Anda di halaman 1dari 17

CRITICAL BOOK REPORT

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah


Pendidikan Matematika Kelas Tinggi

Dosen pengampu :
Elvi Meilani ,S.,Si,M. Pd

Oleh :
Novita Yolanda panjaitan
Nim :
1193311039 (E Reguler)

PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN, 2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat-Nya tugas Critical Book Report dapat terselesaikan tepat waktu. Hasil
kritikan buku ini ditulis guna memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan
Matematika Kelas Tinggi. Semoga dengan terselesaikannya hasil kritikan buku ini
dapat menjadi manfaat bagi pembaca sekalian.

Penulis menyadari bahwa hasil kritikan buku ini jauh dari kata sempurna,
maka kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan guna
penyempurnaan hasil kritikan ini. Akhir kata saya ucapkan terimakasih.

Medan, 24 September 2021

Penulis

i|Page
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ..................................................................................................i

Daftar Isi ............................................................................................................ii

BAB I : PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang masalah .................................................................................1

1.2 Tujuan ............................................................................................................1

1.3 Manfaat ..........................................................................................................1

BAB II : PEMBAHASAN

2.1 Identitas Buku.................................................................................................2

2.2 Ringkasan Buku..............................................................................................3

BAB III : REVIEW

3.1 Buku 1...........................................................................................................13

3.2 Buku 2...........................................................................................................13

BAB IV : PENUTUP

4.1 Kesimpulan....................................................................................................14

4.2 Saran..............................................................................................................14

ii | P a g e
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Critical book adalah hasil kritik/bandingan tentang suatu topik materi yang pada
umumnya di perkuliahan terhadap buku yang berbeda. Setiap buku yang di buat oleh
penulis tertentu pastilah mempunyai kekurangan dan kelebihan masing – masing.
Kelayakan suatu buku dapat kita ketahui kika kita melakukan resensi terhadap buku itu
dengan perbandingan terhadap buku lain. Suatu buku dengan kelebihan yang lebih
dominan dibandingkan dengan kekurangannya artinya buku ini sudah layak untuk dipakai
dan dijadikan sumber referensi bagi khalayak ramai.

1.2. Tujuan
a. Mengulas isi sebuah buku
b. Mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam buku
c. Membandingkan isi buku

1.3. Manfaat
a. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Matematika Kelas Tinggi
b. Untuk menambah pengetahuan tentang Pendidikan Matematika Kelas Tinggi

1|Page
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Identitas Buku
IDENTITAS BUKU UTAMA
Judul Buku : Senang Belajar Matematika
Penulis : Purnomosidi, Dkk
ISBN : 978-602-244-180-9
Penerbit : Kemendikbud
Tahun terbit : 2018
Kota Terbit : Jakarta
Urutan cetakan : Jilid 2
Tebal buku : 258 halaman

IDENTITAS BUKU PEMBANDING


Judul Buku : Matematika
Penulis : Rika Setyaningsih
ISBN : 978-602-232-673-1
Penerbit : PT. Masmedia Buana Pustaka
Tahun terbit : 2019
Kota Terbit : Surabaya
Urutan Cetakan : Kesebelas
Tebal buku : 182 Halaman

2|Page
2.2. Ringkasan Buku

Operasi Hitung Pecahan


Penjumlahan Pecahan
Penjumlahan pecahan dapat dilakukan jika penyebutnya sama. Ubah pecahan
menjadi pecahan lain senilai sehingga penyebutnya sama.
Contoh :
1 1
+ =…
2 4
2 1 3
+ =
4 4 4
KPK
KPK dari 12 dan 16 adalah ...
Cara Mencari
1. Kelipatan 12 adalah 12, 24, 48 , 60, 72, 84, 96 , ...
2. Kelipatan 16 adalah 16, 32, 48 , 64, 80, 96 , ...
Kelipatan bersama dari 12 dan 16 adalah 48, 96, ...
Jadi, KPK dari 12 dan 16 adalah 48.

Penjumlahan Pecahan
2 1
+ =…
3 4
Penyelesaian
2 1
+ =…
3 4
Mencari KPK dari 3 dan 4.
Kelipatan 3 adalah 3, 6, 9, 12 , 15, 18, 21, 24 , ...
Kelipatan 4 adalah 4, 8, 12 , 16, 20, 24 , ...
KPK dari 3 dan 4 adalah 12.
2 1 2 × 4 1× 3 8 3 11
Jadi, + = + = + =
3 4 12 12 12 12 12
Literasi
Dahulu kala pecahan ditulis sebagai bilangan bersusun, tanpa tanda garis medatar
antara pembilang dan penyebut. Adalah Al-Hassar seorang ahli Matematika dari
Maghribi di kawasan Afrika bagian utara pada abad ke-12 mengenalkan tanda
garis mendatar antara pembilang dan penyebut. Tanda itu memudahkan sehingga

3|Page
dipakai di seluruh dunia hingga sekarang. Baca lengkap di:
https://ms.wikipedia.org/wiki/Al-Hassar

Pengurangan Pecahan
Pengurangan pecahan terlebih dahulu dengan menyamakan penyebut. Ubah
pecahan menjadi pecahan lain senilai sehingga penyebutnya sama.
Contoh :
1 1
− =…
2 4
2 1 1
− =
4 4 4
Contoh :
4 3
− =…
5 4
Carilah Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari penyebut pecahan tersebut,
yaitu 5 dan 4. KPK (5, 4) = 20. Selanjutnya ubah pecahan menjadi pecahan senilai
dengan penyebut 20.
4 3 20 :5× 4 20: 4 ×3
− = −
5 4 20 20
16 15 1
¿ − =
20 20 20
4 3 1
Jadi , − =
5 4 20

Literasi
Bilangan Pecahan pertama kali digunakan oleh bangsa Mesir Kuno sekitar tahun
1600 SM. Hal ini dapat dilihat dari tulisan di Papyrus Ahnes. Pada saat itu, bangsa
Mesir menggunakan pecahan satuan yaitu pecahan yang pembilangnya satu untuk
menyatakan perbandingan. Adapun pecahan-pecahan satuan secara bersamaan.
Pecahan tersebut ditulis dengan menggunakan bahasa Hieroglyph. Pada saat
bersamaan dengan bangsa Mesir Kuno, bangsa Cina Kuno mulai mengenal
pecahan. Selengkapnya dapat dibaca di : http://heaventhink.blogspot.com

4|Page
Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Campuran
Mengubah ke bentuk pecahan biasa
3 5
Pecahan campuran, contohnya 2 dan 3 dapat diubah menjadi pecahan biasa.
5 6
Perhatikan contoh berikut!
3 ( 2 ×5 ) +3 13
2 = =
5 5 5
5 (3 × 6 ) +5 23
3 = =
6 6 6

Menjumlahkan dan Mengurangkan Dua Pecahan Campuran


Menjumlahkan dan mengurangkan dua pecahan campuran dapat dilakukan
dengan menggunakan salah satu dari dua cara.
Cara Pertama
Mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa. Kemudian, kamu
menyamakan penyebut kedua pecahan tersebut. Selanjutnya melakukan operasi
hitung penjumlahan.
Contoh :
1 1
1 +2 =…
2 3
Penyelesaian
1 1 3 7 9 14 23 5
1 +2 = + = + = =3
2 3 2 3 6 6 6 6
Bila mengurangkan, dilanjutkan dengan operasi hitung pengurangan.
Contoh:
1 1
2 −1 =…
4 5
Penyelesaian
1 1 9 6 45 24 21 1
2 −1 = − = − = =1
4 5 4 5 20 20 20 20

5|Page
Memisahkan Bilangan Bulat dan Pecahan dalam Menjumlahkan dan
Mengurangkan Dua Pecahan Campuran
Cara Kedua
Caranya dengan memisahkan bilangan bulat dan pecahannya. Kemudian, kamu
melakukan operasi hitung yang sesuai, yaitu penjumlahan atau pengurangan.
1 1
Contoh: 1 +2 =…
2 3
Penyelesaian
1 1 1 1
1 +2 =( 1+2 ) + +
2 3 2 3
3 2 5
¿ 3+ + =3
6 6 6
Contoh :
1 1
2 −1 =…
4 5

Penyelesaian
1 1 1 1
2 −1 =( 2−1 ) + −
4 5 4 5
5 4 1
¿ 1+ − =1
20 20 20

Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Campuran dengan Bilangan Asli


Penjumlahan dilakukan dengan menambahkan bilangan aslinya. Bilangan
pecahannya tetap.
Contoh:
2
4 +1 =…
5
Penyelesaian
2 2 2
4 +1 =( 4+1 ) + =5
5 5 5
Pengurangan dilakukan dengan mengubah bilangan asli menjadi pecahan
campuran terlebih dahulu.

6|Page
Contoh:
3
4−1 =…
5
Penyelesaian
 Mengubah 4 menjadi pecahan campuran
4=3+1
5
¿ 3+
5
5
Bilangan 4 senilai dengan 3
5
 Menyelesaikan pengurangan pada soal diatas
3 5 3 5 3 2
4−1 =3 −1 =( 3−1 ) + − =2
5 5 5 5 5 5
Menjumlahkan dan Mengurangkan Tiga Pecahan
Kalian dapat mengerjakan bertahap atau langsung.
Contoh:
1 1 1
+ − =…
2 3 4
Penyelesaian bertahap
1 1 1 3 2 1 5 1 10 3 7
+ − = + − = − = − =
2 3 4 6 6 4 6 4 12 12 12
Adapun penyelesaian langsung dengan menyamakan penyebut tiga pecahan.
1 1 1 6 4 3 7
+ − = + − =
2 3 4 12 12 12 12
Menyelesaikan Permasalahan Sehari-hari
tentang Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan
Contoh
1 1
1. Ibu membeli 1 kg telur dan 2 kg tepung. Berapa kg seluruh belanjaan Ibu?
2 4
1 1
2. Persediaan gula Ibu 2 kg. Gula tersebut digunakan untuk membuat kue1
4 5
kg. Sisa gula yang dimiliki Ibu adalah … kg.
Penyelesaian

7|Page
1 1
1. Kalimat matematikanya adalah 1 +2 =…
2 4
1 1 1 1 2 1 3
1 +2 =( 1+2 ) + + =3+ + =3
2 4 2 4 4 4 4
3
Jadi, belanjaan ibu adalah 3 kg.
4
1 1
2. Kalimat matematikanya adalah 2 −1 =…
4 5
1 1 1 1 5 4 1
2 −1 =( 2−1 ) + − =1+ − =1
4 5 4 5 20 20 20
1
Jadi, sisa gula adalah 1 kg.
20

Buku 2
A. Bentuk Pecahan, Persen, dan Desimal
1. Pecahan
Pecahan dapat diartikan sebagai sebuah bilangan yang memiliki

a
pembilang dan penyebut. Pecahan dapat ditulis , a disebut pembilang, b
b
disebut penyebut, syaratnya a dan b tidak sama dengan 0.
2. Mengubah Bentuk Pecahan ke Bentuk Desimal
a. Ubahlah pecahan tersebut ke pecahan penyebut 10, 100, 1.000, 10.000.
b. Setelah itu, ubahlah ke bentuk pecahan desimal.
3. Mengubah Bentuk Desimal ke Bentuk Pecahan
a. Pengertian Pecahan Desimal
Pecahan decimal adalah pecahan yang ditulis dalam bentuk koma.
Tanda “,” disebut tanda decimal. Angka yang terdapat di sebelah kiri
koma mempunyai nilai satuan, puluhan, ratusan, dan seterusnya.
Angka di sebelah kanan koma mempunyai nilai persepuluh, perseratus,
perseribu, dan seterusnya.
b. Mengubah Bentuk Desimal ke Bentuk Pecahan
1) Ubahlah pecahan desimal ke pecahan penyebut 10, 100, 1.000,
10.000.
2) Sederhanakan pecahan-pecahan tersebut menjadi pecahan paling
sederhana.
4. Mengubah Bentuk Pecahan ke Bentuk Persen

8|Page
Apabila bentuk pecahan akan diubah menjadi bentuk persen,
penyebut pecahan tersebut diubah per 100. Setelah itu, pecahan diubah ke
bentuk persen.
5. Mengubah Bentuk Persen ke Bentuk Pecahan
a. Pengertian Persen
Persen artinya perseratus. Persen adalah pecahan biasa yang
mempunyai penyebut 100. Persen dilambangkan dengan % di belakang.
b. Mengubah Bentuk Persen ke Bentuk Pecahan
1) Ubahlah bentuk persen ke bentuk pecahan penyebut 100.
2) Sederhanakan pecahan penyebut 100 tersebut.

B. Operasi Hitung Bilangan Pecahan


1. Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Pecahan
a. Menjumlahkan Pecahan Biasa
Contoh: Penyelesain dengan mencari KPK dari penyebut
1 3 2 3
+ = + KPK dari 2 dan 4 adalah 4
2 4 4 4
2+ 4 5 1
= = =1
4 4 4
1 3 1
Jadi, + =1
2 4 4
b. Menjumlahkan Pecahan Campuran
Contoh: Penyelesain dengan mencari KPK dari penyebut
1 1 1 1
1 + 1 = (1+1) + ( + ) KPK dari 2 dan 4 adalah 4
2 4 2 4
2 1 3 3
=2 + ( + )=2+ =2
4 4 4 4
1 1 3
Jadi, 1 + 1 = 2
2 4 4
c. Mengurangkan Pecahan Biasa
Contoh: Penyelesain dengan mencari KPK dari penyebut
3 3 6 3
- = - KPK dari 4 dan 8 adalah 8
4 8 8 8
3
=
8

9|Page
3 3 3
Jadi, - =
4 8 8
d. Mengurangkan Pecahan Campuran
Contoh: Penyelesain dengan mencari KPK dari penyebut
1 4 4 4
1 - = - KPK dari 3 dan 6 adalah 6
3 6 3 6
8 4 4 2
= - = =
6 6 6 3
1 4 2
Jadi, 1 - =
3 6 3
2. Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Desimal
a. Menjumlahkan Dua Pecahan Desimal
Contoh: Penyelesaian dengan cara bersusun
0,3
0,4+
0,7
Jadi, 0,3 + 0,4 = 0,7
b. Menjumlahkan Tiga Pecahan Desimal
Contoh: Penyelesaian dengan cara bersusun
0,2
0,4+
0,5
0,5+
1,1
Jadi, 0,2 + 0,4 + 0,5 = 1,1
c. Mengurangkan Dua Pecahan Desimal
Contoh: Penyelesaian dengan cara bersusun
0,8
0,5-
0,3
Jadi, 0,8 - 0,5 = 0,3
d. Mengurangkan Suatu Pecahan Desimal dengan Dua Pecahan Desimal
Lainnya

10 | P a g e
Contoh: Penyelesaian dengan cara bersusun
0,9
0,4-
0,5
0,3-
0,2
Jadi, 0,9 - 0,4 - 0,3 = 0,2
3. Operasi Perkalian dan Pembagian Bentuk Pecahan
a. Mengalikan Pecahan Biasa
Contoh: Penyelesain dengan perkalian biasa
1 1 3 1x 3 3 1
x3= x = = =1
2 2 1 2x 1 2 2
1 1
Jadi, x3=1
2 2
b. Mengalikan Pecahan Campuran
Contoh: Penyelesain dengan perkalian biasa
1 3 5 3 5 x 3 15
1 x = x = =
4 5 4 5 4 x 5 20
1 3 15 3
Jadi, 1 x = =
4 5 20 4
c. Mengalikan Tiga Pecahan
Contoh: Penyelesain dengan perkalian biasa
1 2 3 2 3 2 3 2x 3 6 1
x x =¿x )x = x = = =
2 3 5 3 5 6 5 6 x 5 30 5
1 2 3 1
Jadi, x x =
2 3 5 5
d. Membagi Pecahan
1) Jika operasi pembagian bilangan pecahan, ubahlah tanda (:)
menjadi tanda (x) dan pecahan pembagi dipindah posisi, yaitu
pembilang menjadi penyebut dan penyebut menjadi pembilang.
2) Setelah itu, langkahnya sama dengan operasi perkalian bilangan
pecahan, yaitu pembilang dikali pembilang dan penyebut dikali
penyebut.
e. Membagi Pecahan Campuran

11 | P a g e
1 1 3 9
Contoh: 1 : 2 = : (ubah dalam bentuk pecahan biasa)
2 4 2 4
3 4 3 x 4 12 2
= : = = =
2 9 2 x 9 18 3
1 1 2
Jadi, 1 : 2 =
2 4 3
4. Operasi Perkalian dan Pembagian Bentuk Desimal
a. Mengalikan Dua Pecahan Desimal
6 3 6x3 18
Contoh: 0,6 x 3 = x = = = 1,8
10 1 10 x 1 10
b. Mengalikan Tiga Pecahan Desimal
Contoh: 0,3 x 0,18 x 1,24 = (0,3 x 0,18) x 1,24
3 18 124
=( x )x
10 100 100
54 124 6696
= x = = 0,6696
1000 100 100000
Jadi, 0,3 x 0,18 x 1,24 = 0,6696
c. Membagi Pecahan Desimal dengan Pecahan Desimal Lainnya
1) Ubahlah pecahan decimal menjadi pecahan biasa.
2) Lakukan pembagian seperti pada pembagian pecahan biasa. Lalu,
hasilnya dapat diubah kembali menjadi pecahan decimal

C. Menggunakan Pecahan dalam Perbandingan


Perbandingan adalah bentuk lain dari pecahan yang paling sederhana.
Sederhana artinya antara pembilang dan penyebut sudah tidak menjadi faktor
persekutuan kecuali 1. Hanya saja, cara penulisannya berbeda. Jika pecahan

a
berbentuk , perbandingan berbentuk a:b.
b
1. Hubungan Pecahan dengan Perbandingan
Contoh:
Ibu membeli 4 butir telur ayam dan 8 butir telur bebek. Perbandingan
banyak telur ayam dan telur bebek adalah….
Pembahasan: Banyak telur ayam : banyak telur bebek = 4 : 8 = 1 : 2
2. Memecahkan Masalah Perbandingan dalam Kehidupan Sehari-hari

12 | P a g e
Ada banyak kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang
menggunakan perbandingan. Misalnya:
a. Hubungan jarak tempuh dengan bahan bakar.
b. Perbandingan jumlah siswa laki-laki dan perempuan.
c. Perbandingan jumlah uang Made dan Titus.

BAB III
REVIEW

3.1. Buku 1
Kelebihan
 Materi mudah dipahami
 Pemahaman materi langsung pada inti materi
 Banyak terdapat soal-soal yang dapat digunakan untuk menguji
kemampuan pembaca.
 Terdapat ringkasan dalam setiap babnya sehingga memudahkan pembaca
dalam menyimpulkan hasil bacaannya.

Kekurangan

 Isi materi kurang lengkap dan tidak dijelaskan secara rinci

3.2. Buku 2
Kelebihan
 Dari segi sampul, buku ini menarik karena dilengkapi dengan warna yang
beragam.
 Banyak menyediakan contoh soal yang membantu pembaca dalam
memahami materi.
 Materi mudah dipahami dan dijelaskan secara rinci.

13 | P a g e
Kekurangan

 Terdapat beberapa contoh soal yang susah dipahami penjelasannya

 Soal latihan yang dimuat tidak banyak

BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Pada dasarnya isi kedua buku ini sangatlah baik dan bagus untuk
dijadikan pedoman bacaan dalam pembelajaran statistik bagi kaum
mahasiswa maupun sekolah menengah atas untuk menambah wawasan
matematikanya. Dengan beberapa kelebihan yang ada pada kedua buku ini
seperti yang sudah penulis paparkan dibagian pembahasan, diharapkan buku-
buku ini sudah sepantasnya dapat menarik perhatian para pembaca, meskipun
juga masih ada terdapat beberapa kelemahannya.

4.2. Saran
Meskipun masih memiliki beberapa keunggulan dalam buku-buku
tersebut, namun sebaiknya kelemahan dalam kedua buku ini juga dapat
diperbaiki sehingga dapat menarik perhatian para pembaca untuk membaca
buku tersebut. Dengan beberapa kelemahan seperti yang telah dipaparkan
dibagian pembahasan diatas, maka diharapkan pengarang buku tersebut dapat
melakukan revisi untuk memperbaiki sebagian kesalahan yang terdapat pada
buku tersebut.

14 | P a g e