Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

METODOLOGI PENELITIAN

“VARIABLE PENELITIAN SERTA ASPEKNYA”

KELOMPOK 2 :

 NOVITA YOLANDA PANJAITAN (119311039)


 CHEPBRIANDI MUNTHE ( 119311024)
 CITRA ANJELINA LUMBAN GAOL (119311126)
 JURIA HARDINI (1193111034)

DOSEN PENGAMPU : DR. WILDANSYAH LUBIS, M.PD

PGSD E REGULER 2019

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN – UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
SEPTEMBER 2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena telah
melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga makalah
dengan judul Variabel dan aspek- aspek Penelitian ini bisa selesai dengan tepat
waktu. Makalah ini penulis buat guna memenuhi penyelesaian tugas pada mata
kuliah Metodologi Penelitian. Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada
Bapak Dr. Wildansyah Lubis, M.Pd. selaku Dosen Pengampu kami dalam mata
kuliah ini.

Penulis berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para


pembaca. Namun, terlepas dari itu, kami memahami bahwa makalah ini masih jauh
dari kata sempurna. Sehingga kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun guna perbaikan dan penyempurnaan ke depannya.

Akhir kata penulis ucapkan terima kasih semoga makalah ini dapat
bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan bagi pembaca.

Medan, September 2021

Penulis

Kelompok 2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ......................................................................................... i
DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah ........................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 1
C. Tujuan ........................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................... 3
A. Pengertian Variabel ................................................................................... 3
B. Definisi Operasional................................................................................... 4
C. Macam- Macam Variabel .......................................................................... 4
a. Berdasarkan skala pengukuranya ............................................................... 4
b. Berdasarkan konteks hubungannya ........................................................... 5
c. Berdasarkan dapat tidaknya variabel dimanipulasi ..................................... 6
D. Pengukuran Variabel ................................................................................ 6
E. Korelasi antar Variabel ............................................................................. 9
a) Korelasi Simetris ................................................................................... 9
b) Korelasi Asimatris ............................................................................... 10
c) Korelasi Timbal Balik .......................................................................... 10
BAB III PENUTUP .......................................................................................... 11
A. Kesimpulan .............................................................................................. 11
B. Saran ........................................................................................................ 11
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 12
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Penelitian adalah suatu upaya yang dilakukan untuk mengumpulkan, mencari dan
menganalisis fakta- fakta mengenai suatu permasalahan. Penelitian dapat dipandang sebagai
sistem berpikir dan bertindak yang diarahkan pada pencapaian tujuan. Proses penelitian
dilakukan secara sistematis, teliti dan mendalam dalam rangka mendapatkan jalan keluar atau
pun jawaban terhadap suatu masalah yang ditemukan.
Cara untuk menemukan penyelesaian ataupun jawaban yang diajukan oleh suatu
penelitian adalah atas dasar pengkajian yang seksama terhadap suatu pokok persoalan yang
dihadapi, yakni yang meliputi pengumpulan data, pengolahan, penyajian dan analisa data dari
berbagai permasalahan yang ada. Inti pokok dari penelitian adalah mencarikan cara penyelesaian
ataupun jawaban dari berbagai permasalahan yang dihadapi yang sesuai dengan kaidah ilmu
pengetahuan. Sebagai suatu sistem, penelitian memiliki berbagai komponen yang saling
berhubungan sebagai suatu kesatuan. Komponen- komponen suatu penelitian meliputi
permasalahan, teori ilmiah, variabel, hipotesis, populasi dan sample serta data. Dalam hal ini
maka akan membahas salah satu komponen penelitian yaitu Variabel penelitian dan aspek-
aspeknya.
B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan variable penelitian?

2. Apa defenisi operasional?

3. Apa saja macam- macam Variabel penelitian?

4. Bagaimana pengukuran Variabel penelitian?

5. Bagaimana korelasi antar Variabel Penelitian?


6. apa saja aspek-aspek dalam penelitian?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui dan mengerti apa yang dimaksud dengan variable penelitian

2. Untuk mengetahui dan mengerti defenisi operasional

3. Untuk mengetahui dan mengerti macam- macam variable penelitian


4. Untuk mengetahui dan mengerti bagaimana pengukuran variable penelitian

5. Untuk mengetahui dan mengerti bagaimana korelasi antar variable penelitian

6. untuk mengetahui aspek –aspek penelitian itu


BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Variabel Penelitian


Dalam ilmu-ilmu eksakta, variabel-variabel yang digunakan umumnya mudah diketahui karena
dapat dilihat dan divisualisasikan. Tetapi, variabel-variabe dalam ilmu sosial, sifanya lebih
abstrak sehingga sukar dijamah secara realita.
Secara Teoritis, para ahli telah mendefinisikan Variable sebagai berikut :
1. Bhisma Murti (1996)

Variable didefinisikan sebagai fenomena yang mempunyai variasi nilai. Variasi nilai itu bisa
diukur secara kualitatif atau kuantitatif. Variasi nilai itu bisa diukur secara kualitatif atau
kuantitatif.
2. Dr. Ahmad Watik Pratiknya (2007)

Variable adalah Konsep yang mempunyai variabilitas. Sedangkan Konsep adalah penggambaran
atau abstraksi dari suatu fenomena tertentu. Konsep yang berupa apapun, asal mempunyai ciri
yang bervariasi, maka dapat disebut sebagai variable. Dengan demikian, variable dapat diartikan
sebagai segala sesuatu yang bervariasi.
3. Dr. Soekidjo Notoatmodjo (2002)

Variable mengandung pengertian ukuran atau cirri yang dimiliki oleh anggota – anggota suatu
kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok yang lain. Variable adalah sesuatu
yang digunakan sebagai ciri, sifat atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh suatu
penelitian tentang sesuatu konsep pengertian tertentu. Misalnya: umur, jenis kelamin,
pendidikan, status perkawinan, pekerjaan, pengetahuan, pendapatan, penyakit, dsb.
4. Hatch & Farhady (1981)

Variable didefinisikan sebagai Atribut seseorang atau obyek yang mempunyai variasi antara satu
orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain.
Berdasarkan pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel penelitian adalah suatu
atribut atau sifat atau nilai dari orang atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan 4
B. Definisi Operasional

Definisi operasional adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel dengan cara
memberikan arti, atau menspesifikasikan kegiatan, ataupun memberikan suatu operasional yang
diperlukan untuk mengukur variabel tersebut. Definisi operasional yang dibuat dapat berbentuk
definisi operasional yang diukur, ataupun definisi operasional eksperimental. Dalam suatu
penelitian, variebel perlu diidentifikasi, diklasifikasikan dan diidentifikasi secara operasional
dengan jelas dan tegas agar tidak menimbulkan kesalahan dalam pengumpulan dan pengolahan
data serta dalam pengujian hipotesis.

Ada tiga buah pola dalam memberikan definisi operasional dalam suatu variabel. Ketiga pola
tersebut adalah sebagai berikut:

a) Definisi yang disusun atas dasar kegiatan lain yang terjadi, yang harus dilakukan atau yang
tidak dilakukan untuk memperoleh variabel yang didefinisikan.

b) Definisi yang disusun berdasarkan bagaimana sifat serta cara beroperasinya hal-hal yang
didefinisikan.

c) Definisi yang disusun atas dasar bagaimana hal yang didefinisikan itu muncul.

C. Macam- Macam Variabel

Berikut ini merupakan macam- macam variable penelitian sebagai berikut:

a. Berdasarkan skala pengukuranya

1. Variabel Nominal

Variabel nominal merupakan variabel dengan skala paling sederhana karena fungsinya hanya
untuk membedakan atau memberi label suatu subjek atau kategori. Contoh variabel nominal:
jenis kelamin (laki-laki dan perempuan).

2. Variabel Ordinal
Variabel ordinal adalah variabel yang dibedakan menjadi beberapa secara bertingkat, contoh
status sosial ekonomi : rendah, sedang, tinggi.

3. Variabel Interval

Variabel interval adalah variabel yang selain dimaksudkan untuk membedakan, mempunyai
tingkatan, juga mempunyai jarak yang pasti atau satu kategori dengan kategori lainnya, contoh
prestasi belajar : 5, 6, 7, 8, dan seterusnya.

4. Variabel Rasio

Variabel rasio merupakan variabel selain bersifat membedakan, mempunyai tingkatan yang
jaraknya pasti, dan setiap nilai kategori diukur dari titik yang sama, contoh: berat badan, tinggi
badan, dan seterusnya.

b. Berdasarkan konteks hubungannya

Variabel dalam suatu penelitian jumlahnya bisa lebih dari satu. Variabel- variabel tersebut saling
berhubungan dan jika ditinjau dari konteks ini variabel dibedakan menjadi:

1. Variabel Bebas atau Independent Variables

Adalah variabel yang nilainya mempengaruhi variabel lainnya, yang mejadi sebab timbulnya
variable dependen (terikat). Contoh: Pengaruh motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar
siswa. Variabel bebas nya adalah : Pengaruh motivasi belajar.
2. Variabel Terikat atau Dependent Variable

Merupakan variabel yang nilainya tergantung dari nilai variabel lainnya atau variable terikat
merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variable bebas.
Contoh: Pengaruh motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa. Variabel terikat nya adalah
: Hasil belajar siswa.

3. Variabel Moderator atau Variable Intervening

Merupakan variabel yang juga mempengaruhi variabel terikat ( memperkuat dan memperlemah )
hubungan antara variable independen dengan dependen menjadi hubungan yang tidak langsung
dan tidak dapat diamati dan diukur, namun dalam penelitian pengaruhnya tidak diutamakan.
Variabel ini juga disebut sebagai variable independen kedua. Variabel ini merupakan variable
penyela/ antara yang terletak diantara variable independen dan dependen, sehingga variable
independen secara tidak langsung memengaruhi berubahnya 6

atau timbulnya variable dependen. Contoh : Kompensasi memperkuat pengaruh antara kepuasan
kerja terhadap kinerja.

4. Variabel perancu (confuding variable)

Variabel perancu merupakan variabel yang berhubungan variabel bebas dan variabel terikat,
tetapi bukan variabel antara. Contoh : Umur sebagai factor perancu terhadap hubungan merokok
dan resiko kematian.

5. Variabel kendali

Variabel kendali merupakan variabel yang juga mempengaruhi variabel terikat, tetapi dalam
penelitian keberadaannya dijadikan netral.

6. Variabel rambang

Variabel rambang merupakan variabel yang juga ikut mempengaruhi variabel terikat namun
pengaruhnya tidak begitu berarti, sehingga keberadaan variabel ini dalam penelitian diabaikan.

7. Variabel control
Adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variabel independen
terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti, sering digunakan oleh
peneliti bila akan melakukan penelitian yang bersifat membandingkan.

c. Berdasarkan dapat tidaknya variabel dimanipulasi

Ada variabel di mana peneliti dapat melakukan intervensi dan ada pula variabel di mana peneliti
tidak dapat melakukan intervensi. Atas dasar tinjauan ini, variabel dibedakan menjadi:

1. Variabel dinamis, adalah variabel yang dapat dimanipulasi atau diintervensi oleh peneliti,
contoh: metoda mengajar, teknik pelatihan, serta strategi pembiasaan.

2. Variabel statis, merupakan variabel yang tidak dapat diintervensi atau dimanipulasi oleh
peneliti, contoh: jenis kelamin, umur, sertas tatus perkawinan.

D. Pengukuran Variabel

Pengukuran Variabel Penelitian dapat dikelompokkan menjadi 4 Skala Pengukuran, yaitu: 7

a) Skala Nominal

Adalah Suatu himpunan yang terdiri dari anggota – anggota yang mempunyai kesamaan tiap
anggotanya, dan memiliki perbedaan dari anggota himpunan yang lain. Misalnya :

 Jenis Kelamin : dibedakan antara laki – laki dan perempuan


 Pekerjaan : dapat dibedakan petani, pegawai, pedagang
 Golongan Darah : dibedakan atas Gol. 0, A, B, AB
 Ras : dapat dibedakan atas Mongoloid, Kaukasoid, Negroid
 Suku Bangsa : dpt dibedakan dalam suku Jawa, Sunda, Batak dsb

Skala Nominal, Variasinya tidak menunjukkan Perurutan atau Kesinambungan, tiap variasi
berdiri sendiri secara terpisah. Dalam Skala Nominal tidak dapat dipastikan apakah kategori satu
mempunyai derajat yang lebih tinggi atau lebih rendah dari kategori yang lain ataukah kategori
itu lebih baik atau lebih buruk dari kategori yang lain.
b) Skala Ordinal

Skala Ordinal Adalah skala variabel yang menunjukkan tingkatan – tingkatan.

Skala Ordinal Adalah Himpunan yang beranggotakan menurut rangking, urutan, pangkat atau
jabatan. Skala Ordinal adalah Kategori yang dapat diurutkan atau diberi peringkat.

Skala Ordinal adalah Skala Data Kontinum yang batas satu variasi nilai ke variasi nilai yang lain
tidak jelas, sehingga yang dapat dibandingkan hanyalah nilai tersebut lebih tinggi, sama atau
lebih rendah daripada nilai yang lain.

Contoh :

 Tingkat Pendidikan : dikategorikan SD, SMP, SMA, PT


 Pendapatan : Tinggi, Sedang, Rendah
 Tingkat Keganasan Kanker : dikategorikan dalam Stadium I, II, dan III. Hal ini dapat
dikatakan bahwa : Stadium II lebih berat daripada Stadium I dan Stadium III lebih berat
daripada Stadium II. Tetapi kita tidak bisa menentukan secara pasti besarnya perbedaan
keparahan itu.
 Sikap (yang diukur dengan Skala Linkert) : Setuju, Ragu – ragu, Tidak Setuju.
c) Skala Interval

Skala Interval Adalah Skala Data Kontinum yang batas variasi nilai satu dengan yang lain jelas,
sehingga jarak atau intervalnya dapat dibandingkan. Dikatakan Skala Interval bila jarak atau
perbedaan antara nilai pengamatan satu dengan nilai pengamatan lainnya dapat diketahui secara
pasti. Nilai variasi pada Skala Interval juga dapat dibandingkan seperti halnya pada skala ordinal
(Lebih Besar, Sama, Lebih Kecil, dsb), tetapi Nilai Mutlaknya Tidak Dapat Dibandingkan secara
Matematis, oleh karena itu batas – batas Variasi Nilai pada Skala Interval bersifat ARBITRER
(ANGKA NOL-nya TIDAK Absolut).
Contoh :

 Temperature / Suhu Tubuh : sebagai skala interval, suhu 360 Celcius jelas lebih panas
daripada suhu 240 Celcius. Tetapi tidak bisa dikatakan bahwa suhu 360 Celcius 1½ kali
lebih panas daripada suhu 240 Celcius. Alasannya : Penentuan skala 00 Celcius Tidak
Absolut (=00Celcius tidak berarti Tidak Ada Suhu / Temperatur sama sekali).
 Tingkat Kecerdasan,
 Jarak, dsb.

d) Skala Rasio = Skala Perbandingan

Skala Ratio Adalah Skala yang disamping batas intervalnya jelas, juga variasi nilainya
memunyai batas yang tegas dan mutlak ( mempunyai nilai NOL ABSOLUT ).

Misalnya :

 Tinggi Badan : sebagai Skala ratio, tinggi badan 180 Cm dapat dikatakan mempunyai
selisih 60 Cm terhadap tinggi badan 120 Cm, hal ini juga dapat dikatakan bahwa : tinggi
badan 180 adalah 1½ kali dari tinggi badan 120 Cm.
 Denyut Nadi : nilai 0 dalam denyut nadi dapat dikatakan tidak ada sama sekali denyut
nadinya.
 Berat Badan
 Dosis Obat, dsb
Dari uraian di atas jelas bahwa Skala Ratio, Interval, Ordinal dan Nominal berturut – turut
memiliki nilai kuantitatif dari yang paling rinci ke yang kurang rinci. Skala ratio mempunyai
sifat – sifat yang dimiliki skala interval, ordinal dan nominal. Skala interval memiliki ciri – ciri
yang dimiliki skala ordinal dan nominal, sedangkan skala ordinal memiliki sifat yang dimiliki
skala nominal.

Adanya perbedaan tingkat pengukuran memungkinkan terjadinya transformasi skala ratio dan
interval menjadi ordinal atau nominal. Transformasi ini dikenal sebagai Data Reduction atau
Data Collapsing. Hal ini dimaksudkan agar dapat menerapkan metode statistic tertentu, terutama
yang menghendaki skala data dalam bentuk ordinal atau nominal.
Sebaliknya, skala ordinal dan nominal tidak dapat diubah menjadi interval atau ratio. Skala
nominal yang diberi label 0,1 atau 2 dikenal sebagai Dummy Variable (Variabel Rekayasa).
Misalnya : Pemberian label 1 untuk laki – laki dan 2 untuk perempuan tidak mempunyai arti
kuantitatif (tidak mempunyai nilai / hanya kode). Dengan demikian, perempuan tidak dapat
dikatakan 1 lebih banyak dari laki – laki. Pemberian label tersebut dimaksudkan untuk
mengubah kategori huruf (Alfabet) menjadi kategori Angka (Numerik), sehingga memudahkan
analisis data. (Cara ini dijumpai dalam Uji Q Cochran pada Pengujian Hipotesis).

E. Korelasi antar Variabel

Korelasi antar Variabel, ada 3 yaitu :

a) Korelasi Simetris

Korelasi Simetris terjadi bila antar dua variable terdapat hubungan, tetapi tidak ada mekanisme
pengaruh – mempengaruhi ; masing – masing bersifat mandiri.

Korelasi Simetris terjadi karena :

1. Kebetulan.

Misalnya : Kenaikan gaji dosen dengan turunnya hujan deras.

Sama – sama merupakan akibat dari faktor yang sama (Sebagai akibat dari Variabel Bebas)

Contoh : Hubungan antara berat badan dan tinggi badan. Keduanya merupakan variable terikat
dari variable bebas yaitu “Pertumbuhan”.

Sama – sama sebagai Indikator dari suatu konsep yang sama. 10

Misalnya : Hubungan antara kekuatan kontraksi otot dengan ketahanan kontraksi otot Keduanya
merupakan indikator “Kemampuan” Kontraksi Otot.

b) Korelasi Asimatris

Korelasi Asimatris ialah Korelasi antara dua variable dimana variable yang satu bersifat
mempengaruhi variable yang lain ( Variable Bebas dan Variable Terikat )
Contoh : Tingginya kadar lipoprotein dalam darah akan mengakibatkan arterosklerosis.

c) Korelasi Timbal Balik

Korelasi timbal balik adalah korelasi antar dua variable yang antar keduanya saling pengaruh –
mempengaruhi.

Contoh :

Korelasi antara Malnutrisi dan Malabsorbsi.

Malabsorbsi akan mengakibatkan Malnutrisi, sedangkan Malnutrisi mengakibatkan atrofi selaput


lendir usus yang akhirnya menyebabkan malabsorbsi.
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Salah satu komponen dari penelitian adalah Variabel penelitian. variabel penelitian
adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Variabel dapat
diklasifikasikan berdasarkan skala pengukurannya, konteks hubungannya, dan dapat tidaknya
variabel dimanipulasi. Macam- macam variabel penelitian yaitu 1) Berdasarkan skala
pengukurannya (Variabel nominal, Variabel ordinal, variabel interval dan variabel rasio). 2.
Berdasarkan konteks hubungannya (variabel bebas atau independent variables, variabel terikat
atau dependent variable, variabel moderator atau variable intervening, variabel perancu atau
confuding variable, variabel kendali, variabel rambang, dan variabel control). 3) Berdasarkan
dapat tidaknya variabel dimanipulasi (variabel dinamis dan Variabel statis).

Berdasarkan uaraian diatas, dapat disimpulkan bahwa dalam menentukan kedudukan


variabel penelitian, baik variabel independen, dependen, moderator dan variabel intervening atau
bahkan variabel lainnya, maka peneliti harus melihat kontekstualnya terlebih dahulu, dengan
dilandasi konsep teoritis yang mendasari maupun hasil pengamatan yang empiris yang ada
ditempat penelitian. Hal ini berarti bahwa tinjauan teoritis harus benar-benar disiapkan oleh
peneliti sebelum melakukan penelitian. Dengan kejelasan teoritis yang mendasari penelitian,
tentunya dapat diidentifikasi mana variabel independen, dependen, moderator dan variabel.

B. SARAN
Penulis menyarankan agar dengan makalah ini pembaca khususnya mahasiswa dapat

mengetahui dan memahami Apa variable dan aspek- aspek metode penelitian sehingga

dapat mengaplikasikannya dengan benar dan baik.


DAFTAR PUSTAKA

Hardani. dkk. (2020). Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Yogyakarta: CV Pustaka
Ilmu Group.
Kerlinger. (2000). Foundation of behavioral research (4th Ed) (New York: Holt, Rinehart &
Winston.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Surahman. (2020). Metode Penelitian. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.