Anda di halaman 1dari 8

PENGAWASAN

MANAJEMEN BISNIS
ANA SIFAUR RAHMAWATI
B.131.21.0094
PENGERTIAN PENGAWASAN

 Pengawasan adalah proses menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan pengambilan


tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan kinerja
yang telah ditetapkan tersebut.
 Menurut Winardi “Pengawasan adalah semua aktivitas yang dilaksanakan oleh pihak
manajer dalam upaya memastikan bahwa hasil aktual sesuai dengan hasil yang
direncanakan”.
 Menurut Basu Swasta “Pengawasan merupakan fungsi yang menjamin bahwa kegiatan-
kegiatan dapat memberikan hasil seperti yang diinginkan”.
 Sedangkan menurut Komaruddin “Pengawasan adalah berhubungan dengan perbandingan
antara pelaksana aktual rencana, dan awal Unk langkah perbaikan terhadap penyimpangan
dan rencana yang berarti”.
JENIS PENGAWASAN

 Pengawasan Intern dan Ekstern  Pengawasan Aktif dan Pasif


 Pengawasan intern adalah pengawasan yang dilakukan oleh orang atau  Pengawasan dekat (aktif) dilakukan sebagai bentuk “pengawasan yang
badan yang ada di dalam lingkungan unit organisasi yang bersangkutan.” dilaksanakan di tempat kegiatan yang bersangkutan.” Hal
 Pengawasan ekstern adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh unit  Pengawasan kebenaran formil
pengawasan yang berada di luar unit organisasi yang diawasi.
 menurut hak (rechtimatigheid) dan pemeriksaan kebenaran materiil
 Pengawasan Preventif dan Represif mengenai maksud tujuan pengeluaran (doelmatigheid). kaitannya dengan
penyelenggaraan negara, pengawasan ditujukan untuk menghindari
 Pengawasan preventif lebih dimaksudkan sebagai, “pengawasan yang terjadinya “korupsi, penyelewengan, dan pemborosan anggaran negara yang
dilakukan terhadap suatu kegiatan sebelum kegiatan itu dilaksanakan, tertuju pada aparatur atau pegawai negeri.” Dengan dijalankannya
sehingga dapat mencegah terjadinya penyimpangan.”, pengawasan ini pengawasan tersebut diharapkan pengelolaan dan pertanggung jawaban
dilakukan pemerintah dengan maksud untuk menghindari adanya anggaran dan kebijakan negara dapat berjalan sebagaimana direncanakan.
penyimpangan pelaksanaan keuangan negara yang akan membebankan dan
merugikan negara lebih besar.
PRINSIP PENGAWASAN

 1.Pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan Harus Dijelaskan oleh staf danhasilnya mudah
diukur. Misalnya tentang waktu dan tugas-tugas pokok yangharus diselesaikan oleh staf.
 2. Fungsi pengawasan harus difahami pimpinan sebagai suatu kegiatan yangsangat penting
dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
 3.Standar unjuk kerja harus dijelaskan kepada staf karena kinerja seluruh stafakan terus dinilai
oleh pimpinan sebagai pertimbangan untuk memberikanreward kepada mereka yang dianggap
mampu bekerja.
MANFAAT PENGAWASAN

 Dapat mengetahui sejauh mana program sudah dilaukan oleh staf, pakahsesuai dengan standar
atau rencana kerja, apakah sumberdaya telah digunakansesuai dengan yang telah ditetapkan.
Fungsi wasdal akan meningkatkanprogram kegiatan efisiensi.
 Dapat mengetahui adanya penyimpangan pada pemahaman staf dalam melaksanakan tugas-
tugasnya.
 Dapat mengetahui apakah waktu dan sumber daya lainnya mencukupikebutuhan dan telah
dimanfaatkan secara efisien.
 Dapat mengetahui sebab-sebab terjadinya penyimpangan
 Dapat mengetahui staf yang perlu diberikan penghargaan, pemberitahuan ataudiberikan
pelatihan lanjutan.
TUJUAN PENGAWASAN

 Adapun tujuan pengawasan secara khusus yaitu:


 1. Menjamin ketetapan pelaksanaan tugas
sesuai dengan rencana tersebut, dan perintah.
 2. Melaksanakan koordinasi kegiatan.
Pengawasan adalah untuk menghindari
kemungkinan terjadinya penyelewengan atau  3. Mencegah pemborosan dan penyelewengan.
penyimpangan, baik yang bersifat anggaran  4. Menjamin terwujudnya kepuasan
(budgeting) ataupun proses (prosedur) dan masyarakat atas barang dan jasa yang dihasilkan.
kewenangan (otoritas) .
 5. Membina kepercayaan masyarakat terhadap
kepemimpinan organisasi “pemerintah”.
PROSES PENGAWASAN

 Terdapat tiga langkah penting dalam proses pengawasan manajerial yaitu:


1. Mengukur hasil/prestasi yang telah dicapai oleh staf atau organisasi
2. Membandingkan hasil yang telah dicapai dengan tolok ukur.
3. Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi sesuai dengan faktor-faktor
penyebabnya, dan menggunakan, dan menggunakan faktor tersebut untuk
menetapkan langkah-langkah intervensi.
OBJEK PENGAWASAN

 1. Obyek yang menyangkut kuantitas dan kualitas barang atau jasa. Pengawasan ini
bersifat fisik.
 2.Keuangan
 3. Pelaksanaan program dilapangan
 4. Obyek yang bersifat strategis
 5. Pelaksanaan kerja sama dengan sektor lain yang terkait

Anda mungkin juga menyukai