Anda di halaman 1dari 5

TUGAS 2

Nama : Heri Sopianto


NIM : 041938696
Mata Kuliah : Tugas 2 Pengantar Akutansi
Skor Sumber Tugas
No Tugas Tutorial
Maksimal Tutorial
1 Berikan penjelasan mengenai perbedaan antara
Modul 6, 7
badan usaha persekutuan dan perseroan terbatas. 25
KB 1
2 Jelaskan jenis-jenis dividen dan apa saja hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam pendistribusian Modul 8
25
dividen kepada pemegang saham oleh KB 2
manajemen.
3 Lihat transaksi pada tabel dibawah ini. Modul 5
50
KB 1
* coret yang tidak sesuai
Diketahui transaksi UD Jaya Abadi selama bulan Juli 2021 adalah sebagai berikut:

No Tanggal Keterangan
1 4 Juli Dibeli barang dagangan dari CV Makmur sebesar Rp12.000.000,- dengan
nomor faktur 120, syarat 3/15, n/30.
2 6 Juli Dibeli barang dagangan dari PD Gemilang sebesar Rp2.500.000,- tunai
3 7 Juli Dijual barang dagangan kepada PD Mercu sebesar Rp3.000.000,- dengan
nomor faktur 221 syarat 2/10, n/30.
4 8 Juli Diterima pengembalian barang dagangan dari PD Mercu sebesar
Rp750.000,- karena barang tidak sesuai dengan pesanan
5 11 Juli Dijual barang dagangan kepada PD Sahabat Rp1.500.000,- tunai
6 12 Juli Dijual barang dagang kepada PD Melati sebesar Rp2.250.000,- dengan
syarat EOM nomor faktur 225
7 14 Juli Diterima pelunasan dari PD Melati sebesar Rp1.000.000,-
8 18 Juli Dibayar beban listrik dan telepon bulan ini sebesar Rp450.000,-
9 19 Juli Dibayar semua hutang kepada CV Makmur
10 21 Juli Diterima sisa piutang dari PD Melati
11 22 Juli Diterima pendapatan bunga dari Bank ABC sebesar Rp250.000,-
12 25 Juli Dijual barang dagangan kepada PD Bara sebesar Rp2.500.000,- dengan
syarat 2/10, n/30 nomor faktur 229
13 27 Juli Dijual peralatan kantor sebesar Rp750.000,- kepada PD Mercu
14 28 Juli Dibeli barang dagangan dari CV Anugerah sebesar Rp5.000.000,- dengan
syarat 3/15, n/30 nomor faktur 121
15 29 Juli Dijual barang dagangan kepada PD Cahya sebesar Rp500.000,- dengan
nomor faktur 230 dengan syarat EOM

Diminta : Silakan buat jurnal yang diperlukan untuk transaksi diatas dengan menggunakan
Metode Acrual Basis.

Jawaban :
1. • Persekutuan Komanditer (CV) merupakan badan usaha yang dapat dijadikan salah
satu wadah bagi pengusaha untuk melakukan kegiatan usahanya. Di dalam CV
terdapat dua jenis sekutu, yaitu sekutu pasif dan sekutu aktif. Sekutu pasif adalah
sekutu yang hanya memasukkan modal dan sekutu aktif yang melakukan pengurusan
selain memasukkan modal pula.
• Perseroan Terbatas (PT) adalah badan usaha yang berbentuk badan hukum yang
statusnya diatur UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Syarat – syarat untuk pendirian Perseroan Terbatas dan Persekutuan Komanditer :
Perseroan Terbatas ( PT )
1. Bentuk Perusahaan Nomor 1 yang paling populer di Indonesia
2. Banyak digunakan untuk kegiatan usaha Kecil, Menengah atau Besar
3. PT adalah bentuk perusahaan yang berbadan hukum
Perseroan Komanditer ( CV )
1. Bentuk perusahaan Nomor 2 yang banyak digunakan olel UKM “usaha kecil
dan menengah”
2. CV adalah badan usaha bukan badan hukum
Dasar Hukum Pendirian Perusahaan :
Perseroan Terbatas ( PT )
• Pendirian PT harus sesuai dengan Undang-Undang PT Nomor 40 Tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas
Perseroan Komanditer ( CV )
• Tidak ada Undang-Undang atau peraturan yang secara khusus mengatur
tentang Pendirian Perseroan Komanditer atau CV
Pendiri Perseroan :
Perseroan Terbatas ( PT )
1. Jumlah pendiri perseroan minimal 2 (dua) orang
2. Para pendiri Perseroan adalah Warga Negara Indonesia
3. Warga negara asing dapat menjadi pendiri untuk Perseroan yang didirikan
dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA)
Perseroan Komanditer ( CV )
1. Jumlah pendiri perseroan minimal 2 (dua) orang
2. Para pendiri Perseroan harus warga Negara Indonesia

2. Dividen merupakan pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya


saham yang dimiliki. Pembagian ini akan mengurangi laba ditahan dan kas yang
tersedia bagi perusahaan, tetapi distribusi keuntungan kepada para pemilik memang
adalah tujuan utama suatu bisnis. Dividen terbagi jadi 5 jenis, yaitu dividen tunai,
dividen saham, dividen properti, dividen skrip, dan juga dividen likuidasi. Dividen
harus disetujui oleh pemegang saham melalui hak suara mereka. Dividen bisa
diibaratkan sebagai hadiah token yang dibayarkan kepada pemegang saham atas
investasi mereka dalam ekuitas perusahaan, dan biasanya berasal dari laba bersih
perusahaan. Sementara sebagian besar keuntungan disimpan dalam perusahaan
sebagai laba ditahan - yang mewakili uang yang akan digunakan untuk kegiatan
bisnis perusahaan yang sedang berlangsung dan masa depan - sisanya dapat
dialokasikan kepada pemegang saham sebagai dividen. Terkadang, perusahaan masih
dapat melakukan pembayaran dividen bahkan ketika mereka tidak menghasilkan
keuntungan yang sesuai. Mereka dapat melakukan hal itu untuk mempertahankan
rekam jejak yang telah ditetapkan dalam melakukan pembayaran dividen secara
teratur.
Berikut penjelasan dari 5 jenis Dividen :
• Dividen Tunai adalah pembagian hasil secara tunai. Terkadang perusahaan
membayar dividen 2 sampai 4 kali untuk membayar dividen dalam
setahun. Dana dari pembayaran dividen tunai ini diambilkan dari laba ditahan yang
dimiliki oleh perusahaan, sehingga secara otomatis laba ditahan dan kas perusahaan
akan berkurang.
• Dividen Saham, Pembagian hasil yang dilakukan dalam bentuk saham. Jika
perusahaan membagikan dividen jenis ini, maka jumlah saham yang dimiliki
pemilik akan bertambah. Pembagian dividen saham ini tidak mengubah kapitalisasi
pasar karena cara pembagiannya mirip seperti stock split di mana pembayaran
dividen saham dilakukan dengan cara menambah jumlah saham sambil mengurangi
nilai dari tiap-tiap saham.
• Dividen Properti, Merupakan pembayaran dividen melalui asset/aktiva selain kas.
Ini dilakukan oleh perusahaan karena perusahaan terkadang mengalami kekurangan
kas untuk membayar dividen tunai. Metode ini jarang dilakukan karena selain
rumit, cara ini juga tidak begitu disukai oleh pemegang saham.
• Dividen Skrip, Dengan menggunakan metode ini, dividen dibayarkan dengan cara
penulisan surat janji hutang perusahaan kepada pemegang saham. Penulisan
didalamnya menyatakan untuk pelunasan atau pembayaran hutang yang sudah
dijanjikan dengan menggunakan waktu yang sudah dijanjikan. Dengan
dikeluarkannya dividen skrip ini, secara otomatis perusahaan mengakui adanya
hutang baru, dan hutang ini juga perlu dicatat di neraca. Dan juga, dividen jenis ini
biasanya juga dikenai bunga, sehingga perusahaan juga harus membayar bunga
hingga hutang tersebut dibayarkan kepada pemegang saham.
• Dividen likuidasi adalah sama dengan pengembalian modal dari perusahaan kepada
pemilik saham. Pada masa kebangkrutan memang sudah keharusan dari perusahaan
untuk mengembalikan saham modal yang diberikan oleh pemberi saham. Dengan
mengembalikannya saham modal perusahaan, perusahaan tidak akan lagi
mempunyai utang dan permasalahan di belakangnya.

3. Jurnal Metode Acrual Basis

No Tanggal Keterangan Debit Kredit


1 4 Juli Pembelian IDR 12,000,000  
    Utang Dagang   IDR 12,000,000
2 6 Juli Pembelian IDR 2,500,000  
    Kas   IDR 2,500,000
3 7 Juli Piutang Dagang IDR 3,000,000  
    Penjualan   IDR 3,000,000
4 8 Juli Retur Penjualan IDR 750,000  
    Piutang Dagang   IDR 750,000
5 11 Juli Kas IDR 1,500,000  
    Penjualan   IDR 1,500,000
6 12 Juli Piutang Dagang IDR 2,250,000  
    Penjualan   IDR 2,250,000
7 14 Juli Kas IDR 1,000,000  
    Piutang Dagang   IDR 1,000,000
8 18 Juli Beban Listrik & Telpon IDR 450,000  
    Kas   IDR 450,000
9 19 Juli Utang Dagang IDR 12,000,000  
    Kas   IDR 12,000,000
10 21 Juli Kas IDR 1,250,000  
    Piutang Dagang   IDR 1,250,000
11 22 Juli Kas/Bank IDR 250,000  
    Pendapatan Bunga   IDR 250,000
12 25 Juli Piutang Dagang IDR 2,500,000  
    Penjualan   IDR 2,500,000
13 27 Juli Kas IDR 750,000  
    Peralatan Kantor   IDR 750,000
14 28 Juli Pembelian IDR 5,000,000  
    Utang Dagang   IDR 5,000,000
15 29 Juli Piutang Dagang IDR 500,000  
    Penjualan   IDR 500,000
TOTAL IDR 45,700,000 IDR 45,700,000