Anda di halaman 1dari 16

RAB DAN RKS

DISUSUN OLEH :

UZY SANDI

41155030170020

Arsitektur B-2

DOSEN :

DR.IR MARCUS GARTIWA.,MT

Fakultas Teknik

Jurusan Arsitektur

Universitas Langlangbuana

2020
Spesifikasi Teknis Pelaksanaan Bangunan Sederhana
SYARAT-SYARAT TEKNIS

Keterangan :

Syarat-syarat teknis ini disusun berdasar jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan, dengan
mempertimbangkan :
1. Tidak mengarah kepada merk/produk tertentu, tidak menutup kemungkinan
digunakannya produksi dalam negeri;
2. Semaksimal mungkin diupayakan menggunakan standar nasional yang terbaru;
3. Dipertimbangkan berdasar kriteria logis, realistik dan dapat dilaksanakan;
4. Telah disesuaikan terhadap Jadual waktu pelaksanaan sesuai dengan metoda
pelaksanaan;
5. Macam, jenis, kapasitas dan jumlah peralatan utama minimal yang diperlukan dalam
pelaksanaan pekerjaan;
6. Syarat-syarat bahan yang dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan;
7. Syarat-syarat pengujian bahan dan hasil produk;
8. Kriteria kinerja produk (output performance) yang diinginkan;

BAGIAN I
PASAL 1. SYARAT-SYARAT UMUM
1.1 Umum
Untuk dapat memahami dengan sebaik baiknya seluruh seluk beluk pekerjaan ini, Kontraktor
diwajibkan mempelajari secara seksama seluruh gambar pelaksanaan beserta uraian
pekerjaan dan persyaratan pelaksanaan seperti yang akan diuraikan dalam buku ini.
Bila terdapat ketidak jelasan dan atau perbedaan dalam gambar dan uraian ini. Kontraktor
diwajibkan melaporkan hal tersebut kepada perencana/Pengawas untuk mendapatkan
penyelesaian.

1.2 Lingkup Pekerjaan


Penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan dan alat alat kerja yang dibutuhkan dalam
melaksanakan pekerjaan ini serta mengamankan, mengawasi dan memelihara bahan bahan,
alat kerja maupun hasil pekerjaan selama masa pelaksanaan berlangsung sehingga seluruh
pekerjaan dapat selesai dengan sempurna.

1.3 Sarana Kerja


Kontraktor wajib memasukkan Jadwal Kerja yang disetujui oleh Pengawas dalam waktu
paling lambat 1 (satu) minggu setelah ditunjuk Sebagai Pelaksana Pembangunan, pemborong
harus membuat:
a. Jadwal Waktu (Time Schedule) pelaksanaan secara rinci yang diagambarkan melalui
Barchart dan Network Planning.
b. Jadwal pengadaan Tenaga Kerja.
c. Jadwal pengadaan bahan/material.
1.4 Gambar-gambar Dokumen
1. Dalam hal terjadi perbedaan dan atau pertentangan dalam gambar-gambar yang ada
(Arsitektur, Struktur, Lanskap, Mekanikal/Elektrikal) dalam Buku Uraian Pekerjaan ini,
maupun perbedaan yang terjadi akibat keadaan di tapak, kotraktor wajib melaporkan
hal tersebut kepada Pengawas secara tertulis untuk mendapatkan keputusan pelaksanaan
di tapak setelah Pengawas berunding terlebih dahulu dengan perencana. Ketentuan
tersebut diatas tidak dapat dijadikan alasan oleh kontraktor untuk memperpanjang
waktu pelaksanaan.

1.5 Gambar-gambar Pelaksanaan dan Contoh-Contoh


a. Gambar-gambar pelakasanaan dan (shop drawing) adalah gambar-gambar, diagram,
ilustrasi, jadwal, brosur atau data yang disiapkan kontraktor atau Sub kontraktor, suplier
atau produsen yang menjelaskan bahan-bahan atau sebagian pekerjaan yang harus
disediakan.

1.6 Jaminan Kualitas


Kontraktor menjamin pada Pemberi Tugas dan Pengawas, bahwa semua bahan dan
perlengkapan untuk pekerjaan ini adalah sama sekali baru, kecuali ditentukan lain, serta
Kontraktor menyetujui bahwa semua pekerjaan dilaksanakan dengan baik, bebas dari cacat
teknis dan estetis serta sesuai dengan dokumen kontrak.
Apabila diminta, kontraktor sanggup memberikan bukti bukti mengenai hal hal tersebut
dalam butir ini.
Sebelum mendapat persetujuan dari Pengawas bahwa pekerjaan telah diselesaikan dengan
sempurna, semua pekerjaan tetap menjadi tanggungjawab kontraktor sepenuhnya.

1.7 Nama Pabrik/ Merk yang ditentukan


Apabila pada Spesifikasi Teknis Ini disebutkan nama pabrik/Merk dari satu jenis
bahan/komponen, maka kontraktor menawarkan dan memasang sesuai dengan yang
ditentukan. Jadi tidak ada alasan bagi Kontraktor pada waktu pemasangan menyatakan
barang tersebut sudah tidak terdapat lagi dipasaran ataupun sukar didapat dipasaran.

1.8 Contoh-Contoh
Contoh-contoh material yang dikehendaki oleh Pemberi Tugas atau Wakilnya harus segera
disediakan atas biaya kontraktor dan contoh-contoh tersebut diambil dengan jalan atau cara
sedemikian rupa sehinga dapat dianggap bahwa bahan atau pekerjaan tersebutlah yang akan
dipakai dalam pelaksanaan pekerjaan nanti.

1.9 Subtitusi
1. Produk yang disebutkan nama pabriknya:
Material Peralatan, perkakas, aksesoris yang disebutkan nama pabriknya dalam RKS,
Kontraktor harus melengkapi produk yang disebutkan dalam Spesifikasi Teknis, atau
dapat mengajukan produk pengganti yang setara, disertai data data yang lengkap untuk
mendapatkan persetujuan Konsultan Perencana sebelum pemesananan.
2. Produk yang tidak disebutkan nama pabriknya:
Material Peralatan, perkakas, aksesoris yang tidak disebutkan nama pabriknya dalam
Spesifikasi Tekni, Kontraktor harus mengajukan secara tertulis nama negara dari pabrik
yang menghasilkannya. Katalog dan selanjutnya menguraikan data yang menunjukkan
secara benar bahwa produk yang dipergunakan adalah sesuai dengan spesifikasi teknis
dan kondisi proyek untuk mendapatkan persetujuan.

1.10 Material dan Tenaga Kerja


Seluruh peralatan, material yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus baru, dan meterial
harus tahan terhadap iklim tropik. Seluruh pekerjaan harus dilaksanakan dengan cara yang
benar dan setiap pekerjaaan harus mempunyai ketrampilan yang memuaskan, dimana latihan
khusus bagi pekerja sangat diperluan dan kontraktor harus melaksanakannya.
1.11 Klausul disebutkan kembali
Apabila dalam dokumen tender ini ada klausul-klausul yang disebutkan kembali pada butir
lain, maka ini bukan berarti menghilangkan butir tersebut tetapi dengan pengertian lebih
menegaskan masalahnya.

1.12 Koordinasi Pekerjaan


Untuk kelancaran pekerjaan ini, harus disediakan koordinasi dari seluruh bagian yang telibat
didalam proyek ini.
Seluruh aktifitas yang menyangkut dalam proyek ini, harus diikoordinir lebih dahulu agar
gangguan dan konflik satu dengan lainnya dapat dihindarkan. Melokalisasi/memerinci setiap
pekerjaan sampai dengan detil untuk menghindari ganguan konflik, serta harus mendapat
persetujuan dari konsultan Konsultan Pengawai.

1.13 Perlindungan terhadap orang, harta benda, dan Pekerjaan


1. Perlindungan terhadap milik umum:Kontraktor harus menjaga jalan umum, jaln kecil
dan jalan bersih dari alat-alat mesin, bahan-bahan bangunan dan sebagainnya serta
memelihara kelancaran lalu lintas, baik bagi kendaraan maupun pejalan kaki selama
kontrak berlangsung.

1.14 Peraturan Hak Patent


Kontraktor harus melindungi pemilik (Owner) terhadap semua “Claim” atau tuntutan, biaya
atau kenaikan harga karena bencana, dalam hubungan dengan merek dagang atau nama
produksi, hak cipta pada semua material dan peralatan yang dipergunakan dalam proyek.

1.15 Iklan
Kontraktor tidak diijinkan membuat iklan dalam bentuk apapun didalam sempadan (batas)
site atau ditanah yang berdekatan tanpa seijin dari pihak Pemberi Tugas.

1.16 Peraturan Teknis Yang digunakan


a. Dalam melaksanakan pekerjaan kecuali ditentukan lain dalam Rencana Kerja dan
Syarat-Syarat (RKS) ini, berlaku dan mengikat ketentuan ketentuan di bawah ini
termasuk segala perubahan dan tambahannya.

1.17 Photo Kegiatan


a. Photo kegiatan harus dibuat oleh pemborong sesuai arahan dari Pengawas dengan
ketentuan sebagai berikut:
1. Tahap I pada saat pekerjaan 0%-25% (papan nama Kegiatan, Kondisi Lokasi
Pekerjaan,Persiapan Pondasi dan struktur)
2. Tahap II pada saat bobot pekerjaan 25% -50%
3. Tahap III pada saat bobot pekerjaan 50%-100%

1.18 Penggunaan Persyaratan Teknis


Persyaratan Teknis ini disiapkan untuk menjadi Pedoman dalam Pelaksanaan pekerjaan
meliputi bangunan dan pekerjaan lainnya sebagai kesatuan yang tidak terpisahkan, kecuali
disebutkan lain. Maka setiap bab dalam persyaratan ini, disesuaikan yang dinyatakan dalam
gambar-gambar kerja. Keterangan ambahan tertulis dan perintah dari Pengawas/Perencana
ataupun TBPK.

1.19 Penjelasan RKS dan Gambar


a. Penyedia Jasa Pemborongan wajib meneliti semua Gambar dan Rencana Kerja dan
Syarat-Syarat (RKS) termasuk tambahan dan Perubahannya yan dicantumkan dalam
Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanvulling).
PASAL 2. LINGKUP PEKERJAAN

Yang dimaksud dengan pekerjaan pada proyek ini adalah Kegiatan Pembangunan Rumah
Tinggal 2 Lantai
Lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut :
A. Pek. Pembangunan Rumah Tinggal 2 Lantai
1. Pek. Pendahuluan
2. Pek. Pondasi
3. Pek. Beton struktur
4. Pek. Dinding
5. Pek. Kusen
6. Pek. Rangka Atap/ Atap
7. Pek. Plafond
8. Pek. Intalasi listrik
9. Pek. Lantai
10. Pek. Pintu/Jendela/Ventilasi
11. Pek. Sanitasi
12. Pek. Meja Pantry
13. Pek. Pengecatan
14. Pek. Luar Bangunan

B. Pek. Fasum Rumah Tinggal 2 Lantai


1. Pek. Instalasi Air Bersih
2. Pek. Tower Air Uk. 1,5 x 2 x 4 ( 1 Unit)
Pekerjaan tersebut diatas harus selesai tepat waktu sesuai jadwal yang ditentukan, dengan kualitas
yang memenuhi ketentuan sebagaimana disyaratkan dalam Surat Perjanjian Pemborongan dan
pelaksanaannya harus dilaksanakan berdasarkan :
1. Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan / RKS dan Spesifikasi Teknis
2. Gambar-gambar perencanaan dan detail.
3. Berita acara penjelasan pekerjaan (Aanwijzing) dan penjelasan tambahan lainnya.
4. Petunjuk Direksi
5. Peraturan-peraturan umum lainnya yang berlaku.
Kontraktor wajib memeriksa kembali dan mengadakan pengecekan/penelitian keadaan lapangan
maupun dokumen/arsip bangunan yang ada, sebelum melakukan pekerjaan dan membuat shop
drawing untuk pelaksanaannya.

BAGIAN II
SPESIFIKASI KHUSUS

PASAL . 1
JENIS PEKERJAAN
Pekerjaan ini meliputi :
1. Mendatangkan bahan
2. Mengerjakan bahan
3. Menyediakan alat-alat pekerjaan
4. Menyediakan tenaga kerja
5. Membuat segala persiapan pekerjaan
6. Mengerjakan segala penyempurnaan untuk kesempurnaan pelaksanaan pekerjaan
7. Menyerahkan pekerjaan dalam keadaan selesai dan sempurna
PASAL . 2
PEKERJAAN PEMASANGAN BOWPLANK DAN PEIL BANGUNAN
1. Pengukuran
a. Letak pondasi disesuaikan dengan gambar kerja
b. Pemborong harus membuat ukuran duga tetap diluar bangunan
c. Ukuran ketinggian lantai +0,00 dalam kerja ditetapkan bersama-sama dilapangan.

2. Bowplank
a. Bowplank terbuat dari papan yang bagian atasnya diserut dan dipadukan pada patok kayu
persegi 5/7 yang tertanam dalam tanah cukup kuat
b. Bagian atas papan bowplank harus waterpass dan siku
c. Pemasangan papan bowplank dilaksanakan pada jarak 1,5 M dari As bangunan

PASAL . 3
PEKERJAAN GALIAN TANAH
1. Sebelum memulai pekerjaan galian tanah lokasi bangunan yang akan didirikan sudah siap
dibersihkan seluas minimum 3 m keliling bangunan
2. Lebar, dalam dan bentuk galian tanah harus dikerjakan sesuai dengan ukuran yang
tercantum dalam gambar rencana
3. Pekerjaan galian tanah dilakukan untuk lubang pondasi, septictank dan parit
4. Sebelum memulai pekerjaan selanjutnya, pekerjaan galian tanah harus dimintakan
persetujuan terlebih dahulu kepada pengawas lapangan
5. Sebelum memulai pekerjaan galian tanah lokasi bangunan yang akan didirikan sudah siap
dibersihkan seluas minimum 3 m keliling bangunan
6. Lebar, dalam dan bentuk galian tanah harus dikerjakan sesuai dengan ukuran yang
tercantum dalam gambar rencana
7. Pekerjaan galian tanah dilakukan untuk lubang pondasi, septictank dan parit
8. Sebelum memulai pekerjaan selanjutnya, pekerjaan galian tanah harus dimintakan
persetujuan terlebih dahulu kepada pengawas lapangan

PASAL . 4
PEKERJAAN PONDASI
A. BAHAN
1. Kerikil yang digunakan kerikil sungai yang memenuhi syarat SKSNI S-04-1988-F
2. Pasir dipakai pasir sungai memenuhi SKSNI S-04-1989-F
3. Semen dipakai portland cement memenuhi SKNI 0013-81
4. Air yang digunakan dapat dari PAM atau dari sumur gali dengan syarat bahwa air tersebut
harus memenuhi persyaratan dalam SKNI S-04-1989-F.4.1
5. Baja tulang harus memenuhi persyaratan
6. Papan cetakan/mal beton kayu kelas III
7. Batu bata menurut persyaratan SII-0201-78

B. PELAKSANAAN
1. Pekerjaan Pondasi
1.1. Sistem pondasi yang dipakai untuk seluruh bangunan adalah :
Pondasi penghubung balok sloof beton bertulang dan pas. Bata 1 batu campuran 1 pc :
4 ps dengan ukuran sesuai gambar detail dan pondasi setempat beton bertulang yang
peletakannya sesuai gambar rencana.

1.2. Konstruksi Pondasi :


a. Galian tanah ditimbuni dengan pasir urug padat setebal 5 cm dan diatasnya dicor
lantai kerja dengan beton f’c = 7,4 Mpa (K-100).
b. Pondasi menerus dari sloof beton bertulang dan pas. Bata 1 batu campuran
1 pc : 4 ps
c. Pondasi setempat beton bertulang menggunakan beton f’c = 14,5 Mpa (K-175).
d. Konstruksi pondasi setempat beton bertulang dan balok sloof bentuk dan ukuran
seperti gambar detai
e. Pondasi setempat ukuran 70 x 70 cm cm menggunakan mutu beton f’c = 14,5
Mpa (K-175) dengan pembesian tulangan 12 -150 mm (besi polos).
f. Kolom Pondasi berukuran 20 x 20 cm menggunakan mutu beton f’c = 14,5 Mpa
(K-175) dengan pembesian tulangan pokok 4 12 mm (besi polos) dan beugel 8
200 mm.
g. Balok Sloof berukuran 15 x 20 cm menggunakan mutu beton f’c = 14,5 Mpa (K-
175) dengan pembesian tulangan pokok 4 12 mm (besi polos) dan beugel 8 150
mm.

2. Pekerjaan Beton Bertulang


2.1. Kelas dan Mutu Beton
a. Beton Klas 1 Mutu BO
- Beton untuk pekerjaan-pekerjaan non konstruksi
- Pelaksanaanya tidak memerlukan keahlian khusus
- Pengawasan ringan terhadap mutu bahan-bahan
- Tanpa pengawasan terhadap kekuatan tekan

b. Beton Klas 1 Mutu BI


- Beton untuk pekerjaan-pekerjaan strukturil
- Pelaksanaannya memerluhkan keahlian yang cukup
- Tanpa pengawasan terhadap kekuatan tekan

c. Campuran Beton
- Untuk beton mutu BO dipakai campuran biasa dipakai untuk pekerjaan-
pekerjaan non strukturil dengan mutu beton f’c = 7,4 Mpa (K-100).
- Untuk beton mutu BI dipakai campuran nominal semen, pasir dan kerikil
dengan mutu beton f’c = 14,5 Mpa (K-175)
- Pengukuran semen tidak boleh mempunyai kesalahan + 2,5 %

2.2. Cetakan dan Acuan.


a. Cetakan dan acuan harus kokoh dan cukup rapat sehingga tidak terjadi kebocoran-
kebocoran yang ditulangkan kedalam cetakan
b. Cetakan harus diberi ikatan-ikatan secukupnya sehingga dapat terjamin kedudukan
dan bentuk yang kuat serta tetap
c. Cetakan harus dibuat dari bahan-bahan yang baik dan tidak muda
meresap air dan dipasang sedemikian rupa, sehingga pada waktu pembongkaran
cetakan tidak terjadi kerusakan pada beton
2.3 Pemasangan Tulangan
a. Tulangan harus dipasang sedemikian rupa hingga sebelum dan selama pengecoran
tidak berubah tempatnya. Kawat ikat yang dipakai mutu SNI 0040–87–A
b. Untuk ketetapan tebal penutup beton, tulangan harus dipasang dengan jarak yang
terbuat dari beton dengan mutu yang sama dengan mutu yang akan dicor
2.4 Pengadukan Beton
a. Pengadukan beton pada semua mutu beton kecuali beton klas 1 mutu BO harus
dilakukan dengan mesin pengaduk.
b. Selama pengadukan berlangsung ketentuan adukan beton harus selalu diawasi
c. Apabila karena sesuatu hal adukan beton tidak memenuhi syarat minimal seperti
terlalu encer karena kesalahan pemberian jumlah air pencampur, sudah mengeras
sebagian atau tercampur dengan bahan-bahan asing, maka adukan tidak boleh
dipakai dan harus disingkirkan dari tempat pelaksanaanya.
2.5. Pengecoran dan pemadatan SNI t – 15 – 1990 – 03
a. Untuk mencegah timbulnya rongga-rongga kosong dan sarang kerikil, adukan
beton harus dipadatkan selama pengecoran. Pemadatan dapat dilakukan dengan
menumbuk-numbuk atau dengan memukul-mukul cetakan atau dengan
menggunakan alat pemadat mekanis / penggetar.
b. Pemadatan dengan menggunakan alat pemadat mekanis / penggetar / vibrator
harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam peraturan beton
bertulang Indonesia (PBI – 1971)

2.6. Penutup Beton BS 1881 Part 206


Tebal penutup beton minimum (tidak termasuk plasteran) sesuai dengan
penggunaannya adalah sebagai berikut :
a. Untuk kolom dan balok adalah 2,5 cm
b. Untuk pondasi atau pekerjaan lainya yang berhubungan langsung dengan tanah
adalah 3 cm

2.7 Perawatan Beton


Untuk mencegah pengeringan beton terlalu cepat, paling sedikit beton selama dua
minggu disiram terus menerus

2.8 Pembongkaran Cetakan Beton


a. Cetakan tidak boleh dibongkar sebelum beton mencapai kekuatan yang cukup
untuk memikul berat dan beban-beban pelaksanaan lain yang berkerja padanya
b. Pada bagian-bagian konstruksi dimana akibat pembongkaran cetakan akan bekerja
beban yang lebih tinggi dari pada beban rencana dan akan terjadi keadaan yang
lebih berbahaya dari keadaan yang diperhitungkan, maka cetakan tidak boleh
dibongkar selama keadaan tersebut tetap berlangsung

C. HASIL AKHIR YANG DIKEHENDAKI


1. Peil sesuai dengan gambar
2. Pekerjaan pondasi harus siku
3. Acuan harus menghasilkan konstruksi akhir yang mempunyai bentuk menurut gambar
4. Mutu beton sesuai dengan yang diharapkan
5. Rapi bersih dan waterpass.

PASAL . 5
PEKERJAAN BETON STRUKTUR
A. BAHAN :
1. Besi beton
2. Kawat ikat + Paku biasa
3. Semen
4. Pasir sungai
5. Kerikil sungai
6. Pasir pasang
7. Minyak bekisting
8. Kayu bekisting

B. PELAKSANAAN :
1. Kolom Teras berukuran 20 x 20 cm menggunakan mutu beton f’c = 14,5 Mpa (K-175)
dengan pembesian tulangan pokok 4 10 mm (besi polos) dan beugel 8 200 mm.
2. Kolom praktis berukuran 11 x 11 cm menggunakan mutu beton f’c = 14,5 Mpa (K-175)
dengan
3. Pembesian tulangan pokok 4 10 mm (besi polos) dan beugel 8 200 mm.
4. Reng balok berukuran 11 x 15 cm menggunakan mutu beton f’c = 14,5 Mpa (K-175)
dengan pembesian tulangan pokok 4 10 mm (besi polos) dan beugel 8 200 mm.
5. Pengerjaan beton tersebut di atas dilakukan dengan menggunakan mesin pengaduk
(MOLLEN).

C. HASIL AKHIR :
1. Siku, tidak terjadi rongga/sarang kerikil, permukaan rata, tidak terlihat pembesian dan
waterpas.

PASAL . 6
PEKERJAAN DINDING DAN PLESTERAN
A. BAHAN
1. Batu bata berukuran maksimal 5 x 10 x 20 cm harus rata pembakaranya. Bila direndam
dalam air akan tetap utuh, tidak pecah atau hancur. Pemborong wajib memberikan
contoh pada Direksi atau diperiksa kualitasnya yang memenuhi syarat SII-0021-78
Bahan yang tidak memenuhi syarat, Direksi berhak menolaknya.
2. Bila pada setiap pembukaan kantong ternyata semennya sudah lembab dan tidak
dipergunakan menunjukan gejala beku, maka semen tersebut tidak boleh
dipergunakan.
3. Pasir pasang :
- Pasir yang digunakan untuk konstruksi beton yang memenuhi syarat SKNI S-04-
1989-F-1.6-1
- Khusus untuk plasteran, harus dicarikan pasir yang lebih baik

B. PELAKSANAAN
1. Pemborong harus mengerjakan pengukuran bangunan serta letak dinding tembok yang
akan dilaksanakan secara teliti dan sesuai dengan gambar
2. Pada semua pemasangan batu bata satu sama lainya harus terdapat pengikat yang
sempurna. Tidak dibenarkan menggunakan batu-bata yang pecah kecuali sesuai
dengan peraturannya (sudut)
3. Untuk dinding pasangan 1/2 batu bata setiap pertemuan tegak lurus diperkuat dengan
kolom praktis. Semua pertemuan tegak lurus harus benar-benar bersudut 90 0
4. Sebelum dimulai pasangan dinding, batu bata harus direndam terlebih dahulu dengan
air sampai jenuh. Tebal siar minimum 1 cm dan maksimum 2 cm
5. Sebagai persiapan plasteran, siar harus dikerok sedalam 1 cm supaya cukup mengikat
plasteran yang akan dipasang
6. Pemasangan steling tepat berpijak tidak boleh menembus dinding tembok
7. Dimana diperlukan pasangan pipa air bersih, pipa listrik pada dinding pasangan bata,
terlebih dahulu tersebut dipahat secukupnya
8. Sesudah semua pasangan batu selesai dikerjakan barulah pekerjaan plesteran dimulai
9. Plesteran pada beton yang kelihatan dan memakai adukan 1 pc : 2 psr
10. Semua sudut-sudut dinding tembok diplester adukan 1 pc : 3 psr
11. Pekerjaan plesteran tembok baru boleh dipasang sesudah Penutup atap sudah terpasang
Dibasahi terlebih dahulu
12. Sebelum diplester tembok harus :
Dibersihkan dari kotoran-kotoran
Dibasahi terlebih dahulu
13. Plesteran untuk dinding luar dan dinding dalam adalah adukan 1 pc : 4 psr tebal 1,5 cm
14. Pek. Pas keramik dinding km/wc uk. 25 x 40 cm dengan ketinggian 1,2 m dipasang
sesuai gambar rencana.

C. HASIL AKHIR YANG DIKEHENDAKI


1. Rapat dan rapi
2. Horizontal dan vertikal
D. PERBAIKAN BIDANG PLESTERAN
Bila mana terdapat bidang plesteran yang bergelombang (tidak rata) harus diperbaiki
semuanya
Bagian-bagian yang akan diperbaiki hendaknya dibobok / dibongkar secara teratur (dibuat
bobokan yang berbentuk segi empat) dan plesteran batu harus rata dengan sekitarnya

PASAL . 7
PEKERJAAN KUZEN
A. BAHAN
1. Kuzen terdiri dari jenis bahan kayu
2. Kusen kayu yang digunakan adalah kayu kelas I dengan ukuran jadi / sesudah diserut halus
sesuai dengan gambar
3. Cat meni
4. Angker kuzen diameter 8 mm

B. PELAKSANAA
1. Untuk setiap kusen pintu dipasang pada setiap sisi yang menempel ketembok dipasang 3
buah angker besi dan pada setiap sisi kuzen jendela yang menempel ketembok dipasang 2
(dua) buah angker dibungkus dengan beton adukan 1 Pc : 2 Psr : 3 Krl
2. Setiap kedudukan kusen pintu diatas pondasi dipasang besi angker 8 mm, dan dibungkus
dengan neut/umpak beton tidak bertulang. Adukan 1 Pc : 2 Psr : 3 Psr Krl setinggi 10 cm
dari muka lantai
3. Kusen dicat meni secara keseluruhan sebelum dipasang
4. Untuk lebih jelasnya lihat gambar bestek

C. HASIL AKHIR YANG DIKEHENDAK


1. Kuzen harus vertikal dan horizontal
2. Lubang kuzen atas dan bawah harus sama besar
3. Sponing pintu harus sama besar ( 3.5 cm)

PASAL . 8
PEKERJAAN RANGKA ATAP
A. PEKERJAAN RANGKA ATAP
a. Rangka atap baja ringan digunakan pada pekerjaan Pembangunan Rumah Dinas Type
38, 4 KK Polsek Seberida.
b. Rangka atap baja ringan dilaksanakan oleh produsen yang berkompeten dibidangnya
yang dilengkapi dengan softwere perhitungan struktur untuk produknya.
c. Material yang digunakan untuk pekerjaan rangka baja ringan harus berkualitas baik
dengan pelapis anti karat sesuai peraturan
d. Pemasangan kuda-kuda baja ringan dilengkapi dengan balok tembok, bracing bawah,
bracing diagonal dan pengikat batang tengah dipasang sesuai gambar rencana.

B. PEKERJAAN RENG
1. Reng untuk rangka baja ringan mengunakan material baja ringan profil B
2. Reng dipasang dengan menggunakan paku skrup standar yang dikeluarkan oleh
produsen kerangka atap baja ringan yang sebelum digunakan harus mendapat
persetujuan dari Direksi

C. HASIL AKHIR YANG DIKEHENDAKI


1. Konstruksi rangka atap, harus kuat dan kokoh
2. Atap yang terpasang pada rangka atap menghasilkan sambungan yang rapi dan rata
PASAL . 9
PEKERJAAN PENUTUP ATAP
A. PEKERJAAN PEMASANGAN ATAP
1. Bahan untuk penutup atap digunakan genteng metal tebal 0,22 mm
2. Pemasangan atap dimulai dari arah bawah
3. Paku atau paku skrup atap digunakan, standar yang dikeluarkan oleh pabrik atap sebelum
digunakan harus mendapat persetujuan dari Direksi

B. PEKERJAAN BUBUNGAN / JURAI


1. Bahan untuk bubungan nok genteng metal

C. PEKERJAAN LESTPLANK
1. Bahan untuk lestplank dari papan 2,5 / 25 kayu kelas II
2. Bentuk dan ukuran lesplank dapat dilihat pada gambar kerja

D. HASIL AKHIR YANG DIKEHENDAKI


1. Pemasangan atap rapi dan tidak bocor
2. Lesplank lurus dan rapi
PASAL . 10
PEKERJAAN PLAFOND
A. BAHAN
1. Plafond dari Gypsump board tebal 9 mm setara produk jaya board
2. Plafond overstek digunakan Gypsump board tebal 9 mm setara produk jaya board.
3. Kerangka plafond menggunakan Metal Furring setara dengan produk dynoframe furring
system, Bahan terbuat dari Zinc coated tebal 0,45 mm (TCT) uk 27/40 mm, C chanel
bahan plat Galvanized tebal 1.1 mm ukuran 38/10 mm, Wall angle tebal 0.45 mm ukuran
30/30 mm, U Clamp bahan plat galvanized tebal 2 mm, C channel Joint Bahan plat
galvanized tebal 1 mm

B. PELAKSANAAN
1. Pelaksana harus menyediakan steger-steger agar pada waktu pemasangan langit-langit
tidak merusak lantai ataupun pekerjaan-pekerjaan lain yang telah selesai. Langit-langit
hanya boleh dipasang setelah semua pekerjaan yang akan ditutup selesai terpasang
2. Perhatikan pemasangan langit-langit, yang berhubungan dengan lampu-lampu, KM/WC,
diffuser-diffuser, AC, Pinggiran-pinggiran, dan sebagainya. Langit-langit yang terpasang,
akan tetapi harus dibuka kembali untuk memperbaiki pekerjaan-pekerjaan yang berada di
atasnya (mekanikal, elektrikal, atau memperbaiki pekerjaan) maka harus dipasang kembali
serta mendapatkan persetujuan dari direksi
3. Pelaksana harus membuat lubang manhole sesuai kebutuhan dengan lokasi-lokasi yang
sudah mendapat persetujuan direksi.
4. Rangka harus benar-benar dipasang kuat dengan jarak penggantung sesuai dengan standar
pabrik.
5. Sambungan antar gypsump harus disambung dengan jointing type setandar gypsum yang
terpakai , dan dicompound dengan serbuk gypsump dicampur dengan alkasit.
6. Compound harus dikerjakan dengan rata, sehingga tidak nampak adanya sambungan.
7. Bagian tepi dipasang list profil gypsump, type list sesuai gambar, pemasangan list harus
menggunakan fischer setiap jarak 70 cm.
8. Sambungan antar list harus benar-benar rata sehingga tidak nampak sambungannya.

C. HASIL AKHIR YANG DIKEHENDAKI


1. Langit-langit harus terpasang dengan baik, permukaan harus rata, garis vertikal dan
horizontalnya harus saling tegak lurus membentuk sudut 90 (sembilan puluh) derajat atau
sesuai desain. Jika terjadi lendutan atau kekurangan-kekurangan lain, Pemborong wajib
memperbaiki.
PASAL. 11
PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
A BAHAN
1. Kabel listrik
2. Bola lampu
3. Saklar ganda
4. Saklar tunggal
5. Stop kontak
6. Zekring khas
7. Peralatan secukupnya

B. PELAKSANAAN
1. Instalasi listrik dipersiapkan dengan tegangan 220 volt, pemasangannya harus memakai
Biro instalatur yang sudah diakui/mendapat izin dari perusahaan listrik negara setempat.
2. Kabel-kabel yang dipakai harus sesuai dengan persyaratan yang berlaku pada perusahaan
listrik negara yang mempunyai SII (standart industri indonesia )
3. Kabel-kabel ditanam dalam tembok dengan memakai pipa PVC (plastik c 5/8”)sedangkan
diatas plafond memakai rel glass
4. Jumlah titik lampu dan stop kontak maupun perletakannya sesuai dengan gambar dan
ketentuan lainnya
5. Sakelar dan stop kontak memakai ebonit putih model vinner menempel pada tembok
setinggi 150 cm
6. Lampu lampu lilin 23 watt dan 18 watt memakai plafond fitting
7. Dalam pekerjaan instalasi listrik termasuk juga pemasangan zekering khas
8. Perincian peralatan listrik adalah sebagai berikut :
a. Sekreng Khas
b. Stop kontak
c. Sakelar tunggal
d. Sakelar double
e. Lampu lilin 23 watt dan 18 watt
f. Stop kontak

C HASIL AKHIR YANG DIKEHENDAKI


1. Hasil pemasangan instalasi listrik ada KIR dari PLN
2. Lampu dapat menyala dengan baik
3. Rapi
PASAL . 12
PEKERJAAN LANTAI
A. BAHAN
1. Semen yang digunakan memenuhi persyaratan SNI 003-81
2. Pasir pasang dipakai memenuhi persyaratan SKNI S-04-1989-F

B. PELAKSANAAN
1. Timbun tanah dibawah lantai dikerjakan lapis demi lapis dan dipadatkan dengan sistem
manual sampai ketinggian sesuai gambar
2. Diatas timbunan tanah tersebut diurug pasir dengan ketebalan sesuai gambar dipadatkan
dengan cara menggenangi air
3. Pengecoran lantai beton menggunakan cor lantai f’c = 7,4 Mpa (K-100) setebal 5 cm
4. Finishing lantai pas keramik Uk. 40 x 40 cm untuk ruangan dan teras, finishing lantai pas
keramik 25 x 25 cm untuk KM/WC sesuai dengan gambar rencana dibuat secara waterpass
5. Sisa adukan harus dibersihkan
6. Bahan yang baik atau menurut petunjuk pengawas dilapangan
7. Untuk lebih jelasnya lihat gambar
C. HASIL AKHIR YANG DIKEHENDAKI :
1. Lantai ruangan harus rata dan waterpass
2. Lantai harus kuat dan rapi
PASAL . 13
.PEKERJAAN PINTU / JENDELA KAYU
A. BAHAN :
1. Kayu KLS II
2. Paku
3. Kaca mati 5 mm

B. PELAKSANAAN :
1. Pekerjaan pintu, pintu ruangan mengunakan pintu panil sesuai dengan gambar rencana.
2. Pintu Kamar mandi / WC menggunakan pintu fiberglass Lengkap
3. Jendela mengunakan jendela bingkai.

C. HASIL AKHIR YANG DIKEHENDAKI :


1. Rapi, dan
2. Mudah dibuka
PASAL . 14
PEKERJAAN PINTU
A. BAHAN
1. Persyaratan Bahan
a. Kayu Kelas II.
b. Paku.
2. Contoh Bahan
Pelaksana harus menyerahkan contoh-contoh bahan yang akan digunakan, dan setiap
bahan yang diserahkan harus sesuai dengan contoh-contoh yang telah diuji/diperiksa
dan telah mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas.
3. Penyimpanan
Penyimpanan harus di ruang yang beratap, bersih, kering, serta dijaga agar tidak
terjadi abrasi atau kerusakan lain dan dijauhkan dengan tempat-tempat pembakaran.

B. PELAKSANAAN
1. Gambar Kerja
Pelaksana (Spesialis) harus membuat gambar kerja (shop drawings) yang
menunjukan jenis kayu pintu, ukuran, besaran, ketebalan dan detail-detail tertentu
dengan skala 1:10 selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum pekerjaan
dilaksanakan untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas .
2. Contoh Bahan dan Mock-up
Ajukan contoh bahan/mock-up pengerjaan kepada Konsultan Pengawas untuk
mendapatkan persetujuannya, sebelum memproduksi dalam jumlah yang banyak
3. Pengerjaan
Lakukan pengukuran seteliti mungkin di tempat pemasangan. Semua pertemuan
harus runcing, halus dan rata (adu manis) bersih dari segala goresan dan cacat-
cacat lain yang mempengaruhi permukaan pintu. Sambungan harus dibuat dengan
toleransi kecil, hingga menghasilkan sambungan yang rapat dan baik.
a. Perhatikan sisi-sisi daun pintu terhadap kusen dan ambang bawah pintu
terhadap permukaan lantai.
b. Dapatkan persetujuan Konsultan Pengawas sebelum pekerjaan tersebut
dimulai.
4. Pemasangan daun-daun pintu
a. Kerenggangan daun pintu tunggal terhadap kusen sisi engsel 1.5 mm – 2 mm,
sisi kunci 1.5 mm - 2 mm sedangkan ambang atas dan ambang bawah masing-
masing 1.5 mm dan 2.5 mm.
b. Pasangkan kusen kayu kelas I rata dengan permukaan dinding, disyaratkan tali
air, maka tali air harus rapi, dan sejajar dengan permukaan kusen.
c. Engsel atas dipasang tidak lebih dari 28 cm (as) dari atas pintu, engsel bawah
dipasang tidak lebih dari 35 cm (as) dari permukaan lantai, dan ditengah (3
engsel)
d. Handle pintu dipasang setinggi 100 cm (as) dari atas permukaan lantai.
e. Pemasangan daun-daun pintu harus rapih, bersih, dan tidak menimbulkan
getaran apabila diketuk dengan tangan atau benda-benda ringan.
f. Untuk pekerjaan jendela mati dengan penutup kaca harus dibuat sesuai dengan
ukuran gambar kerja

C. HASIL AKHIR YANG DIKEHENDAKI :


1. Rapi, dan
2. Mudah dibuka.
PASAL . 15
PEKERJAAN SANITASI
A. BAHAN / ALA
1. Klosed Jongko
2. Kran Air
3. Flourdrain
4. Pipa PVC dia. ½ “
5. Pipa PVC dia. ¾ “
6. Pipa PVC dia. 3 “
7. Pipa PVD dia. 4”
8. Dll

B. PELAKSANAAN
a. Air kotor, WC, dan air bekas dari flordrain disalurkan ke septictank dan sumur resapan
serta saluran kota (riol kota)
b. Semua instalasi plumbing dan drainase harus dilaksanakan sesuai gambar perencanaan
dan persyaratan / peraturan yang berlaku baik secara teknis, perizinan maupun
administrasi.
c. Semua pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik oleh tenaga-tenaga ahli, terampil
serta berpengalaman

C. HASIL AKHIR YANG DIKEHENDAKI :


1. Rapi,bersih dan
2. Tidak terjadi kebocoran.
PASAL . 16
PEKERJAAN CAT
D. BAHAN / ALAT
1. Cat minyak merk platon atau sejeni
2. Cat tembok merk platon atau sejenis
3. Kuas/kuas rol

E. PELAKSANAAN
1. Komponen-komponen bangunan yang dicat untuk pekerjaan kayu dan tembo
a. Semua kayu kuda-kuda dan rangka atap diawetkan dengan residu dua kali sapuan
b. Kuzen-kuzen pintu, lisplank kayu, dicat minyak Platon paint/setaraf
c. Plafond playwood dan overstek dicat air tiga kali sapuan

2. Proses Pekerjaan Pengecatan Adalah sebagai berikut :


a. Diberi isolasi menie 1 (satu) kali sapuan
b. Diratakan dengan dempul sehingga lobang-lobang yang ada dalam pertemuan-
pertemuan kayu tertutup menjadi rata
c. Diberi cat dasar atau plamir
d. Digosok sampai halus dengan kertas pasir
e. Cat finishing minimal 3 (tiga) kali jalan hingga rata
3. Bagian-bagian yang dimenie adalah bidang kayu kusen keseluruhan dan besi yang
menempel pada tembok pemasangan bahan yang dimenie baru boleh dikerjakan jika cat
meninya sudah kering
4. Bagian pekerjaan cat tembok yang dikerjakan pada bagian-bagian dinding luar dan dalam
serta kolom selasar.
5. Plafond yang terbuat dari plywood dipakai cat tembok jenis Nippon Paint/setarap.

F. HASIL AKHIR YANG DIKEHENDAK


1. Baik
2. Bersih
3. Rata
PASAL . 17
PEKERJAAN TOWER AIR
A. BAHAN :
1. Besi beton
2. Kawat ikat + Paku biasa
3. Semen
4. Pasir sungai
5. Kerikil sungai
6. Pasir pasang
7. Minyak bekisting
8. Kayu bekisting

B. PELAKSANAAN :
1. Pondasi Setempat Uk. 80 x 80 cm tebal 15 cm menggunakan mutu beton f’c = 14,5 Mpa
(K-175) dengan pembesian tulangan 12 – 150 mm (besi polos.
2. Kolom Pondasi Uk. 20 x 20 cm menggunakan mutu beton f’c = 14,5 Mpa (K-
175) dengan pembesian tulangan pokok 2 12 mm (besi polos) dan beugel 8 – 150 mm
(besi polos).
3. Balok Sloof Uk. 20 x 20 cm menggunakan mutu beton f’c = 14,5 Mpa (K-175) dengan
pembesian tulangan pokok 2 12 mm (besi polos) dan beugel 8 – 150 mm (besi polos).
4. Kolom Uk. 20 x 20 cm menggunakan mutu beton f’c = 14,5 Mpa (K-175) dengan
pembesian tulangan pokok 2 12 mm (besi polos) dan beugel 8 – 150 mm (besi polos).
5. Ring Balok Tengah & Ring Balok Atas Uk. 20 x 20 cm menggunakan mutu beton f’c =
14,5 Mpa (K-175) dengan pembesian tulangan pokok 2 12 mm (besi polos) dan beugel 8 –
150 mm (besi polos).
6. Plat Beton Tebal 12 cm menggunakan mutu beton f’c = 14,5 Mpa (K-175) dengan
pembesian tulangan 12 – 150 mm (besi polos.
7. Pengerjaan beton tersebut di atas dilakukan dengan menggunakan mesin pengaduk
(MOLLEN).
8. Pek. Tangga besi dibuat sesuai gambar rencana
C. HASIL AKHIR :
1. Siku, tidak terjadi rongga/sarang kerikil, permukaan rata, tidak terlihat pembesian dan
waterpass
PASAL . 18
PEKERJAAN PEMBERSIHAN DAN SYARAT-SYARAT PENYERAHAN PEKERJAAN

1. Halaman harus dibersihkan dari semua kotoran, berkas-berkas bahan bangunan dan tanah
selebar 3 M disekeliling bangunan diratakan
2. Pekerjaan bangunan dan halaman harus sudah dalam keadaan siap untuk digunakan, baru
penyerahan pertama dapat dilaksanakan Penyerahan pertama harus dipenuhi antara lain:
a. Seluruh bagian-bagian dari gedung sudah lengkap sesuai spesipikasi, gambar-gambar
rencana dan memenuhi syarat-syarat tehnis
b. Lantai, kaca, cat-catan, pekerjaan atap, peralatan tanah / halaman dan seluruh kotoran telah
dibersihkan
c. Pekerjaan cat-cat sudah dalam garis besarnya, yang tinggal cuma untuk pemyempurnaan
saja.
3. Setelah pekerjaan selesai 100% dan dapat diterima maka dilakukan penyerahan pertama
pekerjaan
4. Penyerahan kedua pekerjaan / terakhir pekerjaan dapat dilaksanakan dengan syarat
a. semua pekerjaan, pembetulan / penyempurnaan, pembersian, kerapian telah selesai, baik
dan sempurna
b. Diserahkan pakai tanda terima yaitu buku tamu dan buku perintah konsultan pengawas

Demikianlah Spesipikasi ini dibuat dan menjadi pedoman didalam pelaksanaan nantinya