada teman sejawat mengenai rancangan aktualisasi secara jelas
(Akuntabilitas), kemudian saya melakukan diskusi kepada teman sejawat secara

56
sopan santun, ramah (Etika Publik) tanpa membeda bedakan (Nasionalisme).
Dalam mencatat semua saran dan masukan dari teman sejawat, saya membuat
catatnya seefisien mungkin (Komitmen Mutu) agar masukan yang diberikan
dapat terlaksana dengan baik. Selain itu dalam proses diskusi, saya berusaha
untuk bersikap jujur dan bertangung jawab dengan mencatat semua saran dan
masukan dari teman sejawat (Anti Korupsi).

Gambar proses penerapan Nilai-nilai ANEKA sebagai berikut :

Gambar 3.5 Foto Menyerahkan tanda pengenal WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) yang
sudah dibuat kepada regu jaga.
(Etika publik = Sopan)

4. Menempel poster mengenai tanda pengenal WBP yang harus digunakan


pada saat keluar dan masuk blok.

57
Tabel 3.4 Aktualisasi Kegiatan 4
Kegiatan Menempel poster mengenai tanda pengenal WBP
yang harus digunakan pada saat keluar dan masuk
blok.
Tanggal 5 Oktober 2018
Daftar Lampiran 1. Foto meminta izin kepada komandan jaga untuk
menempel poster mengenai penggunaan tanda
pengenal WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan)
yang keluar dan masuk blok di depan PHB (Pintu
Haluan Blok).
2. Menempel poster di ruangan PHB
Uraian Kegiatan :
Dalam kegiatan membuat jadwal piket kebersihan dimasing-masing kamar, hal
yang pertama saya lakukan adalah membuat daftar piket secara jelas dan
transparan kepada masing-masing WBP (Akuntabilitas). Kemudian saya
melaporkan hasil jadwal piket WBP kepada atasan secara sopan dan baik dengan
memberi salam dan meminta izin ketika awal bertemu (Etika Publik). Selain itu
pada saat menempelkan jadwal piket saya lakukan dengan penuh tanggung jawab
dan tanpa membedakan status sosial WBP (Nasionalisme dan Anti Korupsi).
Dalam membuat jadwal piket kebersihan, saya membuat dengan inovasi dan
kreatifitas yang saya miliki (Komitmen Mutu).

Gambar proses penerapan Nilai-nilai ANEKA sebagai berikut :

Gambar 3.11 Foto Meminta izin kepada komandan jaga untuk menempel
poster mengenai penggunaan tanda pengenal WBP (Warga Binaan

58
Pemasyarakatan) yang keluar dan masuk blok di depan PHB (Pintu Haluan
Blok).
(Komitmen Mutu = Inovasi dan kreatifitas).

Gambar 3.12 Foto menempel poster di ruangan PHB.


(Etika Publik = Bersikap sopan dan baik dengan memberi salam dan
meminta izin ketika awal bertemu atasan).

5. Membuat buku lalu lintas blok.


Tabel 3.5 Aktualisasi Kegiatan 5
Kegiatan Membuat buku lalu lintas blok.
Tanggal 8-13 Oktober 2018
Daftar Lampiran 1. Melakukan konsultasi kepada atasan
mengenai penyediaan buku lalu lintas blok.
2. Meminta saran kepada atasan mengenai
format yang harus dimasukkan dalam buku
lalu lintas WBP.

59
3. Menyediakan buku lalu lintas blok.
Uraian Kegiatan :
Dalam melaksanakan kegiatan menyiapkan tong sampah dan membuat label pada
tong sampah, hal pertama yang saya lakukan adalah mencari bentuk desain dan
membuat label tong sampah organik dan anorganik secara jelas dan menarik
(Akuntabilitas). Kemudian saya melibatkan tamping pada kegiatan penambahan
tong sampah dan menempelkan label tong sampah sebagai wujud kerjasama dari
sila ketiga (Nasionalisme). Dalam menyiapkan tong sampah dan membuat label
pada tong sampah, saya membuat dengan inovasi dan kreatifitas yang saya miliki
(Komitmen Mutu). Saya melakukan kegiatan ini secara jujur sebagai wujud
menerapkan nilai (Anti Korupsi). Selanjutnya saya bersikap sopan, santun dan
ramah ketika melakukan serah terima tong sampah organik dan anorganik kepada
KPLP (Etika Publik).

Gambar proses penerapan Nilai-nilai ANEKA sebagai berikut :

Gambar 3.14 Foto melakukan Gambar 3.15 Meminta saran kepada


konsultasi kepada atasan mengenai (Nasionalisme = Kerjasama).
penyediaan buku lalu lintas blok.

60
Gambar 3.16 Foto menempelkan label Gambar 3.17 Foto serah terima tong
tong sampah (Nasionalisme = sampah organik dan anorganik kepada
Kerjasama). KPLP (Etika Publik = Sopan santun)

.
6. Menginformasikan kepada masing-masing perwakilan ketua kamar
mengenai penggunaan tanda pengenal WBP (Warga Binaan
Pemasyarakatan) yang keluar dan masuk blok.
Tabel 3.6 Aktualisasi Kegiatan 6
Kegiatan Menginformasikan kepada masing-masing
perwakilan ketua kamar mengenai penggunaan tanda
pengenal WBP yang keluar dan masuk blok.
Tanggal 15-20 Oktober 2018
Daftar Lampiran 1.

Uraian Kegiatan :
Dalam kegiatan memulai pemilahan sampah organik dan anorganik ada tahapan
kegiatan agar dapat terwujudnya kegiatan tersebut, diantaranya saya
berkoordinasi dengan teman sejawat dan ketua kamar / petugas piket hal ini
sesuai dengan sila ketiga : gotong royong (Nasionalisme), dengan menggunakan
teknik komunikasi yang sopan dan santun (Etika Publik). Kemudian
mengumpulkan sampah-sampah yang telah terpisah pada tempat sampah dengan
penuh tanggung jawab dan berkelanjutan / konsisten (Akuntabilitas). Saya
melakukan kegiatan ini secara jujur sebagai wujud menerapkan nilai (Anti
Korupsi). Selain itu, saya melaksankan pemilahan sampah organik dan

61
anorganik, secara efektif (Komitmen Mutu).

Gambar proses penerapan Nilai-nilai ANEKA sebagai berikut :

Gambar 3.18 Foto berkoordinasi Gambar 3.19 Foto berkoordinasi


dengan teman sejawat (Nasionalisme = dengan ketua kamar / petugas piket
Sila Ketiga). (Nasionalisme = Sila Ketiga).

Gambar 3.20 Foto mengumpulkan sampah-sampah yang telah terpisah pada


tempat sampah (Akuntabilitas : Tanggung jawab dan berkelanjutan).

62
Gambar 3.21 Foto Tong Sampah
(Akuntabilitas : Tanggung jawab).

7. Melaksanakan kontrol (pengawasan) keliling blok pada saat jam


bertugas.
Tabel 3.7 Kegiatan 7
Kegiatan Melaksanakan kontrol (pengawasan) keliling blok
pada saat jam bertugas.
Tanggal 22 – 27 Oktober 2018
Daftar Lampiran 1. Foto mengecek kepentingan WBP (Warga
Binaan Pemasyarakatan) yang akan keluar blok.
2. Foto memeriksa badan dan barang bawaan WBP
(Warga Binaan Pemasyarakatan) yang akan
keluar blok.
3. Foto memberikan baju dan tanda pengenal WBP
(Warga Binaan Pemasyarakatan) yang akan
keluar blok sesuai dengan kepentingannya.
4. Foto melakukan pengawasan kepada WBP
(Warga Binaan Pemasyarakatan) yang keluar
blok.
Uraian Kegiatan :
Dalam kegiatan mengumpulkan sampah yang telah dipilah, hal yang pertama

63
saya lakukan adalah meminta izin kepada komandan jaga. Hal ini merupakan
penerapan sikap sopan santun kepada atasan (Etika Publik). Kemudian saya
melakukan kerjasama dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada saat
mengumpulkan sampah (Nasionalisme) dan saya melakukan pengawasan WBP
dalam mengumpulkan sampah dengan penuh tangung jawab (Akuntabilitas).
Saya mengumpulkan sampah yang telah dipilah, secara efektif (Komitmen
Mutu). Selain itu, saya berusaha untuk bersikap jujur pada saat melaporkan hasil
pengawasan kepada atasan / komandan jaga (Anti Korupsi).

Gambar proses penerapan Nilai-nilai ANEKA sebagai berikut :

Gambar 3.22 Foto mengecek Gambar 3.23 Foto memeriksa badan


kepentingan WBP (Warga Binaan WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan)
Pemasyarakatan) yang akan keluar yang akan keluar blok
blok.

Gambar 3.24 Foto memberikan tanda


pengenal WBP (Warga Binaan

64
Pemasyarakatan) yang akan keluar blok
sesuai dengan kepentingannya.

Gambar 3.24 Foto memberikan tanda Gambar 3.25 Foto melakukan


pengenal WBP (Warga Binaan pengawasan kepada WBP (Warga
Pemasyarakatan) yang akan keluar blok Binaan Pemasyarakatan) yang keluar
sesuai dengan kepentingannya. blok.

BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Telah terlaksananya kegiatan aktualisasi dalam rangka upaya meningkatan
kesadaran WBP dalam kebersihan, dengan cara memilah sampah di dalam blok
Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru. Sehinga kegiatan aktualisasi ini
diharapkan mampu meningkatkan kinerja peserta diklat dalam menjalankan tugas
dan fungsi di instansi tempat bekerja dan peserta diklat konsisiten dalam
melaksanakan kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar ANEKA.

B. SARAN
Adapun saran dari implementasi aktualisasi ini yaitu diharapkan mampu
mengubah pola pikir dan etos kerja penjaga tahanan di unit kerja Lapas
Perempuan Kelas IIA Pekanbaru secara keseluruhan, sehingga dapat
meningkatkan kinerja ASN sesuai dengan nilai-nilai dasar ANEKA.

65
DAFTAR PUSTAKA
Lembaga Administrasi Negara, 2014. Salinan Peraturan Kepala Lembaga
Administrasi Negara Nomor 38 Tahun 2014 Pedoman Penyelenggara
Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil
Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara, 2015. Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi
Pegawai Negeri Sipil. Modul Penyelenggara Perdana Pendidikan dan
Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan III. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara, 2015. Akuntabilitas. Modul Penyelenggara
Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil
Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara, 2015. Anti Korupsi. Modul Penyelenggara
Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil
Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

66
Lembaga Administrasi Negara, 2015. Etika Publik. Modul Penyelenggara Perdana
Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara, 2015. Komitmen Mutu. Modul Penyelenggara
Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil
Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara, 2015. Nasionalisme. Modul Penyelenggara
Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil
Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 21 Tahun 2016 Tentang
Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan III.
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional
Perawat pertama
Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2000 Nomor 101 Tahun 2000 tentang
Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil
Purwanto Erwan Agus, dkk. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Pelayanan
Publik. Jakarta: LembagaAdministrasi Negara.
Suwarno Yogi, danTri AtmojoSejati. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS
Whole of Government. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Tim Penulis Komisi Pemberantasan Korupsi. 2015. Anti Korupsi Modul
Pendidikandan Pelatihan Prajabatan Golongan I/II dan Golongan III.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara
Utomo Tri Widodo W, dkk. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS Habituasi.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

67