Anda di halaman 1dari 10

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2020/21.2 (2021.1)

Nama Mahasiswa : ADI SUNYOTO

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 041302629

Tanggal Lahir : 04-Nopember-1981

Kode/Nama Mata Kuliah : EKSI4205/Bank & Lembaga Keuangan Non Bank

Kode/Nama Program Studi : 83/Akutansi – S1

Kode/Nama UPBJJ : Malang

Hari/Tanggal UAS THE : Sabtu, 10 Juli 2021

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN


TEKNOLOGI
UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS
TERBUKA

Surat Pernyataan
Mahasiswa Kejujuran
Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : ADI SUNYOTO


NIM : 041302629
Kode/Nama Mata Kuliah : EKSI4205/Bank & Lembaga Keuangan Non Bank
Fakultas : Ekonomi
Program Studi : Akutansi –S1
UPBJJ-UT : Malang

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE
pada laman https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan
soal ujian UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai
pekerjaan saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai
dengan aturan akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan tidak
melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media
apapun, serta tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik
Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat
pelanggaran atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi
akademik yang ditetapkan oleh Universitas Terbuka.
10 Juli 2021

Yang Membuat Pernyataan

ADI SUNYOTO
Soal!
1. Pasar keuangan
adalah mekanisme pasar yang memungkinkan bagi seorang atau koporasi untuk dengan
mudah dapat melakukan transaksi penjualan dan pembelian dalam bentuk sekuritas
keuangan (seperti saham dan obligasi), Dalam sekuritas komoditas dimungkinkan dapat
melakukan pembelian dan penjualan awal atas produk-produk sumber alam seperti produk
pertanian dan pertambangan dan lain sebagainya. Tanpa adanya pasar keuangan ini maka
peminjam uang (kreditur) akan mengalami kesulitan dalam menemukan debitur yang
bersedia untuk memberikan pinjaman kepadanya. Pengantara seperti bank membantu
dalam melakukan proses ini, dimana bank menerima deposito dari nasabahnya yang
memiliki uang untuk ditabung dan kemudian bank dapat meminjamkan uang ini kepada
orang yang berniat untuk meminjam uang. Bank biasanya memberikan pinjaman uang
dalam bentuk kredit dan kredit pemilikan rumah.
Pertanyaan :
1. Jelaskan apa yang menjadi fungsi atau manfaat pasar keuangan !
 Selain sebagai media untuk bertemu, pasar keuangan juga memiliki beberapa fungsi
strategis dalam mendukung transaksi keuangan dari pihak yang kelebihan dana dengan
pihak yang kekurangan dana. Fungsi – fungsi itu meliputi;
a. Fungsi Harga
Dalam interaksi ini harga yang terjadi merupakan harga hasil negosiasi untuk
membentuk kesepakatan di antara mereka. Secara umum, interaksi antara pembeli
dan penjual aset keuangan akan menentukan harga aset keuangan. Dengan kata
lain, interaksi ini akan menentukan pendapatan atau arus kas diemudian hari, dari
keuangan yang diperdagangkan. Dalam pasar keuangan yang lebih luas penentuan
harga ini akan lebih dinamis karena akan terjadi persaingan antar penjual maupun
antar pembeli. Ketertarikan investor untuk menanamkan dananya pada aset
keuangan tertentu sangat tergantung dari arus kas yang ditawarkan pengusaha.
Demikian juga ketertarikan pengusaha untuk menawarkan aset keuangannya sangat
tergantung dari arus kas yang diminta oleh investor. Harga yang tercipta dalam
proses interaksi antara penjual dan pemebeli aset keuangan di pasar keuangan
mencerminkan sinyal dalam aset keuangan, apa dana – dana yang ada dalam
perekonomian tersebut ditanamkan.
b. Fungsi Likuiditas
Salah satu peran dari aset keuangan adalah sebagai media untuk memindahkan dana
dari pihak yang kelebihan ke pihak yang membutuhkan . oleh karena itu, pasar
keuangan menyediakan suatu mekanisme pengusaha untuk mendapatkan dana
dengan cara menjual aset keuangan. Selain itu, pasar keuangan juga menawarkan
likuiditas bagi investor dengan cara menjual aset keuangan yang dimiliki. Jika tidak
ada pasar keuangan atau pasar keuangan tidak likuid maka para investor hrus
menunggu obligasi yang dimiliki sampai jatuh tempo atau bagi pemegang saham
harus menunggu likuidasi perusahaan. Dengan demikian, pasar keuangan memiliki
fungsi likuiditas baik bagi investor meupun emitmen.
c. Fungsi Meminimumkan Biaya
Proses pencarian ini tentu memerlukan biaya yang disebut biaya pencarian (searching
cost). Diperlukan biaya informasi (information cost). Jika terdapat pasar keuangan
yang baik maka biaya – biaya tersebut tidak perlu sehingga pasar keuangan dapat
diminimumkan biaya transaksi. Biaya pencarian secara eksplisit bisa berbentuk biaya
iklan bagi pengusaha untuk mendapatkan pihak yang membutuhkan dana.
Sedangkan biaya informasi secara eksplisit bisa berbentuk pengeluaran untuk
memberikan informasi tentang kualitas investasi dan besarnya arus kas yang
ditawarkan. Jia pasar keuangan cukup baik maka biaya ini dapat diminimalkan.
2. Berikan ilustrasi hubungan antara pemberi pinjaman dan peminjam?

Sebagai ilustrasi hubungan antara pemberi pinjaman dan peminjamsebagai berikut


Tanpa adanya pasar keuangan ini maka peminjam uang (kreditur) akan mengalami
kesulitan dalam menemukan debitur yang bersedia untuk memberikan pinjaman
kepadanya. Pengantara seperti bank membantu dalam melakukan proses ini, dimana bank
menerima deposito dari nasabahnya yang memiliki uang untuk ditabung dan kemudian bank dapat
meminjamkan uang ini kepada orang yang berniat untuk meminjam uang. Bank biasanya
memberikan pinjaman uang dalam bentuk kredit dan
kredit pemilikan rumah. Individu meminjam uang melalui kredit bank untuk kebutuhan jangka
pendek maupun panjang guna pembiayaan pembelian rumah. Perusahaan meminjam uang untuk
membantu kebutuhan jangka pendek maupun panjang guna perputaran dananya maupun untuk
pengembangan bisnis. Pemerintah seringkali menghadapi suatu masalah dimana pengeluaran
mereka lebih besar daripada pemasukan pajaknya maka guna menutupi kekurangan ini
dibutuhkan pinjaman. Pemerintah juga melakukan peminjaman bagi keperluan badan usaha milik
negara, pemerintah daerah, otoritas setempat dan sektor publik lainnya. Peminjaman ini dilakukan
dengan cara menerbitkan obligasi pemerintah. Sumber. EKSI4205/Modul.1/Bank dan Lembaga
Keuangan Non Bank
2. Pengertian Kesehatan Bank
Kesehatan bank adalah Kemampuan bank dalam melaksanakan kegiatan operasional perbankan
secara normal dan mampu memenuhi semua kewajibannya dengan baik dan sesuai dengan
peraturan perbankan yang berlaku.
Kegiatan-kegiatan perbankan terdiri atas:

Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, bank dituntut memiliki kinerja yang baik dan sehat.
Baik dalam arti mampu menjalankan operasionalnya secara normal dan memenuhi kewajibannya
sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku.
Pertanyaan :
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tingkat kesehatan suatu Bank!
Suatu bank dikatakan sehat apabila mampu menjalankan fungsinya dengan optimal, baik dalam
hal intermediary (menghimpun dan menyalurkan dana) maupun dalam hal pemberian jasa layanan
perbankan. Oleh karena itu, berdasarkan UU No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan, Kessehatan
Bank mencakup beberapa aspek, antara lain : kecukupan modal, kualitas aset, kualitas
manajemen, likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, dan aspek lain yang berhubungan dengan usaha
bank. Saat ini ketentuan pengukuran tingkat kesehatan bank umum di Indonesia di atas dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.4/OJK.03/2016 tentang penilaian Kesehatan Bank Umum.
Sebelum adanya OJK ketentuan tingkat kesehatan bank umum diatur dengan peraturan Bank
Indonesia PBI No.13/1/PBI/2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.
Dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.4/POJK.03/2016 tentang Penilaian Kesehatan Bank
Umum, tingkat kesehatan bank adalah hasil penilaian kondisi bank yang dilakukan terhadap resiko
dan kinerja bank. Penilaian tersebut menyangkut aspek kuantitatif maupun kualitatif. Adapun
cakupan penilaiannya adalah sebagai berikut;

a. Profil Resiko (Risk Profile) merupakan penilaian terhadap resiko inheren dan kualitas
penerapan manajemen resiko dalam operasional bank yang dilakukan terhadap 8
(delapan ) resiko, yaitu;
> Resiko Kredit
> Resiko Pasar
> Resiko Likuiditas
> Resiko Operasional
> Resiko Hukum
> Resiko stratejik
> Resiko Kepatuhan
> Resiko reputasi
b. Good Coorperate Governance (GCG) merupakan penilaian terhadap manajemen bank
atas pelaksanaan prinsip – prinsip GCG.
c. Rentablitas (earnings) merupakan penilaian terhadap kinerja earnings, sumber – sumber
earnings, dan sustainability earnings bank.
d. Permodalan (capital) yang merupakan penilaian terhadap tingkat kecukupan permodalan
dan pengelolahan permodalan.
Sementara itu menurut Budisusanto dan Triandaru (2006) kesehatan bank dapat diartikan sebagai
kemampuan suatu bank untuk melakukan kegiatan operasional perbankan secara normal dan
mampu memenuhi semua kewajiban dengan baik, dengan cara – cara yang sesuai dengan
peraturan perbankan yang berlaku. Kesehatan bank ini mencakup kesehatan suatu bank untuk
melaksanakan seluruh kegiatan usaha perbankan yang meliputi;
 Kemampuan menghimpun dana dari masyarakat, dari lembaga lain, dan dari modal
sendiri.
 Kemampuan mengelola dana ;
 Kemampuan menyalurkan dana ke masyarakat.
 Kemampuan memenuhi kewajiban kepada masyarakat, karyawan pemilik modal, dan
pihak lain.
 Pemenuhan peraturan perbankan yang berlaku.
Atas dasar konsep Otoritas Jasa Keuangan tersebut maka ada dua kepentingan mengapa
kesehatan bank perlu dijaga, yaitu;
a. Menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Bank.
b. Sebagai indicator bagi OJK sebagai lembaga pengawas perbankan di Indonesia untuk
melakukan evaluasi terhadap kondisi dan permasalahan yang dihadapi bank serta
menentukan tindak lanjut untuk mengatasi kelemahan atau permasalahan bank, baik berupa
corrective action oleh bank maupun supervisory action

2. Jelaskan apa saja yang menjadi indikator penilaian tingkat kesehatan suatu Bank?
Adapun empat variabel Rincian Indikator Penilaian Tingkat Kesehatan sebagai berikut;
1. Penilaian Profil Resiko (Risk Profile)
Profil resiko diukur dengan 8 jenis resiko, meliputi;
a. Resiko Kredit, yaitu resiko akibat kegagalan debitur dan/atau pihak lain dalam
memenuhi kewajiban kepada bank.
b. Resiko Pasar adalah Resiko pada posisi neraca dan rekening administrative
termasuk transaksi derivative, akibat perubahan dari kondisi pasar, termasuk resiko
perubahan harga option. Resiko pasar antara lain resiko suku bunga, resiko nilai
tukar, resiko ekuitas, dan resiko komoditas.
c. Resiko Operasional yaitu resiko akibat ketidakcukupan dan/atau tidak berfungsinya
proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, dan/atau adanya kejadian
eksternal yang mempengaruhi operasional bank. Sumber resiko operasional dapat
disebabkan antara lain oleh sumber daya manusia, proses, sistem, dan kejadian
eksternal.
d. Resiko Likuiditas yaitu merupakan resiko akibat ketidakmampuan bank untuk
memenuhi kewajiban yang jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas, dan/atau
dari aset likuid berkualitas tinggi yang dapat diagunkan, tanpa mengganggu aktifitas
dan kondisi keuangan bank. Resiko ini disebut juga resiko likuiditas pendanaan
(funding liquidty risk). Resiko likuiditas juga dapat disebabkan oleh ketidakmampuan
bank likuiditas aset tanpa terkena diskon yang material karena tidak adanya pasar
aktif atau adanya gangguan pasar (market disruption) yang parah. Resiko ini disebut
sebgai resiko ini disebut sebagai resiko likuiditas pasar (market liquidty risk).
e. Resiko hukum adalah resiko yang timbul akibat tuntutan hukum dan/atau kelemahan
aspek yuridis. Resiko ini dapat timbul antara lain karena ketiadaan peraturan
perundang – undangan yang mendasari atau kelemahan perikatan, seperti tidak
dipenuhinya syarat sahnya kontrak atau agunan yang tidak memadai.
f. Resiko Stratejik adalah resiko akibat ketidaktepatan bank dalam mengambil
keputusan dan/atau pelaksanaan suatu keputusan stratejik, serta kegagalan dalam
mengantisipasi perubahan dari kelemahan dalam proses formulasi strategi dan
ketidaktepatan dalam perumusan strategi, ketidaktepatan dalam implementasi
strategi, dan kegagalan mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis.
g. Resiko Kepatuhan merupakan resiko yang timbul akibat bank tidak mematuhi
dan/atau tidak melaksanakan peraturan perundang – undangan dan ketentuan yang
berlaku. Sumber resiko kepatuhan antara lain timbul karena kurangnya pemahaman
atau kesadaran hukum terhadap ketentuan maupun standart bisnis yang berlaku
umum.
h. Resiko Reputasi adalah resiko akibat menurunnya tingkat kepercayaan stakeholder
yang bersumber dari presepsi negative terhadap bank.
Sumber.EKSI4205/Modul.5/Bank Dan Lembaga Keuangan Non Bank

Anda mungkin juga menyukai