Anda di halaman 1dari 14

ESPA4111

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU) UAS TAKE HOME EXAM (THE) SEMESTER 2020/21.1 (2020.2)

Nama Mahasiswa : Zukhrufal Jannah


Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 043290211

Tanggal Lahir : Gresik, 06 Oktober 1998

Kode/Nama Mata Kuliah : ESPA4111/ Pengantar Ekonomi Mikro

Kode/Nama Program Studi : 54/ S1-Manajemen

Kode/Nama UPBJJ : UPBJJ UT Surabaya

Hari/Tanggal UAS THE : Selasa, 15 Desember 2020

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITS TERBUKA

1 dari 2
ESPA4111

BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Surat Pernyataan Mahasiswa Kejujuran Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : Zukhrufal Jannah


NIM : 043290211
Kode/Nama Mata Kuliah : Pengantar Ekonomi Mikro (ESPA4111)
Fakultas : Fakultas Ekonomi
Program Studi : S1-Manajemen
UPBJJ-UT : UPBJJ-UT Surabaya

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE pada
laman https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan soal
ujian UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai
pekerjaan saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan
aturan akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan tidak
melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media apapun,
serta tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik Universitas
Terbuka.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat
pelanggaran atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi
akademik yang ditetapkan oleh Universitas Terbuka.

Gresik, 15 Desember 2020

Yang Membuat Pernyataan

Zukhrufal Jannah

2 dari 2
ESPA4111

NASKAH UAS-THE
UJIAN AKHIR SEMESTER-TAKE HOME EXAM
UNIVERSITAS TERBUKA
SEMESTER: 2020/21.1

Pengantar Ekonomi Mikro


ESPA4111
No. Soal Skor
1. Perhatikan gambar berikut ini adalah permintaan dan penawaran untuk barang normal: 30

P S

E
PE

D
O QE Q
Berdasarkan gambar diatas:
1) jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan sepanjang kurva permintaan
dan kurva penawaran;
2) jelaskan faktor-faktor yang menyebabkan pergeseran kurva permintaan dan
penawaran dan arah perubahannya (buat dalam bentuk tabel); dan
3) jelaskan jika harga yang terjadi di bawah dan di atas harga keseimbangan dan apa
kesimpulan Saudara!

2. Terdapat dua pendekatan yang digunakan untuk mempelajari perilaku konsumen individual 20
dalam melakukan kegiatan konsumsi, yakni pendekatan kardinal dan pendekatan ordinal.
Jelaskan jawaban Saudara secara jelas dan ringkas terkait pendekatan ordinal berikut:
1) jelaskan ciri-ciri kurva indiferensi dan mengapa kurva indiferensi tidak pernah saling
berpotongan;
2) jelaskan proses maksimisasi kepuasan dengan kurva indiferensi tertentu dan dengan
biaya tertentu (dilengkapi kurva)
3. Produksi merupakan proses input atau beberapa input menjadi output. Dalam melakukan 30
kegiatan produksi, produsen tidak serta merta dapat menambah semua input untuk
meningkatkan output jika terjadi peningkatan permintaan terhadap output tersebut. Sehingga
dalam teori peroduksi dan biaya dapat dibedakan dua jenis periode produksi, yakni periode
produksi jangka pendek dan periode produksi jangka panjang. Jelaskan dengan jelas dan
ringkas:
1) pengertian periode produksi jangka pendek dan jangka panjang;
2) Jelaskan hubungan antara produk total, produk marginal dan produk rata-rata, dan
gambarkan kurvanya;

3 dari 2
4. Perhatikan gambar berikut 20

Jelaskan:
1) syarat keseimbangan perusahaan dalam pasar persaingan murni;
2) jelaskan jawaban Anda jika kurva MC memotong kurva MR, MR1 dan MR2, dan apa
kesimpulan Anda

Skor Total 100

Jawaban :

1. A. Faktor yang memengaruhi pergerakan kurva permintaan dan penawaran


Kurva permintaan akan suatu barang menunjukkan hubungan antara jumlah yang
diminta dengan harganya dengan menganggap hal-hal lain dianggap konstan atau tetap
(ceteris paribus), yang dituliskan sebagai D = f(P) atau secara lengkapnya D = f (S, P , P ,
Y, B, K) s1 di mana tanda bar (garis lurus di atas masing-masing huruf) menunjukkan bahwa
variabel yang bertanda tersebut dianggap konstan. Kembali ke faktor- faktor selain harga
yang mempengaruhi permintaan, bagaimana pengaruh masing-masing faktor tersebut?

a. Selera. Selera konsumen terhadap suatu barang mungkin berubah, misalnya karena
pengaruh iklan, berarti akan lebih banyak yang diminta pada setiap tingkat harga. Jadi,
permintaan akan naik atau kurva permintaan bergeser ke kanan. Sebaliknya
berkurangnya selera konsumen akan barang tersebut menyebabkan permintaan turun
yang berarti kurva permintaan bergeser ke kiri.

b. Banyaknya konsumen pembeli. Bila volume pembelian oleh masing- masing


konsumen sama maka kenaikan jumlah konsumen di pasar yang diakibatkan oleh
perbaikan sarana transportasi dan komunikasi atau karena pertambahan penduduk
menyebabkan kenaikan permintaan yang menggeser kurvanya ke kanan. Penurunan
jumlah atau banyaknya konsumen akan menyebabkan hal sebaliknya, yaitu berupa
penurunan permintaan. Secara matematis permintaan, pasar dapat dicari dengan
mengalikan banyaknya konsumen dengan kuantitas yang diminta oleh seorang
konsumen. Tabel 2.2 menunjukkan permintaan individual dan permintaan pasar
terhadap jeruk dengan 150 konsumen dan 200 konsumen. Coba gambarkan kurva-
kurva permintaan pasar dengan 150 pembeli dan 200 pembeli, akan terlihat pergeseran
kurva permintaan, yang berarti permintaan naik bila konsumen bertambah dan
sebaliknya permintaan turun jika jumlahnya konsumen pembeli berkurang.
Tabel Permintaan Pasar akan Jeruk dengan Berbagai Jumlah Konsumen Pembeli
(Data Hipotetis)

Kuantitas yang Diminta per minggu (Kg) oleh


Harga per kg (ribu
rupiah)
150 konsumen di
Seorang 200 konsumen di
pasar
konsumen pasar

5 150
1 200

2 400
4 300

3 4 600 800

2 900 1200
6

1 8 1200 1600

c. Pendapatan konsumen. Pengaruh perubahan pendapatan terhadap permintaan agak


sedikit kompleks karena efeknya mempunyai dua kemungkinan. Pada umumnya,
pengaruh pendapatan terhadap permintaan adalah positif dalam arti kenaikan
pendapatan akan menaikkan permintaan. Hal ini terjadi bila barang tersebut merupakan
barang superior atau barang normal. Ini seperti efek selera dan efek banyaknya pembeli
yang mempunyai efek positif. Pada kasus lain, yaitu barang inferior, maka kenaikan
pendapatan justru menurunkan permintaan. Kenaikan pendapatan konsumen akan
menaikkan permintaan konsumen akan makanan dan buah-buahan serta menaikkan
pembelian pakaian. Ini merupakan barang normal. Tetapi kenaikan pendapatan
menyebabkan permintaan akan gaplek sebagai bahan makanan yang semula
dikonsumsi menurun karena ia mengganti konsumsi gaplek dengan beras yang lebih
baik kualitasnya akibat kenaikan pendapatan. Gaplek merupakan barang inferior. Dua
kemungkinan sebaliknya bisa terjadi bila terjadi penurunan pendapatan. Pada kasus
barang normal, penurunan pendapatan mengakibatkan penurunan permintaan.
Sedangkan pada kasus barang inferior, penurunan pendapatan justru menyebabkan
kenaikan permintaan. Penurunan pendapatan konsumen menyebabkan konsumsi atau
permintaan gaplek naik. Yang terakhir ini menunjukkan hubungan negatif antara
pendapatan dan permintaan pada kasus. barang inferior.

d. Harga barang-barang lain yang bersangkutan. Barang-barang lain yang bersangkutan


bisa merupakan barang substitusi (pengganti) atau barang komplementer (pelengkap)
atau barang lain yang tak ada hubungannya. Kenaikan harga barang substitusi berarti
penurunan harga barang tersebut secara relatif meskipun harganya tetap tak berubah.
Lalu harga barang tersebut menjadi lebih murah secara relatif. Maka permintaan suatu
barang akan naik bila harga barang substitusinya naik. Begitu sebaliknya bila harga
barang pengganti turun maka permintaan akan barang tersebut juga turun. Hal ini
karena barang tersebut harganya lebih mahal dibandingkan dengan harga barang
pengganti. Kenaikan harga barang pelengkap suatu barang tertentu menyebabkan
permintaan barang tersebut turun. Katakan sebagai contoh antara oli dengan bensin.
Bila harga bensin naik maka Anda akan mengurangi berkendaraan mobil, dan
akibatnya permintaan oli turun. Demikian sebaliknya bila harga bensin turun maka
permintaan oil naik. Contoh lain barang-barang komplementer adalah kamera dan film,
palu besi dan paku, gula dan kopi, dan sebagainya. Kemungkinan lain adalah barang
independen di mana masing-masing tak ada hubungan satu dengan lain. Contohnya
adalah margarin dengan bola tenis, beras dengan buku, jam tangan dengan pisang
goreng, dan sebagainya.

e. Ekspektasi. Ekspektasi para konsumen bahwa harga-harga akan naik di masa depan
mungkin menyebabkan mereka membelinya sekarang untuk menghindari
kemungkinan kerugian akibat kenaikan harga. Demikian juga bila konsumen
memprakirakan pendapatannya naik di masa depan. Hal sebaliknya terjadi yaitu
penurunan permintaan bila para konsumen memperkirakan bahwa di masa depan
harga-harga naik atau pendapatannya turun.

Faktor harga sendiri merupakan faktor yang sangat menentukan kuantitas barang
atau produk yang ditawarkan. Skedul atau kurva penawaran barang menunjukkan
hubungan antara kuantitas yang ditawarkan dengan harganya yang dibuat berdasarkan
anggapan bahwa faktor-faktor lain di luar harga dianggap konstan atau tetap. Jika salah
satu atau beberapa faktor bukan harga yang mempengaruhi penawaran berubah, yang
berarti tak ada anggapan ceteris paribus, maka kurva penawaran akan bergeser. Kurva
penawaran produsen individual ss dan kurva penawaran pasar SS dapat ditunjukkan pada
Gambar 2 berikut:

Gambar Kurva Penawaran Produsen Jeruk Individual

Faktor-faktor selain harga sendiri yang mempengaruhi penawaran pada dasarnya adalah
teknik produksi yang digunakan, harga input, harga barang- barang lain, ekspektasi harga
di masa depan, banyaknya pembeli di pasar, dan pajak atau subsidi.

. 1)  Teknik Produksi dan Harga Faktor Produksi. Ini merupakan dua hal yang
mempengaruhi kuantitas produksi. Para produsen menawarkan dan menjual produk
dengan tujuan memperoleh keuntungan maksimal. Keuntungan adalah selisih antara
harga jual produk dengan biaya produksi. Semakin besar keuntungan maka semakin
banyak barang diproduksi dan ditawarkan. Bila harga jual tetap tidak berubah maka
keuntungan lebih besar bila biaya produksi turun. Maka penurunan biaya produksi
akan menaikkan penawaran. Teknik produksi yang lebih efisien dan/atau penurunan
harga faktor produksi menyebabkan penurunan biaya produksi dan selanjutnya
menaikkan penawaran. Sebaliknya kenaikan harga faktor produksi atau penggunaan
teknologi yang kurang efisien menyebabkan penurunan penawaran.

. 2)  Perubahan Harga Barang-barang lain. Penurunan harga padi menyebabkan petani


memproduksi dan menawarkan lebih banyak jagung, sebaliknya bila terjadi kenaikan
harga padi maka produksi dan penawaran jagung menurun.

. 3)  Ekspektasi harga di Masa Depan. Pada umumnya bila ekspektasi harga di masa,
depan naik maka produsen mengurangi penawaran sekarang dan menaikkan penawaran
di masa depan, tetapi jika terjadi ekspektasi kenaikan harga menyebabkan produsen
segera menaikkan produksi yang berarti penawarannya naik.

. 4)  Banyaknya Produsen. Bila skala produksi setiap perusahaan sudah tertentu dan
sama maka jumlah produsen yang semakin banyak menyebabkan kenaikan penawaran,
semakin sedikit jumlah produsen yang ada di dalam suatu industri maka penawaran
menurun.

. 5)  Pajak dan subsidi. Dua hal ini mempengaruhi biaya produksi seperti juga halnya
teknik produksi dan harga input. Pengenaan pajak menyebabkan kenaikan biaya
produksi dan sebaliknya pemberian subsidi menurunkannya. Jadi pengenaan pajak
akan menurunkan penawaran dan pemberian subsidi akan menaikkan penawaran.
B. Pergeseran kurva permintaan dan penawaran
1. Perubahan permintaan dan jumlah yang diminta

Perubahan permintaan terjadi bila ada perubahan keinginan dan kemampuan untuk
membeli suatu barang pada setiap tingkat harga barang. Hal ini tercermin pada pergeseran
kurva permintaan ke kiri atau ke kanan yang disebabkan oleh perubahan determinan-
determinan permintaan selain harga barang itu sendiri, yaitu perubahan selera, pendapatan,
harga barang- barang lain yang bersangkutan, dan prakiraan harga serta pendapatan
konsumen di masa depan.

Secara ringkas dapat dikatakan jika terjadi kenaikan permintaan suatu barang,
dimana konsumen membeli suatu barang dalam jumlah lebih banyak pada setiap tingkat
harga dapat disebabkan oleh kenaikan preferensi atau selera konsumen akan barang
tersebut, bertambahnya jumlah pembeli di pasar, kenaikan pendapatan (bila barang tersebut
merupakan barang normal) atau penurunan pendapatan (bila barang tersebut merupakan
barang inferior), kenaikan harga barang-barang substitusi atau penurunan harga barang-
barang pelengkap (komplementer), dan ekspektasi bahwa harga-harga barang turun atau
pendapatannya naik. Sebaliknya terjadi penurunan permintaan suatu barang yang
ditunjukkan oleh pergeseran ke kiri kurva permintaan mungkin disebabkan oleh penurunan
preferensi atau selera konsumen akan barang tersebut, berkurangnya jumlah pembeli di
pasar, penurunan pendapatan bila barang tersebut merupakan barang normal atau kenaikan
pendapatan bila merupakan barang inferior, penurunan harga barang-barang substitusi atau
kenaikan harga barang-barang komplementer, dan/atau ekspektasi bahwa harga barang-
barang akan naik atau pendapatan konsumen turun.

Pergeseran ke kanan atau ke kiri kurva permintaan nampak pada kurva- kurva
permintaan pada Gambar Perubahan permintaan yang telah diuraikan sebelumnya berbeda
dengan perubahan jumlah yang diminta. Yang pertama terjadi bila ada pergeseran kurva
permintaan atau seluruh skedul permintaan berubah.

Gambar Pergerakan Sepanjang Kurva Permintaan dan Pergeseran Kurva Permintaan

Perpindahan dari titik B ke titik C, atau dari titik E ke titik A merupakan perubahan
permintaan. Dari titik B ke titik D terjadi perubahan (kenaikan) harga tanpa ada perubahan
kuantitas yang diminta. Perubahan dari titik C ke titik D terjadi kenaikan jumlah yang
diminta pada harga yang sama. Jadi di sini salah satu yaitu harga atau jumlah yang diminta
berubah. Sebaliknya perubahan kuantitas yang diminta ditunjukkan oleh pergerakan dari
suatu titik ke titik lain pada kurva permintaan yang sama. Contohnya adalah perpindahan
dari titik C ke titik B atau titik E, atau perpindahan dari satu ke titik lain pada sepanjang
suatu kurva permintaan. Pada setiap perpindahan titik, baik kuantitas maupun harga
keduanya berubah.

2. Perubahan penawaran dan jumlah yang ditawarkan

Konsep dua macam perubahan dari sisi produsen sebenarnya analog dengan
perubahan dari sisi konsumen, dalam bentuk perubahan penawaran dan perubahan jumlah
yang ditawarkan. Perubahan penawaran ditunjukkan oleh pergeseran seluruh kurva atau
skedul penawaran, yang disebabkan oleh perubahan salah satu atau beberapa determinan
bukan harga yang menentukan penawaran. Perubahan jumlah yang ditawarkan
menunjukkan gerakan perpindahan dari satu titik ke titik lain di sepanjang kurva
penawaran yang sama. Bila faktor-faktor bukan harga yang menentukan penawaran adalah
tetap (ceteris paribus), maka perubahan harga sendiri akan menyebabkan perubahan
kuantitas yang ditawarkan. Dengan menggunakan contoh kurva penawaran pasar akan
jeruk maka kedua perubahan tersebut dapat ditunjukkan pada Gambar berikut:

Gambar Pergerakan Sepanjang Kurva Penawaran dan Pergeseran Kurva Penawaran

Perubahan penawaran dapat berupa kenaikan ataupun penurunan penawaran. Yang


pertama ditunjukkan oleh pergeseran penawaran ke kiri dan yang kedua oleh pergeseran
kurva penawaran ke kanan. Perubahan penawaran terjadi bila pada harga yang sama,
jumlah yang ditawarkan berubah misalnya dari titik C ke titik D, atau bila pada harga
berbeda jumlah yang ditawarkan sama misalnya dari titik D ke titik B atau sebaliknya dan
titik B ke titik D. Sedangkan perubahan jumlah yang ditawarkan, bila terjadi perubahan
pada harga maupun pada jumlah yang ditawarkan. Ini terjadi pada pergerakan di sepanjang
kurva penawaran yang sama misalnya perpindahan antara titik A, B, dan C.

C. Jika harga ada di bawah harga keseimbangan, maka akan terjadi kelebihan permintaan, karena
permintaan akan meningkat akibat harga yang rendah, dan kemudian penawaran menurun.
Sebaliknya, jika harga pasar melebihi harga keseimbangan maka akan terjadi kelebihan penawaran,
tetapi konsumen enggan membeli/jumlah permintaan menurun.

2. A. Ciri-ciri kurva indiferensi

Ciri-ciri kurva indiferensi adalah sebagai berikut.


I. Berlereng menurun atau negatif. Kurvanya berbentuk menurun dari kiri atas ke kanan bawah.
Hal ini karena bila jumlah suatu barang dalam suatu bundel konsumsi dikurangi maka jumlah
barang lain harus ditambah agar tetap dapat memperoleh tingkat daya guna total yang sama.
II. Bentuknya cembung ke arah titik origin. Hal ini menunjukkan derajat penggantian antar barang
konsumsi semakin menurun. Derajat penggantian menunjukkan berapa satuan barang harus
ditambahkan pada suatu bundel konsumsi agar diperoleh daya guna total yang sama bila
barang konsumsi lain dikurangi satu satuan. Pada Gambar diatas terlihat dari titik A ke titik B
diperlukan 3 satuan barang X untuk menggantikan 1 satuan barang Y agar diperoleh daya
guna total yang sama atau agar tetap berada pada kurva indiferensi yang sama. Maka derajat
penggantian adalah 3. Dari titik B ke titik C derajat penggantian sebesar 2. Dan begitu
seterusnya derajat penggantian semakin menurun. Hal ini disebabkan karena kemampuan
suatu barang untuk menggantikan barang lain dalam bundel konsumsi (agar diperoleh daya
guna total yang sama) semakin menurun.
III. Kurva-kurva indiferensi tidak saling memotong. Bila kurva-kurva tersebut berpotongan maka
tidak kbnsisten dengan definisi. Lihat Gambar 3.5 menunjukkan perpotongan antara dua kurva
indiferensi yang berarti kombinasi titik A memberikan kepuasan atau daya guna total berbeda.
Hal ini tidak mungkin terjadi karena pada titik kombinasi yang sama, katakanlah di titik A
diperoleh tingkat kepuasan total atau daya- guna total yang besarnya berbeda.

B. Proses Maksimisasi Kepuasan


Proses seorang konsumen membelanjakan pendapatannya hingga mencapai kepuasan
maksimal dengan menggunakan analisis kurva indiferensi adalah sebagai berikut. Secara
grafik tujuan konsumen bisa dicapai bila ia memilih kombinasi yang berada pada kurva
indiferensi paling tinggi yang dapat disinggung oleh garis kendala anggaran. Hal ini
karena kombinasi-kombinasi (bundel konsumsi) yang terletak di atas garis anggaran tidak
dapat dicapai oleh konsumen tersebut. Garis singgung pada kurva indiferensi
menunjukkan derajat penggantian konsumsi antara dua barang konsumsi tersebut. Titik
keseimbangan di mana konsumen memperoleh kepuasan (daya guna total) maksimum
adalah pada titik singgung antara garis kendala anggaran dengan kurva indiferensi
tertinggi yang dapat dicapai. Pada Gambar dibawah terlihat konsumen mencapai
kepuasan maksimum di titik A pada kurva indiferensi I 1 yang secara maksimal dapat
dicapai. Karena konsumen membelanjakan semua pendapatannya maka ia akan
beroperasi pada titik- titik di sepanjang garis kendala anggaran. Ia tidak akan memilih
titik C atau titik D meskipun pendapatannya mampu untuk membeli kombinasi pada titik-
titik tersebut karena ia hanya mencapai kurva indiferensi Io yang hanya memberikan
kepuasan lebih kecil daripada kepuasan yang ditunjukkan oleh kurva indiferensi I 1. Tentu
saja ia ingin mencapai kurva indiferensi I 2 dan memilih titik B. Tetapi ini tak bisa
dilakukan karena kombinasi pada titik B terletak di luar jangkauan kendala pendapatan.
Titik A merupakan titik keseimbangan konsumen. Jadi dapat dikatakan pada harga X dan
Y tertentu yang nisbahnya ditunjukkan oleh slope atau koefisien lereng garis kendala
anggaran maka kuantitas barang X dan barang Y yang diminta sebanyak Xo dan Yo.
3. A. Pengertian produksi jangka panjang dan jangka pendek
1. Produksi Jangka Pendek

Hubungan antara output dan input dinyatakan sebagai hukum penambahan basil yang
semakin berkurang. Hukum ini menyatakan bahwa bila suatu faktor produksi atau input
terus ditambah sedangkan faktor-faktor produksi lain dianggap konstan maka output yang
dihasilkan terus bertambah, tetapi lewat titik tertentu tambahan output akan semakin
berkurang. Sebagai contoh sebidang lahan ditanami padi untuk menghasilkan beras, maka
bisa dipekerjakan satu, dua, tiga dan seterusnya, orang tenaga kerja untuk menanam dan
menggarap. Di sini faktor produksi tanah merupakan faktor produksi tetap sementara tenaga
kerja merupakan sawah produksi variabel.

2. Produksi Jangka Panjang

Pada periode jangka panjang semua faktor-faktor produksi merupakan faktor


produksi variabel. Perusahaan dapat mengubah skala/kapasitas pabrik karena ia mempunyai
cukup waktu untuk menambah atau mengurangi kapasitas pabrik. Perusahaan-perusahaan
baru membangun pabrik-pabrik baru dan masuk ke dalam industri tertentu. Bagi
perusahaan-perusahaan yang telah ada mereka bisa menambah kapasitas produksi atau
menghentikan produksi dan ke luar dari industri tertentu. Akan dijelaskan lebih dahulu
bagaimana perilaku fungsi produksi jangka panjang dan selanjutnya biaya- biayanya. Di sini
tak ada faktor produksi dan biaya variabel ataupun faktor produksi dan biaya tetap. Semua
merupakan faktor produksi dan biaya variabel. Sebagai contoh adalah perusahaan yang
memiliki pabrik yang mula- mula berskala kecil kemudian berhasil berkembang dan
memperbesar skala pabriknya.
B. Hubungan antara produk total, produk marginal dan produk rata-rata, dan gambarkan kurvanya

Faktor Produksi Tetap dan Variabel Serta Berbagai Satuan Produk (Data Hipotetis)

Produk Rata-
Tanah Tenaga Kerja Produk Total Produk Marjinal
rata

1 0 0 - 0

1 1 10 10 10

1 2 24 14 12

1 3 12
36 12

1 4 8
44 11

1 5 50 6 10
1 6 54 4
9

1 7 56 2 8

Produk marjinal merupakan tambahan output atau produk total akibat


dipekerjakannya tambahan satu satuan tenaga kerja atau tambahan satu faktor produksi
variabel. Produk rata-rata per tenaga kerja dapat dihitung dengan membagi produk total
dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk memproduksi, yang dituliskan sebagai
berikut.

di mana AP adalah produk rata-rata, TP adalah produk total, dan MP adalah produk
marjinal; sedangkan (t) dan (t-1) adalah tingkat penggunaan tenaga kerja.

Kurva produk total, produk marjinal, dan produk rata-rata ditunjukkan pada Gambar
dibawah ini di mana Q dan L masing-masing adalah kuantitas produk dan banyaknya tenaga
kerja yang digunakan. Dari contoh kasus produksi padi dalam jangka pendek yang sangat
sederhana, di mana terdapat satu faktor variabel dan satu faktor tetap maka dapat dihitung
biaya total bila harga tanah dan upah tenaga kerja diketahui. Tabel 4.2 menunjukkan
besarnya biaya total pada berbagai kuantitas yang digunakan bila harga tanah adalah
Rp10.000,00 per satuan dan upah tenaga kerja adalah Rp2.000,00 per satuan. Kurva biaya
total untuk masing-masing kuantitas output dapat ditunjukkan pada Gambar 4.3. TC adalah
biaya total yang merupakan penjumlahan biaya variabel total yaitu TVC dan biaya tetap
total (TFC), ini semua merupakan konsep biaya-biaya total, biaya-biaya rata-rata, dan biaya
marjinal.

Gambar Kurva Produk Total (Banyaknya Tenaga Kerja yang Digunakan (L) )

Gambar Kurva Produk Marjinal dan Rata-rata


Tabel Biaya Produksi (Data Hipotetis)

Biaya Tetap Tanah (ribu Biaya Variabel Tenaga


Biaya Total (ribu Produk Total
rupiah) Kerja (ribu rupiah)
rupiah) (Kuantitas Output)

10 0
10 0

10 2 12 10

10 4
14 24

10 6
16 36

44
10 8 18

10 10 20 50

10 12 22 54

10 14 24 56

Gambar Kurva-kurva Biaya Total


4. A. Syarat Keseimbangan Perusahaan di Pasar Persaingan Murni
Perilaku dalam jangka pendek
Produsen pada pasar persaingan sempurna biasanya adalah produsenprodusen kecil. Dalam
memperhitungkan tingkat keuntungan yang diperoleh, perusahaan akan membandingkan antara
penerimaan total yang diterimannya dengan biaya total yang dikeluarkan. Penerimaan total (TR)
merupakan perkalian antara/yang terjadi di pasar Maksimasi keuntungan merupakan salah satu
tujuan perusahaan dalam memproduksi suatu barang.Tujuan yang lainnya misalnya maksimasi
penjualan, pertumbuhan perusahaan, dan kepuasan manajemen. Dalam jangka pendek , diasumsikan
jumlah produsen adalah tetap dan tidak ada perusahaan yang masuk atau keluar pasar. Produsen
yang ingin bertahan harus menawarkan produknya dengan harga lebih tinggi atau minimal sama
dengan biaya produksi per unit minimum yang harus dibayar 
2. Perilaku dalam jangka panjang
Dalam jangka panjang akan banyak perusahaan yang masuk dan keluar pasar. Suatu
perusahaan yang beroperasi di pasar persaingan sempurna memperoleh keuntungan lebih karena
adanya kenaikan jumlah barang yang diminta, maka keuntungan lebih yang yang diperoleh
perusahaan tersebut akan menarik minat perusahaan-perusahaan baru untuk masuk kedalam pasar
dan menghasilkan barang yang sama.Hal ini akan menurunkan harga,akibatnya akan menurunkan
keuntungan yang diperoleh perusahaan. Demikian juga sebaliknya.

B. Jadi, setiap titik potong antara MR ( = P) dan MC menunjukkan pasangan harga dan
kuantitas yang ditawarkan oleh perusahaan dan memberikan keuntungan maksimal atau
kerugian minimal kecuali bila titik potong tersebut terletak di bawah atau lebih rendah
daripada biaya variabel rata-rata minimum. Karena itu dapat disimpulkan bahwa kurva biaya
marjinal merupakan kurva penawaran output oleh perusahaan individual dalam jangka.
pendek kecuali bagian kurva biaya marjinal yang terletak di bawah kurva biaya variabel
rata-rata. Pada Gambar diatas terlihat kurva biaya marjinal mulai dari titik A ke atas
merupakan kurva penawaran produk oleh perusahaan pesaing murni. Penentuan harga dan
output pada pasar persaingan murni dengan pendekatan biaya dan pendapatan total dan
marjinal dalam jangka pendek diringkaskan pada

Anda mungkin juga menyukai